بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيم

Rabu, 31 Desember 2025

Tadabbur Al Quran hal. 438 | @KitabulSalaf

Tadabbur Al-Quran Hal. 438
----------------------------------------------
بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ

- Al Qur'an Indonesia Tajwid.

- Fatir ayat 35 :

ۨالَّذِيْٓ اَحَلَّنَا دَارَ الْمُقَامَةِ مِنْ فَضْلِهٖۚ  لَا يَمَسُّنَا فِيْهَا نَصَبٌ وَّلَا يَمَسُّنَا فِيْهَا لُغُوْبٌ

yang dengan karunia-Nya menempatkan kami dalam tempat yang kekal (surga); di dalamnya kami tidak merasa lelah dan tidak pula merasa lesu.”

- Asbabun Nuzul Fatir ayat 35 :

Diriwayatkan oleh Al-Baihaqi di dalam kitab Al-Ba'ts dan Ibnu Abi Hatim dari Nafi' bin Al-Harits yang bersumber dari Abdullah bin Abi 'Aufa, bahwa ada seoranglaki-laki yang bertanya kepada Nabi Saw.: "Ya Rasulullah Sesungguhnya tidur adalah kenikmatan dari Allah di dunia ini. Apakah nantidi surga kita tidur?". Rasulullah menjawab: "Tidak ada! Karena tidur itu kawannya maut dan di surga tidak ada maut". Ia bertanya lagi: "Bagaimana istirahat mereka itu. Pertanyaan ini menyinggung perasaan Rasulullah dengan sabdanya: "Tidak ada capek disurga, semuanya senang dan enak". Ayat ini turun sebagai penegasan akan ucapan Rasulullah tadi.

- Tafsir Al Muyassar Fatir ayat 35 :

Dia-lah yang membuat kami tinggal di surga dengan karunia-Nya, di dalamnya kami tidak merasa lelah atau capek.

- Mujam QS Fatir, 35:34 :

Aż-Zahaabu artinya berlalu dan pergi. Di- katakan, ia pergi membawa sesuatu dan menghilangkan sesuatu. Kata ini digunakan baik dalam makna menghilangkan suatubenda yang terlihat maupun menghilangkan sesuatu yang bersifat maknawi, seperti firman Allah, Dan brahim berkata, "Sesungguhnya aku pergi menghadap kepada Tuhanku. (QS As- Sāffat, 37:99), dan firman Allah, maka tatkala rasa takut hilang dari lbrahim, (05 Hud, 11: 74). Dan terkadang juga digunakan sebagai kiasan dari kematian atau kebinasaan diri, seperti firman Allah, Maka janganiah dirimu menjadi binasa karena kesedihan terhadap mereka. (QS Fātir, 35: 8), dan firman-Nya, Jika Dia menghendaki, niscaya Dia membinasakan kamu dan menggənti(mu) dengan makhłuk yang baru. (QS Ibrāhim, 14: 19). (Ar-Ragib Al-Asfahany. Mujamu Mufradāti Alfāzhil Qurani, 1431 H/2010 M:137).

- Tazkiyyatun Nafs :

Di antara tempat persinggahan lyyāka Na budu wā lyyāka Nasta in adalah Hazan (kesedihan hati atau duka cita). Tapi ini bukan merupakan tempat persinggahan yang dituntut atau diperintahkan untuk disinggahi, sekalipun mungkin orang yang sedang mengadakan perjalanan harus menyinggahinya. Sebab di dalam Al-Qur'an tidak disebutkan kata Hazan, melainkan sesuatu yang dilarang atau pun dinafikan. Yang dilarang seperti   Allah Swt., éDan janganlah kamu (merasa) lermah, dan jangan (pula) bersedih hati, sebab kamu paling tinggi (derajatnya), jika kamu orang yang beriman. (QS Ali Imrān, 3: 139). Sedangkan yang dinafikan seperti firman Allah Swt., <Kami berfirman, "Turunlah kamu semua dari surga! Kemudian jika benar benar datang petunjuk-Ku kepadamu, maka barangsiapa mengikuti petunjuk-Ku, tidak ada rasa takut pada mereka dan mereka tidak bersedih hati. (QS Al-Baqarah, 2: 38). Sebabnya, kesedihan hati merupakan tempat pemberhentian dan bukan pendorong untuk mengadakan perjalanan serta tidak ada kemaslahatannya bagi hati. Di samping itu, yang paling disukai setan ialah membuat hati hamba bersedih, lalu dia tidak mau melanjutkan perjalanannya dan mendorongnya untuk berhenti, sebagaimana firman-Nya, (Sesungguhnya pembicaraan rahasia itu termasuk (perbuatan) setan, agar orang-orang yang beriman itu bersedih hati, sedang (pembicaraan) itu tidaklah memberi bencana sedikitpun kepada mereka, kecuali dengan izin Allah Swt. Dan kepada Allah Swt. hendaknya orang-orang yang beriman bertawakal. (QS Al-Mujādalah, 58: 10). Rasulullah Saw. juga melarang tiga orang yang sedang berkumpul, sementara dua orang saling berbisik-bisik, karena yang demikian itu membuat orang yang ketiga bersedih hati. Kesedihan hati bukan sesuatu yang dituntut, tidak ada tujuan dan manfaatnya. Nabi Saw. berlindung dari kesedihan hati, sebagaimana dalam doa beliau, "Ya Allah, aku berlindung kepadaMu dari kekhawatiran dan kesedihan." Tapi dari segi kenyataan hidup, memang tempat persinggahan ini tidak bisa dihindari. Karena itu, para penghuni surga berucap saat mereka memasukinya, ..Segala puji bagi Allah Swt. yang telah menghilangkan kesedihan dari kami. Sungguh, Tuhan kamibbenar-benar Maha Pengampun, Maha Mensyukuri. (QS Fātir, 35: 34). Hal ini menunjukkan bahwa dahulunya mereka pernah mengalami kesedihan hati, selagi masih di dunia, sebagaimana mereka ditimpa musibah-musibah lain tanpa menghendakinya. Sementara Rasulullah Saw. bersabda dalam sebuah hadis şahih, "Tidaklah seorang Mukmin ditimpa kekhawatiran, keletihan dan kesedihan hati, melainkan Allah Swt. mengampuni sebagian dari kesalahan-kesalahannya." Hal ini menunjukkan bahwa itu semua merupakan musibah yang ditimpakan Allah Swt. kepada hamba-Nya, supaya dengan itu Allah Swt. mengampuni kesalahan-kesalahannya, bukan karena menunjukkan kedudukan kesedihan hati ini yang merupakan tuntutan.

Sedangkan hadiš Hindun bin Abu Halah yang menggambarkan Nabi Saw., "Bahwa beliau selalu tampak bersedih hati," ini hadis yang sama sekali tidak kuat, dan di dalam isnad-nya ada seseorang yang tidak diketahui (majhū). Di samping itu, bagaimana mungkin beliau senantiasa bersedih hati, padahal beliau telah dijaga Allah Swt. agar tidak bersedih hati karena tidak mendapatkan dunia dan sebab-sebabnya, dilarang bersedih hati dalam menghadapi orang-orang kafir, dan dosa-dosa beliau yang lampau maupun yang akan datang sudah diampuni? Lalu apa yang membuat beliau harus senantiasa bersedih hati? Beliau adalah orang yang senantiasa banyak senyum dan manis muka. Begitu pula riwayat yang mengatakan, "Sesungguhnya Allah Swt. mencintai setiap hati yang banyak bersedih." Isnad riwayat ini tidak diketahui, begitu pula siapa yang meriwayatkannya. Andaikan ada hadiš yang şahih dan ada ayat yang menggambarkan kesedihan, maka maksudnya adalah musibah yang ditimpakan kepada hamba. Yang pasti para ulama telah sepakat bahwa kesedihan hati di dunia bukan sesuatu yang terpuji, kecuali Abu Usman Al-Hiry. Dia berkata, "Menampakkan kesedihan di hadapan setiap orang adalah kemuliaan dan tambahan pahala bagi orang mukmin, selagi kesedihan itu bukan karena musibah yang menimpanya." (Ibnu'l Qayyim Al-Jauziyyah, Madāriju As-Sālikina Manāzilu lyyāka Na budu wa lyyāka Nasta in, Juz 1, t.t.: 542-547), 

- Riyāduş Şālihin :

Dari Abu Umāmah Ra., dari Nabi Saw., beliau bersabda, "Tidak ada sesuatu yang dicintai oleh Allah Swt. kecuali dua tetes dan dua bekas. Dua tetes itu adalah tetesan air mata karena takut kepada Allah Swt. dan tetesan darah yang tertumpah di jalan Allah Swt. Adapun dua bekas itu adalah bekas karena di jalan Allah Swt. dan bekas karena melaksanakan kewajiban Allah Swt." (HR Tirmiži, dan ia berkata, "Ini hadis hasan."). Hadis tersebut mengandung beberapa faedah, antara lain keutamaan menangis karena takut kepada Allah Swt., karenanmenangis merupakan petunjuk keimanan yang benar kepada Allah Swt. (Dr. Mustafā Sa'id Al-Khin, Nuzhatul Muttaqina Syarhu Riyādis Sālihina, Juz 1, 1407 H/1987 M: 407).

- Tibbun Nabawi :

Khasiat Milh (Garam)

Milh ataù garam dapat memperbaiki tubuh manusia dan makanan mereka, dan dapat memperbaiki segala benda apapun yang bercampur dengannya, termasuk pula emas dan perak, sebab di dalamnya terkandung kekuatan yang bisa menambah kadar kekuningan emas dan kadar keputihan perak. Di dalamnya juga terkandung kejernihan dan penguraian, menghilangkan kelembaban yang menebal dan mengeringkan. Garam dapat memperkuat badan, mencegah kerusakannya dan dapat pula berguna untuk menyembuhkan infeksi. (bnu'l Qayyim Al-Jauziyyah, Zādul Ma'adi fi Hadyi Khayril lbādi, Juz 4, t.t.. 396).

- Medical Hadiš :

Dari Anas bin Malik Ra., dia berkata, Rasulullah Saw. bersabda, "Lauk teristimewa kalian adalah garam." (HR Ibnu Mājah). Maksudnya, pemimpin sesuatu ialah yang memberi kemaslahatan kepadanya dan memiliki campur tangan dengannya. Hampir semua lauk menjadi enak karena garam. (A2-Zahabi, At-Tibbun Nabawi, 1410 H/1990 M:B194; lbnu'l Qayyim Al-Jauziyyah, At-TibbunbNabawi, t.t.. 309).

- Hadis Motivasi QS 35: 33 :

Dari Jabir bin Abdillah dia mengatakan, Rasulullah bersabda: "Aku masuk surga. Tak tahunya, aku berada di sebuah istana emas. Maka oku bertanya: Milile siapakah ini?" Mereka menjowab: 'Milik seseorang dari Quraiy. Dan tiada yang menghalangiku untuk memasukinya, hai lbnul Khattab, kecuali karena aku tahu kecemburuanmu." Lalu. Umar menjawab, "Apakah terhadapmu aku cemburu. ya Rasulullah." (HR Bukhari. 6621)

- HADIS NIAGA QS Fäțir, 35: 33 :

Diperbolehkan Menjual Sutra

Dari Abdullah bin Umar bahwasanya Umar melihat sejenis mantel yang bersulam sutra dijual, lalu dia berkata, "Wahai Rasulullah, andaikan engkau mau membelinya dan memakainya untuk menemui para utusan ketika berkunjung menemui engkau atau untuk dikenakan waktu salat Jumat." Beliau lalu bersabda: "Yang memakai pakaian ini hanyalah mereka yang tidak mendapatkan bagian di akhirat." Hari berikutnya beliau memberi Umar sejenis mantel yang terbuat dari sutra, Umar pun protes, "Wahai Rasulullah, engkau memberikannya kepadaku padahal engkau berujar tidak boleh memakainya." Beliau menjawab: "Aku memberikan kepadamu bukan untuk dipakai, tetapi agar kamu jual atau kamu berikan kepada istrimu." (HR Bukhari, 5841; Muslim 2068)

- AMAL NIAGA :

1. Jika Anda seorang laki-laki, janganlah mengenakan pakaian yang terbuat dari sutra karena pada perkara tersebut terdapat kesombongan dan keserupaan dengan orang-orang kafir. Seorang laki-laki juga akan kehilangan kegagahan saat mengenakannya,

- Tadabbur Surah Fatir Ayat 31-38 :

Ayat 31-38 menjelaskan beberapa hal berikut : 
1. Al-Qur’an yang Allah wahyukan kepada Rasul saw, itu adalah kebenaran, membenarkan Kitab-Kitab sebelumnya dan diturunkan berdasarkan kebutuhan manusia. Nabi yang mewarisi Al-Qur’an itu adalah hamba pilihan. Umatnya terbagi tiga: 1) Jauh dari Allah dan bergelimang dosa. 2) Kebaikan dan keburukannya nyaris sama. 3) Ketaatan dan amal salehnya jauh melebihi amal buruknya.  
2. Karunia yang besar itu, yakni surga Adn Allah peruntukkan bagi mereka yang Ketaatan  dan amal salehnya jauh melebihi amal buruknya. Mereka diberi perhiasan emas dan mutiara dan pakaian sutera. Mereka kekal di dalamnya. Allah hapus dari mereka kesedihan dan menghilangkan rasa letih dan lesu.  
3. Orang-orang yang kafir pada Allah, Rasul-Nya dan Al-Qur’an bagi mereka neraka Jahannam. Mereka ditetapkan tidak mati dan tidak diringankan siksaan atas mereka. Itulah balasan yang setimpal bagi setiap orang kafir. Mereka berteriak-teriak di dalam neraka itu dan meminta kepada Allah agar dikeluarkan dan berjanji akan beramal saleh. Allah menjawab: Bukankah Kami telah anugerahkan kalian umur panjang di dunia, diberi kesempatan untuk berpikir dan telah diutus kepada kalian Muhammad saw. yang memberi peringatan akan azab neraka? Maka rasakan azab neraka itu dan tidak akan ada bagi orang zalim itu seorang penolongpun. Sungguh Allah Mengetahui keghaiban langit dan bumi dan Dia Maha Mengetahui tentang isi hati manusia. 

Jumat, 26 Desember 2025

Tadabbur Al Quran Hal. 437 | @KitabulSalaf

Tadabbur Al-Quran Hal. 437 | @KitabulSalaf
----------------------------------------------
بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ

- Al Qur'an Indonesia Tajwid.

- Fatir ayat 29 :

اِنَّ الَّذِيْنَ يَتْلُوْنَ كِتٰبَ اللّٰهِ وَاَقَامُوا الصَّلٰوةَ وَاَنْفَقُوْا مِمَّا رَزَقْنٰهُمْ سِرًّا وَّعَلَانِيَةً يَّرْجُوْنَ تِجَارَةً لَّنْ تَبُوْرَۙ

Sesungguhnya orang-orang yang selalu membaca Kitab Allah (Al-Qur'an) dan melaksanakan salat dan menginfakkan sebagian rezeki yang Kami anugerahkan kepadanya dengan diam-diam dan terang-terangan, mereka itu mengharapkan perdagangan yang tidak akan rugi,

- Asbabun Nuzul Fatir ayat 29 :

Diriwayatkan oleh Abdul Ghani bin Sa'id Ats-Tsaqafi di dalam tafsirnya yang bersumber dari Ibnu Abbas, bahwa ayat ini turun berkenaan dengan Hushain bin Al-Harits bin Abdul Mutthalib bin Abdi Manaf Al-Quraisy. Ayat ini menegaskan cirri-ciri yang diijabahi amalnya oleh Allah Swt.

- Tafsir Al Muyassar Fatir ayat 29 :

Sesungguhnya orang-orang yang membaca Al Qur'an dan mengamalkannya, menjaga shalat pada waktunya, menafkahkan dari apa yang Kami rizkikan kepada mereka dengan berbagai bentuk nafkah, baik yang wajib, maupun yang dianjurkan, secara rahasia dan terang-terangan. Mereka itu mengharapkan dengan itu sebuah perniagaan yang tidak merugi dan tidak binasa, yaitu ridha Allah kepada mereka, keberuntungan meraih pahala-Nya yang agung,

- Riyāduş şālihin :

Dari Zaid bin Khalid Ra., ia berkata, "Rasulullah Saw. mengimami kami dalam salat subuh di Hudaibiyyah, di mana pada malam itu turun hujan. Setelah selesai salat, beliau menghadapkan wajahnya kepada orang banyak, lalu bersabda, Tahukah kalian apa yang sudah difirmankan oleh Rabb kalian? Orang-orang menjawab, Allah dan RasulNya lebih mengetahui.' Beliau bersabda, (Allah berfirman) Di pagi ini ada hamba-hamba-Ku yang beriman kepada-Ku dan ada yang kafir. Orang yang berkata, Hujan turun kepada kita karena karunia Allah dan rahmat-Nya,' maka dia adalah yang beriman kepada-Ku dan kafir kepada bintang-
bintang. Adapun orang yang berkata, Hujan turun disebabkan bintang ini atau itu, maka dia telah kafir kepada-Ku dan beriman kepada bintang-bintang." (HR Al-Bukhāri-Muslim).
Hadiš tersebut memberikan beberapa faedah, antara lain:
(a) Allah Swt. adalah penyebab utama semua kejadian yang ada di alam semesta.
(b) Keyakinan bahwa terjadinya sesuatu semata-mata diakibatkan oleh sebab-sebab alam merupakan hakikat kekufuran dan syirik. Namun jika disertai keyakinan bahwa Allah Swt yang telah menciptakannya, maka keyakinan seperti itu diperbolehkan.
(Dr. Muştafā Sa'id Al-Khin, Nuzhatul Muttaqina Syarhu Riyādis Sālihina, Juz 2, 1407 H/1987 M: 1179-1180). 

- Hadiš Nabawi :

Dari Abu Umamah Al-Bahili, ia berkata, "Dua orang disebutkan di sisi Rasulullah Saw., salah seorang adalah ahli ibadah dan yang lain seorang yang berilmu, kemudian Rasulullah Saw. bersabda, Keutamaan seorang alim dari seorang 'abid seperti keutamaanku dari orang yang paling rendah di antara kalian.' Kemudian beliau melanjutkan sabdanya, "Sesungguhnya Allah, Malaikat-Nya serta penduduk langit dan bumi bahkan semut yang ada di dalam sarangnya sampai ikan paus, mereka akan mendoakan untuk orang yang mengajarkan kebaikan kepada manusia." (HR At-Tirmiži, dan ia berkata, "Hadis ini garib." (HR At-Tirmiži, Sunan At-Tirmiži, Juz 5, No. Hadis, 2685, 1397 H/1977M: 50).

- Hadis Qudsi :

Dari Abu Darda Ra., ia berkata, "Sesungguhnya aku mendengar Rasulullah Saw. bersabda, 'Barangsiapa meniti jalan untuk mencari ilmu, maka Allah Swt. akan mempermudah baginya jalan menuju surga. Para Malaikat As. akan membentangkan sayapnya karena rida kepada penuntut ilmu. Dan seorang penuntut imu akan dimintakan ampunan oleh penghuni langit dan bumi hingga ikan yang ada di air. Sungguh, keutamaan seorang alim dibanding seorang ahli ibadah adalah ibarat bulan purnama atas semua bintang. Sesungguhnya para ulama adalah pewaris para nabi As., dan para nabi As. tidak mewariskan dinar maupun dirham, akan tetapi mereka mewariskan ilmu. Barangsiapa mengambilnya, maka ia telah mengambil keuntungan yang sangat besar. (HR lbnu Mājah, Sunanu lbni Mặjah, No. Hadis 223, t.t.: 56). Hadis Şahih, Sahih Al-Jāmi No. 6297.

- HADIS NIAGA QS Fāțir, 35: 29 :

Tidak Melakukan Aktivitas Jual-Beli di Dalam Masjid

Dari Abu Hurairah dia mengatakan bahwa Rasulullah bersabda: "Jika kalian melihat orang yang menjual atau membeli di dalam masjid, ucapkanlah, 'Semoga Alah tidak memberi keuntungan pada perdaganganmu." Jika kalian melihat orang yang mengumumkan barang hilang di dalam masjid, ucapkanlah, 'Semoga Allah tidak mengembalikan barang itu kepadamu." (HR Tirmizi, 1321)

- AMAL NIAGA :
1. Larangan jual-beli di masjid ditetapkan agar orang tidak sibuk dengan urusan dunia di masjid sehingga dia lalai dari akhirat dan lalai dari zikir kepada Allah di rumah Allah.
2. Lakukanlah segala hal ukhrawi di dalam masjid dan hindarilah melakukan atau membicarakan urusan duniawi, kecuali yang menyangkut urusan kaum muslim, baik urusan agama, kehidupan sosial, maupun hal-hal yang bermanfaat bagi kepentingan mereka.
3. Para ulama bersepakat bahwa jual-beli yang dilakukan di masjid, meskipun hukumnya haram, tetapi akadnya tetap dinyatakan sah.

- Tadabbur Surah Fatir Ayat 19-30 :

Ayat 19-30 menjelaskan tiga hal penting: 
1. Perumpamaan orang yang kafir kepada Allah, Rasulullah dan Al-Qur’an dengan yang  beriman padanya ialah seperti orang yang buta dengan yang melihat, gelap dengan cahaya, teduh dengan panas dan mati dengan hidup. Allah  yang  memberi  hidayah itu, sedangkan tugas Rasul saw. hanya menyampaikan berita gembira dan kabar takut. Setiap umat ada Rasul yang diutus Allah. Allah menimpakan azab kepada setiap umat yang ingkar pada-Nya. 
2. Di antara bukti kekuasaan dan kebesaran Allah, menurunkan air dari langit, lalu Dia keluarkan dari bumi buah-buahan yang beragam warnanya dan gunung-gunung yang bergaris putih, merah dan hitam pekat. Demikian pula manusia dan hewan ternak yang beragam warnanya. Sesunguhnya yang takut pada Allah itu ialah orang yang beriman yang mengetahui kebesaran Allah di alam semesta.  
3. Sungguh perniagaan dengan Allah tidak  akan merugi. Syaratnya, baca Al-Qur’an, tegakkan salat dan berinfak secara rutin. Allah pasti sempurnakan balasannya dan menambahkan karunia-Nya kepada yang melakukannya. 

Kamis, 18 Desember 2025

Tadabbur Al Quran Hal. 436 | @KitabulSalaf

Tadabbur Al-Quran Hal. 436 | @KitabulSalaf
----------------------------------------------
بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ

- Al Qur'an Indonesia Tajwid.

- Fatir ayat 15 :

۞ يٰٓاَيُّهَا النَّاسُ اَنْتُمُ الْفُقَرَاۤءُ اِلَى اللّٰهِ ۚوَاللّٰهُ هُوَ الْغَنِيُّ الْحَمِيْدُ

Wahai manusia! Kamulah yang memerlukan Allah; dan Allah Dialah Yang Mahakaya (tidak memerlukan sesuatu), Maha Terpuji.

- Tafsir Al Muyassar Fatir ayat 15 :

Wahai manusia, kalian membutuhkan Allah dalam segala sesuatu, kalian tidak bisa terlepas dari memerlukan-Nya sekejap pun, sebaliknya Allah Mahakaya sehingga Dia tidak membutuhkan manusia dan tidak memerlukan apapun dari makhluk-Nya. Dia Maha Terpuji pada Dzat, nama-nama dan sifat-sifat-Nya, Maha Terpuji atas nikmat-nikmat-Nya, karena segala nikmat yang diterima manusia adalah dari-Nya. Bagi-Nya segala puji dan syukur dalam segala keadaan.

- Mu'jam Fatir ayat 15 :

الْحَمِيْدُ
Lafaz AHamdulilát Ta a merupakan pujian kepada Allah atas keutamaan Nya. Akan tetapi kata AHamdu (puja-puja) lebih khusus darisekedar pujar biasa (Al-Madhu). dan letbih umun datipada syukur. Karena syukur tidak diungkapkan kecuai saat menerima suatu nikmat. maka setiap syukur tu adalah hamdun (puja puji) dan tidak setiap hamdun (puja-puji) itu syukur, dan setiap hamdun ipuja-puji) itu adalah madhun (pujan) dan tidak setiap madhun itu bisa bemakna hamdun. Dan dikatakan Fulan itu mabmud apabila ia dipuj, dan si Fulan itu muhaimadun apabila sa memiliki banyak sifat yang pantas dipuji (Ar-Rāghih A-Asfahani Mu'jamu Mufradat Altaa Al Qurani, 1431H2010M 100)

- Asmā'ul Husnã :

Allah Swt. mempunyai nama
الْحَمِيْدُ
artinya bahwa hanya Allah yang berhak untuk dipuji dan disanjung. Dialah Allah Yang Maha Terpuji dengan apa yang telah diciptakan-Nya, yang telah dibuat-Nya, yang telah dianugerahkan-Nya, yang telah memberikan manfaat dan madarat, dan yang telah memberikan karunia ataupun menahan karunia itu atas hamba-Nya. Dialah yang memegang langit untuk berada di atas bumi supaya tidak terjatuh. Dialah yang telah membentangkan bumi, sehingga menjadi terbentang, dan segala sesuatu menjadi luas dan mudah untuk dikerjakan. Dialah yang terpuji atas hikmah menciptakan hamba, baik yang bermaksiat, beriman ataupun yang kafir sekalipun. Dialah Yang Maha Terpuji untuk mengutus para rasul dan menjadikan musuh bagi mereka. Dialah Yang Maha Terpuji atas keadilan terhadap musuh-musuh-Nya, sebagaimana Dia terpuji atas karunia terhadap para wali-Nya. Setiap butiran debu yang ada di alam semesta ini menjadi saksi yang memuji-Nya,
dan tidaklah ada sesuatu kecuali bertasbih dengan memuji-Nya. Seorang muslim yang mengesakan Allah dengan nama ini, ia yakin bahwa pujian mencakup sanjungan kepada Zat yang dipuji dengan sifat-sifat kesempurnaanNya, serta mengikuti kegagahan-Nya dengan kecintaan, keridaan dan ketundukan. Orang yang mendustakan sifat-sifat yang dipuji tidaklah disebut seorang pemuji. Seorang yang mengesakan Allah hendaknya memuji Allah, dengan harapan hatinya mengikuti petunjuk untuk memilih keimanan dalam hati, memujinya dengan zikir dengan lisan, menyanjung Allah untuk memberatkan timbangan amal, memuji Allah dengan perbuatan anggota badan, serta memohon pertolongan dan memohon bertambahnya keimanan. (Dr. Mahmūd Abdurrazāk Ar-Ridwāni, Ad-Du'au bil Asmāil Husnā, 2005: 72).

- Riyāduş şälihin :

Dari Abu Umamah Ra., bahvwa Nabi Saw. jika mengangkat lambungnya (selesai makan), beliau membaca, Alhamdulilāhi Hamdan Kaširān Tayiban Mubārakan fihi Gaira Makfiyyin walā Mustagnan 'anhu. Rabbanā." (Segala puji bagi Allah dengan pujian yang banyak, yang baik dan yang mengandung keberkahan di dalamnya, bukan pujian yang tidak dianggap dan tidak dibutuhkan olehNya, ya Tuhan kami) (HR AI-Bukhāri). Hadiš tersebut memberikan faedah tentang anjuran untuk memuji Alah setelah selesai makan sebagai sikap meneladani Nabi Saw. (Dr. Mustafā Sa'id AI-Khin, Nuzhatul Muttagina Syarhu Riyādis şälihina, Juz 1, 1407 H/1987 M: 602). 

- Hadiš Nabawi :

Dari Abu Hurairah Ra., Rasulullah Saw., bersabda, "Barangsiapa yang duduk di suatu majelis, kemudian dia banyak salahnya, sebelum berangkat ia membaca, "Mahasuci Engkau ya Allah, dengan pujian milik-Mu, aku bersaksi bahwa tiada Tuhan kecuali Engkau, aku memohon ampun pada-Mu dan aku bertobat kepada-Mu.." kecuali Allah akan mengampuni dosa dan kesalahan dia selama berada di majelis itu." (Sahih Al-Jāmi, 6192). Begitu pun Umar Ra. melantangkan bacaan berikut, "Mahasuci Engkau, ya Allah, dengan memuji-Mu, Mahasuci nama-Mu, Yang Mahatinggi keagungan-Mu, dan tidak ada Tuhan selain-Mu." (Sahih Bukhāri,4042).

- Hadis Motivasi QS 35: 12 :

Dari Anas dia berkata. Rasulullah pernah bernapas tiga kali ketika minum. Beliau berkata: "Itu lebih melegakan, lebih bersih, dan lebih bermanfaat." Anas berkata.  "Oleh karena itu. aku bernapas tiga kali setiap minum." (HR Muslim, 2028)

- HADIS NIAGA QS Fäțir, 35: 15 :

Empat Kelompok yang Dibenci Allah

Dari Abu Hurairah dia mengatakan bahwa Rasulullah bersabda: "Empat golongan yang dibenci Allah, yitu penjual yang suka bersumpah, orang fakir yang sombong, orang tua renta yang berzina, dan pemimpin yang durjana." (HR Nasa'i, 2576)


- AMAL NIAGA :

1. Jika Anda seorang pedagang, janganlah banyak bersumpah dengan harapan agar orang lain menmbeli barang dagangan Anda. Rasulullah bersabda: "Sumpah itu akan menjadikan barang dagangan menjadi laris manis, (akan tetapi) mernghapuskan keberkahan." (HR Bukhari, 2087; Muslim, 1606).
2. Seorang niagawan muslim hendaknya senantiasa memohon kepada Allah agar menganugerahinya kejujuran dalam setiap aktivitas niaga yang dilakukan.
3. Apabila Anda seorang pimpinan dalam satu perusahaan, janganlah menjadikan jabatan dan wewenang untuk memperkaya diri sendiri. Ingatlah bahwa setiap kekuasaan akan berakhir dan akan dimintai pertanggungjawaban.

- Tadabbur Surah Fatir Ayat 12-18 :

Ayat 12-18 menjelaskan tiga hal penting: 
1. Meneruskan ayat sebelumnya terkait kekuasaan dan kebesaran Allah. Dua laut yang berbeda, yang satu airnya tawar dan enak diminum dan yang satu lagi asin. Dari keduanya Allah titipkan rezeki untuk manusia berupa berbagai jenis akan segar dan perhiasan yang dipakai manusia. Kapal-kapal yang berlabuh di atasnya sebagai untuk mencari karunia-Nya. Semoga manusia bisa bersyukur pada Allah. Allah juga yang menjadikan malam dan siang silih berganti, menundukkan matahari  dan bulan. Masing-masing beredar hingga  batas waktu yang ditentukan-Nya. Semua  itu Allah yang menicptakannya. 
2. Allah mengajak manusia memikirkan tanda-tanda kekuasaan dan kebesaran-Nya, kemudian tuhan-tuhan yang disembah selain-Nya.  Kekuasaan dan kebesaran-Nya sangat jelas dan dahsyat, sedangkan tuhan-tuhan yang diklaim manusia itu tidak memiliki kekuasaan dan kekuatan sekulit aripun. Sebab itu, orang yang  tidak memahami kekuasaan dan kebesaran  Allah itu sulit untuk mendengarkan kebenaran Al-Qur’an dan Islam, apalagi meyakini dan mengamalkannya. Padahal di akhirat nanti mereka mengingkari kemusyrikan tersebut. Allah Mahateliti dalam memberi tahu manusia. Sungguh  manusia sangat membutuhkan Allah. Allah  mampu melenyapkan mereka dan menggantinya dengan generasi baru. Semua itu mudah  saja bagi Allah. 
3. Allah menetapkan setiap manusia memikul dosa masing-masig dan tidak bisa dialihkan kepada orang lain kendati karib kerabat. Yang bisa memahami peringatan Rasul saw, itu ialah yang takut pada Allah dan menegakkan salat.

Sabtu, 06 Desember 2025

Tadabbur Al Quran hal. 435 | @KitabulSalaf

Tadabbur Al-Quran Hal. 435
----------------------------------------------
بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ

- Al Qur'an Indonesia Tajwid.
- Fatir ayat 8 :

اَفَمَنْ زُيِّنَ لَهٗ سُوْۤءُ عَمَلِهٖ فَرَاٰهُ حَسَنًاۗ فَاِنَّ اللّٰهَ يُضِلُّ مَنْ يَّشَاۤءُ وَيَهْدِيْ مَنْ يَّشَاۤءُۖ فَلَا تَذْهَبْ نَفْسُكَ عَلَيْهِمْ حَسَرٰتٍۗ اِنَّ اللّٰهَ عَلِيْمٌ ۢبِمَا يَصْنَعُوْنَ

Maka apakah pantas orang yang dijadikan terasa indah perbuatan buruknya, lalu menganggap baik perbuatannya itu? Sesungguhnya Allah menyesatkan siapa yang Dia kehendaki dan memberi petunjuk kepada siapa yang Dia kehendaki. Maka jangan engkau (Muhammad) biarkan dirimu binasa karena kesedihan terhadap mereka. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat.

- Asbabun Nuzul Fatir ayat 8 :

Diriwayatkan oleh Juwaibir dari Adh-Dhahak yang bersumber dari Ibnu Abbas, bahwa ayat ini turun berkenaan dengan Nabi Saw. Berdo'a: "Allahumma a'iz dinaka bi Umar bin Khatthab au bi Abi Jahl bin Hisyam". Allah memberi hidayah kepada 'Umar dan menyesatkan Abu Jahl. Ayat ini turun berkenaan dengan kedua orang ini.

- Tafsir Al Muyassar Fatir ayat 8 :

Apakah orang yang amal-amal buruknya berupa kemaksiatan-kemaksiatan kepada Allah, kekufuran, penyembahan kepada llah-llah lain dan berhala-berhala selain Allah diperindah oleh setan sehingga dia melihatnya bagus adalah seperti orang yang diberi petunjuk oleh Allah, sehingga dia melihat yang baik adlaah baik dan yang buruk adalah buruk? Sesungguhnya Allah menyesatkan siapa yang Dia kehendaki dari hamba-hamba-Nya dan memberi petunjuk kepada siapa yang Dia kehendaki. Maka janganlah mencelakakan dirimu sendiri karena sedih terhadap kekufuran orang-orang yang tersesat itu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui keburukan-keburukan mereka dan akan membalas karenanya dengan balasan paling buruk.

- Riyāduş şālihin :

Dari 'Aisyah Ra., ia berkata, "Apabila datang angin yang bertiup sangat kencang. maka Nabi Saw. berdoa, "Allahumma Inni Asaluka Khairahā, wa Khaira mã fihā, wa Khaira mã Ursilat bihi. Wa Aūżubika min Syarrihā, wa Syarri mã fihā, wa Syarri mā Ursilat. (Ya Allah, sungguh, aku memohon kepada-Mu kebaikan angin, kebaikan yang dikandung-nya, dan kebaikan yang dibawanya. Dan aku berlindung kepada-Mu dari keburukan-nya, keburukan yang ada di dalamnya dan keburukan yang dibawanya.)" (HR Muslim).
Hadis tersebut mengandung beberapa faedah, antara lain:
(a) Berlindung kepada Allah Swt. dan merendahkan diri kepada-Nya ketika menyaksikan suatu perkara buruk dan menakutkan dari berbagai fenomena alam yang terjadi.
(b) Dianjurkan untuk berdoa dengan doa yang terdapat dalam hadis tersebut, tatkala terjadi angin yang berhembus menghamburkan debu.
(Dr. Mustafā Sa'id Al-Khin, Nuzhatul Muttaqina Syarhu Riyādis Şālihina, Juz 2, 1407 H/1987 M: 1178).

- Hadiš Nabawi :

Dari Abu Hurairah Ra., ia berkata, Rasulullah Saw. bersabda, Jarak antara dua tiupan (sangkakala) adalah empat puluh." Seseorang bertanya kepada Abu Hurairah, Empat puluh hari? Dia menjawab, Aku tidak dapat menentukannya Orang itu bertanya lagi, 'Empat puluh bulan? Dia menjawab, 'Aku tidak dapat menentukannya." Orang itu bertanya lagi. 'Empat puluh tahun?" Dia menjawab, Aku tidak dapat menentukannya.' Kemudian beliau bersabda, "Setelah itu, Allah Swt. menurunkan air dari langit, maka mereka pun hidup kembali sebagaimana tumbuhnya sayur-sayuran. Tidak ada tersisa sedikit pun dari manusia kecuali ia akan hancu, kecuali satu tulang yakni tulang ekor. Dari tulang itulah, manusia dibangkitkan kembali pada hari kiamat." (HR Al-Bukhāri, Sahihul Bukhāri, Juz3, No. Hadis, 4935. 1400 H: 320).

- Hadiš Qudsi :

Imam Al-Bukhāri berkata, telah menceritakan kepada kami Migdām bin Muhammad, ia berkata, telah menceritakan kepadaku pamanku yaitu Al-Qāsim bin Yahya, dari Ubaidullah dari Nāfi, dari lbnu Umar Ra. dari Rasulullah Saw., beliau bersabda, "Pada hari kiamat Allah menggenggam bumi, dan langit berada di tangan kanan-Nya, lantas Allah berfirman, Akulah Raja." (Mustafā bin 'Adawi, As-Sahihul Musnad minal Ahādišil Qudsiyyati, t.t: 127).

- HADIS NIAGA QS Fäțir, 35: 6 :

Pasar Menjadi Sasaran Utama Setan

Dari Salman , dia berkata, "Jika bisa, janganlah kamu menjadi orang yang pertama kali masuk ke dalam pasar dan orang terakhir kali keluar darinya. Bagaimanapun, pasar itu menjadi sasaran utama setan dan di situlah setan mengibarkan benderanya." Salman berkata, Aku pernah diberi tahu bahwa Jibril datang kepada Rasulullah Pada saat itu, Ummu Salamah ada di samping beliau. Beliau mulai berbicara, berdiri, dan akhirnya bertanya kepada Ummu Salamah: "Siapa ini? (atau sebagaimana yang beliau katakan kepadanya). Ummu Salamah menjawab, "ini Dihyah Al-Kalbi." Salman berkata, Ummu Salamah pernah berkata, "Demi Allah, aku tidak pernah berprasangka buruk kepadanya hingga aku mendengar khutbah Rasulullah yang menuturkan berita tentang kami (atau sebagaimana yang beliau sabdakan)." Aku bertanya kepada Abu Usman, "Dari siapa engkau mendengar berita ini?" Abu Usman menjawab, "Dari Usamah bin Zaid." (HR Muslim, 2451)

- AMAL NIAGA :

1. Mintalah perlindungan kepada Allah agar setan tidak menyesatkan Anda dari jalan-Nya dan mohonlah kepada-Nya agar Anda tetap berada di atas agama-Nya hingga Anda menjumpai-Nya.

- Tadabbur Surah Fatir Ayat 4-11 :

1. Ayat 4-11 menjelaskan bahwa penolakan  kepada Rasululullah saw. itu juga terjadi pada Rasul-Rasul sebelumnya. Maka, manusia harus ingat bahwa janji Allah itu benar. Sebab itu, jangan sampai tertipu oleh kehidupan dunia dan  setan, karena setan itu musuh dan mengajak manusia menjadi penghuni neraka.  
2. Orang-orang yang kafir akan mendapatkan azab neraka, sedang yang beriman dan beramal saleh akan mendapatkan ampunan dan pahal yang amat besar. Orang yang kafir itu melihat kekufurannya sebagai kebaikan. Sebab itu tidak perlu bersedih terhadap mereka, karena Allah memberikan petunjuk atau menyesatkan orang yang dikehendaki-Nya. Diantara kekuasaan-Nya, mengirimkan angin untuk menggerakkan awan ke negeri yang mati tanahnya, lalu bumi itu menjadi hidup kembali. Maka seperti itu pula pada hari kiamat nanti, 
3. Allah  menghidupkan manusia yang sudah mati. Sebab itu, carilah kemuliaan itu dari Allah. Allah menerima perkataan dan amal saleh. Mereka yang berbuat makar atas agama-Nya, bagi mereka azab yang keras, sedangkan makar mereka akan sia-sia. Karena Allah yang menciptakan manusia dari tanah, kemudian sperma, kemudian berpasang-pasangan. Kelahiran, ditambah atau dikuranginya umur adalah sesuai ilmu-Nya. Bagi Allah mudah saja.  

Senin, 01 Desember 2025

Kezaliman Terhadap Hak Allah | @KitabulSalaf

One Day One Hadits (332)
------------------------------------------
بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ

Kezaliman Terhadap Hak Allah

َ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ ابن مسعود رضي اللَّه عنه قَالَ سَأَلْتُ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَيُّ الذَّنْبِ أَعْظَمُ عِنْدَ اللَّهِ قَالَ أَنْ تَجْعَلَ لِلَّهِ نِدًّا وَهُوَ خَلَقَكَ قُلْتُ إِنَّ ذَلِكَ لَعَظِيمٌ قُلْتُ ثُمَّ أَيُّ قَالَ وَأَنْ تَقْتُلَ وَلَدَكَ تَخَافُ أَنْ يَطْعَمَ مَعَكَ قُلْتُ ثُمَّ أَيُّ قَالَ أَنْ تُزَانِيَ حَلِيلَةَ جَارِكَ 

Dari 'Abdullah Ibnu Mas'ud radhiyallahu anhu dia berkata; Aku bertanya kepada Nabi shallallahu 'alaihi wasallam; 'Dosa apakah yang paling besar di sisi Allah? Beliau menjawab; 'Bila kamu menyekutukan Allah, padahal dialah yang menciptakanmu. Aku berkata; tentu itu sungguh besar.' Aku bertanya lagi; 'Kemudian apa? Beliau menjawab; 'Apabila kami membunuh anakmu karena takut membuat kelaparan.' Aku bertanya lagi; 'kemudian apa? ' beliau menjawab; 'Berzina dengan istri tetanggamu.'[Hr Bukhori] 

Pelajaran yang terdapat di dalam hadist :

1. Syaikh Muhammad bin Shalih Al Utsaimin menjelaskan: “Zalim ada dua macam: pertama, kezaliman terkait dengan hak Allah ‘Azza wa Jalla, kedua, kezaliman terkait dengan hak hamba.

2. Kezaliman terhadap hak Allah. 
Kezaliman yang terbesar yang terkait dengan hak Allah adalah kesyirikan.

3. Syirik merupakan dosa paling besar disisi Allah dan tidak akan diampuni. Karena syirik merupakan perbuatan yang melanggar hak Allah.sedangkan hak Allah yang wajib dipenuhi oleh setiap hamba adalah tidak berbuat syirik kepada-Nya.

4. Syirik disebut kezoliman karena syirik merupakan perbuatan yang menempatkan sesuatu perkara atau ibadah tidak pada tempatnya dan memberikannya kepada yang tidak berhak menerimanya. Oleh karena itu siapa yang menyekutukan Allah maka ia telah tersesat sejauh-jauhnya.

Tema hadist yang berkaitan dengan Al qur'an :

1. Kezhaliman yang paling besar adalah syirik kepada Allah. 

وَإِذْ قَالَ لُقْمَانُ لِابْنِهِ وَهُوَ يَعِظُهُ يَا بُنَيَّ لَا تُشْرِكْ بِاللَّهِ إِنَّ الشِّرْكَ لَظُلْمٌ عَظِيمٌ

Artinya: “Dan ketika Luqman berkata kepada anaknya, wahai anakku janganlah kamu mempersekutukan (syirik) kepada Allah dan sesungguhnya syirik itu merupakan kezaliman yang paling besar.” (Terj. Luqman: 13)

2. Syirik Akbar (besar) adalah beribadah kepada selain Allah, seperti berdo’a kepada selain Allah, meminta berkah (keberuntungan, syafa’at, perlindungan dan lain-lain) kepada orang yang mati atau masih hidup tapi tidak berada di tempat orang yang meminta (tidak ada di dekatnya).

وَاعْبُدُوا اللَّهَ وَلَا تُشْرِكُوا بِهِ شَيْئًا 

“Beribadahlah kepada Allah dan jangan kamu sekutukan Dia dengan sesuatu apapun.” (Terj. An-Nisa’: 36)

3. Syirik itu bercokol pada umat sekarang.

وَمَا يُؤْمِنُ أَكْثَرُهُمْ بِاللَّهِ إِلا وَهُمْ مُشْرِكُونَ

Artinya: “Dan kebanyakan dari mereka tidak beriman kepada Allah, kecuali mereka dalam keadaan berbuat syirik.” (Terj. Yusuf: 106)

4. Syirik merupakan dosa paling besar disisi Allah dan tidak akan diampuni. Karena syirik merupakan perbuatan yang melanggar hak Allah.sedangkan hak Allah yang wajib dipenuhi oleh setiap hamba adalah tidak berbuat syirik kepada-Nya. 

إِنَّ اللَّهَ لَا يَغْفِرُ أَنْ يُشْرَكَ بِهِ وَيَغْفِرُ مَا دُونَ ذَلِكَ لِمَنْ يَشَاءُ وَمَنْ يُشْرِكْ بِاللَّهِ فَقَدْ ضَلَّ ضَلَالًا بَعِيدًا 

Sesungguhnya Allah tidak mengampuni dosa mempersekutukan (sesuatu) dengan Dia, dan dia mengampuni dosa yang selain syirik bagi siapa yang dikehendaki-Nya. barangsiapa yang mempersekutukan (sesuatu) dengan Allah, Maka Sesungguhnya ia Telah tersesat sejauh-jauhnya. ( Q.S An Nisa: 116)

Jumat, 21 November 2025

Tadabbur Al Quran hal. 434 | @KitabulSalaf

Tadabbur Al-Quran Hal. 434
----------------------------------------------
بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ

- Al Qur'an Indonesia Tajwid.

- Saba' ayat 52 :

وَّقَالُوْٓا اٰمَنَّا بِهٖۚ وَاَنّٰى لَهُمُ التَّنَاوُشُ مِنْ مَّكَانٍۢ بَعِيْدٍۚ

dan (ketika) mereka berkata, “Kami beriman kepada-Nya.” Namun bagaimana mereka dapat mencapai (keimanan) dari tempat yang jauh? [705]

- [705] Setelah mereka melihat kedahsyatan azab pada hari kiamat, maka mereka baru mau beriman kepada Allah dan Rasul-Nya, padahal tempat beriman itu sudah jauh yaitu di dunia.

- Tafsir Al Muyassar Saba' ayat 52 :

Orang-orang kafir berkata manakala mereka melihat azab di akhirat: Kami beriman kepada Allah, kitab-kitab-Nya dan utusan-utusan-Nya. Bagaimana mungkin mereka menggapai iman di akhirat sementara jarak mereka dengan iman sangatlah jauh? Mereka dihalang-halangi dari iman, karena tempat iman adalah dunia, sementara di sana mereka mengingkarinya.

- Asma'ul Husnā :

Allah Swt. mempunyai nama Al Qoribnya Dia Yang Mahadekat dengan hamba-Nya, dengan kemauan-Nya dan dengan cara yang Dia kehendaki. Dia bersemayam di atas Arsy-Nya, Mahadekat dengan hamba-Nya, bahkan lebih dekat dari urat lehernya sekalipun. Segenap makhluk bagi Allah menjadi sangat dekat, disebabkan sangat kecilnya hamba jika dibandingkan dengan keagungan Zat dan sifat-Nya. Tidak ada yang mampu melingkupi jauhnya jarak antara Arsy dan bumi. Namun Allah Maha Mendengar, Maha Melihat, sedangkan Dia bersemayam di atas 'Arsy-Nya. Dialah Yang Mahadekat dan Maha Mengetahui terhadap segala rahasia yang tersembunyi. Allah Swt. Mahadekat dengan ilmu-Nya Yang Maha Meliputi, dan kekuasaan-Nya terhadap segala sesuatu arti yang berkaitan dengan segenap makhluk. Dia Sangat dekat dengan kasih sayang, kelembutan dan pertolongan. Tentunya, hal ini khusus bagi orang-orang yang beriman. Barangsiapa dari hamba-Nya yang mendekat kepada Allah sejengkal, maka Allah akan lebih mendekat kepadanya sedepa, dan barangsiapa yang mendekat kepada-Nya sedepa, maka Allah akan mendekat kepada-Nya sehasta. Allah Swt. juga Mahadekat kepada hamba, sedekat para malaikat yang Allah berikan karunia untuk memperhatikan ucapan dan perbuatan mereka dari semua hal, yang kecil maupun yang besar. Seorang muslim yang mengesakan Allah dengan nama ini, hendaknya terpatri dalam dirinya untuk berusaha mendekatkan diri kepada Tuhannya dan tetap konsisten dengan setiap amalan yang bisa menyampaikannya kepada keridaan dan kecintaan-Nya. Segera bertobat, hati dan perilakunya menjadi tenang, lunak, mudah dan dekat. Menegakkan hukum-hukum Allah terhadap orang yang dekat atau yang jauh. Mengetahui bahwa kedekatan yang hakiki ada pada ketaatan dan keimanan. Allah Swt. berfirman, Dan bukanlah harta atau anak-anakmu yang mendekatkan kamu kepada Kami; melainkan orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan, mereka itulah yang memperoleh balasan yang berlipat ganda atas apa yang telah mereka kerjakan; dan mereka aman sentosa di tempat-tempat yang tinggi (dalam surga). (QS Saba', 34: 37). (Dr. Mahmūd Abdurrazāk Ar-Ridwāni, Ad-Du'ầu bil Asmai'l Husnā, 2005: 68). 

- Riyāduş Şālihin :

Dari Abu Musa Al-Asy'ariy Ra., ia berkata, "Kami bepergian bersama Rasulullah Saw. dan apabila menaiki bukit, kami bertahlil (mengucapkan Lā-llāha-illallāh) dan bertakbir dengan suara yang keras. Lalu Nabi Saw. bersabda, "Wahai sekalian manusia, rendahkanlah diri kalian! Karena kalian tidak menyeru kepada Zat yang tuli dan juga bukan Zat yang jauh. Dia selalu bersama kalian dan Dia Maha Mendengar lagi Mahadekat." (HR Al-Bukhāri-Muslim).

Hadis tersebut memberikan faedah bahwa terlarang zikir dengan mengeraskan Suara secara berlebihan, karena Allah Maha-dekat kepada manusia. Dia Maha Mendengar, Melihat, dan Mengetahui. Adapun zikir dengan suara yang tidak berlebihan, maka sangat dianjurkan apabila selamat dari sikap riya dan tidak mengganggu orang yang sedang tidur atau salat. (Faisal bin Abdul Aziz Ali Mubārak, Tatrizu Riyādis Şālihina, Juz 2, t.t.: 74).

- Hadiš Nabawi :

Dari Yazid bin Nu'aim, ia berkata, "Aku mendengar Abu Žar berkata saat ia berdiri khutbah di atas mimbar di Kota Fustat, Aku mendengar Nabi Saw. bersabda, 'Barangsiapa mendekat kepada Allah satu jengkal, maka Allah akan mendekat padanya satu hasta, barangsiapa mendekat kepada Allah satu hasta, maka Allah akan mendekat padanya satu depa, dan barangsiapa menemui Allah dengan berjalan, maka Allah akan menemuinya dengan berlari. Sungguh Allah Mahatinggi lagi Mahamulia. Sungguh Allah Mahatinggi lagi Maha mulia. Sungguh Allah Mahatinggi lagi Mahamulia." (HR Ahmad, Musnadul Imām Ahmad Bin Hanbal, Jilid 35, No. Hadis, 21374. 1420 H/1999 M: 301).

- Hadis Motivasi QS 35: 1 :

Dari Abu Hurairah yang Rasulullah menyampaikan kepadanya. beliau bersabda: "Jika Alliah memutuskan suatu keputusan di langit maka malaikat akan mengepak-ngepakkan sayapnya karena tunduk pada keputusan-Nya, seolah-olah kepakan sayapnya seperti rantai di atas batu licin." (IR Bukhari, 7043)

- AMAL NIAGA :

1. Bacalah zikir setiap Anda selesai melaksanakan salat fardu karena bacaan tersebut mengandung lafaz ketauhidan bagi Allah .
2. Zat Yang Maha Memberi hanyalah Allah Oleh karena itu, mintalah kepada-Nya dan janganlah menoleh kepada sesuatu selain-Nya.

- Tadabbur Surah Saba' Ayat 49-54

Penjelaskan kebenaran Al-Qur’an itu perlu ditegakkan agar kebatilan itu musnah. Pentunjuk itu hanya yang terkandung dalam wahyu Allah. Orang-orang yang menolak Al-Qur’an itu akan merasakan ketakutan yang dahsyat pada hari kiamat dan berharap menjadi mukmin. Namun sudah terlambat karena mereka di dunia tidak yakin.

Tadabbur Surah Fatir Ayat 1-3 :

1. Ayat 1-3 surat Fathir menjelaskan kekuasaan Allah menciptakan langit, bumi dan para malaikat sebagai utusan-Nya yang memiliki sayap dua, tiga dan empat. Allah berkuasa penuh menambah ciptaan-Nya. Tidak ada yang bisa menghambat atau menahan rahmat-Nya. 
2. Karena Allah Mahaperkasa lagi Mahabijaksana. Oleh sebab itu, manusia sepantasnya mengingat nikmat-nikmat Allah atas mereka. Adakah Tuhan Pencipta selain Allah? Dia yang memberi rezki mereka dari langit dan bumi melaui hujan dan tumbuh-tumbuhan yang sangat banyak macamnya. Maka tauhidkanlah Allah dan jangan sekali-kali menyimpang dari agama Tauhid ini (Islam). 

Senin, 10 November 2025

Tadabbur Al Quran hal. 433 | @KitabulSalaf

Tadabbur Al-Quran Hal. 433
----------------------------------------------
بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ

- Al Qur'an Indonesia Tajwid.

- Saba' ayat 46 :

۞ قُلْ اِنَّمَآ اَعِظُكُمْ بِوَاحِدَةٍۚ اَنْ تَقُوْمُوْا لِلّٰهِ مَثْنٰى وَفُرَادٰى ثُمَّ تَتَفَكَّرُوْاۗ مَا بِصَاحِبِكُمْ مِّنْ جِنَّةٍۗ اِنْ هُوَ اِلَّا نَذِيْرٌ لَّكُمْ بَيْنَ يَدَيْ عَذَابٍ شَدِيْدٍ

Katakanlah, “Aku hendak memperingatkan kepadamu satu hal saja, yaitu agar kamu menghadap Allah (dengan ikhlas) berdua-dua atau sendiri-sendiri; [702] kemudian agar kamu pikirkan (tentang Muhammad). Kawanmu itu tidak gila sedikit pun. Dia tidak lain hanyalah seorang pemberi peringatan bagi kamu sebelum (menghadapi) azab yang keras.”

- [702] Berdua-dua atau sendiri-sendiri maksudnya ialah, dalam menghadap Allah, kemudian merenungkan keadaan Muhammad sallallahu alaihi wa sallam sebaiknya dilakukan dalam keadaan suasana tenang dan ini tidak dapat dilakukan dalam keadaan beramai-ramai.

- Tafsir Al Muyassar Saba' ayat 46 :

Katakanlah (wahai Rasul) kepada orang-orang yang mendustakan lagi menentang itu: Aku hanya menasihatkan satu perkara kepada kalian: Hendaknya kalian menegakkan ketaatan kepada Allah, dua dua dan satu satu, kemudian renungkanlah keadaan teman kalian, Rasulullah dan apa yang dituduhkan kepadanya. Ternyata dia tidak gila, karena dia hanya pemberi peringatan kepada kalian, yang mengingatkan kalian terhadap azab Jahanam sebelum kalian mencicipi panasnya.

- Asmaul Husna :

Allah Swt. mempunyai nama Isysyahiid  artinya Dialah Yang Maha Memperhatikan makhluk dimana saja mereka berada dan dalam kondisi apapun. Dialah Yang Mahaada, menyaksikan, dan lebih dekat dengan mereka dibanding dengan urat leher mereka sendiri. Dia mendengar dan melihat. Dialah yang Maha Melihat dari ketinggian dan bersemayam di atas Arsy-Nya. Hati mampu mengenali-Nya, namun akal tak akan mampu memahami-Nya. Kesaksian-Nya terhadap makhluk adalah kesaksian Yang Maha Melihat, mencakup ilmu, penglihatan, pengurusan dan kekuasaan. Saksi bagi Allah hanyalah Diri-Nya sendiri, dengan keesaan dan keadilan. Kesaksian-Nya adalah hukum, ketetapan dan pengetahuan. Allah juga menjadi saksi atas kejujuran orang-orang beriman ketika mereka mengesakan-Nya, menjadi saksi atas para rasul dan malaikat-Nya terhadap apa yang mereka bawa dan mereka sampaikan. Kesaksian-Nya terhadap Diri-Nya dengan pengesaan berada di atas segala kesaksian. Dia bersumpah akan menemui para hambaNya selepas kematian dan ketika dibangkitkan kembali. Seorang muslim yang mengesakan Allah dengan nama ini adalah cerminan kesaksiannya terhadap kebenaran, walau seluruh makhluk memusuhinya. Kesaksian yang paling agung dan paling hebat adalah kesaksian atas keesaan tanpa disertai kemusyrikan. Itu adalah kesaksian yang paling agung yang disaksikan oleh Tuhan Yang Mahakuat dan Mahagagah, kesaksian para malaikat, para nabi, orang-orang yang berilmu dan para wali Allah. Rasulullah Saw. harus berhijrah oleh karena itu. Beliau juga harus memusuhi kaumnya. Sama halnya dengan Ibrāhim As. yang berlepas diri dari kekufuran ayahnya. Orang yang mengesakan Allah dengan nama ini hendaknya senantiasa memperbaharui keimanannya dengan selalu membaca dan memperbanyak zikir. Jika kematian menjemputnya, hendaknya ia mati dengan keyakinan itu. (Dr. Mahmūd Abdurrazāk Ar-Ridwān, Ad-Du'ầu bil AsmāiI Husnā, 2005: 75).

- Hadiš Nabawi :

Dari Rifa' ah bin Rafi' Az Zuraqiy Ra., ia berkata, "Jibril As. datang kepada Nabi Saw. lalu berkata, 'Siapakah di antara kalian yang kamu siapkan untuk pasukan Badar? Beliau menjawab, Mereka adalah kalangan muslim yang terbaik. Atau kalimat serupa itu. Maka Jibril berkata, "Begitu juga yang ikut (syahida) perang Badar dari kalangan malaikat." (HR AI-Bukhari). (Faisal bin Abdul 'Aziz Ali Mubārak, Tatrizu Riyādis Sālihina, Juz 3, t.t.:1). 

- Riyāduş şālihin :

Dari Umar bin Khattab Ra., ia berkata, "Ketika terjadi perang Khaibar, maka sejumlah sahabat menghadap Nabi Saw. seraya berkata, Fulan mati syahid, fulan mati syahid,' Maka Rasulullah Saw bersabda, Tidak demikian, sungguh aku melihatnya di neraka dalambpakaian atau mantel yang dia ambil (sebelum dibagi)." (HR Muslim).
Hadis di atas memberikan faedah bahwa:
(a) Dosa yang paling besar adalah khianat pada harta umat dan amanat pedih siksaannya.
(b) Mati syahid di jalan Allah tidak menghapus atau meniadakan hak-hak orang lain yang terzalimi olehnya.
(Dr. Muştafā Sa'id AI-Khin, Nuzhatul Muttaqina Syarhu Riyādis Şālihina, Juz 1, 1407H/1987 M: 240-241)

- Hadis Motivasi QS 34: 40 :

Dari Jabir dia berkata. Rasulullah bersabda: "Manusia akan dikumpulkan sesuai dengan niat mereka masing-masing." (HR Ibnu Majah. 4230)

- HADIS NIAGA QS Saba', 34: 47 :

Menerima Upah sebagai Amil Zakat

Dari lbnu As-Saidi, dia berkata, "Umar bin Khathab amil yang mengumpulkan sedekah (zakat). Ketika aku menyelesaikan pekerjaan itu dan menyampaikan kepadanya, dia memerintahkan untuk memberikan upah kepadaku. Aku pun berkata, 'Aku mengerjakannya karena Allah dan ganjaranku hanya dari Allah.' Dia berkata, 'Ambillah yang aku berikan kepadamu karena sesungguhnya aku telah mengerjakan pekerjaan ini pada zaman Rasulullah dan beliau memberiku upah. Ketika itu, aku mengatakan seperti yang engkau katakan. Namun, Rasulullah bersabda: "Jika engkau diberi sesuatu tanpa memintanya, makanlah dan sedekahkanlah." (HR Abu Dawud, 1647).

- AMAL NIAGA :

1. Apabila Anda ditunjuk oleh pemerintah untuk menjadi amil zakat yang bertugas mengumpulkan dan mendistribusikan zakat maka Anda diperbolehkan untuk menerima bagian zakat.
2. Sebagai pengusaha muslim, hendaklah Anda mengeluarkan sedekah dari harta atau hasil perniagaan Anda dengan mengharapkan manfaat dan keberkahan di dunia dan akhirat.

- Tadabbur Surah Saba' Ayat 40-48 :

Ayat 40-48 menjelaskan beberapa hal berikut:
1. Di padang Mahsyar nanti para Malaikat bersaksi bahwa sebenarnya kaum musyrikin itu menyembah setan (jin kafir) dan mengikuti perintah-perintahnya. Pada hari itu, mereka tidak bisa lagi saling  membantu atau menjerumuskan. Mereka semuanya dimasukkan ke dalam neraka agar merasakan azab neraka yang mereka tolak kebenarannya waktu masih hidup di dunia.  
2. Mereka juga menuduh Rasul saw. mengada-ada untuk menghambat mereka dari tradisi ketuhanan nenek moyang mereka dan tukang sihir. Penolakan seperti ini juga terjadi pada Rasul-Rasul Allah sebelumnya. Merekapun diazab Allah. 
3. Allah perintahkan Rasul saw. agar menyampaikan masalah Tauhid. Ia bukanlah gila, akan tetapi pemberi kabar takut sebelum azab Allah  tiba. Rasul saw. juga dilarang meminta upah dari dakwah Tauhid karena Allah yang akan membalasanya dan memberinya wahyu.

Sabtu, 08 November 2025

Tadabbur Al Quran hal. 432 | @KitabulSalaf

Tadabbur Al-Quran Hal. 432
----------------------------------------------
بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ

- Al Qur'an Indonesia Tajwid.
- Saba' ayat 34 :

وَمَآ اَرْسَلْنَا فِيْ قَرْيَةٍ مِّنْ نَّذِيْرٍ ِالَّا قَالَ مُتْرَفُوْهَآ  ۙاِنَّا بِمَآ اُرْسِلْتُمْ بِهٖ كٰفِرُوْنَ

Dan setiap Kami mengutus seorang pemberi peringatan kepada suatu negeri, orang-orang yang hidup mewah (di negeri itu) berkata, “Kami benar-benar mengingkari apa yang kamu sampaikan sebagai utusan.”

- Asbabun Nuzul Saba' ayat 34 :

Diriwayatkan oleh Ibnul Mundzir dan Ibnu Abi Hatim dari Sufyan dari 'Ashim yang bersumber dari Ibnu Razin, salah seorang dari dua orang yang berserikat didalam dagangnya pergi ke Syam dan seorang lagi menetap di Mekkah. Ketika ia mendengar berita diutusnya seorang Nabi, ia menulis surat kepada temannya menanyakan berita itu. Ia menerima jawaban bahwa tak seorangpun dari golongan Quraisy yang mengikutinya, kecuali orang-orang hina dan miskin. Setelah menerima surat jawaban itu, ia meninggalkan dagangannya dan meminta kepada temannya untuk mengantarkan kepada Nabi, karena ia pernah membaca beberapa kitab tentang kenabian. Menghadaplah ia kepada Nabi Saw. Sambil berkata: "Kepada apakah engkau mengajak kami?". Rasulullah Saw. Menjelaskannya. Berkatalah orang itu: "Asyhadu annaka Rasulullah (Aku percaya bahwa engkau adalah Rasulullah)". Rasulullah bertanya: "Dengan pengetahuan apa engkau berbuat demikian?". Ia menjawab: "Tidak akan diutus seorang Nabi kecuali pengikutnya adalah orang-orang hina dan orang-orang yang miskin". Dengan turunnya ayat ini Rasulullah Saw. Mengutus seseorang untuk menyampaikan berita tersebut kepada orang itu, bahawa ucapannya dibenarkan oleh wahyu Allah.

- Tafsir Al Muyassar Saba' ayat 34 :

Dan Kami tidak mengutus di sebuah perkampungan seorang Rasul yang mengajak kepada tauhid Allah dan mengesakan-Nya dalam ibadah, kecuali orang-orang dari penduduknya yang tenggelam dalam hawa nafsu dan syahwat berkata: Sesungguhnya kami (wahai para Rasul) mengingkari apa yang kalian bawa.

- Riyāduş Sälihin :

Dari Abdullah bin Mas'ud Ra., dari Nabi Saw., beliau bersabda, "Tidak akan masuk surga orang yang di dalam hatinya terdapat kesombongan seberat biji sawi." Seorang laki-laki bertanya, "Sungguh seseorang menyukai apabila baju dan sandalnya bagus (apakah ini termasuk kesombongan)?" Beliau menjawab, "Sesungguhnya Allah itu bagus menyukai yang bagus. Kesombongan itu menolak kebenaran dan meremehkan manusia." (HR Muslim).

Hadis tersebut memberikan faedah:
(a) Keharaman bersikap sombong dan ancaman berat terhadap orang yang bersikap sombong.
(b) Keindahan dan kecantikan apabila motifnya bukan kesombongan, namun memperlihatkan kenikmatan Allah, maka tidak termasuk dosa besar.
(Faisal bin Abdul Aziz Ali Mubārak, Tatrizu Riyādis Sālihina, Juz 1, t.t.:416). 

- Hadis Nabawi :

Imam Muslim berkata, dari Abu Hurairah Ra., Nabi Saw. bersabda, "Api kalian ini yang dinyalakan oleh anak cucu Adam adalah satu bagian dari tujuh puluh bagian panasnya neraka Jahanam." Para sahabat berkata, "Wahai Rasulullah! Demi Allah Swt., sesungguhnya api dunia pun cukup untuk menyiksa para pelaku maksiat. Beliau bersabda, "Sesungguhnya api neraka itu ditambahi 69 bagian, masing-masing bagian itu sama panasnya." (HR Muslim, Sahihu Muslim, Juz 4, No. Hadis 2843, 1412 H/1991 M: 2184). 

- Hadiš Qudsi :

Dari Abu Sa'id Al-Khudri Ra., dari Nabi Saw., beliau bersabda, "Ahli surga telah masuk ke surga dan ahli neraka telah masuk ke neraka. Lalu Allah Swt. berfirman, "Keluarkanlah dari neraka siapa yang di dalam hatinya ada keimanan sebesar biji sawi, maka mereka keluar dari neraka dalam kondisi yang telah menghitam gosong, kemudian dimasukkan ke dalam sungai kehidupan. Lalu mereka tumbuh bersemi seperti tumbuhnya benih di tepi aliran sungai. Tidakkah kamu perhatikan bagaimana dia keluar dengan warna kekuningan." (HR Al-Bukhāri). (Mustafā bin Adawi, As Sahihul Musnad minal Ahādisil Qudsiyyati, t.t: 32).

- HADIS NIAGA QS Saba', 34: 39 :

Keutamaan Memberi Nafkah kepada Keluarga

Dari Abu Hurairah dia mengatakan bahwa Rasulullah bersabda: "Satu dinar yang engkau nafkahkan di jalan Allah, satu dinar yang engkau nafkahkan untuk memerdekakan budak, satu dinar yang engkau berikan kepada orang-orang miskin, dan satu dinar yang engkau nafkahkan kepada keluargamu, maka yang paling besar pahalanya, yaitu satu dinar yang engkau nafkahkan kepada keluargamu." (HR Muslim, 995)

AMAL NIAGA :

1. Bersyukurlah kepada Allah ketika Anda dapat memberi nafkah kepada keluarga. Hal tersebut merupakan infak terbaik di sisi Allah.
2. Jika Anda diberi kelapangan rezeki, lakukan infak-infak lainnya, seperti berinfak memberi bekal untuk pasukan perang di jalan Allah serta berinfak untukmembantu orang-orang fakir dan miskin.
3. Imam An-Nawawi berkata, "Nafkah kepada keluarga lebih utama dari sedekah yang hukumnya sunah." Maka, bersemangatlah Anda dalam mencari nafkah untuk keluarga Anda tanpa melupakan hak-hak Allah.

- Tadabbur Surah Saba' Ayat 32-39 :

1. Ayat 32 dan 33 meneruskan kisah sebelumnya. Kaum yang menindas menjawab : Sebenarnya bukan kami yang menjauhkan kalian dari petunjuk Al-Qur’an. Akan tetapi, kalian adalah kaum penjahat. Kaum yang ditindas membalasnya: Kalian melakukan makar siang dan malam demi menyuruh kami kafir pada Allah dan membuat tandingan-tandingan bagi-Nya. Semua mereka menyesali kekufuran mereka terhadap Al-Qur’an saat melihat azab neraka sudah didepan mata. Lalu leher-leher mereka dirantai dan digiring ke neraka. Itulah balasan yang setimpal bagi orang-orang yang kafir pada Allah. 
2. Ayat 34 dan 39 menjelaskan di setiap negeri yang diutus Rasul pasti ada kelompok elite yang berani terang-terangan kafir padanya. Alasannya, Rasul itu miskin dan persepsi yang keliru terhadap sistem Allah. Padahal Pemberi rezeki itu adalah Allah. Ia berikan kepada siapa saja yang dikehendaki-Nya. Sayang, kebanyakan manusia tidak mengetahuinya.  
3. Harta dan anak itu bukan bukti kasih sayang Allah pada seseorang. Melainkan iman dan amal saleh yang bisa meraih ridha Allah. Kaum mukmin yang beramal saleh akan diberikan balasan yang berlipat ganda dan di  surga mendapatkan rumah-rumah yang tinggi dan tenteram. Sebaliknya, orang-orang yang berupaya menghambat manusia dari jalan Allah dan Rasul-Nya, bagi mereka azab neraka.  Allahlah melapangkan dan membatasi rezeki kepada siapa yang dikehendaki-Nya. Apa yang diinfakkan di jalan Allah, pasti Dia ganti, karena  Allah sebaik-baik Pemberi rezeki. 

Senin, 03 November 2025

Tadabbur Al Quran hal. 431 | @KitabulSalaf

Tadabbur Al-Quran Hal. 431
----------------------------------------------
بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ

- Al Qur'an Indonesia Tajwid.

- Saba' ayat 26 :

قُلْ يَجْمَعُ بَيْنَنَا رَبُّنَا ثُمَّ يَفْتَحُ بَيْنَنَا بِالْحَقِّۗ وَهُوَ الْفَتَّاحُ الْعَلِيْمُ

Katakanlah, “Tuhan kita akan mengumpulkan kita semua, kemudian Dia memberi keputusan antara kita dengan benar. Dan Dia Yang Maha Pemberi keputusan, Maha Mengetahui.”

- Tafsir Al Muyassar Saba' ayat 26 :

Katakanlah: Rabb kami yang mengumpulkan antara kami dengan kalian di hari kiamat, kemudian menetapkan keputusan di antara kita dengan adil. Dia Maha Memberi keputusan yang menetapkan hukum di antara makhluk-Nya, Maha Mengetahui apa yang seharusnya diputuskan di antara mereka, mengetahui keadaan makhluk-Nya, tiada sesuatu pun yang samar bagi-Nya.

- Mu'jam Saba' ayat 26 :

الْفَتَّاحُ

Al Fattätu berarti menghilangkan atau membuka sesuatu yang tertutup, ataupun membuka jalan keluar sesuatu masalah. Dan pengertiannya ada dua macam, pertama. yang dapat dilihat dengan mata biasa seperti mernbuka pintu dan sebagainya, ataupun membuka kunci dan barang- barang lainnya. Dan kedua, yang hanya dapat dilihat dengan mata hati seperti menghilangkan kegundahan Dan makna ini juga terdiri dari beberapa macam, pertama yang berkaitan dengan urusan dunia. seperti dihilangkannya suatu kesulitan dalam hidup, atau dilancarkannya kemiskinan dengan pemberian harta dan sebagainya. Dan yang kedua,
terbukanya masalah-masalah ilmu yang tadinya tertutup rapat, seperti ucapan si fulan telah membukakan satu pintu yang tarkunci  dari ilmu (Ar Fagib AtAşfahani Mu jau Mufri Afaz A-Quran 1431 HI2010 2 279)

- Asmā'ul Husnā :

Allah Swt. mempunyai nama 
الْفَتَّاحُ
artinya bahwa hanya Dia yang membuka pintu-pintu rahmat dan rezeki bagi segenap hambaNya, yang membuka pintu cobaan dan ujian untuk menguji orang-orang yang beriman, sebagai pembeda dengan orang-orang yang musyrik pendusta. Dialah Yang Maha Membuka dengan keluasan rahmat dan karunia-Nya, sehingga manusia dengan akal pikirannya mulai berpikir untuk memakmurkan bumi Allah. Manusia memperoleh petunjuk untuk menjadi khalifah berdasar wahyu dan syariat-Nya. Manusia menjadi beriman akan ketuhanan dan melaksanakan ibadah kepada-Nya. Dialah Yang Maha Membuka apa yang Dia kehendaki atas manusia dengan hikmah-Nya, dan atas apa yang Allah tetapkan pada setiap makhluk dengan takdir dan
kekuasaan-Nya. Makna Yang Maha Pembuka juga adalah hanya Dia yang menetapkan hukum atas para hamba-Nya kelak di hari kiamat, tentang segala yang diperselisihkan.

Seorang muslim yang mengesakan Allah dengan nama ini, hendaknya bersandar kepada Tuhannya sebelum memulai segala sesuatu, hendaknya memohon dariNya kunci-kunci rezeki, bertawakal secara sebaik-baiknya, tunduk kepada-Nya, berhati-hati ketika dunia menghampirinya. Karena kunci seluruh kebaikan ada pada pengesaan Allah dan mengikuti nabi-Nya. (Dr. Mahmud Abdurrazāk Ar-Ridwāni, Ad-Du 'āu bi'l Asmāi'l Husnā, 2005: 75).

- Riyāduş Şālihin :

Dari Abu Hurairah Ra., dia berkata, Rasulullah Saw. bersabda, "Barangsiapa membebaskan seorang mukmin dari suatu kesulitan dunia, maka Allah akan membebaskannya dari suatu kesulitan pada hari kiamat. Barangsiapa memberi kemudahan kepada orang yang berada dalam kesulitan, maka Allah akan memberikan kemudahan di dunia dan akhirat. Barangsiapa menutupi aib seorang muslim, maka Allah akan menutup aibnya di dunia dan akhirat. Allah akan selalu menolong hamba-Nya selama hamba tersebut menolong saudaranya sesama muslim. Barangsiapa menempuh jalan untuk mencari ilmu, maka Allah akan memudahkan jalan ke surga baginya. Tidaklah sekelompok orang berkumpul di suatu masjid (rumah Allah) untuk membaca Al Quran, melainkan mereka akan diliputi ketenangan, rahmat, dan dikelilingi para malaikat, serta Allah
akan menyebut-nyebut mereka pada malaikat-malaikat yang berada di sisi-Nya. Barangsiapa yang ketinggalan amalnya, Hadis di atas memberikan beberapa faedah:
(a) Menolong orang yang sangat membutuhkan pertolongan dan melapangkan kesulitan merupakan wasilah mendapatkan rahmat Allah pada hari kiamat.
(b) Pertolongan seseorang terhadap saudaranya yang muslim merupakan wasilah mendapatkan pertolongan Allah pada maka nasabnya tidak juga meninggikannya.
(c) Merupakan dorongan agar menuntut ilmu syariat sebagai wasilah mendapatkan keridaan Allah, yang dengan keridaan-Nya itulah kita masuk surga.
(d) limu yang paling utama ialah memelihara Kitab Allah dengan membaca, mempelajari, memahami serta mentadaburinya.
(e) Tercapainya kebahagiaan yang abadi hanyalah dengan amal saleh bukan dengan kedudukan maupun keturunan.
(Abu Usamah Sālim bin lidul Hilāli, Bahjatun Nazirina, Syarhu Riyādis Şālihina, Juz 1, t.t.: 332-333)

- Hadis Motivasi QS 34: 30 :

Dari Jabir dia berkata. Saya mendengar Nabi bersabda: "Sesungguhnya, pada waktu malam terdapat suatu saat. Tidaklah seorang muslim mendapati saat itu lalu dia memohon kebaikan kepada Allah baik kebaikan dunia maupun akhirat, kecuali Allah memperkenankannya. Demikian itu terjadi pada setiap malam." (HR Muslim. 757)

- Tadabbur Surah Saba' Ayat 23-31 :

Ayat 23-31 menjelaskan beberapa hal berikut : 
1. Tidak ada yang bisa memberi syafaat (pertolongan) kecuali orang yang diizinkan Allah. Bila Allah memutuskan suatu perkara, atau menurunkan suatu wahyu, maka para malaikat di langit bertasbih dan langit pun bergetar karena takut pada Allah. 
2. Nabi Muhammad saw. diperintahkan Allah untuk menjelaskan bahwa yang memberi manusia rezeki dari langit itu adalah Allah. Orang kafir dan musyrik itu berada dalam kesesatan sedangkan Muhammad saw. dan para pengikutnya dalam petunjuk. Kejahatan orang-orang kafir tidak dimintakan pertanggungjawabannya pada Rasul saw. dan apa yang dilakukan Beliau tidak akan diminta pertanggungjawabannya pada orang-orang kafir. Allah akan himpunkan semuanya dan memutuskan perkaranya dengan benar.  
3. Nabi saw. diutus untuk seluruh manusia,  memberi kabar gembira dan kabar takut. Namun kebanyakan manusia tidak mengetahuinya. Bahkan mereka menantang Beliau untuk menjelaskan kapan kiamat itu terjadi, jika Beliau benar seorang Rasulullah. Kiamat itu pasti terjadi pada waktunya, tidak akan diundurkan atau dimajukan kendati sesaat. 
4. Orang-orang kafir pada Al-Qur’an dan Kitab-Kitab sebelumnya nanti di hadapan Allah saling menyalahkan. Kaum yang tertindas menuduh kaum penindas sebagai penyebab mereka tidak beriman dan tersesat.

Jumat, 24 Oktober 2025

Tadabbur Al Quran hal. 430 | @KitabulSalaf

Tadabbur Al-Quran Hal. 430
----------------------------------------------
بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ

- Al Qur'an Indonesia Tajwid.

- Saba' ayat 15 :

لَقَدْ كَانَ لِسَبَاٍ فِيْ مَسْكَنِهِمْ اٰيَةٌ  ۚجَنَّتٰنِ عَنْ يَّمِيْنٍ وَّشِمَالٍ ەۗ كُلُوْا مِنْ رِّزْقِ رَبِّكُمْ وَاشْكُرُوْا لَهٗ  ۗبَلْدَةٌ طَيِّبَةٌ وَّرَبٌّ غَفُوْرٌ

Sungguh, bagi kaum Saba’ ada tanda (kebesaran Tuhan) di tempat kediaman mereka yaitu dua buah kebun di sebelah kanan dan di sebelah kiri, (kepada mereka dikatakan), “Makanlah olehmu dari rezeki yang (dianugerahkan) Tuhanmu dan bersyukurlah kepada-Nya. (Negerimu) adalah negeri yang baik (nyaman) sedang (Tuhanmu) adalah Tuhan Yang Maha Pengampun.”

- Asbabun Nuzul Saba' ayat 15-17 :

Diriwayatkan oleh Ihnu Abi Hatim yang bersumber dari 'Ali bin Rabah, bahwa Farwah bin Masik Al-Ghathafani menghadap kepada Rasululah Saw. Dan berkata: "Ya Nabiyullah! Di Zaman jahiliyah kaum Saba' merupakan kaum yang gagah dan kuat dan aku takut sekiranya mereka menolak masuk Islam. Apakah aku boleh memeranginya". Rasulullah Saw. Bersabda: "Akku tidak diperintah apa-apa yang berkenaan dengan mereka". Maka turunlah ayat ini (suart saba: 15-17) yang melukiskan keadaan kaum Saba' yang sesungguhnya.

- Tafsir AlI Muyassar Saba' ayat 15 :

Kabilah Saba' di Yaman memiliki tempat tinggal yang membuktikan kuasa Kami, dua kebun di kanan dan kiri. Makanlah dari rizki Rabb kalian dan bersyukurlah atas nikmat-nikmat-Nya atas kalian, karena negeri kalian bertanah subur dan berhawa bagus, sedangkan Rabb kalian Maha Pengampun terhadap kalian.

- Asmä'ul Husnā :

Terkadang nama ini dibarengi dengan yang Mahatinggi, yang melampaui kesempurnaan di atas kesempurnaan. Allah Swt. mempunyai nama Hafidhuun artinya adalah Yang Maha Mengetahui, Maha Memperhatikan dan Maha dekat dengan makhluk-Nya. Tidak ada yang terlewatkan-walau sebesar biji sekalipun-dalam kerajaan-Nya. Dia Yang Maha Menjaga amalan setiap manusia dan jin, dan para malaikat pencatat mendapat kehormatan untuk menjaganya. Dialah Yang Maha Menjaga, artinya menjaga pendengaran, penglihatan, dan kulit segenap makhluk, untuk menjadi saksi atas mereka sendiri di hari kiamat nanti. Dialah yang Maha Menjaga dari setiap kejelekan, kejahatan dan bencana terhadap orang yang dikehendaki-Nya. Dialah Yang Maha Menjaga keimanan bagi hamba-Nya yang berhak, memelihara mereka dari kejelekan hawa nafsu dan syubhat-syubhat setan, yang menghalangi antara seseorang dengan hatinya agar tidak terjerumus ke dalam jurang kemaksiatan, kemudian mempersiapkan segala sebab dan akibat yang sesuai dengan ketaatan dan keimanan. Dialah Yang Maha Menjaga segenap makhluk-Nya, menetapkan mereka untuk satu tujuan, kemudian mengatur keterkaitan antara sebab dan akibatnya. Seorang muslim yang mengesakan Allah dengan nama ini, hendaklah yakin bahwa Allah Maha Berkuasa untuk menjaganya dengan dua hal, yaitu Kauny takdir yang tidak ada kuasa bagi manusia untuk ikut campur-dan yang kedua adalah Diny. Syari', di situ manusia ada kemampuan untuk berusaha. Manusia senantiasa diuji dengan kedua hal ini. Sikap manusia selalu ada di antara dua hal ini. Artinya, dalam hal yang pertama, ia harus percaya terhadap takdir Allah dan kekuasaan-Nya yang meliputi segalanyasebelum makhluk itu sendiri diciptakan-kemudian Maha Menentukan apa yang akan terjadi setelah kematiannya. Tidak ada kehendak seorang hamba kecuali dengan taufik dan kehendak Allah. Adapun yang kedua, artinya seorang hamba dijaga oleh syariat dan pengurusan Allah, dengan satu keyakinan bahwa hal itu adalah satu-satunya jalan untuk menggapai kebahagiaan dunia dan akhirat. Singkatnya, siapa yang menjaga syariat-Nya, maka Allah akan menjaganya dalam hal Kauny, Allah akan menjaganya dalam kondisi bergerak maupun diam. Anda akan mendapatkan orang yang mengesakan Allah akan senantiasa tegak, kontinyu dalam ketaatan, menjaga hukum-hukum ibadah, tidak akan menyia-nyiakan kewajiban, tidak pula amalan sunnah, dan tidak akan pernah mendekati kejahatan, tidak pula akan melewati batasan-batasan-Nya. Dia hanya akan
menjaga petunjuk Rasulullah Saw., dengan segala kecintaan, semangat dan ketulusan niat. (Dr. Mahmūd Abdurrazāk Ar-Ridwāni, Ad-Du'āu bil Asmāil Husnā, 2005:73)

- Riyāduş şalihin :

Dari Ibnu Abbas Ra., ia berkata, Nabi Saw. bersabda, "Jagalah Allah, niscaya Dia akan menjagamu. Jagalah Allah, niscaya engkau mendapati-Nya di hadapanmu. ingatlah Dia di waktu lapang, niscaya Dia akan ingat kepadamu di waktu sempit. Jika engkau meminta, maka mintalah kepada Allah, dan jika engkau memohon pertolongan, maka mohonlah pertolongan kepada Allah. Telah kering pena dengan apa yang telah terjadi. Seandainya seluruh makhluk hendak memberi manfaat kepadamu dengan sesuatu yang Allah tidak menetapkan padamu, niscaya mereka tidak akan mampu memberikan manfaat kepadamu. Dan seandainya mereka hendak mencelakakan dirimu dengan sesuatu yang Allah tidak menetapkan padamu, niscaya mereka tidak akan mampu mencelakakanmu. Dan ketahuilah bahwa di dalam kesabaran terhadap hal yang engkau benci terdapat banyak kebaikan. Bahwa pertolongan itu (datang) setelah kesabaran, dan kelapangan itu (datang) setelah kesempitan serta bahwa kemudahan tu (datang) setelah kesulitan." (HR Ahmad).
Hadis di atas memberikan faedah:
(a) Diharamkan memohon kepada selain Allah sesuatu yang hanya Allah semata yang berkuasa untuk melakukannya, seperti rezeki, kesembuhan, magfirah, pertolongan, dan lain-lain. Adapun meminta sesuatu yang sudah terbiasa dilakukan oleh manusia karena mampu dilakukannya, maka tidak terlarang, seperti meminta pinjaman dan meminta bimbingan.
(b) Apa yang ada dalam ilmu Allah Swt. atau perkara yang telah ditetapkanNya dalam Al-Quran semuanya bersifat abadi, tidak akan berubah, dan sesuatu yang akan terjadi semuanya telah diketahui oleh Allah, karena tidak tejadi sesuatu selain dengan ilmu Allah.
(Dr. Mustafā Sa'id Al-Khin, Nuzhatul Muttaqina Syarhu Riyādis Sālihina, Juz 1, 1407 H/1987 M: 94-96). 

- Hadis Nabawi :

Dari lbnu Umar Ra., ia berkata, "Rasulullah Saw. tidak pernah melewatkan doa-doa berikut, baik ketika masuk waktu sore maupun waktu pagi, "Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kepada-Mu kebaikan dalam agama, dunia, keluarga, dan hartaku. Ya Allah, tutupilah auratku, dan amankahlah perasaan-perasaan takutku. Ya Allah, Jagalah aku, baik dari depan maupun dari belakangku, sebelah kanan dan kiriku, dan dari sebelah atasku, aku berlindung dengan keagungan-Mu agar aku tidak teperdaya dari bawahku..." (Sahih Al-Jāmi, 1274).

- Hadis Motivasi QS 34: 19 :

Dari Sa'ad bin Abi Waqqash i dia berkata. Rasulullah bersabda: "Aku kagum dengan seorang mukmin. Jika dia mendapatkan kebaikan, dia memuji Allah den bersyukur. Jika mendapatkan musibah, dia memuji Allah dan bersabar. Orang mukmin akan diberi pahala pada setiap urusannya sampai suapan makanan yang dia angkat ke mulut istrinya. (HR Ahmad, 1495)

- HADIS NIAGA QS Saba, 34: 15 :

Makan dari Hasil Usaha Sendiri

Dari Abu Hurairah dia berkata, Rasulullah bersabda: "Wahai manusia, sesungguhnya Allah itu baik dan tidak menerima kecuali sesuatu yang baik. Allah memerintahkan kaum mukmin seperti yang telah diperintahkan kepada para utusan Nya, lalu Allah berfirman: Wahai para rasul! Makanlah dari (makanan) yang baik-baik dan kerjakanlah kebajikan. Sungguh, Aku Maha Mengetahui apa yang kamu kerjəkan. (QS Al-Mu'minūn, 23: 51). Allah juga berfirman: "Wahai orang-orang yang beriman! Makanlah dari rezeki yang baik yang Kami berikan kepada kamu' (QS Al-Baqarah, 2: 172). Kemudian beliau menyebutkan seorang musafir yang rambutnya berantakan sedang mengangkat tangannya ke langit dan berdoa, "Wahai Tuhanku, wahai Tuhanku," padahal makanannya haram, minumannya haram, pakaiannya haram, dan sumber makanannya haram. Bagaimana mungkin doanya dikabulkan? (HR Mustim, 1015)

AMAL NIAGA :

Jauhilah usaha yang haram. 

1. Zakat dan sedekah dari hasil usaha yang haram tidak akan diterima di sisi Allah.
2. Pastikanlah tidak ada makanan haram yang masuk ke dalam perut Anda karena makanan haram akan menjadi penghalang terkabulnya doa.

Kamis, 09 Oktober 2025

Tadabbur Al Quran hal. 429 | @KitabulSalaf

Tadabbur Al-Quran Hal. 429
----------------------------------------------
بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ

- Al Qur'an Indonesia Tajwid.

- Saba' ayat 12 :

وَلِسُلَيْمٰنَ الرِّيْحَ غُدُوُّهَا شَهْرٌ وَّرَوَاحُهَا شَهْرٌۚ وَاَسَلْنَا لَهٗ عَيْنَ الْقِطْرِۗ وَمِنَ الْجِنِّ مَنْ يَّعْمَلُ بَيْنَ يَدَيْهِ بِاِذْنِ رَبِّهٖۗ وَمَنْ يَّزِغْ مِنْهُمْ عَنْ اَمْرِنَا نُذِقْهُ مِنْ عَذَابِ السَّعِيْرِ

Dan Kami (tundukkan) angin bagi Sulaiman, yang perjalanannya pada waktu pagi sama dengan perjalanan sebulan dan perjalanannya pada waktu sore sama dengan perjalanan sebulan [693] (pula) dan Kami alirkan cairan tembaga baginya. Dan sebagian dari jin ada yang bekerja di hadapannya (di bawah kekuasaannya) dengan izin Tuhannya. Dan siapa yang menyimpang di antara mereka dari perintah Kami, Kami rasakan kepadanya azab neraka yang apinya menyala-nyala.

- [693] Bila Nabi Sulaiman mengadakan perjalan dari pagi hingga tengah hari, maka jarak yang ditempuh beliau sama dengan jarak perjalanan unta yang cepat selama sebulan. Begitu pula jika beliau mengadakan perjalanan dari tengah hari hingga sore hari, maka kecepatannya sama dengan jarak perjalanan sebulan.

- Tafsir AlI Muyassar Saba' ayat 12 :

Dan Kami tundukkan angin untuk Sulaiman, ia berhembus dari pagi sampai tengah hari sejarah perjalanan satu bulan, dan dari tengah hari sampai malam sejarah perjalanan satu bulan, yaitu menurut perjalanan pada umumnya. Dan Kami menurunkan tembaga untuknya sebagaimana air mengalir, dia menggunakan sesukanya. Dan Kami menunjukkan untuknya jin untuk bekerja kepadanya dengan izin Rabb-nya. Barangsiapa yang menyimpang di antara mereka dari perintah Kami yang telah Kami tetapkan, yaitu mereka harus menaati Sulaiman, maka Kami akan menimpakan kepadanya siksa api neraka yang terus menerus.

- Kisah Nabi & Rasul :

Dia adalah Dāud bin Isyai bin Obeż bin Baiz bin Salmun bin Nahaos bin Aminadab bin Ram bin Hesran bin Pered bin Yahuda bin Ya'qub bin Ishag. Dia seorang yang berpostur tidak terlalu tinggi, dengan bola mata berwarna biru, dan rambut yang tidak terlalu tebal. Tatkala Talut terbunuh datanglah bani Israil kepada Dāud, mereka memberikan kepadanya gudang-gudang pembendaharaan Talut dan menjadikan raja bagi mereka. Tatkala Bani Israil menjadikan Dāud sebagai raja mereka, maka Allah menetapkan baginya kerajaan dan kenabian. Allah menurunkan kepadanya kitab Zabur, mengajarkan kepadanya bagaimana cara membuat baju besi, dilunakkan baginya besi dan memerintahkan kepada gunung-gunung dan burung-burung untuk bertasbih bersamanya kepada Allah ketika ia bertasbih kepada-Nya. Dan Allah pun menganugerahkan kepadanya suara yang sangat indah yang tidak diberikan sebelumnya kepada orang lain. Bila ia membaca kitab Zabur, mendekatlah binatang-binatang kepadanya hingga ia mengusap-usap tengkuk binatang-binatang tersebut. Dan pastilah binatang-binatang itu akan berhenti ketika mendengar suara-nya yang begitu indah. Dāu merupakan seorang yang kuat dalam berjihad, banyak beribadah dan menangis, senantiasa bangun malam (untuk beribadah kepada Allah), melaksanakan saum, dan tidaklah ia makan kecuali dari hasil kasabnya sendiri. Dalam masa kerajaannya, telah terjadi suatu peristiwa pengubahan orang-orang Aelah (sebuah tempat yang berada di pesisir pantai laut merah) menjadi kera. Penyebabnya adalah ketika hari sabtu datanglah kepada mereka ikan laut yang sangat melimpah. Tetapi selain hari tersebut tidak ada satu pun ikan laut yang bisa mereka tangkap. Maka mereka pun berlomba-lomba membuat semacam kolam yang sangat besar lalu mereka alirkan air laut ke dalamnya. Jumat menjelang sore hari, air laut memenuhi kolam tersebut dan ikan-ikan pun masuk kedalam kolam hingga tidak bisa keluar. Kemudian mereka mengambilnya pada hari ahad. Melihat kejadian itu sebagian dari mereka ada yang melarang perbuatan itu, namun tetap saja mereka tidak mau menghentikannya. Karena itu, Allah mengubah mereka menjadi kera, dan mereka tidak mampu hidup kecuali hanya tiga hari saja, selanjutnya mereka semua binasa. (Ibnul ASir Al-Jazari, Al-Kāmil fit Tārikhi, Jilid 1: 169).

- Riyāduş şālihin :

Dari Al-Miqdad bin Ma'diykariba Ra., ia berkata, Rasulullah Saw. bersabda, "Tidaklah seseorang memakan makanan yang lebih baik daripada makanan yang diperoleh dari usahanya sendiri, dan sungguh Nabi Allah Swt., Dāud As., makan dari hasil usahanya sendiri. (HR AI-Bukhāri). Hadis di atas memberikan faedah bahwa makanan yang terbaik dan lebih membahagiakan kehidupan ialah yang diperoleh melalui jerih payah dan usaha maksimal. ( Dr. Muştafā Sa'id A-Khin, Nuzhatul Muttaqina Syarhu Riyādis Şālihina, Juz1, 1407 H/1987 M: 471).

- Hadis Nabawi :

Nabi Saw. bersabda, "Telah dimudahkan bagi Nabi Dāud As. (membaca) Al-Qur'an (Kitab Zabur). Dia pernah memerintahkan agar pelana hewan-hewan tunggangannya disiapkan, maka dia selesai membaca Kitab tersebut sebelum pelana hewan tunggangannya selesai disiapkan, dan dia tidak memakan sesuatu kecuali dari hasil usaha tangannya sendiri." (HR Bukhāri, Sahih Bukhāri, Jilid 2, No. Hadis 3417, 1400 H: 481).

- Nasihat & Pelajaran :

Dāud adalah salah seorang nabi yang diberi kekuatan. la mempergunakan kekuatan yang diberikan itu dalam ketaatan kepadaNya. Allah telah menundukkan baginya besi dan telah memudahkannya. Firman Allah, <Dan sungguh, telah Kami berikan kepada Dāud karunia dari Kami. (Kami berfirman),) "Wahai gunung-gunung dan burung-burung! Bertasbihlah berulang-ulang bersama Dâud," dan Kami telah melunakkanbesi untuknya. Hasan AI-Basri berkata, "Allah telah melunakan besi untuk Dāud hingga ia dapat memilin besi itu dengan tangannya. Dan ia tidak membutuhkan api dan alat (semacam palu) untuk memilinnya." Dāud pun termasuk salah seorang yang tidak memasukkan makanan ke dalam perutnya kecuali hasil kasabnya sendiri. Hal itu sebagaimana sabda Rasul Saw., "Sebaik- baik makanan seseorang adalah dari hasil kasabnya sendiri, karena nabi Allah Dãud, makan dari hasil kasab tangannya sendiri. (Abdurrahmān An-Najdi, Taisirùl Manān fi Qasasil Qurān, 1429: 276-277),

- Hadis Motivasi QS 34: 13 :

Dari Al-Miqdam dari Rasulullah beliau bersabda: "Tidak ada seseorang yang memakan satu makanan pun yang lebih baik dari makanan hasil usaha tangannya sendiri. Dan sesungguhnya, Nabi Allah Daud memakan makanan dari hasil usahanya sendiri." (HR Bukhari. 1966)

- HADIS NIAGA QS Saba', 34: 12 :

Berusaha dengan Kedua Tangan untuk Memberi Manfaat

Dari Abu Musa Al-Asy'ari dia mengatakan bahwa Nabi bersabda: "Wajib bagi setiap muslim untuk bersedekah." Kemudian, para sahabat bertanya, "Bagaimana jika dia tidak dapat melaksanakannya?" Beliau bersabda: "Berusaha dengan tangannya sehingga dia bisa memberi manfaat untuk dirinya dan bersedekah." Mereka bertanya, "Bagaimana jika dia tidak dapat melakukannya?" Beliau bersabda: "Menolong orang yang sangat memerlukan bantuan." Mereka bertanya lagi, "Bagaimana jika dia tidak bisa melakukannya juga?" Beliau bersabda: "Menyuruh untuk melakukan kebaikan." Mereka berkata, "Bagaimana jika dia tidak dapat melakukannya?" Beliau bersabda: "Menahan diri dari kejahatan karena hal itu adalah sedekah baginya." (HR Bukhari,  6022; Muslim, 1008)

- AMAL NIAGA :

1. Jadikanlah perniagaan Anda sebagai sarana untuk memenuhi kebutuhan Anda danbersedekahlah kepada orang-orang yang membutuhkan.
2. Bekerja atau berniagalah sehingga Anda terjaga dari perbuatan mengemis.
3. Bersedekahlah Anda dengan berbagai cara meskipun dengan cara menahan diri dari kejahatan.

- Tadabbur Surah Saba' Ayat 8-14 :

1. Ayat 8 dan 9 menjelaskan bahwa Rasulullah saw. itu tidak mengada-ada tentang Allah dan  tidak pula gila. kaum kafir itu sedang berada dalam kesesatan yang jauh dan pasti mendapatkan azab di akhirat. Orang-orang kafir tidak dapat pelajaran dari kecanggihan penciptaan langit. Allah mampu menenggelamkan mereka ke dalam bumi atau Allah timpakan kepada mereka kepingan benda-benda langit. Namun, yang dapat mengambil pelajaran hanya hamba-Nya yang berharap kembali kepada-Nya. 
2. Ayat 10-14 menjelaskan karunia besar yang Allah berikan kepada Nabi Daud dan Sulaiman. Kepada Nabi Daud Allah berikan suara yang sangat indah sehingga setiap ia bertasbih maka  gunung-gunung dan burung-burung bertasbih pula bersamanya dan kemampuannya membentuk kepingan besi menjadi berbagai peralatan seperti baju besi tanpa dipanaskan dan dilebur.  
3. Allah berikan kepada Nabi Sulaiman angin  sebagai kendaraan super cepat. Dengan beberapa saat saja sama dengan perjalanan satu bulan, cairan tembaga dan pasukan jin. Pasukan  jin tersebut mampu membangun gedung-gedung yang indah dan berbagai peralatan raksasa. Semuanya bekerja sesuai sistem Allah. Kalau menyimpang, Allah menindak mereka.  Allah tidak berikan ilmu tentang ghaib sehingga tidak mengetahui kematian Sulaiman kecuali setelah ia tersungkur dari tempat berdiri. 

Selasa, 23 September 2025

Tadabbur Al Quran hal. 428 | @KitabulSalaf

Tadabbur Al-Quran Hal. 428
----------------------------------------------
بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ

- Al Qur'an Indonesia Tajwid.

- Saba' ayat 6 :

وَيَرَى الَّذِيْنَ اُوْتُوا الْعِلْمَ الَّذِيْٓ اُنْزِلَ اِلَيْكَ مِنْ رَّبِّكَ هُوَ الْحَقَّۙ وَيَهْدِيْٓ اِلٰى صِرَاطِ الْعَزِيْزِ الْحَمِيْدِ

Dan orang-orang yang diberi ilmu (Ahli Kitab) berpendapat bahwa (wahyu) yang diturunkan kepadamu (Muhammad) dari Tuhanmu itulah yang benar dan memberi petunjuk (bagi manusia) kepada jalan (Allah) Yang Mahaperkasa, Maha Terpuji.

- Tafsir Al Muyassar Saba' ayat 6 :

Orang-orang yang diberi ilmu mengetahui bahwa Al Qur'an yang diturunkan kepadamu dari sisi Rabb-mu adalah hag. la membimbing ke jalan Allah yang Mahaperkasa yang tidak terkalahkan dan tidakbterhalangi, sebaliknya Dia mengalahkan segala sesuatu dan mengunggulinya. Dzat Yang Maha Terpuji dalam firman-firman, perbuatan-perbuatan dan syariat-Nya.

- Riyadus Salihin Saba' ayat 6 :

Dari Abu Hurairah Ra. dari Nabi Saw beliau bersabda, "Sesungguhnya agama  itu mudah, dan tidaklah seseorang mempersulit agama kecuali dia akan dikalahkan (Semakin berat dan sulit). Maka berlaku luruslah kalian, mendekatlah (kepada yang benar), berilah kabar gembira dan minta tolonglah dengan A-Gadwah (berangkat di awal pagi) dan Ar-Ruhah (berangkat setelah duhur) dan sesuatu dari Ad-Dulah (berangkat di waktu malam)". (Dr Mustatā Sa id Al-Khin, Nuzhatul Muttaqna Syarhu Riyädis Sālihina, luz 1, 1407 H987 T681)

- Tazkiyyatun Nafs :

Setiap hamba sangat memerlukan ilmu tentang apa yang membahayakannya sehingga ia bisa menjauhinya, dan tentang apa yang bermanfaat baginya sehingga ia mengusahakan dan mengerjakannya. Akhirnya, ia cinta kepada yang bermanfaat dan benci kepada yang membahayakan, sehingga cinta dan bencinya sesuai dengan kecintaan dan kebencian Allah Swt. Dan ini termasuk konsekuensi penghambaan dan kecintaan. Jika ia keluar dari hal yang demikian, maka ia akan mencintai apa yang dibenci oleh Tuhannya dan membenci apa yang dicintai-Nya, dan dengan demikian penghambaannya menjadi berkurang sesuai dengan tingkat kekurangannya. Dan dalam hal ini ada dua cara, yaitu akal dan syariat. Adapun akal, maka Allah Swt. telah meletakkan pada akal dan fitrah untuk menganggap baik kejujuran, keadilan, berbuat baik (kepada orang lain), kebajikan, iffah (menahan diri), keberanian, akhlāqul karimah, menunaikan amanat, menyambung tali silaturahim, nasihat-menasihati, menepati janji, menjaga (hak-hak) tetangga, menolong orang teraniaya, membantu memperjuangkan kebenaran, menjamu tamu, Di samping itu, Allah Swt. juga meletakkan pada akal dan fitrah untuk menganggap baik lawan dari berbagai hal di atas, kemudian mendasarkan anggapan baik dan buruk itu pada pertimbangan akal dan fitrah. Sama seperti ia menganggap baik minum air dingin saat haus, makan yang enak dan bermanfaat ketika lapar, dan memakai pakaian hangat ketika dinginan kemenanggung beban dan sebagainya. Sebagaimana tidak mungkin baginya menolak baik secara akal atau naluri untuk menganggap baik hal-hal tersebut, maka demikian pula ia tidak mungkin bisa menolak, baik secara akal atau fitrah untuk menganggap baik sifat-sifat kesempurnaan dan kemanfaatan dan untuk menganggap buruk hal-hal yang sebaliknya. Dan barangsiapa mengatakan bahwa hal itu tidak bisa diketahui melalui akal, juga tidak dengan fitrah, tetapi hanya dapat diketahui melalui wahyu, maka ini adalah perkataan batil. Metode kedua untuk mengetahui yang berbahaya dan yang bermanfaat dari berbagai hal perbuatan adalah wahyu. Metode dan cara ini lebih luas, lebih jelas dan lebih benar daripada metode dan cara yang pertama, karena begitu tersembunyinya ciri-ciri, keadaan dan dampak perbuatan. Dan yang mengetahui hal-hal tersebut secara Adapun orang yang paling benar akal, pendapat dan anggapan baiknya adalah orang yang akal, pendapat, anggapan baik serta kiasnya sesuai dengan Sunnah, seperti ucapan Mujāhid, "lbadah yang paling utama adalah pendapat yang baik, yakni mengikuti Sunnah. Sebagaimana Allah Swt. berfirman dalam surah Saba', 34: 6. Dan orang-orang yang menamakan para ahli rayi (pendapat) yang bertentangan dengan Sunnah dan apa yang dibawa oleh Rasul Saw. dalam masalah ilmu khabariyah dan hukum-hukum amaliyah, sebagai ahli syubuhat dan hawa nafsu. Sebab, pendapat yang bertentangan dengan Sunnah adalah mendetail tiada lain kecuali Rasulullah Saw. Kebodohan, bukan ilmu, hawa nafsu bukan agama. Sedangkan pelakunya termasuk orang yang mengikuti hawa nafsu dengan tanpa petunjuk, yang berakhir dengan kesesatan di dunia dan kecelakaan di akhirat. Kesesatan dan kecelakaan tidak terdapat pada orang-orang yang mengikuti petunjuk Allah Swt., yang dengannya Allah Swt. mengutus Rasul-Nyavdan menurunkan Kitab-Kitab-Nya berdasarkan firman Allah Swt. dalam surah Tahā, 20:123-124. Mengikuti hawa nafsu itu bisa dalam hal cinta atau kebencian, sebagaimana firman Allah Swt., Wahai orang-orang yang beriman! Jadilah kamu penegak keadilan, menjadi saksi karena Allah Swt., walaupun terhadap dirimu sendiri atau terhadap ibu-bapak dan kaum kerabatmu. Jika dia (yang terdakwa) kaya ataupun miskin, maka Allah Swt. lebih tahu kemaslahatan (kebaikannya). Maka janganlah kamu mengikuti hawa nafsu karena ingin menyimpang dari kebenaran. Dan jika kamu memutarbalikkan (kata-kata) atau enggan menjadi saksi, maka ketahuilah Allah Swt. Maha Teliti terhadap segala apa yang kamu kerjakan. (0S An-Nisā, 4: 135) dan firman-Nya dalam surah A-Maidah, 5:8. Hawa nafsu yang dilarang untuk mengikutinya itu, bisa berupa hawa nafsu yang ada dalam dirinya, juga bisa berupa hawa nafsu orang lain. Kedua hawa nafsu itu tidak boleh diikuti, karena masing-masing darinya bertentangan dengan petunjuk Allah Swt., yang dengannya Allah Swt. mengutus para Rasul-Nya dan menurunkan Kitab-Kitab-Nya. (lbnu'l Qayyim AlJauziyyah,VIgāsatu'lLahfāni fi Masāyidi Asy-Syaitāni, Juz 2, t.t.: 849-851).

- Riyāduş Şālihin :

Dari Abu Hurairah Ra., dari Nabi Saw., beliau bersabda, "Sesungguhnya agama itu mudah, dan tidaklah seseorang mempersulit agama kecuali dia akan dikalahkanb(semakin berat dan sulit). Maka berlakubluruslah kalian, mendekatlah (kepada yang benar), berilah kabar gembira dan minta tolonglah dengan Al-Gadwah (berangkat di awal pagi) dan ArRuhah (berangkat setelah zuhur) dan sesuatu dari Ad-Duljahb(berangkat di waktu malam)". (Dr. Mustafā Sa'id Al-Khin, Nuzhatul Muttaqina Syarhu Riyādis Şālihina, Juz 1, 1407 H/1987 M:168).

- Medical Hadiš :

Dari Abu Sa'id Al-Khudriy Ra., dari Nabi Saw., beliau bersabda, "Sebaik-baik minyak wangi ialah kesturi." (HR Muslim). Dari Aisyah Ra., ia berkata, "Aku memakaikan harum-haruman kepada Rasul sebelum beliau berihram dan pada hari Nahr sebelum beliau tawaf di Baitullah, yakni dengan harum-haruman yang bercampur dengan kesturi." (HR AI-Bukhāri dan Muslim). (bnu'l Qayyim A-Jauziyyah, At-Tibbun Nabawi, t.t.: 308).

- Tibbun Nabawi :

Khasiat Misk (Minyak Kesturi)

Kesturi adalah raja dari segala macam minyak wangi. paling mulia dan paling bagus. la menjadi permisalan dan perumpamaan bagí benda lain, dan ia merupakan lembah di surga. Sifatnya panas dan kering pada tingkatan kedua, membuat jiwa menjadi senang dan menguatkannya, menguatkan organ dalam jika diminum dan dicium, menguatkan organ luar jika dioleskan. la sangat baik untuk orang lanjut usia dan orang yang kedinginan, apalagi pada musim dingin, baik pula untuk menyadarkan orang yang pingsan, gemetaran dan lemas, karena ia membangkitkan panas yang alami, mengkilapkan bagian putih pada mata dan mengeringkan kelembabannya, mengeluarkan angin dari seluruh organ tubuh, menawarkan daya kerja racun, menangkal sengatan ular dan binatang berbisa, dan lain sebagainya. (bnu'l Qayyim Al-Jauziyyah, Zãdu'l Ma ādi fi Hadyi Khayril Tbādi, Juz 4, t.t.. 395).

- Hadis Motivasi QS 34: 4 :

Dari Asma binti Abi Bakar . dia berkata. Rasulullah melewatiku. sedangkan aku baru menghitung sesuatu dan menakarnya. Beliau bersabda: "Wahai Asma. janganlah kamu menghitung-hitungnya sehingga Allah akan menghitungmu." Asma berkata, "Maka aku tidak pernah menghitung sesuatu pun, baik yang keluar dariku maupun masuk kepadaku setelah (mendengar) sabda Rasulullah . Tidaklah rezeki Allah hilang dariku kecuali Allah akan menggantinya." (HR Ahmad, 26430)

- HADIS NIAGA QS Saba', 34: 4 :

Ampunan Allah bagi Orang yang Membeli Sumur untuk Kepentingan Umum

Dari Umar bin Jawan, Usman berkata, "Aku bertanya dan bersumpah dengan namabAllah, tidak ada tuhan yang berhak disembah kecuali Dia. Apakah kalian mengetahui bahwa Rasulullah bersabda: "Barang siapa membeli Sumur Rümah, Alah akan mengampuninya." Kemudian, aku datang kepada Rasulullah dan mengatakan, 'Aku telah membelinya.' Beliau bersabda: "Jadikanlah untuk memberi minum orang-orang musiim dan pahalanya untukmu." Mereka mengatakan, "Ya." Usman berkata lagi, "Aku bertanya dan bersumpah dengan nama Allah, tidak ada tuhan yang berhak disembah kecuali Dia. Apakah kalian mengetahui bahwa Rasulullah pernah bersabda: "Barang siapa mempersiapkan pasukan A-Usrah (Perang Tabuk), Allah akan mengampuninya." Aku kemudian mempersiapkan mereka hingga mereka tidak kehilangan satu tali unta dan satu tali kendali pun." Mereka menjawab, 'Ya.' Usman lalu berkata, Ya Allah, saksikanlah. Ya Allah, saksikanlah. Ya Allah, saksikanlah," (HR Nasa'i, 3606)

- AMAL NIAGA :

Satu di antara bentuk jihad adalah jihad dengan harta di jalan kebaikan dan kemaslahatan umat. Bersedekahlah Anda dengan sebagian harta di jalan yang Anda anggap dapat mengangkat kebaikan umat.

- Tadabbur Surah Saba' Ayat 1-7 :

1. Ayat 1-7 dari suat Saba’ ini menjelaskan, memahamai kekuasaan dan ilmu Allah adalah faktor yang melahirkan iman kepada kiamat dan akhirat. Sebaliknya, tidak memahami kekuasaan dan ilmu-Nya menyebabkan kufur (penolakan) pada kiamat dan akhirat. Sedangkan Iman yang dilandasi pengetahuan atas kekuasaan dan ilmu Allah melahirkan pengagungan kepada-Nya. Sebab itu, apa saja yang Allah beritakan dalam wahyu-Nya diterima dan diyakini sebagai sebuah kebenaran mutlak yang tidak ada sedikitpun keraguan padanya. 

2. Untuk memahami kekuasaan, ilmu dan keagungan Allah bisa dibuktikan bahwa langit, bumi dan apa saja yang ada pada keduanya adalah ciptaan dan milik-Nya. Allah menciptakan semuanya berdasarkan hikmah dan ilmu-Nya sangat teliti. Sebab itu, Allah mengetahui apa saja yang masuk dan keluar dari bumi dan apa saja yang turun dan naik ke langit. Semuanya  didasari Kasih Sayang-Nya. Mengetahui semua yang ghaib dan tidak ada yang tersembunyi bagi-Nya suatu apapun kendati sebesar inti atom atau lebih kecil dari itu. 

3. Sebab itu, tidak logis jika orang-orang kafir  tidak percaya pada kiamat dan akhirat. Balasan yang pantas bagi orang yang menantang kebenaran Al-Qur’an, kiamat, akhirat dan memperolok-olokan Rasul saw. adalah neraka. Adapun orang yang meyakini dan memahami Al-Qur’an akan mengetahui kebenaran kiamat dan akhirat dan mendapat petunjuk meniti jalan Allah.