بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيم

Kamis, 05 November 2026

Tadabbur Al-Quran Hal. 475 | @KitabulSalaf

Tadabbur Al-Quran Hal. 475
----------------------------------------------
بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ

- Al Qur'an Indonesia Tajwid.


- Gafir ayat 68 :

هُوَ الَّذِيْ يُحْيٖ وَيُمِيْتُۚ فَاِذَا قَضٰىٓ اَمْرًا فَاِنَّمَا يَقُوْلُ لَهٗ كُنْ فَيَكُوْنُ ࣖ

Dialah yang menghidupkan dan mematikan. Maka apabila Dia hendak menetapkan sesuatu urusan, Dia hanya berkata kepadanya, “Jadilah!” Maka jadilah sesuatu itu.

- Tafsir Al Muyassar Gafir ayat 68 :

Hanya Allah semata yang bisa menghidukan dan mematikan. Bila Dia menetapkan suatu perkara, maka Dia tinggal berfirman: jadilah. Maka ia pun jadi. Tiada yang bisa menolak keputusan-Nya.

- Mujam Gafir ayat 68 :

Al Qada'u maknanya ialah ketetapan sebuah urusan, baik dengan perkataan maupun perbuatan, darn Alah maupun dari manusia. Diantara ketetapan Alah dengan perkataan seperti dalam firman-Nya, Dan Tuhanmu menetapkan agar kalian tidak menyembah kecual kepada-Nya (05 Al-srā, 17. 23). Maksudnya, Dia telah memerintahkan agar tidak menyembah selain-Nya. Dan dt antara ketetapan Allah dengan perbuatan seperti dalam firman-Nya, «Dan Alah memutuskan dengan kebenaran. Sedang mereka yang disembah selain-Nya tidak mampu memutuskan dengan sesuatu apa pun (QS Gatir, 40 20). (Ar-Ragib AlAsfahäni, Mujamu Mufra däti Aifäzi Al.Our ani, 1431 H/2010 M: 305)

- Tazkiyyatun Nafs :

Perhatikanlah hikmah daun! Anda jumpai dalam satu daun terdapat sejumlah serat memanjang yang amat mengagumkan bagi yang melihat. Ada yang besar-besar, panjang, dan lebar. Ada yang kecil-kecil, terselip di antara yang besar-besar tersebut, tersusun dengan rapi, dan menakjubkan. Kalau yang membuatnyà manusia, maka satu daun saja tidak akan selesai selama satu tahun penuh. Tentu mereka memerlukan alat-alat dan proses pengolahan yang kapasitas mereka tidak mampu menghasilkannya. Tapi Allah Swt. Sang Maha Pencipta dan Mahatahu, dalam beberapa hari saja menebarkan daun-daun yang memenuhi bumi, dataran rendah, dan pegunungan, tanpa alat atau pembantu. Yang berlaku hanya kehendakNya yang pasti terlaksana dalam segala hal dan kekuasaan-Nya yang tak terhalangi. Allah Swt. berfirman, "Sesungguhnya urusan-Nya apabila Dia menghendaki sesuatu Dia hanya berkata kepadanya, "Jadilah!" Maka jadilah sesuatu itu. (QS Yāsin, 36: 82) dan firman-Nya, ...Maka apabila Dia hendak menetapkan sesuatu urusan, Dia hanya berkata kepadanya, Jadilah!" Maka jadilah sesuatu itu.> (QS Gafir, 40: 68). Sekarang perhatikan hikmah serat-serat yang ada di daun. Mereka menyirami daun dan menyuplai bahan makanan ke sana sehingga mempertahankan hidup dan kesegarannya seperti urat-urat yang tersebar di badan yang mengantarkan makanan ke setiap bagian tubuh. Perhatikanlah kemampuan serat-serat yang besar dan keras yang menjaga daun agar tidak robek dan lapuk. la berfungsi seperti otot dan urat bagi badan hewan. Kemudian, perhatikan hikmah Tuhan Yang Maha Pengasih dan Mahatahu dalam menjadikan daun itu sebagai hiasan bagi pohon, penutup, dan baju bagi buah, serta melindunginya dari hama yang menghalangi kesempurnaannya. Karena itu, apabila pohon ditebas daunnya, maka buahnya rusak dan tidak dapat dimanfaatkan. Lihat bagaimana daun dijadikan sebagai pelindung bagi tunas tumbuhnya buah yang lemah dari kekeringan. Apabila buah telah jatuh, daun tetap ada di sana sebagai pelindung dahan dari panas (matahari) hingga apabila bara itu telah padam dan tidak membahayakan dahan-dahan, daunnya berguguran agar setelah itu mengenakan baju baru yang lebih indah. Mahabesar Allah Swt. yang mengetahui tempat dan waktu jatuh dan tumbuhnya daun-daun itu. Tidak ada daun yang tumbuh kecuali dengan izin-Nya dan tidak ada yang jatuh kecuali sepengetahuan-Nya. Selain itu, kalau saja manusia menyaksikan sedemikian banyak daun itu bertasbih kepada Tuhannya bersama buah-buahan, dahan-dahan, dan pohon-pohon, tentu mereka menyaksikan hal lain dari keindahannya itu. Mereka tentu akan melihat penciptaannya dengan pandangan lain dan pasti mereka tahu bahwa itu semua diciptakan untuk manfaat yang besar, tidak diciptakan dengan sia-sia. Alah Swt. berfirman, dan tetumbuhan dan pepohonan, keduanya tunduk (kepada-Nya). (QS Ar-Rahmān, 55: 6). An-Najm adalah tanaman yang tidak berbatang, sedang Asy-Syajar adalah yang berbatang. Semuanya bersujud dan bertasbih kepada Tuhan. Allah Swt. berfirman, Langit yang tujuh, bumi, dan semua yang ada di dalamnya bertasbih kepada Allah Swt. dan tidak ada sesuatu pun melainkan bertasbih dengan memuji-Nya, tetapi kamu tidak mengerti tasbih mereka. Sungguh, Dia Maha Penyantun, Maha Pengampun. (Q5 A-Isrā', 17:44). (Ibnu'l Qayyim Al-Jauziyyah, Miftāhu Dāris Sa adati, Juz 2, 1416 H/1996 M: 104-106). 

- Riyāduş Şalihin :

Dari Umar bin Khattab Ra., ia berkata, "Rasulullah Saw. pernah memperoleh beberapa orang tawanan perang. Ternyata dari tawanan tersebut ada seorang perempuan yang biasa menyusui anak kecil. Apabila dia mendapatkan anak kecil dalam tavwanan tersebut, ia akan mengambilnya dan menyusuinya, lalu Nabi Saw. bersabda kepada kami, "Menurut kalian, apakah perempuan itu tega melemparkan bayinya ke dalam api?' Kami menjawab, 'Sesungguhnya ia tidak akan tega melemparkan anaknya ke dalam api selama ia masih sanggup menghindarkannya dari api tersebut. Lalu beliau bersabda, Sungguh, kasih sayang Allah Swt. terhadap hamba-Nya melebihi kasih sayang perempuan itu terhadap anaknya."
Hadiš di atas mengandung beberapa faedah di antaranya:
(a) Rahmat Allah Swt. bagi hamba-hambaNya, bahwa Dia menghendaki kebaikan bagi mereka dan menyelamatkan mereka dari api neraka, maka Dia membuka bagi mereka pintu tobat, harapan, dan kembali kepada-Nya, 
(b) Dibolehkan untuk mengambil faedah dari berbagai peristiwa dan menghubungkannya dalam pengarahan dan pengajaran.
(Dr. Mustafa Sa'id Al-Khin, Nuzhatul Muttaqina Syarhu Riyādis Şalihina, Juz 1, 1407 H/1987 M: 380-381). 

- Tibbun Nabawi :

Khasiat Ma'ūl Bahri (air laut)

Allah Swt. menjadikan air laut sangat asin hingga terasa pahit untuk menyempurnakan kemaslahatan kehidupan di muka bumi, baik manusia maupun hewan. Air laut itu diam, tidak mengalir dan banyak hewan di dalamnya. Banyak pula yang mati di laut dan tidak perlu dikubur. Sekiranya air laut itu manis, tentu ia akan menjadi busuk karena kematian beberapa hewan di dalamnya sehingga akan mengotori udara di seluruh dunia. Maka telah ada ketetapan hikmah Allah Swt. yang menjadikan air laut itu asin. Sekiranya berbagai macam bangkai, yang busuk dan mati di alam ini dilemparkan ke laut, maka tak akan mampu mengubah keadaannya sedikit pun semenjak ia diciptakan sampai kelak Allah Swt. menghancurkan alam ini. Itulah sebab yang tidak tampak, mengapa air laut itu asin. Adapun sebab keberlangsungan asinnya karena bumi itu sendiri juga asin. Mandi di laut bermanfaat untuk mengobati berbagai macam penyakit kulit. Tapi minum air laut sangat berbahaya bagi tubuh luar maupun dalam karena dapat merusak perut, menguruskan, dan menimbulkan gatal-gatal serta membuat haus. Siapa yang tak terpaksa meminumnya, maka ada beberapa cara penguapan. Cara lain ialah dengan menggali lubang yang lebar di pinggir pantai atau di dekat penampungan air laut di tanah. Air laut meresap masuk ke dalam lubang itu lalu membuat lubang kedua agar air meresap masuk ke dalamnya hingga air laut itu benar-benar menjadi tawar. (Ibnu'l Qayyim Al-Jauziyyah, Zãdul Ma ādifi Hadyi Khayri'l bādi, Juz 4, t.t.: 394).

- Medical Hadiš :

Tentang air laut, Nabi Saw. pernah bersabda, "Airnya suci dan bangkainya halal." Dari Abu Hurairah Ra., ia berkata, "Ada seorang laki-laki bertanya kepada Rasulullah Saw. Wahai Rasulullah, kami naik kapal dan hanya membawa sedikit air. Jika kami berwudu dengannya, maka kami akan kehausan. Apakah boleh kami berwudu dengan air laut?' Maka Rasulullah Saw. menjawab, "la (laut) adalah suci airnya dan halal bangkainya." (HR Abu Dāwud dan At-Tirmizi) (Ibnu'l Qayyim Al-Jauziyyah, At-Tibbun Nabawi, t.t.: 307).

- Hadis Motivasi QS 40: 71 :

Dari Abu Hurairah dari Rasulullah beliau bersabda: "Allah merasa takjub dengan suatu kaum yang masuk ke dalam surga daiam keadaan terikat dengan rantai." (HR Bukhari. 2848)

- HADIS NIAGA QS Gāfir, 40: 67 :

Seorang Hamba Diwafatkan setelah Menerima Seluruh Rezekinya Dari Jabir bin Abdulah dia berkata, Rasulullah bersabda: "Wahai manusia, bertakwalah kepada Allah dan berlaku baiklah dalam mencari dunia. Sesungguhnya, sebuah jiwa tidak akan mati hingga menerima seluruh rezekinya, sekalipun sebagiannya secara perlahan. Bertakwalah kepada Allah dan berlaku baiklah dalam mencari dunia. Ambillah yang halal dan tinggalkanlah yang haram." (HR Ibnu Majah, 2144)

- AMAL NIAGA
1. Pilihlah satu amal yang pengaruhnya akan membekas hingga Anda meninggal dunia dan lakukanlah mulai hari ini, seperti membantu pembangunan masjid, mengajak nonmuslim untuk masuk Islam, mengajari orang yang belum berilmu, atau amal-amal lainnya.
2. Bersabarlah dan janganlah berputus asa dalam mencari rezeki yang halal. Jalankanlah bisnis yang halal, jauhi yang haram.
3. Ingatlah seorang kerabat atau teman Anda yang meninggal dunia secara mendadak. Kemudian bayangkanlah jika akhir kehidupan Anda seperti itu.

- Tadabbur Surah Al-Mukmin Ayat 67-77 :

Ayat 67-77 menjelaskan tiga hal berikut: 
1. Menjelaskan alasan larangan menyembah tuhan-tuhan atau berhala pada ayat sebelumnya, yaitu karena Pencipta Tunggal manusia itu adalah Allah yang menciptakan mereka dari tanah, kemudian berkembang menjadi  sperma, kemudian setelah terjadi pembuahan menjadi ‘alaqoh yang menempel di dinding rahim, kemudian setelah sempurna Dia keluarkan sebagai bayi, kemudia diberi umur sampai dewasa dan kemudian sampai tua. Di antara manusia ada yang diwafatkan sebelum tua berdasarkan batas waktu yang ditentukan-Nya, agar manusia itu mengerti. Hanya Allah yang menghidupkan dan mematikan. Apa bial Dia menghendaki sesuatu, maka Dia hanya mengatakan: Jadilah, maka jadilah sesuatu itu. 
2. Allah menyuruh Nabi Muhammad saw. memperhatikan bagaimana Dia memalingkan akal orang-orang yang membantah ayat-ayat Nya dari kebenaran. Mereka menuduh Al-Qur’an dan Kitab-Kitab sebelumnya kebohong belaka. Mereka akan menyadari ketika leher-leher mereka dibelenggu dan dirantai sambil diseret di dalam api yang panas dan kemudian  dimasukkan ke dalam neraka. Dikatakan pada mereka : Carilah tuhan-tuhan yang kalian sekutukan dengan Allah? Mereka berkata: Semua tuhan kami sudah lenyap dan kami tidak menyembah sesuatupun. Dekianlah Allah membiarkan orang-orang kafir itu disebabkan mereka waktu di dunia bangga dengan sistem kafir dan kemaksiatan. Mereka dipaksa masuk neraka Jahannam. Alangkah buruknya tempat orang-orang yang sombong. 
3. Allah memerintahkan Rasul saw. agar bersabar dalam berdakwah. Janji Allah pasti benar. Apakah Allah perlihatkan pada Rasul saw. sebagian janji buruk atas kaum kafir itu atau Allah wafatkan Beliau sebelumnya, yang pasti mereka akan dikembalikan pada-Nya. 

Senin, 02 November 2026

Tadabbur Al-Quran Hal. 474 | @KitabulSalaf

Tadabbur Al-Quran Hal. 474 | @KitabulSalaf
----------------------------------------------
بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ

- Al Qur'an Indonesia Tajwid.

- Gafir ayat 66 :

۞ قُلْ اِنِّيْ نُهِيْتُ اَنْ اَعْبُدَ الَّذِيْنَ تَدْعُوْنَ مِنْ دُوْنِ اللّٰهِ لَمَّا جَاۤءَنِيَ الْبَيِّنٰتُ مِنْ رَّبِّيْ وَاُمِرْتُ اَنْ اُسْلِمَ لِرَبِّ الْعٰلَمِيْنَ

Katakanlah (Muhammad), “Sungguh, aku dilarang menyembah sembahan yang kamu sembah selain Allah, setelah datang kepadaku keterangan-keterangan dari Tuhanku; dan aku diperintahkan agar berserah diri kepada Tuhan seluruh alam.”

- Asbabun Nuzul Gafir ayat 66 :

Diriwayatkan oleh Juwaibir yang bersumber dari Ibnu Abbas, bahwa Al-Walid bin Mughirah dan Syaibah bin Rabi'ah berkata: "Hai Muhammad! Urungkan niat ajakanmu, dan peganglah agama nenek moyangmu". Maka turunlah ayat ini (Surat Al-Mukmin: 66) yang melarang menyembah selain kepada Allah Swt.

- Tafsir Al Muyassar Gafir ayat 66 :

Katakanlah (wahai Rasul) kepada orang-orang musyrikin dari kaummu: Sesungguhnya aku dilarang untuk menyembah llah-llah yang kalian sembah selain Allah,manakala ayat-ayat yang jelas telah datang kepadaku dari sisi Rabb-ku. Dan Dia telah memerintahkanku agar tunduk dan patuh dengan memberikan ketaatan sempurna kepada-Nya. Mahasuci Allah Rabbul alamin.

- Asmā'ul Husnā :

Al Hayyu artinya Allah Swt. mempunyai nama adalah Yang Mahakekal dalam wujud-Nya, Yang Mahahidup dengan Zat-Nya, kekal selama-lamanya, tidak pernah merasa ngantuk, tidak pula pernah tertidur. Sifat-sifat ini tidak pernah ada selain pada Allah. Tagut dan apa pun yang disembah selain Allah, kehidupannya senantiasa diselubungi oleh kemalasan, rasa ngantuk, dan lelah. Jika ia berdiri dan ingin untuk tetap kekal dalam beberapa saat, rasa kantuk akan senantiasa merundungnya, yang pada akhirnya akan menemui ajal. Waktu kematian pasti akan mendatanginya, la tidak pernah hidup dalam kesempurnaan dan kekekalan, kecuali Yang Mahahidup dan Yang Maha Berdiri Sendiri. Seorang muslim yang mengesakan Allah dengan nama ini, hendaknya mengabdikan seluruh hidupnya dalam keyakinan bahwa ia berada dalam ujian kehidupan, yang kelak akan memperoleh balasan dan akibatnya. Seluruh kerajaan hanya milik Allah. Sejak dimulai ciptaan itu, tidak pernah ada yang mempunyai kemampuan untuk menghidupkan kecuali hanya Dia. Demikian pula kerajaan setelah bumi ini telah tiada, hanyalah milik-Nya, karena hanya Dialah satu-satunya Yang Mahahidup. Seorang yang mengesakan Allah secara benar, sejatinya tidak akan menyandarkan kerajaan kepada selain Allah, kecuali hanya sebagai titipan dan ujian saja. la senantiasa memohon pertolongan Tuhannya, baik dalam keadaan susah maupun senang. la tidak menyekutukan Allah dalam kecintaan, ketakutan, dan harapan, ataupun berpaling kepada yang lain dalam memohon pertolongan dan berdoa. Karena doa itu menuntut keteguhan hidup dan kehidupan adalah pokok untuk ilmu, kekayaan, kekuasaan, pendengaran, penglihatan, kekuatan, kehendak, kegagahan, keagungan, dan sebagainya, Adapun Allah sudah menafikan semua itu atas sekutu-Nya, karena mereka sejatinya adalah mati dan tidak hidup. Kejahatan yang paling besar bagi seorang muslim adalah ia membunuh dirinya sendiri karena putus asa menghadapi hidup, padahal ia sendiri mengetahui bahwa Yang Mahakuasa untuk menghidupkan dan mematikan hanya Allah semata. Bahkan, Rasulullah Saw. sendiri melarang hanya mengharap kematian, apalagi dengan membunuh diri sendiri. (Dr. Mahmūd Abdurrazāk Ar Ridwāni, Ad-Du'āu bil Asmāil Husnā, 2005:54).

- Riyāduş şālihin :

Dari Abu Musa Ra., ia berkata, Nabi Saw. bersabda, "Perumpamaan orang yang mengingat Rabbnya dengan orang yang tidak mengingat Rabbnya seperti orang yang hidup dengan yang mati." (HR AI-Bukhāri). Hadiš di atas memberikan faedah bahwa orang yang meninggalkan berzikir menyerupai mayat, karena meninggalkannya akan mewariskan kelalaian yang menjauhkan dari pekerjaan yang baik dan menyedikitkan manfaat atau tanpa memperoleh manfaat sama sekali. Hal itu sama seperti mayat dilihat dari ketiadaan memperoleh manfaat itu. (Dr. Muştafā Sa'id Al-Khin, Nuzhatul Muttaqina Syarhu Riyādis Sālihina, Juz 2, 1407 H/1987 M:982-983).

- Hadiš Nabawi :

Dari Ibnu Abbās Ra., sesungguhnya Rasulullah Saw. pernah berdoa,"Ya Allah, sesungguhnya kepada-Mu aku berserah, kepadaMu aku beriman, dan hanya kepada-Mu aku bergantung, kepada-Mu aku kembali. Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepadaMu dengan kegagahan-Mu yang tiada Tuhan selain Engkau, janganlah Engkau sesatkan aku, Engkaulah Yang Mahahidup yang tidak akan pernah mati, sedangkan manusia dan jin akan mati." (Sahih Muslim, 2717).

- Hadis Motivasi QS 40: 60 :

Dari Nu'man bin Basyir dari Rasulullah beliau bersabda tentang firman Allah "Dan Rabb-mu berfirman: 'Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu.'" Beliau bersabda: "Doa adalah ibadah." Beliau lalu membaca: "Wa qala rabbukum ud'üni astajib lakum (dan Rabb-mu berfirman: 'Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu) sampai ayat. Däkhirin." (HR Tirmizi, 2969)

- HADIS NIAGA :

Keutamaan Berdoa pada Malam Hari

Dari Jabir , dia berkata, Aku mendengar Rasulullah bersabda: "Sesungguhnya, pada malam hari ada satu waktu yang tidaklah seorang muslim meminta kepada Allah perihal kebaikan dunia dan akhirat, melainkan Allah pasti memberikannya kepadanya. Waktu itu ada pada setiap malam." (HR Muslim,757) 

AMAL NIAGA QS Gäfir, 40: 60 :

1. Hendaklah berdoa pada semua bagian malam dengan harapan bahwa permohonan Anda itu bertepatan dengan saat dikabulkannya doa. Manfaatkanlah waktu itu untuk berdoa agar bisnis Anda berkembang dan memberi manfaat kepada banyak orang.

2. Hendaklah Anda berdoa untuk memohon kebaikan dunia dan akhirat. Janganlah Anda berdoa dalam perkara dosa atau dalam rangka memutuskan silaturahmi dengan kerabat Anda.

3. Berdoa pada akhir malam lebih utama dan diridhai Allah Oleh karena itu, perbanyaklah berdoa pada bagian malam tersebut.

- Tadabbur Surah Al-Mukmin Ayat 59-66 :

Ayat 59-66 menjelaskan beberap hal: 

1. Sesungguhnya peristiwa kiamat itu pasti datang, tidak ada keraguan sedikitpun, namun kebanyakan manusia tidak mengetahuinya.  

2. Allah memenyuruh manusia agar meminta kepada-Nya. Dia pasti mengabulkan permintaan mereka. Orang-orang yang sombong kepada Allah sehingga tidak mau beribadah dan berdoa kepada-Nya, mereka akan masuk neraka Jahannam dalam keadaan hina.  

3. Di antara bentuk kasih sayang Allah pada manusia, Dia menjadikan malam untuk tidur agar manusia mendapatkan ketenangan jiwa dan siang menjadi terang agar mudah mencari rezeki dan karunia-Nya. Namun disayangkan, kebanyakan manusia tidak mensyukurinya. Hanya Allah yang mampu melakukan semua itu, Pencipta manusia dan Pencipta segala yang ada di alam ini. Sebab itu, tidak ada tuhan yang berhak disembah selain Allah. 

4. Orang-orang yang mengingkari Al-Qur’an dan Kitab All yang lainnya terhalang dari memahami ayat-ayat kebesaran Allah dan mensyukuri nikmat-Nya. 

5. Di antara nikmat Allah ialah Dia jadikan bumi bagi manusia sebagai tempat tinggal  yang stabil dan nyaman, langit sebagai bangunan atap, mendesain manusia dengan sebaik-baik desain dan memberi mereka rezeki yang baik-baik. Yang bisa berbuat seperti itu  hanya Allah, Tuhan pencipta manusia itu sendiri. Maha Berkah Allah, Pencipta semesta Alam.  

6. Allah itu hidup selamanya, tidak berawal  dan tidak berakhir. Sebab itu, sembahlah Allah berdasarkan ajaran agama-Nya (Al-Islam)  yang murni yang datang dari-Nya. Segala puji hanya milik Allah, Tuhan Pencipta alam semesta. 

7. Allah memerintahkan Nabi Muhammad saw. untuk menjelaskan kepada umatnya bahwa Allah Ta’ala melarangnya untuk menyembah tuhah-tuhan atau patung-patung yang disembah kaum kafir Quraisy setelah datang kepadanya wahyu dari Allah. Pada waktu yang sama, Beliau juga diperintahkan agar berserah  diri sepenuhnya hanya kepada Allah, Tuhan Pencipta alam semesta. 

Selasa, 20 Oktober 2026

Tadabbur Al-Quran Hal. 473 | @KitabulSalaf

Tadabbur Al-Quran Hal. 473 | @KitabulSalaf

بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ

- Al Qur'an Indonesia Tajwid.

- Gafir ayat 56 :

اِنَّ الَّذِيْنَ يُجَادِلُوْنَ فِيْٓ اٰيٰتِ اللّٰهِ بِغَيْرِ سُلْطٰنٍ اَتٰىهُمْ ۙاِنْ فِيْ صُدُوْرِهِمْ اِلَّا كِبْرٌ مَّا هُمْ بِبَالِغِيْهِۚ فَاسْتَعِذْ بِاللّٰهِ ۗاِنَّهٗ هُوَ السَّمِيْعُ الْبَصِيْرُ

Sesungguhnya orang-orang yang memperdebatkan ayat-ayat Allah tanpa alasan (bukti) yang sampai kepada mereka, yang ada dalam dada mereka hanyalah (keinginan akan) kebesaran yang tidak akan mereka capai, maka mintalah perlindungan kepada Allah. Sungguh, Dia Maha Mendengar, Maha Melihat.

- Asbabun Nuzul Gafir ayat 56 :

Diriwayatakn oleh Ibnu Abi Hatim yang bersumber dari Abil 'Aliyah, bahwa kaum Yahudi menghadap kepada Rasulullah Saw. Mempersoalkan Dajjal dengan berkata: "Apakah mungkin diantara kita nanti di akhir zaman mengagumi Dajjal dengan ajarannya dan mengagung-agungkan perbutannya". Ayat ini (Surat Ghafir: 56) turun sebagai keterangan bahwa persoalan yang dikemukakannya hanyalah menunjukkan kebodohan dan kesombongan mereka, serta memerintahkan kepada Nabinya untuk berindung kepada Allah dari fitnah Dajjal.

- Tafsir Al Muyassar Gafir ayat 56 :

Sesungguhnya orang-orang yang menolak kebenaran dengan kebatilan, menolak hujjah-hujjah Allah yang shahih dengan syubhat-syubhat yang rusak tanpa argumentasi dan hujjah dari Allah, di dalam dada mereka hanyalah kesombongan untuk menerima kebenaran, ditambah dengan kedengkian dari mereka atas karunia yang Allah berikan kepada Nabi-Nya, dan kemuliaan derajat kenabian yang Dia limpahkan kepadanya, sesuatu yang tidak akan mereka dapatkan dan raih. Maka berlindunglah kepada Allah dari keburukan mereka, sesungguhnya Allah Maha Mendengar perkataan-perkataan mereka, Maha Melihat perbuatan-perbuatan mereka, dan Dia akan membalas mereka atasnya.

- Asma'ul Husnā :

Allah Swt. mempunyai nama al basyiir artinya bahwa Allah disifati dengan Maha Melihat. Melihat merupakan salah satu sifat di antara sifat Zat-Nya yang berkaitan dengan kegagahan-Nya, yang wajib disematkan bagi Allah tanpa harus ada perumpamaan atau penyesuaian, penghilangan, atau penghapusan lagi. Dialah Yang Maha Melihat alam gaib maupun alam nyata. Dia melihat segala sesuatu betapa pun tersembunyi, Maha Menampakkan sesuatu, seberapa pun kecilnya atau besarnya. Allah Swt. Maha Mengetahui terhadap makhluk-Nya. Mengetahui apa yang luput dari pandangan dan apa yang tersembunyi di dalam dada. Tidak ada satu pun pekerjaan hamba-Nya yang luput dari pandangan-Nya. Sesuatu yang rahasia, bagi Allah adalah sangat terang, begitu juga yang gaib, bagi-Nya adalah nyata. Allah Maha Melihat gerakan semut hitam di padang pasir pada waktu malam gelap gulita. Allah Maha Melihat aliran keringat dan makanan yang mengalir ke dalam tubuh setiap makhluk. Dialah Yang Maha Melihat kaum mukminin dengan kedermawanan dan rahmatNya, mengaruniakan nikmat dan surga-Nya kepada mereka. Kemudian menambah kemuliaan mereka dengan pertemuan dan perjumpaan dengan-Nya. Tidak melihat kepada orang kafir adalah keputusan yang merupakan hukuman-Nya karena mereka kekal di dalam siksa-Nya dan terhalang untuk melihat-Nya. Seorang muslim yang mengesakan Allah dengan nama ini diharapkan meningkat kepada tingkatan ihsān, serta senantiasa dipengaruhi oleh kesempurnaan pengawasan. Sebagaimana diceritakan oleh Umar Ra.. bahwa Rasulullah Saw. bersabda tentang arti ihsān, "Adalah kamu menyembah Allah seolah-olah kamu melihat-Nya, jika kamu tidak melihat-Nya, maka yakinlah bahwa Allah melihatmu". (Sahih Bukhāri, 50). Seorang hamba mesti berkeyakinan bahwa Tuhannya selalu memperhatikan dia pada setiap ketaatan yang dilakukan, meyakini bahwa Dia di atas 'Arsy-Nya, Maha Melihat segala bentuk ibadah kita kepada-Nya, Maha Melihat keikhlasan dan niat hamba. Allah Swt. berfirman: Dan katakanlah, "Bekerjalah kamu, maka Allah akan melihat pekerjaanmu, begitu juga Rasu-Nya dan orang-orang mukmin, dan kamu akan dikembalikan kepada (Allah) Yang Mengetahui yang gaib dan yang nyata, lalu diberitakan-Nya kepada kamu apa yang telah kamu kerjakan." (QS At-Taubah, 9:105). Termasuk di antara bentuk pengesaan Allah dalam nama ini adalah kita bisa melihat kebesaran makhluk dan ciptaan Allah, kesempurnaan kekuasaan-Nya dan kesempurnaan hikmah-Nya. (Dr. Mahmūd Abdurrazāk Ar-Ridwāni, Ad-Du'au bi'l Asmāil Husnā, 2005: 35).

- Riyāduş şälihin :

Dari Abu Hurairah Ra., Rasulullah Saw. bersabda, "Seorang hamba yang paling dekat dari Rabbnya adalah ketika dia sujud, maka perbanyaklah doa." (HR Muslim). Hadiš di atas memberikan faedah bahwa dianjurkan memperbanyak doa ketika sujud dengan tasbih (Subhāna Rabbiyal Alā) untuk penyempurnaan kerendahan hati manusia pada Tuhannya ketika ia menempatkan kepalanya ke tanah sebagai wujud pengamalan atas perintah Allah Swt. Oleh karena itu, ketika bersujud adalah waktu yang paling dekat dengan Allah Swt. dan secara makna menunjukkan keridaan Allah Swt. pada hamba-Nya dan mengabulkan permohonannya. (Dr. Mustafa Sa'id Al-Khin, Nuzhatul Muttaqina Syarhu Riyādis Sālihina, Juz 2, 1407 H/1987 M: 979).

- Hadis Nabawi :

Dari Abu Musa, ia menuturkan, "Kami pernah bersama Rasulullah Saw. dalam suatu peperangan. Kami tidak menaiki tanah mendaki atau tanah tinggi atau menuruni lembah selain kami meninggikan suara kami dengan takbir." Kata Abu Musa, "Kemudian Rasulullah Saw. mendekati kami dan bersabda, Hai manusia, rendahkanlah suara kalian ketika berdoa, sebab kalian tidak menyeru Zat yang tuli lagi tidak gaib, tetapi kalian menyeru kepada Zat Yang Maha Mendengar lagi Maha Melihat. Kemudian beliau bersabda, Hai Abdullah bin Qais, maukah kamu kuajari kalimat yang menjadi harta karun surga?, yaitu ucapan Lã Haula walā Quwwata illa billah." (HR Al-Bukhari, Sahih Bukhāri, Juz 4, No. hadis 6610, 1400. H: 211).

- Hadis Motivasi QS 40: 58 :

Dari Al-Bara, dia berkata bahwa ketika turun ayat: "La yastawil qaiduna minal mu'minin." datanglah lbnu Ummi Maktum dan dia adalah orang yang buta. Kemudian dia berkata. "Wahai Rasulullah. bagaimana mengenai diriku. sedangkan aku adalah orang yang buta?" Al-Bara berkata,"Tidak lama kemudian, turunlah ayat: 'Gairu uliddarar." (HR Nasa'i. 3102)

- HADIS NIAGA QS Gāfir, 40: 55 :

Bersabar dari Kefakiran

Dari Abu Sa'id Al-Khudri dia mengadu tentang keperluan hidupnya kepada Rasulullah Beliau pun bersabda: "Bersabarlah engkau, wahai Abu Sa'id! Sesungguhnya, kefakiran yang datang kepada orang yang mencintaiku itu lebih cepat daripada aliran air bah dari atas lembah dan atas gunung ke bagian bawahnya." (HR Ahmad, 11379) 

- AMAL NIAGA :

1. Keadaan miskin dan kaya merupakan ujian bagi seorang hamba. Orang miskin diuji dengan kefakirannya, apakah dia dapat bersabar atau tidak. Sedangkan orang kaya diuji dengan kekayaannya, apakah dia dapat bersyukur atau dia kufur terhadap nikmat Allah.
2. Sebagai seorang niagawan mukmin, hendaklah Anda bersyukur saat mendapat kebahagiaan dan bersabar saat mengalami musibah. Dengan begitu, kebaikan dunia dan akhirat akan Anda raih.
3. Bersyukurlah menjadi seorang mukmin karena Anda berpeluang mendapat ganjaran dalam setiap keadaan yang Anda alami. Hal ini tidak didapatkan oleh orang-orang kafir.

- Tadabbur Surah Al-Mukmin Ayat 50-58 :

Ayat 50-52 meneruskan kisah dialog antara para penghuni neraka dengan para malaikat penjaganya. Para penjaga neraka menjawab : Bukankah telah datang kepada kalian rasul-rasul Allah dengan menjelaskan wahyu-Nya? Mereka menjawab: Benar. Para malaikat itu berkata: Kalian sendirilah yang memohon, tidak akan memohonkan ampunan untuk kalian. Sungguh permohonan kaum kafir itu tidak ada gunanya.  

Allah menjamin pertolongan bagi para rasul-Nya dan kaum mukminin di dunia dan pada hari ditegakkannya kesaksian, yakni mahsyar. Pada hari itu, orang-orang zalim (kafir dan musyrik) tidak akan diterima permohonan maaf mereka dan bagi mereka laknat Allah dan tempat tinggal yang paling buruk (neraka). 

Ayat 53-58 menjelaskan bahwa Allah memberikan kepada Musa petunjuk-Nya dan mewarisakan kepada Bani Israel Kitab Taurat yang  menjadi petunjuk hidup bagi mereka dan peringatan bagi mereka yang memilliki akal sehat. Sebab itu, Allah memerintahkan Nabi Muhammad agar sabar terhadap kejahatan kaum kafir Mekkah dan kaum kafir lainhya, karena janji Allah akan memenangkan agama dan dakwah-Nya adalah suatu kebenaran mutlak jika mampu bersabar, selalu istighfar (minta ampun pada Allah) dan bertasbih memuji-Nya di waktu petang dan pagi.  

Orang-orang yang membantah Al-Qur’an  tanpa memberikan bukti yang benar (tidak akan pernah bisa) adalah orang yang di dalam  hati mereka terdapat kesombongan yang tidak bisa mereka sampai kepada apa yang mereka sombongkan itu. Allah juga menyuruh Rasul saw. untuk meminta perlindungan dari Allah kerena Allah Maha Mendengar lagi Maha Melihat. Memenangkan agama dan rasul itu lebih mudah bagi Allah karena penciptaan langit dan bumi ini jauh lebih besar dari penciptaan manusia. Akan tetapi kebanyakan manusia tidak memahaminya.  

Tidaklah sama antara orang buta dengan  yang melihat dan begitu pula antara orang-orang berikan dan beramal saleh dengan orang yang berbuat jahat. Sedikit sekali yang  dapat mengambil pelajaran. 

Kamis, 08 Oktober 2026

Taddabbur Al Quran Hal. 472 | @kitabulsalaf

Tadabbur Al-Quran Hal. 472 | @kitabulsalaf
----------------------------------------------
بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ

- Al Qur'an Indonesia Tajwid.

- Gafir ayat 46 :

اَلنَّارُ يُعْرَضُوْنَ عَلَيْهَا غُدُوًّا وَّعَشِيًّا ۚوَيَوْمَ تَقُوْمُ السَّاعَةُ ۗ اَدْخِلُوْٓا اٰلَ فِرْعَوْنَ اَشَدَّ الْعَذَابِ

Kepada mereka diperlihatkan neraka, pada pagi dan petang, [1325] dan pada hari terjadinya Kiamat. (Lalu kepada malaikat diperintahkan), “Masukkanlah Fir‘aun dan kaumnya ke dalam azab yang sangat keras!”

- [1325] Maksudnya ialah, neraka ditampakkan kepada mereka pada pagi dan petang sebelum datangnya hari mereka dibangkitkan.

- Tafsir Al Muyassar Gafir ayat 46 :

Mereka tenggelam pertama kali dan binasa, kemudian di dalam kubur mereka disiksa di mana api neraka disodorkan kepada mereka di pagi dan petang hari sampai hari perhitungan amal, dan di hari kiamat dikatakan: Masukkanlah keluarga Fir'aun ke dalam neraka sebagai balasan atas perbuatan buruk yang mereka lakukan. Ayat ini merupakan dasar yang menetapkan adanya siksa kubur.

- Riyāduş Şālihin :

Darí Jabir Ra., "Aku mendengar Nabi Saw. bersabda-tiga hari sebelum beliau wafat-, Janganlah salah seorang dari kalian meninggal dunia kecuali ia berbaik sangka kepada Allah." (HR Muslim). Hadis di atas memberi faedah berupa peringatan dari sikap berputus asa dan dorongan untuk mengharapkan rida Allah Swt. terutama ketika menjelang kematian. (Dr. Mustafā Sa'id Al-Khin, Nuzhatul Muttaqina Syarhu Riyādis Sālihina, Juz 1, 1407 H/1987 M: 398).

- Hadis Nabawi :

Imam Muslim berkata, telah menceritakan kepada kami Abd bin Humaid, ia berkata, telah mengabarkan kepada kami Abdurrazzaq, ia berkata, telah mengabarkan kepada kami Ma'mar, dari Az-Zuhri, dari Salim, dari lbnu Umar Ra., ia berkata, Nabi Saw. bersabda, "Bila seseorang meninggal dunia, maka akan diperlihatkan kepadanya tempatnya pada pagi dan sore hari. Bila termasuk penghuni surga, maka surgalah (yang diperlihatkan kepadanya), dan bila termasuk penghuni neraka, maka nerakalah yang diperlihatkan kepadanya). Kemudian dikatakan, Inilah tempatmu yang akan engkau
tuju pada hari kiamat." (HR Muslim, Sahih Muslim, Juz 4, No. hadis 2866, 1412 H/1991 M: 2199).

- Hadis Qudsi :

Dari Abu Hurairah Ra., ia berkata, ika ruh mukmin keluar, ia akan ditemui dua malaikat yang akan membawanya naik." Hammād (perawi dari Abu Hurairah Ra.) berkata, "Dia menceritakan harumnya ruh tersebut, dan disebutkan seperti kesturi." (Abu Hurairah Ra.) berkata, "Para penduduk langit berkata, 'Ruh yang baik telah datang dari bumi, semoga Allah bersalawat atasmu dan atas jasad yang dulu engkau diami. Ruh tersebut dibawa ke Rabb-nya Swt., kemudian (Allah) berfirman, 'Bawalah dia ke ajal terakhir." (Abu Hurairah Ra.) berkata, "Sesungguhnya orang kafir jika ruhnya keluar -Hammād berkata, "Dia menceritakan busuknya, dan
disebutkan Terlaknatlah!' Para penduduk langit berkata, 'Ruh yang buruk telah datang dari bumi, (Allah) berfirman, 'Bawalah dia ke akhir ajal. Abu Hurairah Ra. berkata, "Rasulullah Saw. meletakkan secarik kain di depan hidungnya seperti ini." (HR Muslim, no. 7400) (Mustafā bin 'Adawi, As-Sahihl Musnad mina/ Ahādišil Qudsiyyati, t.t: 117).

- Hadis Motivasi QS 40: 47 :

Dari Abu Hurairah dari Rasulullah beliau bersabda:"Surga dan neraka berbantah-bantahan, Neraka berkata, 'Orang-orang congkak dan sombong memasukiku. Surga berkata, Sedangkan aku, tidak ada yang memasukinya selain orang-orang lemah. tidak berguna (hina dalam pandangan manusia). dan tidak berkuasa (rakyat jelata)." Lalu, Allah berfirman kepada surga: "Kau adalah rahmat-Ku. Denganmu, Aku merahmati siapa saja yang Aku kehendaki dari hamba-hamba-Ku." (HR Muslim. 2846)

- HADIS NIAGA QS Gāfir, 40: 46 :

Di antara Tanda Kiamat

Dari Amr bin Taglib , dia mengatakan bahwa Rasulullah bersabda: "Sesungguhnya, di antara tanda-tanda hari Kiamat adalah semakin banyaknya harta dan menyebarnya perdagangan, munculnya pengetahuan, seseorang menjual barang dan berkata, Jangan engkau jual hingga aku memninta pertimbangan penjual dari Bani Fulan,' serta mencari seorang penulis yang ada di suatu kampung yang besar, tetapi tidak ditemukan," (HR Nasa'i, 4456)

- AMAL NIAGA :

Bacalah hadis-hadis yang berkaitan dengan tanda-tanda Kiamat dari salah satu kitab hadis sahih.

- Tadabbur Surah Al-Mukmin Ayat 41-49 :

Ayat 41-49 meneruskan kisah lelaki mukmin dari keluarga Fir’aun. Ia menjelaskan: Wahai kaumku. Mengapa aku menyeru kalian kepada keselamatan dunia dan akhirat? Karena yang mampu menyelamatkan manusia itu hanyalah yang Mahaperkasa dan Maha Pengampun. Sedangkan kalian menyeruku kepada ke neraka, kafir pada Allah dan menyekutukan-Nya yang tidak dapat dipahami akal sehat dan tidak ada dasar ilmunya. 

Sudah pasti tuhan-tuhan yang kalian sembah itu tidak ada manfaatnya sedikitpun di dunia, apalagi di akhirat kelak. Sedangkan tempat kembali kita semua adalah kepada Allah. Sesungguhnya orang yang melampau batas-batas Allah dengan melanggar sistem hidup manusia yang diciptakan-Nya pasti menjadi penghuni neraka. Nanti kalian semua akan menyadari apa yang aku katakan ini dan aku serahkan semua urusanku hanya kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Melihat detil-detil perilaku hamba-hamba-Nya.  

Allah selamatkan lelaki mukmin tersebut dari kejahatan makar Fir’aun. Sedangkan Fir’aun dan para pengikutnya dikepung oleh azab yang paling buruk. Ditenggelamkan Allah di laut merah dan di dalam kubur dihadapkan pada api neraka setiap pagi dan sore serta di akhirat nanti dimasukkan ke dalam azab neraka yang paling keras. 

Di dalam neraka, orang-orang yang tertindas seperti pengikut Fir’aun dan sesal mereka, berkata kepada yang menindas dan menyombongkan diri seperti Fir’aun dan sejenisnya: Dulu kami waktu di dunia menjadi pengikut setia kalian. Apakah kalian menanggung sebagian azab neraka? Orang-orang yang menyombongkan diri menjawab: Kita semua sudah di dalam neraka dan Allah telah putuskan perkara hamba-Nya. Kami tidak bisa berbuat apa-apa. Lalu mereka berkata kepada para penjaga Jahannam: Mohonlah pada Tuhan Pencipta kalian agar Dia meringankan azab kami barang satu hari saja. 

Kamis, 24 September 2026

Tadabbur Al-Quran Hal. 471 | @kitabulsalaf

Tadabbur Al-Quran Hal. 471 | @kitabulsalaf

بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ

- Al Qur'an Indonesia Tajwid.

- Gafir ayat 35 :

ۨالَّذِيْنَ يُجَادِلُوْنَ فِيْٓ اٰيٰتِ اللّٰهِ بِغَيْرِ سُلْطٰنٍ اَتٰىهُمْۗ  كَبُرَ مَقْتًا عِنْدَ اللّٰهِ وَعِنْدَ الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا ۗ كَذٰلِكَ يَطْبَعُ اللّٰهُ عَلٰى كُلِّ قَلْبِ مُتَكَبِّرٍ جَبَّارٍ

(yaitu) orang-orang yang memperdebatkan ayat-ayat Allah tanpa alasan yang sampai kepada mereka. Sangat besar kemurkaan (bagi mereka) di sisi Allah dan orang-orang yang beriman. Demikianlah Allah mengunci hati setiap orang yang sombong dan berlaku sewenang-wenang.

- Riyadus Salihin Gafir ayat 35 :

Dari Abdullah bin Mas'ud Ra., dari Nabi Saw,, beliau bersabda, Tidak akan masuk surga orang yang di dalam hatinya terdapat kesombongan seberat bji sawi, Seorang laki-laki bertanya, "Sesungguhnya laki-laki menyukal apabila baju dan sandalnya bagus (apakah ini termasuk kesombongan)?" Beliau menjawab, Sesunggutnya Allah Swt itu bagus, menyukai yang bagus, kesombongan itu menolak kebenaran dan meremehkan manusia" iHR Muslim, An-Nawawi, Riyādus Salihin, No, 612. 2010 M 197).

- Mu'jam Gafir ayat 35 :

مَقْتًا
Makna Al-Magtu ialah kebencian yang sa ngat besar terhadap orang yang melakukan kejelekan. Seperti diungkapkan dalam Firman-nya, Wals tankih mã nakaha aba'ukurm mian nisa a mi gad salafa innatü kana fahisyatan wa maqtan wa sa'a sabilane (Den janganlah karnu menikahi perempuan-perempuan yang telah dinikahi oleh ayahmu, kecuali (kekejian pada masa yang telah lampau. Sungguh, perbuatan itu Sangat keji dan dibenci (oleh Aluh) dan seburuk-buruk jalan (yang ditempuh), (0S An-Nisā. 4 22) (Ar-Rägitb Al-Asfatäni, Mujanu Mufradáti Aitazi ALQur'ani, 1431 H/2010 M: 356)

- Tazkiyyatun Nafs :

Penentangan terhadap Islam bersumber dari kesombongan orang-orang yang menganggap dirinya lebih berilmu, sebagaimana Allah Swt. berfirman, Maka ketika para rasul datang kepada mereka dengan membawa bukti-bukti yang nyata, mereka merasa senang dengan ilmu yang ada pada mereka. (0S Gāfir, 40: 83). inilah keadaan orang-orang yang bodoh lagi zalim karena apabila mempunyai sedikit ilmu, mereka merasa lebih istimewa daripada orang yang lebih bodoh dari mereka, dan dengan ilmu itu mereka merasa berhasil mendapat popularitas dan harta benda. Maka, apabila datang kepada mereka orang yang lebih berilmu dari mereka, mereka menentangnya dengan ilmu yang ada pada mereka dan mencela ilmu orang itu dengan berbagai macam celaan. Allah Swt. berfirman, .Demikianlah Allah Swt.
membiarkan sesat orang yang melampau batas dan ragu-ragu, (yaitu) orang-orang yang memperdebatkan ayat-ayat Allah Swt. tanpa alasan yang sampai kepada mereka. Sangat besar kemurkaan (bagi mereka) di sisi Allah Swt. dan orang-orang yang beriman. Demikianlah Allah Swt. mengunci hati setiap orang yang sombong dan berlaku sewenang-wenang. (QS Gāfir, 40: 34-35) dan firman-Nya, <Sesungguhnya, orang-orang yang memperdebatkan ayat-ayat Allah tanpa alasan (bukti) yang sampai kepada mereka, yang ada dalam dada mereka hanyalah (keinginan akan) kebesaran yang tidak akan mereka capai.... (QS Gāfir, 40: 56) dan firman-Nya, .dan mereka membantah dengan (alasan) yang batil untuk melenyapkan kebenaran... (QS Gāfir, 40: 5). Dan firman-Nya, Dan Kami tidak mengutus rasul-rasul melainkan sebagai pembawa kabar gembira dan pemberi peringatan; tetapi orang yang kafir membantah dengan (cara) yang batil agar dengan demikian mereka dapat melenyapkan yang hak (kebenaran), dan mereka menjadikan ayat-ayat-Ku
dan apa yang dịperingatkan terhadap mereka sebagai olok-olokan. (QS Al-Kahf, 18: 56). Dan banyak lagi ayat-ayat di dalam Al Qur'an yang menjelaskan celaan Allah Swt. terhadap orang-orang yang menentang kitab-kitab-Nya, para rasul-Nya dengan pikiran dan logika, serta perkataan batil sebagai bentuk kekufuran. Karena itu, barangsiapa menentang wahyu dengan pikiran-pikiran seseorang, maka perkataannya itu sebagai bentuk dari perkataan-perkataan orang-orang yang sesat tersebut. Malik berkata, Apakah setiap kali datang kepada kita seseorang yang lebih kuat perbantahannya dari orang lain, lalu kita akan mengabaikan wahyu yang dibawa Malaikat Jibril kepada Nabi Saw. karena perbantahan orang itu?" Orang-orang yang mengetahui prinsip-prinsip mereka yang menentang dan sumber-sumbernya, tentu akan jelas baginya bahwa penentangan itu timbul dari dua prinsip. Pertama, kesombongan yang menolak kebenaran. Kedua, hawa nafsu yang membutakan akal dan berbagai syubhat yang menimpanya bagaikan malam yang gelap qulita. Maka karena sifat inilah mereka menentang para nabi dengan akalnya dan akal orang yang berbaik sangka terhadap mereka. Selanjutnya, berbagai syubhat itu masuk pada hati suatu kaum yang mempunyai agama, keimanan, dan kebaikan, namun mereka tidak berdaya menolaknya. Karena itu, berbagai syubhat tersebut dijadikan agama oleh kaum tersebut, dan mereka menyangka bahwa hal itu sebagai pembenaran terhadap apa yang dibawa oleh Rasul-Nya. Maka, mereka berperang atas nama berbagai syubhat itu dan menghalalkan darah orang yang menentang mereka dalam hal itu. Mereka itu berada di antara orang jahil pengekor atau mujtahid berniat lurus namun keliru, dengan orang yang zalim lagi melampaui batas juga fanatik. (lbnu'l Qayyim Al-Jauziyyah, As-Sawā iqu'l Mursalatu, Juz 3, 1418 H/1998 M: 901-903). 

- Riyāduş Şālihin :

Dari Abdullah bin Mas'ūd Ra., dari Nabi Saw., beliau bersabda, "Tidak akan masuk surga orang yang di dalam hatinya terdapat kesombongan seberat biji sawi." Seorang laki-laki bertanya, "Sesungguhnya laki-laki menyukai apabila baju dan sandalnya bagus (apakah ini termasuk kesombongan)?" Beliau menjawab, "Sesungguhnya Allah Swt. itu bagus, menyukai yang bagus, kesombongan itu menolak kebenaran dan meremehkan manusia." (HR Muslim). Hadis di atas mengandung beberapa faedah di antaranya:
(a) Keharaman bersikap sombong. Orang yang sombong tidak akan masuk surga jika kesombongannya itu menolak keimanan. Namun, jika derajat kesombongannya di bawah itu ia tidak akan masuk surga di permulaan.
(b) Dibolehkan memperbagus penampilan selama bukan karena kesombongan.
(Dr. Mustafā Sa'id Al-Khin, Nuzhatul Muttaqina Syarhu Riyādis Sālihina, Juz 1, 1407 H/1987 M: 520).

- Medical Hadis :

Dari Anas bin Mälik Ra., ia berkata, "Rasulullah Savw. seringkali meminyaki kepala, menyisir janggut, dan seringkali memakai sorban kepala, sehingga seakan-akan pakaian beliau seperti penuh minyak." (HR At-Tirmizi) (lbnu'l Qayyim Al-Jauziyyah, At-Tibbun Nabawi, t.t.: 236-237.

- Tibbun Nabawi :

Khasiat Duhn (minyak)

Duhn dapat melindungi pori-pori badan dan mencegah apa yang terlepas darinya. Apabila digunakan dengan air panas setelah mandi dapat memperbagus tubuh dan mengeringkannya dan jika digunakan untuk rambut, dapat memperbagus dan menyuburkannya. Selain itu, berkhasiat pula untuk mengobati penyakit campak dan mencegah penyakit pes. Duhn digunakan untuk daerah yang panas, seperti Hijaz dan lain-lain, termasuk sarana yang baik untuk menjaga kesehatan badan dan memperbaikinya dan bahkan dapat dikatakan urgen bagi mereka, sedangkan penduduk daerah yang bersuhu dingin tidak membutuhkannya. Bahkan bagi mereka rambut yang sering diminyaki dapat menimbulkan dampak negatif pada mata. Adapun bahan minyak rambut yang paling sederhana ialah terbuat dari minyak, mentega, dan minyak wijen. (Ibnu'l Qayyim AlJauziyyah, Zädu'l Ma adi fi Hadyi Khayri bādi, Juz 4, t.t.: 308).

- Hadis Motivasi QS 40: 34 :

Dari Abu Hurairah beliau bersabda: "Seorang laki-laki telah melampaui batas atas dirinya. Tatkala hendak meninggal, dia berwasiat kepada anaknya seraya berkata. 'Apabila aku mati maka bakarlah aku lalu buanglah aku dan buanglah sebagiannya di laut. Demi Allah. jika Rabb-ku berkehendak. pasti Dia akan menyiksaku dengan suatu siksoan yang tidak pernah ditimpakan kepada seorang pun." Perawi berkata, "Lalu mereka melakukan wasiat tersebut. Kemudian Allah berfirman kepada bumi: Tunaikan apa yang telah kamu ambil. Lalu, dia pun berdiri. Setelah itu, Allah bertanya kepada orang tersebut: Mengapa kamu melakukan hal tersebut?" dari Rasulullah wahai Rabb-ku.' Karena hal itu. Allah mengampuninya." (HR Muslim. 2756) Dia menjawab, 'Karena takut kepada-Mu.

- HADIS NIAGA QS Gāfir, 40: 39 :

Waspada dari Gemerlap Kehidupan Dunia

Dari Abu Sa'id Al-Khudri , dia mengatakan bahwa Rasulullah berdiri untuk berkhutbah di hadapan orang-orang lalu bersabda: "Demi Allah, tidak ada yang aku khawatirkan terhadap kalian, wahai umat manusia, kecuali terhadap yang telah dikeluarkan oleh Allah untuk kalian berupa keindahan dunia." Lalu, seseorang bertanya, "Wahai Rasulullah, apakah kebaikan akan mendatangkan keburukan?" Kemudian, Rasulullah diam sejenak lalu berkata: "Apa yang engkau katakən?" Laki-laki itu berkata, "Aku bertanya, 'Apakah kebaikan akan mendatangkan keburukan?" Beliau menjawab: "Sesungguhnya, kebaikan tidak akan mendatangkan sesuatu, kecuali kebaikan yang serupa ..." (HR Muslim, 1052)

- AMAL NIAGA :

1. Perniagaan Anda dapat menghasilkan kemewahan dunia. Saat kemewahan dunia ada di hadapan Anda, berhati-hatilah dari pengaruh buruk dan fitnahnya.
2. Selama menikmati kelezatan dunia yang diperbolehkan, mohonlah kepada Allah agar hati Anda tidak bergantung kepadanya,

- Tadabbur Surah Al-Mukmin Ayat 34-40 :

Ayat 34-40 meneruskan kisah lelaki mukmin dari keluarga Fir’aun. Ia menjelaskan: Sebelum Musa sudah ada Nabi Yusuf dengan berbagai bukti kebenaran dari Allah. Namun kalian meragukan kerasulannya. Setelah ia mati,  kalian menduga Allah tidak akan mengutus lagi seorang Rasul kepada Kalian. Orang-orang yang melawan kebenaran wahyu yang datang dari Allah dan ragu-ragu padanya menyebabkan Allah tidak memberi mereka petunjuk. Allah sangat murka dan juga kaum mukmin  terhadap mereka yang membantah wahyu  Allah tanpa dasar ilmu. Mereka adalah orang-orang yang sombong dan sewenang-wenang  membunuh atau menyengsarakan manusia. Allah menutup hati mereka yang sombong dan berbuat sewenang-wenang itu. 

Sambil menghina Musa dan memperlihatkan kesobongannya, Fir’aun berkata kepada Haman,  menterinya: Bangunkan saya istana yang tinggi agar saya bisa melihat Tuhan Musa (Allah). Ucapan ini tentulah ucapan kesombongan belaka dengan tujuan menghina Musa di hadapan kaumnya. Ucapan tersebut juga memperlihatkan kebodohannya, karena mustahil Haman  mampu membangun istana sampai ke langit. Lebih mustahil lagi keinginannya melihat Allah. Begitulah cara Fir'aun membohongi rakyatnya dengan membalikkan fakta sambil berkata: Saya yakin Musa itu pembohong. Perilaku Fir’aun yang buruk itu menyebabkan cara pandangnya  menjadi terbalik dan terhalang dari pandangan  yang lurus.  

Lelaki mukmin itu dengan berani berkata: Wahai kaumku. Ikuti aku, jangan dengarkan kebohongan Fir’aun itu. Aku akan tunjukkan kalian ke jalan yang benar. Ingatlah, kehidupan  dunia ini hanya kesenangan sementara. Sesungguhnya akhirat itulah negeri yang kekal. Siapa yang mengerjakan keburukan maka dibalas dengan balasan yang setimpal. Sebaliknya, siapa yang mengerjakan amal saleh dari laki-laki dan perempuan sedangkan ia beriman kepada Allah dan tidak menyekutukan-Nya, maka mereka akan masuk surga dan di dalamnya diberi rezeki tanpa batas. 

Minggu, 20 September 2026

Tadabbur Al-Quran Hal. 470 | @kitabulsalaf

Tadabbur Al-Quran Hal. 470 | @kitabulsalaf

بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ

- Al Qur'an Indonesia Tajwid.

- Gafir ayat 27 :

وَقَالَ مُوْسٰىٓ اِنِّيْ عُذْتُ بِرَبِّيْ وَرَبِّكُمْ مِّنْ كُلِّ مُتَكَبِّرٍ لَّا يُؤْمِنُ بِيَوْمِ الْحِسَابِ ࣖ

Dan (Musa) berkata, “Sesungguhnya aku berlindung kepada Tuhanku dan Tuhanmu dari setiap orang yang menyombongkan diri yang tidak beriman kepada hari perhitungan.”

- Tafsir Al Muyassar Gafir ayat 27 :

Dan Musa berkata kepada Fir'aun dan orang-orangnya: Sesungguhnya aku memohon perlindungan kepada Rabb-ku dan Rabb kalian, wahai orang-orang dari setiap orang yang menyombongkan diri dengan menolak untuk mentauhidkan Allah dan menaati-Nya, dan dia tidak beriman kepada suatu hari di mana saat itu Allah menghisab seluruh makhluk-Nya.

- Hadis Sahih Gafir ayat 27 :

Abu Dāwud bekata, Telah nenceritakan kepada kami Muhammad bin Al Mušanna. ia berkata telah menceritakan kepada kami Mu'az bin Hisyām, ia berkata, telah menceritakan kepadaku ayahku, dari Qatādah dari Abu Burdah bin Abdullah, ia berkata bahwa ayahnya (yaitu Abdullah) menceritakan kepadanya bahwa Nabi Saw apabila beliau takut kepada suatu kaum, beliau berdoa, Ya Alah. sesungguhnya kami jadikan Engkau di leher-leher mereka dan kami berlindung kepada-Mu dari kejahatan mereka" (HR Abu Dawüd. Sunan Abu Dāwud, Juz 2, No. Hadis 1537, 1418 H/1997 M. 126). Hadis Sahih, Syaikh Al-Albary. Sahih wa Da if Sunan Abi Döwud.

- Riyāduş Şālihin :

Dari lbnu Abbas Ra., ia berkata, "Rasulullah Saw. berdiri berkhutbah menyampaikan suatu nasihat di tengah-tengah kami, beliau bersabda, Wahai sekalian manusia, sesungguhnya kalian dikumpulkan menuju Allah dalam keadaan tidak beralas kaki, telanjang,. dan berkulup sesuai dengan firman-Nya, { ... Sebagaimana Kami telah memulai penciptaan pertama, begitulah Kami akan mengulanginya lagi. (Suatu) janji yang pasti Kami tepati, sungguh, Kami akan melaksanakannya. (QS Al-Anbiyā, 21: 104) Ingatlah, bahwa makhluk pertama yang diberi pakaian pada hari kiamat adalah lbrahim As. Ingatlah, bahwa beberapa orang dari umatku akan didatangkan lalu mereka diambil ke golongan kiri. Maka aku berkata, Wahai Rabb, sahabat-sahabatku." Dikatakan, 'Sungguh engkau tidak tahu apa yang mereka perbuat sepeninggalmu. Lalu aku mengucapkan seperti perkataan seorang hamba saleh, dan aku menjadi saksi terhadap mereka, selama aku berada di tengah-tengah mereka hingga firman-Nya,
..Sesungguhnya Engkaulah Yang Maha- perkasa, Mahabijaksana. (Q5 Al-Māidah, 5: 117-118) Lalu dijawab, Mereka senantiasa kembali ke belakang (murtad) sejak kau tinggalkan mereka." (HR AI-Bukhāri-Muslim) Hadis di atas memberikan beberapa faedah, antara lain siksaan bagi orang-orang yang bermaksiat, yaitu orang-orang yang mengganti dan mengubah agama Allah Swt. Mereka terbagi pada dua golongan: Pertama, orang-orang murtad, mereka kekal di neraka. Kedua, orang yang berbuat maksiat, mereka disiksa terlebih dahulu, kemudian Rasulullah Saw. memberikan syafaat pada mereka sehingga keluar dari neraka. (Dr. Muştafā Said Al-Khin, Nuzhatul Muttaqina Syarhu Riyādis Şālihina, Juz 1, 1407 H/1987 M: 187-188).

- Hadis Nabawi :

Abu Dāwud berkata, telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Al-Muśanna, ia berkata telah menceritakan kepada kami Mu'āż bin Hisyāmn, ia berkata, telah menceritakan kepadaku ayahku, dari Qatādah, dari Abu Burdah bin Abdullah, ia berkata bahwa ayahnya (yaitu Abdullah) menceritakan kepadanya bahwa Nabi Saw. apabila beliau takut kepada suatu kaum, beliau berdoa, "Ya Allah, sesungguhnya kami jadikan Engkau di leher-leher mereka dan Kami berlindung kepada-Mu dari kejahatan mereka." (HR Abu Dawud, Sunan Abu Dâwud, Juz 2, No. Hadis 1537, 1418 H/1997 M: 126) Hadis Şahih, Syaikh Al-Albāny, Şahih wa Da if Sunan Abi Dāwud.

- Hadiš Qudsi :
 
Dari Abu Hurairah Ra., ia berkata, Rasulullah Saw. bersabda, "Allah Swt. berfirman, 'Siapa yang memusuhi wali-Ku, maka Aku umumkan perang kepadanya. Tiada suatu bentuk tagarrub (upaya mendekatkan diri kepada Allah) hamba-Ku yang paling Aku cintai dari pada apa yang telah difardukan kepadanya. Dan hamba-Ku tidak henti-hentinya mendekatkan diri kepada-Ku dengan amalan sunnah, sehingga Aku pun mencintainya. Apabila Aku telah mencintainya, maka Akulah pendengarannya yang ia jadikan untuk mendengar, dan pandangannya yang ia jadikan untuk memandang, dan tangannya yang ia jadikan untuk menindak, dan kakinya yang dijadikannya untuk berjalan. Jika ia meminta kepada-Ku, pasti Kuberi, dan jika meminta perlindungan kepada-Ku, pasti Kulindungi. Dan tidaklah Aku ragu untuk melakukan sesuatu yang Aku menjadi pelakunya sendiri, sebagaimana keragu-raguan-Ku untuk mencabut nyawa seorang mukmin yang ia tidak menyukai kematian itu, dan Aku sendiri tidak menyukai apa yang menyakitinya." (Muştafā bin'Adawi, Aş-Sahihul Musnad minal Ahādisil Qudsiyyati, t.t: 79-81).

- Hadis Motivasi OS 40: 28 :

Dari lyadh bin Himar Rasulullah dia berkata. bersabda: "Barang siapa yang mendapatkan barang temuan maka hendaknya dia memperlihatkan kepada satu atau dua orang yang adil dan tidak menyembunyikannya. Kemudian jika pemiliknya telah datang maka hendaknya dia mengembalikan kepadanya. Jika tidak maka itu adalah harta Allah yang diberikan kepada orang yang Dia kehendaki." (HR Abu Dawud. 1709)

- HADIS NIAGA QS Gāfir, 40: 27 :

Neraka Diisi oleh Orang-Orang Sombong dan Bengis

Dari Abu Hurairah dia berkata, Rasulullah bersabda: "Surga dan neraka saling berbangga diri. Neraka berkata, Aku diberi prioritas sebagai tempat orang-orang yang sombong dan orang-orang perkasa yang bengis. Surga berkata, Aku hanya akan dimasuki orang-orang yang lemah, orang-orang yang tidak cinta dunia, dan orang-orang yang baik. Kemudian, Allah berfirman kepada surga: Sesungguhnya kamu, wahai surga, adalah rahmat-Ku yang denganmu Aku memberikan rahmat kepada hamba-hamba-Ku yang Aku kehendaki.' Lalu, Allah berkata kepada neraka: 'Sesungguhnya kamu, wahai neraka, adalah siksaKu yang denganmu Aku menyiksa hamba-hamba-Ku yang Aku kehendaki. Tiap-tiap di antara kalian akan memiliki penghuni." (HR Muslim, 2847)

- AMAL NIAGA :

1. Jauhilah sikap takabur atas kesuksesan duniawi yang Anda dapatkan karena sikap tersebut merupakan jalan menuju neraka.
2.  Mohonlah surga kepada Allah karena surga merupakan negeri tempat berlimpahnya rahmat Allah. Di dalamnya, Dia merahmati para kekasih-Nya yang Dia kehendaki.

- Tadabbur Surah Al-Mukmin Ayat 26-33 :

Ayat 26-33 meneruskan ayat sebelumnya terkait kesombongan Fir’aun terhadap kebenaran wahyu Allah (Taurat) dan makar yang dilakukannya terhadap Musa dan para pengikutnya. Episode ini memberikan pelajaran berikut: 
1. Fir’aun sombong terhadap wahyu (Taurat) yang Allah turunkan kepada Musa, karena merasa agama nenek moyangnya lebih baik dari agama yang diturunkan Allah. 
2. Fir’aun bertekad membunuh Musa disebabkan ketakutannya atas keberhasilan Musa mengganti agama nenek moyang yang mereka anut selama ini dan menuduh Musa akan berbuat kerusakan di atas bumi. Nabi Musa menghadapi kesombongan Fir’aun dengan penuh kesabaran dan tawakkal pada Allah. 
3. Seorang lelaki dari keluarga Fir’aun yang menyembunyikan keimanannya berkata: Kenapa Fir’aun membunuh orang yang mengakui Allah sebagai Tuhan Penciptanya? Musa bukanlah pembohong. Apa yang disampaikannya terkait azab Allah bagi orang yang kafir adalah benar. Allah tidak akan memberikan hidayah-Nya kepada orang yang melampaui batas dan pembohong. Kerajaan yang kalian miliki hari ini tidak akan menahan azab Allah. Fir’aun berkata: Apa yang saya kemukakan ini adalah pendapat pribadi dan saya tidak tunjuki kalian kecuali jalan kebenaran. Lelaki mukmin itu meneruskan perkataannya : Sesungguhnya aku mengkhawatirkan kalian ditimpa azab seperti kaum-kaum  terdahulu dan azab akhirat yang lebih keras.  Saat itu, tidak ada penolong selain Allah. Siapa yang disesatkan Allah tidak ada yang dapat  memberinya petunjuk. 

Kamis, 17 September 2026

Tadabbur Al-Quran Hal. 469 | @kitabulsalaf

Tadabbur Al-Quran Hal. 469 | @kitabulsalaf
بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ

- Al Qur'an Indonesia Tajwid.

- Gafir ayat 22 :

ذٰلِكَ بِاَنَّهُمْ كَانَتْ تَّأْتِيْهِمْ رُسُلُهُمْ بِالْبَيِّنٰتِ فَكَفَرُوْا فَاَخَذَهُمُ اللّٰهُ ۗاِنَّهٗ قَوِيٌّ شَدِيْدُ الْعِقَابِ

Yang demikian itu adalah karena sesungguhnya rasul-rasul telah datang kepada mereka dengan membawa bukti-bukti yang nyata [768] lalu mereka ingkar; maka Allah mengazab mereka. Sungguh, Dia Mahakuat, Mahakeras hukuman-Nya.

- [768] Mukjizat, hukum-hukum dan ajaran-ajaran yang dibawanya.

- Tafsir Al Muyassar Gafir ayat 22 :

Adzab yang menimpa orang-orang yang mendustakan yang telah berlalu itu disebabkan oleh sikap mereka terhadap utusan-utusan mereka yang hadir membawa bukti-bukti yang kuat atas kebenaran dakwah mereka, namun mereka malah kafir kepada para utusan tersebut dan menustakan mereka, maka Allah mengambil mereka semuanya dengan azab-Nya. Sesungguhnya Allah Mahakuat, tidak seorang pun mengalahkan-Nya, keras hukuman-Nya bagi siapa yang kafir kepada-Nya dan mendurhakai-Nya.

- Riyāduş Şälihin :

Dari Anas Ra., dari Nabi Saw., dia berkata,. "Tiga perkara jika itu ada pada seseorang, maka ia akan merasakan manisnya iman, yaitu Allah Swt. dan Rasul-Nya lebih dia cintai daripada selain keduanya; ia tidak mencintai seseorang kecuali karena Allah Swt.; dan benci untuk kembali kepada kekafiran setelah Allah Swt. menyelamatkannya dari kekafiran tersebut sebagaimana ia benci untuk masuk neraka." (HR AI-Bukhāri-Muslim). Hadis di atas mengandung beberapa faedah:
(a) Manisnya keimanan akan dirasakan dengan ketaatan dan kecintaan terhadap-Nya, serta mengutamakan hal itu daripada kekayaan dunia. Mencintai Allah Swt. dan Rasul-Nya harus didahulukan daripada mengikuti hawa nafsunya sehingga hawa nafsu setiap orang mengikuti petunjuk keduanya.
(Dr. Mustafā Sa'id Al-Khin, Nuzhatul Muttaqina Syarhu Riyādiş Sālihina, Juz 1, 1407 H/1987 M:346).

- Medical Hadiš :

Dari Aisyah Ra., sesungguhnya Rasulullah Saw. pernah membaca doa yang berbunyi: "Allāhummagsilni min Khatāyāya bimā is Salji walbaradi (Ya Allah Swt.., cucilah kesalahan-kesalahanku dengan air salju dan air embun)." (HR A-Bukhari-Muslim). (0bnu'l Qayyim Al-Jauziyyah, At-Tibbun Nabawi, t.t.: 305).

- Tibbun Nabawi :

Khasiat Mäul Salj wa'l Barad (air salju dan embun) 

Salju itu sendiri merupakan suatu proses pembentukan dari uap, begitu pula airnya. Pada pembahasan terdahulu sudah di jelaskan pemanfaatan salju dan pengaruhnya terhadap hati karena sifatnya yang dingin. Sedangkan air embun lebih halus dan lebih lezat daripada air salju. Sebaiknya tidak minum air salju setelah keluar dari kamar mandi, setelah bersenggama, sehabis olahraga, dan setelah memakan makanan yang panas, serta bagi orang yang batuk, sakit dada, dan lemah jantung. (bnu'l Qayyim Al-Jauziyyah, Zãdul Ma adi fi Hadyi Khayri) badi, Juz 4, t.t..: 391).

- Hadis Motivasi QS 40: 17 :

Darl Abu Dzar , dari Rasulullah dalam meriwayatkan firman Allah yang berbunyi: "Hai hamba-Ku, sesungguhnya, Aku telah mengharamkan diri-Ku untuk berbuat zalim dan perbuatan zalim itu pun Aku mengharamkan di antara kamu. Oleh kaena itu. janganlah kamu saling berbuat zalim! (Hingga akhirnya disebutkan) Hai hamba-Ku, sesungguhnya. amal perbuatan kalian senantiasa Aku akan menghisab (mengadakan perhitungan) untuk kalian sendiri dan kemudian Aku akan memberikan balasannya. Barang siapa mendapatkan kebaikan maka hendaklah dia memuji Allah Dan barang siapa yang mendapatkan selain itu (kebaikarn) maka janganlah dia mencela. kecuall dirinya sendiri." (HR Muslim, 2577)

- HADIS NIAGA QS Gäfir, 40: 20 :

Allah Maha Melihat Para Hamba-Nya

Dari Abu Hurairah dia mengatakan bahwa pada suatu hari Rasulullah datang kepada para sahabat lalu datang Malaikat Jibril yang kemudian bertanya, "Apakah iman itu?" Rasulullah menjawab: "Iman adalah engkau beriman kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, pertemuan dengan-Nya, rasul-rasul-Nya, dan engkau beriman kepada hari Kebangkitan." Malaikat Jibril berkata, "Apakah Islam itu?" Rasulullah menjawab: "Islam adalah engkau menyembah Allah dan tidak menyekutukannya dengan suatu apapun, engkau mendirikan salat, engkau menunaikan zakat yang diwajibkan, dan berpuasa pada bulan Ramadhan." Malaikat Jibril berkata, "Apakah ihsan itu?" Rasulullah menjavwab: "Engkau menyembah Allah seolah-olah melihat-Nya dan jika engkau tidak melihat-Nya, sesungguhnya Dia melihatmu." (HR Muslim, 8)

- AMAL NIAGA :

Peliharalah kebersihan hati Anda dan janganlah mencuri-curi pandang kepada sesuatu yang tidak halal untuk Anda, baik di jalanan, pasar, televisi, maupun telepon seluler. Hal ini karena Allah Maha Melihat segala perilaku Anda.

- Tadabbur Surah Al-Mukmin Ayat 17-25 :

Ayat 17-25 menjelaskan hal-hal berikut: 

1. Meneruskan ayat sebelumnya terkait  mahsyar. Pada hari itu setiap diri jiwa akan dibalas berdasarkan apa yang ia kerjakan. Tidak ada sedikitpun kezaliman dan Allah Mahacepat perhitungan-Nya. Nabi saw. diperintahkan  Allah utntuk memperingatkan umatnya akan  hari kiamat yang semakin dekat. Pada hari itu jantung seakan sampai ke kerongkongan karena ketakutan dan orang-orang kafir tidak lagi memiliki teman dekat dan penolong setia. 
2. Allah mengetahui tujuan pandangan mata dan bisikan hati. Dia memutuskan semua  perkara manusia dengan benar. Sedangkan tuhan-tuhan yang mereka sembah itu tidak kuasa memutuskan sesuatu apapun. Sesungguhnya Allah Maha Mendengar lagi Maha Melihat. 
3. Allah menyuruh orang-orang kafir Quraisy dan siapa saja yang kafir pada Muhammad  saw. untuk melakukan penelitian terhadap kaum-kaum sebelum mereka yang Allah hancurkan. Kaum-kaum tersebut jauh lebih kuat dan lebih maju dari mereka. Allah hancurkan mereka disebabkan dosa-dosa yang mereka lakukan dan penolakan mereka terhadap wahyu yang dibawa oleh para Rasul-Nya. Sungguh Allah Mahakuat lagi Keras siksaan-Nya. 
4. Di antara kaum yang Allah hancurkan ialah Fir’aun, Haman dan Qarun. Mereka menolak kerasulan Musa dan wahyu yang diturunkan Allah padanya (Taurat). Mereka menuduh Musa penyihir dan pendusta. Ketika Musa membawa wahyu Allah kepada mereka, mereka memerintahkan membunuh anak laki-laki para  pengikut Musa. Tipu daya kaum kafir itu tidak akan pernah menang.