بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيم

Senin, 25 Mei 2026

Tadabbur Al Quran hal. 457

Tadabbur Al-Quran Hal. 457
----------------------------------------------
بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ

- Al Qur'an Indonesia Tajwid.

- Sad ayat 83 : اِلَّا عِبَادَكَ مِنْهُمُ الْمُخْلَصِيْنَ kecuali hamba-hamba-Mu yang terpilih di antara mereka.” [755] - [755] Orang-orang yang telah diberi taufik untuk mentaati segala petunjuk dan perintah Allah. - Tafsir AI Muyassar Sad ayat 83 : Kecuali orang yang Engkau pilih dari mereka untuk beribadah kepada-Mu dan Engkau jaga sehingga aku tidak mampu menyesatkannnya, karena Engkau tidak memberikan jalan untukku atasnya. - Asmā’ul Husnā : Allah Swt. mempunyai nama Al Ghofar artinya hanya Dia yang menutupi segala macam dosa dengan karunia dan yang meliputi segenap hamba dengan ampunan. Selama hamba itu mau mengesakan Allah, maka seluruh dosa-dosanya ada di bawah kehendak dan kebijakan Allah. Bisa jadi Allah memasukannya ke surga dan bisa jadi pula Allah menyucikannya. Maka yang dimaksud dengan Al Ghofar bagi Allah adalah hanya Dia yang mampu mengampuni dosa-dosa besar. Allah Swt. mempunyai nama Al Ghofar adalah Yang Maha Mengampuni dosa-dosa yang banyak, Maha Mengampuni dosa apa pun dan sebanyak apapun. Allah Swt. menetapkan aturan yang sangat detail bagi segenap malaikat dalam menyusun pahala dalam beramal. Artinya, dia mencatat apa yang terjadi dalam wilayah jiwa, tanpa ada pahala maupun siksa. ini termasuk ampunan secara umum, guna menghapus getaran-getaran buruk yang muncul dari hawa nafsu. Juga termasuk permohonan dan Aperlindungan untuk menghapus lintasan-lintasan keburukan yang muncul dari bisikan setan. Demikian juga Dia mencatat apa yang diperbuat manusia dengan adanya pahala dan siksa, mencatat segenap perbuatan manusia yang dibatasi dengan dimensi waktu dan tempat, kemudian membalasnya dengan balasan yang sesuai, baik itu kebaikan maupun keburukan. Jika seorang hamba bertobat, maka seluruh dosanya akan dihapuskan dan digantikan dengan kebaikan, karena balasan pahala kebaikan hanya akan ditemui ketika seorang hamba bertobat dengan tobat yang benar. Allah Swt. Maha Mengampuni. Ampunan-Nya penuh dengan pemaafan dan pengampunan. Setiap hamba akan sangat membutuhkan pemaafan dan ampunan-Nya, sebagaimana dia memerlukan rahmat dan karunia-Nya. Seorang muslim yang mengesakan Allah dengan nama ini, hendaknya banyak memohon ampun dan tobat kepada Allah, betapapun besar dan banyak dosanya. Allah mempunyai nama Maha Pengampun, artinya, bahwa ampunan Allah itu sangat besar dan banyak. Allah tidak akan pernah menyiksa hamba yang memohon ampun dengan tobat yang sebenar-benarnya, karena permohonan ampun yang benar, artinya memohon ampunan dari seluruh dosa tanpa pengecualian, kemudian bertekad dan bersungguh-sungguh dalam tobatnya, tidak terbersit sedikit pun keraguan, tidak juga ada rasa penangguhan. Semua kehendak dan tekadnya berkumpul dan berlomba. Tidak lupa untuk memurnikan tobat dari berbagai macam godaan dan celaan, semata-mata karena takut kepada Allah. Mengharap apa yang Allah janjikan berupa surga. Di antara ciri seorang muslim yang mengesakan Allah dengan nama ini adalah hendaknya ia mampu menutupi aib sesama saudaranya, suka memberi maaf atas kesalahan sesama hamba, sebagaimana Allah Swt. Maha Pengampun. (Dr. Mahmūd Abdurrazāk Ar-Ridwāni, Ad-Du'ầu bil Asmāi'l Husnā, 2005: 102). - Riyāduş Şalihin : Dari Abu Hurairah Ra., Nabi Saw. bersabda, "Dahulu, ada seorang yang telah berbuat dosa. Setelah itu, ia berdoa dan bermunajat, Ya Alah, ampunlah dosaku! 'Kemudian Allah Swt. berfirman, Sesungguhnya hamba-Ku mengaku telah berbuat dosa, dan ia mengetahui bahwa ia mempunyai Tuhan yang dapat mengampuni dosa atau memberi siksa karena dosa," Kemudian orang tersebut berbuat dosa lagi dan ia berdoa, Ya Allah, ampunilah dosaku!, maka Allah Swt. berfirman, Hamba-Ku telah berbuat dosa, dan ia mengetahui bahwa ia mempunyai Tuhan yang mengampuni dosa atau menyiksa hamba-Nya karena dosa. Oleh karena itu, berbuatlah sekehendakmu, karena Aku pasti akan mengampunimu Gika kamu bertobat)." (HR Muslim). Hadis tersebut memberikan faedah antara lain: (a) Keagungan keutamaan dan rahmat Allah Swt. terhadap hamba-Nya selama ia berkeyakinan bahwa Tuhan mereka yang menggenggam urusan mereka. Jika Dia menghendaki, maka Dia akan mengampuni. Jika Dia menghendaki, maka Dia memberi siksa. Dan Dialah pemilik mutlak kehendak-Nya. (b) Orang yang beriman kepada Allah Swt. hatinya akan bersih dengan tobat dan ia mengharapkan ampunan dari-Nya serta berlomba-lomba dalam kebaikan. (c) Jika ia melakukan perbuatan dosa, ia segera bertobat dan tidak mengulangi kemaksiatan itu. (Dr. Mustafā Sa'id Al-Khin, Nuzhatul Muttaqina Syarhu Riyādis Şālihina, Juz 1, 1407 H/1987 M: 383-384). - Hadiš Nabawi : Dari Abu Hurairah Ra., sesungguhnya Rasulullah Saw. berdoa di setiap sujudnya, "Ya Allah, ampunilah semua dosa-dosa-ku, dosa pertama dan terakhir, yang tersembunyi maupun yang tidak." (Sahih Muslim, 483). - Hadis Motivasi QS 38: 74 : Dari Abu Hurairah dia berkata, Rasulullah bersabda: "Allah berfirman: "Kesombongan odalah pokalan-Ku dan kebesaran adalah selendang-Ku. Siapa saja yang mencabut salah satu dari keduanya dari-Ku maka akan Aku lemparkan dia ke Neraka Jahanam." (HR Ibnu Majah, 4174) - HADIS NIAGA QS Sad, 38: 74 : Tawadhu Mengangkat Derajat Pelakunya Dari Abu Hurairah , dari Rasulullah beliau bersabda: "Sedekah itu tidak akan mengurangi harta. Tidak ada orang yang memberi maaf kepada orang lain, kecuali Allah akan menambah kemuliaan untuknya. Dan tidak ada orang yang tawadhu (merendahkan diri) karena Allah, kecuali Allah akan mengangkat derajatnya." (HR Muslim, 2588) - AMAL NIAGA : 1. Imam Nawawi berkata bahwa para ulama menyebutkan ada dua makna berkaitan dengan hadis di atas. Pertama, Allah & akan memberkahi hartanya dan mencegah mudarat menimpanya. Maka Allah akan menggantikan kekurangan jumlah hartanya dalam bentuk keberkahan yang tidak terlihat pada hartanya. Kedua, sesungguhnya jika berkurang jumlahnya, maka pahala akan menambal kekurangan hartanya dan ditambahkan baginya pahala dengan kelipatan yang berlipat ganda. 2. Bersikaplah tawadhu karena Allah Dia akan mengangkat derajat orang yang tawadhu selama di dunia dan meninggikan kedudukannya di akhirat. - Tadabbur Surah Shad Ayat 62-83 : Ayat 62-64 meneruskan kisah kaum kafir di neraka. Mereka juga berharap melihat kaum mukmin yang mereka anggap sebagai penjahat dan mereka perolok-olokan saat di dunia. Allah tegaskan permusuhan antara kaum kafir di neraka kelak kebenaran yang pasti terjadi.  Ayat 65-83 mejelaskan bahwa Muhammad saw. adalah pemberi peringatan tentang “tidak ada tuhan yang berhak disembah selain Allah yang Esa lagi Penguasa, Pencipta langit dan bumi dan apa yang ada di antara keduanya, Mahaperkasa lagi Pemberi ampuan”. Rasul saw. itu  peristiwa besar. Mengapa kaum kafir menolaknya? Tanpa Al-Qur’an, Rasul saw. tidak akan  mengetahui kasus perdebatan para malaikat  ketika Allah hendak menjadikan Adam dari tanah, kemudian meniupkan ruh-Nya ke dalam  diri Adam sampai para malaikat sujud kepadanya kecuali Iblis.   Iblis menolak perintah Allah untuk sujud kepada Adam karena merasa dirinya lebih baik dari Adam. Maka Allah mengusirnya dari surga dan melaknatnya sampai kiamat. Lalu Iblis bersumpah untuk menyesatkan semua anak keturunan  Adam, kecuali hamba-hamba Allah  yang diberi keikhlasan.