بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيم

Rabu, 26 Agustus 2026

Taddabbur Al-Quran Hal. 466

Tadabbur Al-Quran Hal. 466
----------------------------------------------
بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ

- Al Qur'an Indonesia Tajwid.
- Az-Zumar ayat 73 :

وَسِيْقَ الَّذِيْنَ اتَّقَوْا رَبَّهُمْ اِلَى الْجَنَّةِ زُمَرًا ۗحَتّٰىٓ اِذَا جَاۤءُوْهَا وَفُتِحَتْ اَبْوَابُهَا وَقَالَ لَهُمْ خَزَنَتُهَا سَلٰمٌ عَلَيْكُمْ طِبْتُمْ فَادْخُلُوْهَا خٰلِدِيْنَ

Dan orang-orang yang bertakwa kepada Tuhannya diantar ke dalam surga secara berombongan. Sehingga apabila mereka sampai kepadanya (surga) dan pintu-pintunya telah dibukakan, penjaga-penjaganya berkata kepada mereka, “Kesejahteraan (dilimpahkan) atasmu, berbahagialah kamu! Maka masuklah, kamu kekal di dalamnya.”

- Tafsir Al Muyassar Az-Zumar ayat 73 :

Dan orang-orang yang bertakwa kepada Rabb mereka dengan mentauhidkan-Nya dan mengamalkan perintahNya digiring ke surge dengan berbondong-bondong. Ketika mereka tiba di depannya, Nabi meminta kepada Allah agar pintu-pintu surga dibuka. Maka ia pun dibuka, para malaikat penjaga surga menyambutnya, memberikan penghormatan kepada mereka dengan penuh kebahagiaan dan suka cita karena kesucian mereka dari noda-noda kemaksiatan, seraya berkata kepada mereka: Selamat untuk kalian, kalian juga selamat dari segala cacat, kehidupan kalian adalah baik. Masuklah kalian ke dalam surga dengan kekal di dalamnya.

- Hadis Sahih Az-Zumar ayat 73 :

Dart Sabit, dari Anas bin Malik Ra ia berkata, "Rasulullah Saw. bersabda, Saya mendatangi pintu surga pada hari kiamat, tahu. saya meminta supay dibukakan. Lalu seorang penjaga (Malaikat} bertanya, Siapa kamu? Saya menjawab. Muhammad. Lalu ia berkata, Khusus untukmu, aku diperintahkan untuk tidak membukakan pintu bagi siapapun, sebelum kamu masuk" (HR MUslim, Sahib Muslim. Juz 1. 1412 H1991 M 188)

Mujam OS A-Zumar, 39 73 :

زُمَرًا
Zumara merupakan bentuk jamak dari kata Zumratun Lataz Zumars mengandung makna kelompok kecil. Latat Zumara jun dimaknai seperti perkataan, "Kambing 43 memiliki bulu sedikit. Seorang laki-laki yang kurang patriotis" Lataz Arzammarotu" juga merupakan kasan da perbuatar jahat. (Ar-Ràgib ALAstahan, Mujamu Mufradatı Alfazi AFQur ani 1431 H2010 M 162).

- Tazkiyyatun Nafs :

Ayat ini menunjukkan bahwa orang yang hatinya tidak dibersihkan Allah Swt., maka ia akan mendapatkan kehinaan di dunia dan siksa di akhirat, sesuai dengan tingkat kekotoran dan keburukan hatinya. Karena itu, Allah Swt. mengharamkan surga bagi orang yang di dalam hatinya terdapat najis dan kotoran dan ia tidak masuk surga kecuali setelah bersih dan baik hatinya sebab surga adalah kampung bagi orang-orang yang baik. Karena itu, dikatakan kepada mereka, .. Kesejahteraan (dilimpahkan) atasmu, berbahagialah kamu! Maka masuklah, kamu.  Maksudnya, masuklah kamu ke dalam surga disebabkan oleh kebaikan kalian dan ini merupakan berita gembira bagi mereka saat kematian, yang tidak didapatkan oleh orang-orang selain mereka, sebagaimana firman Allah Swt., (yaitu) orang yang ketika diwafatkan oleh para malaikat dalam keadaan baik, mereka (para malakat) mengatakan (kepada mereka), Salāmun alaikum, masuklah ke dalam surga karena apa yang telah kamu kerjakan. (QS An Nahl, 16: 32). Maka surga tidak dapat dimasuki oleh kekal di dalamnya. (QS Az-Zumar, 39:73). Orang yang kotor, bahkan tidak oleh orang yang di dalam dirinya ada sedikit kotoran. Karena itu, orang yang membersihkan dirinya di dunia dan berjumpa dengan Allah Swt. dalam keadaan bersih dari najis dan kotoran, niscaya ia akan masuk surga dengan tanpa ada halangan. Sebaliknya, siapa yang belum membersihkan dirinya di dunia, jika najisnya adalah najis ain (diri) seperti orang kafir, ia sama sekali tidak akan masuk surga. Jika najisnya adalah karena dosa-dosa dan maksiatnya, ia akan masuk surga setelah ia dibersihkan terlebih dahulu dari kotoran-kotoran itu di dalam neraka, lalu ia masuk ke dalam surga yang selanjutnya tidak akan pernah keluar darinya selama-lamanya. Jika orang-orang beriman melewati sirāt, ditahan di suatu jembatan antara surga dan neraka. Di sana mereka dibersihkan dan disucikan dari kotoran-kotoran yang masih menempel pada mereka. Mereka belum mencapai syarat masuk surga, tetapi hal itu juga tidak menjadikan mereka masuk neraka hingga jika mereka telah dibersihkan dan disucikan, barulah mereka diizinkan masuk surga. Dengan hikmah-Nya, Allah Swt. menjadikan masuk surga bergantung pada kebersihan. Tidak boleh seseorang melakukan salat kecuali dalam keadaan suci, demikian pula Allah Swt. menjadikan kebaikan dan kesucian sebagai syarat untuk masuk surga. Tidak ada yang masuk surga kecuali dalam keadaan baik dan bersih. Dengan demikian, kebersihan itu terbagi menjadi dua macam: bersih badan dan bersih hati. Karenaitu, disyariatkan bagi setiap orang yang berwudu agar berdoa seusai wudu, "Aku bersaksi bahwa tidak ada Tuhan yang berhak disembah kecuali Allah Swt. dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan Rasul-Nya. Ya Allah Swt. jadikanlah aku di antara orang-orang yang tobat dan jadikanlah aku di antara orang-orang yang suci." (Diriwayatkan Muslim dari Uqbah bin Amir). Jadi, kebersihan hati adalah dengan tobat, sedangkan kebersihan badan dengan air. Ketika seseorang telah bersih dengan keduanya, maka ia layak untuk masuk, menghadap, dan bermunajat kepada Allah Swt. (lbnu'l Qayyim Al-Jauziyyah, Igāsatu'lLahfāni fi Masāyidi Asy-Syaițāni, Juz 1, t.t.: 118-121).

- Tibbun Nabawi :

Khasiat Mā (air)

Air merupakan materi kehidupan, penuntun minuman, dan merupakan salah satu sendi kehidupan alam semesta. Bahkan air merupakan sendi yang fundamental, karena langit diciptakan dari uap air dan bumi diciptakan dari buihnya dan dari air itulah Allah Swt menjadikan segala sesuatu menjadi hidup. Air bersifat dingin dan lembap, meredam panas, dan menjaga kelembapan badan, mengganti apa yang keluar dari badan, melembutkan makanan, dan keluar dalam bentuk keringat. Kualitas air dapat dilihat dari sepuluh faktor: (1) warnanya harus bening, (2) aromanya harus murni, tanpa ada bau, (3) rasanya harus segar seperti air sungai Nil dan Eufrat, (4) beratnya harus ringan, (5) tempat alirannya harus bagus, (6) sumbernya harus jauh, (7) harus terkena sinar matahari dan angin, tidak tersembunyi di bawah tanah sehingga sinar matahari dan udara tidak bisa menjangkaunya, (8) gerakan dan alirannya harus cepat, (9) debitnya harus banyak agar dapat menolak kotoran yang bercampur dengannya, (10) alirannya harus dari arah utara ke selatan atau dari barat ke timur. Tidak ada air yang memenuhi semua syarat ini secara sempurna kecuali di empat sungai, sebagaimana disebutkan da- lam hadis riwayat Muslim di atas. (lbnu' Qayyim Al-Jauziyyah, Zãdu'l Ma ādi fi Hadyi Khayri'l bādi, Juz 4, t.t.: 388-389).

- Medical Hadis :

Dari Abu Hurairah Ra., dia berkata, Rasulullah Saw. bersabda, "Saihan, Jaihan, Nil, dan Eufrat, masing-masing berasal dari sungai surga." (HR Muslim). Dari Jābir Ra., dia berkata, "Sesungguhnya Rasulullah Saw. meminta air, lalu bersabda, Apakah kamu memiliki air yang tersisa malam ini dalam griba, jika tidak kami akan menghirupnya langsung (dari saluran air tersebut)." (HR Al-Bukhāri). (tbnu'l Qayyim Al-Jauziyyah, At-Tibbun Nabawi, tt.: 303; Aż-Zahabi, At-Tibbun Nabawi, 1410 H/1990 M: 142).

- Hadis Motivasi QS 39: 73 :

Dari Abu Hurairah dari Rasulullah. beliau bersabda: "Rombongan pertama yang memasuki surga, rupa mereka bagaikan bulan saat purnama, dan rombongan berikutnya yang mengiringi mereka bagaikan bìntang yang sangat terang cahayanya di langit. Hati mereka bagaikan hati seorang laki-laki yang tidak pernah menbenci dan saling hasad (iri) di antara mereka. Setiap orang dari mereka memiliki dua istri dari bidadari yang sumsum tulangnya dapat kelihatan dari betis-betis mereka dari balik tulang dan daging." (HR Bukhari, 3081)

- HADIS NIAGA QS Az-Zumar, 39: 73 :

Pintu-Pintu Surga

Dari Abu Hurairah dia berkata, Aku mendengar Rasulullah bersabda: "Barang siapa yang menginfakkan dua jenis (berpasangan) dari hartanya di jalan Allah, dia akan dipanggil dari pintu-pintu surga, (lalu dikatakan kepadanya), "Wahai Abdullah, inilah kebaikan (dari yang kamu amalkan). Barang siapa dari kalangan ahli salat, dia akan dipanggil dari pintu salat. Barang siapa dari kalangan ahli jihad, dia akan dipanggil dari pintu jihad. Barang siapa dari kalangan ahli sedekah, dia akan dipanggil dari pintu sedekah. Barang siapa dari kalangan ahli puasa, dia akan dipanggil dari pintu Rayyān. Lantas, Abu Bakar bertanya, Jika seseorang dipanggil dari satu pintu di antara pintu-pintu yang ada, itu sebuah kepastian.' Dia bertanya lagi, 'Dan apakah mungkin setiap orang akan dipanggil dari pintu-pintu itu semuanya?" Rasulullah menjawab: "Benar, dan aku berharap kamu termasuk di antara mereka, wahai Abu Bakar." (HR Bukhari, 1897, 3666; Muslim, 1027)

- AMAL NIAGA :

Lakukanlah amal saleh yang beragam setiap harinya, seperti salat, puasa, dan sedekah. Mudah-mudahan Anda mendapat surga dari salah satu pintu yang dikhususkan untuk amal-amal tersebut.

- Tadabbur Surah Az-Zumar Ayat 68-74 :

Ayat 68-74 menjelaskan sebagian proses  terjadinya kiamat sampai orang-orang bertakwa masuk surga. Tiupan sangkakala pertama  menyebabkan semua makhluk yang ada di langit dan di bumi mati. Pada tiupan kedua, Allah bangkitkan semua manusia yang sudah mati. Di  Padang mahsyar, tempat persidangan raksasa terang benderang disebabkan cahaya Allah, disana diberikan kitab catatan amal manusia, dihadirkan para Nabi dan para malaikat untuk  memberikan kesaksian atas tugas yang diamanahkan Allah kepada mereka. Di sana pula diputuskan perkara manusia dengan adil, tanpa sedikitpun dizalimi. Allah sempurnakan balasan setiap manusia atas apa yang mereka kerjakan, karena Dia Maha Mengetahui detil apa  saja yang mereka kerjakan. 

Orang-orang kafir digiring ke neraka berombongan. Saat ditanya para malaikat penjaga neraka, mereka mengakui atas kekufuran mereka terhadap para rasul Allah yang telah menyampaikan dan membacakan kepada mereka kitab-kitab-Nya serta memperingatkan akan hari persidangan akhirat. Lalu mereka dilemparkan ke  dalam neraka. Itulah tempat tinggal yang paling  buruk bagi mereka yang sombong kepada Allah  dan rasul-rasul-Nya. 

Adapun orang-orang bertakwa dibawa masuk ke surga berombongan. Saat berada di depan pintu surga, mereka disambut oleh para penjaganya dengan ucapan : Sejahtera dan berbahagialah kalian, maka masuklah ke dalam  surga selama-lamanya. Mereka spontan berucap : Segala puji bagi Allah yang telah menepati janji-Nya pada kami dan mewariskan kepada kami tempat di surga ini di mana saja kami kehendaki. Alangkah indahnya balasan orang-orang beramal saleh sewaktu hidup di dunia.