Tadabbur Al-Quran Hal. 442
----------------------------------------------
بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ
- Al Qur'an Indonesia Tajwid.
- Ya Sin ayat 26 :
قِيْلَ ادْخُلِ الْجَنَّةَ ۗقَالَ يٰلَيْتَ قَوْمِيْ يَعْلَمُوْنَۙ
Dikatakan (kepadanya), “Masuklah ke surga.” [719] Dia (laki-laki itu) berkata, “Alangkah baiknya sekiranya kaumku mengetahui,
- [719] Menurut riwayat, lelaki itu dibunuh oleh kaumnya setelah ia menyampaikan kata-katanya sebagai nasihat kepada kaumnya sebagaimana yang tersebut dalam ayat 20 s/d 25. Ketika dia akan meninggal, malaikat turun memberitahukan bahwa Allah telah mengampuni dosanya dan dia akan masuk surga.
- Tafsir Al Muyassar Ya Sin ayat 26 :
Setelah dia dibunuh, dikatakan kepadanya: Masuklah ke dalam surga. Sebagai penghargaan untuknya. Menurut riwayat, laki-laki itu dibunuh oleh kaumnya setelah ia mengucapkan kata-katanya sebagai nasihat kepada kaumnya sebagaimana tersebut dalam ayat 20 s/d 25. Ketika dia akan meninggal. Malaikat turun memberitahukan bahwa Allah telah mengampuni dosanya dan dia akan masuk syurga.
- Riyāduş Salihin :
Dari Abu Musa Ra., ia berkata, Nabi Saw. bersabda, "Perumpamaan petunjuk dan ilmu yang Allah mengutusku dengan membawanya adalah seperti hujan yang lebat yang turun mengenai tanah. Di antara jenis tanah itu: Pertama, tanah yang dapat menyerap air sehingga dapat menumbuhkan tumbuh-tumbuhan dan rerumputan yang banyak. Kedua, tanah yang keras lalu menahan air (tergenang) sehingga dapat diminum oleh manusia, memberi minum hewan ternak dan untuk menyiram tanaman. Ketiga, permukaan tanah yang berbentuk lembah yang tidak dapat menahan air dan juga tidak dapat menumbuhkan tanaman. Perumpamaan itu adalah seperti orang yang faham agama Allah dan dapat memanfaatkan apa yang aku diutus dengannya, dia mempelajarinya dan mengajarkannya, dan juga perumpamaan orang yang tidak dapat mengangkat derajat dan tidak menerima hidayah Allah dengan apa yang aku diutus dengannya." (HR Al-Bukhāri-Muslim).
Hadis di atas menunjukkan klasifikasi manusia dalam beragama: Pertama, kalangan awam, yaitu mereka yang mengetahui agama dan mengamalkannya. Kedua, kalangan ulama, yaitu mereka yang mengetahui agama, mengamalkannya, dan mengajarkannya. Ketiga, kaum kafir dan fasik, yaitu mereka yang mengetahui agama namun tidak mengamalkannya. (Faisal bin Abdul 'Aziz Ali Mubārak, Tatrizu Riyadis Sālihina, Juz 1, t.t.: 135).
- Hadis Nabawi :
Ibnu Umair Ra. berkata kepada 'Aisyah Ra.,N"Kabarkanlah kepada kami sesuatu yang sangat mengagumkan yang engkau lihatndari Rasulullah Saw.!" Aisyah Ra. terdiamnsejenak. kemudian berkata, "Pada suatu malam Rasulullah Saw. bersabda, WahainAisyah tinggalkanlah aku, malam ini akunhendak beribadah kepada Tuhanku." Akun(Aisyah Ra.) berkata, 'Demi Allah, sesungguhnya aku senang berada di dekatmu, dan aku pun senang terhadap sesuatu yang membuatmu gembira. Selanjutnya Aisyah Ra. berkata, 'Lalu Rasulullah Saw. bangun lantas berwudu dan beliau salat. Tidak henti-hentinya beliau menangis hingga membasahi pangkuannya, beliau!terus menangis hingga membasahi janggutnya, dan beliau terus menangis hingga membasahi tanah. Kemudian Biläl datang hendak azan untuk salat. Ketika dia melihat beliau menangis, dia bertanya, Wahai Rasulullah, mengapa engkau menangis, padahal Allah telah mengampuni dosamu yang lalu dan akan datang?" Beliau Saw.
bersabda, Tidak bolehkah aku menjadinhamba yang bersyukur? Tadi malam telah turun ayat kepadaku, celakalah orang yang membacanya tetapi tidak merenungkannya, yaitu ayat, Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan pergantian malam dan siang terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah Swt.) bagi orang yang berakal. (QS Ali-Imrān, 3: 190) (HR lbnu Hibbān, Sahihu lbnu Hibbān, Jilid 2, No. Hadiš 620, 1414 H/1993 M: 386-387). Hadis Hasan, Sahih At-Targib wat Tarhib No. 1468).
- Hadis Qudsi :
Dari Abu Hurairah Ra., ia berkata, Rasulullah Saw. bersabda, "Kelak di hari kiamat Allah Swt. akan menggenggam bumi dan menggulung langit dengan tangan kanan-Nya. Kemudian Dia berfirman, Akulah Raja (penguasa)! Dimanakah mereka yang mengaku sebagai raja-raja di bumi? (HR Bukhāri, Muslim, dan lbnu Mājah). (Mustafa bin Adawi, Ash-Shahihul Musnadu Min A-Ahādisi Qudsiyyati, t.t: 127).
- Hadis Motivasi QS 36: 38 :
Dari Abu Dzar dia berkata. Aku pernah bersama Nabi di masjid saat matahari mulai terbenam. Lalu beliau bertanya: "Wahai Abu Dzar. tahukah kamu di mana matahari terbenam?" Aku menjawab, "Allah dan Rasul-Nya yang lebih tahu." Beliau bersabda: "Sesungguhnya, matahari itu pergi hingga ia bersujud di bawah Arasy. Itulah yang dimaksud firman Allah Ta'ala: 'Dan matahari yang berjalan di ternpat peredarannya. Demikianlah ketetapan (Allah) Yang Mahaperkasa lagi Maha Mengetahui. (QS Yäsin, 36: 38)." (HR Bukhari, 4524)
- HADIS NIAGA QS Yäsin, 36: 34 :
Status Kepemilikan Buah Kurma setelah Pohonnya Terjual
Dari lbnu Umar , bahwa Rasulullah bersabda: "Siapa saja yang telah mengawinkan pohon kurmanya lalu menjual pohonnya maka buah pohon kurma.itu menjadi hak yang mengawinkannya, kecuali jika disyaratkan pembelinya." (HR Bukhari, 2206; Muslim, 1534)
- AMAL NIAGA :
1. Apabila seseorang membeli pohon buah sebelum dikawinkan maka buah itu menjadi milik pembeli. Namun, jika dia membelinya setelah dikawinkan maka buah itu menjadi milik penjual kecuali disyaratkan pembelinya.
2. Apabila Anda sedang melakukan aktivitas jual-beli, maka Anda dapat membuat perjanjian jual-beli, baik dalam kapasitas Anda sebagai penjual maupun pembeli, Selama terikat dengan perjanjian jual-beli, berusahalah Anda mematuhi perjanjian tersebut.
3. Jika perjanjian jual-beli mengandung klausul yang bertentangan dengan syariat, janganlah Anda mengikutinya.
- Tadabbur Surah Yasin Ayat 28-40 :
1. Ayat 28-40 meneruskan kisah seorang lelaki yang dibunuh kaumnya di Antakya yang menyampaikan dakwah Tauhid. Setelah ia meninggal, Allah hancurkan mereka dengan satu kali teriakan (malaikat Jibril) dan tidak perlu mengirimkan pasukan malaikat dari langit. Alangkah besarnya penyesalan manusia yang menolak Rasul Allah. Sebelumhya, sudah banyak umat yang Allah hancur akibat kesalahan yang sama.
2. Setiap umat pasti akan kembali menghadap Allah. Untuk membuktikan kebenaran teori kebangikatan atau kembali kepada Allah bisa dilihat bagaimana Allah menghidupkan tanah yang sudah mati, lalu Allah keluarkan darinya biji-bijian dan dari biji-bijian itulah sumber makanan pokok manusia, seperti padi, gandum dan sebagainya. Allah jadikan di atas bumi kebun kurma dan anggur serta Allah pancarkan dari bumi mata air, supaya manusia dapat memakan buahnya dan hasil proses tangan mereka. Sayang sekali, manusia tidak bersyukur. Mahasuci Allah yang telah menciptakan semua jenis tanaman yang tumbuh di atas bumi dengan berpasang-pasangan, begitu pula manusia dan makhluk lain yang belum diketahui manusia.
3. Allah mencabut siang sehingga menjadi malam yang gelap, matahari berjalan di tempat peredarannya, membatasi tempat peredaran bulan hingga kembali seperti tandan kurma yang tua. Matahari tidak bisa mengejar bulan dan begitu juga malam tidak bisa mendahului siang. Masing-masing beredar pada garis edarannya.