Tadabbur Al-Quran Hal. 469 | @kitabulsalaf
بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ
- Al Qur'an Indonesia Tajwid.
- Gafir ayat 22 :
ذٰلِكَ بِاَنَّهُمْ كَانَتْ تَّأْتِيْهِمْ رُسُلُهُمْ بِالْبَيِّنٰتِ فَكَفَرُوْا فَاَخَذَهُمُ اللّٰهُ ۗاِنَّهٗ قَوِيٌّ شَدِيْدُ الْعِقَابِ
Yang demikian itu adalah karena sesungguhnya rasul-rasul telah datang kepada mereka dengan membawa bukti-bukti yang nyata [768] lalu mereka ingkar; maka Allah mengazab mereka. Sungguh, Dia Mahakuat, Mahakeras hukuman-Nya.
- [768] Mukjizat, hukum-hukum dan ajaran-ajaran yang dibawanya.
- Tafsir Al Muyassar Gafir ayat 22 :
Adzab yang menimpa orang-orang yang mendustakan yang telah berlalu itu disebabkan oleh sikap mereka terhadap utusan-utusan mereka yang hadir membawa bukti-bukti yang kuat atas kebenaran dakwah mereka, namun mereka malah kafir kepada para utusan tersebut dan menustakan mereka, maka Allah mengambil mereka semuanya dengan azab-Nya. Sesungguhnya Allah Mahakuat, tidak seorang pun mengalahkan-Nya, keras hukuman-Nya bagi siapa yang kafir kepada-Nya dan mendurhakai-Nya.
- Riyāduş Şälihin :
Dari Anas Ra., dari Nabi Saw., dia berkata,. "Tiga perkara jika itu ada pada seseorang, maka ia akan merasakan manisnya iman, yaitu Allah Swt. dan Rasul-Nya lebih dia cintai daripada selain keduanya; ia tidak mencintai seseorang kecuali karena Allah Swt.; dan benci untuk kembali kepada kekafiran setelah Allah Swt. menyelamatkannya dari kekafiran tersebut sebagaimana ia benci untuk masuk neraka." (HR AI-Bukhāri-Muslim). Hadis di atas mengandung beberapa faedah:
(a) Manisnya keimanan akan dirasakan dengan ketaatan dan kecintaan terhadap-Nya, serta mengutamakan hal itu daripada kekayaan dunia. Mencintai Allah Swt. dan Rasul-Nya harus didahulukan daripada mengikuti hawa nafsunya sehingga hawa nafsu setiap orang mengikuti petunjuk keduanya.
(Dr. Mustafā Sa'id Al-Khin, Nuzhatul Muttaqina Syarhu Riyādiş Sālihina, Juz 1, 1407 H/1987 M:346).
- Medical Hadiš :
Dari Aisyah Ra., sesungguhnya Rasulullah Saw. pernah membaca doa yang berbunyi: "Allāhummagsilni min Khatāyāya bimā is Salji walbaradi (Ya Allah Swt.., cucilah kesalahan-kesalahanku dengan air salju dan air embun)." (HR A-Bukhari-Muslim). (0bnu'l Qayyim Al-Jauziyyah, At-Tibbun Nabawi, t.t.: 305).
- Tibbun Nabawi :
Khasiat Mäul Salj wa'l Barad (air salju dan embun)
Salju itu sendiri merupakan suatu proses pembentukan dari uap, begitu pula airnya. Pada pembahasan terdahulu sudah di jelaskan pemanfaatan salju dan pengaruhnya terhadap hati karena sifatnya yang dingin. Sedangkan air embun lebih halus dan lebih lezat daripada air salju. Sebaiknya tidak minum air salju setelah keluar dari kamar mandi, setelah bersenggama, sehabis olahraga, dan setelah memakan makanan yang panas, serta bagi orang yang batuk, sakit dada, dan lemah jantung. (bnu'l Qayyim Al-Jauziyyah, Zãdul Ma adi fi Hadyi Khayri) badi, Juz 4, t.t..: 391).
- Hadis Motivasi QS 40: 17 :
Darl Abu Dzar , dari Rasulullah dalam meriwayatkan firman Allah yang berbunyi: "Hai hamba-Ku, sesungguhnya, Aku telah mengharamkan diri-Ku untuk berbuat zalim dan perbuatan zalim itu pun Aku mengharamkan di antara kamu. Oleh kaena itu. janganlah kamu saling berbuat zalim! (Hingga akhirnya disebutkan) Hai hamba-Ku, sesungguhnya. amal perbuatan kalian senantiasa Aku akan menghisab (mengadakan perhitungan) untuk kalian sendiri dan kemudian Aku akan memberikan balasannya. Barang siapa mendapatkan kebaikan maka hendaklah dia memuji Allah Dan barang siapa yang mendapatkan selain itu (kebaikarn) maka janganlah dia mencela. kecuall dirinya sendiri." (HR Muslim, 2577)
- HADIS NIAGA QS Gäfir, 40: 20 :
Allah Maha Melihat Para Hamba-Nya
Dari Abu Hurairah dia mengatakan bahwa pada suatu hari Rasulullah datang kepada para sahabat lalu datang Malaikat Jibril yang kemudian bertanya, "Apakah iman itu?" Rasulullah menjawab: "Iman adalah engkau beriman kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, pertemuan dengan-Nya, rasul-rasul-Nya, dan engkau beriman kepada hari Kebangkitan." Malaikat Jibril berkata, "Apakah Islam itu?" Rasulullah menjawab: "Islam adalah engkau menyembah Allah dan tidak menyekutukannya dengan suatu apapun, engkau mendirikan salat, engkau menunaikan zakat yang diwajibkan, dan berpuasa pada bulan Ramadhan." Malaikat Jibril berkata, "Apakah ihsan itu?" Rasulullah menjavwab: "Engkau menyembah Allah seolah-olah melihat-Nya dan jika engkau tidak melihat-Nya, sesungguhnya Dia melihatmu." (HR Muslim, 8)
- AMAL NIAGA :
Peliharalah kebersihan hati Anda dan janganlah mencuri-curi pandang kepada sesuatu yang tidak halal untuk Anda, baik di jalanan, pasar, televisi, maupun telepon seluler. Hal ini karena Allah Maha Melihat segala perilaku Anda.
- Tadabbur Surah Al-Mukmin Ayat 17-25 :
Ayat 17-25 menjelaskan hal-hal berikut:
1. Meneruskan ayat sebelumnya terkait mahsyar. Pada hari itu setiap diri jiwa akan dibalas berdasarkan apa yang ia kerjakan. Tidak ada sedikitpun kezaliman dan Allah Mahacepat perhitungan-Nya. Nabi saw. diperintahkan Allah utntuk memperingatkan umatnya akan hari kiamat yang semakin dekat. Pada hari itu jantung seakan sampai ke kerongkongan karena ketakutan dan orang-orang kafir tidak lagi memiliki teman dekat dan penolong setia.
2. Allah mengetahui tujuan pandangan mata dan bisikan hati. Dia memutuskan semua perkara manusia dengan benar. Sedangkan tuhan-tuhan yang mereka sembah itu tidak kuasa memutuskan sesuatu apapun. Sesungguhnya Allah Maha Mendengar lagi Maha Melihat.
3. Allah menyuruh orang-orang kafir Quraisy dan siapa saja yang kafir pada Muhammad saw. untuk melakukan penelitian terhadap kaum-kaum sebelum mereka yang Allah hancurkan. Kaum-kaum tersebut jauh lebih kuat dan lebih maju dari mereka. Allah hancurkan mereka disebabkan dosa-dosa yang mereka lakukan dan penolakan mereka terhadap wahyu yang dibawa oleh para Rasul-Nya. Sungguh Allah Mahakuat lagi Keras siksaan-Nya.
4. Di antara kaum yang Allah hancurkan ialah Fir’aun, Haman dan Qarun. Mereka menolak kerasulan Musa dan wahyu yang diturunkan Allah padanya (Taurat). Mereka menuduh Musa penyihir dan pendusta. Ketika Musa membawa wahyu Allah kepada mereka, mereka memerintahkan membunuh anak laki-laki para pengikut Musa. Tipu daya kaum kafir itu tidak akan pernah menang.