بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيم

Senin, 16 Februari 2026

Tadabbur Al-Quran Hal. 445 | @KitabulSalaf

Tadabbur Al-Quran Hal. 445
----------------------------------------------
بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ

- Al Qur'an Indonesia Tajwid.

- Ya Sin ayat 77 :

اَوَلَمْ يَرَ الْاِنْسَانُ اَنَّا خَلَقْنٰهُ مِنْ نُّطْفَةٍ فَاِذَا هُوَ خَصِيْمٌ مُّبِيْنٌ

Dan tidakkah manusia memperhatikan bahwa Kami menciptakannya dari setetes mani, ternyata dia menjadi musuh yang nyata!

- Asbabun Nuzul Ayat 77-83 :

Diriwayatkan oleh Al-Hakim dengan sanad yang bersumber dari Ibnu 'Abbas, bahwa Al-'Ash bin Wail menghadap kepada Rasulullah Saw. Dengan membawa tulang yang sudah rusak sambil mematah-matahkannya ia berkata: "Hai Muhammad, apakah Allah akan membangkitkan tulang yang sudah lapuk ini? Nabi Saw. Menjawab "Benar, Allah akan membangkitkan ini dan mematikan kamu dan menghidupkan kamu kembali serta memasukkan kamu ke neraka jahannam". Ayat ini (Surat Yasin, 77-83) turun berkenaan dengan peristiwa diatas yang menegaskan kekuasaan Allah untuk membangkitkan manusia di hari kiamat. Diriwayatkan juga oleh Ibnu Abi hatim yang bersumber dari Mujahid, 'Ikrimah, 'Urwah bin Zubair dan As-Suddi dengan tambahan bahwa orang tersebut bernama Ubay bin Khalaf.

- Tafsir Al Muyassar Ya Sin ayat 77 :

Apakah orang yang mengingkari kebangkitan itu tidak melihat awal mula penciptaannya sehingga dia bisa menjadikannya sebagai bukti atas kebangkitannya, bahwa Kami menciptakannya dari setetes air yang selanjutnya berproses sampai ia menjadi manusia dewasa, dan ternyata dia adalah pendebat yang ulung yang banyak menyangkal?

- Sirah Nabawi :

Ketika kaum Quraisy merasa gagal dan putus asa karena peringatan, ancaman dan negosiasinya tidak membuahkan hasil, mereka mulai melancarkan berbagai pelecehan kepada Rasulullah Saw. dan terus meningkatkan siksaan dan penganiayaan kepada kaum muslimin. Rasulullah Saw. adalah sosok ksatria, terhormat dan berwibawa. Pihak yang bertanggung jawab untuk melancarkan siksaan kepadanya adalah para pembesar dan petinggi kaum Quraisy. Masyarakat biasa tidak ada yang berani melakukan hal itu kepada beliau. Sekelompok orang yang melancarkan intimidasi dan teror kepada Rasulullah Saw. di rumah beliau adalah Abu Lahab, Al-Hakam bin Abu bin Umayyah, Uqbah bin Abi Mu'it, Addin bin Hamra As-Saqafi dan Al-Asda Al-Hużali. Mereka semua tetangga dekat beliau. Di antara mereka ada yang melemparkan isi perut domba kepada Rasulullah Saw. ketika sedang salat. Ada pula yang memasukkan kotoran ke dalam piring beliau ketika piring tersebut dijemur. Jika dilempari kotoran, beliau keluar rumah sambil memegangi sepotong dahan, lalu berdiri di ambang pintu sambil membersihkannya, seraya bersabda, "Wahai Bani Abd Manaf, tetangga macam apa kalian?" Kemudian beliau membuang kotoran-kotoran itu ke jalan. Bahkan, setiap kali melihat Rasulullah Saw., Umayyah melontarkan umpatan dan celaan kepada beliau. Saudaranya, yaitu Ubay bin Khalaf pernah mengancam Rasulullah Saw. dengan berkata, "Wahai Muhammad, aku menyiapkan seekor kuda dan memberinya jagung setiap hari. Aku akan membunuhmu di atas punggung kuda tersebut." Beliau menjawab, "Bahkan justru aku yang akan membunuhmu, insya Allah." Ubay bin Khalaf juga pernah menumbuk tulang belulang yang rapuh hingga remuk lalu meniupkannya ke wajah Rasulullah Saw. Suatu ketika, Uqbah bin Al-Mu'it duduk di majelis Nabi Muhammad Saw. sembari mendengarkan dakwah beliau. Namun ketika berita mengenai Uqbah yang mengikuti majelis Rasulullah Saw. sampai ke telinga Ubay, dia pun langsung mencaci dan mencemooh Uqbah serta memintanya untuk meludahi wajah Rasulullah Saw. Uqbah pun melakukannya. (Syaikh Safiyurrahmān Al-Mubārakfüri, Al-Rahiqul Al-Makhtūm, 80).

- Syamāil Muhammadiyyah :

Lauk Pauk yang Dimakan Rasulullah Saw. Dari Zahdam Al-Jarmi Ra., ia berkata, "Kami berada di rumah Abu Musa Al-Asy'arí. Lalu disuguhkan kepada kami daging ayam. Tiba-tiba seorang laki-laki di antara kami menyingkir. Abu Musa bertanya, "Mengapa engkau menghindar?' la menjawab, 'Sungguh aku melihatnya (ayam) sedang makan sesuatu yang kotor. Aku bersumpah tidak akan memakannya.' Abu Musa berkata, Mendekatlah kemari! Sungguh, aku melihat Rasulullah Saw. pun memakan daging ayam." (Abu Isa At-Tirmiži, Asy-Syamā ilul Muhammadiyyatu, 1427 H/ 2006 M: 67).

- Nasihat & Pelajaran :

Rasulullah Saw. mengejutkan bangsa Arab dengan ajaran yang tidak biasa bagi mereka. Karena itu, mereka sangat mengingkari dakwah Nabi Saw. Seluruh perhatian mereka dicurahkan untuk membinasakan Nabi Saw. dan para sahabatnya. Hal ini merupakan penolakan yang nyata dalam sejarah dengan tuduhan chauvanisme, yang menduga bahwa Muhammad menjalankan risalah sesuai dengan keinginan bangsa Arab saat itu. Ini tuduhan lucu dan telah dibantah oleh fakta sejarah seperti yang telah kita ketahui. (Dr. Mustafā As-Sibāi, As-Sirah An-Nabawiyyah, Durūs wa Tbar: 50).

- Hadis Motivasi QS 36: 71 :

Dari Anas bin Malik dia berkata, Rasulullah bersabda: "Orang termewoh sedunia yang termasuk penghuni neraka didatangkan pada hari Kiamat lalu dicelupkan sekali ke neraka. Setelah itu. dikatakan kepadanya, Wahai anak cucu Adam, opa kau pernah melibat kebaikan sedikit pun, apa kau pernah merasakan kenikmatan sediit pun? Dia menjawab. Tidak. Demi Allah, wahal Rabb.' Kemudian, orang paling sengsara di dunia yang termasuk penghunl surga didatangkan kemudian ditempatean di surga sebentar. Setelah itu, dikatakon kepadanya. Hai anak-cucu Adam. apa kau pernah melihat kesengsaraan sedikit pun, apa kau pernah merosa sengsara sedikit pun? Dia menjawab, Tidak. Demi Allah. wahai Rabb, aku tidak pernah merasa sengsara sedikit pun dan ku tidak pernah melihot kesengsaraan pun. (HR Muslimn. 2807)

- HADIS NIAGA QS Yāsin, 36: 71-73 :

Ancaman bagi Orang yang Enggan Membayar Zakat Hewan Ternak

Dari Abu Dzar dia berkata, Aku sampai di dekat Rasulullah ketika beliau sedang besumpah: "Demi Zat yang jiwaku berada di tangan-Nya atau demi Zat yang tidak ada lah selin Dia, tidak ada seorang pun yang memiliki unta, sapi, atau kambing lalu dia tidak mengeluarkan haknya (zakat), kecuali hewan-hewan itu akan didatangkan kepadanya pada hari Kiamat dalam rupa yang paling besar dan paling gemuk lalu hewan itu akan menginjak-injaknya dan menyeruduknya dengan tanduknya. Setiap kali hewan lain itu selesai maka hewan yang pertama akan kembali melakukan seperti itu hingga datang keputusan untuk manusia." (HR Bukhari, 1391)

- AMAL NIAGA :

1. Bersyukurlah kepada Allah yang telah menundukkan sejumlah binatang  untuk manusia sehingga bisa dirasakan manfaatnya yang beragam. Keluarkanlah zakat dari sapi-sapi yang Anda miliki. 2. Dari setiap tiga puluh ekor sapi, zakatnya satu tabi atau tabi'ah (sapi yang berumur satu tahun, jantan atau betina) dan dari setiap empat puluh ekor sapi, zakatnya satu musinnah (sapi betina yang berusia 2 tahun).

- Tadabbur Surah Yasin Ayat 71-83 :

1. Ayat 71-83 dari surat Yasin ini meneruskan pembahasan kekuasaan Allah seperti, Allah ciptakan binatang ternak untuk dimiliki manisia,  menundukkannya bagi mereka sehingga mendapat berbagai manfaat darinya seperti, jadi kendaraan (kuda dan sebagainya), untuk keperluan makanan (sapi dan sebagainya) dan ada  yang menjadi sumber minuman sehat seperti  susu kambing dan lainya. Mengapa manusia tidak bersyukur? 
2. Orang-orang kafir dan musyrik tetap saja  menyeketukan Allah dengan anggapan tuhan-tuhan tersebut dapat menolong mereka, padahal mereka sendiri yang menjaga tuhan-tuhan  yang mereka sembah itu. Sangat bodoh sekali. Sebab itu, Allah mengingatkan Rasul saw. agar tidak sedih mendengar tuduhan-tuduhan miring mereka. Allah Maha Mengetahui apa yang sembunyikan dan yang mereka tampakkan. 
3. Allah ciptakan manusia dari satu sel sperma. Mengapa mereka memusuhi Allah, membuat tuhan-tuhan tandingan bagi-Nya, melupakan penciptaa-Nya dan bahkan meragukan kemampuan-Nya menghidupkan mereka setelah jadi tulang belulang? Allah mampu menghidupkan mereka kembali, karena Dialah yang menciptakan manusia pertama kali. Allah juga yang menciptakan bagi mereka pohon hijau sebagai sumber api. Bukankah Pencipta langit dan bumi ini kuasa mendaur ulang jasad manusia yang sudah  hancur seperti semula? Benar, Dia Maha Pencipta, Maha Megetahui. Bila Dia berhendak maka cukup bagi-Nya mengatakan : Jadilah, maka jadilah sesuatu itu. Mahasuci Allah, Penguasa segalanya dan kepada-Nya kita dikembalikan. 

Rabu, 11 Februari 2026

Tadabbur Al-Quran Hal. 444 | @KitabulSalaf

Tadabbur Al-Quran Hal. 444
----------------------------------------------
بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ

- Al Qur'an Indonesia Tajwid.

- Ya Sin ayat 58 :

سَلٰمٌۗ قَوْلًا مِّنْ رَّبٍّ رَّحِيْمٍ

(Kepada mereka dikatakan), “Salam,” sebagai ucapan selamat dari Tuhan Yang Maha Penyayang.

- Tafsir Al Muyassar Ya Sin ayat 58 :

Mereka mendapatkan nikmat lain yang lebih besar, yaitu saat Rabb mereka berbicara kepada mereka, menyayangi mereka dengan memberi salam kepada mereka. Saat itulah keselamatan yang sempurna dari segala sisi terwujud.

- Mu'jam Ya Sin ayat 58 :
رَّبٍّ
Ar Rabbu makna asaliya adalah A-Tarbiyatu yang berarti membuat ses uatu setahap demi setahap sarnpai batas sempurna, Kata Ar Rabbu tdak boleh digunakan secara mutlak kecuall untuk Alah Swt, karena hanya Dia yang dapat menjamin kemaslahatan seluruh makhluk Nya, sebagaimana firman-Nya, /Negerimul adalah negeri yang baik dan Tuhanmul adaiah Rabb Yang Maha Pengarnpun. (05 Saba, 34 15) Dan karena itu pulalah Allah berfiman, Dan (tidak wajar pula baginya? menyuruhmu menjadkan malaikat dan para nabi sebagał tuhan-tuhan. (gs Ai imön, 3. 80), yakni tuhan
tuhan yang kalan sangka dapat menjamin kemaslahatan dari seluruh hamba Ar-Rāgib A-Asfahani Mujamu Mutradati Altazi Al. Qur 'an, 1431 H/2010 M. 140)

- Riyāduş Şālihin :

Dari Abu Hurairah Ra. Rasulullah Saw. bersabda, "Orang yang kuat itu bukanlah orang yang pandai bergulat, tetapi orang yang kuat itu adalah orang yang dapat menahan nafsunya ketika marah." (HR Al-Bukhari-Muslim).
Hadis tersebut memberikan faedah berupa pujian bagi orang yang dapat menahan nafsunya ketika marah. Karena itu, apabila seseorang marah, hendaklah berlindung kepada Allah dari godaan setan yang terkutuk. Jika berdiri, hendaklah duduk. Jika sedang duduk, hendaklah berbaring. Jika khawatir tidak terkendali, hendaklah dia meninggalkan tempatnya sehingga marahnya tidak berlangsung, lalu dia menyesalinya. (Muhammad bin Sālih Al-Usaimin, Syarhu Riyādis Sālihina, Juz 1, t.t.. 124-125).

- Hadiš Nabawi :

Dari Abu Zar, ia berkata, "Aku mendatangi Rasulullah Saw. ketika beliau berada di masjid, aku pun duduk dan beliau bersabda, "Wahai Abu Zar, sudahkah engkau salat? Aku menjawab, Belum. Beliau bersabda, 'Berdiri dan salatlah! Aku pun berdiri salat, lalu aku menemui beliau lagi dan duduk, beliau bersabda kepadaku, Wahai Abu Zar, berlindunglah pada Allah dari gangguan setan manusia dan jin, Aku bertanya, Wahai Rasulullah, apakah ada setan dari manusia?" Beliau menjawab, Ya" (HR Ahmad, Musnadul Imāmi Ahmadabni Hanbal, Jilid 35, No. Hadis 2154, 1420 H/ 1999 M: 431).

- Hadis Qudsi :

Abu Hurairah Ra. berkata, "Aku mendengar Nabi Savw. bersabda, Allah Swt. berfirman, Siapa yang lebih zalim daripada orang yang mencipta seperti ciptaan-Ku, hendaklah ia menciptakan biji sawi, atau biji tepung, atau biji gandum!" (HR A-Bukhāri). (lsamud Din, Jāmiul Ahādisil Qudsiyyati, Jilid 2, t.t: 259).

- HADIS NIAGA OS Yāsin, 36: 61 :

Perintah untuk Beribadah kepada Allah

Dari Abu Hurairah a dari Rasululah beliau bersabda: "Sesungguhnya Allah berfirman: Wahai anak Adam, beribadahlah sepenuhnya kepada-Ku niscaya Aku penuhi (hatimu yang ada) di dalam dada dengan kekayaan dan Aku penuhi kebutuhanmu. Jika tidak kalian lakukan niscaya Aku penuhi tanganmu dengan kesibukan dan tidak Aku penuhi kebutuhanmu (kepada manusia)." (HR Ahmad, 8681)

- Tadabbur Surah Yasin Ayat 55-70 :

Ayat 55-70 menjelaskan empat hal: 

1. Orang-orang mukmin yang bertakwa berada dalam surga, sibuk bersenang-senang.  Mereka dan isteri-isteri mereka di tempat-tempat teduh sambil duduk-duduk di atas dipan-dipan. Bagi mereka buah-buahan dan apa saja yang mereka inginkan. Mereka mendapat salam dari Tuhan Pencipta yang Maha Penyayang. 
2. Adapun orang-orang pendosa, sangat berbeda nasib mereka. Mereka melanggar perintah Allah agar tidak menyembah (mengikuti)  setan yang menjadi musuh nyata. Sebaliknya, mereka tidak mau menyembah (mentaati) dan mentauhidkan Allah. Padahal, itulah jalan yang lurus. Betapa banyak manusia yang disesatkan setan. Mengapa mereka tidak mau menggunakan akal sehat? Di akhirat nanti, mereka akan dimasukkan ke dalam nerak Jahannam yang  dijanjikan bagi para pembangkang Allah dan  Rasul-Nya. Mereka dimasukkan ke dalamnya  akibat kekufuran kepada Allah.  
3. Di padang Mahsyar, Allah tutup mulut orang-orang kafir dan munafik karena mereka  ingin berdusta. Tangan mereka yang berbicara serta kaki mereka yang bersaksi atas kekafiran  yang mereka lakukan. Allah bisa saja mengazab mereka di dunia dengan membutakan mata  mereka, atau merubah bentuk mereka menjadi batu atau hewan sehingga tidak bisa lagi berjalan atau kembali seperti sebelumnya. Siapa  yang Allah panjangkan umurnya, maka Allah  kembalikan kondisinya seperti awal (lemah).  Kenapa manusia tidak memikirkannya? 
4. Allah tidak mengajarkan syair kepada Nabi, karena tidak pantas baginya. Tapi, Al-Qur’an sebagai peringatan bagi orang yang hatinya hidup. Bagi kaum kafir pasti menyebabkan celaka.

Selasa, 10 Februari 2026

Malaikat jibril | @KitabulSalaf

Malaikat (01)
---------------------
بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ

Malaikat jibril

Pemimpin para malaikat, bertugas menyampaikan wahyu dan mengajarkannya kepada para nabi dan rasul.

Malaikat Jibril adalah malaikat yang bertugas menyampaikan wahyu. Malaikat Jibril adalah satu dari tiga malaikat yang namanya disebut dalam Al Quran. Nama Malaikat Jibril disebut dua kali dalam Al Quran yaitu pada surat Al Baqarah ayat 97-98 dan Surah At-Tahrim ayat 4. Di dalam Al Qur'an, Jibril memiliki beberapa julukan, seperti Ruh al Amin dan Ruh al Qudus (Roh Kudus), Ar-Ruh Al-Amin dan lainnya.

Bentuk Fisik Malaikat Jibril

Bentuk fisik Ruhul qudus, ada tertera dalam uraian mengenai kisah nabi Muhammad, kala beliau mendapat wahyu kali kedua, dan nabi menuntut untuk bertemu atau melihat rupa asli sang utusan Tuhan dari langit dalam rupa yang asli, atau bagaimana sesungguhnya dzat wujud Jibril tanpa rupa samar, sebagaimana di kali-kali yang lain, sang utusan (ruhul'qudus) selalu nampak dalam rupa seorang manusia biasa, seperti yang disebutkan dalam hadits Jibril.

Ruhul Qudus; tampak wujudnya dengan enam ratus sayap antara masyrik dan maghrib, (barat-timur) sayap dan busana kebesarannya putih laksana mutiara yang larut, dengan rupa yang begitu elok dan rupawan, dan dengan kekuatan yang dahsyat penuh mukzijat.

Katakanlah: "Barang siapa yang menjadi musuh Jibril, maka Jibril itu telah menurunkannya (Al Quran) ke dalam hatimu dengan seizin Allah; membenarkan apa (kitab-kitab) yang sebelumnya dan menjadi petunjuk serta berita gembira bagi orang-orang yang beriman. Barang siapa yang menjadi musuh Allah, malaikat-malaikat-Nya, rasul-rasul-Nya, Jibril dan Mikail, maka sesungguhnya Allah adalah musuh orang-orang kafir.

Malaikat Jibril adalah malaikat yang menyampaikan berita kelahiran Nabi Isa (lihat di artikel Isa) kepada ibunya Maryam dan juga malaikat yang menyampaikan Al-Quran kepada Nabi Muhammad.

Dalam perjalanan suci Isra' Mi'raj, sesampainya di pos perjalanan Sidratul Muntaha, Malaikat Jibril tidak sanggup lagi mendampingi Rasulullah untuk terus naik menghadap kehadirat Allah SWT;

beliau berkata :

"Aku sama sekali tidak mampu mendekati Allah, perlu 60.000 tahun lagi aku harus terbang. Itulah jarak antara aku dan Allah yang dapat aku capai. Jika aku terus juga ke atas, aku pasti hancur luluh

Senin, 09 Februari 2026

𝗔𝗽𝗮 𝗜𝘁𝘂 𝗦𝗲𝗱𝗲𝗸𝗮𝗵 𝗕𝗮𝗱𝗮𝗻 ? |@KitabulSalaf

Tematik (226)
---------------------
بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ

𝗔𝗽𝗮 𝗜𝘁𝘂 𝗦𝗲𝗱𝗲𝗸𝗮𝗵 𝗕𝗮𝗱𝗮𝗻 ?

Selama ini kita tidak tau, bahwa ada sebuah hadits yang mewajibkan kita bersedekah untuk tulang dan persendian kita.

Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam bersabda,

فِي الْإِنْسَانِ ثَلَاثُ مِائَةٍ وَسِتُّونَ مَفْصِلًا فَعَلَيْهِ أَنْ يَتَصَدَّقَ عَنْ كُلِّ مَفْصِلٍ مِنْهُ بِصَدَقَةٍ
“Dalam diri manusia ada 360 persendian, lalu diwajibkan sedekah dari setiap sendinya,”

Makna hadits ini ialah bahwa penyusunan tulang-tulang dan kesempurnaannya termasuk nikmat-nikmat Allah Azza wa Jalla yang paling besar pada hamba-Nya. Oleh karena itu setiap tulang harus bersedekah; dan pemiliknya bersedekah mewakili setiap tulang yang ada pada dirinya, agar  menjadi syukur atas nikmat tersebut.

Lantas, bagaimana cara bersedekah agar bisa mencukupi 360 persendian tersebut?

Didalam hadits yang lain disebutkan,

تَعدِلُ بَينَ الاِثْنَيْنِ صَدَقَةٌ

Memisahkan (menyelesaikan perkara) antara dua orang (yang berselisih) adalah sedekah.

وَتُعِيْنُ الرَّجُلَ فِي دَابَّتِهِ، فَتَحْمِلُهُ عَلَيْهَا، أَوْ تَرْفَعُ لَهُ عَلَيْهَا مَتَاعَهُ صَدَقةٌ

Menolong seseorang naik ke atas kendaraannya atau mengangkat barang-barangnya ke atas kendaraannya adalah sedekah.

والكَلِمَةُ الطَّيِّبَةُ صَدَقةٌ

Berkata yang baik juga termasuk sedekah.

وبِكُلِّ خُطْوَةٍ تَمشِيْهَا إِلَى الصَّلاَةِ صَدَقةٌ

Begitu pula setiap langkah berjalan untuk menunaikan shalat adalah sedekah.

وتُمِيْطُ الأَذَى عَنِ الطَّرِيْقِ صَدَقَةٌ

Serta menyingkirkan suatu rintangan dari jalan adalah sedekah.”

📚 (HR. Bukhari, no. 2989 dan Muslim, no. 1009)

Dan juga dalam hadits yang lain,
  خُلِقَ كُلُّ إِنْسَانٍ مِنْ بَنِـى آدَمَ عَلَـىٰ سِتِّيْنَ وَثَلاَثِ مِئَةِ مَفْصِلٍ : فَمَنْ كَبَّرَ اللّٰـهَ ، وَحَمِدَ اللّٰـهَ ، وَهَلَّلَ اللّٰـهَ ، وَسَبَّحَ اللّٰـهَ ، وَاسْتَغْفَرَ اللّٰـهَ ، وَعَزَلَ حَجَرًا عَنْ طَرِيْقِ النَّاسِ ، أَوْ شَوْكَةً ، أَوْ عَظْمًـا عَنْ طَرِيْقِ النَّاسِ ، وَأَمَرَ بِمَعْرُوْفٍ ، أَوْ نَـهَىٰ عَنْ مُنْكَرٍ  ، عَدَدَ تِلْكَ السِّتِّيْنَ وَالثَّلَاثِ مِئَةِ السُّلَامَى ، فَإِنَّهُ يُمْسِيْ يَوْمَئِذٍ وَقَدْ زَحْزَحَ نَفْسَهُ عَنِ النَّارِ.

Sesungguhnya anak keturunan Adam diciptakan di atas 360 persendian. Barang-siapa bertakbir kepada Allah, memuji Allah, bertahlil kepada Allah, bertasbih kepada Allah, menyingkirkan batu dari jalanan kaum Muslimin, atau menyingkirkan duri, atau menyingkirkan tulang, atau menyuruh kepada kebaikan, atau melarang dari kemungkaran setara dengan jumlah 360 persendian, maka pada sore harinya ia menjauhkan dirinya dari neraka.
HR. Muslim (no. 1007).

Kalau dipikir-pikir setiap hari diwajibkan bagi anggota tubuh kita untuk bersedekah. Yaitu diwajibkan bagi setiap persendian kita untuk bersedekah. Maka dalam setiap minggu berarti ada 360 x 7 = 2520 sedekah. 

Kalau ada yang mengatakan hal seperti ini sulit dilakukan karena setiap anggota badan harus dihitung untuk bersedekah? 

Maka Nabi telah memberikan ganti untuk hal tersebut yaitu untuk mengganti 360 sedekah dari persendian yang ada. Penggantinya adalah dengan mengerjakan shalat sunnah Dhuha sebanyak 2 raka’at.

Didalam hadits disebutkan,

 فَإِنْ لَمْ تَقْدِرْ فَرَكْعَتَا الضُّحَى تُجْزِئُ عَنْكَ

"Jika engkau tidak mampu melakukan seperti itu, maka cukup lakukan shalat Dhuha dua raka’at.” (HR. Ahmad, 5: 354.)

Minggu, 08 Februari 2026

Khadijah binti Khuwailid | @KitabulSalaf

Kisah Istri Rasulullah SAW (1)
---------------------
بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ

Khadijah binti Khuwailid

Khadijah binti Khuwailid (Bahasa Arab: خديجة بنت خويلد‎) (555 M – 619 M) adalah isteri pertama Nabi Muhammad s.a.w. Khadijah merupakan anak kepada Khuwaylid ibn Asad dan Fatimah binti Za'idah dan termasuk dalam suku Banu Hashim. Sebelum berkahwin dengan baginda, beliau pernah menjadi isteri kepada Atiq bin Abid dan Abi Halah bin Malik dan telah mempunyai empat anak, dua dengan suaminya yang bernama Atiq, iaitu Abdullah dan Jariyah, dan dua dengan suaminya Abu Halah yaitu Hindun dan Zainab.

Banyak kisah memaparkan bahawa sewaktu Nabi Muhammad s.a.w. bernikah dengan Khadijah, umur Khadijah berusia 40 tahun sedangkan nabi Muhammad s.a.w. hanya berumur 25 tahun. Tetapi menurut Ibnu Kathir, seorang tokoh dalam bidang tafsir, hadis dan sejarah, mereka berkahwin dalam usia yang sebaya. Nabi Muhammad s.a.w. bersama dengannya sebagai suami isteri selama 25 tahun iaitu 15 tahun sebelum "bithah" dan 10 tahun selepasnya iaitu sehingga wafatnya Khadijah, kira-kira 3 tahun sebelum hijrah. Khadijah wafat semasa beliau berusia 50 tahun.

Beliau merupakan isteri Nabi Muhammad s.a.w. yang tidak pernah dimadukan kerana kesemua isterinya yang dimadukan adalah berlaku selepas daripada wafatnya Khadijah. Di samping itu, kesemua anak baginda kecuali Ibrahim adalah kandungannya.

Mas kahwin daripada Nabi Muhammad s.a.w. sebanyak 20 "bakrah" dan upacara perkahwinan diadakan oleh saudaranya Amr bin Khuwailid kerana bapanya telah meninggal.

Anak-anak Rasulullah bersama Khadijah

Hasil perkongsian hidup Nabi Muhammad bersama Khadijah dikurniakan 6 orang cahaya mata, yaitu:

- Al-Qasim bin Muhammad
- Abdullah bin Muhammad
- Zainab binti Muhammad
- Ruqaiyah binti Muhammad
- Ummu Kalthum binti Muhammad
- Fatimah binti Muhammad

Manakala Ibrahim bin Muhammad pula adalah hasil perkongsian hidup antara Nabi Muhammad SAW dengan seorang hamba perempuan yang bernama Mariah Al-Qibtiyyah. Hamba ini dihadiahkan kepada Nabi SAW oleh Muqawqis(Pemerintah Mesir).

Diriwayatkan bahawa anak perempuan Nabi Muhammad SAW iaitu Fatimah az-Zahra telah berkahwin dengan Saidina Ali bin Abi Talib. Zainab berkahwin dengan sepupunya (anak saudara Khadijah) Abu al-'As ibn ar-Rabi'. Manakala Ruqayyah berkahwin dengan Saidina Uthman bin Affan. Selepas kematian Ruqayyah, Uthman mengahwini pula Ummu Kalthum.

Ketiga-tiga anak lelaki Rasullullah telah meninggal dunia sejak kecil lagi.

KHADIJAH BINTI KHUWAILID : Wanita hartawan, meninggal dalam kesusahan

Suatu hari, seorang nenek datang menemui Rasulullah SAW. Rasulullah SAW bertanya, “Siapakah Anda wahai nenek?”

“Aku adalah Jutsamah al-Muzaniah, ” jawab wanita tua itu.

Rasulullah SAW pun berkata, “Wahai nenek, sesungguhnya saya mengenalmu. Engkau adalah wanita yang baik hati. Bagaimana kabarmu dan keluargamu. Bagaimana pula keadaanmu sekarang setelah kita berpisah sekian lama?”

Nenek itu menjawab, “Alhamdulillah kami dalam keadaan baik. Terima kasih, Rasulullah.”

Tak lama kemudian, wanita tua itu pergi meninggalkan Rasulullah SAW. Aisyah RA yang melihat kejadian itu datang kepada Rasulullah SAW seraya berkata, “Wahai Rasulullah, seperti inikah engkau menyambut dan memuliakan seorang wanita tua? Istimewa sekali.”

Rasulullah menimpali, “Ya, dahulu nenek itu selalu mengunjungi kami ketika Khadijah masih hidup. Sesungguhnya melestarikan persahabatan adalah bagian dari iman.”

Setelah kejadian itu, Aisyah mengatakan, “Tak seorang pun dari istri-istri nabi yang aku cemburui lebih dalam ketimbang Khadijah. Meskipun aku belum pernah melihatnya, namun Rasulullah SAW seringkali menyebutnya. Pernah suatu kali beliau menyembelih kambing lalu memotong-motong dagingnya dan membagikannya kepada sahabat-sahabat karib Khadijah.”

Jika hal tersebut disampaikan Aisyah, Rasulullah SAW menanggapinya dengan berkata, “Wahai Aisyah, begitulah kenyataannya. Sesungguhnya darinyalah aku memperoleh anak.”

Pada kesempatan lainnya, Aisyah mengatakan, “Aku sangat cemburu dengan Khadijah karena sering disebut Rasulullah SAW, sampai-sampai aku berkata: Wahai Rasulullah, apa yang kau perbuat dengan wanita tua yang pipinya kemerah-merahan itu, sementara Allah SWT telah menggantikannya dengan wanita yang lebih baik?”

Rasulullah SAW menjawab, “Demi Allah SWT, tak seorang wanita pun lebih baik darinya. Ia beriman saat semua orang kufur, ia membenarkanku saat manusia mendustaiku, ia melindungiku saat manusia kejam menganiayaku, Allah SWT menganugerahkan anak kepadaku darinya.”

Khadijah Bertemu Muhammad

Suatu ketika, beliau mencari orang yang dapat menjual dagangannya, maka tatkala beliau mendengar tentang Muhammad sebelum bi’tsah (diangkat menjadi Nabi), yang memiliki sifat jujur, amanah dan berakhlak mulia, maka beliau meminta kepada Muhammad untuk menjualkan dagangannya bersama seorang pembantunya yang bernama Maisarah.

Beliau memberikan barang dagangan kepada Muhammad melebihi dari apa yang dibawa oleh selainnya. Muhammad al-Amin pun menyetujuinya dan berangkatlah beliau bersama Maisarah dan Allah menjadikan perdagangannya tersebut menghasilkan laba yang banyak.

Pada suatu hari iaitu dikatakan sebelum Nabi Muhammad mengambil upah mengetuai rombongan dagangan ke Syam itu, Siti Khadijah dikatakan telah didatangi satu mimpi yang agak aneh dan ini menyebabkan beliau segera menemui sepupunya, pendita atau rahib agama Hanif, Waraqah bin Naufal atau nama penuhnya Waraqah bin Nawfal bin Assad bin Abd al-Uzza bin Qusayy Al-Qurashi.

"Malam tadi aku bermimpi sangat menakjubkan. Aku melihat matahari berputar-putar di atas Kota Mekah, lalu turun ke arah bumi.

"Ternyata matahari itu turun dan memasuki rumahku. Cahayanya yang sangat agung itu membuatkanku terpegun.

"Lalu aku terbangun daripada tidurku itu" kata Siti Khadijah.

Mendengarkan itu, lalu Waraqah berkata; "Aku sampaikan berita gembira kepadamu, bahawa seorang lelaki agung dan mulia akan datang untuk menjadi teman hidupmu.

"Dia memiliki kedudukan penting dan kemasyhuran yang semakin hari semakin meningkat," kata Waraqah.

Khadijah merasa gembira dengan hasil yang banyak tersebut karena usaha dari Muhammad, akan tetapi ketakjubannya terhadap kepribadian Muhammad lebih besar dan lebih mendalam dari semua itu. Maka mulailah muncul perasaan-perasaan aneh yang berbaur dibenaknya, yang belum pernah beliau rasakan sebelumnya. Pemuda ini tidak sebagamana kebanyakan laki-laki lain dan perasaan-perasaan yang lain.

Akan tetapi dia merasa pesimis; mungkinkah pemuda tersebut mau menikahinya, mengingat umurnya sudah mencapai 40 tahun? Apa nanti kata orang karena ia telah menutup pintu bagi para pemuka Quraisy yang melamarnya?

Maka disaat dia bingung dan gelisah karena problem yang menggelayuti pikirannya, tiba-tiba muncullah seorang temannya yang bernama Nafisah binti Munabbih, selanjutnya dia ikut duduk dan berdialog hingga kecerdikan Nafisah mampu menyibak rahasia yang disembuyikan oleh Khodijah tentang problem yang dihadapi dalam kehidupannya. Nafisah membesarkan hati Khadijah dan menenangkan perasaannya dengan mengatakan bahwa Khadijah adalah seorang wanita yang memiliki martabat, keturunan orang terhormat, memiliki harta dan berparas cantik.Terbukti dengan banyaknya para pemuka Quraisy yang melamarnya.

Selanjutnya, tatkala Nafisah keluar dari rumah Khadijah, dia langsung menemui Muhammad al-Amin hingga terjadilah dialog yang menunjukan kelihaian dan kecerdikannya:

Nafisah : Apakah yang menghalangimu untuk menikah wahai Muhammad?

Muhammad : Aku tidak memiliki apa-apa untuk menikah .

Nafisah : (Dengan tersenyum berkata) Jika aku pilihkan untukmu seorang wanita yang kaya raya, cantik dan berkecukupan, maka apakah kamu mau menerimanya?

Muhammad : Siapa dia ?

Nafisah : (Dengan cepat dia menjawab) Dia adalah Khadijah binti Khuwailid

Muhammad : Jika dia setuju maka akupun setuju.

Nafisah pergi menemui Khadijah untuk menyampaikan kabar gembira tersebut, sedangkan Muhammad al-Amin memberitahukan kepada paman-paman beliau tentang keinginannya untuk menikahi sayyidah Khadijah. Kemudian berangkatlah Abu Tholib, Hamzah dan yang lain menemui paman Khadijah yang bernama Amru bin Asad untuk melamar Khadijah bagi putra saudaranya, dan selanjutnya menyerahkan mahar.

Setelah usai akad nikah, disembelihlah beberapa ekor hewan kemudian dibagikan kepada orang-orang fakir. Khadijah membuka pintu bagi keluarga dan handai taulan dan diantara mereka terdapat Halimah as-Sa’diyah yang datang untuk menyaksikan pernikahan anak susuannya. Setelah itu dia kembali ke kampungnya dengan membawa 40 ekor kambing sebagai hadiah perkawinan yang mulia dari Khadijah, karena dahulu dia telah menyusui Muhammad yang sekarang menjadi suami tercinta.

Maka jadilah Sayyidah Quraisy sebagai istri dari Muhammad al-Amin dan jadilah dirinya sebagai contoh yang paling utama dan paling baik dalam hal mencintai suami dan mengutamakan kepentingan suami dari pada kepentingan sendiri. Manakala Muhammad mengharapkan Zaid bin Haritsah, maka dihadiahkanlah oleh Khadijah kepada Muhammad. Demikian juga tatkala Muhammad ingin mengembil salah seorang dari putra pamannya, Abu Tholib, maka Khadijah menyediakan suatu ruangan bagi Ali bin Abi Tholib radhiallâhu ‘anhu agar dia dapat mencontoh akhlak suaminya, Muhammad Shallallahu ‘alaihi wasallam .

Allah memberikan karunia pada rumah tangga tersebut berupa kebehagaian dan nikmat yang berlimpah, dan mengkaruniakan pada keduanya putra-putri yang bernama al-Qasim, Abdullah, Zainab, Ruqqayah, Ummi Kalsum dan Fatimah.

Peribadi Siti Khadijah

Sayyidatina Khadijah R.A merupakan anak kepada Khuwalid Bin Assan. Nasab Siti Khadijah R.A bertemu dengan junjungan besar Nabi Muhammad Sallahualaih wasalam melalui datuknya yang keempat. Di dalam sejarah pernah dipetik bahawa Khuwalid merupakan seorang yang berani. Diceritakan pernah datang seorang yang hebat bernama Taba' ingin mencabut Hajar Aswad dan membawanya pulang ke negerinya. Berita itu sampai kepada ayah Siti Khadijah dan beliau membawa pedangnya dan menghalang Taba' dari meneruskan perbuatannya itu. Melihat keberanian Khuwalid, Taba' berundur dan membatalkan niatnya untuk mencabut Hajar Aswad.

Ibu beliau bernama Fatimah. Personaliti Siti Khadijah banyak dipengaruhi oleh dua orang yang begitu rapat dengan beliau.

i) Hakim Ibnu Izam(Anak saudaranya)

ii) Waraqah bin Naufal (Sepupunya)

Hakim Ibn Izam merupakan seorang pemuda yang yang bijaksana. Semasa berumur 15 tahun lagi, beliau sudah layak memasuki Najwah(Parlimen) di Mekah pada masa itu. Biasanya golongan yang layak untuk memasuki Najwah adalah pada umur 40 tahun. Namun, beliau lebih banyak berkecimpung dalam bidang perniagaan. Minat ini tertanam kepada Siti Khadijah sehingga menjadi seorang usahawan wanita yang disegani.

Waraqah merupakan seorang yang beragama dan merupakan seorang ahli kitab yang asli. Beliau telah mengetahui dan percaya akan kedatangan nabi akhir zaman dan sentiasa menunggu kedatangannya. Beliau banyak mengajar Khadijah tentang Allah, syurga dan agama.

Suami yang awal :-

i) Atiq Ibn Atib - melahirkan anak bernama Abdullah

ii) Hind Ibn Zuhrah - Hendon, Zainab dan beberapa orang lagi.

Semenjak pada zaman jahiliah lagi, Siti Khadijah R.A disegani dan dihormati. Justeru itu, beberapa gelaran telah diberikan kepada beliau. Antaranya:

1) At-Tohiroh(Suci) - Siti Khadijah R.A. tidak pernah menghadiri sebarang perjumpaan atau pertemuan dengan lelaki berkaitan dengan perniagaan. Walaupun beliau merupakan seorang usahawan wanita yang ulung namun beliau tidak bertemu lelaki untuk berbincang hal perniagaan. Kebanyakannya diserahkan kepada pembantu beliau. Siti Khadijah juga enggan duduk bersama wanita yang suka melakukan maksiat. Beliau begitu menjaga keperibadian beliau.

2) Saidatina Quraisy (Penghulu wanita Quraisy) - Masyarakat begitu menyanjungi beliau. Walaupun beliau begitu kaya-raya, tetapi beliau tidak pernah lalai dan hilang punca kerana harta. Dengan kekayaan yang melimpah-ruah, Siti Khadijah tetap berguru dengan Waraqah bin Naufal.

3) Ummu Mukminin - Setiap wanita yang dinikahi oleh Nabi akan mendapat gelaran ini. Oleh itu Siti Khadijah merupakan Ummu Mukminin yang pertama.

4) Saidatina Nisa Lil Alamin - Penghulu wanita untuk sekalian alam sehingga di syurga nanti.

Sebagai nota tambahan, 4 orang wanita yang merupakan penghulu wanita di dunia dan syurga adalah :-

i) Siti Khadijah R.A

ii) Siti Mariam

iii) Asiah Isteri Firaun

iv) Fatimah Zahra (anak Rasulullah)

Permulaan perkenalan Nabi dan Siti Khadijah

Melalui pembantu beliau iaitu Maisarah, jelas sekali Maisarah melihat tanda-tanda kenabian pada Nabi Muhammad Sallahualaih wasalam. Pernah semasa dalam perjalanan untuk berniaga seorang ahli kitab melihat pokok yang mana nabi berlindung di bawahnya tunduk untuk melindungi nabi dari cahaya matahari. Beliau menyatakan kepada Maisarah bahawa jelas manusia yang berada di bawah pokok itu adalah seorang nabi. Begitu juga dengan kumpulan awan yang sentiasa mengekori nabi kemana sahaja baginda bergerak. Dari tanda-tanda itulah Maisarah meminta Khadijah untuk melamar nabi kita.

Anak pertama yang dilahirkan oleh Siti Khadijah adalah seorang anak perempuan iaitu Zainab. Walaupun masyarakat Arab Jahiliah pada masa itu memandang anak perempuan sebagai satu keaiban, namun nabi tetap ceria menyambut kelahiran tersebut. Seterusnya Siti Khadijah melahirkan Umi Kalthum, Ruqayah dan Qasim. Walaupun belum dilantik menjadi Rasul jelas tanda-tanda kenabian pada Rasulullah. Di sini pertemuan Rasulullah dan Siti Khadijah R.A. telah dirancang oleh Allah dengan persiapan-persiapan yang tersendiri.

Namun, semua anak lelaki nabi meninggal sewaktu kecil. Semasa kematian Qasim, Siti Khadijah mengalami tamparan yang begitu hebat sekali. Ini kerana susu di badan Siti Khadijah masih menitis semasa Qasim meninggal dunia. Akibatnya nabi terpaksa menenangkan Nabi dan Allah mengizinkan nabi memperlihatkan mukjizat beliau dengan memperdengarkan suara Qasim di syurga sehingga Siti Khadijah kembali tenteram.

Semasa nabi berkhalwat dan bersendirian di gua Hira', Siti Khadijah tidak pernah bermasam muka dengan nabi malah menyiapkan makanan dan keperluan Nabi Sallahualaih wasalam. Malah ada ketikanya semasa Khadijah merasakan bekalan makanan nabi telah habis, beliau sendiri mendaki gua Hira' untuk membawa bekalan makanan ke sana walaupun pada masa itu usia beliau sudah lanjut. Jika anda pernah ke sana, anda akan melihat sendiri bagaimana sukarnya untuk mendaki gua Hira'. Namun Siti Khadijah tetap cekal untuk berkorban demi suami tercinta.

Betapa kita kadang-kadang terlepas pandang akan kemuliaan Siti Khadijah R.A. Beliau merupakan orang pertama yang mendengar wahyu yang pertama ketika ia masih hangat di mulut nabi sewaktu menenangkan nabi yang berselimut kerana gementar.

Khadijah menjadi tulang belakang di dalam usaha dakwah nabi sehingga akhir hayat beliau. Segala harta yang dimiliki dihabiskan dalam usaha dakwah meluaskan Islam. Sehinggalah akhir tahun ke-7 kenabian, sekatan yang dikenakan oleh orang Quraisy terhadap umat Islam menyebabkan seluruh Bani Hasyim dipulaukan dengan sekatan yang amat dasyhat. Walaupun Siti Khadijah tidak termasuk dalam pemulauan itu tetapi beliau tetap bersama dengan nabi dalam peristiwa tersebut.

Pada awal pemulauan, usaha Siti Khadijah melalui rangkaian perniagaannya beliau berjaya menyeludup makanan masuk ke tempat pemulauan. Namun ia tidak berjalan lama dan disedari oleh pihak Quraisy dan menyekatnya. Sehinggalah satu keadaan, Ummu Mukminin terpaksa memakan daun-daun kerana ketiadaan bekalan makanan.

Akibat daripada dugaan yang berat tersebut beliau akhirnya sakit tenat. Namun semasa saat kematian beliau yang paling dirisaukannya adalah suami dan anak kesayangan beliau iaitu Fatimah. Fatimah mendapat tempat yang istimewa di hati Siti Khadijah kerana dua perkara :-

i) Fatimah merupakan anak bongsu

ii) Fatimah paling menyerupai Nabi Muhammad

Beliau akhirnya meninggal tanpa merasa sesal terhadap segala penderitaan yang dilalui bersama nabi. Nabi sendiri yang melakukan segala persiapan untuk menyempurnakan jenazah Siti Khadijah. Walaupun Siti Khadijah R.A telah lama meninggalkan nabi, namun baginda sentiasa mengenang Siti Khadijah. Semasa Siti Khadijah R.A masih hidup, Allah telah menyampaikan berita kepada nabi bahawa sebuah rumah di syurga telah disiapkan oleh Allah istimewa untuk Siti Khadijah R.A atas pengorbanan beliau selama ini.

Siti Khadijah R.A juga mendapat salam daripada Allah dan Jibril semasa menziarahi nabi. Ulama'-ulama' berselisih pendapat samada hanya Siti Khadijah R.A. seorang yang mendapat salam dari Allah dan Jibril ataupun Aisyah turut mendapat penghormatan yang sama. Aisyah juga pernah membuat pengakuan bahawa satu-satunya manusia yang beliau sentiasa merasa cemburu adalah Siti Khadijah kerana Nabi sentiasa menceritakan kebaikan beliau kepada isteri-isteri Baginda.

Sejarah Singkat

Khadijah berasal dari golongan pembesar Mekkah. Menikah dengan Nabi Muhammad, ketika berumur 40 tahun, manakala Nabi Muhammad berumur 25 tahun. Ada yang mengatakan usianya saat itu tidak sampai 40 tahun, hanya sedikit lebih tua dari Nabi Muhammad. Khadijah merupakan wanita kaya dan terkenal. Khadijah bisa hidup mewah dengan hartanya sendiri. Meskipun memiliki kekayaan melimpah, Khadijah merasa kesepian hidup menyendiri tanpa suami, karena suami pertama dan keduanya telah meninggal. Beberapa sumber menyangkal bahwa Khadijah pernah menikah sebelum bertemu Nabi Muhammad.

Pada suatu hari, saat pagi buta, dengan penuh kegembiraan ia pergi ke rumah sepupunya, yaitu Waraqah bin Naufal. Ia berkata, “Tadi malam aku bermimpi sangat menakjubkan. Aku melihat matahari berputar-putar di atas kota Mekkah, lalu turun ke arah bumi. Ia semakin mendekat dan semakin mendekat. Aku terus memperhatikannya untuk melihat kemana ia turun. Ternyata ia turun dan memasuki rumahku. Cahayanya yang sangat agung itu membuatku tertegun. Lalu aku terbangun dari tidurku". Waraqah mengatakan, “Aku sampaikan berita gembira kepadamu, bahwa seorang lelaki agung dan mulia akan datang meminangmu. Ia memiliki kedudukan penting dan kemasyhuran yang semakin hari semakin meningkat". Tak lama kemudian Khadijah ditakdirkan menjadi isteri Nabi Muhammad.

Ketika Nabi Muhammad masih muda dan dikenal sebagai pemuda yang lurus dan jujur sehingga mendapat julukan Al-Amin, telah diperkenankan untuk ikut menjualkan barang dagangan Khadijah. Hal yang lebih banyak menarik perhatian Khadijah adalah kemuliaan jiwa Nabi Muhammad. Khadijah lah yang lebih dahulu mengajukan permohonan untuk meminang Beliau, yang pada saat itu bangsa Arab jahiliyah memiliki adat, pantang bagi seorang wanita untuk meminang pria dan semua itu terjadi dengan adanya usaha orang ketiga, yaitu Nafisah Binti Munyah dan peminangan dibuat melalui paman Muhammad yaitu Abu Thalib. Keluarga terdekat Khadijah tidak menyetujui rencana pernikahan ini. Namun Khadijah sudah tertarik oleh kejujuran, kebersihan dan sifat-sifat istimewa Beliau ini, sehingga ia tidak memedulikan segala kritikan dan kecaman dari keluarga dan kerabatnya.

Khadijah yang juga seorang yang cerdas, mengenai ketertarikannya kepada Nabi Muhammad mengatakan, “Jika segala kenikmatan hidup diserahkan kepadaku, dunia dan kekuasaan para raja Persia dan Romawi diberikan kepadaku, tetapi aku tidak hidup bersamamu, maka semua itu bagiku tak lebih berharga daripada sebelah sayap seekor nyamuk.

”Sewaktu malaikat turun membawa wahyu kepada Muhammad maka Khadijah adalah orang pertama yang mengakui kenabian suaminya, dan wanita pertama yang memeluk Islam. Sepanjang hidupnya bersama Nabi, Khadijah begitu setia menyertainya dalam setiap peristiwa suka dan duka. Setiap kali suaminya ke Gua Hira’, ia pasti menyiapkan semua perbekalan dan keperluannya. Seandainya Nabi Muhammad agak lama tidak pulang, Khadijah akan melihat untuk memastikan keselamatan suaminya. Sekiranya Nabi Muhammad khusyuk bermunajat, Khadijah tinggal di rumah dengan sabar sehingga Beliaau pulang. Apabila suaminya mengadu kesusahan serta berada dalam keadaan gelisah, beliau coba sekuat mungkin untuk mententram dan menghiburkan, sehingga suaminya benar-benar merasai tenang. Setiap ancaman dan penganiayaan dihadapi bersama. Allah mengkaruniakannya 3 orang anak, yaitu Qasim, Abdullah, dan Fatimah.

Dalam banyak kegiatan peribadatan nabi Muhammad, Khadijah pasti bersama dan membantunya, seperti menyediakan air untuk mengambil wudhu.Nabi Muhammad menyebut keistimewaan terpenting Khadijah dalam salah satu sabdanya, “Di saat semua orang mengusir dan menjauhiku, ia beriman kepadaku. Ketika semua orang mendustakan aku, ia meyakini kejujuranku. Sewaktu semua orang menyisihkanku, ia menyerahkan seluruh harta kekayaannya kepadaku.” Khadijah telah hidup bersama-sama Nabi Muhammad selama 24 tahun dan wafat dalam usia 64 tahun 6 bulan.

Tadabbur Al-Quran Hal. 443 | @KitabulSalaf

Tadabbur Al-Quran Hal. 443
----------------------------------------------
بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ

- Al Qur'an Indonesia Tajwid.

- Ya Sin ayat 44 :

اِلَّا رَحْمَةً مِّنَّا وَمَتَاعًا اِلٰى حِيْنٍ

melainkan (Kami selamatkan mereka) karena rahmat yang besar dari Kami dan untuk memberikan kesenangan hidup sampai waktu tertentu.

- Tafsir Al Muyassar Ya Sin ayat 44 :

Kecuali bila Kami merahmati mereka lalu Kami menyelamatkan mereka dan memberi mereka kenikmatan sampai ajal merek, dengan harapan mereka kembali dan memperbaiki kesalahan masa lalu mereka.

- Hadis Sahih Ya Sin ayat 44 :

Dan Abu Hurairah Ra., ia berkata. "Aku mendengar Rasulullah Saw bersabda, Sesungguhnya Allah Swt menciptakan raıat pada hari penciptaannya sebanyak seratus rahmat, maka dipegangah di sisi-Nya sembilan puluh sembilan rahmat dan Dia turunkan satu rahmat untuk seluruh makhluk-Nya Sekiranya orang orang kafir mengetahui semua rahmat yang ada di sisi Aliah Swt., niscaya mereka tidak akan berputus asa untuk memperołeh surga dan sekiranya orang-orang mukmn mengetahui semua siksa yang ada di sisr Alah, niscaya ia tidak akan merasa arran dari neraka, (HR Bukhan, Sahihul Bukhärs, Juz 4, No, Hadis 6469, 1400 H 185-186)

- Riyāduş Şālihin :

Dari Ibnu Umar Ra., ia berkata, "Apabila Rasulullah Saw. menaiki kendaraan hendak bepergian, maka terlebih dahulu beliau bertakbir sebanyak tiga kali, kemudian beliau membaca doa sebagai berikut: "Subhāna-Ilāhullażi Sakhara Lanã Hāżā wamā Kunnā Lahu Mugrinin wa lInnā ilā Rabbinā Lamun-qalibūn. Allähumma innā Nas'aluka fi Safa-rinā Hāżal Birra wat Taqwā, waminal Amalimā Tardā. Allahumma Hawnwin 'alainā Safaranā Hāżā, watwi annā Bu'dahu. Allāhumma Antas Šahibu fis Safar, wal Khalifatu fil Ahli. Allāhumma Inni Aūżu bika min Wa'śāis Safar, waka ābatil Marnzari, wasūil Munqalabi fil Māli wal Ahli." (Mahasuci Zat yang telah menundukkan kendaraan ini bagi kami, sedangkan kami tidak mampu menguasainya
dan sesungguhnya kami pasti dikembalikan kepada Tuhan kami. Ya Allah, sesungguhnya kami memohon kebaikan dan takwa dalam perjalanan ini, kami memohon perbuatan yang Engkau ridai. Ya Allah, permudahkanlah perjalanan kami ini, dan dekatkanlah jaraknya bagi kami. Ya Allah, Engkaulah pendampingku dalam bepergian dan mengurusi keluarga. Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari kelelahan dalam bepergian, pemandangan yang menyedihkan dan kepulangan yang buruk dalam harta dan keluarga)." Jika pulang, beliau membaca doa itu lagi dan beliau menambahkan di dalamnya, "Ayibūna Täibūna Abidūna lirabbinā Hāmidūna" (Kami kembali dengan bertobat, tetap beribadah dan selatú memuji Rabb kami)." (HR AI-Bukhari Muslim).

Hadiś tersebut memberikan faedah :
(a) Dianjurkan berdoa dengan redaksi di atas ketika hendak bepergian dan kembali dari perjalanan,
(b) Menghadap dan mengharap pada Allah Swt. untuk diberi kemudahan, diberi kebaikan dan kesuksesan, serta bersyukur pada-Nya atas berbagai nikmat yang telah Dia berikan.
(Dr. Mustafā Sa'id Al-Khin, Nuzhatul Muttaqina Syarhu Riyādiş Sālihina, Juz 1, 1407H/1987 M:728).

- Hadiš Nabawi :

Dari Abu Hurairah Ra., ia berkata, aku mendengar Rasulullah Saw. bersabda, "Sesungguhnya Allah Swt. menciptakan rahmat pada hari penciptaannya sebanyak seratus rahmat, maka dipeganglah di sisi-Nya sembilan puluh sembilan rahmat dan Dia turunkan satu rahmat untuk seluruh makhluk-Nya. Sekiranya orang-orang kafir mengetahu semua rahmat yang ada disisi Allah Swt., niscaya mereka tidak akan berputus asa untuk memperoleh surga, dan sekiranya orang-orang mukmin mengetahui semua siksa yang ada di sisi Allah, niscaya ia tidak akan merasa aman dari neraka. (HR AI-Bukhari, Sahihul Bukhāri, Juz 4, No. Hadis 6469, 1400 H: 185-186). 

- Hadis Qudsi :

Dari Abu Hurairah Ra., Rasulullah Saw. bersabda, Alah Swt. berfirman, Kesombongan adalah selendang-Ku dan kebesaran adalah sarung-Ku, barangsiapa mengambil salah satu dari keduanya dari-Ku, maka Aku akan melemparkannya ke dalam neraka." (HR Ahmad, Abu Dāwud dan Ibnu Mājah). (Mulla AIi A-Qari, ArRaudatu'l Bahiyyah Fi Ahādisil Qudsiyyah A-Arba'iniyyah, 1424 H/2003 M: 122).

- Hadis Motivasi QS 36: 47 :

Dari Abu Hurairah dia berkata, Rasululah bersabda: "Barang siapa berpuosa kemudian lupa lalu dia makan dan minum maka hendaklah dia sempurnakan karena sesungguhnya Allah telah memberinya makan dan minum." (HR Ahmad. 9205)

- HADIS NIAGA QS Yāsin, 36: 44 :

Doa Memohon Rahmat Allah

Dari lbnu Mas'ud dia berkata, "Di antara doa Rasulullah, yaitu: 'Alähumma inni as'aluka mūjibāti rahmatika wa 'azä ima magfiratika was salāmata min kulli išmin wal ganímata min kuli birrin wal fauza bil jannati wan najāta minan nāi.: (Ya Allah, sesungguhnya aku meminta kepada-Mu sesuatu yang dapat mendatangkan rahmat-Mu, kesungguhan mendapatkan ampunan-Mu, keselamatan dari semua dosa, memperoleh semua kebaikan, memperoleh kemenangan dengan masuk surga, dan selamat dari api neraka)." (HR Hakim dalam A-Mustadrak, 1: 706) 

- AMAL NIAGA :

1. Berusahalah Anda mengerjakan beragam kebajikan dan ketaatan serta jauhilah kejahatan dan kemaksiatan.
2. Mohonlah kepada Allah agar dijauhkan darí azab neraka dan dimasukkan ke dalam surga karena dengannya Anda akan mendapat keberuntungan, sebagaimana disebutkan dalam firman-Nya: ". barang siapa dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam surga, sungguh, dia memperoleh kemenangan ..." (QS Ali Imrān, 3: 185)

- Tadabbur Surah Yasin Ayat 41-54 :

Ayat 41-54 menjelaskan tiga hal :  

1. Meneruskan tanda-tanda kekusaan Allah, seperti mengajarkan manusia membangun sarana transportasi laut (kapal), darat dan udara.  Kalau Allah berkehendak menenggelamkannya,  tidak ada yang bisa menolong dan menyelamatkan mereka, kecuali atas rahmat-Nya agar mereka menikmati hidup sementara. 
2. Sebesar dan sebanyak apapun tanda kebesaran Allah, orang-orang kafir tetap saja tidak mau memahaminya sehingga tidak bisa  menerima ajakan bertakwa kepada Allah dan berinfak di jalan Allah. Padahal takwa itulah  cara menyelamatkan diri dari azab Allah di dunia dan di akhirat.  
3. Orang-orang kafir menantang Rasul saw. kapan kiamat itu terjadi. Semua manusia akan melewatinya. Dengan sekali tiup sangkakala, semua manusia mati dan tidak sempat lagi berbuat apapun. Kemudian ditiup sekali lagi, maka semua manusia dalam kubur keluar menuju Allah. Saat itu, orang-orang kafir kaget dan menyadari mereka sedang dalam bahaya sambil bertanya : Siapa yang membangkitkan kami dari tempat berbaring ini? Lalu dikatakan pada  mereka : inilah apa yang dijanjikan yang Maha Penyayang itu. Dengan satu kali tiup itu, semuanya berhimpun di hadapan Allah. Pada hari  itu, tidak akan ada orang yang dizalimi dan balasan diberikan sesuai apa yang diyakini, diucapkan dan dilakukan manusia. 

Sabtu, 07 Februari 2026

Tadabbur Al Quran hal. 442 | @KitabulSalaf

Tadabbur Al-Quran Hal. 442
----------------------------------------------
بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ

- Al Qur'an Indonesia Tajwid.

- Ya Sin ayat 26 :

قِيْلَ ادْخُلِ الْجَنَّةَ ۗقَالَ يٰلَيْتَ قَوْمِيْ يَعْلَمُوْنَۙ

Dikatakan (kepadanya), “Masuklah ke surga.” [719] Dia (laki-laki itu) berkata, “Alangkah baiknya sekiranya kaumku mengetahui,

- [719] Menurut riwayat, lelaki itu dibunuh oleh kaumnya setelah ia menyampaikan kata-katanya sebagai nasihat kepada kaumnya sebagaimana yang tersebut dalam ayat 20 s/d 25. Ketika dia akan meninggal, malaikat turun memberitahukan bahwa Allah telah mengampuni dosanya dan dia akan masuk surga.

- Tafsir Al Muyassar Ya Sin ayat 26 :

Setelah dia dibunuh, dikatakan kepadanya: Masuklah ke dalam surga. Sebagai penghargaan untuknya. Menurut riwayat, laki-laki itu dibunuh oleh kaumnya setelah ia mengucapkan kata-katanya sebagai nasihat kepada kaumnya sebagaimana tersebut dalam ayat 20 s/d 25. Ketika dia akan meninggal. Malaikat turun memberitahukan bahwa Allah telah mengampuni dosanya dan dia akan masuk syurga.

- Riyāduş Salihin :

Dari Abu Musa Ra., ia berkata, Nabi Saw. bersabda, "Perumpamaan petunjuk dan ilmu yang Allah mengutusku dengan membawanya adalah seperti hujan yang lebat yang turun mengenai tanah. Di antara jenis tanah itu: Pertama, tanah yang dapat menyerap air sehingga dapat menumbuhkan tumbuh-tumbuhan dan rerumputan yang banyak. Kedua, tanah yang keras lalu menahan air (tergenang) sehingga dapat diminum oleh manusia, memberi minum hewan ternak dan untuk menyiram tanaman. Ketiga, permukaan tanah yang berbentuk lembah yang tidak dapat menahan air dan juga tidak dapat menumbuhkan tanaman. Perumpamaan itu adalah seperti orang yang faham agama Allah dan dapat memanfaatkan apa yang aku diutus dengannya, dia mempelajarinya dan mengajarkannya, dan juga perumpamaan orang yang tidak dapat mengangkat derajat dan tidak menerima hidayah Allah dengan apa yang aku diutus dengannya." (HR Al-Bukhāri-Muslim).
Hadis di atas menunjukkan klasifikasi manusia dalam beragama: Pertama, kalangan awam, yaitu mereka yang mengetahui agama dan mengamalkannya. Kedua, kalangan ulama, yaitu mereka yang mengetahui agama, mengamalkannya, dan mengajarkannya. Ketiga, kaum kafir dan fasik, yaitu mereka yang mengetahui agama namun tidak mengamalkannya. (Faisal bin Abdul 'Aziz Ali Mubārak, Tatrizu Riyadis Sālihina, Juz 1, t.t.: 135).

- Hadis Nabawi :

Ibnu Umair Ra. berkata kepada 'Aisyah Ra.,N"Kabarkanlah kepada kami sesuatu yang sangat mengagumkan yang engkau lihatndari Rasulullah Saw.!" Aisyah Ra. terdiamnsejenak. kemudian berkata, "Pada suatu malam Rasulullah Saw. bersabda, WahainAisyah tinggalkanlah aku, malam ini akunhendak beribadah kepada Tuhanku." Akun(Aisyah Ra.) berkata, 'Demi Allah, sesungguhnya aku senang berada di dekatmu, dan aku pun senang terhadap sesuatu yang membuatmu gembira. Selanjutnya Aisyah Ra. berkata, 'Lalu Rasulullah Saw. bangun lantas berwudu dan beliau salat. Tidak henti-hentinya beliau menangis hingga membasahi pangkuannya, beliau!terus menangis hingga membasahi janggutnya, dan beliau terus menangis hingga membasahi tanah. Kemudian Biläl datang hendak azan untuk salat. Ketika dia melihat beliau menangis, dia bertanya, Wahai Rasulullah, mengapa engkau menangis, padahal Allah telah mengampuni dosamu yang lalu dan akan datang?" Beliau Saw.
 bersabda, Tidak bolehkah aku menjadinhamba yang bersyukur? Tadi malam telah turun ayat kepadaku, celakalah orang yang membacanya tetapi tidak merenungkannya, yaitu ayat, Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan pergantian malam dan siang terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah Swt.) bagi orang yang berakal. (QS Ali-Imrān, 3: 190) (HR lbnu Hibbān, Sahihu lbnu Hibbān, Jilid 2, No. Hadiš 620, 1414 H/1993 M: 386-387). Hadis Hasan, Sahih At-Targib wat Tarhib No. 1468).

- Hadis Qudsi :

Dari Abu Hurairah Ra., ia berkata, Rasulullah Saw. bersabda, "Kelak di hari kiamat Allah Swt. akan menggenggam bumi dan menggulung langit dengan tangan kanan-Nya. Kemudian Dia berfirman, Akulah Raja (penguasa)! Dimanakah mereka yang mengaku sebagai raja-raja di bumi? (HR Bukhāri, Muslim, dan lbnu Mājah). (Mustafa bin Adawi, Ash-Shahihul Musnadu Min A-Ahādisi Qudsiyyati, t.t: 127).

- Hadis Motivasi QS 36: 38 :

Dari Abu Dzar dia berkata. Aku pernah bersama Nabi di masjid saat matahari mulai terbenam. Lalu beliau bertanya: "Wahai Abu Dzar. tahukah kamu di mana matahari terbenam?" Aku menjawab, "Allah dan Rasul-Nya yang lebih tahu." Beliau bersabda: "Sesungguhnya, matahari itu pergi hingga ia bersujud di bawah Arasy. Itulah yang dimaksud firman Allah Ta'ala: 'Dan matahari yang berjalan di ternpat peredarannya. Demikianlah ketetapan (Allah) Yang Mahaperkasa lagi Maha Mengetahui. (QS Yäsin, 36: 38)." (HR Bukhari, 4524)

- HADIS NIAGA QS Yäsin, 36: 34 :

Status Kepemilikan Buah Kurma setelah Pohonnya Terjual

Dari lbnu Umar , bahwa Rasulullah bersabda: "Siapa saja yang telah mengawinkan pohon kurmanya lalu menjual pohonnya maka buah pohon kurma.itu menjadi hak yang mengawinkannya, kecuali jika disyaratkan pembelinya." (HR Bukhari, 2206; Muslim, 1534) 

- AMAL NIAGA :

1. Apabila seseorang membeli pohon buah sebelum dikawinkan maka buah itu menjadi milik pembeli. Namun, jika dia membelinya setelah dikawinkan maka buah itu menjadi milik penjual kecuali disyaratkan pembelinya.
2. Apabila Anda sedang melakukan aktivitas jual-beli, maka Anda dapat membuat perjanjian jual-beli, baik dalam kapasitas Anda sebagai penjual maupun pembeli, Selama terikat dengan perjanjian jual-beli, berusahalah Anda mematuhi perjanjian tersebut.
3. Jika perjanjian jual-beli mengandung klausul yang bertentangan dengan syariat, janganlah Anda mengikutinya.

- Tadabbur Surah Yasin Ayat 28-40 :

1. Ayat 28-40 meneruskan kisah seorang lelaki yang dibunuh kaumnya di Antakya yang menyampaikan dakwah Tauhid. Setelah ia meninggal, Allah hancurkan mereka dengan satu kali  teriakan (malaikat Jibril) dan tidak perlu mengirimkan pasukan malaikat dari langit. Alangkah besarnya penyesalan manusia yang menolak Rasul Allah. Sebelumhya, sudah banyak umat yang Allah hancur akibat kesalahan yang sama.  
2. Setiap umat pasti akan kembali menghadap Allah. Untuk membuktikan kebenaran teori kebangikatan atau kembali kepada Allah bisa dilihat bagaimana Allah menghidupkan tanah yang sudah mati, lalu Allah keluarkan darinya biji-bijian dan dari biji-bijian itulah sumber makanan pokok manusia, seperti padi, gandum dan sebagainya. Allah jadikan di atas bumi kebun kurma dan anggur serta Allah pancarkan dari bumi  mata air, supaya manusia dapat memakan buahnya dan hasil proses tangan mereka. Sayang sekali, manusia tidak bersyukur. Mahasuci Allah yang telah menciptakan semua jenis tanaman yang tumbuh di atas bumi dengan berpasang-pasangan, begitu pula manusia dan makhluk lain yang belum diketahui manusia. 
3. Allah mencabut siang sehingga menjadi malam yang gelap, matahari berjalan di tempat  peredarannya, membatasi tempat peredaran  bulan hingga kembali seperti tandan kurma  yang tua. Matahari tidak bisa mengejar bulan dan begitu juga malam tidak bisa mendahului siang. Masing-masing beredar pada garis edarannya.