بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيم

Rabu, 12 Oktober 2022

Keutamaan Puasa Senin Kamis

One Day One Hadits (214)
------------------------------------------
بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ

Keutamaan Puasa Senin Kamis

عن عائشة رضي اللَّه عنها قالت، 
كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَتَحَرَّى صَوْمَ الِاثْنَيْنِ وَالخَمِيسِ

 
Dari Aisyah radhiyallahu ‘anha menceritakan, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam biasa melakukan puasa di hari senin dan kamis. (HR. Turmudzi 745 dan dishahihkan Al-Albani).

Pelajaran yang terdapat di dalam hadist:

1. Puasa senin kamis, termasuk puasa sunah yang menjadi kebiasaan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam.

2. Inilah yang menjadi alasan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam merutinkan puasa senin dan kamis. Beliau ingin, ketika amal beliau dilaporkan, beliau dalam kondisi puasa.

 عن أسامه بن زيد رضي اللَّه عنه قال، قال رسول اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ،:
إِنَّ أَعْمَالَ الْعِبَادِ تُعْرَضُ يَوْمَ الِاثْنَيْنِ وَيَوْمَ الْخَمِيسِ

 Dari Usamah bin Zaid radhiyallahu ‘anhuma, beliau menceritakan bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :
“Sesungguhnya amal para hamba dilaporkan (kepada Allah) setiap senin dan kamis.” (HR. Abu Daud 2436 dan dishahihkan Al-Albani).

3. Selain itu, di hari Senin Kamis juga pintu surga akan dibuka.

تُفْتَحُ أَبْوَابُ الْجَنَّةِ يَوْمَ الاِثْنَيْنِ وَيَوْمَ الْخَمِيسِ فَيُغْفَرُ لِكُلِّ عَبْدٍ لاَ يُشْرِكُ بِاللَّهِ شَيْئًا إِلاَّ رَجُلاً كَانَتْ بَيْنَهُ وَبَيْنَ أَخِيهِ شَحْنَاءُ

“Pintu-pintu surga dibuka pada hari Senin dan Kamis. Maka semua hamba yang tidak menyekutukan Allah dengan sesuatu diampuni kecuali seseorang yang antara dirinya dengan saudaranya terdapat permusuhan.” (HR. Muslim)

4. Para ulama menegaskan, puasa di dua hari ini bukan satu kesatuan. Artinya, orang boleh puasa senin saja atau kamis saja. Karena tidak ada perintah dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam  bahwa dua hari itu harus dipasangkan, demikian pula tidak ada larangan dari beliau untuk puasa senin saja atau kamis saja.

5. Ternyata dengan puasa senin kamis dilihat dari dimensi duniawi bisa memperkokoh aljihazul mana'i(ketahanan tubuh) dari penyakit, virus-virus termasuk CORONA. baca peneliti dari Jepang dibawah ini, 
Riset lapar (puasa) membuahkan nobel utk peneliti Jepang.
==============

AUTOPHAGI

Ketika tubuh seseorang lapar, tubuh seseorang akan memakan dirinya sendiri atau membersihkan dirinya sendiri!!!..

Ilmuwan telah menemukan bahwa ketika seseorang lapar(PUASA) dalam jangka waktu tidak kurang dari 8 jam dan tidak lebih dari 16 jam, menghasilkan protein khusus yang disebut autophagisom diseluruh bagian tubuh, dan mereka lebih mirip sapu raksasa yang mengumpulkan sel-sel mati,kanker dan penyakit lainnya lalu menganalisa dan memakan bagian yang tidak sehat tersebut.
Studi tersebut menyarankan seseorang menjalani praktek melaparkan diri (PUASA) dua atau tiga kali dalam seminggu.

Penelitian ini telah memenangkan penghargaan NOBEL KEDOKTERAN kepada dokter jepang "yoshinori ohsumi" atas riset yang ia namakan AUTOPHAGI.

6. Alhamdulillah beruntunglah kita sebagai umat islam karena agama telah mengatur perihal puasa sebelum riset modern menemukan manfaat yang luar biasa buat tubuh orang yang bepuasa.

Dari Abu Hurairah, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :
“Setiap amalan kebaikan yang dilakukan oleh manusia akan dilipatgandakan dengan sepuluh kebaikan yang semisal hingga tujuh ratus kali lipat. Allah Ta’ala berfirman (yang artinya), “Kecuali amalan puasa. Amalan puasa tersebut adalah untuk-Ku. Aku sendiri yang akan membalasnya. Disebabkan dia telah meninggalkan syahwat dan makanan karena-Ku. Bagi orang yang berpuasa akan mendapatkan dua kebahagiaan yaitu kebahagiaan ketika dia berbuka dan kebahagiaan ketika berjumpa dengan Rabbnya. Sungguh bau mulut orang yang berpuasa lebih harum di sisi Allah daripada bau minyak kasturi.” (HR. Muslim no. 1151)

Tema hadist yang berkaitan dengan Al qur'an :

- Puasa mengandung hikmah menyucikan tubuh dan mempersempit jalan-jalan setan.

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ

Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kalian berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kalian agar kalian bertakwa. (Al-Baqarah: 183)

Tadabbur Al-Quran Hal. 250

Tadabbur Al-Quran Hal. 250
----------------------------------------------
بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ

- Al Qur'an Indonesia Tajwid

- Ar-Ra'd ayat 8 :

اَللّٰهُ يَعْلَمُ مَا تَحْمِلُ كُلُّ اُنْثٰى وَمَا تَغِيْضُ الْاَرْحَامُ وَمَا تَزْدَادُ ۗوَكُلُّ شَيْءٍ عِنْدَهٗ بِمِقْدَارٍ

Allah mengetahui apa yang dikandung oleh setiap perempuan, apa yang kurang sempurna dan apa yang bertambah dalam rahim. Dan segala sesuatu ada ukuran di sisi-Nya.

- Asbabun Nuzul  Ar-Ra'd ayat 8 :

At-thabrani dan lainnya meriawayatkan dari ibnu abbas bahwa Arbadh bin Qais dan Amir bin thufail datng ke madinah menemui Rasulullah. Lalu amir bekata, 'Hai Muhammad, apa yang kamu berikan kepadaku kalau akau masuk Islam? Beliau menjawab,'kamu mendapat hak seperti hak yang yang dimiliki kaum muslimin dan kamu juga memikul kewajiban seperti mereka'. Ia berkata lagi, " apakah engkau akan menyerahkan kepemimpinan kepadaku setelah engkau wafat? Nabi menjawab, "hal itu bukan menjadi hakmu dan kamummu'. Akhirnya kedua orang itu pergi. Kemudian amir berkata kepad arbad,"aku akan menarik perhatian Muhammad dengan perbincangan , lalu tikamlah dia dengan pedang.' Mereka pun kembali. Amir berkata,"Hai Muhammad, kemarilah! Mari kita bicara". Beliau bangkit lalu berbicara dengannya, sementara arbad mulai menghunus pedangnya. Tapi baru saja dia meletakkan tangannya di gagang pedang, rasulullah menoleh sehingga melihatnya. Kemudian beliau meninggalkan mereka berdua. Akhirnya keduanya pergi hingga ketika mereka berada di ar-raqm, Allah mengirimkan petir yang menewaskan Arbad, lalu allah menurunkan ayat ini.

Senin, 10 Oktober 2022

Tujuh Tanda Hati Sudah Mati

Tematik (102)
---------------------
بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ

Tujuh Tanda Hati Sudah Mati

1. Berani Meninggalkan Sholat.

Sholat lima waktu wajib dilakukan sepanjang hayat dan sengaja meninggalkan satu sholat sahaja pun maka dosanya sangat besar dan bergelar ia dengan nama fasiq. Orang yang tidak sholat akan diazab di dalam kubur, di padang mahsyar dan di dalam neraka. Orang yang telah mati hatinya tidak merasa bimbang sedikit pun dengan azab yang sedang menunggunya.

2. Merasa Tenang Walupun Setiap Hari Melakukan Dosa

Firman Allah :

كَلاَّ بَلْ رَانَ عَلَى قُلُوْبِهِمْ مَا كَانُوْا يَكْسِبُوْنَ

Artinya: “Sekali-kali tidak (demikian), sebenarnya segala dosa yang selalu mereka lakukan telah menutup hati mereka.” (Q.S Al-Muthaffifin : 14)

3. Jauh Dari Al-Qur'an

Tidak ada masa dalam hidupnya untuk membuka Qur'an, membaca dan memerhatikan maknanya. Sepanjang masa sibuk dengan perkara lain yang dianggap lebih baik dari membuang masa membaca dan memerhatikan makna Al-Qur'an.

Firman Allah :

أَفَلَا يَتَدَبَّرُونَ الْقُرْآنَ أَمْ عَلَى قُلُوبٍ أَقْفَالُهَا

Artinya: “Maka kenapakah mereka tidak mau memerhatikan Al-Qur'an bahkan hati mereka sebenarnya telah terkunci.” (Q.S Muhammad : 24)

4. Tidak Ada Masa Memikirkan Perkara Agama

Firman Allah :

أُولَئِكَ الَّذِينَ طَبَعَ اللَّهُ عَلَى قُلُوبِهِمْ وَسَمْعِهِمْ وَأَبْصَارِهِمْ وَأُولَئِكَ هُمُ الْغَافِلُونَ

Artinya: "Mereka itulah orang-orang yang hati mereka, telinga mereka dan mata mereka telah dikunci oleh Allah dan mereka itulah orang-orang yang lalai” (Q.S An-Nahl : 108)

5. Hidupnya Hanyalah Membuat Sangkaan Buruk Kepada Orang Dan Mencari Salah Orang

Firman Allah :

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اجْتَنِبُوا كَثِيرًا مِنَ الظَّنِّ إِنَّ بَعْضَ الظَّنِّ إِثْمٌ وَلا تَجَسَّسُوا

Artinya : “Wahai orang-orang yang beriman. Tinggalkan perangai suka sangka buruk kerana sangka buruk itu adalah dosa dan jangan kamu mencari-cari salah orang lain.” (Q.S Al-Hujuraat : 12)

6. Tidak Suka Mendengar Nasihat

Firman Allah :

وَلَقَدْ ذَرَأْنَا لِجَهَنَّمَ كَثِيرًا مِنَ الْجِنِّ وَالإنْسِ لَهُمْ قُلُوبٌ لا يَفْقَهُونَ بِهَا وَلَهُمْ أَعْيُنٌ لا يُبْصِرُونَ بِهَا وَلَهُمْ آذَانٌ لا يَسْمَعُونَ بِهَا أُولَئِكَ كَالأنْعَامِ بَلْ هُمْ أَضَلُّ أُولَئِكَ هُمُ الْغَافِلُونَ (١٧٩

Artinya: “ Dan sungguhnya akan Kami isikan dalam neraka Jahanam ramai dari kalangan jin dan manusia. Mereka memiliki hati, tetapi tidak dipergunakannya untuk memahami (ayat-ayat Allah) dan mereka memiliki mata (tetapi) tidak dipergunakannya untuk melihat (tanda-tanda kekuasaan Allah), dan mereka mempunyai telinga (tetapi) tidak dipergunakannya untuk mendengar (ayat-ayat Allah). Mereka seperti binatang bahkan lebih sesat lagi. Mereka itulah orang-orang yang lalai dari mendengar kebenaran.” (Q.S Al-A’raf : 179)

7.Tidak Takut Dengan Mati dan Azab Kubur

Firman Allah :
وَلَوْ تَرَىٰ إِذِ الْمُجْرِمُونَ نَاكِسُو رُءُوسِهِمْ عِنْدَ رَبِّهِمْ رَبَّنَا أَبْصَرْنَا وَسَمِعْنَا فَارْجِعْنَا نَعْمَلْ صَالِحًا إِنَّا مُوقِنُونَ

Artinya: "Dan (alangkah ngerinya), jika sekiranya kamu melihat ketika orang-orang berdosa itu menundukkan kepalanya di hadapan Tuhannya (mereka berkata), “Wahai Tuhan kami, kami telah melihat dan mendengar, maka kembalikanlah kami ke dunia. Kami akan mengerjakan amal solih. Sesungguhnya kami adalah orang-orang yakin (tetapi mereka sudah terlambat)." (Q.S As-Sajadah : 12)

Minggu, 09 Oktober 2022

Tadabbur Al-Quran Hal. 249

Tadabbur Al-Quran Hal. 249
----------------------------------------------
بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ

- Al Qur'an Indonesia Tajwid.

- Ar-Ra'd ayat 2 :

اَللّٰهُ الَّذِيْ رَفَعَ السَّمٰوٰتِ بِغَيْرِ عَمَدٍ تَرَوْنَهَا ثُمَّ اسْتَوٰى عَلَى الْعَرْشِ وَسَخَّرَ الشَّمْسَ وَالْقَمَرَۗ  كُلٌّ يَّجْرِيْ لِاَجَلٍ مُّسَمًّىۗ يُدَبِّرُ الْاَمْرَ يُفَصِّلُ الْاٰيٰتِ لَعَلَّكُمْ بِلِقَاۤءِ رَبِّكُمْ تُوْقِنُوْنَ

Allah yang meninggikan langit tanpa tiang (sebagaimana) yang kamu lihat, kemudian Dia bersemayam di atas ‘Arsy. Dia menundukkan matahari dan bulan; masing-masing beredar menurut waktu yang telah ditentukan. Dia mengatur urusan (makhluk-Nya), dan menjelaskan tanda-tanda (kebesaran-Nya), agar kamu yakin akan pertemuan dengan Tuhanmu.

- Tafsir Al Muyassar Ar-Ra'd ayat 2 :

Turunnya Al Qur'an, penjelasan hukum-hukumnya, dan perinciannya, serta kesempurnaannya itu agar kalian
semua tidak menyembah kecuali hanya kepada Allah yang tidak ada sekutu bagi-Nya. Sesungguhnya aku
(Muhammad) hanyalah pemberi peringatan dari Allah untuk kalian akan siksa-Nya dan pemberi kabar gembira
akan pahala-Nya.

- Mu'jam Ar-Ra'd ayat 2 :

عَمَدٍ

Amida: Al-Amdu berarti bermaksud melakukan sesuatu dan menjadikannya sebagai sandaran. Dan Al-Tmäd ialah sesuatu yang dijadikan sandaran, firman Allah, yang mem
punyai bangunan-bangunan yang tinggi. (OS Al-Faj, 89: 7), yaitu mereka bersandar kepadanya. Adapun Al-Amüd ialah kayu yang dijadikan sandaran bagi kemah. Firman Allah, sedang mereka itu) dikat pada tiang-tiang yang panjang. (Q5 Al-Humazah,104: 9). Demikian juga Apa yang dibawa oleh manusia untuk dijadikan sebagai alat sandaran, apakah itu besi ataupun kayu. (Ar
Rägib Al-Asfahäni, Mujam Mufradäti Alfazi Al-Qur'ani, 1431 H/2010 M: 261).

Sabtu, 08 Oktober 2022

Kedzoliman Kegelapan Pada Hari Qiamat

One Day One Hadits (213)
------------------------------------------
بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ

Kedzoliman Kegelapan Pada Hari Qiamat

عن جابر رضي الله عنه: أن رَسُول الله صلى الله عليه وسلم قَالَ: ((اتَّقُوا الظُّلْمَ؛ فَإنَّ الظُّلْمَ ظُلُمَاتٌ يَوْمَ القِيَامَةِ. وَاتَّقُوا الشُّحَّ؛ فَإِنَّ الشُّحَّ أهْلَكَ مَنْ كَانَ قَبْلَكُمْ. حَمَلَهُمْ عَلَى أنْ سَفَكُوا دِمَاءهُمْ، وَاسْتَحَلُّوا مَحَارِمَهُمْ)). رواه مسلم. 

Dari Jabir r.a. bahawasanya Rasulullah s.a.w. bersabda: "Takutlah engkau semua - hindarkanlah dirimu semua - akan perbuatan menganiaya, sebab menganiaya itu akan merupakan berbagai kegelapan pada hari kiamat. Juga takutlah - hindarkanlah dirimu semua - akan sifat kikir, sebab kikir itu menyebabkan rosak binasanya ummat yang sebelummu semua. Itulah yang menyebabkan mereka sampai suka mengalirkan darah sesamanya dan pula menyebabkan mereka menghalalkan apa-apa yang diharamkan pada diri mereka. [Riwayat Muslim] 

Pelajaran yang terdapat di dalam hadist:

1. Bagi seorang muslim yang baik, misi hidupnya hanya satu, berbuat kebaikan sebanyak mungkin selama menjalani kehidupan di dunia fana ini. Tak lebih.

2. Namun, bagi mereka yang tujuan hidupnya bukan mengarah pada ibadah seperti yang diajarkan Nabi Shallallahu alaihi wasallam, bisa jadi visinya sebatas meraih kesenangan sesaat.

3. Orang pertama, untuk meraih impiannya, dia akan menggunakan jalur lurus sesuai aturan dari Allah dan Nabinya. Karena itu orang-orang beriman ini lebih mengutamakan jalan kemaslahatan (kemanfaatan) dibanding kemudaratan. Mereka menghindari cara-cara dzalim untuk mendapatkan apa yang menjadi harapannya misal dalam mencari kedudukan, jabatan, popularitas, harta banyak.

4. Sementara, orang-orang yang jauh dari Allah dan Nabinya, jalur hidup yang ditempuh bukan cara-cara yang baik. Tak sedikit mereka menggunakan cara dzalim untuk mewujudkan apa yang menjadi target hidupnya. Mereka ini tak mengenal cara halal dan haram. Yang hanya satu cara: halal, haram, hantam.

5. Jauh sebelum dunia ini ramai dihuni oleh orang-orang yang dzalim, maka jauh hari juga Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam sudah mengingatkan umatnya  terutama mereka yang beriman tentang bahayanya sifat dzalim ini.

6. Hadist di atas menegaskan bahwa kedzaliman itu adalah kegelapan pada hari kiamat. Para pelakunya dihukum sesuai dengan kadar kedzalimannya.

7. Allah Subhanahu Wa Ta’ala mengharamkan perbuatan dzalim atas para hamba-Nya serta melarang mereka saling mendzalimi, karena kedzaliman itu sendiri adalah haram secara mutlak.

8. Dalam sebuah hadis qudsi Allah  Azza wa Jalla berfirman yang artinya, “Wahai para hamba-Ku! Sesungguhnya Aku mengharamkan kedzaliman atas diri-Ku, dan Aku menjadikannya haram di antara kalian, maka janganlah kalian saling mendzalimi!” (HR. Muslim No. 2577, At-Tirmidzi No. 2495 ) dan Ibnu Majah No. 4257).

9. Imam Al-Maraghi menjelaskan, “Dzalim adalah perbuatan yang menyimpang dari jalan yang wajib ditempuh untuk mencari kebenaran. Sementara itu dalam Mu’jam dikatakan bahwa yang dimaksud dengan dzalim adalah perbuatan yang melampaui batas atau meletakkan sesuatu tidak pada tempatnya.”

Tema hadist yang berkaitan dengan Al qur'an :

1. Allah pun telah mengisyaratkan “Apakah sama antara kegelapan dan terang?” Pasti sangatlah berbeda. Sebagaimana firman-Nya :

قُلْ مَن رَّبُّ ٱلسَّمَـٰوَٰتِ وَٱلْأَرْضِ قُلِ ٱللَّهُ ۚ قُلْ أَفَٱتَّخَذْتُم مِّن دُونِهِۦٓ أَوْلِيَآءَ لَا يَمْلِكُونَ لِأَنفُسِهِمْ نَفْعًۭا وَلَا ضَرًّۭا ۚ قُلْ هَلْ يَسْتَوِى ٱلْأَعْمَىٰ وَٱلْبَصِيرُ أَمْ هَلْ تَسْتَوِى ٱلظُّلُمَـٰتُ وَٱلنُّورُ ۗ أَمْ جَعَلُوا۟ لِلَّهِ شُرَكَآءَ خَلَقُوا۟ كَخَلْقِهِۦ فَتَشَـٰبَهَ ٱلْخَلْقُ عَلَيْهِمْ ۚ قُلِ ٱللَّهُ خَـٰلِقُ كُلِّ شَىْءٍۢ وَهُوَ ٱلْوَٰحِدُ ٱلْقَهَّـٰرُ

Artinya: Katakanlah: “Siapakah Tuhan langit dan bumi?” Jawabnya: “Allah”. Katakanlah: “Maka patutkah kamu mengambil pelindung-pelindungmu dari selain Allah, padahal mereka tidak menguasai kemanfaatan dan tidak (pula) kemudharatan bagi diri mereka sendiri?”. Katakanlah: “Adakah sama orang buta dan yang dapat melihat, atau samakah gelap gulita dan terang benderang; apakah mereka menjadikan beberapa sekutu bagi Allah yang dapat menciptakan seperti ciptaan-Nya sehingga kedua ciptaan itu serupa menurut pandangan mereka?” Katakanlah: “Allah adalah Pencipta segala sesuatu dan Dialah Tuhan Yang Maha Esa lagi Maha Perkasa”. (QS Ar-Ra’d ([13] : 16).

2. Kata kegelapan bermakna seseorang tidak bisa melihat, atau buta, seperti disebutkan di dalam ayat:

وَمَنۡ أَعۡرَضَ عَن ذِكۡرِي فَإِنَّ لَهُۥ مَعِيشَةٗ ضَنكٗا وَنَحۡشُرُهُۥ يَوۡمَ ٱلۡقِيَٰمَةِ أَعۡمَىٰ * قَالَ رَبِّ لِمَ حَشَرۡتَنِيٓ أَعۡمَىٰ وَقَدۡ كُنتُ بَصِيرٗا

Artiya: “Dan barangsiapa berpaling dari peringatan-Ku, maka sesungguhnya baginya penghidupan yang sempit, dan Kami akan menghimpunkannya pada hari kiamat dalam keadaan buta” Berkatalah ia: “Ya Tuhanku, mengapa Engkau menghimpunkan aku dalam keadaan buta, padahal aku dahulunya adalah seorang yang melihat?” (QS. Thaha [20]: 124-125).

3. Orang-orang yang zalim karena mempersekutukan Allah seorang kerabat pun dari kalangan mereka yang dapat memberi manfaat bagi mereka, tiada pula pemberi syafaat pun yang dapat diterima syafaatnya, bahkan semua penyebab kebaikan telah terputus dari mereka.

مَا لِلظَّالِمِينَ مِنْ حَمِيمٍ وَلا شَفِيعٍ يُطَاعُ

Orang-orang yang zalim tidak mempunyai teman setia seorang pun dan tidak (pula) mempunyai seorang pemberi syafaat yang diterima syafaatnya.[Ghofir:18].

Kamis, 06 Oktober 2022

Tadabbur Al-Quran Hal. 248

Tadabbur Al-Quran Hal. 248
----------------------------------------------
بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ

- Al Qur'an Indonesia Tajwid.

- Yusuf ayat 108 :

قُلْ هٰذِهٖ سَبِيْلِيْٓ اَدْعُوْٓا اِلَى اللّٰهِ ۗعَلٰى بَصِيْرَةٍ اَنَا۠ وَمَنِ اتَّبَعَنِيْ ۗوَسُبْحٰنَ اللّٰهِ وَمَآ اَنَا۠ مِنَ الْمُشْرِكِيْنَ

Katakanlah (Muhammad), “Inilah jalanku, aku dan orang-orang yang mengikutiku mengajak (kamu) kepada Allah dengan yakin, Mahasuci Allah, dan aku tidak termasuk orang-orang musyrik.”

- Tafsir Al Muyassar

Katakanlah kepada mereka (wahai Rasul), "Inilah jalanku, aku mengajak beribadah kepada Allah semata dengan hujah (bukti nyata) dari Allah dan keyakinan. Yaitu, aku dan orang-orang yang mengikuti aku. Aku mensucikan Allah dari segala sesuatu, dan aku bukan termasuk orang-orang yang mempersekutukan Allah dengan
selain-Nya"

- Mu'jam Qs Yusuf, 12: 108 :

/ اَدْعُوْٓا

Da'a: Ad-Du'a' itu seperti An-Nida (seruan) Kalau Nida cukup hanya dengan mengucapkan Ya atau Ayyā, tanpa harus menyebutkan nama. Sedangkan Du'a hampir tidak akan
diucapkan kecuali disertai dengan nama, seperti Ya Fulän. Namun terkadang keduanya berganti posisi dalam penggunaannya sebagaimana pada surah Al-Baqarah, 2: 171.
Adapun dakwah khusus untuk seruan kepada satu penisbatan (ajaran). Asalnya dakwah itu menyeru manusia kepada satu situasi, seperti pertemuan atau perkumpulan. Idli a adalah mengakui sesuatu sebagai miliknya
(Ar-Ragib Al-Aşfahāni, Mujam Mufradati Alfazi Al-Qur äni, 1431 H/2010 M: 129).

Minggu, 02 Oktober 2022

LARANGAN BERBUAT BID'AH

One Day One Hadits (212)
------------------------------------------
بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ

LARANGAN BERBUAT BID'AH

 MATAN HADITS

عَنْ أُمِّ المُؤمِنِينَ أُمِّ عَبْدِ اللَّهِ عَا ءِشَةَ رَضِیَ اللَّهُ عَنْهَا قَالَ رَسُوْلُ اللَّهِ مَنْ أَحْدَثَ فِیْ أَمْرِ نَا هَذَا مَا لَيْسَ مِنْهُ فَهُوَ رَدٌّ وَفِی رَوَايَةٍ لِمُسْلِمٍ مَنْ عَمِلَ عَمَلًا لَيْسَ عَلَيْهُ أَمْرُ نَا فَهُوَ رَدٌّ.

"Dari Ummul Mu'minin, Ummu Abdillah, Aisyah r.a., dia berkata, Rasulullah ﷺ, 'Barangsiapa yang menciptakan hal baru dalam urusan kami ini (yaitu Islam), berupa apa-apa yang bukan darinya, maka itu tertolak.' Dalam riwayat Muslim, 'Barangsiapa yang melakukan perbuatan yang tidak kami perintahkan dalam agama kami maka itu tertolak.'" (HR. Bukhari no. 2697 dan Muslim no. 1718).

MAKNA HADITS

...مَا لَيْسَ مِنْهُ...

"...berupa apa-apa yang bukan darinya..."

Maksudnya adalah : amaliah dan pemikiran yang bukan dari agama lalu di klaim sebagai ajaran agama. Ketahuilah, apa-apa yang dahulu bukan bagian dari agama maka selamanya ia bukanlah agama, dan tidak seorang pun berhak memasukkannya dalam ajaran agama. 

Apa-apa yang dahulu merupakan bagian dari agama maka selamanya ia adalah bagian dari agama, dan tidak seorang pun berhak menghapuskannya dari agama. Umat terdahulu binasa karena mereka telah mengubah ajaran agama dan kitab suci mereka, baik menambah maupun mengurangi. 

Imam Malik bin Anas radhiyallahu anhu mengatakan, "Barangsiapa yang berbuat bid'ah dalam Islam dan dia memandang itu hasanah (baik) maka dia telah menuduh bahwa Muhammad ﷺ telah mengkhianati risalah karena Allah ﷻ telah berfirman (surat al-maidah ayat 3),"...pada hari ini telah Aku sempurnakan agamamu untukmu, telah aku cukupkan nikmat-Ku bagimu dan Aku ridhai Islam sebagai agamamu..."

...فَهُوَ رَدٌّ...

"...maka itu tertolak."

Maksudnya adalah : perbuatan bid'ah itu tidak akan diterima, tidak diberi pahala, bahkan justru itu merupakan dosa dan kesesatan karena ia telah mencemari dan merusak kemurnian agama.

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah mengatakan, "Setiap bid'ah yang tidak ada kewajiban dan Sunnahnya maka itu adalah bid'ah yang jelek dan itu adalah sesat menurut kesepakatan kaum Muslimin. Barangsiapa yang mengatakan bahwa pada sebagian bid'ah ada bid'ah hasanah. Sementara itu, jika perbuatan itu terdapat dalil syar'i, itu adalah sunnah. Adapun apa-apa yang tidak ada Sunnahnya atau kewajibannya, tdak ada satu pun kaum Muslimin yang mengatakan itu adalah kebaikan yang dapat mendekatkan diri kepada Allah ﷻ. Barangsiapa yang mendekatkan diri kepada Allah ﷻ dengan kebaikan yang tidak diperintahkan, baik perkara wajib maupun Sunnah, maka dia sesat dan telah mengikuti setan, serta jalannya adalah jalan setan." 

Sebagaimana yang dikatakan oleh Abdullah bin Mas'ud, "Rasulullah membuat garis kepada kami dengan garis yang lurus. Kemudian, beliau membuat garis bagian kanan dan kirinya. Kemudian beliau bersabda, "Inilah jalan Allah, sedangkan ini adalah jalan-jalan lain yang setiap jalan itu ada setan yang senantiasa mengajak padanya." Kemudian beliau membaca ayat (surat al An'aam ayat 153), "Sungguh inilah jalanku yang lurus maka ikutilah, jangan ikuti jalan-jalan (yang lain) yang mencerai beraikan mu dari jalan-Nya..."?

Diambil dari Judul Buku : Syarah Hadits Arba'in An-Nawawi.