Tadabbur Al-Quran Hal. 443
----------------------------------------------
بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ
- Al Qur'an Indonesia Tajwid.
- Ya Sin ayat 44 :
اِلَّا رَحْمَةً مِّنَّا وَمَتَاعًا اِلٰى حِيْنٍ
melainkan (Kami selamatkan mereka) karena rahmat yang besar dari Kami dan untuk memberikan kesenangan hidup sampai waktu tertentu.
- Tafsir Al Muyassar Ya Sin ayat 44 :
Kecuali bila Kami merahmati mereka lalu Kami menyelamatkan mereka dan memberi mereka kenikmatan sampai ajal merek, dengan harapan mereka kembali dan memperbaiki kesalahan masa lalu mereka.
- Hadis Sahih Ya Sin ayat 44 :
Dan Abu Hurairah Ra., ia berkata. "Aku mendengar Rasulullah Saw bersabda, Sesungguhnya Allah Swt menciptakan raıat pada hari penciptaannya sebanyak seratus rahmat, maka dipegangah di sisi-Nya sembilan puluh sembilan rahmat dan Dia turunkan satu rahmat untuk seluruh makhluk-Nya Sekiranya orang orang kafir mengetahui semua rahmat yang ada di sisi Aliah Swt., niscaya mereka tidak akan berputus asa untuk memperołeh surga dan sekiranya orang-orang mukmn mengetahui semua siksa yang ada di sisr Alah, niscaya ia tidak akan merasa arran dari neraka, (HR Bukhan, Sahihul Bukhärs, Juz 4, No, Hadis 6469, 1400 H 185-186)
- Riyāduş Şālihin :
Dari Ibnu Umar Ra., ia berkata, "Apabila Rasulullah Saw. menaiki kendaraan hendak bepergian, maka terlebih dahulu beliau bertakbir sebanyak tiga kali, kemudian beliau membaca doa sebagai berikut: "Subhāna-Ilāhullażi Sakhara Lanã Hāżā wamā Kunnā Lahu Mugrinin wa lInnā ilā Rabbinā Lamun-qalibūn. Allähumma innā Nas'aluka fi Safa-rinā Hāżal Birra wat Taqwā, waminal Amalimā Tardā. Allahumma Hawnwin 'alainā Safaranā Hāżā, watwi annā Bu'dahu. Allāhumma Antas Šahibu fis Safar, wal Khalifatu fil Ahli. Allāhumma Inni Aūżu bika min Wa'śāis Safar, waka ābatil Marnzari, wasūil Munqalabi fil Māli wal Ahli." (Mahasuci Zat yang telah menundukkan kendaraan ini bagi kami, sedangkan kami tidak mampu menguasainya
dan sesungguhnya kami pasti dikembalikan kepada Tuhan kami. Ya Allah, sesungguhnya kami memohon kebaikan dan takwa dalam perjalanan ini, kami memohon perbuatan yang Engkau ridai. Ya Allah, permudahkanlah perjalanan kami ini, dan dekatkanlah jaraknya bagi kami. Ya Allah, Engkaulah pendampingku dalam bepergian dan mengurusi keluarga. Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari kelelahan dalam bepergian, pemandangan yang menyedihkan dan kepulangan yang buruk dalam harta dan keluarga)." Jika pulang, beliau membaca doa itu lagi dan beliau menambahkan di dalamnya, "Ayibūna Täibūna Abidūna lirabbinā Hāmidūna" (Kami kembali dengan bertobat, tetap beribadah dan selatú memuji Rabb kami)." (HR AI-Bukhari Muslim).
Hadiś tersebut memberikan faedah :
(a) Dianjurkan berdoa dengan redaksi di atas ketika hendak bepergian dan kembali dari perjalanan,
(b) Menghadap dan mengharap pada Allah Swt. untuk diberi kemudahan, diberi kebaikan dan kesuksesan, serta bersyukur pada-Nya atas berbagai nikmat yang telah Dia berikan.
(Dr. Mustafā Sa'id Al-Khin, Nuzhatul Muttaqina Syarhu Riyādiş Sālihina, Juz 1, 1407H/1987 M:728).
- Hadiš Nabawi :
Dari Abu Hurairah Ra., ia berkata, aku mendengar Rasulullah Saw. bersabda, "Sesungguhnya Allah Swt. menciptakan rahmat pada hari penciptaannya sebanyak seratus rahmat, maka dipeganglah di sisi-Nya sembilan puluh sembilan rahmat dan Dia turunkan satu rahmat untuk seluruh makhluk-Nya. Sekiranya orang-orang kafir mengetahu semua rahmat yang ada disisi Allah Swt., niscaya mereka tidak akan berputus asa untuk memperoleh surga, dan sekiranya orang-orang mukmin mengetahui semua siksa yang ada di sisi Allah, niscaya ia tidak akan merasa aman dari neraka. (HR AI-Bukhari, Sahihul Bukhāri, Juz 4, No. Hadis 6469, 1400 H: 185-186).
- Hadis Qudsi :
Dari Abu Hurairah Ra., Rasulullah Saw. bersabda, Alah Swt. berfirman, Kesombongan adalah selendang-Ku dan kebesaran adalah sarung-Ku, barangsiapa mengambil salah satu dari keduanya dari-Ku, maka Aku akan melemparkannya ke dalam neraka." (HR Ahmad, Abu Dāwud dan Ibnu Mājah). (Mulla AIi A-Qari, ArRaudatu'l Bahiyyah Fi Ahādisil Qudsiyyah A-Arba'iniyyah, 1424 H/2003 M: 122).
- Hadis Motivasi QS 36: 47 :
Dari Abu Hurairah dia berkata, Rasululah bersabda: "Barang siapa berpuosa kemudian lupa lalu dia makan dan minum maka hendaklah dia sempurnakan karena sesungguhnya Allah telah memberinya makan dan minum." (HR Ahmad. 9205)
- HADIS NIAGA QS Yāsin, 36: 44 :
Doa Memohon Rahmat Allah
Dari lbnu Mas'ud dia berkata, "Di antara doa Rasulullah, yaitu: 'Alähumma inni as'aluka mūjibāti rahmatika wa 'azä ima magfiratika was salāmata min kulli išmin wal ganímata min kuli birrin wal fauza bil jannati wan najāta minan nāi.: (Ya Allah, sesungguhnya aku meminta kepada-Mu sesuatu yang dapat mendatangkan rahmat-Mu, kesungguhan mendapatkan ampunan-Mu, keselamatan dari semua dosa, memperoleh semua kebaikan, memperoleh kemenangan dengan masuk surga, dan selamat dari api neraka)." (HR Hakim dalam A-Mustadrak, 1: 706)
- AMAL NIAGA :
1. Berusahalah Anda mengerjakan beragam kebajikan dan ketaatan serta jauhilah kejahatan dan kemaksiatan.
2. Mohonlah kepada Allah agar dijauhkan darí azab neraka dan dimasukkan ke dalam surga karena dengannya Anda akan mendapat keberuntungan, sebagaimana disebutkan dalam firman-Nya: ". barang siapa dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam surga, sungguh, dia memperoleh kemenangan ..." (QS Ali Imrān, 3: 185)
- Tadabbur Surah Yasin Ayat 41-54 :
Ayat 41-54 menjelaskan tiga hal :
1. Meneruskan tanda-tanda kekusaan Allah, seperti mengajarkan manusia membangun sarana transportasi laut (kapal), darat dan udara. Kalau Allah berkehendak menenggelamkannya, tidak ada yang bisa menolong dan menyelamatkan mereka, kecuali atas rahmat-Nya agar mereka menikmati hidup sementara.
2. Sebesar dan sebanyak apapun tanda kebesaran Allah, orang-orang kafir tetap saja tidak mau memahaminya sehingga tidak bisa menerima ajakan bertakwa kepada Allah dan berinfak di jalan Allah. Padahal takwa itulah cara menyelamatkan diri dari azab Allah di dunia dan di akhirat.
3. Orang-orang kafir menantang Rasul saw. kapan kiamat itu terjadi. Semua manusia akan melewatinya. Dengan sekali tiup sangkakala, semua manusia mati dan tidak sempat lagi berbuat apapun. Kemudian ditiup sekali lagi, maka semua manusia dalam kubur keluar menuju Allah. Saat itu, orang-orang kafir kaget dan menyadari mereka sedang dalam bahaya sambil bertanya : Siapa yang membangkitkan kami dari tempat berbaring ini? Lalu dikatakan pada mereka : inilah apa yang dijanjikan yang Maha Penyayang itu. Dengan satu kali tiup itu, semuanya berhimpun di hadapan Allah. Pada hari itu, tidak akan ada orang yang dizalimi dan balasan diberikan sesuai apa yang diyakini, diucapkan dan dilakukan manusia.