بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيم

Senin, 23 Februari 2026

Tadabbur Al Quran hal. 448 | @KitabulSalat

Tadabbur Al-Quran Hal. 448 
----------------------------------------------
بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ

- Al Qur'an Indonesia Tajwid.

- Ash-Saffat ayat 64 :

اِنَّهَا شَجَرَةٌ تَخْرُجُ فِيْٓ اَصْلِ الْجَحِيْمِۙ

Sungguh, itu adalah pohon yang keluar dari dasar neraka Jahim,

- Asbabun Nuzul Ash-Saffat ayat 64 :

Diriwayatkan oleh Ibnu Jarir yang bersumber dari Qatadah. Diriwayatkan juga oleh Ibnu Jarir yang bersumber dari As-Suddi, bahwa Abu Jahl mengejek kaum Muslimin dengan ucapan: "Demi Allah kawan setiamu ini (Muhammad) menganggap bahwa di neraka ada sebuah pohon padahal sebagaimana kita ketahui bahwa api dapat memusnahkan pohon, kami tidak mengenal Az-Zaqqum. Yang kita ketahui itu ialah kurma dan mentega". Berkenaan dengan peristiwa ini turunlah ayat ini sebagai bantahan dengan ucapan Abu Jahl yang menegaskan bahwa pohon Az-Zaqqum itu tumbuh dari dasar neraka Jahannam.

- Tafsir Al Muyassar Ash-Saffat ayat 64 :

Sesungguhnya ia adalah pohon yang tumbuh di dasar Jahanam,

- Riyāduş şālihin :

Dari Anas Ra.. ia berkata, "Tatkala Nabi Saw. sakit parah hingga beliau hampir pingsan, Fatimah berkata, Aduhai betapa parahnya sakit ayahku!' Nabi Saw. bersabda kepadanya, Ayahmu tidak akan sakit parah lagi setelah hari ini.' Dan tatkala Nabi Saw. telah wafat, Fatimah berkata, Wahai ayahku yang telah memenuhi panggilan Rabbnya, wahai ayahku yang surga Firdaus adalah tempat kembalinya, wahai ayahku yang kepada Jibril kami memberitahukan kematiannya.' Dan tatkala telah dikuburkan, Fatimah berkata, Wahai Anas, apakah engkau tidak merasa canggung menaburi Rasulullah Saw. dengan tanah?" (HR AI-Bukhāri).

Hadis di atas memberikan faedah:
(a) Dibolehkan menaruh iba kepada seseorang ketika menghadapi sakaratul maut.
(b) Dibolehkan menyebut sifat-sifat baiknya setelah ia meninggal.
(c) Kesabaran Nabi Saw. atas apa yang menimpa beliau, yakni sakaratul maut dan kesulitannya.
(Dr. Mustafā Sa id Al-Khin, Nuzhatul Muttaqina Syarhu Riyādis sālihina, Juz 1, 1407 H/1987 M: 60).

- Hadis Nabawi :

Imam Al-Bukhāri Ra. berkata, telah menceritakan kepada kami Al-Humaidi, ia berkata, telah menceritakan kepada kami AI-Walid bin Muslim, ia berkata, telah menceritakan kepada kami Jābir, ia berkata, telah menceritakan kepadaku Umair bin Hani, bahwa dia mendengar Muawiyah berkata, "Aku pernah mendengar Nabi Saw. bersabda, 'Akan senantiasa ada dari umatku suatu golongan yang menegakkan perintah Allah, mereka tidak akan dibahayakan oleh orang yang mendustakan mereka, tidak dibahayakan juga oleh yang menyelisihi mereka hingga keputusan Allah datang kepada mereka sedang mereka masih dalam keadaan seperti
itu." (HR Al-Bukhāri, Sahihu'l Bukhāri, Juz 4, No. Hadis, 7460, 1400 H: 396).

- Hadiš Qudsi :

Dari Abu Sa'id Ra., ia berkata, Rasulullah Saw. bersabda, "(Pada hari kiamat) Nabi Nuh As. dan umatnya datang lalu Allah Swt. bertanya kepada Nuh As., Apakah kamu telah menyampaikan (ajaran) Nuh menjawab, Sudah, wahai Tuhanku.'Kemudian Allah Swt. bertanya kepada umatnya, Apakah benar dia telah menyampaikan kepada kalian? Mereka menjawab, Tidak, tidak ada seorang Nabi pun yang datang kepada kami. Lalu Allah Swt. berfirman kepada Nuh, Siapa yang menjadi saksi atasmu?' Nabi Nuh berkata, Muhammad Saw. dan umatnya. Rasulullah berkata, maka kita pun bersaksi bahwa Nabi Nuh As. telah menyampaikan risalah kepada umatnya. Begitulah seperti yang difirmankan Allah Swt. (Dan demikian pula Kami telah menjadikan kamu (umat Islam)"umat pertengahan agar kamu menjadi saksi atas (perbuatan) manusia dan agar Rasul
(Muhammad) menjadi saksi atas (perbuatan) kamu .. (QS AI-Baqarah, 2: 143). (HR Al-Bukhāri, Sahihu'l Bukhäri, Juz 2, No. Hadis, 3339, 1403 H: 453).

- HADIS NIAGA QS As-Sāffāt, 37: 61 :

Perintah untuk Mengerjakan Amal Saleh

Dari lbnu Abbas & bahwasanya Rasulullah datang menemui orang-orang yang menyediakan minuman dalam pelayanan haji lalu beliau meminta minum. Maka dari itu, Al-Abbas berkata, "Wahai Fadhl, pergilah kepada ibumu dan berilah Rasulullah minuman darinya." Lalu, beliau bersabda: "Berilah aku air minum." Lalu, A-Abbas berkata, "Wahai Rasulullah, mereka membuat dengan tangan mereka sendiri." Beliau bersabda: "Berilah aku air minum." Lalu, beliau menghampiri air Zamzam lalu meminumnya bersamaan dengan orang-orang yang sedang meminumnya dan bekerja di sana. Lalu, beliau bersabda: "Bekerjalah karena kalian sedang beramal saleh." Kemudian, beliau bersabda. "Seandainya bukan karena kalian akan tersingkirkan, tentu aku akan turun ikut bekerja hingga aku ikatkan tali di sini (bahu)." Beliau menunjuk kepada bahunya. (HR Bukhari, 1554)

- Tadabbur Surah As-Saffat Ayat 52-76 :

Ayat 52-76 meneruskan pembahasan sebelumnya tentang penghuni surga yang ingat temannya saat di dunia. Temannya tidak beriman pada hari kebangkitan, kiamat dan pembalasan. Lalu ia mengajak sahabat-sahabatnya untuk melihat neraka. Iapun melihat temannya di neraka dan berkata: Demi Allah, engkau nyaris mencelakakanku. Kalau tidak karena rahmat Allah, pasti aku diseret ke neraka seperti kamu. Kita semua merasakan mati dan sekarang selamat dari azab. Sungguh yang kita raih sekarang adalah kesuksesan yang amat besar. Untuk meraihnya, memerlukan amal saleh yang banyak.  

Lalu Allah bertanya kepada mereka : Mana yang lebih baik, hidangan surga atau pohon  Zaqqum? Kami jadikan pohon Zaqqum itu azab  bagi kaum yang kafir. Ia tumbuh dari dasar neraka Jahim. Mayangnya seperti kepala setan.  Mereka memakannya sampai perut mereka penuh sesak. Kemudian diberi minuman bercampur api panas. Sungguh tempat kembali adalah  neraka Jahim.

Mereka di dunia mengikuti nenek moyang mereka yang sesat dengan penuh semangat. Sebelum kafir Quraisy, sudah banyak  kaum yang tersesat. Allah utus para Rasul-Nya kepada mereka. Mengapa tidak dipelajari bagaimana Allah menimpakan azab kepada mereka? Hanya mereka yang diberi Allah keikhlasan menjalankan ajaran-Nya yang selamat.  

Sebelumnya, Nabi Nuh menghadapi kekafiran kaumnya yang sangat dahsyat sehingga ia  berdoa agar Allah hancurkan mereka. Allahpun mengabulkannya dan menyelamatkannya dari bencana banjir besar.