Tadabbur Al-Quran Hal. 456
---------------------------------------------- بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ - Al Qur'an Indonesia Tajwid.
- Sad ayat 44 : وَخُذْ بِيَدِكَ ضِغْثًا فَاضْرِبْ بِّهٖ وَلَا تَحْنَثْ ۗاِنَّا وَجَدْنٰهُ صَابِرًا ۗنِعْمَ الْعَبْدُ ۗاِنَّهٗٓ اَوَّابٌ Dan ambillah seikat (rumput) dengan tanganmu, lalu pukullah dengan itu dan janganlah engkau melanggar sumpah. Sesungguhnya Kami dapati dia (Ayyub) seorang yang sabar. Dialah sebaik-baik hamba. Sungguh, dia sangat taat (kepada Allah). [1304] - [1304] Nabi Ayyub alaihissalam menderika penyakit kulit beberapa waktu lamanya dan beliau memohon pertolongan kepada Allah. Kemudian Allah mengabulkan doa beliau dan memerintahkan agar beliau menghentakkan kakinya ke bumi. Nabi Ayyub melaksanakan perintah itu sehingga keluarlah air dari bekas kakinya. Atas petunjuk Allah, Nabi Ayyub kemudian mandi dan minum dari air tersebut sehingga penyakit beliau sembuh dan beliau dapat berkumpul kembali dengan keluarganya. Kemudian keturunan beliau berkembang hingga jumlah mereka mencapai dua kali lipat dari jumlah sebelumnya. Pada suatu ketika, Nabi Ayyub teringat akan sumpahnya bahwa dia akan memukul istrinya bilamana penyakitnya telah sembuh karena isterinya pernah lalai mengurusinya sewaktu sakit. Akan tetapi di dalam hati beliau timbul rasa iba dan sayang kepada isteri beliau sehingga beliau tidak dapat melaksanakan sumpanya. Karena itu, turunlah perintah Allah seperti yang tercantum pada ayat 44 agar beliau dapat melaksanakan sumpanya dengan tidak menyakiti istrinya yaitu dengan memukulnya dengan seikat rumput. - Tafsir Al Muyassar Sad ayat 44 : Kami berkata kepadanya: Ambillah seikat rumput dengan tanganmu atau yang semisal dengannya, pukullah istrimu dengannya untuk memenuhi sumpahmu, sehingga kamu tidak menyelisihi sumpah. Hal itu karema Ayyub telah bersumpah akan memukul istrinya seratus kali bila Allah menyembuhkannya saat dia marah kepada istrinya gara-gara perkara sepele saat dia sedang sakit. Istri Ayyub adalah wanita shalihah, maka Allah menyayanginya dan menyayangi Ayyub dengan keputusan tersebut. Sesungguhnya Kami mendapatkan Ayyub sebagai seorang yang sabar diatas ujian, sebaik-baik hamba adalah dia, sesungguhnya dia gemar kembali kepada ketaatan kepada Allah. - Tazkiyyatun Nafs : Tažakkur berarti mengambil pelajaran dan tafakkur berarti memikirkan atau mengamati. Tażakkur yang menjadi tempat persinggahan hati merupakan pasangan lnābah, sebagaimana Allah Swt. berfirman dalam QS Gāfir, 40: 13. Tażakkur ini merupakan sifat yang khusus bagi orang-orang yang mau berpikir dan berakal, sebagaimana firman-Nya dalam surah Ar-Ra'd, 15: 19. Tażakkur dan tafakkur merupakan dua tempat persinggahan yang membuahkan berbagai macam pengetahuan, hakikat iman dan kebajikan. Orang yang memiliki pengetahuan senantiasa mengembalikan tażakkur kepada tafakku, dan mengembalikan tafakkur kepada tażakkur hingga dapat membuka gembok hatinya. Penyusun kitab Manāzil As-Sä irin menjelaskan bahwa tażakkur setingkat di atas tafakkur. Sebab tafakkur itu merupakan pencarian, sedangkan tażakkur merupakan wujud. Maksudnya, tafakkur adalah mencari tujuan semenjak dari permulaannya, seperti yang dikatakan dalam pepatah, "Tafakkur adalah mencari bisikan hati, untuk mengetahui keinginannya." Tażakkur merupakan wujud, karena ia ada setelah tafakkur, yang bisa hilang karena lupa. Jika ingat, maka tażakkur ini pun ada. Tażakkur merupakan kata aktif dari zikr (ingat), kebalikan dari lupa. Artinya hadirnya gambaran sesuatu yang diingat dan diketahui di dalam hati. Kedudukan tażakkur di samping tafakkur sama dengan kedudukan hasil sesuatu yang dituntut setelah memeriksa dan menyelidikinya. Karena itu, ayat-ayat Allah Swt. yang dibaca dan dapat disaksikan merupakan peringatan, sebagaimana yang disebutkan dalam ayat-Nya yang dibaca (QS Gāfir, 40: 53-54). Allah Swt. berfirman dalam ayat-ayat-Nya yang bisa disaksikan (Qs Qāf, 50: 6-8; Qs Şad, 38: 43). Manusia ada tiga macam: Pertama, orang yang hatinya mati dan seakan-akan dia tidak mempunyai hati. Ayat Allah Swt. tidak akan menjadi peringatan bagi hati ini. Kedua, orang yang mempunyai hati yang hidup dan siap, namun ia tidak memperhatikan ayat-ayat Allah Swt. yang dibaca, yang mengabarkan ayat-ayat-Nya yang dapat disaksikan, entah karena ayat-ayat itu memang tidak sampai kepadanya, karena dia sibuk dengan hal-hal yang lain, entah karena sebab lain. Orang seperti ini hatinya pergi entah ke mana dan tidak ada di tempat. Hati ini juga tidak dapat menerima peringatan, sekalipun sebenarnya ia siap. Ketiga, Orang yang hatinya benar-benar hidup dan siap, Bila ayat-ayat Allah Swt. dibacakan kepadanya, maka ia pun menyimak dengan pendengarannya, menghadirkan hatinya, sibuk memahami apa yang didengarnya. Hati seperti inilah yang bisa mengambil manfaat dari ayat-ayat yang dibaca maupun ayat- ayat yang disaksikan. Orang pertama seperti orang buta yarng sama sekali tidak bisa melihat. Orang kedua seperti orang yang dapat melihat, namun arahnya tidak tepat pada sasaran yang mestinya dilihat. Dua orang ini sama-sama tidak bisa melihat Allah Swt. Orang ketiga seperti orang yang dapat melihat dan memusatkan pandangan ke sasarannya, baik dari jarak yang dekat maupun jauh. Inilah orang yang dapat melihat Allah Swt. Mahasuci Allah Swt. yang menjadikan kalam-Nya obat penyembuh bagi penyakit yang menghimpit dada. (ibnu'l Qayyim al-Jauziyyah, Madariju As-Sālikina Manāzilu lyyāka Nabudu wa lyyāka Nasta in, Juz 1, t.t.: 474-477), - Riyāduş Şālihin : Dari Jābir Ra., dia berkata, "Saya mendengar Rasulullah Saw. bersabda, Jika seseorang menyebut nama Allah Swt. ketika hendak masuk rumahnya dan ketika hendak makan, maka setan berkata kepada teman-temannya, Kalian tidak bisa menginap dan tidak bisa makan!' Jika seseorang tidak menyebut nama Allah Swt. ketika hendak masuk rumahnya, maka setan berkata, 'Kalian bisa masuk dan bisa menginap. Jika seseorang tidak menyebut nama Allah Swt. sevwaktu hendak makan, maka setan berkata, Kalian bisa menginap dan makan malam." (HR Muslim). Hadis di atas mengandung beberapa faedah: (a) Dianjurkan untuk menyebut nama Allah Swt. ketika masuk rumah dan ketika hendak makan. (b) Setan dapat menginap di rumah dan turut serta makan ketika tidak disebut nama Allah Swt. (c) Menyebut nama Allah Swt. ketika makan dan masuk rumah dapat mencegah seseorang lalai dari mengingat Allah Swt., karena lalai dari mengingat Allah Swt. akan menjerumuskan seseorang pada perbuatan yang menyalahi perintah Allah Swt. dan mengikuti kesesatan setan. (Dr. Mustafā Sa'id Al-Khin, Nuzhatul Muttagina Syarhu Riyādis Şālihina, Juz 1, 1407 H/1987 M: 600). - Medical Hadiš : Diriwayatkan dari Ali bin Abu Talib Ra. bahwa ada seseorang yang biasa lupa atau lalai. Ali menyuruhnya untuk menggunakan Lubān (kemenyan), karena ia dapat membuat hati tambah berani dan mengusir kelupaan atau kelalaian. Demikian pula yang disarankan oleh lbnu Abbās Ra. terhadap seseorang yang keadaannya seperti itu. (Ibnul Qayyim Al-Jauziyyah, At-Tibbun Nabawi, t.t.: 301). - Tibbun Nabavwi : Khasiat Lubān (Kemenyan) Sesungguhnya lupa itu mempunyai sebab alami yang kasat mata, karena lupa dapat disebabkan oleh buruknya keseimbangan antara dingin dan lembab yang lebih menguasai otak sehingga otak tidak dapat mengingat apa yang masuk ke dalamnya. Karena itu, Lubān berguna untuk menghilangkan gejala ini. Lubān bersifat panas pada tingkatan kedua dan dingin pada tingkatan pertama. Lubān memiliki banyak manfaat antara lain berkhasiat untuk mengobati kelemasan karena banyak keluar darah, penyakit pencernaan, mengendurkan perut, menghancurkan makanan, mengusir bau tak sedap menghilangkan luka atau bisul pada mata menguatkan perut yang lemah, mengeringkan lender yang berlebihan, dan lain-lain. (bnu'l Qayyim Al-Jauziyyah, Zādu'l Ma ādi fi Hadyi Khayril tbādi, Juz 4, tt 387-388). - HADIS NIAGA QS Sād. 38: 46 : Berlaku Zuhud pada Dunia Dari Sahl bin Sa'ad As-Saidi , dia berkata bahwa ada seseorang yang mendatang: Rasulullah lalu dia berkata, "Wahai Rasulullah, tunjukkanlah kepadaku suatu amalan yang jika aku melakukannya, Allah dan manusia akan mencintaiku Rasulullah bersabda: "Zuhudlah pada dunia, Allah akan mencintaimu. Zuhudlah pada sesuatu yarng ada di sisi manusia, manusia pun akan mencintaimu." (HR Ibnu Majah, 4102) - AMAL NIAGA : 1. Hendaklah Anda bersikap gana'ah dan ridha atas rezeki halal yang Allah berikan setelah Anda bekerja keras. Tahanlah diri Anda dari harta yang haram dan berhati-hatilah dari harta yang syubhat (kurang jelas). 2. Bersyukurlah atas harta halal yang Anda terima kemudian infakkanlah sebagiannya sesuai syariat Islam. 3. Di antara bentuk zuhud terhadap dunia adalah keyakinan dalam hati bahwa rezeki Anda tidak akan diambil orang lain. Maka hendaklah Anda bersikap tenang dalam mencari rezeki. - Tadabbur Surah Shad Ayat 43-61 : Ayat 43-61 meneruskan kisah Nabi Ayyub, Ibrahim, Ishak dan Ya’qub yang memiliki kekuatan dan pandangan yang luas serta mengingat akhirat. Ismail, Ilayas’ dan Zulkifli sebagai hamba pilihan.Para Nabi dan orang-orang yang bertakwa mendapatkan kehormatan di akhirat berupa surga Adn yang penuh dengan berbagai fasilitas yang menakjubkan. Sebaliknya, kaum yang durhaka dan pelopor pelanggaran atas sistem Allah dimasukkan ke neraka. Itulah tempat tinggal yang paling buruk dan amat menyakitkan. Sedikitpun mereka tidak mendapat sambutan yang baik. Bahkan dilemparkan ke dalam neraka. Para pengikut mereka meminta agar Allah timpakan kepada para pemimpin yang meyesatkan ereka azab berlipat ganda karena telah menyebabkan mereka masuk neraka.
