بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيم

Jumat, 09 Januari 2026

Mengenal Allah, Nabi Muhammad & Agama Islam | @KitabulSalaf

Rubrik AI (72) | @KitabulSalaf
------------------------------------------
بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ

Mengenal Allah, Nabi Muhammad & Agama Islam

A. Mengenal Allah swt.

- Siapa Rabb-mu? Rabb-ku adalah Allah yang memeliharaku dan memelihara semesta alam dengan segala nikmat yang dikaruniakan-Nya. Dia adalah sembahanku, aku tidak memiliki sembahan selainNya.

- Dengan apa engkau mengenal Rabb-mu ? Dengan tanda-tanda kekuasaan-Nya dan segala makhluk-Nya. Di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya adalah malam dan siang, matahari dan bulan. Di antara makhluk-Nya adalah tujuh lapis langit dan tujuh lapis bumi berikut seluruh makhluk yang ada di dalamnya dan di antara keduanya.

- Bisa di ikhtisarkan, bahwa cara mengenal Allah  adalah dengan cara belajar  ilmu syar’i, atau dengan membaca ayat ayatnya yang syar’iyyah (dari dalil al-quran dan as-sunnah), dengan penuh tadabbur (penghayatan) . Atau juga dengan cara memperhatikan dengan segala makluk-Nya yang  bisa di rasakan dengan panca indera kita, untuk meyakinkan bahwa Allah dzat yang Maha Besar.

- Tingkatan Pengenalan :
  * Rububiyah (Pencipta): Meyakini bahwa Allah adalah satu-satunya Tuhan yang menciptakan, memiliki, dan mengatur seluruh alam semesta (diakui juga musyrik).
  * Uluhiyah (Berhak Disembah): Mengkhususkan seluruh ibadah (doa, tawakkal, cinta) hanya kepada Allah.
  * Asma wa sifat : Menyakinin Allah menetapkan apa untuk dirinya baik nama dan sifat, tanpa tahrif (memalingkan laft/makna), menta’thil (meniadakan sifat), takyif ( menerangkan bentuk), tamtsil/tasbih (menyerupakan).

- Macam-macam ibadah yang Allah perintahkan, seperti Islam, iman dan ihsan. Begitu juga do' a, khauf (takrt), raja' (harap), tawakkal, ragbbab (cinta), rabbab (cemas), khusyu', kbasy-yah (takut), inabah (kembali kepada Allah/taubat), meminta pertolongan, memohon perlindungan, meminta bantuan, menyembelih, ber nadzar, dan macam-macam ibadah lainnya yang Allah perintahkan, seluruhnya.

- Allah memiliki : 20 sifat wajib, 20 sifat mustahil, 1 sifat jaiz.

B. Mengenal Nabi Muhammad saw.

- Riwayat hidup (570-632 M). 
  * Nasab : Muhammad bin 'Abdullah bin 'Abdul Muththalib bin Hasyim, suku Qurais Arab, keturunan nabi Ismail bin Ibrahim . 
  * Umur 63 tahun, Lahir di Makkah pada Subuh Isnin, 12 Rabi'ul Awal tahun gajah (20 April 570 M), di rumah Abu Talib, Makkah Al-Mukarramah. Yaitu tentara barakah dipimpin Raja Abrahah ingin menghancurkan ka' bah, namun Allah hancurkan pasukan gajah dengan mengirim burung Ababil yang menjatuhkan kerikil panas dari neraka hingga tubuh gajah terbakar seperti daun dimakan ulat.
  * Ayahanda, 'Abdullah bin 'Abdul Muttalib bin Hashim, Pemuda tampan putra pemuka suku Qurais, wafat sebelum kelahiran.
  * Ibu, Aminah binti Wahab bin 'Abdul Manaf, wanita mulia putri pemuka Bani Zuhrah, wafat ketika Muhammad berusia 6 tahun di Al-Abwa' (sebuah kampung yang terletak di antara Mekah dan Madinah).
  * Ibu persusuan : Tsuwaibah (budak abu lahab saat baru lahir, menyusui Rasul beberapa hari saja), Halimah Sa'diyyah (pendatang istri Abu Kabsyah Al-Harist, menyusui Rasul selama 4 tahun, lanjut sampai umur 6 tahun).
  * Kakek, Abdul Muthallib bin Hasyim (Syaibah Al-Hamd), pemuka suku Qurais, 
penggali sumur zam-zam di masa jahiliyah. Umur 8 kakek beliau meninggal.
  * Umur 5 tahun peristiwa pembelahan dada Rasulullah SAW.
  * Umur 6 tahun dipelihara oleh kakek (Abdul Muthalib & istri Ummu Aiman). Umur 8 tahun oleh paman (Abu Talib), dilanjutkan bapak saudaranya, Abu Talib.
  * Umur 9 tahun bersama bapak saudaranya, Abu Talib bermusafir ke Syam (kota Busra) atas urusan perniagaan bertemu pendeta Nasrani bernama Bahira (Buhaira), telah bertemu ketua-ketua rombongan untuk menceritakan tentang pengutusan seorang nabi di kalangan bangsa Arab yang akan lahir pada masa itu.
  * Umur 20 tahun :
  - Terlibat dalam peperangan Fijar. Ibnu Hisyam di dalam kitab 'Sirah' , jilid 1, halaman 184-187 menyatakan pada ketika itu usia Muhammad SAW ialah 14 atau 15 tahun. Baginda menyertai peperangan itu beberapa hari dan berperanan mengumpulkan anak-anak panah sahaja.
  - Menyaksikan ' perjanjian Al-Fudhul'; perjanjian damai untuk memberi pertolongan kepada orang yang dizalimi di Mekah.
  * Menjadi nabi & rasul 23 tahun.
  * Umur 25 tahun :
  - Berniaga ke Syam ditemani oleh Maisarah (pembantu Khadijah). 
  - Menikahi Khadijah binti Khuwailid (40 tahun). Pihak laki diwalikan saudara Abu Talib & pihak perempuan diwalikan Amru bin Asad (bapak saudara Khadijah) dengan Mas kahwin 500 dirham.
  * Umur 35 tahun :
  - Banjir besar melanda Mekah dan meruntuhkan dinding Ka'abah.
  - Pembinaan semula Ka'abah dilakukan oleh pembesar-pembesar dan penduduk Mekah.
  - Rasulullah SAW diberi kemuliaan untuk meletakkan 'Hajarul-Aswad' ke tempat asal dan sekaligus meredakan pertelingkahan berhubung perletakan batu tersebut.
  * Umur 40 tahun :
  - Menerima wahyu di Gua Hira (610 M).
  - Cara Wahyu Turun :
    (1) Melalui mimpi.
    (2) Malaikat mewahyukan ke hati beliau tanpa terlihat.
    (3) Malaikat menjelma menjadi manusia biasa.
    (4) Suara gemerincing yang memekikkan telinga.
    (5) Malaikat datang dalam bentuk aslinya.
    (6) Allah wahyukan di atas langit ke tujuh.
  - Menjadi Nabi (Al-'Alaq ayat 1-5) & rasul (Al-Muddatstsir) selama 23 tahun.
  - Isra' : [Masjidil Haram, Mekah] Tidur dibangunkan (Jibril) -> bedah hatinya+zam-zam+hikmah+iman (Jibril & Mikail) -> naik Buraq ke Baitul Maqdis -> shalat (Isa, Musa & Ibrahim).
  - Mi'raj : [Baitul Maqdis] -> Langit 1 (Adam) -> Langit 2 (Isa & Yahya) -> Langit 3 (Yusuf) -> Langit 4 (Idris) -> Langit 5 (Harun) -> Langit 6 (Musa) -> Langit 7 (Ibrahim & melihat Allah) -> Sidratul Muntaha (shalat 50x & keringanan) -> Langit 6 (Musa+nasehat) -> Sidratul Muntaha (shalat 5x & melihat malaikat)

  - Dakwah : 
    ~ menyampaikan peringatan dari kesyirikan & menyeru kepada Tauhid (Mekah 10 tahun 622M).
    ~ mengerjakan shalat (Mekkah 3 tahun peristiwa mi'roj).
    ~ menerapkan syari'at-syari'at lslam (Madinah 10 tahun (610-622 M)), seperti menunaikan zakat, berpuasa, menunaikan haji, mengumandangkan adzan, berjihad, amar mo'ruf nahi munkar dll.
  * Umur 53 tahun :
  - Berhijrah ke Madinah Al-Munawwarah dengan ditemani oleh Saidina Abu Bakar Al-Siddiq dan maulanya 'Amir bin furaihah. Penunjuk jalan (Abdullah bin 'Uraiqith Al-Laitsi). Hijrah pertama : 12 Laki-laki, Wanita. Hijrah kedua : 83 Laki-laki, 19 Wanita.
  - Sampai ke Madinah pada tanggal 12 Rabiulawal/ 24 September 622M, sementara tinggal dengan Abu Ayyub al-Anshari (sahabat anshor). Peristiwa hijrah menjadi awal penanggalan Hijriah. Nabi membangun masjid, mempersaudarakan Kaum Muhajirin dan Anshar, serta menetapkan Piagam Madinah.

  - Perjuangan dan Fathul Mekkah (623-630 M): 
  1) Pemimpin perang mempertahankan diri antara Muslim dan kaum Quraysh (Badr, Uhud, Khandaq). 
  - Perang Badar (624M - umur 54 tahun).
  - Perang Uhud (625M - umur 55 tahun).
  - Perang Khandaq (627M umur 57 tahun).
  2) Pembebasan Mekkah secara damai - Fathul Mekkah (630M umur 60 tahun), menyatukan Jazirah Arab di bawah panji Islam.

  - Peperangan Yang diikuti : Perang Badr (2H), 2. Perang Whud (3H), Perang Khandaq (Ahaab) (5H), Perang Khaibar (7H), Perang Fathul Mekkah (8H), Perang Hunain (8H), Perang Tabuk (9H).

  - Haji & Umrah :
    4x Umrah :  Umrah Hudalblyah, umrah qadha, umrah dariji ranah (setelah membagi ghanimah perang Hunain), umrah bersama haji. 
    1x Haji : Haji wada' tahun 10 H

  * Umur 63 tahun :
  - [Madinah selasa 12 Rabi'ul Awal 11 H, 8 Juni 632 M] karena sakit -> imam shalat subuh (Abu Bakar) -> rumah Aisyah (demam tinggi) -> datang Izrail (manusia) -> pesan terakhir ("Ummah, shalat & shalat/zakat") -> wafat 63 tahun (dhuhur) -> baca Al-Qur'an & pemilihan khalifah (Abu Bakar) -> penguburan asar (rumah Aisyah di Masjid Nabawi Al-Munawwarah ).
  - Dimandikan oleh: Ali bin Abi Thalib, A-Abbas, Al-Fadhl bin AlAbbas, Usamah bin Zaid dan Syuqran. Dikafani dengan 3 lembar kain Suhuliahtanpa imamah dan tanpa gamis.

  * Mukjizat : wahyu Al-Qur'an, menyembuhkan orang sakit, mengeluarkan air dari jari-jarinya, membelah bulan, perjalanan ke Isra' Mi raj, batu mengucapkan salam kepada beliau, di atasnya selalu dinaungi awan, mampu menurunkan hujan.
  * Rasul memiliki : 4 sifat wajib, 4 sifat mustahil, 1 sifat jaiz.
 
- Silsilah keluarga & sahabat.
  * Istri (‘Ummul-mu’minin) : (berurutan) Khadijah, Saudah, Aisyah, Hafsha, Zainab bintu Khuzaimah, Ummu Salamah, Ummu Habibah, Juwairiyah, Maimunah, Safiyyah, Zainab bintu Jahsyi.
  * Anak : Qasim, Abdullah, Zainab, Ruqayyah, Ummu Kulthum & Fatimah (dari istri Khadijah), Ibrahim (dari istri Mariyah). Semuanya wafat sebelum Rasulullah wafat, kecuali Fatimah.
  * Cucu : Umamah (dari Zainab + Abil 'Ash bin Rabi'), Abdullah (dari Ruqayyah + Utsman bin affan), Al-Hasan, Al-Husain, Unmu Kultsum, Zainab (dari Fathimah + Ali bin abi thalib).
  * Cucu :
1. Ali bin Abil 'Ash bin Rabi (Meninggal saat kecil).
2. Umamah bintu Abul 'Ash, yang digendong Nabi saat shalat. Menikah dengan Ali bin Abi Thalib.
3. Al-Hasan bin 'Ali (Penerus keluarga Nabi).
4. Al-Husein bin 'Ali (Penerus keluarga Nabi).
5. Muhassin bin 'Ali (Meninggal ketika masih kecil).
6. Ummu Kultsum bintu 'Ali (Menikah dengan Umar).
7. Zainab bintu 'Ali (Menikah dengan 'Abdullah bin Ja'far bin Abi Thalib).
8. Abdullah bin Utsman (Meninggal usia 6 tahun).
  * Menantu : Abdul 'Ash bin Ar-Rabi (Suami Zainab), 'Ali bin Abi Tholilb (Suami Fatimah), Utsman bin 'Affan (Suami Ruqoyyah dan Ummu Kultsum).
  * Cicit : Ali, Muhammad, Ja'far.
  * Paman (saudara dari ayah Nabi Muhammad) : Al-Harits (tertua), Qutsam, Az-Zubair, Hamzah (paling muda), Al 'Abbas, Abu Thalib, Abu Lahab, Abdul Ka'bah, Hajl, Dhirar, Al-Ghaidaq. Hanya Paman pada masa Islam. Abu Thalib & Abu Lahab: tetap kafir. Al-Abbas & Hamzah: masuk islam.
  * Bibi dari saudara ayah beliau, disebut 'ammah) : Shafiyyah Ummu Az-Zubair bin Al-'Awwam, 'Aatikah, Barrah, Arwa, Umaymah, Ummu Hakim Al-Baidha'. Yang jelas keislamannya: Shafiyyah & Arwa.
  * Mertua : Abu Bakar Ash-Shiddią (Ayah Aisyah), Umar bin Al-Khattab (Ayah Hafshah), Abu Sufyan Shakr bin Harb (Ayah Ummu Habibah Ramlah), A-Harits bin Abi Dhirar (Ayah Juwairiyah).
  * Saudara Sepersusuan : Hamaah bin Abdud Muthallilb, Abu Salamah Abdullah bin Abdul Asad Al-Nakhzumi, Abdullah bin Al-Harits, Unaisah bintu Al-Harits, Hudaafah Asy- Suyaima' bintu Al-Harits. Semuanya masuk islam Abdullah, Unaisah, Hudaafah adalah putra-putri Halimah As-Sa' diyah dari Al-Harits bin Abdul 'Uzza As-Sa' diyang juga masuk Islam.
  * Budak/Maula (Budak yang dibebaskan):
    a. Maula Laki-laki: Zaid bin Haritsah Al-Ralbi, Tsauban bin Bujdud, Abu Kabsyah Sulaim,  Anasah, Ruwaifi, Maimun, Hurmuz, Shalih: Syuqran, Yasar Nobi, Abu Rafi' Aslam, Kirkirah, dll sekitar 40 orang.
    b. Maula Perempuan: Barakah Ummu Aiman, Salma Ummu Rofi', Maimunah bintu Sa' ad, Khadhirah, Radhwa, dll.
  * Pengasuh :
• Ummu Aiman adalah ibu asuh nabi , istri dari Zaid bin Haritsah.
• Ummu Rafi Istri Abu Rafi, Pengasuh lbrahim & Fathimah beserta anak-anaknya. Dialah yang memandikan jenazah Fatimah bersama 'Ali dan Asma' bintu Umais.
  * Pembantu : Anas bin Malik, Rabi ah bin ka' abAl-Aslami, Uqbah bin Amir Al-Juhani, Bilal Mu'adzin, Sa' ad maula Abi Bakr Ash-Shiddiq, Safinah, dll. Abdullah bin Mas' ud (pelayan yang membawa sandal & siwak Nabi), Uqbah bin Amr (penuntun bighlal saat safar).
  * Makam keluarga nabi didalam masjid : Nabi Muhammad, Zainab binti Ali (istri rasul), Husein (cucu rasul).

  * Sahabat Muhajirin [* utama]:
    1) Abu Bakar ash Shiddiq* : khalifah pertama, orang pertama masuk Islam, sahabat terdekat Nabi, pertama membenarkan isra miraj, mertua nabi (ayah Aisyah),makamnya disamping makam nabi, sahabat terbaik, penguat hadits nabi.
    2) Umar bin khattab* : khalifah kedua, makamnya disamping makam nabi
    3) Utsman bin affan : khalifah ketiga, penyusun Al Quran, keponakan nabi, menantu nabi (suami Ummu kulsum & Ruqayyah).
    4) Ali bin abi thalib* : Khalifah keempat, sepupu nabi, menantu nabi (suami Fatimah).
    5) Thalhah bin Ubaidillah : konsultan nabi.
    6) Zubair: sepupu nabi (Khodijah), pengikut setia nabi.
    7) Abdurrahman bin auf : paling kaya.
    8) Sa'ad bin Abi Waqqas: pimpinan perang persia di qadissyah.
    9) Sa'id bin Zaid bin Amr bin Nufail : adik ipar Umar, suami Fatimah, doa mustajab, panglima perang syam termuda (18 tahun).
   10) Abu Ubaidah bin Al-Jarrah : kepercayaan umat, muhajirin suku qurais, panglima perang melawan romawi.
  * Sahabat Anshar :
    1) Sa’id bin Muadz (sang pemimpin suku Aus). 
    2) Ubadah bin Shamit (yang ikut serta dalam Ba’at Aqabah I dan II). 
    3) Jabir bin Abdillah (yang memiliki hafalan sebanyak 1540 hadits). 
    4) Sa’id bin Rabi (seorang hartawan lagi dermawan dari kaum Anshar yang dipersaudarakan dengan Abdur Rahman bin Auf). 
    5) Mu’adz bin Jabal (ilmuwan fiqih). 
    6) Zaid bin Tsabit (penulis wahyu). 
    7) Abdullah bin Rawahah ( panglima syahid dalam Perang Mu’tah).
    8) Ubay bin Ka’b (penyair Nabi). 
    9) Abu Ayyub al-Anshari (rumahnya ditempati Rasulullah setibanya di Madinah).
  * Muadzin :  Bilal & Ibnu Ummi Maktum (Madinah), Abu Mahzurah (Makkah), Sa'd Al-Qarazh (Quba').
  * Juru tulis : Zaid bin Tsabit & Mu'awiyah bin Abi Sufyan. Lian-lain : 
Abu Bakr Ash-Shddiq, Umar bin Al-Khathab, Utsman bin 'Affan, Ali bin Abi Thalib, Nuhammad bin Maslamah, Surahbil ibnu Hasanah, Ubay bin Ka' ab, dll. Jumlah mereka sekitar 23 orang.
  * Khalifah (Sepeninggal Nabi) : Abu Bakr Ash-Shiddiq, Umar bin Al-Rhathab, Utsman bin'Affan, Ali bin Abi Thalib.
  * Peliharaan : Duldul (Bighal), Qashwa (Unta), 'Ufair (keledai), Bighlal (hasl kawin kuda & keledai), 20 unta perah dan 100 domba yang digembalakan di padang rumput. 
  * Kuda :
    1) As-Sakb (Kuda pertama untuk perang).
    2) Sabhah(Kuda untuk balapan).
    3) Al-Murtajiz (Dibeli dari Arab badui).
    4) Lizar (Hadiah dari Muqauqis raja Mesir).
    5) Azh-harib (Hadiah dari farwah bin Amr Al-Judzami).
    6) Luhaif (Hadiah dari Rabi ah bin Abil Bara').
    7) Al-Ward (Hadiah dari Tamim Ad-Dari).
  * Orang-orang yang pertama masuk islam : Abu Bakar Aşh-Shiddią (dari laki-laki merdeka), Khadijah (dari perempuan merdeka), Ali bin Abi Thalib (dari kalangan anak-anak), Zaid bin Haritsah (dari kalangan maula/budak).
  * Utusan Nabi : diutus untuk mengajak kepada islam.
    1) Amr bin Umauah Adh-Dhamri (ke Najasyi Raja Habasyah)
    2) Dihyah bịn khalifah Al-Kalbi (ke Hercules Raja Romawi)
    3) Abdullah bin Hudzafah As-Sahmi (ke Risra Raja Persia)
    4) Hatib bin AbiBalta' ah (ke Muqauqis Raja Mesir)
    5) Amr bín Al-Ash (ke Raja Oman)
    6) Salithbin Amr Al-Amiri (ke Samamah)
    7) Suuja' bin Wahb Al-Asadi (ke Raja Balga' Syam)
    8) Muhajir bin Abi Umayah (ke Al-Harits Al-Himgari)
    9) Al-Ala' bin Al-Hadrami (ke Al-Mundair bin Sawa Raja Bahrain)
   10) Abu Musa Al-Asu' ari (ke Penduduk Yaman)
   11) Mu'ada bin Jabal (ke Penduduk Yaman)

- Fisik :
  * Kepala : rambut hitam bergelombang ke bahu, kepala bulat, alis tebal, mata putih bening & hitam, bibir merah & tipis, hidung lurus & mancung, suara merdu & keras.
  * Tubuh : dada bidang dengan berbulu ditengah dada, bahu lebar & kuat, jenggot tebal & panjang, kulit cerah & bersih, postur tubuh tegak dan lurus.
  * Kaki : tumit tebal, langkah cepat & pasti seperti menuruni tebing.
  * Umum :
    - Tidak tinggi tidak rendah.
    - Warna kulit putih kemerahan.
    - Rambut hitam, ikal dan sebahu.
    - Berkepala bulat.
    - Mata bulat dengan bola mata putih bening dan lensa warna hitam.
    - Alis tebal panjang hampir kedua alis bertemu.
    - Hidung mancung seperti orang Arab.
    - Badan berotot dan berbidang.
    - Bulu dada berbentuk garis tengah hampir ke pusar.
    - Bahu lebar dengan adanya tanda kenabian berupa benjolan merah sebesar telur burung darah.
    - Tangan dan kaki besar.
    - Tumit kaki tebal.

- Wajahnya cenderung bulat dengan sepasang matanya hitam dan bulu mata yang panjang, dahinya agak lebar.
- Rambut lurus sedikit berombak, uban yang tumbuh di rambut dan janggutnya masih sedikit. Rambutnya cukup tebal, panjang sampai batas telinga.
- Alis matanya melengkung hitam dan tebal, di antara alisnya nampak urat darah halus yang berdenyut bila sedang emosi.
- Hidungnya agak melengkung dan mengkilap
- Tidak berkumis dan berjanggut sepanjang sekepalan telapak tangannya.
Tulang kepala besar dan bahunya lebar.
- Berjanggut tipis tapi penuh rata sampai pipi.
- Mulutnya sedang, giginya putih cemerlang dan agak renggang.
- Mulut yang agak lebar, di matanya terlihat juga garis-garis merahnya, serta tumitnya langsing.
- Gigi depan agak renggang tidak terlalu rapat dan jika berbicara nampak putih berkilau.
- Tubuhnya tidak terlalu tinggi dan tidak pula terlalu pendek, berpostur kekar sangat indah dan pas dikalangan kaumnya.
- Kulitnya putih kemerah-merahan.
- Pundaknya bagus dan kokoh, seperti dicor perak.
- Dada dan pinggangnya seimbang dengan ukurannya.
- Tulang belikatnya cukup lebar.
- Lengan dan dada bagian atas berbulu. Pergelangan tangannya cukup panjang, telapak tangannya agak lebar serta tangan dan kakinya berisi, jari-jari tangan dan kaki cukup langsing. 
- Bulu badannya halus memanjang dari pusar hingga dada.
- Jemari tangan dan kaki tebal dan lentik memanjang.
- Jika berjalan agak condong kedepan melangkah dengan anggun serta berjalan dengan cepat dan sering melihat kebawah dari pada keatas.
- Jika berhadapan dengan orang maka ia memandang orang itu dengan penuh perhatian dan tidak pernah melototi seseorang dan pandangannya menyejukkan. Selalu berjalan agak dibelakang, terutama jika saat melakukan perjalanan jarak jauh dan ia selalu menyapa orang lain terlebih dahulu.
- Baik hatinya dan paling jujur, orang yang paling dirindukan dan sebaik-baiknya keturunan.

C. Mengenal Agama Islam.

1. Rukun Islam
a. Syahadat.
- Kalimat : "La ilaha illallah, Muhammadur rasulullah".
  * "La ilaha illallah" : mengesakan Allah (Rububiyyah[keyakinan], Uluhiyyah [ibadah], Asma wa sifat), melaksanakan perintahnya, menjauhi larangannya, beribadah sesuai ajaran Muhammad, tidak syirik, ikhlas masuk surga.
  * "Muhammadur Rasulullah" : hanya utusan Allah, membenarkan beritanya, mematuhi perintahnya, meninggalkan larangannya, menyembah Allah menurut ajarkannya.

b. Shalat.
   * Syarat : Islam, berakal, baligh, niat, wudhu & pembatalnya, beristinja/isti'mar, dengan air suci.
   * Rukun : berdiri, takbir, Al-Fatihah, rukuk, i'tidal, sujud (dahi, hidung, 2 telapak tangan, 2 siku, 2 ujuang jari kaki), duduk di antara dua sujud, thuma'ninah, berurutan, tasyahud akhir, duduk tasyahud, bershalawat, salam.
   * Zikir : 
     - Astaghfirullah 3 kali.
     - Allahumma antassalam, waminkassalam, tabarakta ya dzaljalali wal ikram.
     - Al lkhlas, AI Falaq, An Nas, Ayat Kursi.
     - Subhanallah 33 kali, alhamdulillah 33 kali, allahu akbar 33 kali, La ilaha illallah wahdahu la syarikala, lahul mulku wa lahul hamdu wa huwa'ala kulli syai'in qadir.
   * Doa : 
     - Bismillaahir rohmaanir rohiim.
     - Al hamdulillaahi robbil 'aalamiin.
     - Allaahumma sholli 'alaa sayyidinaa muhammadin wa 'alaa aali sayyidina muhammad.
     - Allahumma inni audzubika min 'adzabi jahannam, wa min adzabil qabri, wa min fitnatil mahya wal mamati, wa min syarri fitnatil masihid dajal.
     - Allaahumma innii as-aluka jannah, wa a'uudzu bika minan-naar 7x.
     - Allaahummaghfirlii waliwaalidayya warhamhumaa kamaa robbayaanii shoghiro.
     - Rabbi hab lii minash-shaalihiin(a).
     - Allahummaghfirli muslimiina wal muslimaat wal mu'miniina wal mu'minaat, Al ahyaa-i minhum wal amwaat.
     - Robbanaa aatinaa fid dun yaa hasanatan wafil aakhiroti hasanatan wa qinaa 'adzaaban naar
     - Washollaahu 'alaa sayyidinaa muhammadin wa 'alaa aalihi wasohbihi ajmaiin.
   * Sujud dalam Islam : Rukun sholat, Sahwi (sujud sebelum shalat), Tilawah (ketika membaca Al Quran ada tanda sajadah), Syukur (ketika ada kabar gembira).
   * Diam sebentar waktu shalat  :
     (1) Antara takbiratul ihram & doa iftitah.
     (2) Antara doa iftitah dan ta'awwudz.
     (3) Antara Al-fatihah dan ta'awwudz.
     (4) Antara akhir surat Al-fatihah dan bacaan amin.
     (5) Antara bacaan amin dan membaca surat.
     (6) Antara membaca surat dan ketika akan ruku'.
   * Yang berhak jadi Imam : baik bacaan/hafalan -> berilmu -> dulu hijrah -> dulu masuk islam -> lebih tua.
   * Shalat sunnah Rawatib : 4 rakaat sebelum Zhuhur, 2 rakaat sesudah Zhuhur, 2 rakaat sesudah Maghrib, 2 rakaat sesudah Isya, 2 rakaat sebelum Shubuh.

c. Zakat.
- Syarat : Islam, merdeka, berakal, berharta (nisab), satu tahun (haul).
- Jenis, nisab dan besarnya :
  * Emas: 20 dinar (sekitar 85 gram) dengan zakat 2,5%.
  * Perak: 200 dirham (sekitar 595 gram) dengan zakat 2,5%.
  * Uang: mengikuti nilai emas atau perak.
  * Sapi, kambing, dan domba: 1 ekor dari setiap 40 ekor.
  * Gandum dan biji-bijian: 5% dari hasil panen.
  * Buah-buahan dan sayuran: 10% dari hasil panen.
- Penerima Zakat : masarok, masakin, amil, mualaf, Budak muslm, bnak hutang, sabiillah, musafir, orang perlu bantuan.
- Waktu pembayaran zakat : setiap tahun, akhir Ramadan, saat panen.

d. Puasa.
- Syarat dan Rukun : Islam, balig, berakal, mampu, tidak dalam perjalanan jauh, tidak sakit, tidak hamil atau menyusui, niat puasa sebelum terbit matahari.
- Jenis-Jenis Puasa :
  * Wajib: Puasa Ramadan, puasa kafarat (tebusan), puasa nazar.
  * Sunnah: Puasa Senin-Kamis, Ayyamul Bidh (tiga hari pertengahan bulan), Tarwiyah, Arafah, Asyura (tanggal 9 & 10), Hari Putih (13-15 Hijriyah), Bulan Muharram,.Dawud (sehari puasa, sehari tidak).
  * Makruh dan Haram: Puasa yang dilarang atau tidak dianjurkan (seperti puasa di hari-hari raya tertentu).
- Pembatal : makan dan minum, hubungan suami-istri, keluarnya mani, haid & nifas, meludah atau memuntahkan makanan, menggunakan obat-obatan, operasi atau perawatan medis.
- Menggugurkan pahala : berbohong, ghibah (menggunjing), fitnah, dan perkataan kotor lainnya. 
- Kewajiban Selama Puasa : baca Al-Qur'an, shalat, berdzikir, jaga akhlak, sedekah.

e. Haji.
- Syarat : Islam, merdeka, berakal, dewasa, mampu secara fisik dan finansial, perempuan harus disertai mahram.
- Ritual haji : [* untuk umroh]
* 8 Dzulhijjah [Mekkah] : Pesawat (jakarta 9-10 jam ; Surabaya 10-12 jam ; Medan 11-12 jam) -> Miqat Yalamlam (hotel) untuk Indonesia -> (mandi, ihram, niat) -> Ka'bah -> tawaf 7x* (mengelilingi Ka'bah mulai hajar aswad) -> Sa'i 7x* (lari kecil antara Bukit Shafa & Marwah) -> Miqat (ihram) -> Mekkah -> 13 km (bus 30 menit sd 1 jam) -> Mina -> Mabit ditenda -> Subuh Mina -> 9-10 km -> Arafah .
* 9 Dzulhijjah [Arafah] : pagi Wukuf di Arafah (berdiam diri berdoa) -> Setelah matahari terbenam jalan dari Arafah ke Muzdalifah 9.5 km -> Mabit ditenda -> subuh Muzdalifah -> 6 km (bus 15 sd 30 menit)-> Mina.
* 10 Dzulhijjah [Mina] : pagi Jumrah per 7 batu di Mina (melempar  batu Aqabah) -> Tahalul*.
* 11,12,13 Dzulhijjah [Mina] : (melempar batu Ula, Wustha dan Aqabah) -> Tahalul (mencukur sebagian rambut, 3 helai rambut) -> menuju Mina -> 13 km (bus 30 menit sd 1 jam) -> Mekkah.
* 14 Dzulhijjah [Mekkah] : ihram -> Ka'bah tawaf Ifadhah (perpisahan) --> pulang.
- Waktu : Haji (Bulan Dzulhijjah (10-13 Dzulhijjah)) & Umroh (tidak terikat Waktu).

2. Rukun Iman
a. Iman kepada Allah swt.
- Artinya: Mengakui keberadaan, keesaan, dan kekuasaan Allah SWT.
  * Iman kepada kewujudan (adanya) Allah.
     Dibuktikan dikabulkan doa yang berdoa & ditolongnya orang kesusahan.
  * Iman kepada Rububiyah-Nya.
    Artinya:
    - Dia adalah satu-satunya Rabb yang tak mempunyai sekutu maupun penolong.
    - Rabb adalah Dzat yang berwenang mencipta, memiliki dan memerintah.
    - Tidak ada makhluk yang mengingkari rububiyah Allah kecuali sombong.
  * Iman kepada Uluhiyah-Nya.
    Dia adalah satu-satunya ilah yang disembah atau diibadahi atas landasan kecintaan & pengagungan.
  * Iman kepada nama-nama dan sifat-sifat-Nya.
    Tanpa tathil (memalingkan makna), takwil (meniadakan sifat), tamsil (menyerupakan allah) dan takyit (menerangkan bentuk).
b. Iman kepada malaikat.
- Artinya: Mengakui keberadaan dan peran malaikat sebagai utusan Allah SWT.
- Sifat : tidak makan minum, tanpa ayah ibu, tidak tidur, tercipta dari cahaya, halus seperti ruh, mampu menjelma manusia, memiliki sayap, taat pada Allah, suci dari syawat hewan, bebas hawa nafsu, jauh dari dosa & kesalahan, abadi.
- Jumlah : 600.000 malaikat tak terhingga.
- Tugas : menyampaikan wahyu (Jibril), mengatur alam (Mikail), meniup sangkalala (Israfil), menyabut nyawa (Izrail), mencatat amal (Rakib & Atid), pertanyaan kubur (Munkar & Nakir), penjaga surga/neraka (Ridwan/Malik).

c. Iman kepada kitab.
- Artinya: Mengakui kebenaran dan kesucian kitab-kitab suci.
  1. Iman bahwa turunnya kitab-kitab itu benar-benar dari sisi Allah.
     Masa Muhammad (Wahyu, 23 tahun (610-632 M), di Gua Hira) -> masa Abu Bakar (hafalan, pengumpulan, mushaf oleh Zaid bin Tsabit) -> masa Khalifah Utsman bin Affan (Mushaf).
  2. Iman dengan nama kitab yang kita ketahui.
     Taurat (Musa), Zabur (Daud), Injil (Isa), Al Quran (Muhammad), Suhuf/lembaran (Adam, Syits, Idris, Ibrahim).
  3. Membenarkan berita-beritanya yang benar.
  4. Mengamalkan hukum -hukumnya yang tidak dinasakh,serta dengan rela (ridha) dan pasrah menerimanya, entah kita ketahui hikmahnya ataupun tidak kita ketahui.
- Nama : Al-Kitab (kitab suci), Al-Furqan (pembeda haq & bathil), Adz-Dzikr (pengingat).
- Struktur : Bahasa Arab, 30 juz, 114 surat (Makkiyyah & Madaniyyah), 6.236 ayat,  7 manzil, 60 hizb [empat tanda ar-rub' (seperempat), an-nisf (seperdua), dan ats-tsalatsah (tiga perempat)], 554 ruku', Ibnu Abbas (6.616 ayat, 77.934 kalimat, 333.671 huruf), cetakan [Utsmani/madina/mekah (605 hal), Bahriyah (604 hal) & Braille].
- Surat terpanjang (al-Baqarah 286 ayat), Surat terpendek (al-'Ashr, al-Kautsar, dan an Nashr 3 ayat).
-  Kata pembuka surat tanpa diawali basmallah yaitu surat At Taubah. 
- Kandungan : Aqidah (keyakinan), Syariah (hukum), Akhlaq (etika & moral), Ilmu pengetahuan.
- Keutamaan : kalam Allah SWT, sumber hukum, pengobatan spiritual, pemberi petunjuk.
- Cara baca : Tajwid, Tartil & Mengerti arti.

d. Iman kepada Nabi & Rasul
- Artinya: Mengakui kebenaran dan kesucian ajaran para nabi dan rasul.
  1. Iman bahwa risalah mereka adalah benar dari Allah.
  2. Iman pada siapa saja di antara mereka yang kita ketahui namanya.

     Adam, ldris, Nuh, Huud, Salih, Ibrahim, Luth, Ismail, Ishaq, Ya'kub, Yusuf, Ayyub, Syu'aib, Harun, Musa, Alyasa', Dzulkifli, Dawud, Sulaeman, Ilyas, Yunus, Zakaria, Yahya, Isa, Thaha (Muhammad).

Julukan Para Nabi Allah Yang disebutkan Dalam Alqur'an dan Hadits
1. Adam AS - Abul Bashar (bapak manusia) - [manusia pertama, surga, makan buah Quldi, turun ke bumi Adam (Srilangka India/bukit shafa/Dhana - (Antara Makkah & Thaif),  Hawa (Jeddah/Marwah - Arab Saudi) & ketemu (Jabal Rahmah - Padang Arafah)].
2. Idris AS - Akhnukh (Orang Yg Bijak) - [pandai baca tulis, menjahit].
3. Nuh AS - Nuh (Orang yg Bersedih) - [pembuat kapal, air bah].
4. Hud AS - Eber (Orang Yang teguh) - [kaum 'Ad, bangunan megah, azab angin kencang 7-8 malam].
5. Saleh AS - Shalih (Orang yg Saleh) - [kaum Tsamud, ahli pahat, badan kekar, azab hujan petir & gemp].
6. Ibrahim AS - Khalilullah (Kekasih Allah) - [Raja Namrud & nyamuk].
7. Luth As - Luth (Orang yg Berani) - [kaum Sodom, azab diratakan tanah].
8. Ismail AS - Dhabihullah (Yang Dikorbankan Allah) - [Shafa & Marwah (haji), mata air Zamzam, Qurban Idul Adha].
9. Ishaq AS - Abul Anbiya (bapak para Nabi) - [putra Ibrahim].
10. Yaqub AS - Israel (Hamba Allah) - [putra nabi Ishaq bin Ibrahim, bangsa Israel].
11. Yusuf AS - Siddiq (Orang Yang Jujur) - [dipenjara digoda wanita, tampan, peramal, bendahara].
12. Ayub AS- Sabar (Orang yg Sabar) - [sakit bisul].
13. Syu'aib AS - Khatib Al Anbiya (Juru bicara Para nabi) - [kaum Madyan, azab hawa panas].
14. Musa AS - Kalimullah (Yang berbicara Dengan Allah) - [Raja Fir'aun, bicara langsung dengan Allah, kitab taurat]
15. Harun AS - Asyar Alqawn (Pemimpin Kaumnya) - [Raja Fir'aun, patung anak sapi]. 
16. Dawud AS- Khalifah (Pemimpin) - [raja Thalout, kitab zabur].
17. Sulaiman AS - Malikul Ajam (Raja yang agung) - [penguasa manusia, jin & binatang].
18. Ilyas AS- Elias (Orang yg tulus) - [rasul, azab hujan menerus].
19. Ilyasa AS - Alisha (Orang yg Sehat) - [rasul, Bani Israil].
20. Yunus AS - Dhan Nun (Pemilik lkan) - [ikan paus].
21. Zakaria AS- Abin Ersya (Bapak Eresya) - [berdoa minta anak(Yahya)].
22. Yahya AS - Abul Asbat (Bapak Asbat) - [putra Zakaria].
23. Zulkifli AS - Sabar (Penyabar) - [putra nabi Ayub, kaum umur panjang].
24. Isa AS - Kalimatullah (Kalimat Allah) - [Kitab Injil, diangkat ke langit, putra Maryam].
25. Muhammad SAW. - Rahmatan Lil 'Alamin Rahmat bagi Seluruh Alam) - [dibelah dada, isra miraj]

  3. Membenarkan berita mereka yang sah (sahih).
  4. Mengamalkan syariat salah seorang diantara para rasul itu yang diutus kepada kita.
- Definisi : Nabi untuk umatnya, Rasul untuk umatnya & syariat baru.
- Jumlah : 124.000 Nabi (pertama Adam), 313 rasul (pertama Nuh), 25 yang diutus.
- Ulul Azmi : Nuh, Musa, Ibrahim, Isa & Muhammad.
- Sifat wajib : Shidiq (benar), Amanah (dipercaya), Tabligh (menyampaikan), Fathanah (cerdik).
- Sifat mustahil : Kazib (dusta), Ishyan (durhaka), Kitman (menyembunyikan), Ghaflah (pelupa).
- Masih hidup : Khidir, minum air keabadian (di bumi), Ilyas (zikir di bumi), Isa peristiwa salib (di langit), Idris sepatu tertinggal di surga (di langit).

e. Iman kepada hari akhir.
- Artinya: Mengakui kepastian hari kiamat dan hisab.
  1. Mengimani adanya 'kebangkitan' (ba'ts), yaitu dihidupkannya kembali orang-orang yang sudah mati.
  2. Mengimani adanya hisab (perhitungan) dan jaza' (balasan).
- Fase kehidupan : Alam roh -> rahim -> dunia -> barzakh (sakaratul maut, pencabutan ruh, pemakaman (memandikan, mengkafani, mensholati, menguburkan, fitnah/ujian kubur, nikmat & siksa kubur) -> kiamat -> hari kebangkitan -> padang mahsyar -> syafaat -> hisab -> penyerahan catatan amal -> mizan -> telaga, sirat -> qisas -> Telaga kehidupan -> surga/neraka.

f. Iman kepada takdir.
- Artinya: Mengakui kekuasaan Allah SWT atas segala sesuatu yang terjadi.
- Tingkatan takdir : 
  (1) Allah mengetahui apa yg terjadi dan akan terjadi.
  (2) Takdir sudah ditulis 5000 sebelum bumi diciptakan dalam Lauh Mahffizh.
  (3) Takdir pasti terjadi kecuali dengan kehendak Allah.
  (4) Allah adalah pencipta segala sesuatu.

3. Sumber ajaran : Al Quran (Allah), Hadits (nabi), Ijma (ulama), Qiyas (tafsir).
4. Cabang ilmu : Fiqih (hukum & syariat), Tafsir (tafsir Al Quran), Hadits (kata & perbuatan nabi), Aqidah (keyakinan), Akhlak (moral & etika). Macam Hukum : aqidah (keyakinan), ibadah (sholat , zakat, haji dll),  muamalaf (pergaulan antar manusia), Hudud (pidana & perdata) dan Tasyri (penetapan hukum), Qishash (hukum balas dendam).

5. Pembatal Islam :
   (1) Syirik kepada Allah.
   (2) Menjadikan perantara antara seseorang dengan Allah.
   (3) Tidak mengkafirkan musyrikin, atau meragukan kekafiran mereka atau membenarkan madzhab mereka.
   (4) Meyakini adanya ajaran lain yang lebih baik daripada ajaran nabi atau adanya hukum-hukum yang lebih baik daripada hukum-hukum Allah.
   (5) Membenci sesuatu yang dibawa oleh Rasulullah walaupun seseorang mengamalkan.
   (6) Memperolok-olok agama, mempermainkan azab allah, serta menjadikan sunnah Rasulullah sebagai olok-olok (bahan candaan).
   (7) Sihir dan Dukun.
   (8) Mendukung orang-orang musyrik kafir dalam memerangi kaum muslimin.
   (9) Meyakini bahwa beberapa orang ada yang boleh keluar dari syariat nabi Muhammad.
   (10) Berpaling dari agama Allah, tidak peduli dengan agama.

6. Kitab AL-QAWAID AL-ARBA':
   (1) Orang kafir yang diperangi Rasulullah, mereka mengakui bahwa Allah adalah Maha Pencipta dan Pengatur. Namun, yang demikian itu tidaklah memasukkan mereka ke dalam lslam.
   (2) Sesungguhnya orang-orang yang berbuat kesyirikan mengatakan: "Tidaklah kami menyeru dan menghadap kepada mereka (yaitu sesembahan-sesembahan kami) kecuali untuk mendekatkan diri dan mendapatkan syafa'at. "
   (3) Bahwasanya Nabi menghadapi manusia yang berbeda-beda dalam peribadatannya. Diantara mereka ada yang mengibadahi malaikat, para nabi dan orang-orang shalih, pohon dan batu, dan ada yang mengibadahi matahari dan bulan.
   (4) Sesungguhnya orang-orang musyrik di zaman kita lebih besar kesyirikannya daripada orang-orang terdahulu. Karena orang-orang terdahulu melakukan kesyirikan ketika lapang dan memurnikan ibadah ketika sempit. Sedangkan musyrikin di zaman kita, kesyirikan mereka baik ketika sempit maupun lapang.

7. Kitab Al-Ushul Ats-Tsalatsah :
  * Empat Perkara.
    Pertama: ilmu, yaitu mengenal Allah, mengenal Nabi-Nya, dan mengenal agama lslam berserta dalil-dalilnya. 
    Kedua: mengamalkan ilmu tersebut, yaitu melaksanakan perintahNya & meninggalkan laranganNya. 
    Ketiga: mendakwahkannya (nasehat, contoh, Bantah dengan cara yang lebih baik). 
    Keempat: bersabar atas gangguan (yang didapatkan) ketika mendakwahkannya [dalam mentaati Allah, meninggalkan maksiat pada Allah, menjalani takdir Allah].

  * Tiga Perkara.
    Pertama: bahwasanya Allah telah menciptakan kita, memberi rezeki kepada kita, dan tidak membiarkan kita begitu saja. Akan tetapi Dia mengutus seorang rasul kepada kita. Barangsiapa yang mentaati rasul itu akan masuk surga. Dan barangsiapa yang mendurhakainya akan masuk neraka.
    Kedua: bahwasanya Allah tidak ridha disekutukan dengan seorang pun dalam ibadah kepada-Nya, tidak dengan malaikat yang dekat, tidak pula dengan nabi yang diutus.
    Ketiga: bahwasanya barangsiapa yang telah mentaati rasul itu dan mentauhidkan Allah, tidak boleh berwala' (loyal) kepada orang yang menentang Allah dan Rasul-Nya, meskipun orang itu kerabat yang paling dekat.

Perjalanan Hidup Manusia | @KitabulSalaf

Rubrik AI (71) | @KitabulSalaf
------------------------------------------
بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ

Perjalanan Hidup Manusia

0. Penciptaan alam semesta.
- Penciptaan pertama Allâh (Imam Thabari) :
Qalam (pena) -> Kursiy (pijakan kaki Allâh) -> 'Arsy (tempat tinggal Allah) -> Lauhul Mahfud (lembaran) -> Air -> Cahaya -> Kegelapan.
- Penciptaan langit & bumi :
Langit & bumi menyatu -> kedua dipisahkan -> turun hujan -> menumbuhkan isi bumi.
- Penciptaan bumi (Ibnu Abbas) :
Allah menciptakan bumi 2 hari belum sempurna dan belum ada isinya. Kemudian menciptakan semua langit dalam 2 hari, dan terakhir Allah mengisi bumi dengan tumbuhan, gunung, benda-benda dalam 2 hari.
- Penciptaan alam semesta (Abu Hurairah) : 
Sabtu (bumi) -> Ahad (gunung) -> Senin (pohon) -> Selasa (sesuatu yang tidak disukai ) -> Rabu (cahaya) -> Kamis (bintang) -> Jumat (nabi Adam).

1. Alam Roh. 
- perjanjian Allah dengan manusia.

2. Alam Rahim (Kandungan)
- 9 bulan. 
- 40 hari nutfah (setetes mani) -> 40 hari ‘alaqah (segumpal darah) -> 40 hari mudhghah (segumpal daging) -> 120 hari ditiupkan ruh.

3. Alam Dunia.
- fase hidup : anak dibawah balig, pemuda umur balik sd 40 tahun, tua > 40 tahun..
- rata-rata umur 63 tahun.
- tujuan hidup : beribadah, khalifah, diuji, mengenal Allah & kebenaran, Kembali pada Allah.
- menuntut ilmu : 0-40 tahun (belajar) --> 40-63 tahun (praktek untuk akherat).
- Cabang Ilmu :
  * Ilmu tafsir ( Al-Tabari, Ibn Kathir).
  * Ilmu hadits (Sahih (Bukhari, Muslim), Hasan, daif).
  * Ilmu tauhid (mengenal Allah, Muhammad & Islam, pembatalan iman).
  * Ilmu akhlak (sifat terpuji, sifat tercela, etika).
  * Ilmu Usul Fiqih (sumber, metode, kaidah).
  * Ilmu muamalaf
    > Ibadah (shalat, puasa, zakat, haji).
    > Ekonomi (jual, pinjam, sewa, gadai, investasi).
    > Keluarga (nikah, talak, nafkah, warisan).
    > Hukum (qisas, diat, hudud).

4. Alam Kubur (Barzakh).

a. Sakaratul Maut.
- Mentaklin
  * Dihadap kiblat (miring ke kanan lebih Utama). 
  * Di talqin 1x (bimbing ucapkan "Laa ilaha illallah" secara lembut).
  * Ditenangkan (Baca Quran, Yasin, Dzikir & doa).
  * Anjurkan berbaik sangka pada Allah (husnudzon).

b. Pencabutan ruh.
- Melihat malaikat, melhat amal perbuatan dunia.
- Malaikat maut datang.
- Roh Mukmin keluar seperti air keluar dari ceret.
- Roh pendosa/kafir keluar seperti ditarik kawat berduri dari mulut.
- Diletakkan kafan halus surga/kasar neraka.
- Dibawa ke langit.
- Roh Mukmin: disebutkan nama terbaik, pintu langit dibukakan.
- Roh pendosa/kafir ditolak oleh langit, tidak diterima naik.
- [beriman] Tulislah oleh kalian buku hamba-Ku di dalam illiyyin dan kembalikanlah ke bumi. Karena, dari sana Aku menciptakan, mengembalikan, dan mengeluarkannya sekali lagi.
- [kafir] Tulislah oleh kalian buku hamba-Ku di dalam sijjin di bumi paling rendah kemudian lemparkanlah ruhnya dengan keras.
- [beriman] Ya Allatu datangkanlah hari kiamat hingga aku kembali kepada keluargaku.
- [kafir] Ya Allah janganlah engkau datangkan hari kiamat.
- Dikembalikan lagi ke bumi.
- Jasad: berkeringat, mata membelak, badan kejang, sendi mati.
- Mukmin: dahi berkeringat, tersenyum (kabar gembira).
- Kafir: wajah hitam, berteriak (disiksa).
- Cara : 
  1) Sakaratul Maut: sakit dahulu seperti ditusuk 300 pedang.
  2) Mautul Faj'ah: mendadak seperti istirahat.
  3) Mati syahid: perang seperti di cubit.

c. Proses pemakaman.
- Hukum : Fardhu kifayah.
- Memandikan.
  * Tempat tertutup.
  * Harus istri/suami, sejenis.
  * Petugas mampu nutup aib mayit.
  * Menutup aurat mayit.
  * Air dingin.
  * Tujuh kali basuh terakhir dengan kapur barus.
  * Petugas wajib mandi.
- Mengkafani.
   * Laki 3 lembar kain & wanita 5 lapis.
   * Laki kecil 1 lembar atau 3 lapis dan perempuan kecil 1 baju & 2 lembar kain kafan.
   * Laki 3 lembar kain (atas, bawah, keseluruhan) & wanita 5 lapis (atas, bawah, keseluruhan, kerudung).
   * Kain 5m [tali ikat 1m@7bh, kain bawah 2m (kapur barus), mayat (lubang ditutup), kain atas 2m].
- Mensholatkan.
   * Imam didepan, makmum dibelakang 3 baris shaf.
   * Berdiri, (takbir 1) 4 kali takbir, baca taawudz lalu basmalah lalu Al fatehah, (takbir 2) baca salawat ibrahim, doa, tertib (diam sebentar), salam.
   * Posisi shalat sendiri, mayat laki didada & mayit wanita di tengah.
   * Diluar daerah : shalat ghaib.
- Perjalanan ke kubur.
   * Orang saleh "Segerakan Aku!"
- Menguburkan.
   * Dihadapkan kiblat.
   * Ditimbun diratakan tanah.
   * Kafir tidak dikuburkan di makam muslim.
- Saat dikuburkan.
   * Ruh kembali ke jasad.
   * Mendengar langkah orang pergi.

d. Fitnah/ujian kubur.
- Badan dihimpit bumi.
- Malaikat (Munkar & Nakir) datang lagi. 
  Mukmin: wajah rupawan, pakaian bagus & bau harum surga. 
  Kafir: muka hitam, bawa kain kasar, berkeliling.
- Didudukan.
- Pertanyaan "siapa Tuhanmu, nabimu, agamamu ?".
  Mukmin: "Allah, Muhammad, Islam".
  Kafir : "Aku tidak tahu" --> Allâh: "Dusta" -> palu besar dipukulkan.
- INGKAR AKHERAT: kafir, syirik, cinta & lalai dunia, pergaulan buruk, masa bodoh, ragu, jauh dari agama.

e. Nikmat kubur.
- Mukmin.
- Diluaskan & bercahaya kuburnya.
- Bau harum dari surga.
- Dibukakan pintu surga pagi & petang.
- Ditemani amal saleh (lelaki tampan).
- Bertemu ruh lain.
- Tidur nyenyak.
- Menunggu hari kiamat.
- Tempat ruh mukmin:
  para nabi : Illiyyin.
  syuhada : perut burung hijau berkelana di surga.
  mukmin shalih : bertengger di pohon surga.
  muslim berdosa : tertahan dipintu surga/kubur, ditungku, sungai darah.
  kafir : di bumi.

f. Siksa kubur.
- Kafir.
- Lahan kubur sempit, penyesalan, basah, dikeliling ular, siksa & api neraka, himpitan & azab sesuai dosa.
- Dibukakan pintu neraka.
- SEBAB siksa kubur : tidak shalat, ghibah & fitnah, air kencing, tidak wudhu ketika shalat & tidak menolong orang yang dizalimi, mencuri harta ghanimah.
- AMALAN dari siksa kubur : istiqamah, jihad, syahid, tauhid, mati malam atau hari Jumat, baca surat Al-Mulk.
- AMALAN MAYIT, ilmu bermanfaat, sedekah, doa anak saleh, pelopor kebaikan.
- Penyesalan : 
  a) Karena tidak bersedekah.
  b) Tidak mau mendengar kebaikan.
  c) Tidak menegakkan sholat Ketika sehat atau sakit.
  d) Memutuskan tali silahturahim.
  e) Tidak pernah berdakwah.

g. Alam barzakh, masa nenunggu kiamat
- Antara dunia & akhirat.
- Menunggu hari kebangkitan.

5. Kehancuran alam semesta (Kiamat).
- hari jum'at.
- kaum kafir.
- Huru-hara: sesame manusia tidak peduli, matahari & bulan digulung, bintang berjatuhan, cahaya bulan hilang, gunung hancur luluh, unta bunting ditinggal, binatang liar dikumpulkan, lautan disulut & diluapkan, langit lenyap.
- peniupan sangkakala (Malaikat Israfil).
- pertama (kehancuran alam semesta) & kedua (kebangkitan manusia)

6. Hari Kebangkitan.
- Laksana belalang berterbangan. 
- Fisik telanjang kecuali Ibrahim & tidak berkitan.
- bentuk badan sesuai amal.
- Mukmin : berjalannya ringan, wajah tawa ria & gembira, bercahaya, dinaungi Ars.
- Pendurhaka : gelisah & cemas, tidak diajak Allah berbicara.
- Kafir : dibelenggu, pakaian ter, muka terttutup api neraka, gigit jari.
- Hati kafir : diliputi kehinaan, merasa rugi (tidak masuk Islam), ingin jadi tanah, ingin diratakan dengan tanah, ingin menebus dengan hartanya.
- Digiring ke Padang Mahsyar dengan berkendara, berjalan sesuai amal.
- menempati sesuai golongan.

7. Padang Mahsyar.
- lokasi : bumi.
- suasana : padat, susah bergerak.
- penghuni : manusia, jin & makhluk lain.
- Kondisi makhluk :
  (1) Tanpa alas kaki.
  (2) Tanpa sehelai benangpun, kecuali nabi Ibrahim.
  (3) Belum dikhitan.
  (4) Matahari berjarak satu mil diatas kepala.
  (5) Keringat bercucuran sesuai kadar dosanya.
  (6) Berdiam diri ditempat.
  (7) Lamanya 50.000 tahun.
- Kondisi mukmin :
  (1) Orang mukmin beruban, rambut akan bercahaya.
  (2) Orang yang memerdekakan budak muslim, akan dilindungi oleh anggota tubuh dari api neraka.
  (3) Orang yang menahan amarah, dipersilakan memilih bidadari sebagai istrinya.
  (4) Para muadzin, lehernya diperpanjang sebagai keagungan.
  (5) Ahli Qur'an, (pemimpin adil, pemuda soleh, lelaki masjid, cinta karena Allâh, laki tolak zina, sedekah tersembunyi, nangis ingat Allâh) akan dinaungi awan mendung hitam.
  (6) Orang yang menjaga wudhu, wajahnya akan bersinar terang.
  (7) Kaum syuhada, bekas darahnya akan berbau wangi.
  (8) Tubuh bercahaya di Padang Mahsyar: uban, jaga wudhu, banyak sujud (shalat sunnah), subuh ke masjid,  baca Al-Kahfi (Jumat), doa Nabi Yusuf, makmurkan & jamaah di masjid.

- Kondisi pendosa :
  (1) Gila, renang dikolam darah (makan riba).
  (2) Dipertemukan, diqishash (menzalimi).
  (3) Menganiaya diri sendiri (bunuh diri, ghibah).
  (4) Tidak diperdulikan Allah (durhaka orang tua, gay/lesbi, miskin sombong, orang tua zina, pemimpin zalim, sumpah palsu).
  (5) Api keluar dari tubuh (makan harta Yatim).
  (6) Muka hitam (pendusta).
  (7) Kelaparan (berfoya-foya).
  (8) Memiliki 2 lidah api neraka (adu domba).
  (9) Berpakaian ter neraka (meratapi mayit).
 (10) Memanggul harta (koruptor).
 (11) Sempoyongan (suami tidak adil istri).
 (12) Diikat tali neraka (menyembunyikan ilmu).
 (13) Diberi bendera (pengkhianat).
 (14) Muka korengan (peminta-minta).
 (15) Diseret wajahnya (riya').

8. Syafaat.
- Pelaku/alasan : Adam (makan buah Quldi) -> Nuh (mendoakan keburukan kaumnya) -> Ibrahim (dusta 3x) -> Musa (membunuh tanpa sengaja) -> Isa (diam saja) -> Nabi Muhammad saw.
- Tujuan : mempercepat hisab.
- Pelaku lain : Allah (tasbih), malaikat (menuntut ilmu, berbuat baik), Al Quran (baca & tadabbur), Nabi Muhammad saw (bersalawat), orang shalih (silaturahmi).
- Syarat : disetujui & diridhai Allah.
- Syafaat Rasulullah : ketenangan di padang Masyar, tanpa perhitungan langsung masuk surga, menambahkan derajat seseorang, membatalkan vonis seseorang masuk neraka, mengeluarkan seseorang dari neraka (orang sholeh (para nabi, ulama & orang mati sahid).
- Macam syafaat : 
  a. Syafa'at manfiyah (yang ditolak), yang diminta selain Allah.
  b. Syafa'at mutsbatah (yang diterima), yang diminta kepada Allah. Ada 2 yaitu Syafi' (Allah) &  Masyfu'lahu (orang sholeh dengan ijin Allah).

9. Hisab.
- Unsur hisab :
(1) Hakim : Allah. Allah tidak menzalami (tidak ada siksaan & dosa tanggungan), berdasarkan kejahatan & dosa, melipatkan kebaikan, niat baik dapat pahala & niat buruk tidak dapat pahala, baik & buruk kehendak Allah.
(2) Terdakwa : Mukmin mulai para nabi rasul (masuk surga tanpa hisap, diperlihatkan dosa dimaafkan masuk surga, didebat & disiksa) dan golongan kafir/musyrik (tujuan: diperlihatkan dosanya, celaan dan hinaannya, menjelaskan tingkatan siksa).
(3) Hisab : pertanyaan hisab.
  Hisab ringan: pertanyaan pengingat. 
  Hisab berat: pertanyaan sulit/detail & pasti disiksa.
  Objek pertanyaan: shalat, 4 hal (peruntukan umur, pemanfaatan ilmu, perolehan & penghabisan harta, lelahnya tubuh), tubuh (pendengaran, penglihatan & hati), nikmat, pemenuhan janji, seteru & sekutu.
(4) Lembaran catatan amal. 
   Bila dikerjakan dapat pahala. 
   Bila niat, niatnya dicatat.
   Bila keinginan berbuat baik tapi ada halangan (tua, sakit) tetap dicatat amalnya.
   Bila berkeinginan & tidak dikerjakan karena tidak bisa, ia dapat pahala/dosa.
   Bila berkeinginan & tidak dikerjakan karena Allah, ia dapat pahala.
   Bila berkeinginan & tidak dikerjakan karena tidak terfikir dibenaknya, ia tidak dapat pahala/dosa.
(5) Saksi : malaikat, para rasul, umat Muhammad, Nabi Muhammad saw, bumi, anggota badan, diri sendiri.

10. Penyerahan catatan amal.
- Cara penerima kitab: dengan tangan kanan, dengan tangan kiri, dilempar dari belakang ("celakakah aku!").

11. Mizan (timbangan)
- Bahan : amalan, buku catatan amal & fisik.
- Amalan pemberat timbangan:
  * Kalimat syahadat.
  * Budi pekerti baik.
  * Dzikrullah ("Laillahaillah").
  * Ucapan "Subhanallah wa wa bihamdihi, subhanallahil azhim".
  * Ucapan "Subhanallah Walhamdulillah".

12. Telaga.
- Telaga terbesar milik nabi Muhammad.
- Ciri-ciri telaga :
  * Berasal dari dua saluran sungai Al-Kautsar.
  * Lebih putih dari susu, lebih dingin dari es, lebih manis dari madu, lebih wangi dari minyak kasturi.
  * Panjang & lebar sama sejauh perjalanan satu bulan.
  * Kerikil telaga muncul Mutiara & potongan emas.
  * Bejana (gelas) sejumlah bintang di langit.
  * Bila minum tidak haus selamanya & telaga semakin meluas.
  * Didatangi burung leher seperti unta.
  * Kedua tepinya tenda dari Mutiara.
- Orang pertama kali datang kaum fakir Muhajirin.
- Pelaku bidah dihalangi malaikat.

13. Sirat
- Ciri-ciri sirat : 
  * Jembatan diatas neraka.
  * Licin dan menggelincirkan.
  * Ada pengait besi.
  * Ada duri ilalang (sa'dan).
  * Lebih tipis dari rambut.
  * Lebih tajam dari pedang.
- Kondisi manusia melintas diatas sirat :
  * Kedipan mata.
  * Kilat (Ash-Shiddiquun, jujur & beriman).
  * Angin (Al-'Alimuun, alim/berilmu).
  * Burung Terbang (Al-Budala'u, kekasih Allah [baik, takwa, sabar, mengikuti sunnah]).
  * Kuda berlari (mati syahid).
  * Berjalan/merangkak/merayap (lemah amal).
  * Terkena kait, terlempar ke neraka.
- Tujuh golongan melewati shirat:
  a. Ash Shiddiquun (orang-orang yang jujur), melewati seperti kilat.
  b. Al ‘Aalimuun (orang-orang ‘Alim/berilmu), melewati seperti angin kencang.
  c. Al Budala’u (para kekasih Allah), seperti burung terbang.
  d. Syuhada (mati syahid), seperti kuda berlari setengah hari.
  e. Al Hujjaj (haji), berjalan selama satu hari penuh.
  f. Al Muthii’un (orang taat), berjalan satu bulan.
  g. Al ‘Aashuun (orang banyak dosa), berjalan dengan gemetar.
- Ingkar adanya sirat : Khawarij & mutazillah.

14. Qisas (pembalasan)

15. Telaga kehidupan.

16. Surga atau Neraka.

- Surga
  * Sifat Surga : kebun indah, sungai tidak berubah rasa & bau, pohon rindang, istana tinggi.
  * KEDUDUKAN SURGA TERENDAH, sepuluh kali seperti dunia. 
  * KEDUDUKAN SURGA TERTINGGI, kenikmatan tidak terlihat mata, terdengar telinga dan tidak terlintas di benak manusia.
  * Penduduk Surga : orang beriman, shaleh & taat.
  * PERTAMA MASUK surga : Nabi Muhammad Saw & Abu Bakar ra, orang TERAKHIR masuk surga yaitu Juhainah, surga seluas 10 kali lipat dunia.
  * PEMUKA AHLU JANNAH, dewasa (Abu Bakar, Umar), pemuda (Hasan dan Husain), wanita (Khadijah binti Khuwailid, Fatimah binti Muhammad, Maryam binti Imran dan lstri Fir'aun Asiah binti Muzahim)
  * PEMBANTU AHLI SURGA, Anak-anak kecil (wildanun mukhalladun).
  * NIKMAT SURGA : makanan & minuman lezat, wanita cantik, kebahagiaan abadi, berangan-angan jadi nyata sepuluh kali lipat dari dunia.
  * DERAJATNYA, seratus derajat, antar derajat seperti langit dan bumi, surga tertinggi firdaus, tingkatan derajat tergantung iman & ilmu.
  * ARAH JALANNYA, dengan ilmu.
  * KUNCINYA, zikir "La ilaha illallalh" & Shalat.
  * IKLIM, awannya ARS AR RAHMAN, hanya pagi & sore, tanpa matahari & bulan,  tanpa siang & malam. PEMBEDANYA, hijab Ars & bukaan pintu.
  * BANGUNANNYA, BATA (emas dan perak), SEMEN (minyak kasturi), KERIKIL (mutiara & yakut), PASIR (za'faran).
  * KEMAHNYA, dari mutiara yang luasnya 60 mil pada setiap sudut, dikelilingi orang mukmin.
  * KAMARNYA, diketinggian, transparan.
  * ISTANANYA, tinggi.
  * TANAHNYA, kasturi & za'faran (tepung putih).
  * SUNGAINYA, NAMANYA: Al-Kautsar (nabi Muhamad), Saihan, Jaihan, Eufrat, & Nil. RASANYA: susu, madu & khamer. LETAKNYA: dibawah surga.r. LETAKNYA dibawah surga.
  * MATA AIR, Kafur, Tasnim, Salsabil.
  * POHONNYA, Pohon Khuldi (naungannya sepanjang 100 tahun perjalanan), kekal buahnya, dekat lagi rendah & berjuntai mudah diambil. Pohon Tuba (asal baju surga). Pohon SidratuI Muntaha (di surga Ma'wa). BATANGNYA & AKARNYA, dari emas. ASAL dari zikir "Subhanallah, Alhamdulillah, wa Illaha illallah, & Allahu akbar".
  * JENIS BUAH-BUAHAN, mirinp didunia tapi lebih enak.
  * BERCOCOK TANAM, ditabur benih ke tanah sekejap jadi besar.
  * ASAL USUL TANAMAN, berasal ucapan Subhanallah wal hamdulillah wa La ilaha illallah wallahu akbar.
  * PENGHUNI SURGA, mulus, tampan, bercelak, selalu muda (33 tahun seperti Isa), tinggi 60 hasta (30 m seperti Adam), mata bercelak alami, tubuh bersih tanpa rambut, wajah bercahaya (melihat Allâh), mengenakan gelang emas,  pakaian hijau dari sutra halus dan tebal, tidak menghiraukan pakaiannya, tidak pernah kencing & berak, tidak beringus & meludah, tidak sakit, tua & mati, nikmat abadi.
  * PERABOTANNYA, Sisir dari emas,  bejananya dari misk, asapnya dari kemenyan, pakaian dari buah surga terbelah.
  * BERNAFASNYA, kalimat zikir.
  * JAMINAN SURGA :
1. Abu Bakar Ash-Shiddiq.
2. Umar bin Khaththab.
3. Utsman bin 'Affan.
4. Ali bin Abi Thalib.
5. Thalhah bin Ubaidullah.
6. Zubair bin Awwam.
7. Abdurrahman bin Auf.
8. Slad bin Abi Waqqash.
9. Said bin Zaid.
10. Abu Ubaidah bin Jarrah.
11. Jafar bin Abu Thalib.
12. Hamzah bin Abu Thalib.
13. Haritsah bin Numan.
14. Bilal bin Rabah.
15. Abu Dahdah.
16. Abdullah bin Salam.
17. Zaid bin Haritsah.
18. Zaid bin Amr bin Nufail.
19. Wargah bin Naufal

  * Penduduk Surga : orang beriman, shaleh & taat.
  * Nikmat Surga : makanan & minuman lezat, wanita cantik, kebahagiaan abadi.
  * Struktur Surga : 7 tingkat (Jannah, Al-Adn, Al-Firdaus, Al-Ma'wa, Al-Baqar, Al-Jannatul Aliyah & Al-Muqamul Amin)
  * Aktivitas Surga : ibadah, silaturahmi, menikmati surga, hadiah & penghargaan dari Allâh, mengunjungi tempat indah, nikmati ilmu, bahagia & senang abadi.
  * Pintu : Shalat, Sedekah, Jihad, Ar-Rayyan (puasa), Haji, Al-Ayman (tanpa hisab), Al-Kazhimina Al-Ghaizha wa Al-Afina ‘an An-Naas (menahan amarah & pemaaf), Dzikir, Ridha, Ilmu.
  * Orang terakhir masuk surga yaitu Juhainah, surga seluas 10 kali lipat dunia.
  * 8 pintu Surga :
  1) Surga Firdaus(emas). 
     Untuk khusuk & jaga sholat, bayar zakat, jaga kemaluan, amanah & tepat janji, jauh dari kata & sikap tidak berguna.
  2) Surga Ma'wa (Zamrud Hijau). 
     Untuk beriman & bertakwa pada Allah dan berbuat kebaikan.
  3) Surga Khuldi (marjan merah dan kuning). 
     Untuk taat perintah dan jauhi larangan Allah.
  4) Surga Na'irn (perak putih) . 
     Untuk bertakwa dan beramal saleh.
  5) Surga 'Adn (intan putih). 
     Untuk beriman & bertakwa pada Allah dan berbuat kebaikan)
  6) Surga Darussalaam (yakut merah). 
     Untuk kuat iman dan Islamnya, tiap hari amalkan Alquran, beramal saleh)
  7) Surga Al Maqaamul (emas). 
     Untuk benar-benar takwa pada Allah.
  8) Surga Darul Muqamah (permata putih). 
     Bagi melakukan banyak kebaikan.

- Neraka
  * Memiliki 7 pintu & 19 penjaga.
  * Sifat Neraka : membakar, penyiksaan, kesengsaraan abadi.
  * Panas 70 x lipat api dunia.
  * System pembakaran : 1.000 tahun putih, 1.000 tahun merah, 1.000 tahun hitam.
  * Bahan Bakar : manusia & batu.
  * Makanan : 
    1) Zaqqum, pohon neraka, pahit dan membakar perut.
    2) Darī (pohon berduri), Dimakan tapi tidak mengenyangkan.
    3) Ghislin, cairan nanah dan darah penghuni neraka.
    4) Ghasāq, cairan busuk yang sangat menyiksa.
  * 7 Tingkatan Neraka : Jahannam (neraka), Al-Ladza (Api yang menyala), Al-Hutamah (Penghancur), Al-Saqar (Api yang sangat panas), Al-Jahim (Neraka yang paling dalam), Al-Hawiyah (Neraka yang paling bawah), Al-Malhamah (Neraka yang paling pedih).
  * Penduduk Neraka tanpa hisab : musyrik, kafir, munafik, pemimpin kufur & sesat.
  * Azab paling ringan, memakai sandal api tapi otak mendidih.
  * 8 pintu Neraka :
  1) Neraka Hawiyah (ringan timbangannya).
  2) Neraka Jahim (orang kafir, musyrik & pelaku syirik).
  3) Neraka Saqar (orang munafik).
  4) Neraka Lazza (berpaling dari agama & cinta dunia).
  5) Neraka Huthamah (mengumpulkan harta, serakah dan menghina orang miskin).
  6) Neraka Sa’ir (mengingkari Allah & makan harta anak yatim)
  7) Neraka Wail (pelaku riba). 
  8) Neraka Jahanam (pengikut setan).



Rabu, 31 Desember 2025

Tadabbur Al Quran hal. 438 | @KitabulSalaf

Tadabbur Al-Quran Hal. 438
----------------------------------------------
بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ

- Al Qur'an Indonesia Tajwid.

- Fatir ayat 35 :

ۨالَّذِيْٓ اَحَلَّنَا دَارَ الْمُقَامَةِ مِنْ فَضْلِهٖۚ  لَا يَمَسُّنَا فِيْهَا نَصَبٌ وَّلَا يَمَسُّنَا فِيْهَا لُغُوْبٌ

yang dengan karunia-Nya menempatkan kami dalam tempat yang kekal (surga); di dalamnya kami tidak merasa lelah dan tidak pula merasa lesu.”

- Asbabun Nuzul Fatir ayat 35 :

Diriwayatkan oleh Al-Baihaqi di dalam kitab Al-Ba'ts dan Ibnu Abi Hatim dari Nafi' bin Al-Harits yang bersumber dari Abdullah bin Abi 'Aufa, bahwa ada seoranglaki-laki yang bertanya kepada Nabi Saw.: "Ya Rasulullah Sesungguhnya tidur adalah kenikmatan dari Allah di dunia ini. Apakah nantidi surga kita tidur?". Rasulullah menjawab: "Tidak ada! Karena tidur itu kawannya maut dan di surga tidak ada maut". Ia bertanya lagi: "Bagaimana istirahat mereka itu. Pertanyaan ini menyinggung perasaan Rasulullah dengan sabdanya: "Tidak ada capek disurga, semuanya senang dan enak". Ayat ini turun sebagai penegasan akan ucapan Rasulullah tadi.

- Tafsir Al Muyassar Fatir ayat 35 :

Dia-lah yang membuat kami tinggal di surga dengan karunia-Nya, di dalamnya kami tidak merasa lelah atau capek.

- Mujam QS Fatir, 35:34 :

Aż-Zahaabu artinya berlalu dan pergi. Di- katakan, ia pergi membawa sesuatu dan menghilangkan sesuatu. Kata ini digunakan baik dalam makna menghilangkan suatubenda yang terlihat maupun menghilangkan sesuatu yang bersifat maknawi, seperti firman Allah, Dan brahim berkata, "Sesungguhnya aku pergi menghadap kepada Tuhanku. (QS As- Sāffat, 37:99), dan firman Allah, maka tatkala rasa takut hilang dari lbrahim, (05 Hud, 11: 74). Dan terkadang juga digunakan sebagai kiasan dari kematian atau kebinasaan diri, seperti firman Allah, Maka janganiah dirimu menjadi binasa karena kesedihan terhadap mereka. (QS Fātir, 35: 8), dan firman-Nya, Jika Dia menghendaki, niscaya Dia membinasakan kamu dan menggənti(mu) dengan makhłuk yang baru. (QS Ibrāhim, 14: 19). (Ar-Ragib Al-Asfahany. Mujamu Mufradāti Alfāzhil Qurani, 1431 H/2010 M:137).

- Tazkiyyatun Nafs :

Di antara tempat persinggahan lyyāka Na budu wā lyyāka Nasta in adalah Hazan (kesedihan hati atau duka cita). Tapi ini bukan merupakan tempat persinggahan yang dituntut atau diperintahkan untuk disinggahi, sekalipun mungkin orang yang sedang mengadakan perjalanan harus menyinggahinya. Sebab di dalam Al-Qur'an tidak disebutkan kata Hazan, melainkan sesuatu yang dilarang atau pun dinafikan. Yang dilarang seperti   Allah Swt., éDan janganlah kamu (merasa) lermah, dan jangan (pula) bersedih hati, sebab kamu paling tinggi (derajatnya), jika kamu orang yang beriman. (QS Ali Imrān, 3: 139). Sedangkan yang dinafikan seperti firman Allah Swt., <Kami berfirman, "Turunlah kamu semua dari surga! Kemudian jika benar benar datang petunjuk-Ku kepadamu, maka barangsiapa mengikuti petunjuk-Ku, tidak ada rasa takut pada mereka dan mereka tidak bersedih hati. (QS Al-Baqarah, 2: 38). Sebabnya, kesedihan hati merupakan tempat pemberhentian dan bukan pendorong untuk mengadakan perjalanan serta tidak ada kemaslahatannya bagi hati. Di samping itu, yang paling disukai setan ialah membuat hati hamba bersedih, lalu dia tidak mau melanjutkan perjalanannya dan mendorongnya untuk berhenti, sebagaimana firman-Nya, (Sesungguhnya pembicaraan rahasia itu termasuk (perbuatan) setan, agar orang-orang yang beriman itu bersedih hati, sedang (pembicaraan) itu tidaklah memberi bencana sedikitpun kepada mereka, kecuali dengan izin Allah Swt. Dan kepada Allah Swt. hendaknya orang-orang yang beriman bertawakal. (QS Al-Mujādalah, 58: 10). Rasulullah Saw. juga melarang tiga orang yang sedang berkumpul, sementara dua orang saling berbisik-bisik, karena yang demikian itu membuat orang yang ketiga bersedih hati. Kesedihan hati bukan sesuatu yang dituntut, tidak ada tujuan dan manfaatnya. Nabi Saw. berlindung dari kesedihan hati, sebagaimana dalam doa beliau, "Ya Allah, aku berlindung kepadaMu dari kekhawatiran dan kesedihan." Tapi dari segi kenyataan hidup, memang tempat persinggahan ini tidak bisa dihindari. Karena itu, para penghuni surga berucap saat mereka memasukinya, ..Segala puji bagi Allah Swt. yang telah menghilangkan kesedihan dari kami. Sungguh, Tuhan kamibbenar-benar Maha Pengampun, Maha Mensyukuri. (QS Fātir, 35: 34). Hal ini menunjukkan bahwa dahulunya mereka pernah mengalami kesedihan hati, selagi masih di dunia, sebagaimana mereka ditimpa musibah-musibah lain tanpa menghendakinya. Sementara Rasulullah Saw. bersabda dalam sebuah hadis şahih, "Tidaklah seorang Mukmin ditimpa kekhawatiran, keletihan dan kesedihan hati, melainkan Allah Swt. mengampuni sebagian dari kesalahan-kesalahannya." Hal ini menunjukkan bahwa itu semua merupakan musibah yang ditimpakan Allah Swt. kepada hamba-Nya, supaya dengan itu Allah Swt. mengampuni kesalahan-kesalahannya, bukan karena menunjukkan kedudukan kesedihan hati ini yang merupakan tuntutan.

Sedangkan hadiš Hindun bin Abu Halah yang menggambarkan Nabi Saw., "Bahwa beliau selalu tampak bersedih hati," ini hadis yang sama sekali tidak kuat, dan di dalam isnad-nya ada seseorang yang tidak diketahui (majhū). Di samping itu, bagaimana mungkin beliau senantiasa bersedih hati, padahal beliau telah dijaga Allah Swt. agar tidak bersedih hati karena tidak mendapatkan dunia dan sebab-sebabnya, dilarang bersedih hati dalam menghadapi orang-orang kafir, dan dosa-dosa beliau yang lampau maupun yang akan datang sudah diampuni? Lalu apa yang membuat beliau harus senantiasa bersedih hati? Beliau adalah orang yang senantiasa banyak senyum dan manis muka. Begitu pula riwayat yang mengatakan, "Sesungguhnya Allah Swt. mencintai setiap hati yang banyak bersedih." Isnad riwayat ini tidak diketahui, begitu pula siapa yang meriwayatkannya. Andaikan ada hadiš yang şahih dan ada ayat yang menggambarkan kesedihan, maka maksudnya adalah musibah yang ditimpakan kepada hamba. Yang pasti para ulama telah sepakat bahwa kesedihan hati di dunia bukan sesuatu yang terpuji, kecuali Abu Usman Al-Hiry. Dia berkata, "Menampakkan kesedihan di hadapan setiap orang adalah kemuliaan dan tambahan pahala bagi orang mukmin, selagi kesedihan itu bukan karena musibah yang menimpanya." (Ibnu'l Qayyim Al-Jauziyyah, Madāriju As-Sālikina Manāzilu lyyāka Na budu wa lyyāka Nasta in, Juz 1, t.t.: 542-547), 

- Riyāduş Şālihin :

Dari Abu Umāmah Ra., dari Nabi Saw., beliau bersabda, "Tidak ada sesuatu yang dicintai oleh Allah Swt. kecuali dua tetes dan dua bekas. Dua tetes itu adalah tetesan air mata karena takut kepada Allah Swt. dan tetesan darah yang tertumpah di jalan Allah Swt. Adapun dua bekas itu adalah bekas karena di jalan Allah Swt. dan bekas karena melaksanakan kewajiban Allah Swt." (HR Tirmiži, dan ia berkata, "Ini hadis hasan."). Hadis tersebut mengandung beberapa faedah, antara lain keutamaan menangis karena takut kepada Allah Swt., karenanmenangis merupakan petunjuk keimanan yang benar kepada Allah Swt. (Dr. Mustafā Sa'id Al-Khin, Nuzhatul Muttaqina Syarhu Riyādis Sālihina, Juz 1, 1407 H/1987 M: 407).

- Tibbun Nabawi :

Khasiat Milh (Garam)

Milh ataù garam dapat memperbaiki tubuh manusia dan makanan mereka, dan dapat memperbaiki segala benda apapun yang bercampur dengannya, termasuk pula emas dan perak, sebab di dalamnya terkandung kekuatan yang bisa menambah kadar kekuningan emas dan kadar keputihan perak. Di dalamnya juga terkandung kejernihan dan penguraian, menghilangkan kelembaban yang menebal dan mengeringkan. Garam dapat memperkuat badan, mencegah kerusakannya dan dapat pula berguna untuk menyembuhkan infeksi. (bnu'l Qayyim Al-Jauziyyah, Zādul Ma'adi fi Hadyi Khayril lbādi, Juz 4, t.t.. 396).

- Medical Hadiš :

Dari Anas bin Malik Ra., dia berkata, Rasulullah Saw. bersabda, "Lauk teristimewa kalian adalah garam." (HR Ibnu Mājah). Maksudnya, pemimpin sesuatu ialah yang memberi kemaslahatan kepadanya dan memiliki campur tangan dengannya. Hampir semua lauk menjadi enak karena garam. (A2-Zahabi, At-Tibbun Nabawi, 1410 H/1990 M:B194; lbnu'l Qayyim Al-Jauziyyah, At-TibbunbNabawi, t.t.. 309).

- Hadis Motivasi QS 35: 33 :

Dari Jabir bin Abdillah dia mengatakan, Rasulullah bersabda: "Aku masuk surga. Tak tahunya, aku berada di sebuah istana emas. Maka oku bertanya: Milile siapakah ini?" Mereka menjowab: 'Milik seseorang dari Quraiy. Dan tiada yang menghalangiku untuk memasukinya, hai lbnul Khattab, kecuali karena aku tahu kecemburuanmu." Lalu. Umar menjawab, "Apakah terhadapmu aku cemburu. ya Rasulullah." (HR Bukhari. 6621)

- HADIS NIAGA QS Fäțir, 35: 33 :

Diperbolehkan Menjual Sutra

Dari Abdullah bin Umar bahwasanya Umar melihat sejenis mantel yang bersulam sutra dijual, lalu dia berkata, "Wahai Rasulullah, andaikan engkau mau membelinya dan memakainya untuk menemui para utusan ketika berkunjung menemui engkau atau untuk dikenakan waktu salat Jumat." Beliau lalu bersabda: "Yang memakai pakaian ini hanyalah mereka yang tidak mendapatkan bagian di akhirat." Hari berikutnya beliau memberi Umar sejenis mantel yang terbuat dari sutra, Umar pun protes, "Wahai Rasulullah, engkau memberikannya kepadaku padahal engkau berujar tidak boleh memakainya." Beliau menjawab: "Aku memberikan kepadamu bukan untuk dipakai, tetapi agar kamu jual atau kamu berikan kepada istrimu." (HR Bukhari, 5841; Muslim 2068)

- AMAL NIAGA :

1. Jika Anda seorang laki-laki, janganlah mengenakan pakaian yang terbuat dari sutra karena pada perkara tersebut terdapat kesombongan dan keserupaan dengan orang-orang kafir. Seorang laki-laki juga akan kehilangan kegagahan saat mengenakannya,

- Tadabbur Surah Fatir Ayat 31-38 :

Ayat 31-38 menjelaskan beberapa hal berikut : 
1. Al-Qur’an yang Allah wahyukan kepada Rasul saw, itu adalah kebenaran, membenarkan Kitab-Kitab sebelumnya dan diturunkan berdasarkan kebutuhan manusia. Nabi yang mewarisi Al-Qur’an itu adalah hamba pilihan. Umatnya terbagi tiga: 1) Jauh dari Allah dan bergelimang dosa. 2) Kebaikan dan keburukannya nyaris sama. 3) Ketaatan dan amal salehnya jauh melebihi amal buruknya.  
2. Karunia yang besar itu, yakni surga Adn Allah peruntukkan bagi mereka yang Ketaatan  dan amal salehnya jauh melebihi amal buruknya. Mereka diberi perhiasan emas dan mutiara dan pakaian sutera. Mereka kekal di dalamnya. Allah hapus dari mereka kesedihan dan menghilangkan rasa letih dan lesu.  
3. Orang-orang yang kafir pada Allah, Rasul-Nya dan Al-Qur’an bagi mereka neraka Jahannam. Mereka ditetapkan tidak mati dan tidak diringankan siksaan atas mereka. Itulah balasan yang setimpal bagi setiap orang kafir. Mereka berteriak-teriak di dalam neraka itu dan meminta kepada Allah agar dikeluarkan dan berjanji akan beramal saleh. Allah menjawab: Bukankah Kami telah anugerahkan kalian umur panjang di dunia, diberi kesempatan untuk berpikir dan telah diutus kepada kalian Muhammad saw. yang memberi peringatan akan azab neraka? Maka rasakan azab neraka itu dan tidak akan ada bagi orang zalim itu seorang penolongpun. Sungguh Allah Mengetahui keghaiban langit dan bumi dan Dia Maha Mengetahui tentang isi hati manusia. 

Jumat, 26 Desember 2025

Tadabbur Al Quran Hal. 437 | @KitabulSalaf

Tadabbur Al-Quran Hal. 437 | @KitabulSalaf
----------------------------------------------
بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ

- Al Qur'an Indonesia Tajwid.

- Fatir ayat 29 :

اِنَّ الَّذِيْنَ يَتْلُوْنَ كِتٰبَ اللّٰهِ وَاَقَامُوا الصَّلٰوةَ وَاَنْفَقُوْا مِمَّا رَزَقْنٰهُمْ سِرًّا وَّعَلَانِيَةً يَّرْجُوْنَ تِجَارَةً لَّنْ تَبُوْرَۙ

Sesungguhnya orang-orang yang selalu membaca Kitab Allah (Al-Qur'an) dan melaksanakan salat dan menginfakkan sebagian rezeki yang Kami anugerahkan kepadanya dengan diam-diam dan terang-terangan, mereka itu mengharapkan perdagangan yang tidak akan rugi,

- Asbabun Nuzul Fatir ayat 29 :

Diriwayatkan oleh Abdul Ghani bin Sa'id Ats-Tsaqafi di dalam tafsirnya yang bersumber dari Ibnu Abbas, bahwa ayat ini turun berkenaan dengan Hushain bin Al-Harits bin Abdul Mutthalib bin Abdi Manaf Al-Quraisy. Ayat ini menegaskan cirri-ciri yang diijabahi amalnya oleh Allah Swt.

- Tafsir Al Muyassar Fatir ayat 29 :

Sesungguhnya orang-orang yang membaca Al Qur'an dan mengamalkannya, menjaga shalat pada waktunya, menafkahkan dari apa yang Kami rizkikan kepada mereka dengan berbagai bentuk nafkah, baik yang wajib, maupun yang dianjurkan, secara rahasia dan terang-terangan. Mereka itu mengharapkan dengan itu sebuah perniagaan yang tidak merugi dan tidak binasa, yaitu ridha Allah kepada mereka, keberuntungan meraih pahala-Nya yang agung,

- Riyāduş şālihin :

Dari Zaid bin Khalid Ra., ia berkata, "Rasulullah Saw. mengimami kami dalam salat subuh di Hudaibiyyah, di mana pada malam itu turun hujan. Setelah selesai salat, beliau menghadapkan wajahnya kepada orang banyak, lalu bersabda, Tahukah kalian apa yang sudah difirmankan oleh Rabb kalian? Orang-orang menjawab, Allah dan RasulNya lebih mengetahui.' Beliau bersabda, (Allah berfirman) Di pagi ini ada hamba-hamba-Ku yang beriman kepada-Ku dan ada yang kafir. Orang yang berkata, Hujan turun kepada kita karena karunia Allah dan rahmat-Nya,' maka dia adalah yang beriman kepada-Ku dan kafir kepada bintang-
bintang. Adapun orang yang berkata, Hujan turun disebabkan bintang ini atau itu, maka dia telah kafir kepada-Ku dan beriman kepada bintang-bintang." (HR Al-Bukhāri-Muslim).
Hadiš tersebut memberikan beberapa faedah, antara lain:
(a) Allah Swt. adalah penyebab utama semua kejadian yang ada di alam semesta.
(b) Keyakinan bahwa terjadinya sesuatu semata-mata diakibatkan oleh sebab-sebab alam merupakan hakikat kekufuran dan syirik. Namun jika disertai keyakinan bahwa Allah Swt yang telah menciptakannya, maka keyakinan seperti itu diperbolehkan.
(Dr. Muştafā Sa'id Al-Khin, Nuzhatul Muttaqina Syarhu Riyādis Sālihina, Juz 2, 1407 H/1987 M: 1179-1180). 

- Hadiš Nabawi :

Dari Abu Umamah Al-Bahili, ia berkata, "Dua orang disebutkan di sisi Rasulullah Saw., salah seorang adalah ahli ibadah dan yang lain seorang yang berilmu, kemudian Rasulullah Saw. bersabda, Keutamaan seorang alim dari seorang 'abid seperti keutamaanku dari orang yang paling rendah di antara kalian.' Kemudian beliau melanjutkan sabdanya, "Sesungguhnya Allah, Malaikat-Nya serta penduduk langit dan bumi bahkan semut yang ada di dalam sarangnya sampai ikan paus, mereka akan mendoakan untuk orang yang mengajarkan kebaikan kepada manusia." (HR At-Tirmiži, dan ia berkata, "Hadis ini garib." (HR At-Tirmiži, Sunan At-Tirmiži, Juz 5, No. Hadis, 2685, 1397 H/1977M: 50).

- Hadis Qudsi :

Dari Abu Darda Ra., ia berkata, "Sesungguhnya aku mendengar Rasulullah Saw. bersabda, 'Barangsiapa meniti jalan untuk mencari ilmu, maka Allah Swt. akan mempermudah baginya jalan menuju surga. Para Malaikat As. akan membentangkan sayapnya karena rida kepada penuntut ilmu. Dan seorang penuntut imu akan dimintakan ampunan oleh penghuni langit dan bumi hingga ikan yang ada di air. Sungguh, keutamaan seorang alim dibanding seorang ahli ibadah adalah ibarat bulan purnama atas semua bintang. Sesungguhnya para ulama adalah pewaris para nabi As., dan para nabi As. tidak mewariskan dinar maupun dirham, akan tetapi mereka mewariskan ilmu. Barangsiapa mengambilnya, maka ia telah mengambil keuntungan yang sangat besar. (HR lbnu Mājah, Sunanu lbni Mặjah, No. Hadis 223, t.t.: 56). Hadis Şahih, Sahih Al-Jāmi No. 6297.

- HADIS NIAGA QS Fāțir, 35: 29 :

Tidak Melakukan Aktivitas Jual-Beli di Dalam Masjid

Dari Abu Hurairah dia mengatakan bahwa Rasulullah bersabda: "Jika kalian melihat orang yang menjual atau membeli di dalam masjid, ucapkanlah, 'Semoga Alah tidak memberi keuntungan pada perdaganganmu." Jika kalian melihat orang yang mengumumkan barang hilang di dalam masjid, ucapkanlah, 'Semoga Allah tidak mengembalikan barang itu kepadamu." (HR Tirmizi, 1321)

- AMAL NIAGA :
1. Larangan jual-beli di masjid ditetapkan agar orang tidak sibuk dengan urusan dunia di masjid sehingga dia lalai dari akhirat dan lalai dari zikir kepada Allah di rumah Allah.
2. Lakukanlah segala hal ukhrawi di dalam masjid dan hindarilah melakukan atau membicarakan urusan duniawi, kecuali yang menyangkut urusan kaum muslim, baik urusan agama, kehidupan sosial, maupun hal-hal yang bermanfaat bagi kepentingan mereka.
3. Para ulama bersepakat bahwa jual-beli yang dilakukan di masjid, meskipun hukumnya haram, tetapi akadnya tetap dinyatakan sah.

- Tadabbur Surah Fatir Ayat 19-30 :

Ayat 19-30 menjelaskan tiga hal penting: 
1. Perumpamaan orang yang kafir kepada Allah, Rasulullah dan Al-Qur’an dengan yang  beriman padanya ialah seperti orang yang buta dengan yang melihat, gelap dengan cahaya, teduh dengan panas dan mati dengan hidup. Allah  yang  memberi  hidayah itu, sedangkan tugas Rasul saw. hanya menyampaikan berita gembira dan kabar takut. Setiap umat ada Rasul yang diutus Allah. Allah menimpakan azab kepada setiap umat yang ingkar pada-Nya. 
2. Di antara bukti kekuasaan dan kebesaran Allah, menurunkan air dari langit, lalu Dia keluarkan dari bumi buah-buahan yang beragam warnanya dan gunung-gunung yang bergaris putih, merah dan hitam pekat. Demikian pula manusia dan hewan ternak yang beragam warnanya. Sesunguhnya yang takut pada Allah itu ialah orang yang beriman yang mengetahui kebesaran Allah di alam semesta.  
3. Sungguh perniagaan dengan Allah tidak  akan merugi. Syaratnya, baca Al-Qur’an, tegakkan salat dan berinfak secara rutin. Allah pasti sempurnakan balasannya dan menambahkan karunia-Nya kepada yang melakukannya. 

Kamis, 18 Desember 2025

Tadabbur Al Quran Hal. 436 | @KitabulSalaf

Tadabbur Al-Quran Hal. 436 | @KitabulSalaf
----------------------------------------------
بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ

- Al Qur'an Indonesia Tajwid.

- Fatir ayat 15 :

۞ يٰٓاَيُّهَا النَّاسُ اَنْتُمُ الْفُقَرَاۤءُ اِلَى اللّٰهِ ۚوَاللّٰهُ هُوَ الْغَنِيُّ الْحَمِيْدُ

Wahai manusia! Kamulah yang memerlukan Allah; dan Allah Dialah Yang Mahakaya (tidak memerlukan sesuatu), Maha Terpuji.

- Tafsir Al Muyassar Fatir ayat 15 :

Wahai manusia, kalian membutuhkan Allah dalam segala sesuatu, kalian tidak bisa terlepas dari memerlukan-Nya sekejap pun, sebaliknya Allah Mahakaya sehingga Dia tidak membutuhkan manusia dan tidak memerlukan apapun dari makhluk-Nya. Dia Maha Terpuji pada Dzat, nama-nama dan sifat-sifat-Nya, Maha Terpuji atas nikmat-nikmat-Nya, karena segala nikmat yang diterima manusia adalah dari-Nya. Bagi-Nya segala puji dan syukur dalam segala keadaan.

- Mu'jam Fatir ayat 15 :

الْحَمِيْدُ
Lafaz AHamdulilát Ta a merupakan pujian kepada Allah atas keutamaan Nya. Akan tetapi kata AHamdu (puja-puja) lebih khusus darisekedar pujar biasa (Al-Madhu). dan letbih umun datipada syukur. Karena syukur tidak diungkapkan kecuai saat menerima suatu nikmat. maka setiap syukur tu adalah hamdun (puja puji) dan tidak setiap hamdun (puja-puji) itu syukur, dan setiap hamdun ipuja-puji) itu adalah madhun (pujan) dan tidak setiap madhun itu bisa bemakna hamdun. Dan dikatakan Fulan itu mabmud apabila ia dipuj, dan si Fulan itu muhaimadun apabila sa memiliki banyak sifat yang pantas dipuji (Ar-Rāghih A-Asfahani Mu'jamu Mufradat Altaa Al Qurani, 1431H2010M 100)

- Asmā'ul Husnã :

Allah Swt. mempunyai nama
الْحَمِيْدُ
artinya bahwa hanya Allah yang berhak untuk dipuji dan disanjung. Dialah Allah Yang Maha Terpuji dengan apa yang telah diciptakan-Nya, yang telah dibuat-Nya, yang telah dianugerahkan-Nya, yang telah memberikan manfaat dan madarat, dan yang telah memberikan karunia ataupun menahan karunia itu atas hamba-Nya. Dialah yang memegang langit untuk berada di atas bumi supaya tidak terjatuh. Dialah yang telah membentangkan bumi, sehingga menjadi terbentang, dan segala sesuatu menjadi luas dan mudah untuk dikerjakan. Dialah yang terpuji atas hikmah menciptakan hamba, baik yang bermaksiat, beriman ataupun yang kafir sekalipun. Dialah Yang Maha Terpuji untuk mengutus para rasul dan menjadikan musuh bagi mereka. Dialah Yang Maha Terpuji atas keadilan terhadap musuh-musuh-Nya, sebagaimana Dia terpuji atas karunia terhadap para wali-Nya. Setiap butiran debu yang ada di alam semesta ini menjadi saksi yang memuji-Nya,
dan tidaklah ada sesuatu kecuali bertasbih dengan memuji-Nya. Seorang muslim yang mengesakan Allah dengan nama ini, ia yakin bahwa pujian mencakup sanjungan kepada Zat yang dipuji dengan sifat-sifat kesempurnaanNya, serta mengikuti kegagahan-Nya dengan kecintaan, keridaan dan ketundukan. Orang yang mendustakan sifat-sifat yang dipuji tidaklah disebut seorang pemuji. Seorang yang mengesakan Allah hendaknya memuji Allah, dengan harapan hatinya mengikuti petunjuk untuk memilih keimanan dalam hati, memujinya dengan zikir dengan lisan, menyanjung Allah untuk memberatkan timbangan amal, memuji Allah dengan perbuatan anggota badan, serta memohon pertolongan dan memohon bertambahnya keimanan. (Dr. Mahmūd Abdurrazāk Ar-Ridwāni, Ad-Du'au bil Asmāil Husnā, 2005: 72).

- Riyāduş şälihin :

Dari Abu Umamah Ra., bahvwa Nabi Saw. jika mengangkat lambungnya (selesai makan), beliau membaca, Alhamdulilāhi Hamdan Kaširān Tayiban Mubārakan fihi Gaira Makfiyyin walā Mustagnan 'anhu. Rabbanā." (Segala puji bagi Allah dengan pujian yang banyak, yang baik dan yang mengandung keberkahan di dalamnya, bukan pujian yang tidak dianggap dan tidak dibutuhkan olehNya, ya Tuhan kami) (HR AI-Bukhāri). Hadiš tersebut memberikan faedah tentang anjuran untuk memuji Alah setelah selesai makan sebagai sikap meneladani Nabi Saw. (Dr. Mustafā Sa'id AI-Khin, Nuzhatul Muttagina Syarhu Riyādis şälihina, Juz 1, 1407 H/1987 M: 602). 

- Hadiš Nabawi :

Dari Abu Hurairah Ra., Rasulullah Saw., bersabda, "Barangsiapa yang duduk di suatu majelis, kemudian dia banyak salahnya, sebelum berangkat ia membaca, "Mahasuci Engkau ya Allah, dengan pujian milik-Mu, aku bersaksi bahwa tiada Tuhan kecuali Engkau, aku memohon ampun pada-Mu dan aku bertobat kepada-Mu.." kecuali Allah akan mengampuni dosa dan kesalahan dia selama berada di majelis itu." (Sahih Al-Jāmi, 6192). Begitu pun Umar Ra. melantangkan bacaan berikut, "Mahasuci Engkau, ya Allah, dengan memuji-Mu, Mahasuci nama-Mu, Yang Mahatinggi keagungan-Mu, dan tidak ada Tuhan selain-Mu." (Sahih Bukhāri,4042).

- Hadis Motivasi QS 35: 12 :

Dari Anas dia berkata. Rasulullah pernah bernapas tiga kali ketika minum. Beliau berkata: "Itu lebih melegakan, lebih bersih, dan lebih bermanfaat." Anas berkata.  "Oleh karena itu. aku bernapas tiga kali setiap minum." (HR Muslim, 2028)

- HADIS NIAGA QS Fäțir, 35: 15 :

Empat Kelompok yang Dibenci Allah

Dari Abu Hurairah dia mengatakan bahwa Rasulullah bersabda: "Empat golongan yang dibenci Allah, yitu penjual yang suka bersumpah, orang fakir yang sombong, orang tua renta yang berzina, dan pemimpin yang durjana." (HR Nasa'i, 2576)


- AMAL NIAGA :

1. Jika Anda seorang pedagang, janganlah banyak bersumpah dengan harapan agar orang lain menmbeli barang dagangan Anda. Rasulullah bersabda: "Sumpah itu akan menjadikan barang dagangan menjadi laris manis, (akan tetapi) mernghapuskan keberkahan." (HR Bukhari, 2087; Muslim, 1606).
2. Seorang niagawan muslim hendaknya senantiasa memohon kepada Allah agar menganugerahinya kejujuran dalam setiap aktivitas niaga yang dilakukan.
3. Apabila Anda seorang pimpinan dalam satu perusahaan, janganlah menjadikan jabatan dan wewenang untuk memperkaya diri sendiri. Ingatlah bahwa setiap kekuasaan akan berakhir dan akan dimintai pertanggungjawaban.

- Tadabbur Surah Fatir Ayat 12-18 :

Ayat 12-18 menjelaskan tiga hal penting: 
1. Meneruskan ayat sebelumnya terkait kekuasaan dan kebesaran Allah. Dua laut yang berbeda, yang satu airnya tawar dan enak diminum dan yang satu lagi asin. Dari keduanya Allah titipkan rezeki untuk manusia berupa berbagai jenis akan segar dan perhiasan yang dipakai manusia. Kapal-kapal yang berlabuh di atasnya sebagai untuk mencari karunia-Nya. Semoga manusia bisa bersyukur pada Allah. Allah juga yang menjadikan malam dan siang silih berganti, menundukkan matahari  dan bulan. Masing-masing beredar hingga  batas waktu yang ditentukan-Nya. Semua  itu Allah yang menicptakannya. 
2. Allah mengajak manusia memikirkan tanda-tanda kekuasaan dan kebesaran-Nya, kemudian tuhan-tuhan yang disembah selain-Nya.  Kekuasaan dan kebesaran-Nya sangat jelas dan dahsyat, sedangkan tuhan-tuhan yang diklaim manusia itu tidak memiliki kekuasaan dan kekuatan sekulit aripun. Sebab itu, orang yang  tidak memahami kekuasaan dan kebesaran  Allah itu sulit untuk mendengarkan kebenaran Al-Qur’an dan Islam, apalagi meyakini dan mengamalkannya. Padahal di akhirat nanti mereka mengingkari kemusyrikan tersebut. Allah Mahateliti dalam memberi tahu manusia. Sungguh  manusia sangat membutuhkan Allah. Allah  mampu melenyapkan mereka dan menggantinya dengan generasi baru. Semua itu mudah  saja bagi Allah. 
3. Allah menetapkan setiap manusia memikul dosa masing-masig dan tidak bisa dialihkan kepada orang lain kendati karib kerabat. Yang bisa memahami peringatan Rasul saw, itu ialah yang takut pada Allah dan menegakkan salat.

Sabtu, 06 Desember 2025

Tadabbur Al Quran hal. 435 | @KitabulSalaf

Tadabbur Al-Quran Hal. 435
----------------------------------------------
بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ

- Al Qur'an Indonesia Tajwid.
- Fatir ayat 8 :

اَفَمَنْ زُيِّنَ لَهٗ سُوْۤءُ عَمَلِهٖ فَرَاٰهُ حَسَنًاۗ فَاِنَّ اللّٰهَ يُضِلُّ مَنْ يَّشَاۤءُ وَيَهْدِيْ مَنْ يَّشَاۤءُۖ فَلَا تَذْهَبْ نَفْسُكَ عَلَيْهِمْ حَسَرٰتٍۗ اِنَّ اللّٰهَ عَلِيْمٌ ۢبِمَا يَصْنَعُوْنَ

Maka apakah pantas orang yang dijadikan terasa indah perbuatan buruknya, lalu menganggap baik perbuatannya itu? Sesungguhnya Allah menyesatkan siapa yang Dia kehendaki dan memberi petunjuk kepada siapa yang Dia kehendaki. Maka jangan engkau (Muhammad) biarkan dirimu binasa karena kesedihan terhadap mereka. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat.

- Asbabun Nuzul Fatir ayat 8 :

Diriwayatkan oleh Juwaibir dari Adh-Dhahak yang bersumber dari Ibnu Abbas, bahwa ayat ini turun berkenaan dengan Nabi Saw. Berdo'a: "Allahumma a'iz dinaka bi Umar bin Khatthab au bi Abi Jahl bin Hisyam". Allah memberi hidayah kepada 'Umar dan menyesatkan Abu Jahl. Ayat ini turun berkenaan dengan kedua orang ini.

- Tafsir Al Muyassar Fatir ayat 8 :

Apakah orang yang amal-amal buruknya berupa kemaksiatan-kemaksiatan kepada Allah, kekufuran, penyembahan kepada llah-llah lain dan berhala-berhala selain Allah diperindah oleh setan sehingga dia melihatnya bagus adalah seperti orang yang diberi petunjuk oleh Allah, sehingga dia melihat yang baik adlaah baik dan yang buruk adalah buruk? Sesungguhnya Allah menyesatkan siapa yang Dia kehendaki dari hamba-hamba-Nya dan memberi petunjuk kepada siapa yang Dia kehendaki. Maka janganlah mencelakakan dirimu sendiri karena sedih terhadap kekufuran orang-orang yang tersesat itu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui keburukan-keburukan mereka dan akan membalas karenanya dengan balasan paling buruk.

- Riyāduş şālihin :

Dari 'Aisyah Ra., ia berkata, "Apabila datang angin yang bertiup sangat kencang. maka Nabi Saw. berdoa, "Allahumma Inni Asaluka Khairahā, wa Khaira mã fihā, wa Khaira mã Ursilat bihi. Wa Aūżubika min Syarrihā, wa Syarri mã fihā, wa Syarri mā Ursilat. (Ya Allah, sungguh, aku memohon kepada-Mu kebaikan angin, kebaikan yang dikandung-nya, dan kebaikan yang dibawanya. Dan aku berlindung kepada-Mu dari keburukan-nya, keburukan yang ada di dalamnya dan keburukan yang dibawanya.)" (HR Muslim).
Hadis tersebut mengandung beberapa faedah, antara lain:
(a) Berlindung kepada Allah Swt. dan merendahkan diri kepada-Nya ketika menyaksikan suatu perkara buruk dan menakutkan dari berbagai fenomena alam yang terjadi.
(b) Dianjurkan untuk berdoa dengan doa yang terdapat dalam hadis tersebut, tatkala terjadi angin yang berhembus menghamburkan debu.
(Dr. Mustafā Sa'id Al-Khin, Nuzhatul Muttaqina Syarhu Riyādis Şālihina, Juz 2, 1407 H/1987 M: 1178).

- Hadiš Nabawi :

Dari Abu Hurairah Ra., ia berkata, Rasulullah Saw. bersabda, Jarak antara dua tiupan (sangkakala) adalah empat puluh." Seseorang bertanya kepada Abu Hurairah, Empat puluh hari? Dia menjawab, Aku tidak dapat menentukannya Orang itu bertanya lagi, 'Empat puluh bulan? Dia menjawab, 'Aku tidak dapat menentukannya." Orang itu bertanya lagi. 'Empat puluh tahun?" Dia menjawab, Aku tidak dapat menentukannya.' Kemudian beliau bersabda, "Setelah itu, Allah Swt. menurunkan air dari langit, maka mereka pun hidup kembali sebagaimana tumbuhnya sayur-sayuran. Tidak ada tersisa sedikit pun dari manusia kecuali ia akan hancu, kecuali satu tulang yakni tulang ekor. Dari tulang itulah, manusia dibangkitkan kembali pada hari kiamat." (HR Al-Bukhāri, Sahihul Bukhāri, Juz3, No. Hadis, 4935. 1400 H: 320).

- Hadiš Qudsi :

Imam Al-Bukhāri berkata, telah menceritakan kepada kami Migdām bin Muhammad, ia berkata, telah menceritakan kepadaku pamanku yaitu Al-Qāsim bin Yahya, dari Ubaidullah dari Nāfi, dari lbnu Umar Ra. dari Rasulullah Saw., beliau bersabda, "Pada hari kiamat Allah menggenggam bumi, dan langit berada di tangan kanan-Nya, lantas Allah berfirman, Akulah Raja." (Mustafā bin 'Adawi, As-Sahihul Musnad minal Ahādišil Qudsiyyati, t.t: 127).

- HADIS NIAGA QS Fäțir, 35: 6 :

Pasar Menjadi Sasaran Utama Setan

Dari Salman , dia berkata, "Jika bisa, janganlah kamu menjadi orang yang pertama kali masuk ke dalam pasar dan orang terakhir kali keluar darinya. Bagaimanapun, pasar itu menjadi sasaran utama setan dan di situlah setan mengibarkan benderanya." Salman berkata, Aku pernah diberi tahu bahwa Jibril datang kepada Rasulullah Pada saat itu, Ummu Salamah ada di samping beliau. Beliau mulai berbicara, berdiri, dan akhirnya bertanya kepada Ummu Salamah: "Siapa ini? (atau sebagaimana yang beliau katakan kepadanya). Ummu Salamah menjawab, "ini Dihyah Al-Kalbi." Salman berkata, Ummu Salamah pernah berkata, "Demi Allah, aku tidak pernah berprasangka buruk kepadanya hingga aku mendengar khutbah Rasulullah yang menuturkan berita tentang kami (atau sebagaimana yang beliau sabdakan)." Aku bertanya kepada Abu Usman, "Dari siapa engkau mendengar berita ini?" Abu Usman menjawab, "Dari Usamah bin Zaid." (HR Muslim, 2451)

- AMAL NIAGA :

1. Mintalah perlindungan kepada Allah agar setan tidak menyesatkan Anda dari jalan-Nya dan mohonlah kepada-Nya agar Anda tetap berada di atas agama-Nya hingga Anda menjumpai-Nya.

- Tadabbur Surah Fatir Ayat 4-11 :

1. Ayat 4-11 menjelaskan bahwa penolakan  kepada Rasululullah saw. itu juga terjadi pada Rasul-Rasul sebelumnya. Maka, manusia harus ingat bahwa janji Allah itu benar. Sebab itu, jangan sampai tertipu oleh kehidupan dunia dan  setan, karena setan itu musuh dan mengajak manusia menjadi penghuni neraka.  
2. Orang-orang yang kafir akan mendapatkan azab neraka, sedang yang beriman dan beramal saleh akan mendapatkan ampunan dan pahal yang amat besar. Orang yang kafir itu melihat kekufurannya sebagai kebaikan. Sebab itu tidak perlu bersedih terhadap mereka, karena Allah memberikan petunjuk atau menyesatkan orang yang dikehendaki-Nya. Diantara kekuasaan-Nya, mengirimkan angin untuk menggerakkan awan ke negeri yang mati tanahnya, lalu bumi itu menjadi hidup kembali. Maka seperti itu pula pada hari kiamat nanti, 
3. Allah  menghidupkan manusia yang sudah mati. Sebab itu, carilah kemuliaan itu dari Allah. Allah menerima perkataan dan amal saleh. Mereka yang berbuat makar atas agama-Nya, bagi mereka azab yang keras, sedangkan makar mereka akan sia-sia. Karena Allah yang menciptakan manusia dari tanah, kemudian sperma, kemudian berpasang-pasangan. Kelahiran, ditambah atau dikuranginya umur adalah sesuai ilmu-Nya. Bagi Allah mudah saja.  

Senin, 01 Desember 2025

Kezaliman Terhadap Hak Allah | @KitabulSalaf

One Day One Hadits (332)
------------------------------------------
بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ

Kezaliman Terhadap Hak Allah

َ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ ابن مسعود رضي اللَّه عنه قَالَ سَأَلْتُ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَيُّ الذَّنْبِ أَعْظَمُ عِنْدَ اللَّهِ قَالَ أَنْ تَجْعَلَ لِلَّهِ نِدًّا وَهُوَ خَلَقَكَ قُلْتُ إِنَّ ذَلِكَ لَعَظِيمٌ قُلْتُ ثُمَّ أَيُّ قَالَ وَأَنْ تَقْتُلَ وَلَدَكَ تَخَافُ أَنْ يَطْعَمَ مَعَكَ قُلْتُ ثُمَّ أَيُّ قَالَ أَنْ تُزَانِيَ حَلِيلَةَ جَارِكَ 

Dari 'Abdullah Ibnu Mas'ud radhiyallahu anhu dia berkata; Aku bertanya kepada Nabi shallallahu 'alaihi wasallam; 'Dosa apakah yang paling besar di sisi Allah? Beliau menjawab; 'Bila kamu menyekutukan Allah, padahal dialah yang menciptakanmu. Aku berkata; tentu itu sungguh besar.' Aku bertanya lagi; 'Kemudian apa? Beliau menjawab; 'Apabila kami membunuh anakmu karena takut membuat kelaparan.' Aku bertanya lagi; 'kemudian apa? ' beliau menjawab; 'Berzina dengan istri tetanggamu.'[Hr Bukhori] 

Pelajaran yang terdapat di dalam hadist :

1. Syaikh Muhammad bin Shalih Al Utsaimin menjelaskan: “Zalim ada dua macam: pertama, kezaliman terkait dengan hak Allah ‘Azza wa Jalla, kedua, kezaliman terkait dengan hak hamba.

2. Kezaliman terhadap hak Allah. 
Kezaliman yang terbesar yang terkait dengan hak Allah adalah kesyirikan.

3. Syirik merupakan dosa paling besar disisi Allah dan tidak akan diampuni. Karena syirik merupakan perbuatan yang melanggar hak Allah.sedangkan hak Allah yang wajib dipenuhi oleh setiap hamba adalah tidak berbuat syirik kepada-Nya.

4. Syirik disebut kezoliman karena syirik merupakan perbuatan yang menempatkan sesuatu perkara atau ibadah tidak pada tempatnya dan memberikannya kepada yang tidak berhak menerimanya. Oleh karena itu siapa yang menyekutukan Allah maka ia telah tersesat sejauh-jauhnya.

Tema hadist yang berkaitan dengan Al qur'an :

1. Kezhaliman yang paling besar adalah syirik kepada Allah. 

وَإِذْ قَالَ لُقْمَانُ لِابْنِهِ وَهُوَ يَعِظُهُ يَا بُنَيَّ لَا تُشْرِكْ بِاللَّهِ إِنَّ الشِّرْكَ لَظُلْمٌ عَظِيمٌ

Artinya: “Dan ketika Luqman berkata kepada anaknya, wahai anakku janganlah kamu mempersekutukan (syirik) kepada Allah dan sesungguhnya syirik itu merupakan kezaliman yang paling besar.” (Terj. Luqman: 13)

2. Syirik Akbar (besar) adalah beribadah kepada selain Allah, seperti berdo’a kepada selain Allah, meminta berkah (keberuntungan, syafa’at, perlindungan dan lain-lain) kepada orang yang mati atau masih hidup tapi tidak berada di tempat orang yang meminta (tidak ada di dekatnya).

وَاعْبُدُوا اللَّهَ وَلَا تُشْرِكُوا بِهِ شَيْئًا 

“Beribadahlah kepada Allah dan jangan kamu sekutukan Dia dengan sesuatu apapun.” (Terj. An-Nisa’: 36)

3. Syirik itu bercokol pada umat sekarang.

وَمَا يُؤْمِنُ أَكْثَرُهُمْ بِاللَّهِ إِلا وَهُمْ مُشْرِكُونَ

Artinya: “Dan kebanyakan dari mereka tidak beriman kepada Allah, kecuali mereka dalam keadaan berbuat syirik.” (Terj. Yusuf: 106)

4. Syirik merupakan dosa paling besar disisi Allah dan tidak akan diampuni. Karena syirik merupakan perbuatan yang melanggar hak Allah.sedangkan hak Allah yang wajib dipenuhi oleh setiap hamba adalah tidak berbuat syirik kepada-Nya. 

إِنَّ اللَّهَ لَا يَغْفِرُ أَنْ يُشْرَكَ بِهِ وَيَغْفِرُ مَا دُونَ ذَلِكَ لِمَنْ يَشَاءُ وَمَنْ يُشْرِكْ بِاللَّهِ فَقَدْ ضَلَّ ضَلَالًا بَعِيدًا 

Sesungguhnya Allah tidak mengampuni dosa mempersekutukan (sesuatu) dengan Dia, dan dia mengampuni dosa yang selain syirik bagi siapa yang dikehendaki-Nya. barangsiapa yang mempersekutukan (sesuatu) dengan Allah, Maka Sesungguhnya ia Telah tersesat sejauh-jauhnya. ( Q.S An Nisa: 116)