بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيم

Senin, 02 November 2026

Tadabbur Al-Quran Hal. 474 | @KitabulSalaf

Tadabbur Al-Quran Hal. 474 | @KitabulSalaf
----------------------------------------------
بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ

- Al Qur'an Indonesia Tajwid.

- Gafir ayat 66 :

۞ قُلْ اِنِّيْ نُهِيْتُ اَنْ اَعْبُدَ الَّذِيْنَ تَدْعُوْنَ مِنْ دُوْنِ اللّٰهِ لَمَّا جَاۤءَنِيَ الْبَيِّنٰتُ مِنْ رَّبِّيْ وَاُمِرْتُ اَنْ اُسْلِمَ لِرَبِّ الْعٰلَمِيْنَ

Katakanlah (Muhammad), “Sungguh, aku dilarang menyembah sembahan yang kamu sembah selain Allah, setelah datang kepadaku keterangan-keterangan dari Tuhanku; dan aku diperintahkan agar berserah diri kepada Tuhan seluruh alam.”

- Asbabun Nuzul Gafir ayat 66 :

Diriwayatkan oleh Juwaibir yang bersumber dari Ibnu Abbas, bahwa Al-Walid bin Mughirah dan Syaibah bin Rabi'ah berkata: "Hai Muhammad! Urungkan niat ajakanmu, dan peganglah agama nenek moyangmu". Maka turunlah ayat ini (Surat Al-Mukmin: 66) yang melarang menyembah selain kepada Allah Swt.

- Tafsir Al Muyassar Gafir ayat 66 :

Katakanlah (wahai Rasul) kepada orang-orang musyrikin dari kaummu: Sesungguhnya aku dilarang untuk menyembah llah-llah yang kalian sembah selain Allah,manakala ayat-ayat yang jelas telah datang kepadaku dari sisi Rabb-ku. Dan Dia telah memerintahkanku agar tunduk dan patuh dengan memberikan ketaatan sempurna kepada-Nya. Mahasuci Allah Rabbul alamin.

- Asmā'ul Husnā :

Al Hayyu artinya Allah Swt. mempunyai nama adalah Yang Mahakekal dalam wujud-Nya, Yang Mahahidup dengan Zat-Nya, kekal selama-lamanya, tidak pernah merasa ngantuk, tidak pula pernah tertidur. Sifat-sifat ini tidak pernah ada selain pada Allah. Tagut dan apa pun yang disembah selain Allah, kehidupannya senantiasa diselubungi oleh kemalasan, rasa ngantuk, dan lelah. Jika ia berdiri dan ingin untuk tetap kekal dalam beberapa saat, rasa kantuk akan senantiasa merundungnya, yang pada akhirnya akan menemui ajal. Waktu kematian pasti akan mendatanginya, la tidak pernah hidup dalam kesempurnaan dan kekekalan, kecuali Yang Mahahidup dan Yang Maha Berdiri Sendiri. Seorang muslim yang mengesakan Allah dengan nama ini, hendaknya mengabdikan seluruh hidupnya dalam keyakinan bahwa ia berada dalam ujian kehidupan, yang kelak akan memperoleh balasan dan akibatnya. Seluruh kerajaan hanya milik Allah. Sejak dimulai ciptaan itu, tidak pernah ada yang mempunyai kemampuan untuk menghidupkan kecuali hanya Dia. Demikian pula kerajaan setelah bumi ini telah tiada, hanyalah milik-Nya, karena hanya Dialah satu-satunya Yang Mahahidup. Seorang yang mengesakan Allah secara benar, sejatinya tidak akan menyandarkan kerajaan kepada selain Allah, kecuali hanya sebagai titipan dan ujian saja. la senantiasa memohon pertolongan Tuhannya, baik dalam keadaan susah maupun senang. la tidak menyekutukan Allah dalam kecintaan, ketakutan, dan harapan, ataupun berpaling kepada yang lain dalam memohon pertolongan dan berdoa. Karena doa itu menuntut keteguhan hidup dan kehidupan adalah pokok untuk ilmu, kekayaan, kekuasaan, pendengaran, penglihatan, kekuatan, kehendak, kegagahan, keagungan, dan sebagainya, Adapun Allah sudah menafikan semua itu atas sekutu-Nya, karena mereka sejatinya adalah mati dan tidak hidup. Kejahatan yang paling besar bagi seorang muslim adalah ia membunuh dirinya sendiri karena putus asa menghadapi hidup, padahal ia sendiri mengetahui bahwa Yang Mahakuasa untuk menghidupkan dan mematikan hanya Allah semata. Bahkan, Rasulullah Saw. sendiri melarang hanya mengharap kematian, apalagi dengan membunuh diri sendiri. (Dr. Mahmūd Abdurrazāk Ar Ridwāni, Ad-Du'āu bil Asmāil Husnā, 2005:54).

- Riyāduş şālihin :

Dari Abu Musa Ra., ia berkata, Nabi Saw. bersabda, "Perumpamaan orang yang mengingat Rabbnya dengan orang yang tidak mengingat Rabbnya seperti orang yang hidup dengan yang mati." (HR AI-Bukhāri). Hadiš di atas memberikan faedah bahwa orang yang meninggalkan berzikir menyerupai mayat, karena meninggalkannya akan mewariskan kelalaian yang menjauhkan dari pekerjaan yang baik dan menyedikitkan manfaat atau tanpa memperoleh manfaat sama sekali. Hal itu sama seperti mayat dilihat dari ketiadaan memperoleh manfaat itu. (Dr. Muştafā Sa'id Al-Khin, Nuzhatul Muttaqina Syarhu Riyādis Sālihina, Juz 2, 1407 H/1987 M:982-983).

- Hadiš Nabawi :

Dari Ibnu Abbās Ra., sesungguhnya Rasulullah Saw. pernah berdoa,"Ya Allah, sesungguhnya kepada-Mu aku berserah, kepadaMu aku beriman, dan hanya kepada-Mu aku bergantung, kepada-Mu aku kembali. Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepadaMu dengan kegagahan-Mu yang tiada Tuhan selain Engkau, janganlah Engkau sesatkan aku, Engkaulah Yang Mahahidup yang tidak akan pernah mati, sedangkan manusia dan jin akan mati." (Sahih Muslim, 2717).

- Hadis Motivasi QS 40: 60 :

Dari Nu'man bin Basyir dari Rasulullah beliau bersabda tentang firman Allah "Dan Rabb-mu berfirman: 'Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu.'" Beliau bersabda: "Doa adalah ibadah." Beliau lalu membaca: "Wa qala rabbukum ud'üni astajib lakum (dan Rabb-mu berfirman: 'Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu) sampai ayat. Däkhirin." (HR Tirmizi, 2969)

- HADIS NIAGA :

Keutamaan Berdoa pada Malam Hari

Dari Jabir , dia berkata, Aku mendengar Rasulullah bersabda: "Sesungguhnya, pada malam hari ada satu waktu yang tidaklah seorang muslim meminta kepada Allah perihal kebaikan dunia dan akhirat, melainkan Allah pasti memberikannya kepadanya. Waktu itu ada pada setiap malam." (HR Muslim,757) 

AMAL NIAGA QS Gäfir, 40: 60 :

1. Hendaklah berdoa pada semua bagian malam dengan harapan bahwa permohonan Anda itu bertepatan dengan saat dikabulkannya doa. Manfaatkanlah waktu itu untuk berdoa agar bisnis Anda berkembang dan memberi manfaat kepada banyak orang.

2. Hendaklah Anda berdoa untuk memohon kebaikan dunia dan akhirat. Janganlah Anda berdoa dalam perkara dosa atau dalam rangka memutuskan silaturahmi dengan kerabat Anda.

3. Berdoa pada akhir malam lebih utama dan diridhai Allah Oleh karena itu, perbanyaklah berdoa pada bagian malam tersebut.

- Tadabbur Surah Al-Mukmin Ayat 59-66 :

Ayat 59-66 menjelaskan beberap hal: 

1. Sesungguhnya peristiwa kiamat itu pasti datang, tidak ada keraguan sedikitpun, namun kebanyakan manusia tidak mengetahuinya.  

2. Allah memenyuruh manusia agar meminta kepada-Nya. Dia pasti mengabulkan permintaan mereka. Orang-orang yang sombong kepada Allah sehingga tidak mau beribadah dan berdoa kepada-Nya, mereka akan masuk neraka Jahannam dalam keadaan hina.  

3. Di antara bentuk kasih sayang Allah pada manusia, Dia menjadikan malam untuk tidur agar manusia mendapatkan ketenangan jiwa dan siang menjadi terang agar mudah mencari rezeki dan karunia-Nya. Namun disayangkan, kebanyakan manusia tidak mensyukurinya. Hanya Allah yang mampu melakukan semua itu, Pencipta manusia dan Pencipta segala yang ada di alam ini. Sebab itu, tidak ada tuhan yang berhak disembah selain Allah. 

4. Orang-orang yang mengingkari Al-Qur’an dan Kitab All yang lainnya terhalang dari memahami ayat-ayat kebesaran Allah dan mensyukuri nikmat-Nya. 

5. Di antara nikmat Allah ialah Dia jadikan bumi bagi manusia sebagai tempat tinggal  yang stabil dan nyaman, langit sebagai bangunan atap, mendesain manusia dengan sebaik-baik desain dan memberi mereka rezeki yang baik-baik. Yang bisa berbuat seperti itu  hanya Allah, Tuhan pencipta manusia itu sendiri. Maha Berkah Allah, Pencipta semesta Alam.  

6. Allah itu hidup selamanya, tidak berawal  dan tidak berakhir. Sebab itu, sembahlah Allah berdasarkan ajaran agama-Nya (Al-Islam)  yang murni yang datang dari-Nya. Segala puji hanya milik Allah, Tuhan Pencipta alam semesta. 

7. Allah memerintahkan Nabi Muhammad saw. untuk menjelaskan kepada umatnya bahwa Allah Ta’ala melarangnya untuk menyembah tuhah-tuhan atau patung-patung yang disembah kaum kafir Quraisy setelah datang kepadanya wahyu dari Allah. Pada waktu yang sama, Beliau juga diperintahkan agar berserah  diri sepenuhnya hanya kepada Allah, Tuhan Pencipta alam semesta.