بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيم

Sabtu, 28 Maret 2026

Tadabbur Al-Quran Hal. 453 | @KitabulSalaf

Tadabbur Al-Quran Hal. 453 | @KitabulSalaf
----------------------------------------------
بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ

- Al Qur'an Indonesia Tajwid.

- Sad ayat 5 :

اَجَعَلَ الْاٰلِهَةَ اِلٰهًا وَّاحِدًا ۖاِنَّ هٰذَا لَشَيْءٌ عُجَابٌ

Apakah dia menjadikan tuhan-tuhan itu Tuhan yang satu saja? Sungguh, ini benar-benar sesuatu yang sangat mengherankan.

- Asbabun Nuzul Sad ayat 5 :

Diriwayatkan oleh Ahmad, Tirmidzi, Nasai dan Hakim yang bersumber dari Ibnu Abbas, bahwa ketika Abu Thalib sakit datanglah kaum Quraisy mengadukan tentang ajakan Rasulullah. Pada waktu itu Rasulullah datang menengoknya. Abu Thalib berkata kepada Nabi Saw. : "Apakah yang engkau inginkan dari kaummu, hai keponakanku?" Rasulullah Saw, menjawab: "Aku ingin agar mereka itu mengucapkan satu kaliamt yang menyebabkan mereka beragama, sedang orang-orang yang keras hati harus membayar jizyah". Apakah kalimat itu?" Sabda Nabi Saw. : "La ilaha illallah". Kaum Quriasy berkata: "Sangat aneh tuhan hanya satu". Berkenaan dengan peristiwa ini turunlah ayat tersebut sebagai ancaman siksa terhadap orang-orang yang menolaki. Menurut Hakim riwayat ini shahih.

- Tafsir Al Muyassar Sad ayat 5 :

Mana mungkin llah-llah yang sangat banyak itu dijadikan hanya satu saja? Sesungguhnya apa yang dia bawa dan apa yang dia serukan adalah sesuatu yang aneh.

- Riyāduş şālihin :

Dari Abu Abdullah Tariq bin Asyyam Ra., ia berkata, "Saya mendengar Rasulullah Saw. bersabda, Barangsiapa mengucapkan Lã llāha Illallāh (tiada Tuhan selain Allah), dan mengingkari sesuatu yang disembah selain Allah, maka harta dan darahnya haram (untuk diganggu), sedangkan hisabannya terserah kepada Alah." (HR Muslim). Maksud hisabannya ialah apakah dia mengucapkannya secara jujur ataukah berdusta, maka hisabannya terserah kepada Allah. (Faisal bin Abdul Aziz Ali Mubārak, Tatrizu Riyādis Sālihina, Juz 1, t.t.: 279).

Hadis Qudsi :

Abu Sa'id dan Abu Hurairah bersaksi bahwa Rasulullah Saw. pernah bersabda, "Barangsiapa mengucapkan Lã lläha llallähu wallāhu Akbar (tidak ada Tuhan selain Allah, dan Allah Mahabesar), maka Tuhannya akan membenarkannya dan berfirman, Tidak ada Tuhan selain Aku dan Aku Mahabesar. Apabila orang tersebut mengucapkan, 'Lã Ilāha lallāhu wahdah (tidak ada Tuhan selain Allah Yang Maha Esa)," maka Allah berfirman, Tidak ada Tuhan selain Aku Yang Maha Esa. Apabila ia mengucapkan, Lā llāha llallāhu wahdahu Lã Syarikalah (tidak ada tuhan selain Allah Yang Maha Esa lagi tidak bersekutu, maka Allah berfirman, Tidak ada Tuhan selain Aku Yang Maha Esa lagi tidak bersekutu.) Apabila ia mengucapkan, Lã llãha lllallāhu lahul Mulku wa lahul Hamdu (tidak ada tuhan selain Allah, milik-Nya seluruh kerajaan dan bagi-Nya segala pujian), maka Allah berfirman, Tidak ada Tuhan selain Aku, milik-Ku seluruh kerajaan dan bagi-Ku segala pujian." Apabila ia mengucapkan, Lã llāha lMallāhu wa Lã
Hawla wa Lã Quwwata illā billäh (Tidak ada Tuhan selain Allah, dan tidak ada daya dan kekuatan kecuali dengan izin Allah), maka Allah berfirman, Tidak ada Tuhan selain Aku, dan tidak ada daya dan kekuatan kecuali dengan izin-Ku. Beliau berkata, Barangsiapa mengucapkannya ketika sedang sakit, kemudian ia meninggal, maka neraka tidak akan memakannya." (HR At-Tirmiži, dan dia berkata, Ini hadis Hasan.") (At-Tirmizi, Sunan At-Tirmiži, Juz 5, No. Hadiš 3430 1397 H/1977 M: 492).

- Hadis Nabawi :

Dari lbnu Abbas, ia berkata, Rasulullah Saw. bersabda, "Wahai pamanku, aku hanya menginginkan dari mereka satu kalimat saja, yang dengannya orang-orang Arab beragamna dan dengannya orang-orang asing mengeluarkan upeti pada mereka. Mereka berkata, Kalimat apakah itu?" Beliau bersabda, Lā ilāha llallāh (tidak ada sesembahan yang berhak diibadahi selain Allah). Maka orang-orang Quraisy berdiri dan melepas baju mereka seraya berkata, <Mengapa ia menjadikan tuhan-tuhan itu tuhan yang satu saja? Sesungguh-nya ini benar-benar satu hal yang sangat mengherankan. (QS Şād, 38: 5). Kemudian beliau membaca sampai ayat ..Mereka belum merasakan siksa. (QS sād, 38: 8). (HR Ahmad). (Ahmad bin Hanbal, Musnadul Imāmi Ahmadabni Hanbalin, Jilid 5, No. Hadis, 3419, 1420 H/1999 M: 393-394).

- HADIS NIAGA QS sād, 38: 2 :

Bermuamalah dengan Orang Kafir

Dari Urwah bin Zubair bahwa Aisyah , istri Rasululah berkata, "Amir bin Fuhairah, mantan budak Abu Bakar, menggembalakan kambing untuk diperah susunya dan diberikan kepada keduanya (Rasulullah dan Abu Bakar ) sesaat setelah berlalu waktu isya. Maka dari itu, beliau berdua dapat bermalam dengan tenang karena telah mendapat susu segar (susu kambing perahan Amir bin Fuhairah). Lalu, Amir bin Fuhairah menggiring kambing-kambing tersebut untuk digembalakan saat menjelang pagi. Dia melakukan ini pada setiap malam selama tiga malam persembunyian itu (pada peristiwa hijrah). Kemudian, Rasulullah dan Abu Bakar mengupah seseorang dari suku Bani Dil (suku keturunan Bani Abdu Adi) sebagai pemandu jalan. Orang itu telah ikut bersumpah dengan keluarga Al-Ash bin Wa'il As-Sahmi. Dia adalah seorang yang beragama dengan agamanya orang-orang kafir Quraisy." (HR Bukhari, 3905)

- AMAL NIAGA :

1. Dalam melakukan aktivitas jual-beli dan praktik muamalah, Anda diperbolehkan berhubungan dengan orang kafir. Hal ini pernah dicontohkan Rasulullah ketika memberi upah kepada seorang kafir saat menjadi penunjuk jalan bagi beliau dan Abu Bakar te pada peristiwa hijrah ke Madinah. Contoh lainnya, saat Rasulullah membeli seekor kambing dari seorang lelaki musyrik.

- Tadabbur Surah Shad Ayat 1-16 :

Ayat 1 surat Shad ini menjelaskan Allah bersumpah atas nama Al-Qur’an yang memuat peringatan terhadap orang-orang yang menolak isinya untuk dijadikan pedoman hidup di dunia. Sedangkan Ayat 2-16 menjelaskan : 
1. Alasan-alasan kaum kafir Quraisy menolak Al-Qur’an seperti, kesombongan, persaingan,  menuduh Rasul saw. penyihir, pembohong, tidak bisa menerima konsep tauhid, fanatik buta pada peninggalan nenek moyang (konsep  syirik), tidak pernah mendengar konsep Tauhid dalam agama Nasrani, menuduh Rasul saw. melakukan rakayasa, mengapa Muhammad yang menerima wahyu dan kenapa bukan tokoh kota Mekah atau Thaif? 
2. Kaum kafir itu tidak memiliki kunci-kunci rahmat Allah, tidak memiliki langit, bumi dan apa saja di antara keduanya sehingga mereka  memahami rahasia-rahasia Allah. Mereka sebenarnya sedang menunggu kehancuran. 
3. Sebelumnya, kaum Nuh, ‘Ad, Fir’aun, Tsamud, kaum Luth dan Aikah (Madyan) Allah hancurkan karena menolak ajaran para Rasul Allah.