Tadabbur Al-Quran Hal. 475
----------------------------------------------
بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ
- Al Qur'an Indonesia Tajwid.
- Gafir ayat 68 :
هُوَ الَّذِيْ يُحْيٖ وَيُمِيْتُۚ فَاِذَا قَضٰىٓ اَمْرًا فَاِنَّمَا يَقُوْلُ لَهٗ كُنْ فَيَكُوْنُ ࣖ
Dialah yang menghidupkan dan mematikan. Maka apabila Dia hendak menetapkan sesuatu urusan, Dia hanya berkata kepadanya, “Jadilah!” Maka jadilah sesuatu itu.
- Tafsir Al Muyassar Gafir ayat 68 :
Hanya Allah semata yang bisa menghidukan dan mematikan. Bila Dia menetapkan suatu perkara, maka Dia tinggal berfirman: jadilah. Maka ia pun jadi. Tiada yang bisa menolak keputusan-Nya.
- Mujam Gafir ayat 68 :
Al Qada'u maknanya ialah ketetapan sebuah urusan, baik dengan perkataan maupun perbuatan, darn Alah maupun dari manusia. Diantara ketetapan Alah dengan perkataan seperti dalam firman-Nya, Dan Tuhanmu menetapkan agar kalian tidak menyembah kecual kepada-Nya (05 Al-srā, 17. 23). Maksudnya, Dia telah memerintahkan agar tidak menyembah selain-Nya. Dan dt antara ketetapan Allah dengan perbuatan seperti dalam firman-Nya, «Dan Alah memutuskan dengan kebenaran. Sedang mereka yang disembah selain-Nya tidak mampu memutuskan dengan sesuatu apa pun (QS Gatir, 40 20). (Ar-Ragib AlAsfahäni, Mujamu Mufra däti Aifäzi Al.Our ani, 1431 H/2010 M: 305)
- Tazkiyyatun Nafs :
Perhatikanlah hikmah daun! Anda jumpai dalam satu daun terdapat sejumlah serat memanjang yang amat mengagumkan bagi yang melihat. Ada yang besar-besar, panjang, dan lebar. Ada yang kecil-kecil, terselip di antara yang besar-besar tersebut, tersusun dengan rapi, dan menakjubkan. Kalau yang membuatnyà manusia, maka satu daun saja tidak akan selesai selama satu tahun penuh. Tentu mereka memerlukan alat-alat dan proses pengolahan yang kapasitas mereka tidak mampu menghasilkannya. Tapi Allah Swt. Sang Maha Pencipta dan Mahatahu, dalam beberapa hari saja menebarkan daun-daun yang memenuhi bumi, dataran rendah, dan pegunungan, tanpa alat atau pembantu. Yang berlaku hanya kehendakNya yang pasti terlaksana dalam segala hal dan kekuasaan-Nya yang tak terhalangi. Allah Swt. berfirman, "Sesungguhnya urusan-Nya apabila Dia menghendaki sesuatu Dia hanya berkata kepadanya, "Jadilah!" Maka jadilah sesuatu itu. (QS Yāsin, 36: 82) dan firman-Nya, ...Maka apabila Dia hendak menetapkan sesuatu urusan, Dia hanya berkata kepadanya, Jadilah!" Maka jadilah sesuatu itu.> (QS Gafir, 40: 68). Sekarang perhatikan hikmah serat-serat yang ada di daun. Mereka menyirami daun dan menyuplai bahan makanan ke sana sehingga mempertahankan hidup dan kesegarannya seperti urat-urat yang tersebar di badan yang mengantarkan makanan ke setiap bagian tubuh. Perhatikanlah kemampuan serat-serat yang besar dan keras yang menjaga daun agar tidak robek dan lapuk. la berfungsi seperti otot dan urat bagi badan hewan. Kemudian, perhatikan hikmah Tuhan Yang Maha Pengasih dan Mahatahu dalam menjadikan daun itu sebagai hiasan bagi pohon, penutup, dan baju bagi buah, serta melindunginya dari hama yang menghalangi kesempurnaannya. Karena itu, apabila pohon ditebas daunnya, maka buahnya rusak dan tidak dapat dimanfaatkan. Lihat bagaimana daun dijadikan sebagai pelindung bagi tunas tumbuhnya buah yang lemah dari kekeringan. Apabila buah telah jatuh, daun tetap ada di sana sebagai pelindung dahan dari panas (matahari) hingga apabila bara itu telah padam dan tidak membahayakan dahan-dahan, daunnya berguguran agar setelah itu mengenakan baju baru yang lebih indah. Mahabesar Allah Swt. yang mengetahui tempat dan waktu jatuh dan tumbuhnya daun-daun itu. Tidak ada daun yang tumbuh kecuali dengan izin-Nya dan tidak ada yang jatuh kecuali sepengetahuan-Nya. Selain itu, kalau saja manusia menyaksikan sedemikian banyak daun itu bertasbih kepada Tuhannya bersama buah-buahan, dahan-dahan, dan pohon-pohon, tentu mereka menyaksikan hal lain dari keindahannya itu. Mereka tentu akan melihat penciptaannya dengan pandangan lain dan pasti mereka tahu bahwa itu semua diciptakan untuk manfaat yang besar, tidak diciptakan dengan sia-sia. Alah Swt. berfirman, dan tetumbuhan dan pepohonan, keduanya tunduk (kepada-Nya). (QS Ar-Rahmān, 55: 6). An-Najm adalah tanaman yang tidak berbatang, sedang Asy-Syajar adalah yang berbatang. Semuanya bersujud dan bertasbih kepada Tuhan. Allah Swt. berfirman, Langit yang tujuh, bumi, dan semua yang ada di dalamnya bertasbih kepada Allah Swt. dan tidak ada sesuatu pun melainkan bertasbih dengan memuji-Nya, tetapi kamu tidak mengerti tasbih mereka. Sungguh, Dia Maha Penyantun, Maha Pengampun. (Q5 A-Isrā', 17:44). (Ibnu'l Qayyim Al-Jauziyyah, Miftāhu Dāris Sa adati, Juz 2, 1416 H/1996 M: 104-106).
- Riyāduş Şalihin :
Dari Umar bin Khattab Ra., ia berkata, "Rasulullah Saw. pernah memperoleh beberapa orang tawanan perang. Ternyata dari tawanan tersebut ada seorang perempuan yang biasa menyusui anak kecil. Apabila dia mendapatkan anak kecil dalam tavwanan tersebut, ia akan mengambilnya dan menyusuinya, lalu Nabi Saw. bersabda kepada kami, "Menurut kalian, apakah perempuan itu tega melemparkan bayinya ke dalam api?' Kami menjawab, 'Sesungguhnya ia tidak akan tega melemparkan anaknya ke dalam api selama ia masih sanggup menghindarkannya dari api tersebut. Lalu beliau bersabda, Sungguh, kasih sayang Allah Swt. terhadap hamba-Nya melebihi kasih sayang perempuan itu terhadap anaknya."
Hadiš di atas mengandung beberapa faedah di antaranya:
(a) Rahmat Allah Swt. bagi hamba-hambaNya, bahwa Dia menghendaki kebaikan bagi mereka dan menyelamatkan mereka dari api neraka, maka Dia membuka bagi mereka pintu tobat, harapan, dan kembali kepada-Nya,
(b) Dibolehkan untuk mengambil faedah dari berbagai peristiwa dan menghubungkannya dalam pengarahan dan pengajaran.
(Dr. Mustafa Sa'id Al-Khin, Nuzhatul Muttaqina Syarhu Riyādis Şalihina, Juz 1, 1407 H/1987 M: 380-381).
- Tibbun Nabawi :
Khasiat Ma'ūl Bahri (air laut)
Allah Swt. menjadikan air laut sangat asin hingga terasa pahit untuk menyempurnakan kemaslahatan kehidupan di muka bumi, baik manusia maupun hewan. Air laut itu diam, tidak mengalir dan banyak hewan di dalamnya. Banyak pula yang mati di laut dan tidak perlu dikubur. Sekiranya air laut itu manis, tentu ia akan menjadi busuk karena kematian beberapa hewan di dalamnya sehingga akan mengotori udara di seluruh dunia. Maka telah ada ketetapan hikmah Allah Swt. yang menjadikan air laut itu asin. Sekiranya berbagai macam bangkai, yang busuk dan mati di alam ini dilemparkan ke laut, maka tak akan mampu mengubah keadaannya sedikit pun semenjak ia diciptakan sampai kelak Allah Swt. menghancurkan alam ini. Itulah sebab yang tidak tampak, mengapa air laut itu asin. Adapun sebab keberlangsungan asinnya karena bumi itu sendiri juga asin. Mandi di laut bermanfaat untuk mengobati berbagai macam penyakit kulit. Tapi minum air laut sangat berbahaya bagi tubuh luar maupun dalam karena dapat merusak perut, menguruskan, dan menimbulkan gatal-gatal serta membuat haus. Siapa yang tak terpaksa meminumnya, maka ada beberapa cara penguapan. Cara lain ialah dengan menggali lubang yang lebar di pinggir pantai atau di dekat penampungan air laut di tanah. Air laut meresap masuk ke dalam lubang itu lalu membuat lubang kedua agar air meresap masuk ke dalamnya hingga air laut itu benar-benar menjadi tawar. (Ibnu'l Qayyim Al-Jauziyyah, Zãdul Ma ādifi Hadyi Khayri'l bādi, Juz 4, t.t.: 394).
- Medical Hadiš :
Tentang air laut, Nabi Saw. pernah bersabda, "Airnya suci dan bangkainya halal." Dari Abu Hurairah Ra., ia berkata, "Ada seorang laki-laki bertanya kepada Rasulullah Saw. Wahai Rasulullah, kami naik kapal dan hanya membawa sedikit air. Jika kami berwudu dengannya, maka kami akan kehausan. Apakah boleh kami berwudu dengan air laut?' Maka Rasulullah Saw. menjawab, "la (laut) adalah suci airnya dan halal bangkainya." (HR Abu Dāwud dan At-Tirmizi) (Ibnu'l Qayyim Al-Jauziyyah, At-Tibbun Nabawi, t.t.: 307).
- Hadis Motivasi QS 40: 71 :
Dari Abu Hurairah dari Rasulullah beliau bersabda: "Allah merasa takjub dengan suatu kaum yang masuk ke dalam surga daiam keadaan terikat dengan rantai." (HR Bukhari. 2848)
- HADIS NIAGA QS Gāfir, 40: 67 :
Seorang Hamba Diwafatkan setelah Menerima Seluruh Rezekinya Dari Jabir bin Abdulah dia berkata, Rasulullah bersabda: "Wahai manusia, bertakwalah kepada Allah dan berlaku baiklah dalam mencari dunia. Sesungguhnya, sebuah jiwa tidak akan mati hingga menerima seluruh rezekinya, sekalipun sebagiannya secara perlahan. Bertakwalah kepada Allah dan berlaku baiklah dalam mencari dunia. Ambillah yang halal dan tinggalkanlah yang haram." (HR Ibnu Majah, 2144)
- AMAL NIAGA
1. Pilihlah satu amal yang pengaruhnya akan membekas hingga Anda meninggal dunia dan lakukanlah mulai hari ini, seperti membantu pembangunan masjid, mengajak nonmuslim untuk masuk Islam, mengajari orang yang belum berilmu, atau amal-amal lainnya.
2. Bersabarlah dan janganlah berputus asa dalam mencari rezeki yang halal. Jalankanlah bisnis yang halal, jauhi yang haram.
3. Ingatlah seorang kerabat atau teman Anda yang meninggal dunia secara mendadak. Kemudian bayangkanlah jika akhir kehidupan Anda seperti itu.
- Tadabbur Surah Al-Mukmin Ayat 67-77 :
Ayat 67-77 menjelaskan tiga hal berikut:
1. Menjelaskan alasan larangan menyembah tuhan-tuhan atau berhala pada ayat sebelumnya, yaitu karena Pencipta Tunggal manusia itu adalah Allah yang menciptakan mereka dari tanah, kemudian berkembang menjadi sperma, kemudian setelah terjadi pembuahan menjadi ‘alaqoh yang menempel di dinding rahim, kemudian setelah sempurna Dia keluarkan sebagai bayi, kemudia diberi umur sampai dewasa dan kemudian sampai tua. Di antara manusia ada yang diwafatkan sebelum tua berdasarkan batas waktu yang ditentukan-Nya, agar manusia itu mengerti. Hanya Allah yang menghidupkan dan mematikan. Apa bial Dia menghendaki sesuatu, maka Dia hanya mengatakan: Jadilah, maka jadilah sesuatu itu.
2. Allah menyuruh Nabi Muhammad saw. memperhatikan bagaimana Dia memalingkan akal orang-orang yang membantah ayat-ayat Nya dari kebenaran. Mereka menuduh Al-Qur’an dan Kitab-Kitab sebelumnya kebohong belaka. Mereka akan menyadari ketika leher-leher mereka dibelenggu dan dirantai sambil diseret di dalam api yang panas dan kemudian dimasukkan ke dalam neraka. Dikatakan pada mereka : Carilah tuhan-tuhan yang kalian sekutukan dengan Allah? Mereka berkata: Semua tuhan kami sudah lenyap dan kami tidak menyembah sesuatupun. Dekianlah Allah membiarkan orang-orang kafir itu disebabkan mereka waktu di dunia bangga dengan sistem kafir dan kemaksiatan. Mereka dipaksa masuk neraka Jahannam. Alangkah buruknya tempat orang-orang yang sombong.
3. Allah memerintahkan Rasul saw. agar bersabar dalam berdakwah. Janji Allah pasti benar. Apakah Allah perlihatkan pada Rasul saw. sebagian janji buruk atas kaum kafir itu atau Allah wafatkan Beliau sebelumnya, yang pasti mereka akan dikembalikan pada-Nya.