بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيم

Sabtu, 11 April 2026

Tadabbur Al Quran hal. 454 | @KitabulSalaf

Tadabbur Al-Quran Hal. 454 | @KitabulSalaf
----------------------------------------------
بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ

- Al Qur'an Indonesia Tajwid.
- Sad ayat 20 :

وَشَدَدْنَا مُلْكَهٗ وَاٰتَيْنٰهُ الْحِكْمَةَ وَفَصْلَ الْخِطَابِ

Dan Kami kuatkan kerajaannya dan Kami berikan hikmah kepadanya [750] serta kebijaksanaan dalam memutuskan perkara.

- [750] Kenabian, ketinggian ilmu dan ketelitian amal perbuatan.

- Tafsir Al Muyassar Sad ayat 20 :

Dan Kami menuatkan kerjajaannya dengan kemenangan, kekuatan dan kebijaksanaan. Dan Kami memberikan kenabian kepadanya serta kemapuan berbicara dan menetapkan hukum.

- Riyāduş Şalihin :

Dari Abdullah bin Amr bin Al-As Ra., ia berkata, Nabi Saw. bersabda, "Orang-orang yang berlaku adil berada di sisi Allah pada mimbar yang terbuat dari cahaya. Mereka adalah orang-orang yang berlaku adil dalam penegakan hukum, adil dalam keluarga, dan adil dalam melaksanakan tugas yang dibebankan kepada mereka." (HR Muslim).

Hadiš di atas memberikan faedah tentang keutamaan bersikap adil dan dorongan untuk menunaikannya dalam setiap urusan orang muslim sebagai penghormatan bagi yang melaksanakannya. Selain itu, orang-orang yang adil menempati derajat mulia pada hari kiamat. (Dr. Muştafā Sa' id Al-Khin, Nuzhatul Muttaqina Syarhu Riyādis sālihina, Juz 1, 1407 H/1987 M: 547).

- Hadis Qudsi :

Dari Abu Zar Ra., Nabi Saw. bersabda, Allah Swt. berfirman, "Hai hamba-Ku, sesungguhnya Aku telah mengharamkan diri-Ku untuk berbuat zalim dan perbuatan zalim itu pun Aku haramkan kepadamu. Oleh karena itu, janganlah kamu saling berbuat zalim!" (HR Muslim, Sahihu Muslim, Juz 4, No. Hadis, 2577, 1412H/1991 M: 1994).

- Hadiš Nabawi :

Dari lbnu Umar Ra., Nabi Saw. bersabda, "Ketahuilah, setiap kalian adalah pemimpin, dan setiap kalian bertanggung jawab atas apa yang dipimpinnya. Seorang pemimpin yang memimpin manusia akan bertanggung jawab kepada rakyatnya, seorang laki-laki adalah pemimpin di keluarganya, dan dia bertanggung jawab terhadap mereka semua, seorang wanita juga pemimpin di rumah suami dan anak-anaknya, dan dia bertangqung jawab terhadap merekabsemua, seorang budak adalah pemimpin atas harta tuannya, dan dia bertanggung jawab atas harta tersebut. Setiap kalian adalah pemimpin dan akan mempertanggung
jawabkan kepemimpinannya." (HR Muslim, Sahihu Muslim, Juz 3, No. Hadis, 1829, 1412H/1991 M: 1459).

- Hadis Motivasi QS 38: 24 :

Dari lbnu Umar , dia berkata. Rasulullah bersabda: "Orang mukmin yang berbaur (berinteraksi) dengan manusia dan bersabar atas perbuatan buruk mereka lebih besar pahalanya daripada seorang mukmin yang tidak berbaur (berinteraksi) dengan manusia dan tidak sabar atas tindakan buruk mereka." (HR Ibnu Majah, 4032)

- AMAL NIAGA :

1. Hendaklah Anda bekerja dan berusaha dengan tangan Anda karena makanan yang paling baik dan kehidupan yang paling menyenangkan adalah yang dihasilkan dari usaha sendiri. Sebagai seorang niagawan muslim, hendaklah Anda memiliki sikap percaya diri dalam mengatasi berbagai permasalahan hidup. Janganlah Anda merasa hina di hadapan orang lain.
3. Carilah keberkahan dari harta Anda sekalipun sedikit. lbnu Taimiyah dalam Majmữ atul Fatāwā berkata, "Rezeki yang halal walaupun sedikit lebih berkah daripada rezeki haram yang banyak. Rezeki haram akan cepat hilang dan Allah akan menghancurkannya."

- Tadabbur Surah Shad Ayat 17-26 :

Ayat 17-26 menjelaskan bahwa Rasul saw. harus bersabar menghadapi perilaku kaum kafir. Allah menghiburnya dengan kisah Nabi Daud  yang memiliki kekuatan dan sangat taat pada Allah. Gunung-gunung bertasbih memuji Allah ketika mendengar Daud bertasbih di sore dan pagi. Begitu pula burung berkerumun ikut bertasbih bersamanya. Allah juga kuatkan kerajaannya dan berikan padanya hikmah dan kemampuan memutus perkara secara adil.  

Sungguhpun demikian, Nabi Daud sempat  merasa takut ketika dua orang datang ke Mihrabnya meminta diputuskan perselisihan diantara mereka dengan benar, adil dan minta ditunjukkan jalan yang lurus. Nabi Daud memutuskan perkara mereka dengan adil dan menjelaskan bahwa kebanyakan orang yang bekerjasama bisnis itu menzalimi partnernya, kecuali imannya kuat dan banyak beramal saleh. Mereka adalah minoritas.  

Kendati sebagai penguasa yang adil, Nabi  Daud sangat berhati-hati dalam memutus perkara sehingga ia minta ampun sambil bersujud  pada Allah. Allah sangat mencintai perbuatan Daud itu sehingga di akhirat nanti diberi kedudukan yang sangat dekat dengan-Nya. Di dunia, 

Allah jadikan ia khalifah dan memutuskan perkara di antara manusia dengan hak (kebenaran yang datang dari Allah) dan tidak boleh mengikuti hawa nafsu, karena akan tersesat dari jalan Allah. Jika tersesat dari jalan  Allah, maka di akahirat akan masuk neraka.