بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيم

Jumat, 20 Februari 2026

INILAH EMPAT BEKAL SANGAT PENTING PAGI PEBISNIS/PEDAGANG MUSLIM AGAR SELAMAT DUNIA AKHERAT | @KitabulSalaf

Tematik (229)
---------------------
بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ

INILAH EMPAT BEKAL SANGAT PENTING PAGI PEBISNIS/PEDAGANG MUSLIM AGAR SELAMAT DUNIA AKHERAT

Pebisnis yang dimaksudkan di sini tak mesti pebisnis besar, bahka ini mencakup pedagang kecil sekalipun,  dan juga mencakup pula bisnis yang via online.

Bisnis/berdagang adalah profesi yang mulia dalam Islam selagi mengikuti aturaan main syari’at.  

Makanya kita tahu Nabi shollalloohu ‘alayhi wa sallam dulu juga  seorang pedagang, dan para sahabat rodhialloohu ‘anhum kebanyakan mereka pekerjaannya adalah berdagang.

Namun jika dalam berdagang lalu kita menyelisisi syari’at, maka ancamannya tidak main-main sebagaimana Nabi shollallahu ‘alaihi wa sallam pernah bersabda

إِنَّ التُّجَّارَ يُبْعَثُونَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ فُجَّارًا، إِلَّا مَنِ اتَّقَى اللَّهَ وَبَرَّ وَصَدَقَ
“Sesungguhnya PARA PEDAGANG AKAN DIBANGKITKAN PADA HARI KIAMAT SEBAGAI SEORANG FAJIR (PENDOSA), KECUALI PEDAGANG YANG BERTAKWA KEPADA ALLAH , BAIK LAGI JUJUR’. 
*HR. Tirmidzi [1210]. Kata al Albani rohimahulloh dalam )

Nah, terkait ini ada EMPAT PANDUAN SANGAT PENTING yang harus benar-benar diperhatikan khususnya para pebisnis/ pedang musli.

Keempat panduan ini ditegaskan Nabi shollalloohu ‘alayhi wa sallam dalam hadits berikut :

أَرْبَعٌ إِذَا كُنَّ فِيكَ، فَلاَ عَلَيْكَ مَا فَاتَكَ مِنَ الدُّنْيَا: حِفْظُ أَمَانَةٍ، وَصِدْقُ حَدِيثٍ، وَحُسْنُ خَلِيقَةٍ، وَعِفَّةٌ فِى طُعْمة
“EMPAT HAL yang seandainya ada pada dirimu, maka TIDAK AKAN PERNAH MERUGIKANMU atas hal-hal yang engkau luput dari perkara-perkara dunia: 
(1) Menjaga Amanah 
(2) Bicara jujur, 
(3) Akhlak yang baik, dan 
(4) Menjaga ‘iffah pada makanan.” 
*HR Ahmad [6652], dll. Kata al Albani rohimahulloh dalam Shohihul Jami’ [873]:’Shohih’.
(Silsilah Ash-Shahihah no. 733)

PENJELASAN ATAS EMPAT PERKATA TERSEBUT

PERTAMA
حِفْظُ أَمَانَةٍ
‘Menjaga amanah’.

Menjaga Amanah yang dimaksud adalah ia akan selalu amanah dalam menjaga hak-hak manusia khususnya saat berdagang. 
Di mana dalam berdagang ia tidak melakukan penipuan, tidak berbuat curang atau hal-hal serupa itu.

Bahkan seorang pedagang muslim JIKA PUN IA DICURANGI ATAU DIKHIANATI OLEH PEDAGANG LAIN, IA TAK AKAN MEMBALAS DENGAN MENCURANGINYA LAGI !
Tetap ia akan konsisten menjaga Amanah !

Nabi shollalloohu ‘alayhi wa sallam mengingatkan :
أَدِّ الْأَمَانَةَ إِلَى مَنْ ائْتَمَنَكَ وَلَا تَخُنْ مَنْ خَانَكَ
‘TUNAIKANLAH AMANAH orang yang memberikan amanah tersebut kepadamu, dan JANGANLAH MENGKHIANATI ORANG YANG SEKALIPUN IA MENGKHIANATIMU !’
*HR. Abu Daud, dll. Kata al Albani rohimahulloh dalam Shohih Abi Dawud  [3534) :’Shohih’.

KEDUA
وَصِدْقُ حَدِيثٍ
‘Selalu berkata jujur’

Pedagang muslim dalam berdagang tak akan pernah mau berdusta.
Ia tak akan mau berdusta hanya untuk meraih keuntungan duniawi.

Ia akan selalu ingat pesan Nabi shollalloohu ‘alayhi wa sallam:
إِيَّاكُمْ وَالْكَذِبَ فَإِنَّ الْكَذِبَ يَهْدِي إِلَى الْفُجُورِ وَالْفُجُورَ يَهْدِي إِلَى النَّارِ
“Berhati-hatilah kalian dari dusta! Karena dusta akan menyeret kepada kefajiran, dan kefajiran akan menyeret ke Neraka.” 
(HSR. Bukhari [6094], dan Muslim [2607]
 
KETIGA
حُسْنُ خَلِيقَةٍ
‘Berahklak baik’

Pedagang muslim akan selalu menjaga akhlak dan adab sampaipun saat berdagang. Ia akan menjauhi dari kata kata kotor, keji  atau menyakiti orang lain saat berdagang.

Tak akan meremehkan para pembeli yang walau membeli dagangannya dengan nilai kecil. 
Ia selalu menghargai semuanya dan bersikap lembut.

‘Abdullah bin ‘Amru rodhialloohu ‘anhu mengisahkan:
لَمْ يَكُنِ النبيُّ صَلَّى اللهُ عليه وسلَّمَ فَاحِشًا ولَا مُتَفَحِّشًا، وكانَ يقولُ: إنَّ مِن خِيَارِكُمْ أحْسَنَكُمْ أخْلَاقًا.
Rosululloh shollallohu ‘alaihi wasallam TIDAK PERNAH BERBUAT KEJI, dan TIDAK PULA MENURUH BERBUAT KEJI (baik keji perbuatan maupun ucapan -pent),  dan beliau bersabda: “Sesungguhnya SEBAIK-BAIKNYA KALIAN adalah YANG PALING MULIA AKHLAKNYA’. 
*HSR. Bukhori [3559] dan Muslim [2321]

KEEMPAT
وَعِفَّةٌ فِى طُعْمة
‘Menjaga ‘iffah (harga diri/kehormatan)  pada hal makanannya’

Maksudnya ia berupaya keras MERAIH RIZKI ITU DARI JALAN YANG HALAL, SERAYA MENJAUHI CARA DAGANG YANG HARAM. 

Sebab orang yang meraih rizki dari cara haram pada dasarnya ia TIDAK MENJAGA HARGA DIRI DAN KEHORMATANNYA !

Makanya Rosululloh shollallohu ‘alaihi wa sallam bersabda:
كُلُّ لَحْمٍ نَبَتَ مِنْ سُحْتٍ فَالنَّارُ أَوْلَى بِهِ
“Setiap daging yang tumbuh dari yang haram, maka Neraka lebih layak baginya.”
HR Turmudzi, dll. Kata al Albani dalam Shohih at Tirmidzi [614]:’Shohih’.

Walhamdu lillaahi robbil ‘aalamiin, wa shollalloohu ‘alaa Muhammadin…