بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيم

Minggu, 20 September 2026

Tadabbur Al-Quran Hal. 470 | @kitabulsalaf

Tadabbur Al-Quran Hal. 470 | @kitabulsalaf

بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ

- Al Qur'an Indonesia Tajwid.

- Gafir ayat 27 :

وَقَالَ مُوْسٰىٓ اِنِّيْ عُذْتُ بِرَبِّيْ وَرَبِّكُمْ مِّنْ كُلِّ مُتَكَبِّرٍ لَّا يُؤْمِنُ بِيَوْمِ الْحِسَابِ ࣖ

Dan (Musa) berkata, “Sesungguhnya aku berlindung kepada Tuhanku dan Tuhanmu dari setiap orang yang menyombongkan diri yang tidak beriman kepada hari perhitungan.”

- Tafsir Al Muyassar Gafir ayat 27 :

Dan Musa berkata kepada Fir'aun dan orang-orangnya: Sesungguhnya aku memohon perlindungan kepada Rabb-ku dan Rabb kalian, wahai orang-orang dari setiap orang yang menyombongkan diri dengan menolak untuk mentauhidkan Allah dan menaati-Nya, dan dia tidak beriman kepada suatu hari di mana saat itu Allah menghisab seluruh makhluk-Nya.

- Hadis Sahih Gafir ayat 27 :

Abu Dāwud bekata, Telah nenceritakan kepada kami Muhammad bin Al Mušanna. ia berkata telah menceritakan kepada kami Mu'az bin Hisyām, ia berkata, telah menceritakan kepadaku ayahku, dari Qatādah dari Abu Burdah bin Abdullah, ia berkata bahwa ayahnya (yaitu Abdullah) menceritakan kepadanya bahwa Nabi Saw apabila beliau takut kepada suatu kaum, beliau berdoa, Ya Alah. sesungguhnya kami jadikan Engkau di leher-leher mereka dan kami berlindung kepada-Mu dari kejahatan mereka" (HR Abu Dawüd. Sunan Abu Dāwud, Juz 2, No. Hadis 1537, 1418 H/1997 M. 126). Hadis Sahih, Syaikh Al-Albary. Sahih wa Da if Sunan Abi Döwud.

- Riyāduş Şālihin :

Dari lbnu Abbas Ra., ia berkata, "Rasulullah Saw. berdiri berkhutbah menyampaikan suatu nasihat di tengah-tengah kami, beliau bersabda, Wahai sekalian manusia, sesungguhnya kalian dikumpulkan menuju Allah dalam keadaan tidak beralas kaki, telanjang,. dan berkulup sesuai dengan firman-Nya, { ... Sebagaimana Kami telah memulai penciptaan pertama, begitulah Kami akan mengulanginya lagi. (Suatu) janji yang pasti Kami tepati, sungguh, Kami akan melaksanakannya. (QS Al-Anbiyā, 21: 104) Ingatlah, bahwa makhluk pertama yang diberi pakaian pada hari kiamat adalah lbrahim As. Ingatlah, bahwa beberapa orang dari umatku akan didatangkan lalu mereka diambil ke golongan kiri. Maka aku berkata, Wahai Rabb, sahabat-sahabatku." Dikatakan, 'Sungguh engkau tidak tahu apa yang mereka perbuat sepeninggalmu. Lalu aku mengucapkan seperti perkataan seorang hamba saleh, dan aku menjadi saksi terhadap mereka, selama aku berada di tengah-tengah mereka hingga firman-Nya,
..Sesungguhnya Engkaulah Yang Maha- perkasa, Mahabijaksana. (Q5 Al-Māidah, 5: 117-118) Lalu dijawab, Mereka senantiasa kembali ke belakang (murtad) sejak kau tinggalkan mereka." (HR AI-Bukhāri-Muslim) Hadis di atas memberikan beberapa faedah, antara lain siksaan bagi orang-orang yang bermaksiat, yaitu orang-orang yang mengganti dan mengubah agama Allah Swt. Mereka terbagi pada dua golongan: Pertama, orang-orang murtad, mereka kekal di neraka. Kedua, orang yang berbuat maksiat, mereka disiksa terlebih dahulu, kemudian Rasulullah Saw. memberikan syafaat pada mereka sehingga keluar dari neraka. (Dr. Muştafā Said Al-Khin, Nuzhatul Muttaqina Syarhu Riyādis Şālihina, Juz 1, 1407 H/1987 M: 187-188).

- Hadis Nabawi :

Abu Dāwud berkata, telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Al-Muśanna, ia berkata telah menceritakan kepada kami Mu'āż bin Hisyāmn, ia berkata, telah menceritakan kepadaku ayahku, dari Qatādah, dari Abu Burdah bin Abdullah, ia berkata bahwa ayahnya (yaitu Abdullah) menceritakan kepadanya bahwa Nabi Saw. apabila beliau takut kepada suatu kaum, beliau berdoa, "Ya Allah, sesungguhnya kami jadikan Engkau di leher-leher mereka dan Kami berlindung kepada-Mu dari kejahatan mereka." (HR Abu Dawud, Sunan Abu Dâwud, Juz 2, No. Hadis 1537, 1418 H/1997 M: 126) Hadis Şahih, Syaikh Al-Albāny, Şahih wa Da if Sunan Abi Dāwud.

- Hadiš Qudsi :
 
Dari Abu Hurairah Ra., ia berkata, Rasulullah Saw. bersabda, "Allah Swt. berfirman, 'Siapa yang memusuhi wali-Ku, maka Aku umumkan perang kepadanya. Tiada suatu bentuk tagarrub (upaya mendekatkan diri kepada Allah) hamba-Ku yang paling Aku cintai dari pada apa yang telah difardukan kepadanya. Dan hamba-Ku tidak henti-hentinya mendekatkan diri kepada-Ku dengan amalan sunnah, sehingga Aku pun mencintainya. Apabila Aku telah mencintainya, maka Akulah pendengarannya yang ia jadikan untuk mendengar, dan pandangannya yang ia jadikan untuk memandang, dan tangannya yang ia jadikan untuk menindak, dan kakinya yang dijadikannya untuk berjalan. Jika ia meminta kepada-Ku, pasti Kuberi, dan jika meminta perlindungan kepada-Ku, pasti Kulindungi. Dan tidaklah Aku ragu untuk melakukan sesuatu yang Aku menjadi pelakunya sendiri, sebagaimana keragu-raguan-Ku untuk mencabut nyawa seorang mukmin yang ia tidak menyukai kematian itu, dan Aku sendiri tidak menyukai apa yang menyakitinya." (Muştafā bin'Adawi, Aş-Sahihul Musnad minal Ahādisil Qudsiyyati, t.t: 79-81).

- Hadis Motivasi OS 40: 28 :

Dari lyadh bin Himar Rasulullah dia berkata. bersabda: "Barang siapa yang mendapatkan barang temuan maka hendaknya dia memperlihatkan kepada satu atau dua orang yang adil dan tidak menyembunyikannya. Kemudian jika pemiliknya telah datang maka hendaknya dia mengembalikan kepadanya. Jika tidak maka itu adalah harta Allah yang diberikan kepada orang yang Dia kehendaki." (HR Abu Dawud. 1709)

- HADIS NIAGA QS Gāfir, 40: 27 :

Neraka Diisi oleh Orang-Orang Sombong dan Bengis

Dari Abu Hurairah dia berkata, Rasulullah bersabda: "Surga dan neraka saling berbangga diri. Neraka berkata, Aku diberi prioritas sebagai tempat orang-orang yang sombong dan orang-orang perkasa yang bengis. Surga berkata, Aku hanya akan dimasuki orang-orang yang lemah, orang-orang yang tidak cinta dunia, dan orang-orang yang baik. Kemudian, Allah berfirman kepada surga: Sesungguhnya kamu, wahai surga, adalah rahmat-Ku yang denganmu Aku memberikan rahmat kepada hamba-hamba-Ku yang Aku kehendaki.' Lalu, Allah berkata kepada neraka: 'Sesungguhnya kamu, wahai neraka, adalah siksaKu yang denganmu Aku menyiksa hamba-hamba-Ku yang Aku kehendaki. Tiap-tiap di antara kalian akan memiliki penghuni." (HR Muslim, 2847)

- AMAL NIAGA :

1. Jauhilah sikap takabur atas kesuksesan duniawi yang Anda dapatkan karena sikap tersebut merupakan jalan menuju neraka.
2.  Mohonlah surga kepada Allah karena surga merupakan negeri tempat berlimpahnya rahmat Allah. Di dalamnya, Dia merahmati para kekasih-Nya yang Dia kehendaki.

- Tadabbur Surah Al-Mukmin Ayat 26-33 :

Ayat 26-33 meneruskan ayat sebelumnya terkait kesombongan Fir’aun terhadap kebenaran wahyu Allah (Taurat) dan makar yang dilakukannya terhadap Musa dan para pengikutnya. Episode ini memberikan pelajaran berikut: 
1. Fir’aun sombong terhadap wahyu (Taurat) yang Allah turunkan kepada Musa, karena merasa agama nenek moyangnya lebih baik dari agama yang diturunkan Allah. 
2. Fir’aun bertekad membunuh Musa disebabkan ketakutannya atas keberhasilan Musa mengganti agama nenek moyang yang mereka anut selama ini dan menuduh Musa akan berbuat kerusakan di atas bumi. Nabi Musa menghadapi kesombongan Fir’aun dengan penuh kesabaran dan tawakkal pada Allah. 
3. Seorang lelaki dari keluarga Fir’aun yang menyembunyikan keimanannya berkata: Kenapa Fir’aun membunuh orang yang mengakui Allah sebagai Tuhan Penciptanya? Musa bukanlah pembohong. Apa yang disampaikannya terkait azab Allah bagi orang yang kafir adalah benar. Allah tidak akan memberikan hidayah-Nya kepada orang yang melampaui batas dan pembohong. Kerajaan yang kalian miliki hari ini tidak akan menahan azab Allah. Fir’aun berkata: Apa yang saya kemukakan ini adalah pendapat pribadi dan saya tidak tunjuki kalian kecuali jalan kebenaran. Lelaki mukmin itu meneruskan perkataannya : Sesungguhnya aku mengkhawatirkan kalian ditimpa azab seperti kaum-kaum  terdahulu dan azab akhirat yang lebih keras.  Saat itu, tidak ada penolong selain Allah. Siapa yang disesatkan Allah tidak ada yang dapat  memberinya petunjuk.