Tadabbur Al-Quran Hal. 463
----------------------------------------------
بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ
- Al Qur'an Indonesia Tajwid.
- Az-Zumar ayat 45 :
وَاِذَا ذُكِرَ اللّٰهُ وَحْدَهُ اشْمَـَٔزَّتْ قُلُوْبُ الَّذِيْنَ لَا يُؤْمِنُوْنَ بِالْاٰخِرَةِۚ وَاِذَا ذُكِرَ الَّذِيْنَ مِنْ دُوْنِهٖٓ اِذَا هُمْ يَسْتَبْشِرُوْنَ
Dan apabila yang disebut hanya nama Allah, kesal sekali hati orang-orang yang tidak beriman kepada akhirat. Namun apabila nama-nama sembahan selain Allah yang disebut, tiba-tiba mereka menjadi bergembira.
- Asbabun Nuzul Az-Zumar ayat 45 :
Diriwayatkan oleh Ibnul Mundzir yang bersumber dari Mujahid, bahwa ayat ini turun berkenaan dengan kegembiraan kaum musyrikin ketika mendengar nama tuhannya disebut-sebut oleh Rasulullah ketika membaca surat An-Najm (Surat An-Najm: 19) didekat Ka'bah.
- Tafsir AlI Muyassar Az-Zumar ayat 45 :
Bila nama Allah semata disebut, maka hati orang-orang yang tidak beriman kepada kebangkitan setelah kematian akan menolak. Namun bila berhala-berhala, patung-patung dan para wali yang disembah selain Allah itu disebut, maka mereka akan bersuka cita, karena syirik memang sesuai dengan hawa nafsu mereka.
- Tazkiyyatun Nafs :
Allah Swt. berfirman, <Allah Swt. memegang nyawa (seseorang) pada saat kematiannya dan nyawa (seseorang) yang belum mati ketika dia tidur; maka Dia tahan nyawa (orang) yang telah Dia tetapkan kematiannya dan Dia lepaskan nyawa yang lain sampai waktu yang ditentukan. Sungguh, pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda (kebesaran) Allah Swt. bagi kaum yang berpikir. (QS Az-Zumar, 39: 42). Tentang ayat ini (QS Az-Zumar, 39: 42) Ibnu Abbās Ra. menjelaskan, "Telah sampai kabar kepada saya bahwa ketika seseorang sedang tidur, maka rohnya bertemu dengan roh orang yang telah meninggal, lalu terjadi
dialog di antara mereka. Maka Allah Swt. memegang roh orang yang telah meninggal dan melepaskan roh orang yang masih hidup kembali ke dalam jasadnya." (HR lbnu Mandah) Tentang ayat ini pula As-Sudi mengatakan, "Allah Swt. mematikannya ketika dia tidur, maka roh orang yang masih hidup bertemu dengan roh orang yang telah meninggal dunia, lalu mereka saling berkenalan dan mengadakan pembicaraan. Setelah itu, roh orang yang hidup kembali kepada jasadnya di dunia hingga tersisa waktu hidupnya yang telah ditentukan, dan roh orang yang telah meninggal kembali kepada jasadnya (di alam kubur), sehingga
tertahan di sana." (HR Ibnu Abu Hātim).
Demikian salah satu di antara dua penafsiran tentang ayat ini, yaitu Allah Swt. menahan roh orang yang telah Dia tetapkan kematiannya dan Dia melepaskan roh orang yang sedang tidur. Berdasarkan penafsiran ini, ayat itu bermakna Allah Swt. mewafatkan roh seseorang, lalu Dia memegangnya dan tidak mengembalikannya kepada jasad orang itu sebelum hari kiamat, dan mewafatkan roh orang yang sedang tidur, namun kemudian melepaskannya kepada jasad sampai waktu yang ditentukan, lalu akan mewafatkannya untuk yang kedua kali. (lbnu'l Qayyim Al-Jauziyyah, ArRūh, 1395 H/1975 M: 28-29).
- Riyāduş Şälihin :
Dari Huzaifah dan Abu Zar Ra., keduanya berkata, "Rasulullah Saw. apabila hendak tidur, maka beliau membaca doa: 'bismika Allāhumma Ahyā wa bismika Amūtu (Ya Allah, dengan nama-Mu aku hidup dan dengan nama-Mu aku mati). Dan apabila bangun dari tidur, beliau membaca doa: 'Alhamdu li'llāhil Laži Ahyānā bada mā Amātanā wailaihinnusyūru (Segala puji bagi Allah Swt. yang telah menghidupkan kami kembali setelah mematikan kami dan hanya kepada-Nyalah tempat kami kembali)." (HR Al-Bukhāri).
Hadis di atas mengandung faedah tentang anjuran membaca doa ini ketika hendak tidur dan bangun dari tidur supaya doa ini senantiasa mendorong seseorang agar teringat untuk menghadap Allah Swt. setiap saat, baik ketika bangun maupun tidur. (Dr. Mustafā Sa'id Al-Khin, Nuzhatul Muttaqina Syarhu Riyādis Sālihina, Juz 2., 1407 H/1987 M: 988-989).
- Medical Hadis :
Dari Ummu Salamah Ra., ia berkata, "Para wanita yang baru melahirkan biasa duduk empat puluh hari selama nifasnya. Salah seorang di antara kami ada yang mengolesi wajahnya dengan wars (jenis tumbuh-tumbuhan berwarna kuning) untuk menghilangkan bintik-bintik." (HR Ahmad). (Hadiš Hasan Sahih, Şahih wa Da 'f Sunan Abu Dāwud, no. 311). (Ibnu'l Qayyim Al-Jauziyyah, At-Tibbun Nabawi, t.t.. 316).
- Tibbun Nabawi :
Khasiat Wars
Menurut Abu Hanifah Al-Lughawy, Wars bukan termasuk tumbuh-tumbuhan liar, dan saya tidak mengetahui bahwa ada yang tumbuh di luar negeri Arab, bahkan di luar negeri Yaman. "la memiliki daya panas dan kering di permulaan derajat kedua. Yang paling baik berwarna kemerah-merahan dan terasa lembut di tangan, minim dedak. Manfaatnya tidak jauh berbeda dengan Qust Bahry." (bnu'l Qayyim AlJauziyyah, Zãdu'l Ma ādi fi Hadyi Khayril lbadi, Juz 4, t.t.: 402-403).
- Hadis Motivasi QS 39: 42 :
Dari Abu Hurairah dia berkata, Nabi bersabda: "Apabila seseorang dari kalian hendak tidur maka hendaklah día mengibaskan di atas tempat tidurrnya dengan kain sarungnya karena dia tidak tahu apa yang terdapat di atas kasurnya. Lalu mengucapkan doa. 'Bismika rabbi wada'tu janbi wabika arfa'uhu, in amsakta nafs farhamhā, wain arsattahā falfazhă bimä tahfazu bihi bädakaşsalihin (Dengan nama-Mu, wahai Tuhanku, aku nembaringkan punggungku dan atas namaMu, aku mengangkatnyd. Dan ika Engkau menahan diriku maka rohmatilah aku. dan jika Engkau melepaskannya maka jagalah, sebagaimana Engkou menjaga hamba-Mu yang saleh." (HHR Bukhari, 5961)
- HADIS NIAGA QS Az-Zumar, 39: 47 :
Setiap Kezaliman Akan Dibalas pada Hari Kiamat
Dari Abu Sa'id Al-Khudri , dia mengatakan bahwa Rasulullah bersabda: "Jika orang-orang beriman telah melewati neraka, mereka akan ditahan di suatu jembatan yang disebut Qantarah yang terletak antara surga dan neraka. Lalu, di sana mereka akan di-qisas (dibalas) atas kezaliman yang terjadi selama mereka di dunia sehingga jika tidak ada lagi dosa, barulah mereka diizinkan untuk memasuki surga. Demi Zat yang jiwaku berada di tangan-Nya, sungguh seorang dari mereka berada di tempat tinggalnya di surga lebih aku kenali daripada rumah mnereka di dunia." (HR Bukhari, 2440)
- AMAL NIAGA :
1. Bersegeralah menunaikan hak orang lain yang masih ada pada diri Anda.
2. Jauhilah perbuatan menzalimi orang lain dalam aktivitas bisnis yang Anda lakukan karena doa orang terzalimi pasti dijabah.
- Tadabbur Surah Az-Zumar Ayat 41-47 :
Ayat 41-47 menjelaskan beberapa hal berikut :
1. Allah menurunkan Al-Qur’an pada Rasul saw. dengan benar dan berisi kebenaran. Sebab itu, siapa yang beriman dengan mentauhidkan Allah akan mendapat kebaikan dan keselamatan dan siapa yang tetap kafir, maka menanggung sendiri resikonya.
2. Di antara tanda kebesaran Allah ialah, Dia menggenggam nyawa orang-orang yang mati dan orang-orang yang tidur yang ditetapkan-Nya mati. bagi yang belum ditetapkan mati, maka Allah mengirim nyawa mereka kembali sampai ajal yang ditentukan-Nya. Sebab itu, pantaskah manusia meminta pertolongan kepada berhala-berhala itu? Padahal mereka tidak menguasai apapun dan tidak pula berakal. Yang memiliki semua bentuk pertolongan itu hanya Allah karena kerajaan langit dan bumi ini milik-Nya, kemudian semua manusia akan dikembalikan kepada-Nya.
3. Di antara ciri orang-orang tidak beriman pada akhirat ialah apabila diingatkan Allah itu Esa, maka hati mereka kesal sekali. Tapi apabila disebut tuhan-tuhan selain Allah, mereka bergembira. Sungguh tidak masuk akal, karena Allah adalah Pencipta Tunggal langit dan bumi, Maha Mengetahui perkara gaib dan yang nyata. Allah juga yang akan memutuskan apa yang diperselisihkan manusia.
4. Nanti di akhirat atau di hari kimat, orang-orang kafir dan musyrik itu akan menyesal. Sekiranya mereka memiliki kekayaan senilai satu bumi atau sejenisnya, pasti mereka akan jadikan sebagai tebusan bagi azab neraka yang menimpa mereka. Pada hari itu penyesalan tidak berguna lagi dan sudah terlambat. Allah akan membukakan pada mereka apa yang tidak mereka perkirakan sewaktu hidup di dunia.