Tadabbur Al-Quran Hal. 439
----------------------------------------------
بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ
- Al Qur'an Indonesia Tajwid.
- Fatir ayat 42 :
وَاَقْسَمُوْا بِاللّٰهِ جَهْدَ اَيْمَانِهِمْ لَىِٕنْ جَاۤءَهُمْ نَذِيْرٌ لَّيَكُوْنُنَّ اَهْدٰى مِنْ اِحْدَى الْاُمَمِۚ فَلَمَّا جَاۤءَهُمْ نَذِيْرٌ مَّا زَادَهُمْ اِلَّا نُفُوْرًاۙ
Dan mereka bersumpah dengan nama Allah dengan sungguh-sungguh bahwa jika datang kepada mereka seorang pemberi peringatan, niscaya mereka akan lebih mendapat petunjuk dari salah satu umat-umat (yang lain). Tetapi ketika pemberi peringatan datang kepada mereka, tidak menambah (apa-apa) kepada mereka, bahkan semakin jauh mereka dari (kebenaran),
- Asbabun Nuzul Fatir ayat 42 :
Diriwayatkan oleh Ibnu Abi Hatim yang bersumber dari Ibnu Abi Hilal, bahwa kaum Quraisy pernah berkata: "Sekiranya Allah mengutus Nabi dari golongan kami, tidak ada satu umat pun yang lebih taat kepada Tuhannya, dan lebih setia kepada Nabi-Nya dan tidak ada yang berpegang teguh kepada kitabnya kecuali kami". Berkenaan dengan peristiwa tersebut diatas turunlah (surat Ash-Shaffat: 167-170), (Surat Al-An'am: 157 dan Surat Fathir: 42) yang menggambarkan bahwa ucapanya itu tidak sesuai dengan kenyatannya. Demikian juga kaum Yahudi pernah berkata: "Kami mendapatkan Nabi yang akan diutus", dengan harapan bahwa dengan datangnya Nabi itu mereka akan dapat keunggulan dari kaum Nashara.
- Tafsir Al Muyassar Fatir ayat 42 :
Orang-orang kafir Quraisy bersumpah dengan nama Allah dengan sumpah yang paling kuat: Bila mereka didatangi oleh seorang Rasul dari sisi Allah yang menakut-nakuti mereka dengan azab Allah, niscaya mereka benar-benar akan menjadi orang-orang yang paling kuat istiqamahnya dan paling teguh mengikuti kebenaran daripada orang-orang Yahudi, Nasrani dan lainnya.Tetapi ketika Muhammad datang kepada mereka, hal itu malah semakinbmenambah mereka jauh dari kebenaran dan semakin membuat mereka berlari darinya.
- Riyāduş Şālihin :
Darí Abu Hurairah Ra., la berkata, "Ketika Nabi Saw. berada dalam suatu majelis sedang berbicara dengan suatu kaum, tiba-tiba datanglah seorang Arab Baduy, lalu bertanya, 'Kapan datangnya hari Kiamat?" Namun Nabi Saw. tetap melanjutkan pembicaraannya. Sementara itu sebagian kaum ada yang berkata, Sebenarnya beliau mendengar perkataannya, akan tetapi beliau tidak menyukai apa yang dikatakannya itu, namun ada pula sebagian yang mengatakan, 'Bahwa beliau tidak mendengar perkataannya. Hingga akhirnya setelah Nabi Saw. menyelesaikan pembicaraannya, beliau bersabda, 'Mana orang yang bertanya tentang hari Kiamat tadi? Orang itu berkata, 'Saya, wahai Rasulullah Saw!" Maka Nabi Saw. bersabda, Apabila amanat sudah hilang maka tunggulah terjadinya Kiamat.' Orang itu bertanya, 'Bagaimana hilangnya amanat itu?"
Nabi Saw. menjawab, Jika urusan diserahkan bukan kepada ahlinya, maka tunggulah terjadinya Kiamat."(HR Al-Bukhāri). Hadis di atas memberikan faedah bahwa fenomena hilangnya amanat ialah menyandarkan urusan-urusan kepada orang yang tidak layak mengembannya, karena akan menyebabkan hilangnya hak-hak yang lain serta terjadinya kerusakan di muka bumi. (Dr. Mustafā Sa'id Al-Khin, Nuzhatul Muttaqina Syarhu Riyādis Şālihina, Juz 2, 1407 H/1987 M: 1249).
- Hadis Nabawi :
lbnu Mājah berkata, telah menceritakan kepada kami Abu Bakar bin Abi Syaibah, ia berkata telah menceritakan kepada kami Ubaidillah bin Musa, dari Isrāil, dari Aşim, dari Zirr, dari Şafwan bin Assal, dia berkata, Rasulullah Saw. bersabda, "Sesungguhnya dari arah tenggelamnya matahari ada suatu pintu yang terbuka, yang luasnya tujuh puluh tahun. Dan pintu itu akan tetap terbuka untuk bertobat sehingga matahari terbit dari arah itu. Maka jika ia telah terbit dari arah itu, tidaklah berguna lagi keimanan seseorang yang sebelumnya tidak beriman atau yang telah melakukan amal kebaikan dalam keimanannya." (HR lbnu Mājah, Sunanu lbni Mājah, No. Hadis 4070, t.t.: 673).
- Hadis Qudsi :
Dari Zaid bin Khalid Al-Juhani, dia berkata, "Pada masa Rasulullah Saw. pernah terjadi turun hujan, lantas beliau bersabda, 'Apakah tadi malam kalian tidak mendengar perkataan Rabb kalian? Dia berfirman, Tidaklah Aku menganugerahkan suatu nikmat kepada hamba-hamba-Ku, melainkan sebagian mereka ada yang kufur dengan nikmat tersebut, dimana mereka berkata, Kami diberi hujan dengan sebab bintang ini dan itu." Sedangkan orang yang beriman kepada-Ku, ia memuji Ku karena air yang Aku turunkan, maka itulah orang yang beriman kepada-Ku dan kufur terhadap bintang-bintang. Sedangkan orang yang berkata, Kami diberi hujan dengan sebab bintang ini dan itu' adalah orang yang kufur kepada-Ku dan beriman kepada bintang-bintang." (HR An-Nasāi) (isämuddin As-Şabābati, Jāmíu'l Ahadisi1 Qudsiyyati, Jilid 1, t.t: 118).
- Hadis Motivasi QS 35: 41 :
Dari Abu Barzah Al-Aslami dia berkata, Rasullullah bersabda: "Barang siapa yang menahan/memelihara anjing. berarti sepanjang hari itu dia telah menghapus amalnya sebanyak satu qirat kecuali anjing ladang atau anjing jinak." (HR Muslim, 1575)
- HADIS NIAGA QS Fāțir, 35: 42 :
Larangan Bersumpah dalam Melakukan Jual-Beli
Dari Abu Hurairah dia berkata, Rasulullah bersabda: "Ada tiga kelompok orang yang tidak akan diajak bicara, tidak akan dilihat, dan tidak akan disucikan Allah, sedangkan mereka juga akan mendapat siksa yang amat pedih. Pertama, mereka yang mempunyai air lebih banyak di kebunnya, tetapi tidak mau membagikan kepada orang yang sedang dalam perjalanan (ibnusabil), Kedua, seseorang yang mengadakan transaksi jual-beli barang dengan orang lain. Setelah itu, dia berjanji akan membayar sekian, tetapi ternyata dia tidak jadi membelinya. Ketiga, seseorang yang berbaiat kepada seorarng pemimpin karena mengharapkan kemegahan dunia. Jika dia diberi bagian dari kemegahan dunia tersebut, dia akan tetap setia kepadanya. Namun, jika dia tidak diberi, dia akan membelot darinya." (HR Muslim, 108)
- AMAL NIAGA :
1. Jika Anda seorang pedagang, hindarilah mengobral sumpah untuk melariskan barang dagangan.
2. Jika Anda seorang pembeli, janganlah mengumbar banyak janji kepada pedagang bahwa Anda akan membeli barang dagangannya, padahal kenyataannya Anda membatalkannya.
- Tadabbur Surah Fatir Ayat 39-44 :
1. Ayat 39-44 menjelaskan bahwa Allah menjadikan manusia mampu memakmurkan bumi dengan sistem regenerasi. Siapa yang tidak mau mengikuti sistem Allah dalam kehidupan ini, ia kan mendapat resikonya. Kekafiran itu hanya menambah murka Allah dan menambah kerugian bagi penganutnya.
2. Tuhan - tuhan yang mereka seru selain Allah itu tidak masuk akal. Sebab, tidak bisa menciptakan sedikitpun dari bumi, apalagi bersekutu dengan Allah menciptakan benda-benda langit. Bahkan tidak mendapat kitab yang menjelaskan permasalahannya dengan nyata. Tidak ada yang dijanjikan kaum musyrik itu selain tipuan. Mereka bersumpah atas nama Allah sekiranya datang kepada mereka seorang Rasul pemberi peringatan, mereka akan menjadi kaum yang lurus. Faktanya, ketika Muhammad diutus, mereka menjauh darinya karena kesombongan dan perbuatan makar jahat. Tidak ada makar jahat terhadap Rasul saw. dan Islam itu kecuali akan mencelakan pelakukanya. Itu adalah ketetapan Allah (sunnatullah) sejak umat-umat terdahulu sampai akhir zaman dan sunnatullah tidak akan pernah berubah.
3. Sebab itu, umat Nabi Muhammad saw. dianjurkan Allah untuk mempelajari akibat buruk yang dialami umat-umat terdahulu akibat kekufiran dan kedurhakaan mereka pada sistem Allah dan Rasul-Rasu-Nya. Mereka adalah umat yang lebih kuat. Tidak ada suatu apapun yang dapat melemahkan Allah di langit atau di bumi. Sungguh Allah Maha Mengetahui, Mahakuasa.