Tadabbur Al-Quran Hal. 459 ---------------------------------------------- بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ - Al Qur'an Indonesia Tajwid.
- Az-Zumar ayat 9 : اَمَّنْ هُوَ قَانِتٌ اٰنَاۤءَ الَّيْلِ سَاجِدًا وَّقَاۤىِٕمًا يَّحْذَرُ الْاٰخِرَةَ وَيَرْجُوْا رَحْمَةَ رَبِّهٖۗ قُلْ هَلْ يَسْتَوِى الَّذِيْنَ يَعْلَمُوْنَ وَالَّذِيْنَ لَا يَعْلَمُوْنَ ۗ اِنَّمَا يَتَذَكَّرُ اُولُوا الْاَلْبَابِ ࣖ (Apakah kamu orang musyrik yang lebih beruntung) ataukah orang yang beribadah pada waktu malam dengan sujud dan berdiri, karena takut kepada (azab) akhirat dan mengharapkan rahmat Tuhannya? Katakanlah, “Apakah sama orang-orang yang mengetahui dengan orang-orang yang tidak mengetahui?” Sebenarnya hanya orang yang berakal sehat yang dapat menerima pelajaran. - Asbabun Nuzul Az-Zumar ayat 9 : Diriwayatkan oleh Ibnu Abi Hatim yang bersumber dari Ibnu Umar, dikemukakan bahwa yang dimaksud dengan "amman huwa qanitun" dalam ayat ini adalah Utsman bin Affan (yang selalu bangun malam sujud kepada Allah swt. Menurut riwayat Ibnu Sa'd, Al-Kalbi dari Abi Shalih yang bersumber dari Ibnu Abbas yang dimaksud dengan ayat ini adalah Ammar bin Yasir Menurut riwayat Juwaibir yang bersumber dari Ibnu Abbas bahwa yang dimaksud dengan ayat ini adalah Ibnu Mas'ud, Ammar bin Yasir dan Salim Maula Abi Hudzaifah. Menurut riwayat Juwaibir yang bersumber dari 'Ikrimah yang dimaksud dengan ayat ini adalah Ammar bin Yasir. - Tafsir Al Muyassar Az-Zumar ayat 9 : Apakah orang kafir yang menikmati kekufurannya ini lebih baik, ataukah seseorang yang beribadah kepada Rabb-nya dan taat kepada-Nya, menghabiskan malamnya dalam shalat dan sujud kepada Allah, takut kepada azab akhirat dan berharap rahmat Rabb-Nya? Katakanlah wahai Rasul: Apakah sama orang-orang yang mengetahui Rabb mereka dan agama mereka yang haq dengan orang-orang yang tidak mengetahui apa pun tentang hal itu? Tidak sama. Hanya orang-orang yang berakal lurus yang mengetahui perbedaannya. - Riyadus Salihin Az-Zumar ayat 6 : Dan Abdullah Ra. dis berkata, As Sadiq ALMasduq. Rasulullah Saw menyampaikan kepada kami, Sesungguhnya manusia mulai diciptakan dalam perut ibunya setelah diproses selama empat puluh hari kemudian dia menjadi segumpal darah pada empat puluh hari berikutnya Lalu menbentuk segumpal daging pada empat puluh hari berikutnya Setelan empat puluh hari berikutnya Allah mengutus seorang Malaikat guna meniupkan ruh dan diperintahkan untuk menuliskan empat hal, rezekinya, lainya amalnya, dan sengsara atau bahagianya: Demi Allah yang tiada Tuhan selain Dia sungguh ada seseorang di antaramu mengerjakan amalan surga, hingga jarak antara dirinya dan surga hanyalah satu hasta namun, suratan takdir ditetapkan hingga ia mengerjakan amalan neraka. akhimya ia pun masuk neraka ataupun orang yang mengamalkan amal ahi neraka, hingga jarak antara ia dan neraka hanya satu hasta, namun suratan takdir ditetapkan hingga ia mengerjakan amalan surga, akhirnya ia pun masuk surga (HR Bukhári dan Muslim) (Faisal bin Ablul Azz Al Mubárak, Tateizu Riyadis Salitina, Juz 1, t 276) - Riyāduş Şālihin : Dari 'Urwvah Ra., dari 'Aisyah Ra., ia berkata, "Demi Allah, wahai keponakanku, dulu kami melihat hilal, lalu hilal, lalu hilal (selama) tiga kali hilal selama dua bulan, sementara di rumah-rumah Rasulullah Saw. tidak ada yang menyalakan api." Aku (Urwah) bertanya, Wahai bibi, apa yang menghidupi kalian? la menjawab, A-Aswadãn, kurma dan air. Hanya saja Rasulullah Saw. memiliki tetangga-tetangga dari Ansar, mereka memiliki unta-unta perahan. Mereka mengirimkan sebagaian susunya untuk Rasulullah Saw. lalu beliau memberi kami minum dengan susu itu." (HR A-Bukhāri-Muslim). Hadis tersebut memberikan faedah: (a) Diperbolehkan membagikan sesuatu yang tersedia di rumah seseorang apabila tidak dikuti dengan sesuatu yang madarat. (b) Tidak mengapa menjelaskan keadaan-keadaan khusus sebagaimana yang diterangkan Aisyah. (Dr. Muştafā Sa'id Al-Khin, Nuzhatul Muttaqina Syarhu Riyādis Sālihina, Juz 1, 1407 H/1987 M: 433). - Hadis Nabawi : Abdullah Ra. berkata, telah menceritakan kepada kami Rasulullah Saw., dia adalah orang yang jujur lagi dibenarkan, "Sesungguhnya setiap orang dari kalian dikumpulkan dalam penciptaannya ketika berada di dalam perut ibunya selama empat puluh hari, kemudian menjadi segumpal darah selama empat puluh hari, kemudian menjadi segumpal daging selama empat puluh hari. Kemudian Allah Swt. mengutus malaikat yang diperintahkan untuk menetapkan empat ketetapan. Dikatakan kepadanya, "Tulislah amalnya, rezekinya, ajalnya, serta celaka atauvbahagianya." Lalu ditiupkan ruh kepadanya. Dan sungguh seseorang dari kalian akan ada yang beramal hingga jarak dirinya dengan surga hanya sejengkal, tetapi dia didahului oleh catatannya (ketetapan takdirnya) hingga dia beramal dengan amalan penghuni neraka, dan ada juga seseorang yang beramal hingga jarak dirinya dengan neraka hanya sejengkal, tetapi dia didahului oleh catatannya (ketetapan takdirnya) hingga dia beramal dengan amalan penghuni surga. (HR AI-Bukhāri, Sahihul Bukhāri, Juz 2, No. Hadis, 3208, 1403 H: 424). - Hadiš Qudsi : Dari Abu Hurairah Ra., ia berkata, Rasulullah Saw. bersabda, "Allah Swt. berfirman, Aku adalah sekutu yang paling tidak memerlukan sekutu, barangsiapa melakukan suatu amalan dengan menyekutukan-Ku dengan selain-Ku, Aku meninggalkannya dan sekutunya." (HR Muslim). (Isāmuddin As-Sabābati, Jāmiu' Ahādisi'l Qudsiyyati, Jilid 1, t.t: 72). - Hadis Motivasi QS 39: 6 : Dari Buraidah dari Rasulullah beliau bersabda: "Berilah kabar gembira bagl orang yang berjalan poda malam gelap gulita menuju masjid (untuk salat berjamaah) bahwa bagi mereka cahaya yang sempurna pada hari Kiamat nanti," (HR Abu Dawud, 561) - AMAL NIAGA : 1. Apabila Anda menghendaki sesuatu, minta dan berdoalah hanya kepada Allah. 2. Lakukanlah salat malam pada hari ini meskipun hanya beberapa rakaat kemudian mohonlah ampunan kepada Allah. - Tadabbur Surah Az-Zumar Ayat 6-10 : Ayat 6-10 menjelaskan bahwa Allah menciptakan manusia dari satu diri (Adam), kemudian dari Adam itu Dia cipatakan pasangannya, menurunkan delapan pasang binatang ternak dan mencipatakan manusia dalam perut ibu mereka tahap demi tahap dalam tiga kegelapan. Yang mampu berbuat seperti itu hanya Allah, Pencipta manusia, Pemilik alam semesta dan tidak ada tuhan yang berhak disembah selain Dia. Mengapa manusia berpaling dari-Nya? Jika semua manusia kafir pada Allah, maka Allah Mahakaya. Dia tidak ridha manusia kafir pada-Nya dan ridha jika mereka bersyukur. Siapa yang berbuat dosa, ialah yang memikulnya. Semua manusia akan dikembalikan kepada Allah. Allah akan kabarkan apa yang mereka perbuat semasa di dunia. Sungguh Allah Maha Mengetahui isi hati manusia. Di antara sifat manusia, ingat pada Allah waktu sempit, lupa pada waktu lapang dan suka membuat tuhan-tuhan tandingan bagi Allah untuk menyesatkan manusia dari jalan-Nya. Mereka menikmati kekufuran sebentar saja karena akan masuk neraka. Tidaklah sama antara yang kafir dengan yang beriman pada Allah, taat beribadah, salat malam, takut pada azab akhirat dan berharap pada rahmat-Nya. Tidaklah sama antara yang memahami akhirat dengan yang tidak memahaminya. Orang yang beriman dan bertakwa akan mendapatkan kebaikan dan kelapangan dunia. Orang yang sabar menjalankan Islam, akan diberi balasan tanpa batas.
Sebaik-baik manusia ialah mereka yang hidup di zamanku, kemudian yang datang setelah mereka, kemudian yang datang setelahnya lagi…
بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيم
Jumat, 29 Mei 2026
Tadabbur Al Quran hal. 459
Kamis, 28 Mei 2026
Tadabbur Al Quran hal. 458
Tadabbur Al-Quran Hal. 458 ---------------------------------------------- بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ - Al Qur'an Indonesia Tajwid. - Az-Zumar ayat 3 : اَلَا لِلّٰهِ الدِّيْنُ الْخَالِصُ ۗوَالَّذِيْنَ اتَّخَذُوْا مِنْ دُوْنِهٖٓ اَوْلِيَاۤءَۘ مَا نَعْبُدُهُمْ اِلَّا لِيُقَرِّبُوْنَآ اِلَى اللّٰهِ زُلْفٰىۗ اِنَّ اللّٰهَ يَحْكُمُ بَيْنَهُمْ فِيْ مَا هُمْ فِيْهِ يَخْتَلِفُوْنَ ەۗ اِنَّ اللّٰهَ لَا يَهْدِيْ مَنْ هُوَ كٰذِبٌ كَفَّارٌ Ingatlah! Hanya milik Allah agama yang murni (dari syirik). Dan orang-orang yang mengambil pelindung selain Dia (berkata), “Kami tidak menyembah mereka melainkan (berharap) agar mereka mendekatkan kami kepada Allah dengan sedekat-dekatnya.” Sungguh, Allah akan memberi putusan di antara mereka tentang apa yang mereka perselisihkan. Sungguh, Allah tidak memberi petunjuk kepada pendusta dan orang yang sangat ingkar. - Asbabun Nuzul Az-Zumar ayat 3 : Diriwayatkan oleh Juwaibir yang bersumber dari Ibnu Abbas, bahwa ayat ini turun berkenaan dengan tiga suku bangsawan: Amir, Kinanah dan Bani Salamah, yang menyembah berhala dan menganggap bahwa malaikat itu putri-putri Allah, serta penyembahan terhadap berhala-berhala hanyalah untuk mendekatkan diri kepada Allah. Ayat ini turun sebagai penegasan dari Allah bahwa ucapan mereka itu hanyalah dusta belaka dan kedustaannya itu akan dibuktikan kelak di akhirat. - Hadis Sahih Az-Zumar ayat 3 : Dari Anas bin Melik Ra, Nabs Saw. bersabda, "Allah Swt, berfirman kepada penghuni neraka yang paling ringan siksanya, jika engkau mempunyai sesuatu di bumi, apakah Orangannya engkau akan menebus dirimu dari siksa neraka)? Ia menjawab, Ya lalu Allah berfirman, Aku telah meminta kepada-ku dengan sesuatu yang lebih ringan, Aku mengambil janji atasmu ketika engkau ada pada rusuk Adam untuk tidak menyekutukan Aku, namun engkau menolak untuk tidak menyekutukan Ku" (isamuddin As-Sababati, Jämiul Ahãdisii Qudsiyyat, Juz 2. Lt 259) - Riyāduş şälihin : Dari Abu Hurairah Ra., Rasulullah Saw., bersabda, "Hendaklah kalian menghindari tujuh dosa yang dapat menyebabkan kebinasaan." Para sahabat bertanya, Apakah ketujuh dosa itu, wahai Rasulullah? Beliau menjawab, "Dosa menyekutukan Allah, sihir, membunuh jiwa yang diharamkan oleh Allah untuk dibunuh kecuali dengan hak, memakan harta anak yatim, memakan riba, lari dari medan pertempuran, dan menuduh wanita mukmin yang baik-baik berbuat zina." (HR A-Bukharíi-Muslim). Hadis di atas memberikan beberapa faedah, antara lain: (a) Maksiat yang paling besar adalah menyekutukan Allah Swt., sebagaimana dikatakan Imam An-Nawawi. (b) Petunjuk bagi orang mukmin kepada jalan-jalan kebaikan dan menjauhi perbuatan yang jelek. (Dr. Muştafā Said Al-Khin, Nuzhatul Muttaqina Syarhu Riyādis sālihina, Juz 2, 1407 H/1987M: 1109). - Hadiš Nabawi : Dari Mu'āż bin Jabal Ra., dia berkata, "Aku pernah dibonceng Nabi Saw. dalam satu perjalanan, tidak ada pemisah antara aku dan beliau kecuali pelana hewan kendaraan. Beliau memanggil, Wahai Mu'aż bin Jabal! Aku menyahut, 'Aku penuhi panggiianmu, wahai Rasulullah.' Kami meneruskan lagi perjalanan. Kemudian beliau memanggil lagi, Wahai Mu 'āż bin Jabal!' Aku menyahut, Aku penuhi panggilanmu, wahai Rasululah.'Kami meneruskan lagi perjalanan kemudian beliau memanggil lagi, Wahai Mu'āż bin Jabal!" Aku menyahut lagi, Telah kuterima panggilanmu itu, wahai Rasulullah.' Beliau bersabda, Tahukah kamu hak Allah Swt. yang menjadi kevwajiban manusia? Aku menjawab, 'Allah Swt. dan Rasul-Nya lebih mengetahui.' Beliau bersabda, Yaitu menyembah-Nya dan tidak menyekutukan-Nya.' Kami meneruskan lagi perjalanan beberapa waktu, kemudian beliau memanggil lagi, "Wahai Mu āż bin Jabal! Aku menyahut, Aku penuhi panggilanmu, wahai Rasulullah. Rasulullah Saw. bersabda, Tahukah kamu apakah hak hamba yang pasti Allah Swt. penuhi bila mereka melakukan perkara-perkara yang aku nyatakan tadi? Aku menjawab, Allah Swt. dan Rasul-Nya lebih mengetahui." Beliau bersabda, "Allah Swt. tidak akan menyiksa mereka." (HR Muslim, Sahihu Muslim, Juz 1, No. Hadis, 30, 1412 H/ 1991 M: 58). - Hadiš Qudsi : Dari Anas bin Malik Ra., Nabi Saw. bersabda, "Allah Swt. berfirman kepada penghuni neraka yang paling ringan siksanya, ika engkau mempunyai sesuatu di bumi, apakah dengannya engkau akan menebus dirimu (dari siksa neraka)?' la menjawab, Ya, lalu Allah berfirman, Aku telah meminta kepadamu dengan sesuatu yang lebih ringan, Aku mengambil janji atasmu ketika engkau ada pada rusuk Adam untuk tidak menyekutukan-Ku, namun engkau menolak untuk tidak menyekutukan-Ku." (işamud Din Aş-Sababati, Jāmi ul Ahādisil Qudsiyyati, Juz 2, t.t: 259). - HADIS NIAGA QS Az-Zumar, 39: 2 : Menjalankan Beragam Amal dengan Penuh Keikhlasan Dari Mush'ab bin Sa'ad, dari ayahnya, dia menyangka bahwa dia memiliki keutamaan di atas orang selainnya dari kalangan para sahabat Rasululah Lalu, Rasulullah bersabda: "Sesungguhnya Allah menolong umat ini dengan orang lemahnya serta dengan doa, salat, dan keikhlasan mereka." (HR Nasa'i, 3178) - AMAL NIAGA : 1. lbnu Hajar A-Asqalani berkata, "Orang-orang lemah lebih ikhlas dalam berdoa dan lebih khusyuk dalam beribadah karena hati mereka sangat sedikit bergantung dengan kehidupan dunia. Oleh karena itu, Nabi berwasiat dalam banyak hadis agar berkasih sayang kepada orang yang miskin darn lemah." - Tadabbur Surah Shad Ayat 84-88 : Ayat 84-88 dari surat Shad ini menjelaskan, Allah bersumpah akan memenuhkan neraka Jahannam itu dengan Iblis dan semua pengikutnya. Allah juga memerintahkan Rasul saw. untuk menjelaskan pada kaumnya bahwa ia tidak meminta upah dalam berdakwah dan tidak mengada-ada. Al-Quran itu peringatan bagi seluruh manusia. Manusia pasti akan mengetahui apa yang diberitakan Al-Qur’an itu. Tadabbur Surah Az-Zumar Ayat 1-5 Ayat 1-5 surat Az-Zumar ini menjelaskan Al-Qur’an itu datang dari Allah yang Mahaperkasa lagi Bijaksana. Diturunkan dengan benar agar manusia mengenal Tuhan yang berhak disembah. Agama yang bersih itu hanya milik Allah. Kaum musyrik menyembah berhala dengan alasan untuk mendekatkan diri pada Allah. Allah akan memutuskan perkara yang mereka perselisihkan itu dan tidak akan memberikan hidayah-Nya kepada pendusta lagi kafir. Allah bisa saja mengangkat ciptaan-Nya menjadi anak, jika Dia mau. Mahasuci Allah yang Esa lagi Kuasa. Dia menciptakan langit dan bumi, menggilirkan siang dengan malam. Dia tundukkan matahari dan bulan agar berjalan sesuai waktu yang ditentukan. Dia Mahaperkasa lagi Maha Pengampun.
Senin, 25 Mei 2026
Tadabbur Al Quran hal. 457
Tadabbur Al-Quran Hal. 457 ---------------------------------------------- بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ - Al Qur'an Indonesia Tajwid.
- Sad ayat 83 : اِلَّا عِبَادَكَ مِنْهُمُ الْمُخْلَصِيْنَ kecuali hamba-hamba-Mu yang terpilih di antara mereka.” [755] - [755] Orang-orang yang telah diberi taufik untuk mentaati segala petunjuk dan perintah Allah. - Tafsir AI Muyassar Sad ayat 83 : Kecuali orang yang Engkau pilih dari mereka untuk beribadah kepada-Mu dan Engkau jaga sehingga aku tidak mampu menyesatkannnya, karena Engkau tidak memberikan jalan untukku atasnya. - Asmā’ul Husnā : Allah Swt. mempunyai nama Al Ghofar artinya hanya Dia yang menutupi segala macam dosa dengan karunia dan yang meliputi segenap hamba dengan ampunan. Selama hamba itu mau mengesakan Allah, maka seluruh dosa-dosanya ada di bawah kehendak dan kebijakan Allah. Bisa jadi Allah memasukannya ke surga dan bisa jadi pula Allah menyucikannya. Maka yang dimaksud dengan Al Ghofar bagi Allah adalah hanya Dia yang mampu mengampuni dosa-dosa besar. Allah Swt. mempunyai nama Al Ghofar adalah Yang Maha Mengampuni dosa-dosa yang banyak, Maha Mengampuni dosa apa pun dan sebanyak apapun. Allah Swt. menetapkan aturan yang sangat detail bagi segenap malaikat dalam menyusun pahala dalam beramal. Artinya, dia mencatat apa yang terjadi dalam wilayah jiwa, tanpa ada pahala maupun siksa. ini termasuk ampunan secara umum, guna menghapus getaran-getaran buruk yang muncul dari hawa nafsu. Juga termasuk permohonan dan Aperlindungan untuk menghapus lintasan-lintasan keburukan yang muncul dari bisikan setan. Demikian juga Dia mencatat apa yang diperbuat manusia dengan adanya pahala dan siksa, mencatat segenap perbuatan manusia yang dibatasi dengan dimensi waktu dan tempat, kemudian membalasnya dengan balasan yang sesuai, baik itu kebaikan maupun keburukan. Jika seorang hamba bertobat, maka seluruh dosanya akan dihapuskan dan digantikan dengan kebaikan, karena balasan pahala kebaikan hanya akan ditemui ketika seorang hamba bertobat dengan tobat yang benar. Allah Swt. Maha Mengampuni. Ampunan-Nya penuh dengan pemaafan dan pengampunan. Setiap hamba akan sangat membutuhkan pemaafan dan ampunan-Nya, sebagaimana dia memerlukan rahmat dan karunia-Nya. Seorang muslim yang mengesakan Allah dengan nama ini, hendaknya banyak memohon ampun dan tobat kepada Allah, betapapun besar dan banyak dosanya. Allah mempunyai nama Maha Pengampun, artinya, bahwa ampunan Allah itu sangat besar dan banyak. Allah tidak akan pernah menyiksa hamba yang memohon ampun dengan tobat yang sebenar-benarnya, karena permohonan ampun yang benar, artinya memohon ampunan dari seluruh dosa tanpa pengecualian, kemudian bertekad dan bersungguh-sungguh dalam tobatnya, tidak terbersit sedikit pun keraguan, tidak juga ada rasa penangguhan. Semua kehendak dan tekadnya berkumpul dan berlomba. Tidak lupa untuk memurnikan tobat dari berbagai macam godaan dan celaan, semata-mata karena takut kepada Allah. Mengharap apa yang Allah janjikan berupa surga. Di antara ciri seorang muslim yang mengesakan Allah dengan nama ini adalah hendaknya ia mampu menutupi aib sesama saudaranya, suka memberi maaf atas kesalahan sesama hamba, sebagaimana Allah Swt. Maha Pengampun. (Dr. Mahmūd Abdurrazāk Ar-Ridwāni, Ad-Du'ầu bil Asmāi'l Husnā, 2005: 102). - Riyāduş Şalihin : Dari Abu Hurairah Ra., Nabi Saw. bersabda, "Dahulu, ada seorang yang telah berbuat dosa. Setelah itu, ia berdoa dan bermunajat, Ya Alah, ampunlah dosaku! 'Kemudian Allah Swt. berfirman, Sesungguhnya hamba-Ku mengaku telah berbuat dosa, dan ia mengetahui bahwa ia mempunyai Tuhan yang dapat mengampuni dosa atau memberi siksa karena dosa," Kemudian orang tersebut berbuat dosa lagi dan ia berdoa, Ya Allah, ampunilah dosaku!, maka Allah Swt. berfirman, Hamba-Ku telah berbuat dosa, dan ia mengetahui bahwa ia mempunyai Tuhan yang mengampuni dosa atau menyiksa hamba-Nya karena dosa. Oleh karena itu, berbuatlah sekehendakmu, karena Aku pasti akan mengampunimu Gika kamu bertobat)." (HR Muslim). Hadis tersebut memberikan faedah antara lain: (a) Keagungan keutamaan dan rahmat Allah Swt. terhadap hamba-Nya selama ia berkeyakinan bahwa Tuhan mereka yang menggenggam urusan mereka. Jika Dia menghendaki, maka Dia akan mengampuni. Jika Dia menghendaki, maka Dia memberi siksa. Dan Dialah pemilik mutlak kehendak-Nya. (b) Orang yang beriman kepada Allah Swt. hatinya akan bersih dengan tobat dan ia mengharapkan ampunan dari-Nya serta berlomba-lomba dalam kebaikan. (c) Jika ia melakukan perbuatan dosa, ia segera bertobat dan tidak mengulangi kemaksiatan itu. (Dr. Mustafā Sa'id Al-Khin, Nuzhatul Muttaqina Syarhu Riyādis Şālihina, Juz 1, 1407 H/1987 M: 383-384). - Hadiš Nabawi : Dari Abu Hurairah Ra., sesungguhnya Rasulullah Saw. berdoa di setiap sujudnya, "Ya Allah, ampunilah semua dosa-dosa-ku, dosa pertama dan terakhir, yang tersembunyi maupun yang tidak." (Sahih Muslim, 483). - Hadis Motivasi QS 38: 74 : Dari Abu Hurairah dia berkata, Rasulullah bersabda: "Allah berfirman: "Kesombongan odalah pokalan-Ku dan kebesaran adalah selendang-Ku. Siapa saja yang mencabut salah satu dari keduanya dari-Ku maka akan Aku lemparkan dia ke Neraka Jahanam." (HR Ibnu Majah, 4174) - HADIS NIAGA QS Sad, 38: 74 : Tawadhu Mengangkat Derajat Pelakunya Dari Abu Hurairah , dari Rasulullah beliau bersabda: "Sedekah itu tidak akan mengurangi harta. Tidak ada orang yang memberi maaf kepada orang lain, kecuali Allah akan menambah kemuliaan untuknya. Dan tidak ada orang yang tawadhu (merendahkan diri) karena Allah, kecuali Allah akan mengangkat derajatnya." (HR Muslim, 2588) - AMAL NIAGA : 1. Imam Nawawi berkata bahwa para ulama menyebutkan ada dua makna berkaitan dengan hadis di atas. Pertama, Allah & akan memberkahi hartanya dan mencegah mudarat menimpanya. Maka Allah akan menggantikan kekurangan jumlah hartanya dalam bentuk keberkahan yang tidak terlihat pada hartanya. Kedua, sesungguhnya jika berkurang jumlahnya, maka pahala akan menambal kekurangan hartanya dan ditambahkan baginya pahala dengan kelipatan yang berlipat ganda. 2. Bersikaplah tawadhu karena Allah Dia akan mengangkat derajat orang yang tawadhu selama di dunia dan meninggikan kedudukannya di akhirat. - Tadabbur Surah Shad Ayat 62-83 : Ayat 62-64 meneruskan kisah kaum kafir di neraka. Mereka juga berharap melihat kaum mukmin yang mereka anggap sebagai penjahat dan mereka perolok-olokan saat di dunia. Allah tegaskan permusuhan antara kaum kafir di neraka kelak kebenaran yang pasti terjadi. Ayat 65-83 mejelaskan bahwa Muhammad saw. adalah pemberi peringatan tentang “tidak ada tuhan yang berhak disembah selain Allah yang Esa lagi Penguasa, Pencipta langit dan bumi dan apa yang ada di antara keduanya, Mahaperkasa lagi Pemberi ampuan”. Rasul saw. itu peristiwa besar. Mengapa kaum kafir menolaknya? Tanpa Al-Qur’an, Rasul saw. tidak akan mengetahui kasus perdebatan para malaikat ketika Allah hendak menjadikan Adam dari tanah, kemudian meniupkan ruh-Nya ke dalam diri Adam sampai para malaikat sujud kepadanya kecuali Iblis. Iblis menolak perintah Allah untuk sujud kepada Adam karena merasa dirinya lebih baik dari Adam. Maka Allah mengusirnya dari surga dan melaknatnya sampai kiamat. Lalu Iblis bersumpah untuk menyesatkan semua anak keturunan Adam, kecuali hamba-hamba Allah yang diberi keikhlasan.
Senin, 18 Mei 2026
Tadabbur Al Quran hal. 456
Tadabbur Al-Quran Hal. 456
---------------------------------------------- بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ - Al Qur'an Indonesia Tajwid.
- Sad ayat 44 : وَخُذْ بِيَدِكَ ضِغْثًا فَاضْرِبْ بِّهٖ وَلَا تَحْنَثْ ۗاِنَّا وَجَدْنٰهُ صَابِرًا ۗنِعْمَ الْعَبْدُ ۗاِنَّهٗٓ اَوَّابٌ Dan ambillah seikat (rumput) dengan tanganmu, lalu pukullah dengan itu dan janganlah engkau melanggar sumpah. Sesungguhnya Kami dapati dia (Ayyub) seorang yang sabar. Dialah sebaik-baik hamba. Sungguh, dia sangat taat (kepada Allah). [1304] - [1304] Nabi Ayyub alaihissalam menderika penyakit kulit beberapa waktu lamanya dan beliau memohon pertolongan kepada Allah. Kemudian Allah mengabulkan doa beliau dan memerintahkan agar beliau menghentakkan kakinya ke bumi. Nabi Ayyub melaksanakan perintah itu sehingga keluarlah air dari bekas kakinya. Atas petunjuk Allah, Nabi Ayyub kemudian mandi dan minum dari air tersebut sehingga penyakit beliau sembuh dan beliau dapat berkumpul kembali dengan keluarganya. Kemudian keturunan beliau berkembang hingga jumlah mereka mencapai dua kali lipat dari jumlah sebelumnya. Pada suatu ketika, Nabi Ayyub teringat akan sumpahnya bahwa dia akan memukul istrinya bilamana penyakitnya telah sembuh karena isterinya pernah lalai mengurusinya sewaktu sakit. Akan tetapi di dalam hati beliau timbul rasa iba dan sayang kepada isteri beliau sehingga beliau tidak dapat melaksanakan sumpanya. Karena itu, turunlah perintah Allah seperti yang tercantum pada ayat 44 agar beliau dapat melaksanakan sumpanya dengan tidak menyakiti istrinya yaitu dengan memukulnya dengan seikat rumput. - Tafsir Al Muyassar Sad ayat 44 : Kami berkata kepadanya: Ambillah seikat rumput dengan tanganmu atau yang semisal dengannya, pukullah istrimu dengannya untuk memenuhi sumpahmu, sehingga kamu tidak menyelisihi sumpah. Hal itu karema Ayyub telah bersumpah akan memukul istrinya seratus kali bila Allah menyembuhkannya saat dia marah kepada istrinya gara-gara perkara sepele saat dia sedang sakit. Istri Ayyub adalah wanita shalihah, maka Allah menyayanginya dan menyayangi Ayyub dengan keputusan tersebut. Sesungguhnya Kami mendapatkan Ayyub sebagai seorang yang sabar diatas ujian, sebaik-baik hamba adalah dia, sesungguhnya dia gemar kembali kepada ketaatan kepada Allah. - Tazkiyyatun Nafs : Tažakkur berarti mengambil pelajaran dan tafakkur berarti memikirkan atau mengamati. Tażakkur yang menjadi tempat persinggahan hati merupakan pasangan lnābah, sebagaimana Allah Swt. berfirman dalam QS Gāfir, 40: 13. Tażakkur ini merupakan sifat yang khusus bagi orang-orang yang mau berpikir dan berakal, sebagaimana firman-Nya dalam surah Ar-Ra'd, 15: 19. Tażakkur dan tafakkur merupakan dua tempat persinggahan yang membuahkan berbagai macam pengetahuan, hakikat iman dan kebajikan. Orang yang memiliki pengetahuan senantiasa mengembalikan tażakkur kepada tafakku, dan mengembalikan tafakkur kepada tażakkur hingga dapat membuka gembok hatinya. Penyusun kitab Manāzil As-Sä irin menjelaskan bahwa tażakkur setingkat di atas tafakkur. Sebab tafakkur itu merupakan pencarian, sedangkan tażakkur merupakan wujud. Maksudnya, tafakkur adalah mencari tujuan semenjak dari permulaannya, seperti yang dikatakan dalam pepatah, "Tafakkur adalah mencari bisikan hati, untuk mengetahui keinginannya." Tażakkur merupakan wujud, karena ia ada setelah tafakkur, yang bisa hilang karena lupa. Jika ingat, maka tażakkur ini pun ada. Tażakkur merupakan kata aktif dari zikr (ingat), kebalikan dari lupa. Artinya hadirnya gambaran sesuatu yang diingat dan diketahui di dalam hati. Kedudukan tażakkur di samping tafakkur sama dengan kedudukan hasil sesuatu yang dituntut setelah memeriksa dan menyelidikinya. Karena itu, ayat-ayat Allah Swt. yang dibaca dan dapat disaksikan merupakan peringatan, sebagaimana yang disebutkan dalam ayat-Nya yang dibaca (QS Gāfir, 40: 53-54). Allah Swt. berfirman dalam ayat-ayat-Nya yang bisa disaksikan (Qs Qāf, 50: 6-8; Qs Şad, 38: 43). Manusia ada tiga macam: Pertama, orang yang hatinya mati dan seakan-akan dia tidak mempunyai hati. Ayat Allah Swt. tidak akan menjadi peringatan bagi hati ini. Kedua, orang yang mempunyai hati yang hidup dan siap, namun ia tidak memperhatikan ayat-ayat Allah Swt. yang dibaca, yang mengabarkan ayat-ayat-Nya yang dapat disaksikan, entah karena ayat-ayat itu memang tidak sampai kepadanya, karena dia sibuk dengan hal-hal yang lain, entah karena sebab lain. Orang seperti ini hatinya pergi entah ke mana dan tidak ada di tempat. Hati ini juga tidak dapat menerima peringatan, sekalipun sebenarnya ia siap. Ketiga, Orang yang hatinya benar-benar hidup dan siap, Bila ayat-ayat Allah Swt. dibacakan kepadanya, maka ia pun menyimak dengan pendengarannya, menghadirkan hatinya, sibuk memahami apa yang didengarnya. Hati seperti inilah yang bisa mengambil manfaat dari ayat-ayat yang dibaca maupun ayat- ayat yang disaksikan. Orang pertama seperti orang buta yarng sama sekali tidak bisa melihat. Orang kedua seperti orang yang dapat melihat, namun arahnya tidak tepat pada sasaran yang mestinya dilihat. Dua orang ini sama-sama tidak bisa melihat Allah Swt. Orang ketiga seperti orang yang dapat melihat dan memusatkan pandangan ke sasarannya, baik dari jarak yang dekat maupun jauh. Inilah orang yang dapat melihat Allah Swt. Mahasuci Allah Swt. yang menjadikan kalam-Nya obat penyembuh bagi penyakit yang menghimpit dada. (ibnu'l Qayyim al-Jauziyyah, Madariju As-Sālikina Manāzilu lyyāka Nabudu wa lyyāka Nasta in, Juz 1, t.t.: 474-477), - Riyāduş Şālihin : Dari Jābir Ra., dia berkata, "Saya mendengar Rasulullah Saw. bersabda, Jika seseorang menyebut nama Allah Swt. ketika hendak masuk rumahnya dan ketika hendak makan, maka setan berkata kepada teman-temannya, Kalian tidak bisa menginap dan tidak bisa makan!' Jika seseorang tidak menyebut nama Allah Swt. ketika hendak masuk rumahnya, maka setan berkata, 'Kalian bisa masuk dan bisa menginap. Jika seseorang tidak menyebut nama Allah Swt. sevwaktu hendak makan, maka setan berkata, Kalian bisa menginap dan makan malam." (HR Muslim). Hadis di atas mengandung beberapa faedah: (a) Dianjurkan untuk menyebut nama Allah Swt. ketika masuk rumah dan ketika hendak makan. (b) Setan dapat menginap di rumah dan turut serta makan ketika tidak disebut nama Allah Swt. (c) Menyebut nama Allah Swt. ketika makan dan masuk rumah dapat mencegah seseorang lalai dari mengingat Allah Swt., karena lalai dari mengingat Allah Swt. akan menjerumuskan seseorang pada perbuatan yang menyalahi perintah Allah Swt. dan mengikuti kesesatan setan. (Dr. Mustafā Sa'id Al-Khin, Nuzhatul Muttagina Syarhu Riyādis Şālihina, Juz 1, 1407 H/1987 M: 600). - Medical Hadiš : Diriwayatkan dari Ali bin Abu Talib Ra. bahwa ada seseorang yang biasa lupa atau lalai. Ali menyuruhnya untuk menggunakan Lubān (kemenyan), karena ia dapat membuat hati tambah berani dan mengusir kelupaan atau kelalaian. Demikian pula yang disarankan oleh lbnu Abbās Ra. terhadap seseorang yang keadaannya seperti itu. (Ibnul Qayyim Al-Jauziyyah, At-Tibbun Nabawi, t.t.: 301). - Tibbun Nabavwi : Khasiat Lubān (Kemenyan) Sesungguhnya lupa itu mempunyai sebab alami yang kasat mata, karena lupa dapat disebabkan oleh buruknya keseimbangan antara dingin dan lembab yang lebih menguasai otak sehingga otak tidak dapat mengingat apa yang masuk ke dalamnya. Karena itu, Lubān berguna untuk menghilangkan gejala ini. Lubān bersifat panas pada tingkatan kedua dan dingin pada tingkatan pertama. Lubān memiliki banyak manfaat antara lain berkhasiat untuk mengobati kelemasan karena banyak keluar darah, penyakit pencernaan, mengendurkan perut, menghancurkan makanan, mengusir bau tak sedap menghilangkan luka atau bisul pada mata menguatkan perut yang lemah, mengeringkan lender yang berlebihan, dan lain-lain. (bnu'l Qayyim Al-Jauziyyah, Zādu'l Ma ādi fi Hadyi Khayril tbādi, Juz 4, tt 387-388). - HADIS NIAGA QS Sād. 38: 46 : Berlaku Zuhud pada Dunia Dari Sahl bin Sa'ad As-Saidi , dia berkata bahwa ada seseorang yang mendatang: Rasulullah lalu dia berkata, "Wahai Rasulullah, tunjukkanlah kepadaku suatu amalan yang jika aku melakukannya, Allah dan manusia akan mencintaiku Rasulullah bersabda: "Zuhudlah pada dunia, Allah akan mencintaimu. Zuhudlah pada sesuatu yarng ada di sisi manusia, manusia pun akan mencintaimu." (HR Ibnu Majah, 4102) - AMAL NIAGA : 1. Hendaklah Anda bersikap gana'ah dan ridha atas rezeki halal yang Allah berikan setelah Anda bekerja keras. Tahanlah diri Anda dari harta yang haram dan berhati-hatilah dari harta yang syubhat (kurang jelas). 2. Bersyukurlah atas harta halal yang Anda terima kemudian infakkanlah sebagiannya sesuai syariat Islam. 3. Di antara bentuk zuhud terhadap dunia adalah keyakinan dalam hati bahwa rezeki Anda tidak akan diambil orang lain. Maka hendaklah Anda bersikap tenang dalam mencari rezeki. - Tadabbur Surah Shad Ayat 43-61 : Ayat 43-61 meneruskan kisah Nabi Ayyub, Ibrahim, Ishak dan Ya’qub yang memiliki kekuatan dan pandangan yang luas serta mengingat akhirat. Ismail, Ilayas’ dan Zulkifli sebagai hamba pilihan.Para Nabi dan orang-orang yang bertakwa mendapatkan kehormatan di akhirat berupa surga Adn yang penuh dengan berbagai fasilitas yang menakjubkan. Sebaliknya, kaum yang durhaka dan pelopor pelanggaran atas sistem Allah dimasukkan ke neraka. Itulah tempat tinggal yang paling buruk dan amat menyakitkan. Sedikitpun mereka tidak mendapat sambutan yang baik. Bahkan dilemparkan ke dalam neraka. Para pengikut mereka meminta agar Allah timpakan kepada para pemimpin yang meyesatkan ereka azab berlipat ganda karena telah menyebabkan mereka masuk neraka.
Selasa, 05 Mei 2026
Tadabbur Al Quran hal. 455
Tadabbur Al-Quran Hal. 455
----------------------------------------------
بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ
- Al Qur'an Indonesia Tajwid.
- Sad ayat 34 :
وَلَقَدْ فَتَنَّا سُلَيْمٰنَ وَاَلْقَيْنَا عَلٰى كُرْسِيِّهٖ جَسَدًا ثُمَّ اَنَابَ
Dan sungguh, Kami telah menguji Sulaiman dan Kami jadikan (dia) tergeletak di atas kursinya sebagai tubuh (yang lemah karena sakit), kemudian dia bertobat. [753]
- [753] Sebagian ahli tafsir mengatakan bahwa yang dimaksud dengan ujian ini ialah kacaunya kerajaan Nabi Sualiman sehingga orang lain menduduki singgasana beliau.
- Tafsir Al Muyassar Sad ayat 34 :
Dan sungguh Kami menguji Sulaiman dan Kami menjatuhkan separuh tubuh anaknya di atas singgasananya. Anak ini lahir setelah Sulaiman bersumpah akan menggilir istri-istrinya, masing-masing dari mereka melahirkan seorang penunggang kuda handal yang berjihad di jalan Allah, namun dia tidak mengucapkan: Insya Allah, lalu Sualiman pun melakukan sumpahnya dengan menggilir seluruh istrinya, dan tidak seorang pun dari mereka yang mengandung kecuali seorang istri yang akhirnya hanya melahirkan separuh jasad bayi.
- Tazkiyyatun Nafs :
Menyimak Al-Quran artinya memusatkan perhatian hati kepada makna-maknanya, memusatkan pikiran untuk mengamati dan memikirkannya. Inilah maksud diturunkannya Al-Quran, dan bukan sekadar membacanya tanpa pemahaman, pendalaman dan perhatian. Firman-Nya, <Kitab (A-Qur'an) yang Kami turunkan kepadamu penuh berkah agar mereka menghayati ayat-ayatnya dan agar orang-orang yang berakal sehat mendapat pelajaran (0S Şād, 38: 29). Al-Hasan berkata, "Al-Quran diturunkan agar diperhatikan dan diamalkan. Maka amalkanlah apa yang kalian baca." Tidak ada yang lebih bermanfaat bagi hamba di dunia dan di akhirat serta yang lebih dekat dengan keselamatannya selain dari mendalami dan menmperhatikan Al-Qur'an serta memikirkan makna ayat-ayatnya, karena makna-makna ini akan menunjukkan tanda-tanda kebaikan dan keburukan dengan segala hiasannya, menunjukkan jalan, sebab dan buah kebaikan dan keburukan, menyodorkan kunci-kunci simpanan kebahagiaan dan ilmu yang bermanfaat, meneguhkan sendi-sendi keimanan di dalam hati, mengokohkan bangunannya, memperlihatkan gambaran dunia dan akhirat, surga dan neraka, memperlihatkan keadaan berbagai umat, keadilan Allah Swt. dan karunia-Nya, Zat, sifat, Asmā (nama-nama) dan perbuatan-Nya, apa yang dicintai dan dibenci-Nya, menunjukkan jalan yang mengantarkan kepada-Nya, penghambat-penghambat jalan dan ujiannya, memperlihatkan tingkatan-tingkatan orang yang berbahagia, menderita serta macam-macam manusia dan golongannya. Secara umum makna-makna Al-Quran ini memperkenalkan Allah Swt. yang diserukan-Nya dan jalan yang menghantarkan kepada-Nya. Kebalikan dari hal-hal di atas, makna-makna AI-Quran juga menunjukkan apa yang diserukan setan, jalan yang menghantarkan kepadanya, dan akibat yang bakal diterima orang yang memenuhi seruan ini, berupa kehinaan dan siksaan setelah dia sampai kepadanya. Inilah berbagai perkara yang perlu diperhatikan hamba, agar dia bisa mengetahui akhirat seakan-akan dia berada di sana dan tidak lagi berada di dunia ini dan bisa membedakan mana yang haq dan mana yang batil dalam perkara-perkara yang diperselisihkan, sehingga yang haq benar-benar haq dan yang batil benar-benar batil, membernya cahaya untuk membedakan petunjuk dan kesesatan, jalan lurus dan jalan menyimpang, memberikan kekuatan di dalam hati kehidupan, kelapangan dan kegembiraan. Makna-makna Al-Quran berkisar pada masalah tauhid dan penjelasan-penjelasannya, ilmu tentang Allah Swt. dan sifat-sifat kesempurnaan-Nya, sifat-sifat kekurangan yang dijauhkan dari-Nya, pengenalan hak-hak hamba dan hak-hak yang mengutus mereka, iman kepada malaikat yang merupakan utusan Allah Swt. dalam menangani urusan alam atas dan alam bavwah. khususnya segala urusan manusia, apabyang telah disiapkan Allah Swt. bagi musuh-musuh-Nya, berupa kampung siksaan yang di dalamnya sama sekali tidak ada kegembiraaan dan kesenangan, rincian perintah dan larangan, syariat dan qadar, halal dan haram, nasihat dan peringatan, kisah-kisah dan pemisalan, sebab-sebab, hukum, prinsip, tujuan dan lain sebagainya. (Ibnu'l Qayyim A-Jauziyyah, Madāriju As-Sālikina Manāzilu lyyāka Na'budu wa lyyāka Nasta in. Juz 1, t.t.: 485-487).
- Riyāduş Şālihin :
Dari Abu Hurairah Ra., ia berkata, Rasulullah Saw. bersabda, "Tidaklah sekelompok orang berkumpul di suatu masjid untuk membaca Al-Qur'an dan mempelajarinya, melainkan mereka akan diliputi ketenangan, rahmat, dan dikelilingi para malaikat, serta Allah Swt. akan menyebut-nyebut mereka pada malaikat-malaikat yang berada di sisi-Nya." (HR Muslim).
Hadiš tersebut mengandung beberapa faedah antara lain:
(a) Dianjurkan berkumpul di masjid untuk membaca dan mempelajari Al Quran, karena hal itu menyebabkan datangnya ketenangan, turunnya rahmat, dan kehadiran para Malaikat As., serta Allah Swt. meridai mereka dan akan menyebut-nyebut mereka pada malaikat-malaikat yang berada di sisi-Nya karena perbuatan mereka yang mulia itu.
(Dr. Mustafa Sa'id Al-Khin, Nuzhatul Muttaqina Syarhu Riyādis Şālihina, Juz 1, 1407 H/1987 M: 761-762 ).
- Medical Hadis :
Dari lbnu Umar Ra., ia berkata, "Ketika kami sedang duduk di sisi Nabi Saw., dihidangkanlah kurma yang sudah kering. Nabi Saw. bersabda, "Sesungguhnya di antara pohon-pohon ada satu pohon yang tidak jatuh daunnya, dan itu adalah perumpamaan bagi seorang muslim. Ceritakan kepadaku pohon apakah itu? Maka orang-orang menganggapnya sebagai pohon-pohon yang ada di lembah, sedangkan menurut perkiraanku bahwa itu pohon kurma. Maka aku hendak mengatakannya, lalu aku melihat kepada orang-orang yang hadir, ternyata aku yang paling muda usianya sehingga aku diam. Maka Rasulullah Saw. pun menjawab, Dia adalah pohon kurma. Kemudian aku ceritakan hal itu kepada bapakku (Umar), Maka ia berkata, "Aku lebih suka bila engkau ungkapkan saat itu daripada begini dan begini." (HR A-Bukhāri dan Muslim). (Ibnu'l Qayyim Al-Jauziyyah, At-Tibbu An-Nabawi, t.t.: 310).
- Tibbun Nabawi :
Khasiat Nakhl (Pohon Kurma)
Nakhl (pohon kurma) disebutkan di beberapa tempat dalam Al-Qur'an. Pada hadis di atas terkandung makna bahwa orang yang pandai mengajukan pertanyaan kepada para sahabatnya, untuk menguji dan mengecek pengetahuan mereka. Di dalamnya juga terkandung pemisalan dan perumpamaan. Di dalamnya juga terkandung makna rasa malu sahabat di hadapan orang-orang yang lebih tua sehingga harus membuatnya menahan perkataan yang hendak diucapkannya. Di dalamnya juga terkandung kesenangan seorang ayah atas kebenaran pengetahuan anaknya. Di dalamnya juga terkandung pelajaran, hendaknya seseorang tetap menjawab sebuah pertanyaan yang diketahui jawabannya, meskipun dia lebih muda. Di dalamnya juga terkandung perumpamaan orang muslim seperti pohon kurma, yang banyak manfaatnya, rindang dan baik buahnya, serta senantiasa tumbuh. Tentang manfaat buahnya sudah dijelaskan pada pembahasan sebelumnya. Pohon kurma pula yang menangis di dekat Rasulullah Saw., ketika beliau hendak meninggalkannya, karena ia akan dirundung rindu kepada beliau. Pohon itu juga mendengar perkataan beliau. Ketika Maryam melahirkan putranya, Isa As., pohon ini pula yang mengayominya dan buahnya menjadi makanannya. (Ibnul Qayyim Al-Jauziyyah, Zãdu'l Ma adi f Hadyi Khayril 1bādi, Juz 4, t.t.: 397-398)
- Hadis Motivasi QS 38: 31 :
Dari Abu Hurairah dia berkata. Rasulullah bersabda: "Barang siapa ditawarkan kepadanya wewangian maka Janganlah menolaknya karena sesungguhnya wangian-wangian ingan bebannya dan harum baunya." (HR Muslim. 2253)
- HADIS NIAGA QS Sad, 38: 34 :
Musibah Merupakan Tanda Cinta Allah kepada Hamba
Dari Anas bin Malik Rasulullah bersabda: "ika Allah menginginkan kebaikan kepada hamba-Nya, Dia akan segerakan hukumannya di dunia. Jika Allah menghendaki kejelekan kepadanya, Dia akan mengakhirkan balasan atas dosa yang dia perbuat hingga akan ditunaikan pada hari Kiamat kelak." Lalu, Rasulullah bersabda: "Sesungguhnya, besarnya pahala sesuai dengan besarnya cobaan. Sesungguhnya. jika Allah mencintai suatu kaum, Dia akan memberikan cobaan kepada mereka. Siapa yang ridha (terhadap cobaan itu) maka baginya keridhaan dari-Nya. Siapa yang murka (terhadap cobaan itu) maka baginya kemurkaan dariNya." (HR Tirmizi, 2396)
- AMAL NIAGA :
1. Bersabarlah dalam menghadapi musibah karena hal itu merupakan cara Allah untuk membersihkan dosa-dosa Anda. 2.Hendaklah berprasangka baik atas musibah dalam bisnis Anda, karena hal itu merupakan bentuk kecintaan Allah kepada Anda.
3. Sebagai seorang mukmin, hendaklah Anda ridha atas musibah yang menimpa Anda serta tidak berputus asa dan murka karenanya.
- Tadabbur Surah Shad Ayat 27-42 :
Menciptakan langit, bumi dan apa saja yang adi antara keduanya sia-sia. Hal tersebut hanya dugaan kaum kafir saja. Mereka celaka karena akan masuk neraka. Allah tidak memperlakukan sama antara orang beriman dan beramal saleh dan yang merusak di muka bumi, atau antara orang yang bertakwa dan pendosa. Untuk itulah, Allah turunkan Al-Qur’an yang penuh berkah agar ditadabburkan isinya dan pelajaran bagi orang-orang berakal.
Ayat 30-40 menjelaskan, Allah menjadikan Sulaiman pewaris Daud. Allah berikan padanya kerajaan yang sangat kuat dan lengkap seperti yang dijelaskan dalam surat An-Naml ayat 15-44. Sebagai manusia, Sulaiman pernah dilalaikan oleh kuda-kudanya yang indah dan kuat sehingga ia salat asar mendekati maghrib. Lalu ia bertaubat pada Allah. Allahpun ganti dengan angin yang lebih baik dan lebih cepat. Di akhirat nanti, ia mendapat kedudukan yang dekat di sisi Allah.
Ayat 41 dan 42 menjelaskan Nabi Ayyub sakit keras akibat gangguan setan. Lalu Allah menyuruhnya menghentakkan kakinya ke bumi sehigga keluar mata air dingin untuk ia mandi dan minum. Maka penyakitnya pun sembuh.
Sabtu, 11 April 2026
Perintah Kepada Anak-anak Untuk Mendirikan Shalat | @KitabulSalaf
One Day One Hadits (385) | @KitabulSalaf
------------------------------------------
بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ
Perintah Kepada Anak-anak Untuk Mendirikan Shalat
عن عبد الله بن عمر رضي الله عنه قال، قال رسول الله صلى الله عليه وسلم:
مُرُوْا أَوْلَادَكُمْ بِالصَّلَاةِ وَهُمْ أَبْنَاءُ سَبْعِ سِنِيْنَ ، وَاضْرِبُوْهُمْ عَلَيْهَا وَهُمْ أَبْنَاءُ عَشْرِ سِنِيْنَ ، وَفَرِّقُوْا بَيْنَهُمْ فِي الْمَضَاجِعِ
Dari ‘Abdullah bin ‘Amr Radhiyallahu anhu , ia berkata, “Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
Suruhlah anak kalian shalat ketika berumur tujuh tahun! Dan pukullah mereka ketika berusia sepuluh tahun (jika mereka meninggalkan shalat)! Dan pisahkanlah tempat tidur mereka (antara anak laki-laki dan anak perempuan)!
[Hadits ini hasan. Diriwayatkan oleh Abu Dawud, no. 495; Ahmad, II/180, 187; Al-Hakim, I/197]
Pelajaran yang terdapat di dalam hadits:
1. Setiap kepala rumah tangga bertanggung jawab atas orang-orang yang ada dalam rumah tangganya.
2. Setiap orang tua wajib menjaga diri dan keluarganya dari api neraka.
3. Setiap orang tua wajib mendidik istri dan anak-anaknya di atas agama Islam yang benar.
4. Pertama kali yang wajib diajarkan kepada istri dan anak-anak adalah tentang tauhid, mengikhlaskan ibadah hanya kepada Allâh saja.
5. Wajib bagi orang tua mengajarkan keluarga dan anak-anaknya tentang wudhu dan shalat.
6. Orang tua wajib menganjurkan anak-anaknya shalat ketika mereka berumur tujuh tahun.
7. Pentingnya masalah tauhid dan shalat.
8. Boleh memukul anak bila ia tidak mau shalat, tetapi dengan pukulan yang mendidik dan tidak melukai.
9. Umur tamyîz (mulai berpikir dan bisa membedakan antara baik dan buruk) adalah umur tujuh tahun, sedangkan pubertas (mulai beranjak baligh) dimulai umur sepuluh tahun.
10. Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam membedakan antara umur tujuh tahun dan sepuluh tahun, agar para pendidik memperhatikan fase-fase pendidikan anak.
11. Orang tua wajib melindungi anak-anak mereka dari hal-hal yang menimbulkan fitnah dalam rumah tangga.
12. Orang tua wajib memisahkan tempat tidur anak laki-laki dan perempuan.
Tema hadist yang berkaitan dengan Al Qur'an:
1. Perintahkanlah istri, anak-anak, dan anggota keluarga yang ada di rumah kita untuk mengerjakan shalat wajib yang lima waktu sehari semalam dan bersabarlah dalam menyuruh mereka melakukannya.
وَأْمُرْ أَهْلَكَ بِالصَّلَاةِ وَاصْطَبِرْ عَلَيْهَا ۖ لَا نَسْأَلُكَ رِزْقًا ۖ نَحْنُ نَرْزُقُكَ ۗ وَالْعَاقِبَةُ لِلتَّقْوَىٰ
Dan perintahkanlah kepada keluargamu mengerjakan shalat dan bersabarlah kamu dalam mengerjakannya. Kami tidak meminta rezeki kepadamu, Kamilah yang memberikan rezeki kepadamu. Dan akibat (yang baik di akhirat) adalah bagi orang-orang yang bertakwa.” [Thâhâ/20:132]
2. Allâh Azza wa Jalla telah mengingatkan tentang generasi mendatang sepeninggal orang-orang yang taat dalam firman-Nya:
فَخَلَفَ مِنْ بَعْدِهِمْ خَلْفٌ أَضَاعُوا الصَّلَاةَ وَاتَّبَعُوا الشَّهَوَاتِ ۖ فَسَوْفَ يَلْقَوْنَ غَيًّا
Maka datanglah sesudah mereka pengganti (yang jelek) yang menyia-nyiakan shalat dan memperturutkan hawa nafsunya, maka mereka kelak akan menemui kesesatan. [Maryam/19:59].
Tadabbur Al Quran hal. 454 | @KitabulSalaf
Tadabbur Al-Quran Hal. 454 | @KitabulSalaf
----------------------------------------------
بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ
- Al Qur'an Indonesia Tajwid.
- Sad ayat 20 :
وَشَدَدْنَا مُلْكَهٗ وَاٰتَيْنٰهُ الْحِكْمَةَ وَفَصْلَ الْخِطَابِ
Dan Kami kuatkan kerajaannya dan Kami berikan hikmah kepadanya [750] serta kebijaksanaan dalam memutuskan perkara.
- [750] Kenabian, ketinggian ilmu dan ketelitian amal perbuatan.
- Tafsir Al Muyassar Sad ayat 20 :
Dan Kami menuatkan kerjajaannya dengan kemenangan, kekuatan dan kebijaksanaan. Dan Kami memberikan kenabian kepadanya serta kemapuan berbicara dan menetapkan hukum.
- Riyāduş Şalihin :
Dari Abdullah bin Amr bin Al-As Ra., ia berkata, Nabi Saw. bersabda, "Orang-orang yang berlaku adil berada di sisi Allah pada mimbar yang terbuat dari cahaya. Mereka adalah orang-orang yang berlaku adil dalam penegakan hukum, adil dalam keluarga, dan adil dalam melaksanakan tugas yang dibebankan kepada mereka." (HR Muslim).
Hadiš di atas memberikan faedah tentang keutamaan bersikap adil dan dorongan untuk menunaikannya dalam setiap urusan orang muslim sebagai penghormatan bagi yang melaksanakannya. Selain itu, orang-orang yang adil menempati derajat mulia pada hari kiamat. (Dr. Muştafā Sa' id Al-Khin, Nuzhatul Muttaqina Syarhu Riyādis sālihina, Juz 1, 1407 H/1987 M: 547).
- Hadis Qudsi :
Dari Abu Zar Ra., Nabi Saw. bersabda, Allah Swt. berfirman, "Hai hamba-Ku, sesungguhnya Aku telah mengharamkan diri-Ku untuk berbuat zalim dan perbuatan zalim itu pun Aku haramkan kepadamu. Oleh karena itu, janganlah kamu saling berbuat zalim!" (HR Muslim, Sahihu Muslim, Juz 4, No. Hadis, 2577, 1412H/1991 M: 1994).
- Hadiš Nabawi :
Dari lbnu Umar Ra., Nabi Saw. bersabda, "Ketahuilah, setiap kalian adalah pemimpin, dan setiap kalian bertanggung jawab atas apa yang dipimpinnya. Seorang pemimpin yang memimpin manusia akan bertanggung jawab kepada rakyatnya, seorang laki-laki adalah pemimpin di keluarganya, dan dia bertanggung jawab terhadap mereka semua, seorang wanita juga pemimpin di rumah suami dan anak-anaknya, dan dia bertangqung jawab terhadap merekabsemua, seorang budak adalah pemimpin atas harta tuannya, dan dia bertanggung jawab atas harta tersebut. Setiap kalian adalah pemimpin dan akan mempertanggung
jawabkan kepemimpinannya." (HR Muslim, Sahihu Muslim, Juz 3, No. Hadis, 1829, 1412H/1991 M: 1459).
- Hadis Motivasi QS 38: 24 :
Dari lbnu Umar , dia berkata. Rasulullah bersabda: "Orang mukmin yang berbaur (berinteraksi) dengan manusia dan bersabar atas perbuatan buruk mereka lebih besar pahalanya daripada seorang mukmin yang tidak berbaur (berinteraksi) dengan manusia dan tidak sabar atas tindakan buruk mereka." (HR Ibnu Majah, 4032)
- AMAL NIAGA :
1. Hendaklah Anda bekerja dan berusaha dengan tangan Anda karena makanan yang paling baik dan kehidupan yang paling menyenangkan adalah yang dihasilkan dari usaha sendiri. Sebagai seorang niagawan muslim, hendaklah Anda memiliki sikap percaya diri dalam mengatasi berbagai permasalahan hidup. Janganlah Anda merasa hina di hadapan orang lain.
3. Carilah keberkahan dari harta Anda sekalipun sedikit. lbnu Taimiyah dalam Majmữ atul Fatāwā berkata, "Rezeki yang halal walaupun sedikit lebih berkah daripada rezeki haram yang banyak. Rezeki haram akan cepat hilang dan Allah akan menghancurkannya."
- Tadabbur Surah Shad Ayat 17-26 :
Ayat 17-26 menjelaskan bahwa Rasul saw. harus bersabar menghadapi perilaku kaum kafir. Allah menghiburnya dengan kisah Nabi Daud yang memiliki kekuatan dan sangat taat pada Allah. Gunung-gunung bertasbih memuji Allah ketika mendengar Daud bertasbih di sore dan pagi. Begitu pula burung berkerumun ikut bertasbih bersamanya. Allah juga kuatkan kerajaannya dan berikan padanya hikmah dan kemampuan memutus perkara secara adil.
Sungguhpun demikian, Nabi Daud sempat merasa takut ketika dua orang datang ke Mihrabnya meminta diputuskan perselisihan diantara mereka dengan benar, adil dan minta ditunjukkan jalan yang lurus. Nabi Daud memutuskan perkara mereka dengan adil dan menjelaskan bahwa kebanyakan orang yang bekerjasama bisnis itu menzalimi partnernya, kecuali imannya kuat dan banyak beramal saleh. Mereka adalah minoritas.
Kendati sebagai penguasa yang adil, Nabi Daud sangat berhati-hati dalam memutus perkara sehingga ia minta ampun sambil bersujud pada Allah. Allah sangat mencintai perbuatan Daud itu sehingga di akhirat nanti diberi kedudukan yang sangat dekat dengan-Nya. Di dunia,
Allah jadikan ia khalifah dan memutuskan perkara di antara manusia dengan hak (kebenaran yang datang dari Allah) dan tidak boleh mengikuti hawa nafsu, karena akan tersesat dari jalan Allah. Jika tersesat dari jalan Allah, maka di akahirat akan masuk neraka.
Rabu, 01 April 2026
Sangsi Hukum yang Dikenakan Kepada Orang-orang yang Meninggalkan Shalat Berjama’ah | @KitabulSalaf
One Day One Hadits (384) | @KitabulSalaf
------------------------------------------
بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ
Sangsi Hukum yang Dikenakan Kepada Orang-orang yang Meninggalkan Shalat Berjama’ah
عَنْ أَبِيْ هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ أَنَّ رَسُوْلَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: وَالَّذِيْ نَفْسِيْ بِيَدِهِ لَقَدْ هَمَمْتُ أَنْ آمُرَ بِحَطَبٍ فَيَحْطُبَ ثُمَّ آمُرَ بِالصَّلاَةِ فَيُؤْذَنَ بِهَا ثُمَّ آَمُرَ رَجُلاً فَيَؤُمَّ النَّاسُ ثُمَّ أُخَالِفَ إِلَى رِجَالٍ فَأُخْرِقَ عَلَيْهِمْ بُيُوْتَهُمْ (متفق عليه)
”Dari Abu Hurairah ra., sesungguhnya Rasulullah SAW telah bersabda: Demi Tuhan yang jiwaku dalam kekuasaan-Nya, saya telah bermaksud menyuruh orang-orang untuk mengumpulkan kayu bakar, lalu menyuruh seorang untuk menyerukan adzan, kemudian menyuruh pula seorang untuk menjadi imam bagi orang banyak, sementara itu saya akan mendatangi orang-orang yang tidak ikut berjama’ah, lalu saya bakar rumah-rumah mereka. (HR. Bukhori Muslim).
Pelajaran yang terdapat di dalam hadist:
1. Dalam hadits di atas Rasulullah Shallallahu alaihi wa salam mempertegas pentingnya shalat dilakukan secara berjama’ah dan menjelaskan sangsi hukum yang akan dikenakan kepada orang-orang yang tidak melaksanakan shalat secara berjama’ah.
2. Taruhlah kita memilih pendapat sebagian ulama yang mengatakan sunnah muakkadah sebagai pendapat paling ringan dalam hukum shalat berjamaah. Ingatlah, bukan berarti shalat berjamaah itu ditinggalkan begitu saja dengan mudah tanpa ada uzur. Imam Syafii rahimahullah mengingatkan,
وَ أَمَّا الجَمَاعَةُ فَلاَ أُرَخِّصُ فِي تَرْكِهَا إِلَّا مِنْ عُذْرٍ
“Adapun shalat berjamaah, aku tidaklah memberikan keringanan untuk meninggalkannya kecuali jika ada uzur.” (Ash-Shalah wa Hukmu Taarikihaa, hlm. 107).
3. Kita boleh meninggalkan shalat berjamaah jika ada uzur. Apa saja uzur dalam shalat berjamaah sehingga boleh tidak ke masjid?
Pertama: Uzur umum
Uzur ini berlaku bagi setiap orang. Contohnya adalah hujan, tetapi disyaratkan adanya masyaqqah (kesulitan).
Nafi’ berkata bahwa Ibnu Umar pernah berazan ketika shalat di waktu malam yang dingin dan berangin. Kemudian beliau mengatakan “ALAA SHOLLU FIR RIHAAL” (artinya: hendaklah kalian shalat di rumah kalian). Kemudian beliau mengatakan, ”Dulu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam memerintahkan muazin ketika keadaan malam itu dingin dan berhujan, untuk mengucapkan
أَلاَ صَلُّوا فِى الرِّحَالِ
“ALAA SHOLLU FIR RIHAAL (artinya: hendaklah kalian shalat di rumah kalian).” (HR. Muslim, no. 697)
Kedua: Uzur khusus
a. Sakit.
b. Sangat lapar atau haus.
c. Ingin buang hajat.
d. Takut akan terkena mudarat.
e. Makan sesuatu yang menimbulkan bau tidak enak yang mesti dihilangkan terlebih dahulu.
f. Takut ketinggalan rombongan ketika safar.
g. Keadaan sangat kantuk karena menunggu shalat berjamaah.
h. Menyelamatkan orang yang butuh untuk segera ditolong.
Lihat Al-Mu’tamad fii Al-Fiqh Asy-Syafii, 1:410-412
4. Alangkah sedihnya kita lihat masih banyak diantara kita yang terkadang lebih memilih untuk melanjutkan pekerjaannya tatkala telah datang waktu sholat, padahal bisa jadi jika ia meninggalkan sejenak saja pekerjaannya tersebut untuk menunaikan sholat, Allah akan mempermudah urusannya dan memberikan bantuan yang tak pernah ia sangka sebelumnya.
Tema hadist yang berkaitan dengan Al Quran :
1. Kalangan ulama menyimpulkan dalil akan wajibnya salat berjamaah.
Allah Ta’ala memerintahkan ruku’ bersama-sama orang-orang yang ruku’, yang demikian itu dengan bergabung dalam ruku’ maka ini merupakan perintah menegakkan shalat berjama’ah. Mutlaknya perintah menunjukkan wajibnya mengamalkannya.” (Bada`i’ush-shana`i’ fi Tartibisy-Syara`i’ 1/155 dan Kitabush-Shalah hal.66).
وَارْكَعُوا مَعَ الرَّاكِعِينَ
Dan rukuklah kalian bersama orang-orang yang rukuk. (Al-Baqarah: 43)
2. Allah Ta’ala telah memerintahkan untuk melaksanakan shalat berjama’ah dalam keadaan takut maka dalam keadaan aman adalah lebih ditekankan lagi (kewajibannya). Dalam masalah ini berkata Al-Imam Ibnul Mundzir: “Ketika Allah memerintahkan shalat berjama’ah dalam keadaan takut menunjukkan dalam keadaan aman lebih wajib lagi.” (Al-Ausath fis Sunan Wal Ijma’ Wal Ikhtilaf 4/135; Ma’alimus Sunan karya Al-Khithabiy 1/160 dan Al-Mughniy 3/5).
وَإِذا كُنْتَ فِيهِمْ فَأَقَمْتَ لَهُمُ الصَّلاةَ فَلْتَقُمْ طائِفَةٌ مِنْهُمْ مَعَكَ وَلْيَأْخُذُوا أَسْلِحَتَهُمْ فَإِذا سَجَدُوا فَلْيَكُونُوا مِنْ وَرائِكُمْ وَلْتَأْتِ طائِفَةٌ أُخْرى لَمْ يُصَلُّوا فَلْيُصَلُّوا مَعَكَ وَلْيَأْخُذُوا حِذْرَهُمْ وَأَسْلِحَتَهُمْ وَدَّ الَّذِينَ كَفَرُوا لَوْ تَغْفُلُونَ عَنْ أَسْلِحَتِكُمْ وَأَمْتِعَتِكُمْ فَيَمِيلُونَ عَلَيْكُمْ مَيْلَةً واحِدَةً وَلا جُناحَ عَلَيْكُمْ إِنْ كانَ بِكُمْ أَذىً مِنْ مَطَرٍ أَوْ كُنْتُمْ مَرْضى أَنْ تَضَعُوا أَسْلِحَتَكُمْ وَخُذُوا حِذْرَكُمْ إِنَّ اللَّهَ أَعَدَّ لِلْكافِرِينَ عَذاباً مُهِيناً
Dan apabila kamu berada di tengah-tengah mereka (sahabatmu), lalu kamu hendak mendirikan salat bersama-sama mereka, maka hendaklah segolongan dari mereka berdiri (salat) besertamu dan menyandang senjata, kemudian apabila mereka (yang salat bersamamu) sujud (telah menyempurnakan satu rakaat), maka hendaklah mereka pindah dari belakangmu (untuk menghadapi musuh) dan hendaklah datang golongan yang kedua yang belum salat, lalu salatlah mereka denganmu, dan hendaklah mereka bersiap siaga dan menyandang senjata. Orang-orang kafir ingin supaya kalian lengah terhadap senjata kalian dan harta benda kalian, lalu mereka menyerbu kalian dengan sekaligus. Dan tidak ada dosa atas kalian meletakkan senjata kalian, jika kalian mendapat sesuatu kesusahan karena hujan atau karena kalian memang sakit; dan siap siagalah kalian. Sesungguhnya Allah telah menyediakan azab yang menghinakan bagi orang-orang yang kafir itu.( An Nisa : 102)
Sabtu, 28 Maret 2026
ORANG YANG PALING MENDERITA DI HARI KIAMAT | @KitabulSalaf
Tematik (234) | @KitabulSalaf
---------------------
بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ
ORANG YANG PALING MENDERITA DI HARI KIAMAT
Allah itu menutupi aib, menunggu taubat, mengampuni, dan menghapus kesalahan.
Sedangkan tabiat manusia, menyebarkan cela,
tak menanti penyesalan, sulit memaafkan, dan meminta ganti rugi.
Karena itu hendaknya kita berhati-hati dengan dosa kepada sesama manusia. Dan mari kita merenung sejenak dan mengiingat kembali siapa saja orang² yg pernah kita dzalimi, baik itu yg menyangkut kehormatan, harta dan darahnya.
Jika kita masih ingat, maka segeralah kita selesaikan sekarang, selagi masih ada waktu, selagi masih ada kesempatan, selagi kita masih hidup.
Segeralah dengan mengembalikan haknya, menggantinya, meminta maaf atau meminta kehalalan atas kedzaliman yg pernah kita perbuat.
Karena jauh lebih ringan menunaikan hak-hak orang lain ketika kita masih di dunia, dari pada kita harus mempertanggung jawabkannya di akhirat nanti.
Dari Abdullah bin Umar radhiallahu ‘anhu berkata, Rasulullah ﷺ sallam bersabda:
الظلم ظلمات يوم القيامة
“Kezaliman adalah kegelepan pada Hari Kiamat”. [Muttafaq ‘alaih]
Sufyan Ats Tsauri rahimahullah juga berkata,
لأنْ تلقى الله تعالى بسبعين ذنباً فيما بينك وبينه؛ أهونُ عليك من أن تلقاه بذنب واحد فيما بينك وبين العباد
“Seandainya engkau bertemu Allah dengan membawa 70 dosa yang kaitannya antara engkau dan Allah, Maka itu lebih ringan, daripada engkau bertemu Allah, dengan membawa 1 dosa yang kaitannya antara engkau dengan manusia” (lihat: Tanbih al Ghofilin, hal. 380).
Sangat mudah bagi Allah untuk mengampuni dosa-dosa kita. Sebab Dia Tuhan yg Maha Pengampun lagi Penyayang. Adapun dosa kepada manusia, bila dia memaafkanmu, maka alhamdulillah. Namun bila tidak, maka harus ada sidang di akhirat, dan engkau harus mengembalikan hak mereka yg kau dzalimi.
Ya Allah ampunilah dosa-dosa kami, jauhkan kami dari kegelapan dan kebangkrutan di akhirat, dan berikanlah kami kemudahan untuk mengembalikan hak serta meminta maaf kepada saudara kami sekiranya kami pernah berbuat dzalim.
Tadabbur Al-Quran Hal. 453 | @KitabulSalaf
Tadabbur Al-Quran Hal. 453 | @KitabulSalaf
----------------------------------------------
بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ
- Al Qur'an Indonesia Tajwid.
- Sad ayat 5 :
اَجَعَلَ الْاٰلِهَةَ اِلٰهًا وَّاحِدًا ۖاِنَّ هٰذَا لَشَيْءٌ عُجَابٌ
Apakah dia menjadikan tuhan-tuhan itu Tuhan yang satu saja? Sungguh, ini benar-benar sesuatu yang sangat mengherankan.
- Asbabun Nuzul Sad ayat 5 :
Diriwayatkan oleh Ahmad, Tirmidzi, Nasai dan Hakim yang bersumber dari Ibnu Abbas, bahwa ketika Abu Thalib sakit datanglah kaum Quraisy mengadukan tentang ajakan Rasulullah. Pada waktu itu Rasulullah datang menengoknya. Abu Thalib berkata kepada Nabi Saw. : "Apakah yang engkau inginkan dari kaummu, hai keponakanku?" Rasulullah Saw, menjawab: "Aku ingin agar mereka itu mengucapkan satu kaliamt yang menyebabkan mereka beragama, sedang orang-orang yang keras hati harus membayar jizyah". Apakah kalimat itu?" Sabda Nabi Saw. : "La ilaha illallah". Kaum Quriasy berkata: "Sangat aneh tuhan hanya satu". Berkenaan dengan peristiwa ini turunlah ayat tersebut sebagai ancaman siksa terhadap orang-orang yang menolaki. Menurut Hakim riwayat ini shahih.
- Tafsir Al Muyassar Sad ayat 5 :
Mana mungkin llah-llah yang sangat banyak itu dijadikan hanya satu saja? Sesungguhnya apa yang dia bawa dan apa yang dia serukan adalah sesuatu yang aneh.
- Riyāduş şālihin :
Dari Abu Abdullah Tariq bin Asyyam Ra., ia berkata, "Saya mendengar Rasulullah Saw. bersabda, Barangsiapa mengucapkan Lã llāha Illallāh (tiada Tuhan selain Allah), dan mengingkari sesuatu yang disembah selain Allah, maka harta dan darahnya haram (untuk diganggu), sedangkan hisabannya terserah kepada Alah." (HR Muslim). Maksud hisabannya ialah apakah dia mengucapkannya secara jujur ataukah berdusta, maka hisabannya terserah kepada Allah. (Faisal bin Abdul Aziz Ali Mubārak, Tatrizu Riyādis Sālihina, Juz 1, t.t.: 279).
Hadis Qudsi :
Abu Sa'id dan Abu Hurairah bersaksi bahwa Rasulullah Saw. pernah bersabda, "Barangsiapa mengucapkan Lã lläha llallähu wallāhu Akbar (tidak ada Tuhan selain Allah, dan Allah Mahabesar), maka Tuhannya akan membenarkannya dan berfirman, Tidak ada Tuhan selain Aku dan Aku Mahabesar. Apabila orang tersebut mengucapkan, 'Lã Ilāha lallāhu wahdah (tidak ada Tuhan selain Allah Yang Maha Esa)," maka Allah berfirman, Tidak ada Tuhan selain Aku Yang Maha Esa. Apabila ia mengucapkan, Lā llāha llallāhu wahdahu Lã Syarikalah (tidak ada tuhan selain Allah Yang Maha Esa lagi tidak bersekutu, maka Allah berfirman, Tidak ada Tuhan selain Aku Yang Maha Esa lagi tidak bersekutu.) Apabila ia mengucapkan, Lã llãha lllallāhu lahul Mulku wa lahul Hamdu (tidak ada tuhan selain Allah, milik-Nya seluruh kerajaan dan bagi-Nya segala pujian), maka Allah berfirman, Tidak ada Tuhan selain Aku, milik-Ku seluruh kerajaan dan bagi-Ku segala pujian." Apabila ia mengucapkan, Lã llāha lMallāhu wa Lã
Hawla wa Lã Quwwata illā billäh (Tidak ada Tuhan selain Allah, dan tidak ada daya dan kekuatan kecuali dengan izin Allah), maka Allah berfirman, Tidak ada Tuhan selain Aku, dan tidak ada daya dan kekuatan kecuali dengan izin-Ku. Beliau berkata, Barangsiapa mengucapkannya ketika sedang sakit, kemudian ia meninggal, maka neraka tidak akan memakannya." (HR At-Tirmiži, dan dia berkata, Ini hadis Hasan.") (At-Tirmizi, Sunan At-Tirmiži, Juz 5, No. Hadiš 3430 1397 H/1977 M: 492).
- Hadis Nabawi :
Dari lbnu Abbas, ia berkata, Rasulullah Saw. bersabda, "Wahai pamanku, aku hanya menginginkan dari mereka satu kalimat saja, yang dengannya orang-orang Arab beragamna dan dengannya orang-orang asing mengeluarkan upeti pada mereka. Mereka berkata, Kalimat apakah itu?" Beliau bersabda, Lā ilāha llallāh (tidak ada sesembahan yang berhak diibadahi selain Allah). Maka orang-orang Quraisy berdiri dan melepas baju mereka seraya berkata, <Mengapa ia menjadikan tuhan-tuhan itu tuhan yang satu saja? Sesungguh-nya ini benar-benar satu hal yang sangat mengherankan. (QS Şād, 38: 5). Kemudian beliau membaca sampai ayat ..Mereka belum merasakan siksa. (QS sād, 38: 8). (HR Ahmad). (Ahmad bin Hanbal, Musnadul Imāmi Ahmadabni Hanbalin, Jilid 5, No. Hadis, 3419, 1420 H/1999 M: 393-394).
- HADIS NIAGA QS sād, 38: 2 :
Bermuamalah dengan Orang Kafir
Dari Urwah bin Zubair bahwa Aisyah , istri Rasululah berkata, "Amir bin Fuhairah, mantan budak Abu Bakar, menggembalakan kambing untuk diperah susunya dan diberikan kepada keduanya (Rasulullah dan Abu Bakar ) sesaat setelah berlalu waktu isya. Maka dari itu, beliau berdua dapat bermalam dengan tenang karena telah mendapat susu segar (susu kambing perahan Amir bin Fuhairah). Lalu, Amir bin Fuhairah menggiring kambing-kambing tersebut untuk digembalakan saat menjelang pagi. Dia melakukan ini pada setiap malam selama tiga malam persembunyian itu (pada peristiwa hijrah). Kemudian, Rasulullah dan Abu Bakar mengupah seseorang dari suku Bani Dil (suku keturunan Bani Abdu Adi) sebagai pemandu jalan. Orang itu telah ikut bersumpah dengan keluarga Al-Ash bin Wa'il As-Sahmi. Dia adalah seorang yang beragama dengan agamanya orang-orang kafir Quraisy." (HR Bukhari, 3905)
- AMAL NIAGA :
1. Dalam melakukan aktivitas jual-beli dan praktik muamalah, Anda diperbolehkan berhubungan dengan orang kafir. Hal ini pernah dicontohkan Rasulullah ketika memberi upah kepada seorang kafir saat menjadi penunjuk jalan bagi beliau dan Abu Bakar te pada peristiwa hijrah ke Madinah. Contoh lainnya, saat Rasulullah membeli seekor kambing dari seorang lelaki musyrik.
- Tadabbur Surah Shad Ayat 1-16 :
Ayat 1 surat Shad ini menjelaskan Allah bersumpah atas nama Al-Qur’an yang memuat peringatan terhadap orang-orang yang menolak isinya untuk dijadikan pedoman hidup di dunia. Sedangkan Ayat 2-16 menjelaskan :
1. Alasan-alasan kaum kafir Quraisy menolak Al-Qur’an seperti, kesombongan, persaingan, menuduh Rasul saw. penyihir, pembohong, tidak bisa menerima konsep tauhid, fanatik buta pada peninggalan nenek moyang (konsep syirik), tidak pernah mendengar konsep Tauhid dalam agama Nasrani, menuduh Rasul saw. melakukan rakayasa, mengapa Muhammad yang menerima wahyu dan kenapa bukan tokoh kota Mekah atau Thaif?
2. Kaum kafir itu tidak memiliki kunci-kunci rahmat Allah, tidak memiliki langit, bumi dan apa saja di antara keduanya sehingga mereka memahami rahasia-rahasia Allah. Mereka sebenarnya sedang menunggu kehancuran.
3. Sebelumnya, kaum Nuh, ‘Ad, Fir’aun, Tsamud, kaum Luth dan Aikah (Madyan) Allah hancurkan karena menolak ajaran para Rasul Allah.
Minggu, 22 Maret 2026
Hukum Meluruskan Shof Pada Sholat Jama'ah | @KitabulSalaf
One Day One Hadits (382) | @KitabulSalaf
------------------------------------------
بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ
Hukum Meluruskan Shof Pada Sholat Jama'ah
عن أَبي عبدِ الله النعمان بن بشير رَضيَ الله عنهما، قَالَ: سمعت رَسُول الله صلى الله عليه وسلم يقول: ((لَتُسَوُّنَّ صُفُوفَكُمْ، أَوْ لَيُخَالِفَنَّ اللهُ بَيْنَ وُجُوهِكُمْ)). مُتَّفَقٌ عَلَيهِ.
وفي رواية لمسلم: كَانَ رَسُول الله صلى الله عليه وسلم يُسَوِّي صُفُوفَنَا حتى كأنَّما يُسَوِّي بِهَا القِدَاحَ حَتَّى إِذَا رَأَى أَنَّا قَدْ عَقَلْنَا عَنْهُ. ثُمَّ خَرَجَ يَومًا فقامَ حَتَّى كَادَ أنْ يُكَبِّرَ فرأَى رَجلًا بَاديًا صَدْرُهُ، فَقَالَ: ((عِبَادَ الله، لَتُسَوُّنَّ صُفُوفَكُمْ أَوْ لَيُخَالِفَنَّ اللهُ بَيْنَ وُجُوهِكُمْ)).
Dari Abu Abdillah iaitu an-Nu'man bin Basyir radhiallahu 'anhuma, katanya: "Saya mendengar Rasulullah s.a.w. bersabda:
"Hendaklah engkau semua benar-benar meratakan barisan-barisanmu - dalam shalat, atau kalau tidak suka meratakan barisan, pastilah Allah akan membalikkan antara wajah-wajahmu semua -maksudnya ialah bahawa Allah akan memasukkan rasa permusuhan, saling benci-membenci dan perselisihan pendapat dalam hatimu semua." (Muttafaq 'alaih)
Dalam riwayat Imam Muslim disebutkan:
"Rasulullah s.a.w. itu meratakan barisan-barisan kita sehingga seolah-olah beliau itu meratakan letaknya anak panah, sampai-sampai beliau meyakinkan bahawa kita semua telah mengerti betul-betul akan meratakan barisan itu. Selanjutnya pada suatu hari beliau keluar - untuk bersembahyang - kemudian berdiri sehingga hampir-hampir beliau akan bertakbir. Tiba-tiba beliau melihat ada seorang yang menonjol dadanya - agak ke muka sedikit dari barisannya - lalu beliau bersabda:
"Hai hamba-hamba Allah, hendaklah engkau semua benar-benar meratakan barisanmu, atau kalau tidak suka meratakan barisan, pastilah Allah akan membalikkan antara wajah-wajahmu semua."
Pelajaran yang terdapat di dalam hadits:
1. Dalam shalat berjama’ah kita diperintahkan untuk merapatkan dan luruskan shaf. Karena lurus dan rapatnya shaf adalah bentuk kesempurnaan dalam shalat berjama’ah. Sangat membantu shalat kita lebih khusyuk, lebih aman dari gangguan, menyatukan hati para jama’ah dan meraih pahala yang lebih besar. Hal ini juga membuat shalat berjamaah menjadi indah.
2. Lurusnya shaf adalah sebab terikatnya hati orang-orang yang shalat. Dan bengkoknya shaf dapat menyebabkan berselisihnya hati mereka. Dalam Hadis di atas terdapat anjuran yang sangat keras agar di waktu shalat, barisan itu benar-benar dilempangkan, diratakan dan diluruskan sekencang-kencangnya.
3. Meluruskan shaf hukumnya wajib Karena Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam mengancam orang yang tidak meluruskan shaf dalam shalat berupa terjadinya perselisihan hati di antara mereka. Syaikh Muhammad bin Shalih Al Utsamin mengatakan:
المعتبر المناكب في أعلى البَدَن ، والأكعُب في أسفل البَدَن
“Yang menjadi patokan meluruskan shaf adalah pundak untuk bagian atas badan dan mata kaki untuk bagian bawah badan” (Asy Syarhul Mumthi’, 3/7-13).
4. Selain itu terdapat keterangan pula perihal dibolehkannya berkata-kata dalam waktu antara selesai-nya iqamah dengan akan dilakukannya shalat, tetapi kata-kata itu hendaknya yang bermanfaat dan berguna.
Tema hadist yang berkaitan dengan Al Qur'an :
- Jadilah kalian bersama orang-orang mukmin dalam amal perbuatan mereka yang paling baik, salah satunya dan paling khusus serta paling sempurna ialah salat.
وَارْكَعُوا مَعَ الرَّاكِعِينَ
Dan rukuklah kalian bersama orang-orang yang rukuk. (Al-Baqarah: 43)
Selasa, 17 Maret 2026
WASPADA DENGAN FITNAH HARTA | @KitabulSalaf
Tematik (233)
---------------------
بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ
"WASPADA DENGAN FITNAH HARTA".
Kemaslahatan harta dalam urusan dunia sangat jelas. Adapun kemaslahatannya dalam urusan agama, maka ia juga sangat banyak. Banyak jenis ibadah yang tidak bisa dilakukan kecuali dengan harta. Keterbatasan dalam harta bisa menjadi keterbatasan dalam beribadah. Dalam kendali dan pengaturan orang sholeh, harta adalah karunia terbaik yang mampu melesatkannya menjadi manusia mulia dan terhormat, baik dalam pandangan Allah, ataupun dalam pandangan manusia.
Hubungan dengan Allah akan semakin kuat, karena dengan hartanya seseorang akan lebih leluasa dalam mencari ilmu dan lebih tenang saat beribadah. Begitupun hubungannya dengan sesama, ia akan dengan mudah mempererat hubungan persaudaraan dan pergaulan dengan hartanya seperti dengan banyak memberi hadiah, makanan dan lain sebagainya.
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,
نِعْمَ الْمَالُ الصَّالِحُ لِلْمَرْءِ الصَّالِحِ
“Sebaik-baik harta adalah harta yang dimiliki oleh orang shaleh.” (HR Bukhari dalam al Adab al Mufrad: 299, dishahihkan al Albani)
Dari sisi yang lain, Allah sering mengingatkan, bahwa harta adalah fitnah. Sebagaimana dengan sebab harta manusia bisa beribadah, dengan sebab harta pula manusia bisa dengan mudah berbuat kemungkaran. Inilah diantara hikmah mengapa Allah membatasi rizki-Nya kepada sebagian manusia. Agar manusia tidak melakukan perbuatan melampaui batas. Allah berfirman,
وَلَوْ بَسَطَ اللَّهُ الرِّزْقَ لِعِبَادِهِ لَبَغَوْا فِي الْأَرْضِ وَلَكِنْ يُنَزِّلُ بِقَدَرٍ مَا يَشَاءُ إِنَّهُ بِعِبَادِهِ خَبِيرٌ بَصِيرٌ
“Dan jikalau Allah melapangkan rezki kepada hamba-hamba-Nya tentulah mereka akan melampaui batas di muka bumi, tetapi Allah menurunkan apa yang dikehendaki-Nya dengan ukuran. Sesungguhnya Dia Maha Mengetahui (keadaan) hamba-hamba-Nya lagi Maha Melihat.” (QS Asy-Syura [42]: 27)
Dengan harta biasanya manusia menjadi orang yang suka bermewah-mewahan. Dan, Allah mengabarkan kepada kita bahwa orang-orang yang hidup mewahlah yang selalu menjadi penentang para utusan Allah.
وَمَا أَرْسَلْنَا فِي قَرْيَةٍ مِنْ نَذِيرٍ إِلَّا قَالَ مُتْرَفُوهَا إِنَّا بِمَا أُرْسِلْتُمْ بِهِ كَافِرُونَ
“Dan Kami tidak mengutus kepada suatu negeri seorang pemberi peringatanpun, melainkan orang-orang yang hidup mewah di negeri itu berkata: “Sesungguhnya kami mengingkari apa yang kamu diutus untuk menyampaikannya.” (QS Saba’ [34]: 34)
Disebabkan harta, perhelatan manusia di dunia dalam mengumpulkan pundi-pundi kehidupan menjadi begitu ketat. Manusia saling berlomba, saling mengejar, dan tidak jarang saling menjatuhkan demi memperebutkan “𝙣𝙖𝙨𝙞𝙗” dunianya. Hidup menjadi ajang persaingan yang pemenangnya ditentukan oleh banyaknya harta dan kekayaan. Nasib baik dan keuntungan didasarkan pada perolehan materi semata.
Kecenderungan inilah yang membuat manusia kerap lupa bahwa ada hak Allah yang harus ditunaikan dalam sikapnya terhadap harta. Padahal manusia tidak dibenarkan bersikap rakus, sombong dan berlebih-lebihan dengan harta. Harta merupakan karunia Allah yang seharusnya disyukuri dengan cara mengusahakan harta itu dari jalan yang halal dan membelanjakannya pada jalan yang juga diridhoi Allah.
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
«مَا ذئبان جَائِعَانِ أُرسِلاَ في غَنَمٍ بأفسَدَ لها مِنْ حِرصِ المرء على المال والشَّرَف لدينهِ »
“Tidaklah dua serigala lapar yang menghampiri seekor kambing lebih berbahaya baginya dari ambisi seseorang kepada harta dan kedudukan bagi agamanya” (HR Tirmidzi no. 2376, ia berkata: hasan shahih, Ahmad: 3/656)
Sebuah ilustrasi yang sangat mengena dari Rasulullah untuk menggambarkan rusaknya agama seorang manusia disebabkan karena ambisi terhadap harta benda dan kedudukan di dunia. Kerusakan agama yang ditimbulkannya tidak lebih besar dari bahaya yang mengancam seekor kambing yang didatangi dua serigala lapar dan siap menerkamnya.
Wallahu waliyyut taufiq was sadaad.
Senin, 16 Maret 2026
Tadabbur Al-Quran Hal. 452 | @KitabulSalaf
Tadabbur Al-Quran Hal. 452 | @KitabulSalaf
----------------------------------------------
بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ
- Al Qur'an Indonesia Tajwid.
- Ash-Saffat ayat 158 :
وَجَعَلُوْا بَيْنَهٗ وَبَيْنَ الْجِنَّةِ نَسَبًا ۗوَلَقَدْ عَلِمَتِ الْجِنَّةُ اِنَّهُمْ لَمُحْضَرُوْنَۙ
Dan mereka mengadakan (hubungan) nasab (keluarga) antara Dia (Allah) dan jin. Dan sungguh, jin telah mengetahui bahwa mereka pasti akan diseret (ke neraka),
- Asbabun Nuzul Ash-Saffat ayat 158 :
Diriwayatkan oleh Juwaibir dari Adh-Dhahhak yang bersumber dari Ibnu Abbas, bahwa ayat ini turun sebagai bantahan kepada tiga suku Quraisy yaitu: Sulaim, Khuza'ah dan Juhainah yang menganggap bahwa Allah dan Iblis itu bersaudara. Diriwayatkan oleh Al-Baihaqi di dalam kitab Syu'bul Iman yang bersumber dari Mujahid, bahwa pembesar-pembesar kafir Quraisy berkata: "Malaikat itu putrid-putri Allah". Bertanyalah Abu Bakar Ash-Shiddiq: "Kalau begitu siapakah ibu-ibunya?". Mereka menjawab: "Putri-putri pembesar Jin". Berkenaan dengan peristiwa itu turunlah akhir ayat ini yang menegaskan bahwa jin-jin itu akan dihadapkan di pengadilan Allah.
- Tafsir Al Muyassar Ash-Saffat ayat 158 :
Orang-orang musyrikin itu menetapkan nasab dan kekerabatan antara Allah dengan para malaikat. Dan para malaikat itu mengetahui bahwa orang-orang musyrikin akan dihadirkan untuk diazab di hari kiamat.
- Riyāduş Şälihin :
Dari Abu Hurairah Ra., ia berkata, Rasufullah Saw. bersabda, "Sungguh Allah Swt. berfirman pada hari kiamat, Hai anak Adam! Aku sakit, mengapa kamu tidak menjengukKu? Jawab anak Adam, Wahai Rabbku, bagaimana mungkin kami menjenguk Engkau, padahal Engkau Tuhan semesta alam? Allah Swt. berfirman, Apakah kamu tidak mengetahui bahwa hamba-Ku si Fulan sakit, mengapa kamu tidak menjenguknya? Apakah kamu tidak mengetahui seandainya kamu menjenguknya, niscaya kamu mendapati-Ku di sisinya? Hai anak Adam! Aku minta makan kepadamu, mengapa kamu tidak memberi-Ku makan?" Jawab anak Adam, "Wahai Rabbku, Bagaimana mungkin aku memberi Engkau makan, padahal Engkau Tuhan semesta aam?" Allah Swt. berfirman, "Apakah kamu tidak mengetahui bahwa hamba-Ku si Fulan meminta makan kepadamu tetapi kamu tidak memberinya makan. Apakah kamu tidak mengetahui
seandainya kamu memberinya makan, niscaya engkau mendapati-Ku di sisinya? Hai anak Adam! Aku minta minum kepadamu, mengapa kamu tidak memberi-Ku minum?" Jawab anak Adam, "Wahai Tuhanku, bagaimana mungkin aku memberi Engkau minum, padahal Engkau Tuhan semesta alam?" Allah Swt. menjawab, "Hamba-Ku si Fulan meminta minum kepadamu, tetapi kamu tidak memberinya minum. Ketahuilah, seandainya kamu memberinya minum, niscaya kamu mendapati-Ku di sisinya." (HR Muslim).
Hadis tersebut memberikan faedah:
(a) Dorongan untuk menengok orang yang sakit, membuatkan makanan, dan memberikan air kepada yang membutuhkan. Allah Swt. memberikan jaminan pahala kepadanya pada hari kiamat.
(b) Barangsiapa berbuat kebaikan dan memberikan pertolongan, maka Allah Swt. akan melimpahkan pahala dan pemberian yang baik kepadanya.
(Dr. Mustafa Sa'id Al-Khin, Nuzhatul Muttaqina Syarhu Riyādis Şālihina, Juz 1, 1407 H/1987 M: 684-685).
- Hadis Nabawi :
Dari Ubādah Ra., Nabi Saw. bersabda, "Barangsiapa yang bersaksi bahwa tidak ada Tuhan yang berhak disembah kecuali Allah Swt. Yang Maha Esa, lagi tidak bersekutu dan bahwa Muhammad adalah hamba dan utusan-Nya dan (bersaksi) bahwa lsa adalah hamba Allah Swt., utusan-Nya dan yang diciptakan dengan kalimat-Nya yang disampaikan-Nya kepada Maryam, dan (dengan tiupan) ruh dariNya, dan surga adalah haq (benar adanya), dan neraka adalah haq, maka Allah Swt. akan memasukkan orang itu ke dalam surga sesuai dengan amalnya." (HR AI-Bukhāri, Sahihu' Bukhäri, Juz 2, No. Hadis 3435,1403 H: 487).
- Hadiš Qudsi :
Dan dari Abu Hurairah Ra.. ia berkata, Rasulullah Saw. bersabda, "Allah Swt. menjamin bagi orang yang keluar di jalan-Nya, tidaklah ia keluar untuk berjihad di jalan-Ku, beriman kepada-Ku dan membenarkan Rasul-Ku, melainkan Aku menjaminnya masuk surga, atau mengembalikannya ke tempatnya semula dan mendapatkan pahala dan rampasan perang." (HR An-Nasai) (Isāmuddin As-Sabābati, Jāmiul Ahādisil Qudsiyyati, Jilid 1, t.t: 259).
- Hadis Motivasi QS 37: 171 :
Dari Abu Hurairah Rasulullah bersabda: "Tatkala Allah menetapkan penciptaan, Dia menulis di sisi-Nya di atas Arasy-Nya: "Sesungguhnya, rahmat-Ku lebih mendominasi Kemurkaan." (HR Bukhari, 7015)
- AMAL NIAGA :
1. Ketika Anda memasuki pasar, bacalah doa masuk pasar agar Anda senantiasa ingat kepada Allah
2 Saat berada di pasar, peliharalah kebersihan hati Anda dan janganlah Anda mencuri-curi pandangan kepada sesuatu yang tidak halal.
- Tadabbur Surah As-Saffat Ayat 153-182 :
Ayat 154-182 meneruskan pembahasan sebelumnya terkait cara berpikir kafir Quraisy yang keliru tentang Allah karena didasari kebodohan. Mereka menganggap Allah memiliki hubungan keturunan dengan jin, padahal jin yang kafir juga akan masuk neraka. Mahasuci Allah dari apa yang mereka sekutukan.
Orang-orang kafir dan tuhan-tuhan yang mereka sembah akan dimasukkan ke dalam neraka. Tidak ada yang bisa disesatkan kecuali mereka yang memilih kekufuran. Sedangkan para malaikat itu memiliki kedudukan yang mulia di sisi Allah dan mereka selalu bertasbih dan taat kepada Allah dengan sangat disiplin.
Kaum kafir menolak Al-Qur’an dengan alasan tidak diberikan kepada mereka sebelumnya kitab suci. Di akhirat kelak mereka akan mengetahui nasib buruk yang mereka alami dan di dunia mereka juga akan diazab-Nya. Allah pasti menolong para Rasul dan prajurit-Nya. Mahasuci Allah dari apa yang mereka sekutukan. Keselamatan atas para Rasul dan segala puji hanya milik Allah.
Jumat, 13 Maret 2026
Tadabbur Al-Quran Hal. 451 | @KitabulSalaf
Tadabbur Al-Quran Hal. 451 | @KitabulSalaf
----------------------------------------------
بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ
- Al Qur'an Indonesia Tajwid.
- Ash-Saffat ayat 136 :
ثُمَّ دَمَّرْنَا الْاٰخَرِيْنَ
Kemudian Kami binasakan orang-orang yang lain. [736]
- [736] Mereka yang tinggal di kota yang tidak ikut bersama Nabi Luth.
- Tafsir Al Muyassar Ash-Saffat ayat 136 :
Kemudian Kami membinasakan orang-orang yang tersisa dari kaumnya yang mendustakan.
- Riyāduş Şālihin :
Dari An-Nu'man bin Basyir Ra., Nabi Saw. bersabda, "Perumpamaan orang yang menegakkan hukum Allah dan orang yang diam terhadapnya seperti sekelompok orang yang berlayar dengan sebuah kapal, lalu sebagian dari mereka ada yang mendapat tempat di atas dan sebagian lagi di bagian bawah kapal. Lalu orang yang berada di bawah kapal, apabila mereka mencari air untuk minum, mereka harus melewati orang-orang yang berada di bagian atas seraya berkata, Seandainya kami boleh melubangi perahu ini untuk mendapatkan bagian kami sehingga kami tidak mengganggu orang yang berada di atas kami." Jika orang yang berada di atas membiarkan saja apa yang dinginkan orang-orang yang di bawah itu, maka mereka akan binasa semuanya. Namun jika mereka mencegah dengan tangan mereka, maka mereka semua akan selamat." (HR Al-Bukhari).
Hadis di atas memberikan beberapa faedah, antara lain:
(a) Nabi Saw. membuat perumpamaan dengan suatu peristiwa yang kasat mata untuk membantu memahami maksud. Beliau menjadikan perumpamaan-perumpamaan itu sebagai gambaran hidup dalam pikiran mereka.
(b) Kebebasan manusia itu tidak absolut namun dibatasi dengan jaminan keselamatan hak-hak orang lain yang ada di sekitarnya dan jaminan kemaslahatan mereka
(Dr. Mustafā Sa'id Al-Khin, Nuzhatul Muttaqina Syarhu Riyādis Şālihina, Juz 1, 1407 H/1987 M: 210-211).
- Hadiš Nabawi :
Dari 'Aisyah Ra.. dia berkata "Apabila Rasulullah Saw. hendak bepergian, maka beliau pun mengundi para istrinya. Pada suatu ketika, undian tersebut jatuh kepada Aisyah Ra. dan Hafsah Ra. Akhirnya kami pun bertiga pergi bersamna-sama." (HR Muslim, Sahih Muslim, Juz 4, No. Hadis 2445, 1412 H/1991 M: 1894).
- Hadiš Qudsi :
Dari Abu Hurairah Ra., Nabi Saw. bersabda, "Allah Swt. berfirman, Hamba-Ku tidak pantas mengatakan bahwa Muhammad Saw. lebih baik dari Yunus bin Matta As." (HR Muslim, Sahih Muslim, Juz 4, No. Hadis 2376, 1412 H/1991 M: 1846).
- HADIS NIAGA QS Aş-Sāffat, 37: 143 :
Keutamaan Bacaan Tasbih
Dari Abu Hurairah , dia berkata, Rasulullah telah bersabda: "Sesungguhnya membaca, 'Subhānallāhi walhamdulillähi wa lã ilāha illallähu wallähu akbar (Mahasuci Allah, segala puji bagi Allah, tiada sembahan yang berhak disembah selain Allah, dan Allah Mahabesar), adalah lebih aku cintai daripada segala sesuatu yang terkena sinar matahari." (HR Muslim, 2695)
- AMAL NIAGA :
"Tidak ada tuhan selain Engkau, Mahasuci Engkau. Sungguh, aku termasuk orang-orang yang zalim." (QS Al-Anbiyā, 21: 87) Sebagai seorang niagawan muslim, hendaklah Anda memperbanyak zikir kepada Allah dengan cara menyucikan, memuji. mengagungkan, dan mengesakan-Nya karena bacaan-bacaan zikir tersebut lebih baik daripada kehidupan dunia, mengingat hal tersebut termasuk amalan ukhrawi.
- Tadabbur Surah As-Saffat Ayat 127-152 :
Ayat 127-148 meneruskan kisah Ilyas sebelumnya, Nabi Luth dan Nabi Yunus. Bagi yang menolak dakwah Tauhid dan tidak mau menjalankan kehidupan sesuai sistem Allah dan para Rasul-Nya Allah azab di dunia dan akhirat. Bagi yang mentaati Allah dan para Rasul-Nya, akan selamatkan dari azab-Nya. Luth, Ilyas dan Yunus adalah hamba Allah yang beriman dan sukses dalam menghadapi ujian sehingga Allah berikan keselamatan bagi mereka dan keberkahan bagi keluarga mereka kecuali isteri Luth, karena ia berkhianat kepadanya.
Ayat 149-153 mempersoalkan cara berfikir kaum kafir Qurasy yang menuduh Allah memiliki anak wanita (Malaikat), pada waktu yang sama mereka mencintai anak laki-laki dan membenci anak wanita. Padahal mereka tidak pernah menyaksikan Allah menciptakan para malaikat-Nya. Itu adalah ucapan bohong yang mereka ada-adakan. Sungguh bodoh sekali.
Selasa, 10 Maret 2026
Tadabbur Al-Quran Hal. 450 | @KitabulSalaf
Tadabbur Al-Quran Hal. 450 | @KitabulSalaf
----------------------------------------------
بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ
- Al Qur'an Indonesia Tajwid.
- Ash-Saffat ayat 125 :
اَتَدْعُوْنَ بَعْلًا وَّتَذَرُوْنَ اَحْسَنَ الْخَالِقِيْنَۙ
Patutkah kamu menyembah Ba’l dan kamu tinggalkan (Allah) sebaik-baik pencipta. [735]
- [735] Ba'l adalah nama salah satu berhala dari orang Phunicia.
- Tafsir Al Muyassar Ash-Saffat ayat 125 :
Bagaimana kalian menyembah berhala yang lemah lagi makhluk, dan kalian meninggalkan sebaik-baik pencipta yang disifati dengan sifat-sifat terbaik dan paling sempurna, lalu kalian tidak menyembah-Nya?
- Kisah Nabi & Rasul :
Terdapat perbedaan pendapat di kalangan ulama kaum muslimin terdahulu mengenai siapa sebenarnya anak lbrahim yang disembelih itu. Sebagian mereka berkata, "Dia adalah İsmail." Sedang menurut sebagian lainnya, ia adalah Ishag. Kedua pendapat ini diriwayatkan dari Nabi Saw. Riwayat yang menerangkan bahwa yang disembelih itu adalah ishaq; Al-Ahnap meriwayatkan dari Al-Abbas bin Abdul Muțalib, dari Rasulullah Saw., tentang firman-Nya, Dan Kami tebus anak itu dengan seekor sembelihan yang besar
(Qs Aş-Şāffāt, 37: 107) maksudnya Ishaq. Dan di antara yang berpendapat bahwa dia itu Ishaq adalah Umar bin Al-Khațtab, Ali, A-Abbas bin Abdul Mutalib, putranya Al-Abbas yaitu Abullah (bnu Abbas) sebagaimana yang diriwayatkan dari Ikrimah, Abdullah bin Mas'ud, Ka ab, Ibnu Sabit, lbnu Abu Hużail, dan Masruq.
Riwayat yang menerangkan bahwa yang disembelih itu Ismail diriwayatkan dari As-Sanabih, ia berkata, "Ketika kami berada di samping Muawiyah bin Abu Sufyan, orang-orang yang ada di sana menyebutkan tentang Ad-Dabih (orang yang disembelih), ia berkata, "Menurut orang yang lebih mengetahui, aku kemukakan kepada kamu; ketika kami berada di samping Rasulullah Saw. tiba-tiba datang seseorang seraya berkata, Ya Rasulullah! Sebutkanlah kepadaku apa saja yang Allah berikan kepadamu tentang dua anak yang disembelih? Maka Nabi Saw. pun tertawa. Lalu ditanyakan kepada Muawiyah; Siapa dua orang yang disembelih itu? la menjawab, 'Sesungguhnya Abdul Mutalib bernażar akan menyembelih salah seorang dari anak-anaknya jika Allah memudahkan penggalian sumur Zamzam. Dalam undian itu keluarlah nama Abdullah, ayah Nabi Saw. Lantas ia menebusnya dengan seratus unta. Diriwayatkan juga dari Said bin Jubair, Yusuf bin Mihran, As-Sya'bi, Mujahid, Ața bin Abu Rabah, seluruhnya dari Ibnu Abbas bahwa ia berkata, "Sesungguh-nya yang disembelih itu adalah lsmail." lbnu Abbas berkata, "Orang-orang Yahudi meyakini bahwa dia adalah Ishaq, sesungguhnya Yahudi telah berdusta." Berkata Abu Tufail, As-Syabi, Mujahid, Al-Hasan, dan Muhamad Al-Qurdi, "Dia adalah lsmail". As-Syabi berkata, "Aku melihat di Ka'bah ada dua tanduk gibas." Muhamad bin Ka'ab berkata, "Sesungguhnya anak Ibrahim yang diperintahkan Allah untuk disembelih adalah Ismail. Dalam hal ini, Allah Swt. telah mengisahkan anak lbrahim yang disembelih. Allah berfirman, Dan Kami beri dia kabar gembira dengan (kelahiran) Ishaq... sedang Allah tidak memerintah kepada lbrahim untuk menyembelihnya (shaq). (bnu Ašir Al-Jazari, Al-Kamil fit Tarikh, Jilid 1: 83-86).
- Riyāduş Şālihin :
Dari Abu Hurairah Ra., ia berkata, "Rasulullah Saw. bersabda, 'Barangsiapa dikehendaki Allah kebaikan pada dirinya, maka Dia akan mengujinya." (HR AI-Bukhari). Hadiš tersebut memberikan faedah bahwa orang yang beriman tidak akan terlepas dari ujian. Sesungguhnya apa yang menimpanya itu tiada lain adalah kebaikan bagi dirinya, karena ketika itu ia berlindung hanya kepada Allah Swt. dan penghapus kesalahan-kesalahannya. (Dr. Muştafā Sa'id Al-Khin, Nuzhatul Muttaqina Syarhu Riyādis Sālihina, Juz 1, 1407 H/1987 M: 71).
- Hadis Nabawi :
Dari Şafiyyah binti Syaibah Ummu ManŞur, ia berkata, "Telah mengabarkan kepadaku seorang perempuan dari Bani Sulaim yang telah melahirkan seorang budak wanita pada salah satu keluarga kami. Rasulullah Saw. mengutus Ušman bin Talhah. Pada kesempatan lain ia pernah bertanya kepada kepada Uśman bin Talhah, "Mengapa Nabi Saw. memanggilmu?" Dia menjawab, 'Sesungguhnya saya melihat dua tanduk kambing ketika saya memasuki Ka'bah, lalu saya lupa menyuruh kamu menutupinya, sekarang tutupilah kedua tanduk tersebut. Sesungguhnya di dalam Ka'bah tidak boleh ada sesuatu yang bisa menyibukkan seseorang darí salat. (HR Ahmad, Abu'l Fidā Al-Qurasyi, Qisaşu'l Anbiyā, 1417 H/1977 M: 204).
- Nasihat & Pelajaran :
Sebelum melaksanakan apa yang diperintahkan Allah dalam mimpinya, Nabi lbrahim terlebih dahulu menyampaikan kepada putranya yang akan disembelih itu, seraya berkata, "Wahai anakku! Sesungguhnya aku bermimpi bahwa aku menyembelihmu." Hal itu tidak lain kecuali untuk membersihkan hatinya dan meringankannya tatkala mengambilnya dan menyembelihnya dibandingkan dengan cara dipaksa. Seorang anak yang sabar dan murah hati sebagaimana yang Allah sifati memberi jawaban yang tepat dan penuh petunjuk. la menolong ayahnya dalam melaksanakan ketaatan dan menunaikan perintah-Nya, meringankan musibah yang Allah ujikan kepadanya. la tidak berkeluh kesah dan insya Allah akan bersabar menghadapinya. Ternyata dalam beribadah, berserah diri dan menyerahkan diri secara total kepada perintah Alah Swt, merupakan sebuah keniscayaan. (Abdurrahmān An-Najdi, Taisirul Manān fi Qasaşil Qurān, 1429 M: 87).
- HADIS NIAGA QS Aş-Şāffat, 37: 113 :
Mendoakan Keberkahan dalam Jual-Beli
Dari Urwah bin Abu Ja'ad Al-Bariqi, dia berkata bahwasanya dia pernah diberi uang satu dinar oleh Rasulullah untuk membeli binatang yang akan dijadikan kurban, yaitu seekor kambing. Namun, Urwah membeli dua ekor kambing. Lalu, dia menjual salah satunya dengan satu dinar. Urwah pun datang kepada Rasulullah dengan satu dinar dan satu kambing lalu beliau mendoakannya agar dia mendapat keberkahan dalam jual-belinya. Seandainya Urwah membeli tanah, dia juga akan untung dalam pembelian itu. (HR Abu Dawud, 3384)
- AMAL NIAGA :
1. Doakanlah seorang muslim yang dianugerahi nikmat agama dan dunia agar Allah senantiasa memberikan keberkahan kepadanya dan berdoalah agar Allah & menganugerahi rezeki yang lebih baik kepada orang tersebut. Menurut ajaran Islam, Anda diperbolehkan melakukan aktivitas jual-beli fuqüli, yaitu jual-beli dengan membelanjakan harta orang lain tanpa izin. Jual-beli tersebut dinyatakan sah setelah pemilik harta mengizinkannya. Jika Anda memiliki barang dagangan, Anda dapat menitipkannya kepada orang lain untuk dijualkan dengan memberinya sejumlah komisi.
- Tadabbur Surah As-Saffat Ayat 102-126 :
1. Ayat 103-113 meneruskan kisah Ibrahim menyembelih anaknya. Ketika Ibrahim dan anak sudah pasrah dan Ibrahim siap menyembelih anaknya, Allah memanggilnya dan memuji ketaatannya dalam menerima ujian. Lalu, seketika itu juga Allah ganti dengan seekor hewan sembelihan yang besar. Karenanya, Allah abadikan pujian bagi Ibrahim sampai akhir zaman. Allah berikan padanya keselamatan dan keberkahan bagi anak cucu-Nya, termasuk Ishak. Namun, dari keturunan Ishak ada yang baik dan ada pula yang zalim.
2. Ayat 114-122 menjelaskan besarnya karunia yang Allah berikan kepada Musa dan Harun. Allah selamatkan mereka dari bahaya besar, memenangkan mereka dari Fir’aun dan prajuritnya dan memberi mereka Kitab Taurat agar mereka berada pada jalan yang lurus. Allah jadikan pujian untuk mereka sampai akhir zaman. Allah anugerahkan pada mereka keselamatan sebagai balasan bagi orang yang taat pada-Nya. Sungguh keduanya hamba yang kuat imannya.
3. Ayat 123-126 menjelaskan kisah Nabi Ilyas ketika mengajak kaumnya bertakwa kepada Allah. Ilyas memprotes mereka menyembah berhala “Ba’l” dan tidak menyembah Allah; sebaik-baik Pencipta yang telah menciptakan mereka dan nenek moyang mereka sebelumnya.
Langganan:
Postingan (Atom)
