Tadabbur Al-Quran Hal. 444
----------------------------------------------
بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ
- Al Qur'an Indonesia Tajwid.
- Ya Sin ayat 58 :
سَلٰمٌۗ قَوْلًا مِّنْ رَّبٍّ رَّحِيْمٍ
(Kepada mereka dikatakan), “Salam,” sebagai ucapan selamat dari Tuhan Yang Maha Penyayang.
- Tafsir Al Muyassar Ya Sin ayat 58 :
Mereka mendapatkan nikmat lain yang lebih besar, yaitu saat Rabb mereka berbicara kepada mereka, menyayangi mereka dengan memberi salam kepada mereka. Saat itulah keselamatan yang sempurna dari segala sisi terwujud.
- Mu'jam Ya Sin ayat 58 :
رَّبٍّ
Ar Rabbu makna asaliya adalah A-Tarbiyatu yang berarti membuat ses uatu setahap demi setahap sarnpai batas sempurna, Kata Ar Rabbu tdak boleh digunakan secara mutlak kecuall untuk Alah Swt, karena hanya Dia yang dapat menjamin kemaslahatan seluruh makhluk Nya, sebagaimana firman-Nya, /Negerimul adalah negeri yang baik dan Tuhanmul adaiah Rabb Yang Maha Pengarnpun. (05 Saba, 34 15) Dan karena itu pulalah Allah berfiman, Dan (tidak wajar pula baginya? menyuruhmu menjadkan malaikat dan para nabi sebagał tuhan-tuhan. (gs Ai imön, 3. 80), yakni tuhan
tuhan yang kalan sangka dapat menjamin kemaslahatan dari seluruh hamba Ar-Rāgib A-Asfahani Mujamu Mutradati Altazi Al. Qur 'an, 1431 H/2010 M. 140)
- Riyāduş Şālihin :
Dari Abu Hurairah Ra. Rasulullah Saw. bersabda, "Orang yang kuat itu bukanlah orang yang pandai bergulat, tetapi orang yang kuat itu adalah orang yang dapat menahan nafsunya ketika marah." (HR Al-Bukhari-Muslim).
Hadis tersebut memberikan faedah berupa pujian bagi orang yang dapat menahan nafsunya ketika marah. Karena itu, apabila seseorang marah, hendaklah berlindung kepada Allah dari godaan setan yang terkutuk. Jika berdiri, hendaklah duduk. Jika sedang duduk, hendaklah berbaring. Jika khawatir tidak terkendali, hendaklah dia meninggalkan tempatnya sehingga marahnya tidak berlangsung, lalu dia menyesalinya. (Muhammad bin Sālih Al-Usaimin, Syarhu Riyādis Sālihina, Juz 1, t.t.. 124-125).
- Hadiš Nabawi :
Dari Abu Zar, ia berkata, "Aku mendatangi Rasulullah Saw. ketika beliau berada di masjid, aku pun duduk dan beliau bersabda, "Wahai Abu Zar, sudahkah engkau salat? Aku menjawab, Belum. Beliau bersabda, 'Berdiri dan salatlah! Aku pun berdiri salat, lalu aku menemui beliau lagi dan duduk, beliau bersabda kepadaku, Wahai Abu Zar, berlindunglah pada Allah dari gangguan setan manusia dan jin, Aku bertanya, Wahai Rasulullah, apakah ada setan dari manusia?" Beliau menjawab, Ya" (HR Ahmad, Musnadul Imāmi Ahmadabni Hanbal, Jilid 35, No. Hadis 2154, 1420 H/ 1999 M: 431).
- Hadis Qudsi :
Abu Hurairah Ra. berkata, "Aku mendengar Nabi Savw. bersabda, Allah Swt. berfirman, Siapa yang lebih zalim daripada orang yang mencipta seperti ciptaan-Ku, hendaklah ia menciptakan biji sawi, atau biji tepung, atau biji gandum!" (HR A-Bukhāri). (lsamud Din, Jāmiul Ahādisil Qudsiyyati, Jilid 2, t.t: 259).
- HADIS NIAGA OS Yāsin, 36: 61 :
Perintah untuk Beribadah kepada Allah
Dari Abu Hurairah a dari Rasululah beliau bersabda: "Sesungguhnya Allah berfirman: Wahai anak Adam, beribadahlah sepenuhnya kepada-Ku niscaya Aku penuhi (hatimu yang ada) di dalam dada dengan kekayaan dan Aku penuhi kebutuhanmu. Jika tidak kalian lakukan niscaya Aku penuhi tanganmu dengan kesibukan dan tidak Aku penuhi kebutuhanmu (kepada manusia)." (HR Ahmad, 8681)
- Tadabbur Surah Yasin Ayat 55-70 :
Ayat 55-70 menjelaskan empat hal:
1. Orang-orang mukmin yang bertakwa berada dalam surga, sibuk bersenang-senang. Mereka dan isteri-isteri mereka di tempat-tempat teduh sambil duduk-duduk di atas dipan-dipan. Bagi mereka buah-buahan dan apa saja yang mereka inginkan. Mereka mendapat salam dari Tuhan Pencipta yang Maha Penyayang.
2. Adapun orang-orang pendosa, sangat berbeda nasib mereka. Mereka melanggar perintah Allah agar tidak menyembah (mengikuti) setan yang menjadi musuh nyata. Sebaliknya, mereka tidak mau menyembah (mentaati) dan mentauhidkan Allah. Padahal, itulah jalan yang lurus. Betapa banyak manusia yang disesatkan setan. Mengapa mereka tidak mau menggunakan akal sehat? Di akhirat nanti, mereka akan dimasukkan ke dalam nerak Jahannam yang dijanjikan bagi para pembangkang Allah dan Rasul-Nya. Mereka dimasukkan ke dalamnya akibat kekufuran kepada Allah.
3. Di padang Mahsyar, Allah tutup mulut orang-orang kafir dan munafik karena mereka ingin berdusta. Tangan mereka yang berbicara serta kaki mereka yang bersaksi atas kekafiran yang mereka lakukan. Allah bisa saja mengazab mereka di dunia dengan membutakan mata mereka, atau merubah bentuk mereka menjadi batu atau hewan sehingga tidak bisa lagi berjalan atau kembali seperti sebelumnya. Siapa yang Allah panjangkan umurnya, maka Allah kembalikan kondisinya seperti awal (lemah). Kenapa manusia tidak memikirkannya?
4. Allah tidak mengajarkan syair kepada Nabi, karena tidak pantas baginya. Tapi, Al-Qur’an sebagai peringatan bagi orang yang hatinya hidup. Bagi kaum kafir pasti menyebabkan celaka.