Tadabbur Al-Quran Hal. 445
----------------------------------------------
بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ
- Al Qur'an Indonesia Tajwid.
- Ya Sin ayat 77 :
اَوَلَمْ يَرَ الْاِنْسَانُ اَنَّا خَلَقْنٰهُ مِنْ نُّطْفَةٍ فَاِذَا هُوَ خَصِيْمٌ مُّبِيْنٌ
Dan tidakkah manusia memperhatikan bahwa Kami menciptakannya dari setetes mani, ternyata dia menjadi musuh yang nyata!
- Asbabun Nuzul Ayat 77-83 :
Diriwayatkan oleh Al-Hakim dengan sanad yang bersumber dari Ibnu 'Abbas, bahwa Al-'Ash bin Wail menghadap kepada Rasulullah Saw. Dengan membawa tulang yang sudah rusak sambil mematah-matahkannya ia berkata: "Hai Muhammad, apakah Allah akan membangkitkan tulang yang sudah lapuk ini? Nabi Saw. Menjawab "Benar, Allah akan membangkitkan ini dan mematikan kamu dan menghidupkan kamu kembali serta memasukkan kamu ke neraka jahannam". Ayat ini (Surat Yasin, 77-83) turun berkenaan dengan peristiwa diatas yang menegaskan kekuasaan Allah untuk membangkitkan manusia di hari kiamat. Diriwayatkan juga oleh Ibnu Abi hatim yang bersumber dari Mujahid, 'Ikrimah, 'Urwah bin Zubair dan As-Suddi dengan tambahan bahwa orang tersebut bernama Ubay bin Khalaf.
- Tafsir Al Muyassar Ya Sin ayat 77 :
Apakah orang yang mengingkari kebangkitan itu tidak melihat awal mula penciptaannya sehingga dia bisa menjadikannya sebagai bukti atas kebangkitannya, bahwa Kami menciptakannya dari setetes air yang selanjutnya berproses sampai ia menjadi manusia dewasa, dan ternyata dia adalah pendebat yang ulung yang banyak menyangkal?
- Sirah Nabawi :
Ketika kaum Quraisy merasa gagal dan putus asa karena peringatan, ancaman dan negosiasinya tidak membuahkan hasil, mereka mulai melancarkan berbagai pelecehan kepada Rasulullah Saw. dan terus meningkatkan siksaan dan penganiayaan kepada kaum muslimin. Rasulullah Saw. adalah sosok ksatria, terhormat dan berwibawa. Pihak yang bertanggung jawab untuk melancarkan siksaan kepadanya adalah para pembesar dan petinggi kaum Quraisy. Masyarakat biasa tidak ada yang berani melakukan hal itu kepada beliau. Sekelompok orang yang melancarkan intimidasi dan teror kepada Rasulullah Saw. di rumah beliau adalah Abu Lahab, Al-Hakam bin Abu bin Umayyah, Uqbah bin Abi Mu'it, Addin bin Hamra As-Saqafi dan Al-Asda Al-Hużali. Mereka semua tetangga dekat beliau. Di antara mereka ada yang melemparkan isi perut domba kepada Rasulullah Saw. ketika sedang salat. Ada pula yang memasukkan kotoran ke dalam piring beliau ketika piring tersebut dijemur. Jika dilempari kotoran, beliau keluar rumah sambil memegangi sepotong dahan, lalu berdiri di ambang pintu sambil membersihkannya, seraya bersabda, "Wahai Bani Abd Manaf, tetangga macam apa kalian?" Kemudian beliau membuang kotoran-kotoran itu ke jalan. Bahkan, setiap kali melihat Rasulullah Saw., Umayyah melontarkan umpatan dan celaan kepada beliau. Saudaranya, yaitu Ubay bin Khalaf pernah mengancam Rasulullah Saw. dengan berkata, "Wahai Muhammad, aku menyiapkan seekor kuda dan memberinya jagung setiap hari. Aku akan membunuhmu di atas punggung kuda tersebut." Beliau menjawab, "Bahkan justru aku yang akan membunuhmu, insya Allah." Ubay bin Khalaf juga pernah menumbuk tulang belulang yang rapuh hingga remuk lalu meniupkannya ke wajah Rasulullah Saw. Suatu ketika, Uqbah bin Al-Mu'it duduk di majelis Nabi Muhammad Saw. sembari mendengarkan dakwah beliau. Namun ketika berita mengenai Uqbah yang mengikuti majelis Rasulullah Saw. sampai ke telinga Ubay, dia pun langsung mencaci dan mencemooh Uqbah serta memintanya untuk meludahi wajah Rasulullah Saw. Uqbah pun melakukannya. (Syaikh Safiyurrahmān Al-Mubārakfüri, Al-Rahiqul Al-Makhtūm, 80).
- Syamāil Muhammadiyyah :
Lauk Pauk yang Dimakan Rasulullah Saw. Dari Zahdam Al-Jarmi Ra., ia berkata, "Kami berada di rumah Abu Musa Al-Asy'arí. Lalu disuguhkan kepada kami daging ayam. Tiba-tiba seorang laki-laki di antara kami menyingkir. Abu Musa bertanya, "Mengapa engkau menghindar?' la menjawab, 'Sungguh aku melihatnya (ayam) sedang makan sesuatu yang kotor. Aku bersumpah tidak akan memakannya.' Abu Musa berkata, Mendekatlah kemari! Sungguh, aku melihat Rasulullah Saw. pun memakan daging ayam." (Abu Isa At-Tirmiži, Asy-Syamā ilul Muhammadiyyatu, 1427 H/ 2006 M: 67).
- Nasihat & Pelajaran :
Rasulullah Saw. mengejutkan bangsa Arab dengan ajaran yang tidak biasa bagi mereka. Karena itu, mereka sangat mengingkari dakwah Nabi Saw. Seluruh perhatian mereka dicurahkan untuk membinasakan Nabi Saw. dan para sahabatnya. Hal ini merupakan penolakan yang nyata dalam sejarah dengan tuduhan chauvanisme, yang menduga bahwa Muhammad menjalankan risalah sesuai dengan keinginan bangsa Arab saat itu. Ini tuduhan lucu dan telah dibantah oleh fakta sejarah seperti yang telah kita ketahui. (Dr. Mustafā As-Sibāi, As-Sirah An-Nabawiyyah, Durūs wa Tbar: 50).
- Hadis Motivasi QS 36: 71 :
Dari Anas bin Malik dia berkata, Rasulullah bersabda: "Orang termewoh sedunia yang termasuk penghuni neraka didatangkan pada hari Kiamat lalu dicelupkan sekali ke neraka. Setelah itu. dikatakan kepadanya, Wahai anak cucu Adam, opa kau pernah melibat kebaikan sedikit pun, apa kau pernah merasakan kenikmatan sediit pun? Dia menjawab. Tidak. Demi Allah, wahal Rabb.' Kemudian, orang paling sengsara di dunia yang termasuk penghunl surga didatangkan kemudian ditempatean di surga sebentar. Setelah itu, dikatakon kepadanya. Hai anak-cucu Adam. apa kau pernah melihat kesengsaraan sedikit pun, apa kau pernah merosa sengsara sedikit pun? Dia menjawab, Tidak. Demi Allah. wahai Rabb, aku tidak pernah merasa sengsara sedikit pun dan ku tidak pernah melihot kesengsaraan pun. (HR Muslimn. 2807)
- HADIS NIAGA QS Yāsin, 36: 71-73 :
Ancaman bagi Orang yang Enggan Membayar Zakat Hewan Ternak
Dari Abu Dzar dia berkata, Aku sampai di dekat Rasulullah ketika beliau sedang besumpah: "Demi Zat yang jiwaku berada di tangan-Nya atau demi Zat yang tidak ada lah selin Dia, tidak ada seorang pun yang memiliki unta, sapi, atau kambing lalu dia tidak mengeluarkan haknya (zakat), kecuali hewan-hewan itu akan didatangkan kepadanya pada hari Kiamat dalam rupa yang paling besar dan paling gemuk lalu hewan itu akan menginjak-injaknya dan menyeruduknya dengan tanduknya. Setiap kali hewan lain itu selesai maka hewan yang pertama akan kembali melakukan seperti itu hingga datang keputusan untuk manusia." (HR Bukhari, 1391)
- AMAL NIAGA :
1. Bersyukurlah kepada Allah yang telah menundukkan sejumlah binatang untuk manusia sehingga bisa dirasakan manfaatnya yang beragam. Keluarkanlah zakat dari sapi-sapi yang Anda miliki. 2. Dari setiap tiga puluh ekor sapi, zakatnya satu tabi atau tabi'ah (sapi yang berumur satu tahun, jantan atau betina) dan dari setiap empat puluh ekor sapi, zakatnya satu musinnah (sapi betina yang berusia 2 tahun).
- Tadabbur Surah Yasin Ayat 71-83 :
1. Ayat 71-83 dari surat Yasin ini meneruskan pembahasan kekuasaan Allah seperti, Allah ciptakan binatang ternak untuk dimiliki manisia, menundukkannya bagi mereka sehingga mendapat berbagai manfaat darinya seperti, jadi kendaraan (kuda dan sebagainya), untuk keperluan makanan (sapi dan sebagainya) dan ada yang menjadi sumber minuman sehat seperti susu kambing dan lainya. Mengapa manusia tidak bersyukur?
2. Orang-orang kafir dan musyrik tetap saja menyeketukan Allah dengan anggapan tuhan-tuhan tersebut dapat menolong mereka, padahal mereka sendiri yang menjaga tuhan-tuhan yang mereka sembah itu. Sangat bodoh sekali. Sebab itu, Allah mengingatkan Rasul saw. agar tidak sedih mendengar tuduhan-tuduhan miring mereka. Allah Maha Mengetahui apa yang sembunyikan dan yang mereka tampakkan.
3. Allah ciptakan manusia dari satu sel sperma. Mengapa mereka memusuhi Allah, membuat tuhan-tuhan tandingan bagi-Nya, melupakan penciptaa-Nya dan bahkan meragukan kemampuan-Nya menghidupkan mereka setelah jadi tulang belulang? Allah mampu menghidupkan mereka kembali, karena Dialah yang menciptakan manusia pertama kali. Allah juga yang menciptakan bagi mereka pohon hijau sebagai sumber api. Bukankah Pencipta langit dan bumi ini kuasa mendaur ulang jasad manusia yang sudah hancur seperti semula? Benar, Dia Maha Pencipta, Maha Megetahui. Bila Dia berhendak maka cukup bagi-Nya mengatakan : Jadilah, maka jadilah sesuatu itu. Mahasuci Allah, Penguasa segalanya dan kepada-Nya kita dikembalikan.