بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيم

Selasa, 17 Maret 2026

WASPADA DENGAN FITNAH HARTA | @KitabulSalaf

Tematik (233)
---------------------
بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ

"WASPADA DENGAN FITNAH HARTA".

Kemaslahatan harta dalam urusan dunia sangat jelas. Adapun kemaslahatannya dalam urusan agama, maka ia juga sangat banyak. Banyak jenis ibadah yang tidak bisa dilakukan kecuali dengan harta. Keterbatasan dalam harta bisa menjadi keterbatasan dalam beribadah. Dalam kendali dan pengaturan orang sholeh, harta adalah karunia terbaik yang mampu melesatkannya menjadi manusia mulia dan terhormat, baik dalam pandangan Allah, ataupun dalam pandangan manusia.

Hubungan dengan Allah akan semakin kuat, karena dengan hartanya seseorang akan lebih leluasa dalam mencari ilmu dan lebih tenang saat beribadah. Begitupun hubungannya dengan sesama, ia akan dengan mudah mempererat hubungan persaudaraan dan pergaulan dengan hartanya seperti dengan banyak memberi hadiah, makanan dan lain sebagainya.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

نِعْمَ الْمَالُ الصَّالِحُ لِلْمَرْءِ الصَّالِحِ

“Sebaik-baik harta adalah harta yang dimiliki oleh orang shaleh.” (HR Bukhari dalam al Adab al Mufrad: 299, dishahihkan al Albani)

Dari sisi yang lain, Allah sering mengingatkan, bahwa harta adalah fitnah. Sebagaimana dengan sebab harta manusia bisa beribadah, dengan sebab harta pula manusia bisa dengan mudah berbuat kemungkaran. Inilah diantara hikmah mengapa Allah membatasi rizki-Nya kepada sebagian manusia. Agar manusia tidak melakukan perbuatan melampaui batas. Allah berfirman,

 وَلَوْ بَسَطَ اللَّهُ الرِّزْقَ لِعِبَادِهِ لَبَغَوْا فِي الْأَرْضِ وَلَكِنْ يُنَزِّلُ بِقَدَرٍ مَا يَشَاءُ إِنَّهُ بِعِبَادِهِ خَبِيرٌ بَصِيرٌ

“Dan jikalau Allah melapangkan rezki kepada hamba-hamba-Nya tentulah mereka akan melampaui batas di muka bumi, tetapi Allah menurunkan apa yang dikehendaki-Nya dengan ukuran. Sesungguhnya Dia Maha Mengetahui (keadaan) hamba-hamba-Nya lagi Maha Melihat.” (QS Asy-Syura [42]: 27)

Dengan harta biasanya manusia menjadi orang yang suka bermewah-mewahan. Dan, Allah mengabarkan kepada kita bahwa orang-orang yang hidup mewahlah yang selalu menjadi penentang para utusan Allah.

 وَمَا أَرْسَلْنَا فِي قَرْيَةٍ مِنْ نَذِيرٍ إِلَّا قَالَ مُتْرَفُوهَا إِنَّا بِمَا أُرْسِلْتُمْ بِهِ كَافِرُونَ

 “Dan Kami tidak mengutus kepada suatu negeri seorang pemberi peringatanpun, melainkan orang-orang yang hidup mewah di negeri itu berkata: “Sesungguhnya kami mengingkari apa yang kamu diutus untuk menyampaikannya.” (QS Saba’ [34]: 34)

Disebabkan harta, perhelatan manusia di dunia dalam mengumpulkan pundi-pundi kehidupan menjadi begitu ketat. Manusia saling berlomba, saling mengejar, dan tidak jarang saling menjatuhkan demi memperebutkan “𝙣𝙖𝙨𝙞𝙗” dunianya. Hidup menjadi ajang persaingan yang pemenangnya ditentukan oleh banyaknya harta dan kekayaan. Nasib baik dan keuntungan didasarkan pada perolehan materi semata.

Kecenderungan inilah yang membuat manusia kerap lupa bahwa ada hak Allah yang harus ditunaikan dalam sikapnya terhadap harta. Padahal manusia tidak dibenarkan bersikap rakus, sombong dan berlebih-lebihan dengan harta. Harta merupakan karunia Allah yang seharusnya disyukuri dengan cara mengusahakan harta itu dari jalan yang halal dan membelanjakannya pada jalan yang juga diridhoi Allah.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

«مَا ذئبان جَائِعَانِ أُرسِلاَ في غَنَمٍ بأفسَدَ لها مِنْ حِرصِ المرء على المال والشَّرَف لدينهِ »

“Tidaklah dua serigala lapar yang menghampiri seekor kambing lebih berbahaya baginya dari ambisi seseorang kepada harta dan kedudukan bagi agamanya” (HR Tirmidzi no. 2376, ia berkata: hasan shahih, Ahmad: 3/656)

Sebuah ilustrasi yang sangat mengena dari Rasulullah untuk menggambarkan rusaknya agama seorang manusia disebabkan karena ambisi terhadap harta benda dan kedudukan di dunia. Kerusakan agama yang ditimbulkannya tidak lebih besar dari bahaya yang mengancam seekor kambing yang didatangi dua serigala lapar dan siap menerkamnya.

Wallahu waliyyut taufiq was sadaad.

Senin, 16 Maret 2026

Tadabbur Al-Quran Hal. 452 | @KitabulSalaf

Tadabbur Al-Quran Hal. 452 | @KitabulSalaf
----------------------------------------------
بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ

- Al Qur'an Indonesia Tajwid.

- Ash-Saffat ayat 158 :

وَجَعَلُوْا بَيْنَهٗ وَبَيْنَ الْجِنَّةِ نَسَبًا ۗوَلَقَدْ عَلِمَتِ الْجِنَّةُ اِنَّهُمْ لَمُحْضَرُوْنَۙ

Dan mereka mengadakan (hubungan) nasab (keluarga) antara Dia (Allah) dan jin. Dan sungguh, jin telah mengetahui bahwa mereka pasti akan diseret (ke neraka),

- Asbabun Nuzul Ash-Saffat ayat 158 :

Diriwayatkan oleh Juwaibir dari Adh-Dhahhak yang bersumber dari Ibnu Abbas, bahwa ayat ini turun sebagai bantahan kepada tiga suku Quraisy yaitu: Sulaim, Khuza'ah dan Juhainah yang menganggap bahwa Allah dan Iblis itu bersaudara. Diriwayatkan oleh Al-Baihaqi di dalam kitab Syu'bul Iman yang bersumber dari Mujahid, bahwa pembesar-pembesar kafir Quraisy berkata: "Malaikat itu putrid-putri Allah". Bertanyalah Abu Bakar Ash-Shiddiq: "Kalau begitu siapakah ibu-ibunya?". Mereka menjawab: "Putri-putri pembesar Jin". Berkenaan dengan peristiwa itu turunlah akhir ayat ini yang menegaskan bahwa jin-jin itu akan dihadapkan di pengadilan Allah.

- Tafsir Al Muyassar Ash-Saffat ayat 158 :

Orang-orang musyrikin itu menetapkan nasab dan kekerabatan antara Allah dengan para malaikat. Dan para malaikat itu mengetahui bahwa orang-orang musyrikin akan dihadirkan untuk diazab di hari kiamat.

- Riyāduş Şälihin :

Dari Abu Hurairah Ra., ia berkata, Rasufullah Saw. bersabda, "Sungguh Allah Swt. berfirman pada hari kiamat, Hai anak Adam! Aku sakit, mengapa kamu tidak menjengukKu? Jawab anak Adam, Wahai Rabbku, bagaimana mungkin kami menjenguk Engkau, padahal Engkau Tuhan semesta alam? Allah Swt. berfirman, Apakah kamu tidak mengetahui bahwa hamba-Ku si Fulan sakit, mengapa kamu tidak menjenguknya? Apakah kamu tidak mengetahui seandainya kamu menjenguknya, niscaya kamu mendapati-Ku di sisinya? Hai anak Adam! Aku minta makan kepadamu, mengapa kamu tidak memberi-Ku makan?" Jawab anak Adam, "Wahai Rabbku, Bagaimana mungkin aku memberi Engkau makan, padahal Engkau Tuhan semesta aam?" Allah Swt. berfirman, "Apakah kamu tidak mengetahui bahwa hamba-Ku si Fulan meminta makan kepadamu tetapi kamu tidak memberinya makan. Apakah kamu tidak mengetahui
seandainya kamu memberinya makan, niscaya engkau mendapati-Ku di sisinya? Hai anak Adam! Aku minta minum kepadamu, mengapa kamu tidak memberi-Ku minum?" Jawab anak Adam, "Wahai Tuhanku, bagaimana mungkin aku memberi Engkau minum, padahal Engkau Tuhan semesta alam?" Allah Swt. menjawab, "Hamba-Ku si Fulan meminta minum kepadamu, tetapi kamu tidak memberinya minum. Ketahuilah, seandainya kamu memberinya minum, niscaya kamu mendapati-Ku di sisinya." (HR Muslim).
Hadis tersebut memberikan faedah:
(a) Dorongan untuk menengok orang yang sakit, membuatkan makanan, dan memberikan air kepada yang membutuhkan. Allah Swt. memberikan jaminan pahala kepadanya pada hari kiamat.
(b) Barangsiapa berbuat kebaikan dan memberikan pertolongan, maka Allah Swt. akan melimpahkan pahala dan pemberian yang baik kepadanya.
(Dr. Mustafa Sa'id Al-Khin, Nuzhatul Muttaqina Syarhu Riyādis Şālihina, Juz 1, 1407 H/1987 M: 684-685).

- Hadis Nabawi :

Dari Ubādah Ra., Nabi Saw. bersabda, "Barangsiapa yang bersaksi bahwa tidak ada Tuhan yang berhak disembah kecuali Allah Swt. Yang Maha Esa, lagi tidak bersekutu dan bahwa Muhammad adalah hamba dan utusan-Nya dan (bersaksi) bahwa lsa adalah hamba Allah Swt., utusan-Nya dan yang diciptakan dengan kalimat-Nya yang disampaikan-Nya kepada Maryam, dan (dengan tiupan) ruh dariNya, dan surga adalah haq (benar adanya), dan neraka adalah haq, maka Allah Swt. akan memasukkan orang itu ke dalam surga sesuai dengan amalnya." (HR AI-Bukhāri, Sahihu' Bukhäri, Juz 2, No. Hadis 3435,1403 H: 487).

- Hadiš Qudsi :

Dan dari Abu Hurairah Ra.. ia berkata, Rasulullah Saw. bersabda, "Allah Swt. menjamin bagi orang yang keluar di jalan-Nya, tidaklah ia keluar untuk berjihad di jalan-Ku, beriman kepada-Ku dan membenarkan Rasul-Ku, melainkan Aku menjaminnya masuk surga, atau mengembalikannya ke tempatnya semula dan mendapatkan pahala dan rampasan perang." (HR An-Nasai) (Isāmuddin As-Sabābati, Jāmiul Ahādisil Qudsiyyati, Jilid 1, t.t: 259).

- Hadis Motivasi QS 37: 171 :

Dari Abu Hurairah Rasulullah bersabda: "Tatkala Allah menetapkan penciptaan, Dia menulis di sisi-Nya di atas Arasy-Nya: "Sesungguhnya, rahmat-Ku lebih mendominasi Kemurkaan." (HR Bukhari, 7015)

- AMAL NIAGA :

1. Ketika Anda memasuki pasar, bacalah doa masuk pasar agar Anda senantiasa ingat kepada Allah
2 Saat berada di pasar, peliharalah kebersihan hati Anda dan janganlah Anda mencuri-curi pandangan kepada sesuatu yang tidak halal.

- Tadabbur Surah As-Saffat Ayat 153-182 :

Ayat 154-182 meneruskan pembahasan  sebelumnya terkait cara berpikir kafir Quraisy yang keliru tentang Allah karena didasari kebodohan. Mereka menganggap Allah memiliki hubungan keturunan dengan jin, padahal jin yang kafir juga akan masuk neraka. Mahasuci Allah dari apa yang mereka sekutukan. 

Orang-orang kafir dan tuhan-tuhan yang mereka sembah akan dimasukkan ke dalam neraka. Tidak ada yang bisa disesatkan kecuali mereka yang memilih kekufuran. Sedangkan para malaikat itu memiliki kedudukan yang mulia di sisi Allah dan mereka selalu bertasbih dan taat kepada Allah dengan sangat disiplin.  

Kaum kafir menolak Al-Qur’an dengan alasan tidak diberikan kepada mereka sebelumnya kitab suci. Di akhirat kelak mereka akan mengetahui nasib buruk yang mereka alami dan di dunia mereka juga akan diazab-Nya. Allah pasti menolong para Rasul dan prajurit-Nya. Mahasuci Allah dari apa yang mereka sekutukan. Keselamatan atas para Rasul dan segala puji hanya milik Allah. 

Jumat, 13 Maret 2026

Tadabbur Al-Quran Hal. 451 | @KitabulSalaf

Tadabbur Al-Quran Hal. 451 | @KitabulSalaf
----------------------------------------------
بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ

- Al Qur'an Indonesia Tajwid.

- Ash-Saffat ayat 136 :

ثُمَّ دَمَّرْنَا الْاٰخَرِيْنَ

Kemudian Kami binasakan orang-orang yang lain. [736]

- [736] Mereka yang tinggal di kota yang tidak ikut bersama Nabi Luth.

- Tafsir Al Muyassar Ash-Saffat ayat 136 :

Kemudian Kami membinasakan orang-orang yang tersisa dari kaumnya yang mendustakan.

- Riyāduş Şālihin :

Dari An-Nu'man bin Basyir Ra., Nabi Saw. bersabda, "Perumpamaan orang yang menegakkan hukum Allah dan orang yang diam terhadapnya seperti sekelompok orang yang berlayar dengan sebuah kapal, lalu sebagian dari mereka ada yang mendapat tempat di atas dan sebagian lagi di bagian bawah kapal. Lalu orang yang berada di bawah kapal, apabila mereka mencari air untuk minum, mereka harus melewati orang-orang yang berada di bagian atas seraya berkata, Seandainya kami boleh melubangi perahu ini untuk mendapatkan bagian kami sehingga kami tidak mengganggu orang yang berada di atas kami." Jika orang yang berada di atas membiarkan saja apa yang dinginkan orang-orang yang di bawah itu, maka mereka akan binasa semuanya. Namun jika mereka mencegah dengan tangan mereka, maka mereka semua akan selamat." (HR Al-Bukhari).
Hadis di atas memberikan beberapa faedah, antara lain:
(a) Nabi Saw. membuat perumpamaan dengan suatu peristiwa yang kasat mata untuk membantu memahami maksud. Beliau menjadikan perumpamaan-perumpamaan itu sebagai gambaran hidup dalam pikiran mereka.
(b) Kebebasan manusia itu tidak absolut namun dibatasi dengan jaminan keselamatan hak-hak orang lain yang ada di sekitarnya dan jaminan kemaslahatan mereka
(Dr. Mustafā Sa'id Al-Khin, Nuzhatul Muttaqina Syarhu Riyādis Şālihina, Juz 1, 1407 H/1987 M: 210-211).

- Hadiš Nabawi :

Dari 'Aisyah Ra.. dia berkata "Apabila Rasulullah Saw. hendak bepergian, maka beliau pun mengundi para istrinya. Pada suatu ketika, undian tersebut jatuh kepada Aisyah Ra. dan Hafsah Ra. Akhirnya kami pun bertiga pergi bersamna-sama." (HR Muslim, Sahih Muslim, Juz 4, No. Hadis 2445, 1412 H/1991 M: 1894).

- Hadiš Qudsi :

Dari Abu Hurairah Ra., Nabi Saw. bersabda, "Allah Swt. berfirman, Hamba-Ku tidak pantas mengatakan bahwa Muhammad Saw. lebih baik dari Yunus bin Matta As." (HR Muslim, Sahih Muslim, Juz 4, No. Hadis 2376, 1412 H/1991 M: 1846).

- HADIS NIAGA QS Aş-Sāffat, 37: 143 :

Keutamaan Bacaan Tasbih

Dari Abu Hurairah , dia berkata, Rasulullah telah bersabda: "Sesungguhnya membaca, 'Subhānallāhi walhamdulillähi wa lã ilāha illallähu wallähu akbar (Mahasuci Allah, segala puji bagi Allah, tiada sembahan yang berhak disembah selain Allah, dan Allah Mahabesar), adalah lebih aku cintai daripada segala sesuatu yang terkena sinar matahari." (HR Muslim, 2695)

- AMAL NIAGA :

"Tidak ada tuhan selain Engkau, Mahasuci Engkau. Sungguh, aku termasuk orang-orang yang zalim." (QS Al-Anbiyā, 21: 87) Sebagai seorang niagawan muslim, hendaklah Anda memperbanyak zikir kepada Allah dengan cara menyucikan, memuji. mengagungkan, dan mengesakan-Nya karena bacaan-bacaan zikir tersebut lebih baik daripada kehidupan dunia, mengingat hal tersebut termasuk amalan ukhrawi.

- Tadabbur Surah As-Saffat Ayat 127-152 :

Ayat 127-148 meneruskan kisah Ilyas sebelumnya, Nabi Luth dan Nabi Yunus. Bagi yang  menolak dakwah Tauhid dan tidak mau menjalankan kehidupan sesuai sistem Allah dan para Rasul-Nya Allah azab di dunia dan akhirat. Bagi yang mentaati Allah dan para Rasul-Nya, akan selamatkan dari azab-Nya. Luth, Ilyas dan Yunus adalah hamba Allah yang beriman dan  sukses dalam menghadapi ujian sehingga Allah berikan keselamatan bagi mereka dan keberkahan bagi keluarga mereka kecuali isteri Luth, karena ia berkhianat kepadanya.

Ayat 149-153 mempersoalkan cara berfikir kaum kafir Qurasy yang menuduh Allah memiliki anak wanita (Malaikat), pada waktu yang sama mereka mencintai anak laki-laki dan  membenci anak wanita. Padahal mereka tidak pernah menyaksikan Allah menciptakan para malaikat-Nya. Itu adalah ucapan bohong yang mereka ada-adakan. Sungguh bodoh sekali. 

Selasa, 10 Maret 2026

Tadabbur Al-Quran Hal. 450 | @KitabulSalaf

Tadabbur Al-Quran Hal. 450 | @KitabulSalaf
----------------------------------------------
بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ

- Al Qur'an Indonesia Tajwid.

- Ash-Saffat ayat 125 :

اَتَدْعُوْنَ بَعْلًا وَّتَذَرُوْنَ اَحْسَنَ الْخَالِقِيْنَۙ

Patutkah kamu menyembah Ba’l dan kamu tinggalkan (Allah) sebaik-baik pencipta. [735]

- [735] Ba'l adalah nama salah satu berhala dari orang Phunicia.

- Tafsir Al Muyassar Ash-Saffat ayat 125 :

Bagaimana kalian menyembah berhala yang lemah lagi makhluk, dan kalian meninggalkan sebaik-baik pencipta yang disifati dengan sifat-sifat terbaik dan paling sempurna, lalu kalian tidak menyembah-Nya?

- Kisah Nabi & Rasul :

Terdapat perbedaan pendapat di kalangan ulama kaum muslimin terdahulu mengenai siapa sebenarnya anak lbrahim yang disembelih itu. Sebagian mereka berkata, "Dia adalah İsmail." Sedang menurut sebagian lainnya, ia adalah Ishag. Kedua pendapat ini diriwayatkan dari Nabi Saw. Riwayat yang menerangkan bahwa yang disembelih itu adalah ishaq; Al-Ahnap meriwayatkan dari Al-Abbas bin Abdul Muțalib, dari Rasulullah Saw., tentang firman-Nya, Dan Kami tebus anak itu dengan seekor sembelihan yang besar
(Qs Aş-Şāffāt, 37: 107) maksudnya Ishaq. Dan di antara yang berpendapat bahwa dia itu Ishaq adalah Umar bin Al-Khațtab, Ali, A-Abbas bin Abdul Mutalib, putranya Al-Abbas yaitu Abullah (bnu Abbas) sebagaimana yang diriwayatkan dari Ikrimah, Abdullah bin Mas'ud, Ka ab, Ibnu Sabit, lbnu Abu Hużail, dan Masruq.

Riwayat yang menerangkan bahwa yang disembelih itu Ismail diriwayatkan dari As-Sanabih, ia berkata, "Ketika kami berada di samping Muawiyah bin Abu Sufyan, orang-orang yang ada di sana menyebutkan tentang Ad-Dabih (orang yang disembelih), ia berkata, "Menurut orang yang lebih mengetahui, aku kemukakan kepada kamu; ketika kami berada di samping Rasulullah Saw. tiba-tiba datang seseorang seraya berkata, Ya Rasulullah! Sebutkanlah kepadaku apa saja yang Allah berikan kepadamu tentang dua anak yang disembelih? Maka Nabi Saw. pun tertawa. Lalu ditanyakan kepada Muawiyah; Siapa dua orang yang disembelih itu? la menjawab, 'Sesungguhnya Abdul Mutalib bernażar akan menyembelih salah seorang dari anak-anaknya jika Allah memudahkan penggalian sumur Zamzam. Dalam undian itu keluarlah nama Abdullah, ayah Nabi Saw. Lantas ia menebusnya dengan seratus unta. Diriwayatkan juga dari Said bin Jubair, Yusuf bin Mihran, As-Sya'bi, Mujahid, Ața bin Abu Rabah, seluruhnya dari Ibnu Abbas bahwa ia berkata, "Sesungguh-nya yang disembelih itu adalah lsmail." lbnu Abbas berkata, "Orang-orang Yahudi meyakini bahwa dia adalah Ishaq, sesungguhnya Yahudi telah berdusta." Berkata Abu Tufail, As-Syabi, Mujahid, Al-Hasan, dan Muhamad Al-Qurdi, "Dia adalah lsmail". As-Syabi berkata, "Aku melihat di Ka'bah ada dua tanduk gibas." Muhamad bin Ka'ab berkata, "Sesungguhnya anak Ibrahim yang diperintahkan Allah untuk disembelih adalah Ismail. Dalam hal ini, Allah Swt. telah mengisahkan anak lbrahim yang disembelih. Allah berfirman, Dan Kami beri dia kabar gembira dengan (kelahiran) Ishaq... sedang Allah tidak memerintah kepada lbrahim untuk menyembelihnya (shaq). (bnu Ašir Al-Jazari, Al-Kamil fit Tarikh, Jilid 1: 83-86).

- Riyāduş Şālihin :

Dari Abu Hurairah Ra., ia berkata, "Rasulullah Saw. bersabda, 'Barangsiapa dikehendaki Allah kebaikan pada dirinya, maka Dia akan mengujinya." (HR AI-Bukhari). Hadiš tersebut memberikan faedah bahwa orang yang beriman tidak akan terlepas dari ujian. Sesungguhnya apa yang menimpanya itu tiada lain adalah kebaikan bagi dirinya, karena ketika itu ia berlindung hanya kepada Allah Swt. dan penghapus kesalahan-kesalahannya. (Dr. Muştafā Sa'id Al-Khin, Nuzhatul Muttaqina Syarhu Riyādis Sālihina, Juz 1, 1407 H/1987 M: 71).

- Hadis Nabawi :

Dari Şafiyyah binti Syaibah Ummu ManŞur, ia berkata, "Telah mengabarkan kepadaku seorang perempuan dari Bani Sulaim yang telah melahirkan seorang budak wanita pada salah satu keluarga kami. Rasulullah Saw. mengutus Ušman bin Talhah. Pada kesempatan lain ia pernah bertanya kepada kepada Uśman bin Talhah, "Mengapa Nabi Saw. memanggilmu?" Dia menjawab, 'Sesungguhnya saya melihat dua tanduk kambing ketika saya memasuki Ka'bah, lalu saya lupa menyuruh kamu menutupinya, sekarang tutupilah kedua tanduk tersebut. Sesungguhnya di dalam Ka'bah tidak boleh ada sesuatu yang bisa menyibukkan seseorang darí salat. (HR Ahmad, Abu'l Fidā Al-Qurasyi, Qisaşu'l Anbiyā, 1417 H/1977 M: 204).

- Nasihat & Pelajaran :

Sebelum melaksanakan apa yang diperintahkan Allah dalam mimpinya, Nabi lbrahim terlebih dahulu menyampaikan kepada putranya yang akan disembelih itu, seraya berkata, "Wahai anakku! Sesungguhnya aku bermimpi bahwa aku menyembelihmu." Hal itu tidak lain kecuali untuk membersihkan hatinya dan meringankannya tatkala mengambilnya dan menyembelihnya dibandingkan dengan cara dipaksa. Seorang anak yang sabar dan murah hati sebagaimana yang Allah sifati memberi jawaban yang tepat dan penuh petunjuk. la menolong ayahnya dalam melaksanakan ketaatan dan menunaikan perintah-Nya, meringankan musibah yang Allah ujikan kepadanya. la tidak berkeluh kesah dan insya Allah akan bersabar menghadapinya. Ternyata dalam beribadah, berserah diri dan menyerahkan diri secara total kepada perintah Alah Swt, merupakan sebuah keniscayaan. (Abdurrahmān An-Najdi, Taisirul Manān fi Qasaşil Qurān, 1429 M: 87).

- HADIS NIAGA QS Aş-Şāffat, 37: 113 :

Mendoakan Keberkahan dalam Jual-Beli

Dari Urwah bin Abu Ja'ad Al-Bariqi, dia berkata bahwasanya dia pernah diberi uang satu dinar oleh Rasulullah untuk membeli binatang yang akan dijadikan kurban, yaitu seekor kambing. Namun, Urwah membeli dua ekor kambing. Lalu, dia menjual salah satunya dengan satu dinar. Urwah pun datang kepada Rasulullah dengan satu dinar dan satu kambing lalu beliau mendoakannya agar dia mendapat keberkahan dalam jual-belinya. Seandainya Urwah membeli tanah, dia juga akan untung dalam pembelian itu. (HR Abu Dawud, 3384) 

- AMAL NIAGA :

1. Doakanlah seorang muslim yang dianugerahi nikmat agama dan dunia agar Allah senantiasa memberikan keberkahan kepadanya dan berdoalah agar Allah & menganugerahi rezeki yang lebih baik kepada orang tersebut. Menurut ajaran Islam, Anda diperbolehkan melakukan aktivitas jual-beli fuqüli, yaitu jual-beli dengan membelanjakan harta orang lain tanpa izin. Jual-beli tersebut dinyatakan sah setelah pemilik harta mengizinkannya. Jika Anda memiliki barang dagangan, Anda dapat menitipkannya kepada orang lain untuk dijualkan dengan memberinya sejumlah komisi.

- Tadabbur Surah As-Saffat Ayat 102-126 :

1. Ayat 103-113 meneruskan kisah Ibrahim menyembelih anaknya. Ketika Ibrahim dan anak sudah pasrah dan Ibrahim siap menyembelih anaknya, Allah memanggilnya dan memuji ketaatannya dalam menerima ujian. Lalu, seketika itu juga Allah ganti dengan seekor hewan sembelihan yang besar. Karenanya, Allah abadikan pujian bagi Ibrahim sampai akhir zaman. Allah berikan padanya keselamatan dan  keberkahan bagi anak cucu-Nya, termasuk Ishak. Namun, dari keturunan Ishak ada yang  baik dan ada pula yang zalim. 
2. Ayat 114-122 menjelaskan besarnya karunia yang Allah berikan kepada Musa dan Harun. Allah selamatkan mereka dari bahaya besar,  memenangkan mereka dari Fir’aun dan prajuritnya dan memberi mereka Kitab Taurat agar mereka berada pada jalan yang lurus. Allah jadikan pujian untuk mereka sampai akhir zaman. Allah anugerahkan pada mereka keselamatan sebagai balasan bagi orang yang taat pada-Nya. Sungguh keduanya hamba yang kuat imannya. 
3. Ayat 123-126 menjelaskan kisah Nabi Ilyas ketika mengajak kaumnya bertakwa kepada  Allah. Ilyas memprotes mereka menyembah  berhala “Ba’l” dan tidak menyembah Allah; sebaik-baik Pencipta yang telah menciptakan mereka dan nenek moyang mereka sebelumnya. 

Kamis, 05 Maret 2026

Khusnudhon dan Mengingat Serta Mendekat Kepada Allah | @KitabulSalaf

One Day One Hadits (380) | @KitabulSalaf
------------------------------------------
بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ

Khusnudhon dan Mengingat Serta Mendekat Kepada Allah

عَنْ أَبِى هُرَيْرَةَ – رضى الله عنه – قَالَ قَالَ النَّبِىُّ – صلى الله عليه وسلم – « يَقُولُ اللَّهُ تَعَالَى أَنَا عِنْدَ ظَنِّ عَبْدِى بِى ، وَأَنَا مَعَهُ إِذَا ذَكَرَنِى ، فَإِنْ ذَكَرَنِى فِى نَفْسِهِ ذَكَرْتُهُ فِى نَفْسِى ، وَإِنْ ذَكَرَنِى فِى مَلأٍ ذَكَرْتُهُ فِى مَلأٍ خَيْرٍ مِنْهُمْ ، وَإِنْ تَقَرَّبَ إِلَىَّ بِشِبْرٍ تَقَرَّبْتُ إِلَيْهِ ذِرَاعًا ، وَإِنْ تَقَرَّبَ إِلَىَّ ذِرَاعًا تَقَرَّبْتُ إِلَيْهِ بَاعًا ، وَإِنْ أَتَانِى يَمْشِى أَتَيْتُهُ هَرْوَلَةً »

Dari Abu Hurairah –radhiyallahu ‘anhu-, ia berkata bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Allah Ta’ala berfirman: Aku sesuai persangkaan hamba-Ku. Aku bersamanya ketika ia mengingat-Ku. Jika ia mengingat-Ku saat bersendirian, Aku akan mengingatnya dalam diri-Ku. Jika ia mengingat-Ku di suatu kumpulan, Aku akan mengingatnya di kumpulan yang lebih baik daripada pada itu (kumpulan malaikat). Jika ia mendekat kepada-Ku sejengkal, Aku mendekat kepadanya sehasta. Jika ia mendekat kepada-Ku sehasta, Aku mendekat kepadanya sedepa. Jika ia datang kepada-Ku dengan berjalan (biasa), maka Aku mendatanginya dengan berjalan cepat.” (HR. Bukhari no. 6970 dan Muslim no. 2675).

Pelajaran yang terdapat di dalam hadist:

1. Hadits ini adalah hadits qudsi, yaitu hadits yang diriwayatkan dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dari Allah Ta’ala (lafazh dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, maknanya dari Allah).

2. Allah merealisasikan apa yang disangkakan hamba-Nya yang beriman. Sebagaimana hal ini adalah makna “أَنَا عِنْدَ ظَنِّ عَبْدِى بِى” (Aku sesuai persangkaan hamba pada-Ku).

3. Hadits ini mengajarkan untuk berhusnuzhon (berprasangka baik) pada Allah. 

4. Hadits ini menunjukkan sifat kebersamaan Allah dengan hamba-Nya (ma’iyyatullah). Dan sifat kebersamaan yang disebutkan dalam hadits ini adalah sifat kebersamaan yang khusus.

5. Dorongan untuk berdzikir pada Allah baik dalam keadaan bersendirian dan terang-terangan.

6. Allah akan menyebut-nyebut orang yang mengingat-Nya. Jika Allah menyebut-nyebut seperti ini, menunjukkan bahwa sebutan tersebut mengandung pujian dan kasih sayang Allah (rahma Allah) pada hamba tersebut.

7. Balasan sesuai dengan amalan yang dilakukan (al jaza’ min jinsil ‘amal).

8. Hadits ini menunjukkan dekatnya hamba pada Allah dan dekatnya Allah pada hamba-Nya.

9. Kedekatan Allah pada hamba itu bertingkat-tingkat. Ada hamba yang Allah lebih dekat padanya lebih dari yang lain.

10. Kedekatan Allah didekati dengan penyebutan sesuatu yang terindra seperti dengan jengkal, hasta dan depa. Namun ini cuma secara maknawi yang menunjukkan Allah itu dekat.

Tema hadist yang berkaitan dengan Al-Quran:

1. Balasan sesuai dengan amal yang dilakukan

فَاذْكُرُونِي أَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوا لِي وَلَا تَكْفُرُونِ

Karena itu, ingatlah kamu kepada-Ku niscaya Aku ingat (pula) kepadamu, dan bersyukurlah kepada-Ku, dan janganlah kamu mengingkari (nikmat)-Ku.
[Surat Al-Baqara : 152]

2. Diantara nama Allah, Al-Qariib, Al-Mujiib
إِنَّ رَبِّي قَرِيبٌ مُجِيبٌ

Sesungguhnya Tuhanku amat dekat (rahmat-Nya) lagi memperkenankan (doa hamba-Nya)".
[Surat Hud : 61]

3. Allah SWT ingin agar kita mengerti bahwa Ia telah meletakkan kunci surga di tangan kita. Di setiap tangan kita ada penunjuk jalan yang akan mengantarkan kita ke surga atau ke neraka. Oleh karena itu apabila engkau memenuhi janji Allah maka Ia akan memenuhi janji-Nya. Jika engkau mengingat Allah maka Allah akan mengingatmu. Jika engkau menolong Allah maka Allah akan menolongmu.

وَأَوْفُوا بِعَهْدِي أُوفِ بِعَهْدِكُمْ وَإِيَّايَ فَارْهَبُونِ

Dan penuhilah janji kalian kepada-Ku, niscaya Aku akan penuhi janji-Ku kepada kalian; dan hanya kepada-Ku-lah kamu harus takut (tunduk). (QS. Al-Baqarah [2]: 40)

Selasa, 03 Maret 2026

Malam Pertama Di Alam Kubur - Siksa Kubur | @KitabulSalaf

Alam Kubur (18)
---------------------
بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ

Renungan (Kisah Nyata) : "Malam Pertama Di Alam Kubur - Siksa Kubur!"

Umar bin Abdul Aziz, salah seorang penguasa di antara penguasa-penguasa Dinasti Umawiyah, sebelum menjadi khalifah, setiap hari mengganti pakaian lebih dari satu kali. Ia memiliki emas dan perak, pembantu dan istana, makanan dan minuman serta segala yang ia inginkan.

Tapi, seperti dikisahkan Dr Aidh Al Qarni dalam bukunya Sentuhan Spiritual terbitan Al Qalam, ketika Umar bin Abdul Aziz memangku kekhalifahan dan menjadi penanggung jawab urusan kaum Muslimin, ia meninggalkan semua itu, sebab ia ingat malam pertama di dalam kubur.

Umar bin Abdul Aziz berdiri di atas mimbar di hari Jumat. Ia kemudian menangis. Ia telah dibaiat umat Islam sebagai pemimpin. Di sekelilingnya terdapat para pemimpin, menteri, ulama, penyair dan panglima pasukan.

Ia berkata, ''Cabutlah pembaiatan kalian!''
Mereka menjawab, ''Kami tidak menginginkan selain Anda.''
Umar bin Abdul Aziz kemudian memangku jabatan itu, sedang ia sendiri membencinya.

Tak sampai seminggu kemudian, kondisi tubuhnya sangat lemah dan air mukanya telah berubah. Bahkan, ia tidak mempunyai baju kecuali hanya satu. Orang-orang bertanya kepada istrinya tentang apa yang terjadi pada khalifah.

Istrinya menjawab, ''Demi Allah, ia tidak tidur semalaman. Demi Allah, ia beranjak ke tempat tidurnya, membolak-balik tubuhnya seolah tidur di atas bara api. Ia mengatakan, ''Ah, ah, aku memangku urusan umat Muhammad saw, sedang pada hari Kiamat nanti aku akan dimintai tanggungjawab oleh fakir dan miskin, anak-anak dan para janda.''


Salah seorang ulama berkata kepadanya, ''Wahai Amirul Mukminin. Kami melihat Anda di Makkah sebelum menjabat kepemimpinan, Anda berada dalam kondisi penuh nikmat, sehat dan bugar. Gerangan apa yang telah mengubah diri Anda?''

Umar bin Abdul Aziz kemudian menangis hingga tulang rusuknya nyaris terkilir. Umar berkata kepada ulama yang tak lain adalah Ibnu Ziyad.

''Wahai Ibnu Ziyad, bagaimana bila engkau melihatku di dalam kubur setelah tiga hari, satu hari aku melepaskan pakaianku dan aku berbantal debu, meninggalkan kekasihku, meninggalkan teman-temanku ? Bagaimana jika engkau melihat setalah tiga hari ? Demi Allah, engkau akan melihat pemandangan yang buruk!''

Maka, kita meminta kepada Allah SWT untuk mendapatkan perbuatan baik.

Aidh Al Qarni kemudian berkata, ''Demi Allah, seandainya seorang pemuda hidup seribu tahun dari umurnya dengan mengurusi urusannya, menikmati semua kelezatan selama seribu tahun itu, mencicipi kelezatan selama seribu tahun itu di dalam istana yang dihuninya, ia tidak akan terlena oleh bingung sepanjang hidupnya."

''Tidak, kebingungan itu tidak bisa ditolak dari dalam dadanya. Tidaklah semua kenikmatan selama seribu tahun itu cukup untuk memenuhi satu malam di dalam kuburnya,'' kata Aidh Al Qarni mengingatkan.


Utsman bin Affan ketika mendengar jenazah tersiar, ia menangis sampai pingsan sehingga orang-orang membawanya seperti jenazah ke rumahnya. Mereka bertanya kepadanya dalam satu kesempatan, ''Apa yang terjadi padamu ?''

Utsman menjawab, ''Aku mendengar Rasulullah saw bersabda, ''Kuburan itu tempat pertama di akhirat.'' Hadits Riwayat Ahmad.

Jika seorang hamba selamat darinya, maka sungguh ia sangat berbahagia. Tapi jika ia disiksa di dalam kubur, kita berlindung kepada Allah SWT, sungguh ia telah merugi di akhir keseluruhannya.

Aidh Al Qarni mengisahkan dalam bukunya Sentuhan Spiritual Aidh Al Qarni, ''Kubur itu dari sebagian taman surga atau lubang dari sebagian lubang neraka. Jika ia baik, maka yang setelahnya merupakan yang terbaik di sisi Tuhan. Tapi jika buruk, maka setelahnya lebih menyengsarakan bagi hamba yang berpaling dari jalan Allah."

Aidh Al Qarni melanjutkan, Aku mendatangani kuburan, aku kemudian memanggilnya, ''Di manakah orang yang diagungkan dan orang yang dihinakan ? Mereka semua musnah, tiada pemberi kabar. Dan, mereka semua mati dan kabar itu pun mati."

Wahai orang yang bertanya kepadaku tentang orang-orang yang telah berlalu, tidakkah engkau mengambil pelajaran dari sesuatu yang telah berlalu. Anak-anak orang kaya itu pergi dan berlalu, maka keindahan bentuk itu pun dihapuskan.


Aidh Al Qarni mengisahkan, aku datang ke kuburan. Kuburan para pemimpin dan para bawahan. kuburan raja dan rakyat jelata, kuburan orang-orang kaya dan orang-orang miskin. Semua sama di sisi Allah.

Apakah Anda melihat kuburan yang unggul dari kuburan yang lain ? Apakah malaikat itu terjun ke dalam kubur yang terbuat dari emas atau perak ? Demi Allah, ia telah meninggalkan kerajaan, istana, tentara dan segala sesuatu yang ia miliki. Ia mengenakan sepotong kain, seperti yang kita kenakan. Dan, ia pun dikuburkan di dalam tanah.

''Wahai Anak Adam, ibumu telah melahirkanmu dalam keadaan menangis, sementara orang-orang di sekelilingmu, tertawa penuh rasa bahagia. Maka, beramallah untuk dirimu agar engkau menjadi orang yang tertawa penuh bahagia ketika orang-orang di sekelilingmu menangis pada hari kematianmu.''

Di antara manusia, masih ada yang beramal untuk hari kematian itu. Mereka selalu siap untuk bertemu dengan Allah SWT. Mereka selalu mengamati detik kematian itu dalam setiap saat.(dm)

Semoga bisa menjadi renungan kita semua..

Bahwa maut bisa menjemput kapan saja..

Sumber : http://www.dokumenpemudatqn.com/

SIKSA KUBUR ITU NYATA !

Aisyah Ra bertanya tentang azab kubur, Rasulullah SAW menjawab: "Ya, azab kubur pasti ada." (HR. Bukhari Dalam Kitab Al-Janaiz).

Aisyah Ra meriwayatkan bahawa Rasulullah SAW berdoa dalam solatnya: "Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari azab kubur." (HR. Mutafaqun Alaih).

"Ketika orang-orang yang derhaka kepada Allah tidak mampu menjawab pertanyaan malaikat, lalu ia dipukul dengan besi hingga ia menjerit dengan teriakan yang sangat keras didengar oleh semua makhluk Allah, kecuali Jin dan Manusia," (HR. Bukhari dan Muslim).

Siksa Kubur :: Peringatan daripada Allah swt


Photo ini adalah seorang pemuda berusia 18 tahun yang buruk agamanya, yang meninggal di salah satu rumah sakit di Oman, Timur Tengah. Mayat pemuda tersebut digali kembali dari kuburnya setelah 3 jam di makamkan yang di saksikan oleh ayahnya .


Pemuda tersebut meninggal dirumah sakit dan setelah dimandikan lalu dimakamkan secara Islam hari itu juga. Tetapi setelah pemakaman, ayahnya merasa ragu atas diagnosa dokter dan menginginkan untuk diidentifikasi kembali penyebab kematiannya. Seluruh kerabat dan teman-temannya begitu terkejut saat mereka melihat kondisi mayat . Mayat tsb begitu berbeda dalam 3 jam. Dia berubah tampak keabu-abuan seperti orang yang sudah tua. Rambutnya yang semula hitam legam menjadi putih keperakan seluruhnya seolah seperti kehabisan darah.


Tampak jelas bekas siksaan dan pukulan yang amat keras dan dengan tulang-tulang kaki dan tangan yang hancur begitu juga ujung ujungnya sehingga menekan kebadannya. Seluruh badan dan mukanya memar. Matanya yang terbuka memperlihatkan ketakutan, kesakitan dan keputusasaan. Darah yang begitu jelas menandakan bahwa pemuda tersebut sedang mendapatkan siksaan yang amat berat.


Dan apa yang terjadi selepas mayat tersebut dikeluarkan pandangan yang sangat mengaibkan Rambut yang hitam menjadi putih Dari mulut dan hidung keluar darah yang masih merah pekat seperti baru mengalami siksaan kubur yang sangat keras seperti ada yang memukul dibahagian belakang kepalanya dengan wajah seperti dilemas dan membeku.

Kita juga akan tercengang dg foto di atas ini…

Ini bukan rekayasa sahabatku, namun cerita nyata !

Setelah melihat foto ini, adakah hati ini bergetar ?

Ini adalah foto tentang penggalian mayat yang dikubur baru beberapa jam saja. Saat dikubur, jasadnya masih bagus.

Tetapi setelah digali, karena ada yang keliru, ternyata jenasah didapati dalam keadaan gosong/hangus kehitaman.

Siapa yang membakar ? Ada apa sebenarnya….??

Dalam sebuah hadits yang panjang diriwayatkan dihadapkan orang kafir yg baru mati kepada malaikat Munkar & Nakir :

Rasulullah bersabda : "Maka ruhnya dikembalikan ke jasadnya lalu datanglah dua malaikat dan mendudukkan nya lalu keduanya bertanya kepadanya" :

Siapa Tuhanmu ?
la menjawab, Ha ha saya tidak tahu.

Lalu keduanya bertanya lagi, Apa agamamu ?
Ia menjawab, Ha ha saya tidak tahu.

Keduanya bertanya lagi, Siapa yang diutus kepadamu menjadi nabi ?
Ia menjawab, Ha ha saya tidak tahu.

Maka terdengarlah suara panggilan memanggil dari alas langit, Ia berdusta”.

Hamparkanlah permadani dari neraka, berikanlah pakaian dari neraka dan bukakanlah pintu menuju neraka.

Beliau bersabda, Maka masuklah panasnya dan racunnya neraka, sehingga tulang rusuknya berantakan dan datanglah seorang lelaki yang berwajah buruk, berpakaian kumal dan berbau busuk. Lalu ia berkata, bergembiralah dengan nasib buruk ini yang telah dijanjikan kepadamu sebelumnya.

Si mayat bertanya, Siapakah dirimu ?
Datang berwajah buruk kemudian Ia menjawab Saya adalah amal burukmu.

Maka ia berkata, Ya Tuhan-ku, janganlah Engkau bangkitkan Hari Kiamat.

Ada tambahan dari hadits Jarir bahwa beliau bersabda :

"Kemudian dihadirkan orang buta dan bisu yang ditangannya terdapat cemeti terbuat dari besi. Andaikata digunakan untuk memukul gunung, maka gunung itu akan menjadi debu bertebaran."

(Shahih, HR. Abu Daud, Ahmad dan Hakim dalam Mustadraknya dan beliau berkata bahwa hadits ini shahih menurut syarat Bukhari dan Muslim dan dishahihkan Ibnu Qayyim dalam Tadzhibus Sunan 4/ 348-349)

Wahai sahabatku… betapa dahsyatnya siksa kubur itu. Betapa memilukan, manusia yg tidak bersegera melakukan amal kebaikan. Sesungguhnya amal kebaikan adalah teman yg menyertai kita di alam kubur nanti.

Rasulullah saw bersabda:
“Keberangkatan mayit itu diiringi oleh tiga hal,yaitu; Keluarganya, harta bendanya, dan amal perbuatannya,Yang dua akan kembali pulang, dan yang satunya akan tetap menemaninya. "Yang pulang adalah keluarga dan harta bendanya, sedangkan yang tetap tinggal menemaninya adalah amal perbuatannya” HR. Bukhari- Muslim

Mengingat semua itu, hendaknya mulai saat ini kita berbenah diri dgn memperbanyak amal shalih dan menata diri dan niat ibadah kita,,

Biarlah Allah SWT yang melihat dan menilai amal perbuatan seseorang itu, bukan dilihat dari bentuk tubuhnya, bagus atau jeleknya maupun pangkat atau kedudukan seseorang.

Jangan tertipu dgn indahnya jubah maupun pakaian, namun hati dan niatnya sangat jauh dari Allah…

Rasulullah saw bersabda;
“Sesungguhnya Allah tidak melihat akan bentuk rupa(bentuk tubuhnya) dan hartanya, Namun yang dilihat-Nya (dinilainya) adalah hati dan amal perbuatannya “HR. Bukhari muslim.

Bertolak dari sabda rasulullah diatas, tentunya kita sudah dapat membayangkan dan memfikirkan bahwa dengan mengingat akan datangnya kematian, juga azab-azab kubur kelak,

Akan menambah ketebalan iman pada diri kita, sehingga kita senantiasa melakukan perbuatan baik.

Sesungguhnya manusia yg cerdas adalah orang yg paling banyak mengingat mati dan paling banyak membawa bekal amal untuk menghadapi mati.

MEREKA YANG SUDAH MATI...

INGIN DI HIDUPKAN KEMBALI...

Ya Allah, Tolong Kirim Aku Kembali ke Dunia - Quran 23:99-118

Semoga apa yg kami sampaikan diatas dpat menambah dan memperkokoh iman kita masing-masing. amin….

Senin, 02 Maret 2026

Tadabbur Al-Quran Hal. 449 | @KitabulSalaf

Tadabbur Al-Quran Hal. 449 
----------------------------------------------
بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ

- Al Qur'an Indonesia Tajwid.

- Ash-Saffat ayat 99 :

وَقَالَ اِنِّيْ ذَاهِبٌ اِلٰى رَبِّيْ سَيَهْدِيْنِ

Dan dia (Ibrahim) berkata, “Sesungguhnya aku harus pergi (menghadap) kepada Tuhanku, Dia akan memberi petunjuk kepadaku. [732]

- [732] Nabi lbrahim alaihissalam pergi ke suatu negeri untuk dapat menyembah Allah dan berdakwah.

- Tafsir Al Muyassar Ash-Saffat ayat 99 :

Ibrahim berkata: Sesungguhnya aku berhijrah kepada Rabb-ku dari negeri kaumku ke tempat di mana aku bisa beribadah kepada Rabb-ku, Sesungguhnya Dia akan menunjukkan kebaikan kepadaku dalam agamaku dan duniaku.

- Kisah Nabi & Rasul :

Mengenai firman Allah, <Dan Kami jadikan anak cucunya orang-orang yang melanjutkan keturunan, Nabi Saw. bersabda, "Mereka adalah Sam, Ham, dan Yafiš." Wahab bin Munabbih mengatakan bahwasanya Sam bin Nuh (disebut) dengan Abul Arab, Persia, dan Romawi. Ham (disebut) dengan Abu Sudan, dan Yafis (disebut) dengan Abu Turki dan Ya'juj Ma'juj. Ada juga yang berpendapat bahwa orang-orang Qibti adalah keturunan Qut bin Ham. Menurut lbnu Ishaq, Sam bin Nuh memiliki istri bernama Şalib putri dari Batawil bin Mahujeal bin Akhnukh bin Qayyin bin Adam. Dan dari Sam, lahir Arfaqsyad, Asšur, Luż, dan Aram. lbnu Ishaq mengatakan bahwa tidak diketahui apakah Aram adalah satu ibu atau dari ibu yang berbeda dengan anak Sam lainnya. Dari Luż bin Sam, lahirlah Faris, Jarjan, Tasm, dan Imliq. Dia adalah Abu Amalek. Dan dari keturunan Luż ini lahirlah bangsa-bangsa yang perkasa di Syam (Syiria), mereka disebut dengan bangsa Kananit. Dan dari Luż juga lahirlah Firaun Mesir. Sedang penduduk Bahrain dan Umam yang kemudian mereka dikenal dengan bangsa Jasim. Dan dari mereka menurunkan bani Tayma bin Luż. Dari Aram bin Sam, lahirlah Uz, Gether, dan Hul. Dari Uz lahirlah Gether, Ad, dan Ubayl. Sedang dari Gether bin Aram lahirlah Šamud dan Judays. Mereka berbicara dalam bahasa Arab dengan logat Mesir. Adapun Arfaqsyad, ia memiliki seorang anak bernama Qaynam. la seorang penyihir. Kemudian dari Qaynam lahir Selah, dan dari Selah lahir Abir. Dan dari Abir lahir Peleg atau Qasim dan Yokțan atau Qahtan. Dari Yoktan lahir Ya'rub dan Yaqtan. Keduanya pergi ke Yaman dan dialah orang pertama yang tinggal di Yaman dan menjadi penguasa pertama negeri Yaman. Dan dari Peleg bin Abir lahirlah Argue, dari Argue lahirlah Sorug. dari Sorug lahirlah Nahoer, dari Nahoer lahir Tarukh, dalam bahasa Arab namanya Azar dan dari Azar lahir Ibrāhim. Arpaksyad anak bernama Nimrod. Ada yang mengatakan, dia adalah Nimrod bin Kusy bin Ham bin Nuh. juga mempunyai Kemudian dari Yafiš, lahir Gomer, Marihu, Wa'il, Hawwan, Tubal, Hawsil,VTiras, dan satu anak perempuan bernama Šabokah. Dan masih banyak lagi keturunanketurunannya. (|bnul Asir Al-Jazari, Al-Kāmil fit Tārikhi, Jilid 1: 61-63).

Riyāduş Şālihin :

Dari Imran bin Husain Ra., dari Nabi Saw., beliau bersabda, "Sebaik-baik kalian adalah yang hidup pada zamanku (generasiku), kemudian orang-orang yang datang setelah mereka, selanjutnya orang-orang yang datang setelah mereka -Imran berkata, "Aku tidak tahu apakah Nabi Saw. menyebutkannya dua kali atau tiga kali setelah mereka akan datang orang-orang yang memberikan kesaksian padahal mereka tidak dimintai kesaksian. Mereka berkhianat dan tidak dapat dipercaya. Mereka bernazar tanpa melaksanakannya, dan sebagian mereka tampak Hadis di atas memberikan faedah:
(a) Keutamaan orang-orang Islam yang hidup pada tiga periode pertama secara keseluruhan, bukan dilihat dari masing-masing personal. gemuk." (HR A-Bukhari-Muslim).
(b) Munculnya kelemahan kaum muslimin setelah tiga periode pertama itu karena mereka tenggelam dalam kenikmatan, melampaui batas dalam syahwat, dan munculnya kegemukan karena kelebihan makan.
(Dr. Muştafā Sa'id Al-Khin, Nuzhatul Muttaqina Syarhu Riyādis Sālihina, Juz 1, 1407 H/1987 M: 445). m

- Nasihat & Pelajaran :

Di antara keutamaan Nabi Nuh As. adalah Allah Swt. memberikan pujian dan sanjungan-Nya, é(yaitu) anak cucu dari orang-orang yang Kami bawa bersama-sama Nuh. Sesungguhnya dia adalah hamba (Allah) yang banyak bersyukur. (QS Al-Isrā, 17: 3) Semua ini tidak lain agar nikmat yang Allah berikan kepadanya diketahui. Mempergunakan kenikmatan-kenikmatan pada tempat yang semestinya merupakan isyarat bahwabpenyelamatan dirinya dan orang-orang yang bersamanya itu adalah karena keberkahan syukurnya. Di samping hal itu, sebagai motivasi juga bagi anak cucunya supaya bisa mengikuti dan mencontohnya. Karena pada intinya, syukur itu adalah melaksanakan ketaatan-ketaatan baik dengan hati, ucapan, atau perbuatan. Oleh karena itu, apabila Nabi Nuh selesai makan, ia berdoa "Segala puji hanya milik Allah yang telah memberiku makan, seandainya Engkau berkehendak, niscaya aku kelaparan. Setelah minum beliau berdoa, Segala puji hanya milik Allah yang telah memberiku minum, seandainya Engkau berkehendak, niscaya aku kehausan, dan demikian pula ketika berpakaian, 'Segala puji hanya milik Allah yang telah memberiku pakaian Seandainya Engkau berkehendak, niscaya aku telanjang. (Abdurrahman An-Najdi, Taisirul Manan fi Qasaşil Quran, 1429 H: 38).

- Hadis Nabawi :

Dari Abdur Rahman bin Abu Amrah, dari Abu Hurairah Ra., ia berkata, Rasulullah Saw. bersabda, "Aku orang yang paling dekat dengan Isa bin Maryam As. di dunia dan akhirat, dan para Nabi adalah bersaudara (dari keturunan) satu ayah dengan ibu yang berbeda, sedangkan agama mereka satu." (HR Bukhāri, Sahihu'l Bukhari, Juz 2 No. Hadis 3443, 1400 H: 489).

- HADIS NIAGA QS Aş-Sāffāt, 37: 87 :

Senantiasa Berprasangka Baik kepada Allah

Dari Abu Hurairah dia berkata, Rasulullah bersabda: "Allah berfirman: Aku berada dalam prasangka hamba-Ku dan Aku selalu bersamanya jika dia mengingat-Ku. Jika dia mengingat-Ku dalam dirinya, Aku mengingatnya dalam diri-Ku. Jika dia mengingat-Ku dalam perkumpulan, Aku mengingatnya dalam perkumpulan yang lebih baik daripada mereka. ika dia mendekatkan diri kepada-Ku sejengkal, Aku mendekatkan diri kepadanya sehasta. Jika dia mendekatkan diri kepada-Ku sehasta, Aku mendekatkan diri kepadanya sedepa. Jika dia mendatangi-Ku dalam keadaan berjalan, Aku mendatanginya dalam keadaan berlari." (HR Bukhari, 1713)

- AMAL NIAGA :
1. Tetaplah Anda berprasangka baik kepada Allah & dalam segala hal: ketika berdoa, mencari rezeki, dan sebagainya.
2. Sebagai seorang niagawan muslim, janganlah Anda berputus asa dari rahmat Allah.
3. Sebagai mukmin, hendaklah Anda bersyukur kepada Allah & karena adanya maiyyah khäsşah (kebersamaan Allah dengan orang-orang beriman) yang mengakibatkan turunnya pertolongan dan penjagaan dari-Nya.

- Tadabbur Surah As-Saffat Ayat 77-102 :

1. Ayat 77-82 meneruskan kisah Nabi Nuh sebelumnya. Allah jadikan anak keturunan Nuh  sebagai penerus generasi berikutnya, diabadikan sejarahnya sampai akhir zaman dan diberi keselamatan di tengah kehancuran umatnya.  Semua itu adalah balasan Allah atas orang yang taat pada-Nya. Sungguh Nabi Nuh adalah hamba yang beriman kepada Allah dengan keimanan yang mendalam. Sedangkan kaumnya yang kafir Allah tenggelamkan semuanya. 
2. Ayat 83-98 menjelaskan Nabi Ibrahim seperti Nabi Nuh yang bertugas menyampaikan dakwah Tauhid kepada kaumnya. Penolakan  kaumnya dan sampai ia dibakar dijelaskan sebelumnya dalam surat Al-Anbiya’ ayat 51-73.  
3. Ayat 99-102 menjelaskan Ibrahim datang kepada Allah minta petunjuk dan agar diberi keturunan yang saleh. Setelah anaknya beranjak remaja, Ibrahim mendapat wahyu agar ia  menyembelih anaknya. Setelah disampaikan,  anaknya pun setuju dan sabar menghadapinya.