Tadabbur Al-Quran Hal. 461 ---------------------------------------------- بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ - Al Qur'an Indonesia Tajwid.
- Az-Zumar ayat 23 : اَللّٰهُ نَزَّلَ اَحْسَنَ الْحَدِيْثِ كِتٰبًا مُّتَشَابِهًا مَّثَانِيَۙ تَقْشَعِرُّ مِنْهُ جُلُوْدُ الَّذِيْنَ يَخْشَوْنَ رَبَّهُمْ ۚ ثُمَّ تَلِيْنُ جُلُوْدُهُمْ وَقُلُوْبُهُمْ اِلٰى ذِكْرِ اللّٰهِ ۗذٰلِكَ هُدَى اللّٰهِ يَهْدِيْ بِهٖ مَنْ يَّشَاۤءُ ۗوَمَنْ يُّضْلِلِ اللّٰهُ فَمَا لَهٗ مِنْ هَادٍ Allah telah menurunkan perkataan yang paling baik (yaitu) Al-Qur'an yang serupa (ayat-ayatnya) lagi berulang-ulang, [763] gemetar karenanya kulit orang-orang yang takut kepada Tuhannya, kemudian menjadi tenang kulit dan hati mereka ketika mengingat Allah. Itulah petunjuk Allah, dengan Kitab itu Dia memberi petunjuk kepada siapa yang Dia kehendaki. Dan barangsiapa dibiarkan sesat oleh Allah, maka tidak seorang pun yang dapat memberi petunjuk. - [763] Hukum-hukum, pelajaran dan kisah-kisah itu diulang-ulang penyebutannya di dalam Al Qur'an agar lebih kuat pengaruhnya dan lebih meresap. Sebagian mufasir mengatakan bahwa maksudnya adalah bahwa ayat-ayat Al Qur'an itu diulang-ulang membacanya seperti yang tersebut dalam Mukadimah surah Al Fatihah. - Asbabun Nuzul Az-Zumar ayat 23 : Al-hakim dan lainnya meriwayatkan dari saad bin abi waqqash bahwa al-quran diturunkan kepada Nabi saw. Lalu selama beberapa masa beliau membacakannya kepada mereka, dan mereka mengatakan, 'ya rasulallah, bagaimana kalau anda bercerita kepada kami? Maka turunlah ayat,'Allah telah menurunkan perkataan yang baik..."(39:23). Ibnu hatim menambahkan, lalu mereka mengatakan,"ya Rasulallah, bagaimanakah kalau anda beri kami nasihat, maka allah menurunkan .."belum tibakah waktunya bagi orang-orang yang beriman untuk khusyu mengingat Allah....(57:16). Ibnu jarir meriwayatkan dari ibnu abbas bahwa mereka mengatakan , 'Ya Rasulullah bagaimana kalau anda ceritakan kepada kami" maka turunlah ayat ini. - Tafsir Al Muyassar Az-Zumar ayat 23 : Allah menurunkan perkataan terbaik yaitu Al Qur'an yang agung, sebagian darinya mirip dengan sebagaian yang lain dalam kebagusan, kecanggihan dan keakuratannya. Di dalamnya terkandung kisah-kisah, hukum-hukum, hujjah-hujjah dan keterangan-keterangan diulang, tilawahnya juga diulang, namun jiwa tidak merasa bosan karena banyaknya pengulangan. Kulit orang-orang yang takut kepada Rabb mereka bergetar dan merinding karena mendengarnya, karena mereka terpengaruh dengan ancaman siksa yang ada di dalamnya. Kemudian kulit dan hati mereka melunak karena berbahagia dengan janji pahala Allah yang ada di dalamnya. Pengaruh Al Qur'an terhadap diri itu merupakan hidayah Allah kepada hamba-hamba-Nya. Dan Allah membimbing siapa yang dia kehendaki dari hamba-hamba- Nya dengan Al Qur'an. Barangsiapa yang disesatkan oleh Allah dari iman dengan Al Qur'an ini karena kekufuran dan penentangannya, maka dia tidak memiliki orang yang bisa membimbing dan memberinya hidayah. - Tazkiyyatun Nafs : Allah Swt. berfirman, <Dan Kami tidak mengajarkan syair kepadanya (Muhammad) dan bersyair itu tidaklah pantas baginya. Al-Quran itu tidak lain hanyalah pelajaran dan kitab yang jelas, agar dia (Muhammad Saw.) memberi peringatan kepada orang-orang yang hidup (hatinya) dan agar pasti ketetapan (azab) terhadap orang-orang kafir (QS Yāsin, 36: 69-70) dan firman-Nya, Sungguh, pada yang demikian itu pasti terdapat peringatan bagi orang-orang yang mempunyai hati atau yang menggunakan pendengarannya, sedang dia menyaksikannya (QS Qaf, 50:37). Allah Swt. memberitahukan bahwa mengambil manfaat dari Al-Qur'an berikut peringatannya hanyalah bisa diperoleh orang yang hatinya hidup. Seperti disebutkan pula dalam surah Al-Anfāl, 8: 24. Allah Swt. mengabarkan bahwa kehidupan kita hanyalah dengan memenuhi apa yang diserukan oleh Allah Swt. dan Rasul-Nya, baik berupa ilmu maupun iman. Dari sini diketahui, mati dan binasanya hati adalah dengan hilangnya hal tersebut. Allah Swt. menyamakan orang yang tidak memenuhi seruan Rasul-Nya dengan para penghuni kubur. Ini adalah sebaik-baik perumpamaan. Sesungguhnya tubuh-tubuh mereka adalah kuburan bagi hati mereka. Hati mereka telah mati dan dikubur dalam tubuh-tubuh mereka. Allah Swt. berfirman, dan tidak (pula) sama orang yang hidup dengan orang yang mati. Sungguh, Allah Swt. memberikan pendengaran kepada siapa yang Dia kehendaki dan engkau (Muhammad) tidak akan sanggup menjadikan orang yang di dalam kubur dapat mendengar (Q5 Fātir, 35: 22). Sungguh sangat tepat apa yang diungkapkan seorang penyair, "Dan dalam kebodohan, sebelum kematian adalah kematian bagi pemiliknya. Jasad-jasad mereka, sebelum kuburan adalah kuburan. Ruh-ruh mereka berada dalam kebuasan tubuh-tubuh mereka dan mereka tidak memiliki kebangkitan, meskipun pada saat hari kebangkitan." Karena itu, Allah Swt. menjadikan wahyu yang di sampaikan-Nya kepada para nabi sebagai ruh, seperti disebutkan dalam QS Gāfir, 40: 15. Sebab, kehidupan segenap ruh dan hati adalah dengan wahyu itu, dan kehidupan yang baik inilah kehidupan yang diberikan Allah Swt. secara khusus kepada orang yang mau menerima wahyu-Nya dan mengamalkannya. Allah Swt. mengkhususkan mereka dengan kehidupan yang baik di dunia dan akhirat, sebagaimana firman-Nya dalam surah An-Nahl., 16: 30. Allah Swt. menjelaskan bahwa kebaikan yang dilakukan orang yang berbuat baik itu sungguh akan membahagiakannya, baik di dunia maupun di akhirat. Allah Swt. juga memberitahukan bahwa orang yang berbuat jahat akan sengsara dengan kejahatannya, baik di dunia maupun di akhirat. Hal itu sebagaimana disebutkan dalam QS Taha, 20: 124. Dan Allah Swt. menghimpun keduanya dalam firman-Nya, <Barangsiapa dikehendaki Allah Swt. akan mendapat hidayah (petunjuk), Dia akan membukakan dadanya untuk (menerima) Islam. Dan barangsiapa dikehendaki-Nya menjadi sesat, Dia jadikan dadanya sempit dan sesak, seakan-akan dia (sedang) mendaki ke langit. Demikianlah Allah Swt. menimpakan siksa kepada orang-orang yang tidak beriman (QS Al-An'äm, 6:125). Orang yang beriman dan memperoleh petunjuk akan mendapatkan kelapangan dan keluasan dada, sedangkan orang yang sesat akan sempit dan sesak dadanya. Allah Swt. berfirman, Maka apakah orang-orang yang dibukakan hatinya oleh Allah Swt. untuk (menerima) agama Islam lalu dia mendapat cahaya dari Tuhannya (sama dengan orang yang hatinya membatu)? Maka celakalah mereka yang hatinya telah membatu untuk mengingat Allah Swt. Mereka itu dalam kesesatan yang nyata (0S Az-Zumar, 39: 22). Orang-orang yang beriman berada dalam cahaya dan kelapangan dada, sedangkan orang-orang yang sesat berada dalam kegelapan dan kesempitan dada. Pada Bab Kebersihan Hati, insya Allah akan dibicarakan lebih luas. Maksudnya adalah bahwa kehidupan dan bercahayanya hati merupakan modal bagi segala kebaikan, sedangkan kematian dan kegelapan hati merupakan modal bagi segala keburukan. (bnu'l Qayyim Al-Jauziyyah, lgāšatul Lahfāni fi Maşāyidi Asy-Syaitani, Juz 1, t.t.: 65- 66). - Riyāduş Salihin : Dari Anas Ra., Rasulullah Saw. bersabda, "Apabila orang kafir mengerjakan suatu kebaikan, maka karena kebaikannya itu ia diberi sesuap makanan di dunia, sedangkan orang mukmin itu kebaikan-kebaikannya disimpan oleh Allah Swt. di akhirat dan dia diberi rezeki di dunia karena ketaatannya." (HR Muslim). Hadis di atas mengandung faedah di antaranya: Sesungguhnya orang kafir akan dibalas perbuatan baiknya di dunia, berupa penambahan rezeki atau terhindar dari sesuatu yang tidak disukainya, namun di akhirat mereka tidak memiliki bagian apapun, karena kekufurannya telah menghapus ganjaran di akhirat. Orang mukmin akan diganjar atas amalnya baik di dunia maupun di akhirat. (Dr. Mustafā Sa'id Al-Khin, Nuzhatul Muttaqina Syarhu Riyādis sālihina, Juz 1, 1407 H/1987 M: 387). - Medical Hadiš : Dari Anas bin Mālik Ra., ia berkata, "Seorang tukang jahit (pakaian) mengundang Rasulullah Saw. untuk makan yang telah dibuatnya sendiri. Aku ikut pergi bersama Rasulullah Saw. Roti dari gandum dan kuah pun dihidangkan dan didekatkan kepada Rasulullah Saw., yang di dalamnya ada labu dan dendeng daging. Maka Aku melihat Rasulullah Saw. terus menerus mencari-cari labu yang berada di sekeliling piring besar, sehingga sejak saat itu aku menjadi senang dengan labu." (HR Muslim, Ibnu'l Qayyim al-Jauziyyah, At-Tibbu An-Nabawi, t.t.: 316). - Tibbun Nabawi : Khasiat Yagtin (Labu) Labu bersifat dingin dan lembab, rendah kalori, mudah meninggalkan perut sekalipun ia belum hancur dicerna. Di antara khasiatnya adalah menghasilkan campuran yang baik. Jika biji sawi dimakan, menimbulkan rasa sedikit pedas. la lembut dan banyak air, baik untuk orang yang suhu badannya panas dan tidak cocok untuk orang yang suhu badannya rendah dan dingin. la menyembuhkan panas, demam, dan pusing kepala jika di minum perasannya, dan lembut di perut. Jika direbus dan airnya diminum dengan campuran madu, dia menghasilkan banyak cairan tubuh. Secara keseluruhan, labu merupakan makanan yang paling lembut, empuk, dan cepat reaksinya. Sebagaimana yang diriwayatkan dari Anas bin Mālik Ra., bahwa Rasulullah Saw. sering kali mengonsumsi labu. (lbnu'l Qayyim Al-Jauziyyah, Zädu'l Ma 'adi fi Hadyi Khayril bādi, Juz 4, t.t.: 403-405). - (Hadis Motivasi QS 39: 23 : Dari Aisyah v, dia berkata bahwa Nabi pernah ditanya mengenai kulit binatang yang telah mati. Kemudian, beliau bersabda: "Penyamakannya adalah penyuciannya." (HR Nasa'i. 4244) - HADIS NIAGA QS Az-Zumar. 39: 23 : Amalan Ringan Berpahala Besar Dari Abdullah bin Busr bahwasanya seorang lelaki berkata, "Wahai Rasulullah, sesungguhnya syariat Islam berat untukku maka beri tahukanlah kepadaku tentang sesuatu yang dapat aku jadikan pegangan." Beliau bersabda: "Senantiasa lidahmu basah karena zikir kepada Allah." (HR Tirmizi, 3375) - AMAL NIAGA : 1. Seorang niagawan muslim hendaknya senantiasa berzikir kepada Allah & karena hal itu sangat ringan untuk dilakukan tetapi berat dalam timbangan pada hari Kiamat kelak. 2. Lakukanlah amal yang sedikit secara berkesinambungan karena dengannya, Allah & akan memberi balasan yang melimpah. - Tadabbur Surah Az-Zumar Ayat 22-31 : Ayat 22-31 menjelaskan beberapa hal : 1. Orang yang dilapangkan Allah hatinya untuk menerima Islam, maka ia berada di bawah cahaya-Nya. Orang yang keras hatinya berzikir pada Allah ia akan celaka dan tersesat. 2. Sebaik-baik perkataan Allah adalah Al-Qur’an. Orang beriman bergetar kulitnya karena takut pada Allah, menangis matanya, takut dan harap hatinya pada Allah. Itulah ciri-ciri orang dapat hidayah Allah. Siapa yang disesatkan Allah, tidak akan ada seorang pun yang dapat memberinya petunjuk. 3. Orang yang beriman dan taat pada Allah dan Rasul-Nya tidaklah sama kondisi mereka dengan orang musyrik dan kafir di hari kiamat nanti. Orang kafir dan musyrik akan merasakan azab neraka sebagai alasan dari kekafiran dan kemusyrikan yang meraka lakukan. 4. Sebelum kafir Quraisy sudah banyak kaum yang kafir kepada Allah dan Rasul-Rasul-Nya. Mereka diazab Allah di dunia dan azab akhirat jauh lebih besar, jika mereka menyadarinya. 5. Allah membuat berbagai perumpamaan dalam Al-Qur’an. Di antaranya, orang musyrik sama dengan budak yang dimiliki oleh seorang saja dan orang musyrik sama dengan budak yang dimiliki banyak orang yang sedang berselisih. Rasul saw. akan mati, mereka juga akan mati, dan di akhirat mereka akan berbantah-bantahan di sisi Allah.
Sebaik-baik manusia ialah mereka yang hidup di zamanku, kemudian yang datang setelah mereka, kemudian yang datang setelahnya lagi…