بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيم

Selasa, 27 Januari 2026

Tadabbur Al-Quran Hal. 440 | @KitabulSalaf

Tadabbur Al-Quran Hal. 440 | @KitabulSalaf
----------------------------------------------
بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ

- Al Qur'an Indonesia Tajwid.

- Ya Sin ayat 8 :

اِنَّا جَعَلْنَا فِيْٓ اَعْنَاقِهِمْ اَغْلٰلًا فَهِيَ اِلَى الْاَذْقَانِ فَهُمْ مُّقْمَحُوْنَ

Sungguh, Kami telah memasang belenggu di leher mereka, lalu tangan mereka (diangkat) ke dagu, karena itu mereka tertengadah.

- Asbabun Nuzul Ya Sin Ayat 8-9 :

Diriwayatkan oleh Ibnu Jarir yang bersumber dar 'Ikrimah, bahwa Abu Jahl berkata: "Sekiranya aku bertemu dengan Muhammad, pasti aku akan menghasutnya". Ketika Nabi Muhammad berada di sekitarnya, orang-orang menunjukkan bahwa Muhammad berada disisinya. Akan tetapi Abu Jahl tetap bertanya-tanya: "Mana dia", karena dia tidak melihatnya. Ayat ini (Surat Yasin: 8-9) turun sebagai penjelasan bahwa pandangan Abu Jahl disaat itu ditutup oleh Allah untuk melihat Muhammad.

- Tafsir Al Muyassar Ya Sin ayat 8 :

Sesungguhnya Kami menjadikan orang-orang kafir di mana kebenaran telah disampaikan kepada mereka namun mereka bersikukuh di atas kekufuran daripada iman, seperti orang yang dibelenggu lehernya dengan rantai, lalu tangan dan leher mereka disatukan di bawah dagu mereka, sehingga mereka terpaksa mendongakkan kepala ke langit. Mereka terbelenggu dari segala macam kebaikan, mereka tidak melihat kebenaran dan tidak mengetahui jalannya.

- Riyāduş Şälihin :

Dari Jundab bin Abdullah Ra., ia berkata, Rasulullah Saw. bersabda, "Pada suatu ketika ada seseorang yang berkata, Demi Allah, sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni si fulan. Sementara Allah berfirman, Siapa yang bersumpah dengan kesombongannya atas nama-Ku bahwasanya Aku tidak akan mengampuni si fulan? Ketahuilah, sesungguhnya Aku telah mengampuni si fulan dan telah memutuskan amal perbuatanmu." (HR Muslim). (Faisal bin Abdul 'Aziz Ali Mubārak, Tatrizu Riyādis Şālihina, Juz 2, t.t.: 363).

- Hadis Qudsi :

At-Tirmiži berkata, telah menceritakan kepada kami Abdullah bin Ishaq AI-Jauhari Al-Bisri, la berkata, telah menceritakan kepada kami Abu 'Ašim, ia berkata telah menceritakan kepada kami Kašir bin Fāid, ia berkata, telah menceritakan kepada kami Sa'id bin Ubaid, ia berkata, aku mendengar Bakr bin Abdullah Al Muzani, ia berkata, telah menceritakan kepada kami Anas bin Malik, ia berkata "Saya mendengar Rasulullah Saw. bersabda, 'Allah Swt. berfirman, Wahai anak Adam, tidaklah engkau berdoa kepada-Ku dan berharap kepada-Ku, melainkan Aku ampuni dosa yang ada padamu dan Aku tidak peduli. Wahai anak Adam, seandainya dosa-dosamu telah mencapai setinggi langit kemudian engkau meminta
ampun kepada-Ku, niscaya Aku akan mengampunimu, dan Aku tidak peduli. Wahai anak Adam, seandainya engkau datang kepada-Ku dengan membawa kesalahan sepenuh bumi kemudian engkau menemui-Ku dengan tidak menyekutukan sesuatu dengan-Ku, niscaya Aku akan datang kepadamu dengan ampunan sepenuh bumi. (HR At-Tirmiži). (Isāmuddin Aş-Sabābati,BJāmiu'l Ahādisil Qudsiyyati, Jilid 2, t.t: 159).

- Hadiš Nabawi :

Dari Abu Hurairah Ra., ia berkata, dari Nabi Saw., beliau bersabda, "Apabila hari Kiamat telah dekat, maka jarang sekali mimpi seorang muslim yang tidak benar. Dan mimpi yang paling benar adalah mimpi yang selalu bicara benar. Mimpi seorangnmuslim adalah sebagian dari empat puluh lima macam nubuwwah (wahyu). Mimpi itu ada tiga macam. Pertama, mimpi yang baik sebagai kabar gembira dari Allah. Kedua, mimpiyang menakutkan atau menyedihkan, datangnya dari setan. Ketiga, dan mimpi yang timbul karena ilusi angan-angan, atau khayal seseorang. Karena itu, jika kamu bermimpi yang tidak kamu senangi. bangunlah, kemudian salatlah, dan jangan menceritakannya kepada orang lain." lbnu Sirin berkata, "Aku lebih suka ikatan di kaki, daripada ikatan di leher. Karena ikatan di kaki menunjukan keteguhan seseorang di dalam agamanya." (HR Muslim, Shahihu Muslimin, Juz 4, No. Hadiš 1173, 1412
H/1991 M: 6).

- Hadis Motivasi OS 36: 12 :

Dari Jabir bin Abdillah dia berkata bahwa Bani Salamah berkeinginan pindah ke dekat masjid. Jabir melanjutkan bahwa ketika itu. ada beberapa lahan yang masih kosong. Ketika berita ini sampai kepada Nabi beliau lalu bersabda: "Wahai Bani Salamah. pertahankanlah rumah kalian sebab langkah kalian akan dicatat." Selanjutnya, mereka berkata, "Setelah itu. kami tidak ingin lagi pindah rumah." (HR Muslim, 665)

- HADIS NIAGA QS Yāsin, 36: 12 :

Beberapa Amalan yang Pahalanya Terus Mengalir

Dari Anas bin Malik o, dia mengatakan bahwa Rasulullah bersabda: "Ada
tujuh amalan yang pahalanya tetap mengalir untuk seorang hamba setelah dia meninggal, padahal dia berada di dalam kuburnya, yaitu orang yang mengajarkan ilmu agama, orang yang mengalirkan sungai (yang mati), orang yang membuat sumur, orang yang menanam kurma, orang yang membangun masjid, orang yang memberi mushaf Al-Quran, dan orang yang meninggalkan seorang anak yang senantiasa memohonkan ampun untuknya setelah dia wafat" (HR Bazzar dalam Musnad-nya, 7289; Baihaqi dalam Syu'abul imän, 3449, dan yang lainnya)

- AMAL NIAGA :
1. Lakukanlah amalan yang disebutkan dalam hadis di atas karena Allah. Kelak pahalanya akan terus mengalir sekalipun Anda telah meninggal dunia.
2. Didiklah anak-anak dengan pendidikarn islami agar kelak Anda mendapatkan manfaat melalui kesalehannya, baik melalui permohonan ampunan untuk Anda kepada Alah maupun doa untuk kebaikan Anda.

- Tadabbur Surah Fatir Ayat 45

Ayat 45 dari surat fathir ini menjelaskan, sekiranya Allah menghukum setiap dosa dan kesalahan manusia, niscaya tidak akan ada manusia yang hidup di atas bumi ini. Tapi, Allah beri tangguh sampai waktu yang ditentukan-Nya. Bila waktu itu tiba, Allah Melihat keadaan hamba-hamba-Nya. 

Tadabbur Surah Yasin Ayat 1-12 :

1. Ayat 2 - 12 dari surat Yasin ini menjelaskan, Al-Qur’an itu kekuatan dan tidak ada kebatilan  dalamnya. Muhammad itu termasuk para  Rasul Allah. Berada pada agama yang lurus. AlQur’an itu diturunkan dari yang Mahaperkasa lagi Mahabijaksana, agar Muhammad saw. memperingatkan kaum Arab dan Ajam (selain Arab) dengannya. Allah Mahatahu bahwa kebanyakan manusia tidak beriman pada Rasul saw. dan Al-Qur’an.  
2. Di neraka nanti, orang-orang kafir itu dibelenggu leher mereka dan tangan mereka diikatkan ke dagu sehingga mereka tertengadah.  Di depan dan di belakang mereka diberi sekat,  lalu muka mereka ditutup sehingga tidak bisa  melihat. Azab itu diberikan karena mereka tidak mau beriman. Yang mau beriman itu ialah yang takut pada Allah yang Maha Penyayang  meski tidak bisa menginderanya (ghaib). Merekalah yang mendapat surga. Allah menghidupkan manusia yang sudah mati dan mencatat semua amal perbuatan dan mengumpulkannya dalam kitab catatan khusus.