Tadabbur Al-Quran Hal. 465
----------------------------------------------
بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ
- Al Qur'an Indonesia Tajwid.
- Az-Zumar ayat 64 :
قُلْ اَفَغَيْرَ اللّٰهِ تَأْمُرُوْۤنِّيْٓ اَعْبُدُ اَيُّهَا الْجٰهِلُوْنَ
Katakanlah (Muhammad), “Apakah kamu menyuruh aku menyembah selain Allah, wahai orang-orang yang bodoh?”
- Asbabun Nuzul Az-Zumar ayat 64 :
Diriwayatkan oleh Al-Baihaqi di dalam kitab Ad-Dalail yang bersumber dari Al-Hasan Al-Bishri, bahwa kaum musyrikin berkata: "Apakah engkau menganggap bahwa nenek moyangku termasuk orang sesat, hai Muhammad?".
Asbab Nuzul ayat ini (surat Az-Zumar: 64) akan dikemukakan pula dalam asbab nuzul surat Al-Kafirun.
- Tafsir Al Muyassar Az-Zumar ayat 64 :
Katakanlah (wahai Rasul) kepada orang-orang musyrikin dari kaummu: Apakah kalian wahai orang-orang yang tidak mengetahui Allah memerintahkanku untuk menyembah selain Allah padahal hanya Dia satu-satunya yang berhak untuk disembah?
- Riyāduş Şālihin :
Dari Ibnu Mas'ud Ra., ia berkata, "Suatu saat kami bersama Nabi Saw. dalam sebuah hunian dari tanah liat, tiba-tiba Nabi Saw. bertanya, 'Puaskah kalian menjadi seperempat penghuni surga? Kami menjawab, Ya. Nabi bertanya lagi, "Puaskah kalian menjadi sepertiga penghuni surga?' Kami menjawab, Ya. Nabi bertanya lagi, 'Puaskah kalian menjadi separuh penghuni surga?" Kami menjawab, Ya.' Nabi bersabda, "Demi Zat yang jiwaku berada di tangan-Nya, sungguh aku berharap kalian menjadi separuh peng-
huni surga, dan surga tidak dimasuki selain seorang muslim, dan perbandingan kalian di antara orang-orang musyrik tidak lain hanyalah seperti rambut putih pada kulit sapi yang hitam." (HR Al-Bukhāri-Muslim)
Hadis di atas memberikan beberapa faedah, antara lain diperbolehkan untuk mengabarkan berita gembira secara berulang kali untuk memperbaharui rasa syukur dan bahwa orang-orang muslim merupakan setengah dari penghuni surga. (Dr. Muştafā Sa'id Al-Khin, Nuzhatul Muttaqina Syarhu Riyadis Sālihina, Juz 1, 1407 H/1987 M: 388-389).
- Hadis Nabawi :
Imam Muslim berkata, telah menceritakan kepadaku Abu Ayyub Al-Gailani, yaitu Sulaiman bin Ubaidillah dan Hajāj bin Asy-Syāir, keduanya berkata, telah menceritakan kepada kami Abdul Malik bin Amr, ia berkata, telah menceritakan kepada kami Qurrah, dari Abu Az-Zubair, ia berkata telah menceritakan kepada kami Jābir bin Abdullah Ra., ia berkata, "Aku mendengar Rasulullah Saw. bersabda, 'Barangsiapa menemui Allah Swt. (mati) dalam keadaan tidak menyekutukanNya sedikit pun, maka dia masuk surga. Dan barangsiapa menemui Allah Swt. (mati) dalam keadaan menyekutukan-Nya, maka dia masuk neraka." (HR Muslim, Sahih Muslim, Juz 1, No. Hadiš 93, 1412H/1991 M: 94).
Hadis Qudsi :
Dari lyad bin Himar Al-Mujasyi'l, ia berkata, Rasulullah Saw. bersabda, pada suatu hari dalam khutbah beliau, "Sesungguhnya Tuhanku memerintahkanku untuk mengajarkan yang tidak kalian ketahui yang Dia ajarkan padaku pada hari ini, Semua harta yang Aku berikan pada hamba itu halal. Sesungguhnya Aku menciptakan hamba-hamba-Ku dalam keadaan lurus. Kemudian, mereka didatangi oleh setan lalu dijauhkan dari agama mereka. Setan mengharamkan yang Aku halalkan pada mereka dan memerintahkan mereka agar menyekutukan-Ku yang tidak Aku turunkan kuasanya. Sesungguhnya, Allah memandang penduduk bumi, lalu Allah membenci mereka, Arab maupun Ajam, kecuali sisa-sisa dari ahli kitab. la berfirman, Sesungguhnya Aku merngutusmu untuk mengujimu dan denganmu Aku menguji, Aku menurunkan kitab padamu yang tidak basah oleh air,
engkau membacanya dalam keadaan tidur dan terjaga.' Sesungguhnya Allah memerintahkanku untuk membakar kaum Quraisy lalu aku berkata, Wahai Tuhanku, kalau begitu mereka akan memecahkan kepalaku lalu mereka membiarkannya menjamur. la berfirman: Usirlah mereka sebagaimana mereka mengusirmu, perangilah mereka, niscaya Kami akan membantumu, berinfaklah, niscaya Kami akan menggantinya, utuslah bala tentara, niscaya Kami akan mengirim lima kali sepertinya, perangilah orang yang mendurhakaimu bersama orang yang menaatimu." (HR Muslim). (Isāmuddin As- Sabābati, Jāmiul Ahādisil Qudsiyyati, Jilid 3, t.t.: 108).
- Hadis Motivasi QS 39: 64 :
Dari Amr bin Syu'aib, dari bapaknya. dari kakeknya. dia mengatakan bahwa Rasulullah mendengar satu kaum saling membenturkan Allah Lalu beliau bersabda: "Sesungguhnya. orang-orang sebelum kalian binasa karena hal yang demikian. Mereka membenturkan kitab Allah yang satu dengan yang lainnya. Sesungguhnya. kitab Alah turun saling membenarkan antara sebagian đengan sebagian yang lainnya maka janganlah kalian mendustai sebagian ayat dengan sebagian yang lain. Apa-apa yang kalian ketahui darinya maka katakanlah dan apa-apa yang kalian tidak ketahui maka kembalikanlah kepada yang tahu." (HR Ahmad. 6702)
- HADIS NIAGA QS Az-Zumar, 39: 60 :
Larangan Berdusta saat Berdagang
Dari Abdurrahman bin Syibl, dia mengatakan bahwa Rasulullah bersabda: "Para pedagang adalah tukang maksiat" Di antara para sahabat, ada yang bertanya, "Wahai Rasulullah, bukankah Allah telah menghalalkan jual-beli?" Rasulullah menjawab: "Ya, tetapi mereka sering berdusta dalam berkata dan sering bersumpah, tetapi sumpahnya palsu." (HR Ahmad, 3/428)
- AMAL NIAGA :
1. Hadis ini tidak bermaksud menurunkan motivasi untuk berdagang karena tidak semua pedagang adalah tukang maksiat. Hadis ini hanya merupakan peringatan agar berbuat jujur dan tidak mudah bersumpah ketika berdagang. Rasulullah sendiri adalah seorang pedagang.
2. Apabila Anda seorang pedagang, hendaklah Anda menjadi pedagang yang jujur dalam masalah barang dagangan. Sedangkan jika Anda seorang pembeli, jadilah pembeli yang jujur dalam masalah harga.
3. Carilah keberkahan dan kebaikan dari transaksi jual-beli yang Anda lakukan, di antaranya dengan cara jujur dan tidak banyak bersumpah.
- Tadabbur Surah Az-Zumar Ayat 57-67 :
Ayat 57-67 menjelaskan beberapa hal:
1. Meneruskan ayat sebelumnya terkait orang kafir dan musyrik saat menghadapi azab Allah. Mereka mengatakan seandainya Allah memberiku petunjuk niscaya aku bagian dari orang-orang bertakwa. Atau ketika melihat azab neraka nanti berkata : Seandainya akau dikembalikan ke dunia niscaya aku akan menjadi orang yang taat pada Allah dan Rasul-Nya. Penyesalan nanti tidak akan berguna karena waktu di dunia menolak Al-Qur’an, bersikap sombong dan kafir padanya.
2. Pada hari kiamat nanti wajah kaum kafir pada Allah hitam pekat. Tempat mereka adalah Jahannam disebabkan kesombongan mereka terhadap Allah, Rasul-Nya dan Al-Qur’an.
3. Sebaliknya, Allah menyelamatkan orang-orang yang bertakwa kepada-Nya dari neraka dan diberikan kesuksesan masuk surga. Di dalamnya mereka tidak akan mengalami keburukan dan tidak akan bersedih lagi.
4. Allah Pencipta segala sesuatu dan memelihara segala ciptaan-Nya, memiliki kunci-kunci langit dan bumi. Orang-orang yang menolak Al-Qur’an, maka mereka pasti merugi.
5. Kaum jahiliyah mencoba mengajak Rasul saw. menyembah kepada berhala-berhala. Padahal, Allah telah mewahyukan kepada Rasul saw. dan kepada Rasul-Rasul sebelumnya, jika ia menyekutukan Allah, maka semua amalnya batal dan pasti menjadi orang merugi.
6. Sebab itu, Rasul saw. diperintahkan hanya menyembah Allah dan menjadi orang yang bersyukur pada-Nya.
7. Orang-orang kafir dan musyrik itu tidak menghargai Allah dengan penghargaan yang benar. Padahal pada hari kiamat nanti bumi dalam genggaman-Nya dan langit digulung dengan tangan kanan-Nya. Mahasuci dan Mahatinggi Allah dari apa yang mereka sekutukan.