Tadabbur Al-Quran Hal. 468 | @kitabulsalaf
----------------------------------------------
بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ
- Al Qur'an Indonesia Tajwid.
- Gafir ayat 14 :
فَادْعُوا اللّٰهَ مُخْلِصِيْنَ لَهُ الدِّيْنَ وَلَوْ كَرِهَ الْكٰفِرُوْنَ
Maka sembahlah Allah dengan tulus ikhlas beragama kepada-Nya, meskipun orang-orang kafir tidak menyukai(nya).
- Tafsir Al Muyassar Gafir ayat 14 :
Maka ikhlaskanlah (wahai orang-orang mukmin) ibadah dan doa hanya kepada Allah semata. Selisihilah jalan orang-orang musyrikin sekalipun hal itu membuat mereka marah, jangan menggubris mereka.
- Hadis Sahih Gafir ayat 14 :
Dari Ali bin Abu Talib Ra., ia berkota, "Nabr Saw. apabila mengucapkan salam setelah salat, beliau berdoa. Aihummagtiri mā Qaddamtu wa ma Akhkhartu wa ma Asrartu wa mã Alantu wa ma Asraftu, va mã Anta Alamu Bihi Minni, Antal Mugadomu wa Antal Muakhkhiru Lä läha tã Anta" Ya Allah. ampunilah aku atas apa yang telah aku iakukan dan apa yarng belum aku lakukan, apa yang aku sembunyikan dan apa yang aku tampakkan, apa yang aku lakukan secara beriebithan, dan apa yang Engkau lebih tahu daripada diriku. Engkau Yang Maha Mendahulukan dan Yang Maha Mengakhirkan, tidak ada tuhan yang berhak disembah kecuali engkau" HR, Abu Dăwud, Aunul Ma büd, Juz 4, No 1506, 1428 H/2007 M: 239).
- Riyāduş Şālihin :
Dari lbnu Abbas Ra., ia berkata, "Aku mendengar Rasulullah Saw. bersabda, Tidaklah seorang muslim meninggal dunia dan disalatkan oleh lebih dari empat puluh orang. yang mana mereka tidak menyekutukan Allah, niscaya Allah akan mengabulkan doa mereka untuknya." (HR Muslim). Hadis di atas memberikan beberapa faedah, antara lain ketetapan syafaat untuk orang-orang beriman apabila orang yang mati itu termasuk yang berhak mendapatkan syafaat, dan syafaat Allah Swt. pada mereka itu berupa pengampunan-Nya. (Dr. Muştafā Sa'lid Al-Khin, Nuzhatul Muttaqina Syarhu Riyādis Sālihina, Juz 1, 1407 H/1987 M: 388).
- Hadiš Qudsi :
Darí Abu Hurairah, dia berkata, Jibril pernah duduk di samping Nabi Saw. lalu ia melihat ke langit dan mendadak ada malaikat yang turun dari langit. Maka Jibril pun berkata, 'Sesungguhnya malaikat ini belum pernah turun sejak diciptakan beberapa saat yang lalu.", kemudian ketika ia turun, dia berkata, "Wahai Muhammad, Tuhanmu telah mengutusku kepadamu. Dia berkata, 'Apakah kamu ingin Tuhanmu menjadikanmu seorang raja dan seorang nabi ataukah seorang hamba dan seorang utusan. Lalu Jibril menyela, Bertawadulah kamu kepada Tuhanmu, wahai Muhammad.' Beliau berkata, 'Seorang hamba dan seorang utusan," (HR Ahmad, 1sāmuddin As Sabābati, Jāmiu'l Ahādisil Qudsiyyati, Jilid 3, t.t.: 117-118).
- Hadis Motivasi QS 40: 9 :
Dari Muadz bin Jabal dia berkata, Nabi melintasi seseorang. Dia berdoa. "Ya Allah, sesungguhnya aku meminta kesabaran kepada-Mu." Rasulullah bersabda: "Kau telah merninta bencana. Mintalah keselamatan kepada Allah." Kemudian. Nabi melintasi seseorang. Dia berdoa. "Ya Allah, sesungguhnya aku meminta kesempurnaan nikmat kepada-Mu." Rasulullah saw. bersabda: "Hai ank cucu Adam! Tahukah kamu apa itu kesempurnaan nikmat?" Orang itu menjawab. "Doa yang aku panjatkan. Dengannya, saya berharap kebaikan." Rasulullah bersabda: "Sesungguhnya, kesempurnaan nikmat adalah selamat dari neraka dan masuk surga." (HR Ahmad. 21512)
- HADIS NIAGA QS Gāfir, 40: 8 :
Naiknya Derajat Orang Tua di Surga
Dari Abu Hurairah dia mengatakan bahwa Rasulullah bersabda: "Sesungguhnya, Allah akan mengangkat derajat seorang hamba yang saleh di surga sehingga dia bertanya, 'Wahai Tuhanku, dari mana ini? Allah menjawab: Karena istigfar anakmu untukmu." (HR Ahmad, 10232)
- AMAL NIAGA :
Di sela-sela kesibukan bisnis, ingatkan anak-anak Anda untuk menunaikan salat tepat waktu. Didiklah mereka dengan pendidikan islami karena bisa jadi merekalah kelak yang akan menyelamatkan nasib Anda di akhirat.
- Tadabbur Surah Al-Mukmin Ayat 8-16
Ayat 8-16 menjelaskan empat hal :
1. Meneruskan ayat sebelumnya. Para malaikat meminta agar Allah memasukkan kaum mukmin yang bertaubat itu, bapak-bapak, pasangan-pasangan dan anak cucu mereka yang saleh ke dalam surga ‘Adn yang dijanjikan-Nya, serta menjaga mereka dari api neraka. Siapa yang dijaga Allah dari api neraka pada hari itu, merekalah orang yang sukses besar.
2. Pada hari itu, orang-orang kafir akan diberi tahu bahwa murka Allah lebih besar dari murka mereka saat diajak beriman pada Allah, lalu mereka kafir pada-Nya. Mereka berkata : Ya Tuhan Pencipta. Engkau telah mematikan kami dua kali dan menghidupkan kami dua kali pula. Kami mengakui semua dosa yang kami lakukan. Apakah ada bagi kami jalan keluar dari azab neraka ini? Mereka masuk neraka disebabkan mereka kafir waktu diajak untuk beriman pada Allah. Namun, jika diajak kepada kemusyrikan (menyekutukan) Allah, mereka segera menyambutnya. Maka keputusan itu hanya milik Allah yang Mahatinggi, Mahabesar.
3. Allah memperlihatkan pada manusia tanda-tanda kebesaran-Nya. Di antaranya, Dia turunkan air hujan dari langit sebagai rezeki bagi manusia. Tidak ada yang dapat menjadikannya pelajaran kecuali orang yang kembali kepada-Nya. Sebab itu, sembahlah Allah melalui sistem hidup yang diturunkan-Nya (Al-Islam), kendati kaum kafir membencinya.
4. Allah Mahatinggi derajat-Nya, Pemilik ‘Arsy. Dia turunkan wahyu kepada siapa yang dikehendaki-Nya untuk memberikan peringatan pada hari pertemuan di mahsyar. Semua manusia muncul dan tidak ada satupun yang tersembunyi bagi Allah. Di mahsyar Allah akan bertanya: Milik siapa kerajaan hari ini? Semuanya menjawab: Milik Allah yang Mahaesa lagi Mahaperkasa.