بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيم

Selasa, 10 Maret 2026

Tadabbur Al-Quran Hal. 450 | @KitabulSalaf

Tadabbur Al-Quran Hal. 450 | @KitabulSalaf
----------------------------------------------
بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ

- Al Qur'an Indonesia Tajwid.

- Ash-Saffat ayat 125 :

اَتَدْعُوْنَ بَعْلًا وَّتَذَرُوْنَ اَحْسَنَ الْخَالِقِيْنَۙ

Patutkah kamu menyembah Ba’l dan kamu tinggalkan (Allah) sebaik-baik pencipta. [735]

- [735] Ba'l adalah nama salah satu berhala dari orang Phunicia.

- Tafsir Al Muyassar Ash-Saffat ayat 125 :

Bagaimana kalian menyembah berhala yang lemah lagi makhluk, dan kalian meninggalkan sebaik-baik pencipta yang disifati dengan sifat-sifat terbaik dan paling sempurna, lalu kalian tidak menyembah-Nya?

- Kisah Nabi & Rasul :

Terdapat perbedaan pendapat di kalangan ulama kaum muslimin terdahulu mengenai siapa sebenarnya anak lbrahim yang disembelih itu. Sebagian mereka berkata, "Dia adalah İsmail." Sedang menurut sebagian lainnya, ia adalah Ishag. Kedua pendapat ini diriwayatkan dari Nabi Saw. Riwayat yang menerangkan bahwa yang disembelih itu adalah ishaq; Al-Ahnap meriwayatkan dari Al-Abbas bin Abdul Muțalib, dari Rasulullah Saw., tentang firman-Nya, Dan Kami tebus anak itu dengan seekor sembelihan yang besar
(Qs Aş-Şāffāt, 37: 107) maksudnya Ishaq. Dan di antara yang berpendapat bahwa dia itu Ishaq adalah Umar bin Al-Khațtab, Ali, A-Abbas bin Abdul Mutalib, putranya Al-Abbas yaitu Abullah (bnu Abbas) sebagaimana yang diriwayatkan dari Ikrimah, Abdullah bin Mas'ud, Ka ab, Ibnu Sabit, lbnu Abu Hużail, dan Masruq.

Riwayat yang menerangkan bahwa yang disembelih itu Ismail diriwayatkan dari As-Sanabih, ia berkata, "Ketika kami berada di samping Muawiyah bin Abu Sufyan, orang-orang yang ada di sana menyebutkan tentang Ad-Dabih (orang yang disembelih), ia berkata, "Menurut orang yang lebih mengetahui, aku kemukakan kepada kamu; ketika kami berada di samping Rasulullah Saw. tiba-tiba datang seseorang seraya berkata, Ya Rasulullah! Sebutkanlah kepadaku apa saja yang Allah berikan kepadamu tentang dua anak yang disembelih? Maka Nabi Saw. pun tertawa. Lalu ditanyakan kepada Muawiyah; Siapa dua orang yang disembelih itu? la menjawab, 'Sesungguhnya Abdul Mutalib bernażar akan menyembelih salah seorang dari anak-anaknya jika Allah memudahkan penggalian sumur Zamzam. Dalam undian itu keluarlah nama Abdullah, ayah Nabi Saw. Lantas ia menebusnya dengan seratus unta. Diriwayatkan juga dari Said bin Jubair, Yusuf bin Mihran, As-Sya'bi, Mujahid, Ața bin Abu Rabah, seluruhnya dari Ibnu Abbas bahwa ia berkata, "Sesungguh-nya yang disembelih itu adalah lsmail." lbnu Abbas berkata, "Orang-orang Yahudi meyakini bahwa dia adalah Ishaq, sesungguhnya Yahudi telah berdusta." Berkata Abu Tufail, As-Syabi, Mujahid, Al-Hasan, dan Muhamad Al-Qurdi, "Dia adalah lsmail". As-Syabi berkata, "Aku melihat di Ka'bah ada dua tanduk gibas." Muhamad bin Ka'ab berkata, "Sesungguhnya anak Ibrahim yang diperintahkan Allah untuk disembelih adalah Ismail. Dalam hal ini, Allah Swt. telah mengisahkan anak lbrahim yang disembelih. Allah berfirman, Dan Kami beri dia kabar gembira dengan (kelahiran) Ishaq... sedang Allah tidak memerintah kepada lbrahim untuk menyembelihnya (shaq). (bnu Ašir Al-Jazari, Al-Kamil fit Tarikh, Jilid 1: 83-86).

- Riyāduş Şālihin :

Dari Abu Hurairah Ra., ia berkata, "Rasulullah Saw. bersabda, 'Barangsiapa dikehendaki Allah kebaikan pada dirinya, maka Dia akan mengujinya." (HR AI-Bukhari). Hadiš tersebut memberikan faedah bahwa orang yang beriman tidak akan terlepas dari ujian. Sesungguhnya apa yang menimpanya itu tiada lain adalah kebaikan bagi dirinya, karena ketika itu ia berlindung hanya kepada Allah Swt. dan penghapus kesalahan-kesalahannya. (Dr. Muştafā Sa'id Al-Khin, Nuzhatul Muttaqina Syarhu Riyādis Sālihina, Juz 1, 1407 H/1987 M: 71).

- Hadis Nabawi :

Dari Şafiyyah binti Syaibah Ummu ManŞur, ia berkata, "Telah mengabarkan kepadaku seorang perempuan dari Bani Sulaim yang telah melahirkan seorang budak wanita pada salah satu keluarga kami. Rasulullah Saw. mengutus Ušman bin Talhah. Pada kesempatan lain ia pernah bertanya kepada kepada Uśman bin Talhah, "Mengapa Nabi Saw. memanggilmu?" Dia menjawab, 'Sesungguhnya saya melihat dua tanduk kambing ketika saya memasuki Ka'bah, lalu saya lupa menyuruh kamu menutupinya, sekarang tutupilah kedua tanduk tersebut. Sesungguhnya di dalam Ka'bah tidak boleh ada sesuatu yang bisa menyibukkan seseorang darí salat. (HR Ahmad, Abu'l Fidā Al-Qurasyi, Qisaşu'l Anbiyā, 1417 H/1977 M: 204).

- Nasihat & Pelajaran :

Sebelum melaksanakan apa yang diperintahkan Allah dalam mimpinya, Nabi lbrahim terlebih dahulu menyampaikan kepada putranya yang akan disembelih itu, seraya berkata, "Wahai anakku! Sesungguhnya aku bermimpi bahwa aku menyembelihmu." Hal itu tidak lain kecuali untuk membersihkan hatinya dan meringankannya tatkala mengambilnya dan menyembelihnya dibandingkan dengan cara dipaksa. Seorang anak yang sabar dan murah hati sebagaimana yang Allah sifati memberi jawaban yang tepat dan penuh petunjuk. la menolong ayahnya dalam melaksanakan ketaatan dan menunaikan perintah-Nya, meringankan musibah yang Allah ujikan kepadanya. la tidak berkeluh kesah dan insya Allah akan bersabar menghadapinya. Ternyata dalam beribadah, berserah diri dan menyerahkan diri secara total kepada perintah Alah Swt, merupakan sebuah keniscayaan. (Abdurrahmān An-Najdi, Taisirul Manān fi Qasaşil Qurān, 1429 M: 87).

- HADIS NIAGA QS Aş-Şāffat, 37: 113 :

Mendoakan Keberkahan dalam Jual-Beli

Dari Urwah bin Abu Ja'ad Al-Bariqi, dia berkata bahwasanya dia pernah diberi uang satu dinar oleh Rasulullah untuk membeli binatang yang akan dijadikan kurban, yaitu seekor kambing. Namun, Urwah membeli dua ekor kambing. Lalu, dia menjual salah satunya dengan satu dinar. Urwah pun datang kepada Rasulullah dengan satu dinar dan satu kambing lalu beliau mendoakannya agar dia mendapat keberkahan dalam jual-belinya. Seandainya Urwah membeli tanah, dia juga akan untung dalam pembelian itu. (HR Abu Dawud, 3384) 

- AMAL NIAGA :

1. Doakanlah seorang muslim yang dianugerahi nikmat agama dan dunia agar Allah senantiasa memberikan keberkahan kepadanya dan berdoalah agar Allah & menganugerahi rezeki yang lebih baik kepada orang tersebut. Menurut ajaran Islam, Anda diperbolehkan melakukan aktivitas jual-beli fuqüli, yaitu jual-beli dengan membelanjakan harta orang lain tanpa izin. Jual-beli tersebut dinyatakan sah setelah pemilik harta mengizinkannya. Jika Anda memiliki barang dagangan, Anda dapat menitipkannya kepada orang lain untuk dijualkan dengan memberinya sejumlah komisi.

- Tadabbur Surah As-Saffat Ayat 102-126 :

1. Ayat 103-113 meneruskan kisah Ibrahim menyembelih anaknya. Ketika Ibrahim dan anak sudah pasrah dan Ibrahim siap menyembelih anaknya, Allah memanggilnya dan memuji ketaatannya dalam menerima ujian. Lalu, seketika itu juga Allah ganti dengan seekor hewan sembelihan yang besar. Karenanya, Allah abadikan pujian bagi Ibrahim sampai akhir zaman. Allah berikan padanya keselamatan dan  keberkahan bagi anak cucu-Nya, termasuk Ishak. Namun, dari keturunan Ishak ada yang  baik dan ada pula yang zalim. 
2. Ayat 114-122 menjelaskan besarnya karunia yang Allah berikan kepada Musa dan Harun. Allah selamatkan mereka dari bahaya besar,  memenangkan mereka dari Fir’aun dan prajuritnya dan memberi mereka Kitab Taurat agar mereka berada pada jalan yang lurus. Allah jadikan pujian untuk mereka sampai akhir zaman. Allah anugerahkan pada mereka keselamatan sebagai balasan bagi orang yang taat pada-Nya. Sungguh keduanya hamba yang kuat imannya. 
3. Ayat 123-126 menjelaskan kisah Nabi Ilyas ketika mengajak kaumnya bertakwa kepada  Allah. Ilyas memprotes mereka menyembah  berhala “Ba’l” dan tidak menyembah Allah; sebaik-baik Pencipta yang telah menciptakan mereka dan nenek moyang mereka sebelumnya. 

Kamis, 05 Maret 2026

Khusnudhon dan Mengingat Serta Mendekat Kepada Allah | @KitabulSalaf

One Day One Hadits (380) | @KitabulSalaf
------------------------------------------
بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ

Khusnudhon dan Mengingat Serta Mendekat Kepada Allah

عَنْ أَبِى هُرَيْرَةَ – رضى الله عنه – قَالَ قَالَ النَّبِىُّ – صلى الله عليه وسلم – « يَقُولُ اللَّهُ تَعَالَى أَنَا عِنْدَ ظَنِّ عَبْدِى بِى ، وَأَنَا مَعَهُ إِذَا ذَكَرَنِى ، فَإِنْ ذَكَرَنِى فِى نَفْسِهِ ذَكَرْتُهُ فِى نَفْسِى ، وَإِنْ ذَكَرَنِى فِى مَلأٍ ذَكَرْتُهُ فِى مَلأٍ خَيْرٍ مِنْهُمْ ، وَإِنْ تَقَرَّبَ إِلَىَّ بِشِبْرٍ تَقَرَّبْتُ إِلَيْهِ ذِرَاعًا ، وَإِنْ تَقَرَّبَ إِلَىَّ ذِرَاعًا تَقَرَّبْتُ إِلَيْهِ بَاعًا ، وَإِنْ أَتَانِى يَمْشِى أَتَيْتُهُ هَرْوَلَةً »

Dari Abu Hurairah –radhiyallahu ‘anhu-, ia berkata bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Allah Ta’ala berfirman: Aku sesuai persangkaan hamba-Ku. Aku bersamanya ketika ia mengingat-Ku. Jika ia mengingat-Ku saat bersendirian, Aku akan mengingatnya dalam diri-Ku. Jika ia mengingat-Ku di suatu kumpulan, Aku akan mengingatnya di kumpulan yang lebih baik daripada pada itu (kumpulan malaikat). Jika ia mendekat kepada-Ku sejengkal, Aku mendekat kepadanya sehasta. Jika ia mendekat kepada-Ku sehasta, Aku mendekat kepadanya sedepa. Jika ia datang kepada-Ku dengan berjalan (biasa), maka Aku mendatanginya dengan berjalan cepat.” (HR. Bukhari no. 6970 dan Muslim no. 2675).

Pelajaran yang terdapat di dalam hadist:

1. Hadits ini adalah hadits qudsi, yaitu hadits yang diriwayatkan dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dari Allah Ta’ala (lafazh dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, maknanya dari Allah).

2. Allah merealisasikan apa yang disangkakan hamba-Nya yang beriman. Sebagaimana hal ini adalah makna “أَنَا عِنْدَ ظَنِّ عَبْدِى بِى” (Aku sesuai persangkaan hamba pada-Ku).

3. Hadits ini mengajarkan untuk berhusnuzhon (berprasangka baik) pada Allah. 

4. Hadits ini menunjukkan sifat kebersamaan Allah dengan hamba-Nya (ma’iyyatullah). Dan sifat kebersamaan yang disebutkan dalam hadits ini adalah sifat kebersamaan yang khusus.

5. Dorongan untuk berdzikir pada Allah baik dalam keadaan bersendirian dan terang-terangan.

6. Allah akan menyebut-nyebut orang yang mengingat-Nya. Jika Allah menyebut-nyebut seperti ini, menunjukkan bahwa sebutan tersebut mengandung pujian dan kasih sayang Allah (rahma Allah) pada hamba tersebut.

7. Balasan sesuai dengan amalan yang dilakukan (al jaza’ min jinsil ‘amal).

8. Hadits ini menunjukkan dekatnya hamba pada Allah dan dekatnya Allah pada hamba-Nya.

9. Kedekatan Allah pada hamba itu bertingkat-tingkat. Ada hamba yang Allah lebih dekat padanya lebih dari yang lain.

10. Kedekatan Allah didekati dengan penyebutan sesuatu yang terindra seperti dengan jengkal, hasta dan depa. Namun ini cuma secara maknawi yang menunjukkan Allah itu dekat.

Tema hadist yang berkaitan dengan Al-Quran:

1. Balasan sesuai dengan amal yang dilakukan

فَاذْكُرُونِي أَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوا لِي وَلَا تَكْفُرُونِ

Karena itu, ingatlah kamu kepada-Ku niscaya Aku ingat (pula) kepadamu, dan bersyukurlah kepada-Ku, dan janganlah kamu mengingkari (nikmat)-Ku.
[Surat Al-Baqara : 152]

2. Diantara nama Allah, Al-Qariib, Al-Mujiib
إِنَّ رَبِّي قَرِيبٌ مُجِيبٌ

Sesungguhnya Tuhanku amat dekat (rahmat-Nya) lagi memperkenankan (doa hamba-Nya)".
[Surat Hud : 61]

3. Allah SWT ingin agar kita mengerti bahwa Ia telah meletakkan kunci surga di tangan kita. Di setiap tangan kita ada penunjuk jalan yang akan mengantarkan kita ke surga atau ke neraka. Oleh karena itu apabila engkau memenuhi janji Allah maka Ia akan memenuhi janji-Nya. Jika engkau mengingat Allah maka Allah akan mengingatmu. Jika engkau menolong Allah maka Allah akan menolongmu.

وَأَوْفُوا بِعَهْدِي أُوفِ بِعَهْدِكُمْ وَإِيَّايَ فَارْهَبُونِ

Dan penuhilah janji kalian kepada-Ku, niscaya Aku akan penuhi janji-Ku kepada kalian; dan hanya kepada-Ku-lah kamu harus takut (tunduk). (QS. Al-Baqarah [2]: 40)

Selasa, 03 Maret 2026

Malam Pertama Di Alam Kubur - Siksa Kubur | @KitabulSalaf

Alam Kubur (18)
---------------------
بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ

Renungan (Kisah Nyata) : "Malam Pertama Di Alam Kubur - Siksa Kubur!"

Umar bin Abdul Aziz, salah seorang penguasa di antara penguasa-penguasa Dinasti Umawiyah, sebelum menjadi khalifah, setiap hari mengganti pakaian lebih dari satu kali. Ia memiliki emas dan perak, pembantu dan istana, makanan dan minuman serta segala yang ia inginkan.

Tapi, seperti dikisahkan Dr Aidh Al Qarni dalam bukunya Sentuhan Spiritual terbitan Al Qalam, ketika Umar bin Abdul Aziz memangku kekhalifahan dan menjadi penanggung jawab urusan kaum Muslimin, ia meninggalkan semua itu, sebab ia ingat malam pertama di dalam kubur.

Umar bin Abdul Aziz berdiri di atas mimbar di hari Jumat. Ia kemudian menangis. Ia telah dibaiat umat Islam sebagai pemimpin. Di sekelilingnya terdapat para pemimpin, menteri, ulama, penyair dan panglima pasukan.

Ia berkata, ''Cabutlah pembaiatan kalian!''
Mereka menjawab, ''Kami tidak menginginkan selain Anda.''
Umar bin Abdul Aziz kemudian memangku jabatan itu, sedang ia sendiri membencinya.

Tak sampai seminggu kemudian, kondisi tubuhnya sangat lemah dan air mukanya telah berubah. Bahkan, ia tidak mempunyai baju kecuali hanya satu. Orang-orang bertanya kepada istrinya tentang apa yang terjadi pada khalifah.

Istrinya menjawab, ''Demi Allah, ia tidak tidur semalaman. Demi Allah, ia beranjak ke tempat tidurnya, membolak-balik tubuhnya seolah tidur di atas bara api. Ia mengatakan, ''Ah, ah, aku memangku urusan umat Muhammad saw, sedang pada hari Kiamat nanti aku akan dimintai tanggungjawab oleh fakir dan miskin, anak-anak dan para janda.''


Salah seorang ulama berkata kepadanya, ''Wahai Amirul Mukminin. Kami melihat Anda di Makkah sebelum menjabat kepemimpinan, Anda berada dalam kondisi penuh nikmat, sehat dan bugar. Gerangan apa yang telah mengubah diri Anda?''

Umar bin Abdul Aziz kemudian menangis hingga tulang rusuknya nyaris terkilir. Umar berkata kepada ulama yang tak lain adalah Ibnu Ziyad.

''Wahai Ibnu Ziyad, bagaimana bila engkau melihatku di dalam kubur setelah tiga hari, satu hari aku melepaskan pakaianku dan aku berbantal debu, meninggalkan kekasihku, meninggalkan teman-temanku ? Bagaimana jika engkau melihat setalah tiga hari ? Demi Allah, engkau akan melihat pemandangan yang buruk!''

Maka, kita meminta kepada Allah SWT untuk mendapatkan perbuatan baik.

Aidh Al Qarni kemudian berkata, ''Demi Allah, seandainya seorang pemuda hidup seribu tahun dari umurnya dengan mengurusi urusannya, menikmati semua kelezatan selama seribu tahun itu, mencicipi kelezatan selama seribu tahun itu di dalam istana yang dihuninya, ia tidak akan terlena oleh bingung sepanjang hidupnya."

''Tidak, kebingungan itu tidak bisa ditolak dari dalam dadanya. Tidaklah semua kenikmatan selama seribu tahun itu cukup untuk memenuhi satu malam di dalam kuburnya,'' kata Aidh Al Qarni mengingatkan.


Utsman bin Affan ketika mendengar jenazah tersiar, ia menangis sampai pingsan sehingga orang-orang membawanya seperti jenazah ke rumahnya. Mereka bertanya kepadanya dalam satu kesempatan, ''Apa yang terjadi padamu ?''

Utsman menjawab, ''Aku mendengar Rasulullah saw bersabda, ''Kuburan itu tempat pertama di akhirat.'' Hadits Riwayat Ahmad.

Jika seorang hamba selamat darinya, maka sungguh ia sangat berbahagia. Tapi jika ia disiksa di dalam kubur, kita berlindung kepada Allah SWT, sungguh ia telah merugi di akhir keseluruhannya.

Aidh Al Qarni mengisahkan dalam bukunya Sentuhan Spiritual Aidh Al Qarni, ''Kubur itu dari sebagian taman surga atau lubang dari sebagian lubang neraka. Jika ia baik, maka yang setelahnya merupakan yang terbaik di sisi Tuhan. Tapi jika buruk, maka setelahnya lebih menyengsarakan bagi hamba yang berpaling dari jalan Allah."

Aidh Al Qarni melanjutkan, Aku mendatangani kuburan, aku kemudian memanggilnya, ''Di manakah orang yang diagungkan dan orang yang dihinakan ? Mereka semua musnah, tiada pemberi kabar. Dan, mereka semua mati dan kabar itu pun mati."

Wahai orang yang bertanya kepadaku tentang orang-orang yang telah berlalu, tidakkah engkau mengambil pelajaran dari sesuatu yang telah berlalu. Anak-anak orang kaya itu pergi dan berlalu, maka keindahan bentuk itu pun dihapuskan.


Aidh Al Qarni mengisahkan, aku datang ke kuburan. Kuburan para pemimpin dan para bawahan. kuburan raja dan rakyat jelata, kuburan orang-orang kaya dan orang-orang miskin. Semua sama di sisi Allah.

Apakah Anda melihat kuburan yang unggul dari kuburan yang lain ? Apakah malaikat itu terjun ke dalam kubur yang terbuat dari emas atau perak ? Demi Allah, ia telah meninggalkan kerajaan, istana, tentara dan segala sesuatu yang ia miliki. Ia mengenakan sepotong kain, seperti yang kita kenakan. Dan, ia pun dikuburkan di dalam tanah.

''Wahai Anak Adam, ibumu telah melahirkanmu dalam keadaan menangis, sementara orang-orang di sekelilingmu, tertawa penuh rasa bahagia. Maka, beramallah untuk dirimu agar engkau menjadi orang yang tertawa penuh bahagia ketika orang-orang di sekelilingmu menangis pada hari kematianmu.''

Di antara manusia, masih ada yang beramal untuk hari kematian itu. Mereka selalu siap untuk bertemu dengan Allah SWT. Mereka selalu mengamati detik kematian itu dalam setiap saat.(dm)

Semoga bisa menjadi renungan kita semua..

Bahwa maut bisa menjemput kapan saja..

Sumber : http://www.dokumenpemudatqn.com/

SIKSA KUBUR ITU NYATA !

Aisyah Ra bertanya tentang azab kubur, Rasulullah SAW menjawab: "Ya, azab kubur pasti ada." (HR. Bukhari Dalam Kitab Al-Janaiz).

Aisyah Ra meriwayatkan bahawa Rasulullah SAW berdoa dalam solatnya: "Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari azab kubur." (HR. Mutafaqun Alaih).

"Ketika orang-orang yang derhaka kepada Allah tidak mampu menjawab pertanyaan malaikat, lalu ia dipukul dengan besi hingga ia menjerit dengan teriakan yang sangat keras didengar oleh semua makhluk Allah, kecuali Jin dan Manusia," (HR. Bukhari dan Muslim).

Siksa Kubur :: Peringatan daripada Allah swt


Photo ini adalah seorang pemuda berusia 18 tahun yang buruk agamanya, yang meninggal di salah satu rumah sakit di Oman, Timur Tengah. Mayat pemuda tersebut digali kembali dari kuburnya setelah 3 jam di makamkan yang di saksikan oleh ayahnya .


Pemuda tersebut meninggal dirumah sakit dan setelah dimandikan lalu dimakamkan secara Islam hari itu juga. Tetapi setelah pemakaman, ayahnya merasa ragu atas diagnosa dokter dan menginginkan untuk diidentifikasi kembali penyebab kematiannya. Seluruh kerabat dan teman-temannya begitu terkejut saat mereka melihat kondisi mayat . Mayat tsb begitu berbeda dalam 3 jam. Dia berubah tampak keabu-abuan seperti orang yang sudah tua. Rambutnya yang semula hitam legam menjadi putih keperakan seluruhnya seolah seperti kehabisan darah.


Tampak jelas bekas siksaan dan pukulan yang amat keras dan dengan tulang-tulang kaki dan tangan yang hancur begitu juga ujung ujungnya sehingga menekan kebadannya. Seluruh badan dan mukanya memar. Matanya yang terbuka memperlihatkan ketakutan, kesakitan dan keputusasaan. Darah yang begitu jelas menandakan bahwa pemuda tersebut sedang mendapatkan siksaan yang amat berat.


Dan apa yang terjadi selepas mayat tersebut dikeluarkan pandangan yang sangat mengaibkan Rambut yang hitam menjadi putih Dari mulut dan hidung keluar darah yang masih merah pekat seperti baru mengalami siksaan kubur yang sangat keras seperti ada yang memukul dibahagian belakang kepalanya dengan wajah seperti dilemas dan membeku.

Kita juga akan tercengang dg foto di atas ini…

Ini bukan rekayasa sahabatku, namun cerita nyata !

Setelah melihat foto ini, adakah hati ini bergetar ?

Ini adalah foto tentang penggalian mayat yang dikubur baru beberapa jam saja. Saat dikubur, jasadnya masih bagus.

Tetapi setelah digali, karena ada yang keliru, ternyata jenasah didapati dalam keadaan gosong/hangus kehitaman.

Siapa yang membakar ? Ada apa sebenarnya….??

Dalam sebuah hadits yang panjang diriwayatkan dihadapkan orang kafir yg baru mati kepada malaikat Munkar & Nakir :

Rasulullah bersabda : "Maka ruhnya dikembalikan ke jasadnya lalu datanglah dua malaikat dan mendudukkan nya lalu keduanya bertanya kepadanya" :

Siapa Tuhanmu ?
la menjawab, Ha ha saya tidak tahu.

Lalu keduanya bertanya lagi, Apa agamamu ?
Ia menjawab, Ha ha saya tidak tahu.

Keduanya bertanya lagi, Siapa yang diutus kepadamu menjadi nabi ?
Ia menjawab, Ha ha saya tidak tahu.

Maka terdengarlah suara panggilan memanggil dari alas langit, Ia berdusta”.

Hamparkanlah permadani dari neraka, berikanlah pakaian dari neraka dan bukakanlah pintu menuju neraka.

Beliau bersabda, Maka masuklah panasnya dan racunnya neraka, sehingga tulang rusuknya berantakan dan datanglah seorang lelaki yang berwajah buruk, berpakaian kumal dan berbau busuk. Lalu ia berkata, bergembiralah dengan nasib buruk ini yang telah dijanjikan kepadamu sebelumnya.

Si mayat bertanya, Siapakah dirimu ?
Datang berwajah buruk kemudian Ia menjawab Saya adalah amal burukmu.

Maka ia berkata, Ya Tuhan-ku, janganlah Engkau bangkitkan Hari Kiamat.

Ada tambahan dari hadits Jarir bahwa beliau bersabda :

"Kemudian dihadirkan orang buta dan bisu yang ditangannya terdapat cemeti terbuat dari besi. Andaikata digunakan untuk memukul gunung, maka gunung itu akan menjadi debu bertebaran."

(Shahih, HR. Abu Daud, Ahmad dan Hakim dalam Mustadraknya dan beliau berkata bahwa hadits ini shahih menurut syarat Bukhari dan Muslim dan dishahihkan Ibnu Qayyim dalam Tadzhibus Sunan 4/ 348-349)

Wahai sahabatku… betapa dahsyatnya siksa kubur itu. Betapa memilukan, manusia yg tidak bersegera melakukan amal kebaikan. Sesungguhnya amal kebaikan adalah teman yg menyertai kita di alam kubur nanti.

Rasulullah saw bersabda:
“Keberangkatan mayit itu diiringi oleh tiga hal,yaitu; Keluarganya, harta bendanya, dan amal perbuatannya,Yang dua akan kembali pulang, dan yang satunya akan tetap menemaninya. "Yang pulang adalah keluarga dan harta bendanya, sedangkan yang tetap tinggal menemaninya adalah amal perbuatannya” HR. Bukhari- Muslim

Mengingat semua itu, hendaknya mulai saat ini kita berbenah diri dgn memperbanyak amal shalih dan menata diri dan niat ibadah kita,,

Biarlah Allah SWT yang melihat dan menilai amal perbuatan seseorang itu, bukan dilihat dari bentuk tubuhnya, bagus atau jeleknya maupun pangkat atau kedudukan seseorang.

Jangan tertipu dgn indahnya jubah maupun pakaian, namun hati dan niatnya sangat jauh dari Allah…

Rasulullah saw bersabda;
“Sesungguhnya Allah tidak melihat akan bentuk rupa(bentuk tubuhnya) dan hartanya, Namun yang dilihat-Nya (dinilainya) adalah hati dan amal perbuatannya “HR. Bukhari muslim.

Bertolak dari sabda rasulullah diatas, tentunya kita sudah dapat membayangkan dan memfikirkan bahwa dengan mengingat akan datangnya kematian, juga azab-azab kubur kelak,

Akan menambah ketebalan iman pada diri kita, sehingga kita senantiasa melakukan perbuatan baik.

Sesungguhnya manusia yg cerdas adalah orang yg paling banyak mengingat mati dan paling banyak membawa bekal amal untuk menghadapi mati.

MEREKA YANG SUDAH MATI...

INGIN DI HIDUPKAN KEMBALI...

Ya Allah, Tolong Kirim Aku Kembali ke Dunia - Quran 23:99-118

Semoga apa yg kami sampaikan diatas dpat menambah dan memperkokoh iman kita masing-masing. amin….

Senin, 02 Maret 2026

Tadabbur Al-Quran Hal. 449 | @KitabulSalaf

Tadabbur Al-Quran Hal. 449 
----------------------------------------------
بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ

- Al Qur'an Indonesia Tajwid.

- Ash-Saffat ayat 99 :

وَقَالَ اِنِّيْ ذَاهِبٌ اِلٰى رَبِّيْ سَيَهْدِيْنِ

Dan dia (Ibrahim) berkata, “Sesungguhnya aku harus pergi (menghadap) kepada Tuhanku, Dia akan memberi petunjuk kepadaku. [732]

- [732] Nabi lbrahim alaihissalam pergi ke suatu negeri untuk dapat menyembah Allah dan berdakwah.

- Tafsir Al Muyassar Ash-Saffat ayat 99 :

Ibrahim berkata: Sesungguhnya aku berhijrah kepada Rabb-ku dari negeri kaumku ke tempat di mana aku bisa beribadah kepada Rabb-ku, Sesungguhnya Dia akan menunjukkan kebaikan kepadaku dalam agamaku dan duniaku.

- Kisah Nabi & Rasul :

Mengenai firman Allah, <Dan Kami jadikan anak cucunya orang-orang yang melanjutkan keturunan, Nabi Saw. bersabda, "Mereka adalah Sam, Ham, dan Yafiš." Wahab bin Munabbih mengatakan bahwasanya Sam bin Nuh (disebut) dengan Abul Arab, Persia, dan Romawi. Ham (disebut) dengan Abu Sudan, dan Yafis (disebut) dengan Abu Turki dan Ya'juj Ma'juj. Ada juga yang berpendapat bahwa orang-orang Qibti adalah keturunan Qut bin Ham. Menurut lbnu Ishaq, Sam bin Nuh memiliki istri bernama Şalib putri dari Batawil bin Mahujeal bin Akhnukh bin Qayyin bin Adam. Dan dari Sam, lahir Arfaqsyad, Asšur, Luż, dan Aram. lbnu Ishaq mengatakan bahwa tidak diketahui apakah Aram adalah satu ibu atau dari ibu yang berbeda dengan anak Sam lainnya. Dari Luż bin Sam, lahirlah Faris, Jarjan, Tasm, dan Imliq. Dia adalah Abu Amalek. Dan dari keturunan Luż ini lahirlah bangsa-bangsa yang perkasa di Syam (Syiria), mereka disebut dengan bangsa Kananit. Dan dari Luż juga lahirlah Firaun Mesir. Sedang penduduk Bahrain dan Umam yang kemudian mereka dikenal dengan bangsa Jasim. Dan dari mereka menurunkan bani Tayma bin Luż. Dari Aram bin Sam, lahirlah Uz, Gether, dan Hul. Dari Uz lahirlah Gether, Ad, dan Ubayl. Sedang dari Gether bin Aram lahirlah Šamud dan Judays. Mereka berbicara dalam bahasa Arab dengan logat Mesir. Adapun Arfaqsyad, ia memiliki seorang anak bernama Qaynam. la seorang penyihir. Kemudian dari Qaynam lahir Selah, dan dari Selah lahir Abir. Dan dari Abir lahir Peleg atau Qasim dan Yokțan atau Qahtan. Dari Yoktan lahir Ya'rub dan Yaqtan. Keduanya pergi ke Yaman dan dialah orang pertama yang tinggal di Yaman dan menjadi penguasa pertama negeri Yaman. Dan dari Peleg bin Abir lahirlah Argue, dari Argue lahirlah Sorug. dari Sorug lahirlah Nahoer, dari Nahoer lahir Tarukh, dalam bahasa Arab namanya Azar dan dari Azar lahir Ibrāhim. Arpaksyad anak bernama Nimrod. Ada yang mengatakan, dia adalah Nimrod bin Kusy bin Ham bin Nuh. juga mempunyai Kemudian dari Yafiš, lahir Gomer, Marihu, Wa'il, Hawwan, Tubal, Hawsil,VTiras, dan satu anak perempuan bernama Šabokah. Dan masih banyak lagi keturunanketurunannya. (|bnul Asir Al-Jazari, Al-Kāmil fit Tārikhi, Jilid 1: 61-63).

Riyāduş Şālihin :

Dari Imran bin Husain Ra., dari Nabi Saw., beliau bersabda, "Sebaik-baik kalian adalah yang hidup pada zamanku (generasiku), kemudian orang-orang yang datang setelah mereka, selanjutnya orang-orang yang datang setelah mereka -Imran berkata, "Aku tidak tahu apakah Nabi Saw. menyebutkannya dua kali atau tiga kali setelah mereka akan datang orang-orang yang memberikan kesaksian padahal mereka tidak dimintai kesaksian. Mereka berkhianat dan tidak dapat dipercaya. Mereka bernazar tanpa melaksanakannya, dan sebagian mereka tampak Hadis di atas memberikan faedah:
(a) Keutamaan orang-orang Islam yang hidup pada tiga periode pertama secara keseluruhan, bukan dilihat dari masing-masing personal. gemuk." (HR A-Bukhari-Muslim).
(b) Munculnya kelemahan kaum muslimin setelah tiga periode pertama itu karena mereka tenggelam dalam kenikmatan, melampaui batas dalam syahwat, dan munculnya kegemukan karena kelebihan makan.
(Dr. Muştafā Sa'id Al-Khin, Nuzhatul Muttaqina Syarhu Riyādis Sālihina, Juz 1, 1407 H/1987 M: 445). m

- Nasihat & Pelajaran :

Di antara keutamaan Nabi Nuh As. adalah Allah Swt. memberikan pujian dan sanjungan-Nya, é(yaitu) anak cucu dari orang-orang yang Kami bawa bersama-sama Nuh. Sesungguhnya dia adalah hamba (Allah) yang banyak bersyukur. (QS Al-Isrā, 17: 3) Semua ini tidak lain agar nikmat yang Allah berikan kepadanya diketahui. Mempergunakan kenikmatan-kenikmatan pada tempat yang semestinya merupakan isyarat bahwabpenyelamatan dirinya dan orang-orang yang bersamanya itu adalah karena keberkahan syukurnya. Di samping hal itu, sebagai motivasi juga bagi anak cucunya supaya bisa mengikuti dan mencontohnya. Karena pada intinya, syukur itu adalah melaksanakan ketaatan-ketaatan baik dengan hati, ucapan, atau perbuatan. Oleh karena itu, apabila Nabi Nuh selesai makan, ia berdoa "Segala puji hanya milik Allah yang telah memberiku makan, seandainya Engkau berkehendak, niscaya aku kelaparan. Setelah minum beliau berdoa, Segala puji hanya milik Allah yang telah memberiku minum, seandainya Engkau berkehendak, niscaya aku kehausan, dan demikian pula ketika berpakaian, 'Segala puji hanya milik Allah yang telah memberiku pakaian Seandainya Engkau berkehendak, niscaya aku telanjang. (Abdurrahman An-Najdi, Taisirul Manan fi Qasaşil Quran, 1429 H: 38).

- Hadis Nabawi :

Dari Abdur Rahman bin Abu Amrah, dari Abu Hurairah Ra., ia berkata, Rasulullah Saw. bersabda, "Aku orang yang paling dekat dengan Isa bin Maryam As. di dunia dan akhirat, dan para Nabi adalah bersaudara (dari keturunan) satu ayah dengan ibu yang berbeda, sedangkan agama mereka satu." (HR Bukhāri, Sahihu'l Bukhari, Juz 2 No. Hadis 3443, 1400 H: 489).

- HADIS NIAGA QS Aş-Sāffāt, 37: 87 :

Senantiasa Berprasangka Baik kepada Allah

Dari Abu Hurairah dia berkata, Rasulullah bersabda: "Allah berfirman: Aku berada dalam prasangka hamba-Ku dan Aku selalu bersamanya jika dia mengingat-Ku. Jika dia mengingat-Ku dalam dirinya, Aku mengingatnya dalam diri-Ku. Jika dia mengingat-Ku dalam perkumpulan, Aku mengingatnya dalam perkumpulan yang lebih baik daripada mereka. ika dia mendekatkan diri kepada-Ku sejengkal, Aku mendekatkan diri kepadanya sehasta. Jika dia mendekatkan diri kepada-Ku sehasta, Aku mendekatkan diri kepadanya sedepa. Jika dia mendatangi-Ku dalam keadaan berjalan, Aku mendatanginya dalam keadaan berlari." (HR Bukhari, 1713)

- AMAL NIAGA :
1. Tetaplah Anda berprasangka baik kepada Allah & dalam segala hal: ketika berdoa, mencari rezeki, dan sebagainya.
2. Sebagai seorang niagawan muslim, janganlah Anda berputus asa dari rahmat Allah.
3. Sebagai mukmin, hendaklah Anda bersyukur kepada Allah & karena adanya maiyyah khäsşah (kebersamaan Allah dengan orang-orang beriman) yang mengakibatkan turunnya pertolongan dan penjagaan dari-Nya.

- Tadabbur Surah As-Saffat Ayat 77-102 :

1. Ayat 77-82 meneruskan kisah Nabi Nuh sebelumnya. Allah jadikan anak keturunan Nuh  sebagai penerus generasi berikutnya, diabadikan sejarahnya sampai akhir zaman dan diberi keselamatan di tengah kehancuran umatnya.  Semua itu adalah balasan Allah atas orang yang taat pada-Nya. Sungguh Nabi Nuh adalah hamba yang beriman kepada Allah dengan keimanan yang mendalam. Sedangkan kaumnya yang kafir Allah tenggelamkan semuanya. 
2. Ayat 83-98 menjelaskan Nabi Ibrahim seperti Nabi Nuh yang bertugas menyampaikan dakwah Tauhid kepada kaumnya. Penolakan  kaumnya dan sampai ia dibakar dijelaskan sebelumnya dalam surat Al-Anbiya’ ayat 51-73.  
3. Ayat 99-102 menjelaskan Ibrahim datang kepada Allah minta petunjuk dan agar diberi keturunan yang saleh. Setelah anaknya beranjak remaja, Ibrahim mendapat wahyu agar ia  menyembelih anaknya. Setelah disampaikan,  anaknya pun setuju dan sabar menghadapinya. 

KUBUR JADI SEMPIT DAN PERTANYAAN DI ALAM KUBUR | @KitabulSalaf

Tematik (231)
---------------------
بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ

KUBUR JADI SEMPIT DAN PERTANYAAN DI ALAM KUBUR

Masih melanjutkan pembahasan Syarhus Sunnah karya Imam Al-Muzani rahimahullah. Kali ini tentang pembahasan Alam Kubur.

Imam Al-Muzani rahimahullah berkata,

ثُمَّ هُمْ بَعْدَ الضَّغْطَةِ فِي القُبُوْرِ مُسَاءَلُوْنَ

“Kemudian mereka setelah dihimpit dalam kubur akan ditanya.”

Kubur yang sempit

Setelah mayit diletakkan di dalam kubur, maka kubur akan menghimpit dan menjepit dirinya. Tidak seorang pun yang dapat selamat dari himpitannya. Beberapa hadis menerangkan bahwa kubur menghimpit Sa’ad bin Muadz radhiyallahu ‘anhu , padahal kematiannya membuat ‘Arsy bergerak, pintu-pintu langit terbuka, serta malaikat sebanyak tujuh puluh ribu menyaksikannya. Dalam Sunan An-Nasa’i diriwayatkan dari Ibnu Umar radhiyallahu ‘anhuma bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

هَذَا الَّذِى تَحَرَّكَ لَهُ الْعَرْشُ وَفُتِحَتْ لَهُ أَبْوَابُ السَّمَاءِ وَشَهِدَهُ سَبْعُونَ أَلْفًا مِنَ الْمَلاَئِكَةِ لَقَدْ ضُمَّ ضَمَّةً ثُمَّ فُرِّجَ عَنْهُ

“Inilah yang membuat ‘Arsy bergerak, pintu-pintu langit dibuka, dan disaksikan oleh tujuh puluh ribu malaikat. Sungguh ia dihimpit dan dijepit (oleh kubur). Akan tetapi kemudian dibebaskan.” (Disahihkan oleh syaikh al-Albani rahimahullah. Lihat Misykah Al-Mashabih 1:49; Silsilah Ash-Shahihah, no. 1695)

Dalam hadits dalam musnad Imam Ahmad disebutkan,

إِنَّ لِلْقَبْرِ ضَغْطَةً وَلَوْ كَانَ أَحَدٌ نَاجِياً مِنْهَا نَجَا مِنْهَا سَعْدُ بْنُ مُعَاذٍ

“Sesungguhnya kubur mempunyai penyempitan, jika ada seorang yang selamat darinya niscaya selamat darinya adalah Sa’ad bin Mu’adz.” (HR. Ahmad, 6:55. Syaikh Syuaib Al-Arnauth mengatakan bahwa hadits ini sahih).

‘Abdullah bin Abbas radhiyallahu ‘anhuma meriwayatkan bahwa Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

لَوْ نَجَا أَحَدٌ مِنْ ضَمَّةِ الْقَبْرِ لَنَجَا سَعْدُ بْنُ مُعَاذٍ و لَقَدْ ضُمَّ ضَمَّةً ثُمَّ روخي عَنْهُ

“Jikalau ada seorang yang selamat dari penyempitan kubur, niscaya Sa’ad bin Mu’adz akan selamat. Akan tetapi, sungguh kuburnya telah disempitkan dengan sangat sempit, kemudian dilapangkan (setelah itu) untuknya. (HR. Thabrani dan disahihkan oleh Al-Albani di dalam kitab Shahih Al-Jaami’, no. 5306)

Bahkan sampai kuburan bayi dan anak kecil tidak selamat. Dari Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

لَوْ أَفْلَتَ أَحَدٌ مِنْ ضَمَّةِ الْقَبْرِ لَأَفْلَتَ هَذَا الصَّبِيُّ.

“Jikalau seorang selamat dari penyempitan kubur niscaya selamatlah bayi ini.” (HR. Ath Thabrany dan dishahihkan oleh Al-Albani di dalam kitab Shahih Al-Jaami’, 5:56)

Imam As-Suyuthi rahimahullah berkata, bahwa Abu Al-Qasim As-Sa’di berkata, “Tidak ada yang selamat dari penyempitan kubur, baik seorang yang saleh atau yang tidak saleh. Cuma perbedaan antara seorang muslim dengan seorang kafir di dalamnya adalah penyempitan yang terus menerus untuk seorang kafir. Adapun orang beriman mendapat keadaan seperti ini ketika pertama-tama turun ke dalam kuburnya, kemudian dikembalikan menjadi lapang untuknya. Dan maksud dari pernyempitan kubur adalah bertemunya dua sisi samping kubur tersebut menyempitkan jasad si mayit.” Al-Hakim At-Tirmidzi berkata, “Sebab penyempitan ini adalah bahwa tiada seorang pun kecuali ia telah melakukan sebuah dosa, maka diganjar dengan penyempitan ini sebagai balasan atasnya, kemudian rahmat Allah menghampirinya. Demikian pula penyempitan untuk Sa’ad bin Mu’adz lantaran meremehkan masalah kencing.” Lihat kitab Hasyiyat As-Suyuthi wa As-Sindi ‘ala Sunan An-Nasa’i, 3:292. Maktabah Syamilah.

Ditanya di kubur

Allah Ta’ala berfirman,

يُثَبِّتُ اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُوا بِالْقَوْلِ الثَّابِتِ فِي الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَفِي الآخِرَةِ وَيُضِلُّ اللَّهُ الظَّالِمِينَ وَيَفْعَلُ اللَّهُ مَا يَشَاءُ

“Allah meneguhkan (iman) orang-orang yang beriman dengan ucapan yang teguh itu dalam kehidupan di dunia dan di akhirat; dan Allah menyesatkan orang-orang yang lalim dan memperbuat apa yang Dia kehendaki.” (QS. Ibrahim: 27)

Tafsiran ayat “Allah meneguhkan orang-orang yang beriman dengan ucapan yang teguh …” dijelaskan dalam hadits berikut.

عَنِ الْبَرَاءِ بْنِ عَازِبٍ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ – صلى الله عليه وسلم – قَالَ « الْمُسْلِمُ إِذَا سُئِلَ فِى الْقَبْرِ يَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَأَنَّ مُحَمَّدًا رَسُولُ اللَّهِ ، فَذَلِكَ قَوْلُهُ ( يُثَبِّتُ اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُوا بِالْقَوْلِ الثَّابِتِ فِى الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَفِى الآخِرَةِ)

Dari Al-Bara’ bin ‘Azib, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Jika seorang muslim ditanya di dalam kubur, ia akan berikrar bahwa tidak ada sesembahan yang berhak disembah selain Allah dan Muhammad adalah utusan Allah, maka inilah tafsir ayat: ‘Allah meneguhkan (iman) orang-orang yang beriman dengan ucapan yang teguh itu dalam kehidupan di dunia dan di akhirat.’ ” (HR. Bukhari, no. 4699)

Dari Al-Bara’ bin ‘Azib pula, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menerangkan tentang ayat “Allah meneguhkan (iman) orang-orang yang beriman dengan ucapan yang teguh itu dalam kehidupan di dunia dan di akhirat”, beliau mengatakan,

فِى الْقَبْرِ إِذَا قِيلَ لَهُ مَنْ رَبُّكَ وَمَا دِينُكَ وَمَنْ نَبِيُّكَ

“Di dalam kubur akan ditanyakan siapa Rabbmu, apa agamamu, dan siapa nabimu.” (HR. Tirmidzi, no. 3120. Imam Tirmidzi mengatakan bahwa hadits ini hasan sahih. Hadits ini dikeluarkan pula oleh Bukhari, no. 1369 dan Muslim, no. 2871)

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu berkata, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

إِذَا قُبِرَ الْمَيِّتُ أَوْ قَالَ أَحَدُكُمْ أَتَاهُ مَلَكَانِ أَسْوَدَانِ أَزْرَقَانِ يُقَالُ لأَحَدِهِمَا الْمُنْكَرُ وَالآخَرُ النَّكِيرُ ، فَيَقُولَانِ : مَا كُنْتَ تَقُولُ فِي هَذَا الرَّجُلِ ؟ فَيَقُولُ مَا كَانَ يَقُولُ : هُوَ عَبْدُ اللَّهِ وَرَسُولُهُ ، أَشْهَدُ أَنْ لا إِلَهَ إِلا اللَّهُ ، وَأَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ . فَيَقُولانِ : قَدْ كُنَّا نَعْلَمُ أَنَّكَ تَقُولُ هَذَا ، ثُمَّ يُفْسَحُ لَهُ فِي قَبْرِهِ سَبْعُونَ ذِرَاعًا فِي سَبْعِينَ ، ثُمَّ يُنَوَّرُ لَهُ فِيهِ ، ثُمَّ يُقَالُ لَهُ : نَمْ ، فَيَقُولُ : أَرْجِعُ إِلَى أَهْلِي فَأُخْبِرُهُمْ ، فَيَقُولَانِ : نَمْ كَنَوْمَةِ الْعَرُوسِ الَّذِي لا يُوقِظُهُ إِلا أَحَبُّ أَهْلِهِ إِلَيْهِ حَتَّى يَبْعَثَهُ اللَّهُ مِنْ مَضْجَعِهِ ذَلِكَ.

وَإِنْ كَانَ مُنَافِقًا قَالَ : سَمِعْتُ النَّاسَ يَقُولُونَ فَقُلْتُ مِثْلَهُ لا أَدْرِي . فَيَقُولَانِ : قَدْ كُنَّا نَعْلَمُ أَنَّكَ تَقُولُ ذَلِكَ ، فَيُقَالُ لِلأَرْضِ : الْتَئِمِي عَلَيْهِ ، فَتَلْتَئِمُ عَلَيْهِ ، فَتَخْتَلِفُ فِيهَا أَضْلاعُهُ ، فَلا يَزَالُ فِيهَا مُعَذَّبًا حَتَّى يَبْعَثَهُ اللَّهُ مِنْ مَضْجَعِهِ ذَلِكَ

“Apabila mayit atau salah seorang dari kalian sudah dikuburkan, ia akan didatangi dua malaikat hitam dan biru, salah satunya Munkar dan yang lain Nakir, keduanya berkata, “Apa pendapatmu tentang orang ini (Nabi Muhammad)?” Maka ia menjawab sebagaimana ketika di dunia, “Abdullah dan Rasul-Nya, aku bersaksi bahwa tiada sesembahan yang berhak disembah kecuali Allah, dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah utusan Allah. Keduanya berkata, “Kami telah mengetahui bahwa kamu dahulu telah mengatakan itu.” Kemudian kuburannya diperluas 70 x 70 hasta, dan diberi penerangan, dan dikatakan, “Tidurlah.” Dia menjawab, “Aku mau pulang ke rumah untuk memberitahu keluargaku.” Keduanya berkata, “Tidurlah, sebagaimana tidurnya pengantin baru, tidak ada yang dapat membangunkannya kecuali orang yang paling dicintainya, sampai Allah membangkitkannya dari tempat tidurnya tersebut.”

Apabila yang meninggal adalah orang munafik, ia menjawab, “Aku mendengar orang mengatakan aku pun mengikutinya dan saya tidak tahu.” Keduanya berkata, “Kami berdua sudah mengetahui bahwa kamu dahulu mengatakan itu.” Dikatakan kepada bumi, “Himpitlah dia, maka dihimpitlah jenazah tersebut sampai tulang rusuknya berserakan, dan ia akan selalu merasakan azab sampai Allah bangkitkan dari tempat tidurnya tersebut.” (HR. Tirmidzi, no. 1071. Al-Hafizh Abu Thahir mengatakan bahwa sanad hadits ini hasan).

Orang yang kuat imannya yang bisa menjawab pertanyaan kubur

Bukti di alam kubur, ahli ikhlas dan orang yang kuat imannya akan mudah menjawab pertanyaan kubur adalah riwayat berikut.

Al-Mas’udi berkata, dari ‘Abdullah bin Mukhariq, dari bapaknya, dari ‘Abdullah, ia berkata, “Sesungguhnya seorang mukmin jika meninggal dunia, ia akan didudukkan di kuburnya. Ia akan ditanya, ‘Siapa Rabbmu?’, ‘Apa agamamu?’, ‘Siapa nabimu?’. Allah akan menguatkan orang beriman itu untuk menjawab. Ia akan menjawab, ‘Rabbku Allah, agamaku Islam, nabiku Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam.’ Lantas ‘Abdullah membacakan firman Allah surat Ibrahim ayat 27.” (Diriwayatkan oleh Ath-Thabari dan ‘Abdullah bin Imam Ahmad dalam As-Sunnah, no. 1429; Al-Baihaqi dalam ‘Adzab Al-Qabr, no. 9. Semuanya dari jalur Al-Mas’udi dengan sanad yang hasan. Lihat Tafsir Al-Qur’an Al-‘Azhim, 4: 612)

Referensi:

Iidhah Syarh As-Sunnah li Al-Muzani.Cetakan Tahun 1439 H. Syaikh Dr. Muhammad bin ‘Umar Salim Bazmul. Penerbit Darul Mirats An-Nabawiy.

Syarh As-Sunnah. Cetakan kedua, Tahun 1432 H. Imam Al-Muzani. Ta’liq: Dr. Jamal ‘Azzun. Penerbit Maktabah Dar Al-Minhaj.

Tamam Al–Minnah ‘ala Syarh As-Sunnah li Al-Imam Al-Muzani.Khalid bin Mahmud bin ‘Abdul ‘Aziz Al-Juhani alukah net.

Senin, 23 Februari 2026

Tadabbur Al Quran hal. 448 | @KitabulSalat

Tadabbur Al-Quran Hal. 448 
----------------------------------------------
بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ

- Al Qur'an Indonesia Tajwid.

- Ash-Saffat ayat 64 :

اِنَّهَا شَجَرَةٌ تَخْرُجُ فِيْٓ اَصْلِ الْجَحِيْمِۙ

Sungguh, itu adalah pohon yang keluar dari dasar neraka Jahim,

- Asbabun Nuzul Ash-Saffat ayat 64 :

Diriwayatkan oleh Ibnu Jarir yang bersumber dari Qatadah. Diriwayatkan juga oleh Ibnu Jarir yang bersumber dari As-Suddi, bahwa Abu Jahl mengejek kaum Muslimin dengan ucapan: "Demi Allah kawan setiamu ini (Muhammad) menganggap bahwa di neraka ada sebuah pohon padahal sebagaimana kita ketahui bahwa api dapat memusnahkan pohon, kami tidak mengenal Az-Zaqqum. Yang kita ketahui itu ialah kurma dan mentega". Berkenaan dengan peristiwa ini turunlah ayat ini sebagai bantahan dengan ucapan Abu Jahl yang menegaskan bahwa pohon Az-Zaqqum itu tumbuh dari dasar neraka Jahannam.

- Tafsir Al Muyassar Ash-Saffat ayat 64 :

Sesungguhnya ia adalah pohon yang tumbuh di dasar Jahanam,

- Riyāduş şālihin :

Dari Anas Ra.. ia berkata, "Tatkala Nabi Saw. sakit parah hingga beliau hampir pingsan, Fatimah berkata, Aduhai betapa parahnya sakit ayahku!' Nabi Saw. bersabda kepadanya, Ayahmu tidak akan sakit parah lagi setelah hari ini.' Dan tatkala Nabi Saw. telah wafat, Fatimah berkata, Wahai ayahku yang telah memenuhi panggilan Rabbnya, wahai ayahku yang surga Firdaus adalah tempat kembalinya, wahai ayahku yang kepada Jibril kami memberitahukan kematiannya.' Dan tatkala telah dikuburkan, Fatimah berkata, Wahai Anas, apakah engkau tidak merasa canggung menaburi Rasulullah Saw. dengan tanah?" (HR AI-Bukhāri).

Hadis di atas memberikan faedah:
(a) Dibolehkan menaruh iba kepada seseorang ketika menghadapi sakaratul maut.
(b) Dibolehkan menyebut sifat-sifat baiknya setelah ia meninggal.
(c) Kesabaran Nabi Saw. atas apa yang menimpa beliau, yakni sakaratul maut dan kesulitannya.
(Dr. Mustafā Sa id Al-Khin, Nuzhatul Muttaqina Syarhu Riyādis sālihina, Juz 1, 1407 H/1987 M: 60).

- Hadis Nabawi :

Imam Al-Bukhāri Ra. berkata, telah menceritakan kepada kami Al-Humaidi, ia berkata, telah menceritakan kepada kami AI-Walid bin Muslim, ia berkata, telah menceritakan kepada kami Jābir, ia berkata, telah menceritakan kepadaku Umair bin Hani, bahwa dia mendengar Muawiyah berkata, "Aku pernah mendengar Nabi Saw. bersabda, 'Akan senantiasa ada dari umatku suatu golongan yang menegakkan perintah Allah, mereka tidak akan dibahayakan oleh orang yang mendustakan mereka, tidak dibahayakan juga oleh yang menyelisihi mereka hingga keputusan Allah datang kepada mereka sedang mereka masih dalam keadaan seperti
itu." (HR Al-Bukhāri, Sahihu'l Bukhāri, Juz 4, No. Hadis, 7460, 1400 H: 396).

- Hadiš Qudsi :

Dari Abu Sa'id Ra., ia berkata, Rasulullah Saw. bersabda, "(Pada hari kiamat) Nabi Nuh As. dan umatnya datang lalu Allah Swt. bertanya kepada Nuh As., Apakah kamu telah menyampaikan (ajaran) Nuh menjawab, Sudah, wahai Tuhanku.'Kemudian Allah Swt. bertanya kepada umatnya, Apakah benar dia telah menyampaikan kepada kalian? Mereka menjawab, Tidak, tidak ada seorang Nabi pun yang datang kepada kami. Lalu Allah Swt. berfirman kepada Nuh, Siapa yang menjadi saksi atasmu?' Nabi Nuh berkata, Muhammad Saw. dan umatnya. Rasulullah berkata, maka kita pun bersaksi bahwa Nabi Nuh As. telah menyampaikan risalah kepada umatnya. Begitulah seperti yang difirmankan Allah Swt. (Dan demikian pula Kami telah menjadikan kamu (umat Islam)"umat pertengahan agar kamu menjadi saksi atas (perbuatan) manusia dan agar Rasul
(Muhammad) menjadi saksi atas (perbuatan) kamu .. (QS AI-Baqarah, 2: 143). (HR Al-Bukhāri, Sahihu'l Bukhäri, Juz 2, No. Hadis, 3339, 1403 H: 453).

- HADIS NIAGA QS As-Sāffāt, 37: 61 :

Perintah untuk Mengerjakan Amal Saleh

Dari lbnu Abbas & bahwasanya Rasulullah datang menemui orang-orang yang menyediakan minuman dalam pelayanan haji lalu beliau meminta minum. Maka dari itu, Al-Abbas berkata, "Wahai Fadhl, pergilah kepada ibumu dan berilah Rasulullah minuman darinya." Lalu, beliau bersabda: "Berilah aku air minum." Lalu, A-Abbas berkata, "Wahai Rasulullah, mereka membuat dengan tangan mereka sendiri." Beliau bersabda: "Berilah aku air minum." Lalu, beliau menghampiri air Zamzam lalu meminumnya bersamaan dengan orang-orang yang sedang meminumnya dan bekerja di sana. Lalu, beliau bersabda: "Bekerjalah karena kalian sedang beramal saleh." Kemudian, beliau bersabda. "Seandainya bukan karena kalian akan tersingkirkan, tentu aku akan turun ikut bekerja hingga aku ikatkan tali di sini (bahu)." Beliau menunjuk kepada bahunya. (HR Bukhari, 1554)

- Tadabbur Surah As-Saffat Ayat 52-76 :

Ayat 52-76 meneruskan pembahasan sebelumnya tentang penghuni surga yang ingat temannya saat di dunia. Temannya tidak beriman pada hari kebangkitan, kiamat dan pembalasan. Lalu ia mengajak sahabat-sahabatnya untuk melihat neraka. Iapun melihat temannya di neraka dan berkata: Demi Allah, engkau nyaris mencelakakanku. Kalau tidak karena rahmat Allah, pasti aku diseret ke neraka seperti kamu. Kita semua merasakan mati dan sekarang selamat dari azab. Sungguh yang kita raih sekarang adalah kesuksesan yang amat besar. Untuk meraihnya, memerlukan amal saleh yang banyak.  

Lalu Allah bertanya kepada mereka : Mana yang lebih baik, hidangan surga atau pohon  Zaqqum? Kami jadikan pohon Zaqqum itu azab  bagi kaum yang kafir. Ia tumbuh dari dasar neraka Jahim. Mayangnya seperti kepala setan.  Mereka memakannya sampai perut mereka penuh sesak. Kemudian diberi minuman bercampur api panas. Sungguh tempat kembali adalah  neraka Jahim.

Mereka di dunia mengikuti nenek moyang mereka yang sesat dengan penuh semangat. Sebelum kafir Quraisy, sudah banyak  kaum yang tersesat. Allah utus para Rasul-Nya kepada mereka. Mengapa tidak dipelajari bagaimana Allah menimpakan azab kepada mereka? Hanya mereka yang diberi Allah keikhlasan menjalankan ajaran-Nya yang selamat.  

Sebelumnya, Nabi Nuh menghadapi kekafiran kaumnya yang sangat dahsyat sehingga ia  berdoa agar Allah hancurkan mereka. Allahpun mengabulkannya dan menyelamatkannya dari bencana banjir besar. 

Jumat, 20 Februari 2026

INILAH EMPAT BEKAL SANGAT PENTING PAGI PEBISNIS/PEDAGANG MUSLIM AGAR SELAMAT DUNIA AKHERAT | @KitabulSalaf

Tematik (229)
---------------------
بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ

INILAH EMPAT BEKAL SANGAT PENTING PAGI PEBISNIS/PEDAGANG MUSLIM AGAR SELAMAT DUNIA AKHERAT

Pebisnis yang dimaksudkan di sini tak mesti pebisnis besar, bahka ini mencakup pedagang kecil sekalipun,  dan juga mencakup pula bisnis yang via online.

Bisnis/berdagang adalah profesi yang mulia dalam Islam selagi mengikuti aturaan main syari’at.  

Makanya kita tahu Nabi shollalloohu ‘alayhi wa sallam dulu juga  seorang pedagang, dan para sahabat rodhialloohu ‘anhum kebanyakan mereka pekerjaannya adalah berdagang.

Namun jika dalam berdagang lalu kita menyelisisi syari’at, maka ancamannya tidak main-main sebagaimana Nabi shollallahu ‘alaihi wa sallam pernah bersabda

إِنَّ التُّجَّارَ يُبْعَثُونَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ فُجَّارًا، إِلَّا مَنِ اتَّقَى اللَّهَ وَبَرَّ وَصَدَقَ
“Sesungguhnya PARA PEDAGANG AKAN DIBANGKITKAN PADA HARI KIAMAT SEBAGAI SEORANG FAJIR (PENDOSA), KECUALI PEDAGANG YANG BERTAKWA KEPADA ALLAH , BAIK LAGI JUJUR’. 
*HR. Tirmidzi [1210]. Kata al Albani rohimahulloh dalam )

Nah, terkait ini ada EMPAT PANDUAN SANGAT PENTING yang harus benar-benar diperhatikan khususnya para pebisnis/ pedang musli.

Keempat panduan ini ditegaskan Nabi shollalloohu ‘alayhi wa sallam dalam hadits berikut :

أَرْبَعٌ إِذَا كُنَّ فِيكَ، فَلاَ عَلَيْكَ مَا فَاتَكَ مِنَ الدُّنْيَا: حِفْظُ أَمَانَةٍ، وَصِدْقُ حَدِيثٍ، وَحُسْنُ خَلِيقَةٍ، وَعِفَّةٌ فِى طُعْمة
“EMPAT HAL yang seandainya ada pada dirimu, maka TIDAK AKAN PERNAH MERUGIKANMU atas hal-hal yang engkau luput dari perkara-perkara dunia: 
(1) Menjaga Amanah 
(2) Bicara jujur, 
(3) Akhlak yang baik, dan 
(4) Menjaga ‘iffah pada makanan.” 
*HR Ahmad [6652], dll. Kata al Albani rohimahulloh dalam Shohihul Jami’ [873]:’Shohih’.
(Silsilah Ash-Shahihah no. 733)

PENJELASAN ATAS EMPAT PERKATA TERSEBUT

PERTAMA
حِفْظُ أَمَانَةٍ
‘Menjaga amanah’.

Menjaga Amanah yang dimaksud adalah ia akan selalu amanah dalam menjaga hak-hak manusia khususnya saat berdagang. 
Di mana dalam berdagang ia tidak melakukan penipuan, tidak berbuat curang atau hal-hal serupa itu.

Bahkan seorang pedagang muslim JIKA PUN IA DICURANGI ATAU DIKHIANATI OLEH PEDAGANG LAIN, IA TAK AKAN MEMBALAS DENGAN MENCURANGINYA LAGI !
Tetap ia akan konsisten menjaga Amanah !

Nabi shollalloohu ‘alayhi wa sallam mengingatkan :
أَدِّ الْأَمَانَةَ إِلَى مَنْ ائْتَمَنَكَ وَلَا تَخُنْ مَنْ خَانَكَ
‘TUNAIKANLAH AMANAH orang yang memberikan amanah tersebut kepadamu, dan JANGANLAH MENGKHIANATI ORANG YANG SEKALIPUN IA MENGKHIANATIMU !’
*HR. Abu Daud, dll. Kata al Albani rohimahulloh dalam Shohih Abi Dawud  [3534) :’Shohih’.

KEDUA
وَصِدْقُ حَدِيثٍ
‘Selalu berkata jujur’

Pedagang muslim dalam berdagang tak akan pernah mau berdusta.
Ia tak akan mau berdusta hanya untuk meraih keuntungan duniawi.

Ia akan selalu ingat pesan Nabi shollalloohu ‘alayhi wa sallam:
إِيَّاكُمْ وَالْكَذِبَ فَإِنَّ الْكَذِبَ يَهْدِي إِلَى الْفُجُورِ وَالْفُجُورَ يَهْدِي إِلَى النَّارِ
“Berhati-hatilah kalian dari dusta! Karena dusta akan menyeret kepada kefajiran, dan kefajiran akan menyeret ke Neraka.” 
(HSR. Bukhari [6094], dan Muslim [2607]
 
KETIGA
حُسْنُ خَلِيقَةٍ
‘Berahklak baik’

Pedagang muslim akan selalu menjaga akhlak dan adab sampaipun saat berdagang. Ia akan menjauhi dari kata kata kotor, keji  atau menyakiti orang lain saat berdagang.

Tak akan meremehkan para pembeli yang walau membeli dagangannya dengan nilai kecil. 
Ia selalu menghargai semuanya dan bersikap lembut.

‘Abdullah bin ‘Amru rodhialloohu ‘anhu mengisahkan:
لَمْ يَكُنِ النبيُّ صَلَّى اللهُ عليه وسلَّمَ فَاحِشًا ولَا مُتَفَحِّشًا، وكانَ يقولُ: إنَّ مِن خِيَارِكُمْ أحْسَنَكُمْ أخْلَاقًا.
Rosululloh shollallohu ‘alaihi wasallam TIDAK PERNAH BERBUAT KEJI, dan TIDAK PULA MENURUH BERBUAT KEJI (baik keji perbuatan maupun ucapan -pent),  dan beliau bersabda: “Sesungguhnya SEBAIK-BAIKNYA KALIAN adalah YANG PALING MULIA AKHLAKNYA’. 
*HSR. Bukhori [3559] dan Muslim [2321]

KEEMPAT
وَعِفَّةٌ فِى طُعْمة
‘Menjaga ‘iffah (harga diri/kehormatan)  pada hal makanannya’

Maksudnya ia berupaya keras MERAIH RIZKI ITU DARI JALAN YANG HALAL, SERAYA MENJAUHI CARA DAGANG YANG HARAM. 

Sebab orang yang meraih rizki dari cara haram pada dasarnya ia TIDAK MENJAGA HARGA DIRI DAN KEHORMATANNYA !

Makanya Rosululloh shollallohu ‘alaihi wa sallam bersabda:
كُلُّ لَحْمٍ نَبَتَ مِنْ سُحْتٍ فَالنَّارُ أَوْلَى بِهِ
“Setiap daging yang tumbuh dari yang haram, maka Neraka lebih layak baginya.”
HR Turmudzi, dll. Kata al Albani dalam Shohih at Tirmidzi [614]:’Shohih’.

Walhamdu lillaahi robbil ‘aalamiin, wa shollalloohu ‘alaa Muhammadin…