Tadabbur Al-Quran Hal. 414
----------------------------------------------
بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ
- Al Qur'an Indonesia Tajwid.
- Luqman ayat 34 :
اِنَّ اللّٰهَ عِنْدَهٗ عِلْمُ السَّاعَةِۚ وَيُنَزِّلُ الْغَيْثَۚ وَيَعْلَمُ مَا فِى الْاَرْحَامِۗ وَمَا تَدْرِيْ نَفْسٌ مَّاذَا تَكْسِبُ غَدًاۗ وَمَا تَدْرِيْ نَفْسٌۢ بِاَيِّ اَرْضٍ تَمُوْتُۗ اِنَّ اللّٰهَ عَلِيْمٌ خَبِيْرٌ ࣖ
Sesungguhnya hanya di sisi Allah ilmu tentang hari Kiamat; dan Dia yang menurunkan hujan, dan mengetahui apa yang ada dalam rahim. Dan tidak ada seorang pun yang dapat mengetahui (dengan pasti) apa yang akan dikerjakannya besok [653]. Dan tidak ada seorang pun yang dapat mengetahui di bumi mana dia akan mati. Sungguh, Allah Maha Mengetahui, Maha Mengenal.
- [653] Manusia tidak dapat mengetahui dengan pasti apa yang akan dikerjakannya besok atau apa yang akan diperolehnya, namun demikian, mereka wajib berusaha.
- Asbabun Nuzul Luqman ayat 34 :
Ibnu Jarir dan Ibnu Abi Hatim meriwayatkan dari Mujahid bahwa seorang lelaki penduduk padang pasir (suku Badui) datang dan berkata, "Istri aku hamil; beritahu aku, apa jenis kelamin bayi yang akan dilahirkannya? Negeri kami kering kerontang; beritahu aku kapan akan turun hujan! Engkau tahu kapan aku dilahirkan, maka beritahu aku kapan aku akan mati!" Maka Allah menurunkan ayat ini.
- Tafsir Al Muyassar Luqman ayat 34 :
Sesungguhnya hanya Allah semata bukan selain-Nya yang mengetahui kapan Kiamat tiba. Dia-lah yang menurunkan hujan dari langit, tidak seorang pun selain Allah yang mampu melakukan itu. Dia mengetahui kandungan rahim kaum wanita. Dia mengetahui apa yang akan didapatkan oleh setiap orang di hari esok. Setiap orang tidak mengetahui di bumi mana dia akan mati, sebaliknya yang mengetahuinya hanyalah Allah. lImu tentang semua itu hanyalah khusus bagi-Nya. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal, meliputi yang Nampak dan yang tidak Nampak, tidak ada sesuatu pun yang samar bagi-Nya.
- Riyāduş şālihin :
Dari Ali Ra., ia berkata, "Kami pernah berada di dekat kuburan Baqi Al-Garqad, kemudian Nabi Saw. mendatangi kami, lalu beliau duduk, maka kami pun ikut duduk dekat beliau. Beliau membawa sebuah tongkat kecil yang dengan tongkat itu beliau memukul-mukul permukaan tanah dan mengorek-ngoreknya, lalu beliau bersabda, 'Tidak ada seorang pun di antara kalian melainkan telah ditentukan tempatnya di surga atau di neraka. Kemudian mereka bertanya, Wahai Rasulullah, dengan begitu apakah kita tidak pasrah saja menunggu apa yang sudah ditentukan bagi kita?' Lalu beliau bersabda, '(Tidak begitu) akan tetapi beramallah! Karena semuanya dipermudah untuk sesuatu yang diciptakan.' Kemudian beliau menyelesaikan perkataannya." (HRAI-
Bukhāri-Muslim).
Hadiš di atas memberikan beberapa faedah, antara lain:
(a) Allah Swt. Mahatahu apa yang terjadi pada manusia, berupa kebahagiaan dan kesengsaraannya.
(b) Manusia diwajibkan berusaha untuk memperoleh kebaikan karena Allah Swt. telah menetapkan takdir atas hal itu dan mewajibkannya. Maka, Allah akan menghisab seseorang atas dasar usahanya, bukan atas dasar ilmu Allah Swt. terhadap amal yang akan dilakukan oleh hamba-Nya.
(Dr. Mustafā Sa'id Al-Khin, Nuzhatul Muttaqina Syarhu Riyādis Şālihina, Juz 1, 1407 H/1987 M: 710-711),
- Hadiš Nabawi :
Diriwayatkan pula oleh Ibnu Abbās Ra., ia berkata: "Tidaklah langit dan bumi yang tujuh lapisannya di hadapan Allah, kecuali seperti sebuah biji dalam tangan kalian. (Tafsir At-Tabari 24/25).
- Hadis Motivasi QS 31:33 :
Dari Abu Hurairah dia berkata, Nabi bersabda: "Setiap anak dilahirkan dalam keadaan fitrah. Kemudian kedua orang tuanyalah yang akan menjadikan anak itu menjadi Yahudi, Nasrani, atau Majusi, sebagaimana hewan ternak yang melahirkan hewan ternak dengan sempurna. Apakah kalian melihat ada cacat padanya?" (HR Bukhari, 1319)
- HADIS NIAGA QS Luqmān, 31: 31 :
Bersyukur dan Bersabar
Dari Shuhaib dia berkata, Rasulullah telah bersabda: "Orang mukmin itu sungguh sangat menyenangkan! Segalanya serba baik dan hal itu tidak dimiliki kecuali oleh orang mukmin. Apabila dia mendapat kesenangan, dia pun akan bersyukur. Apabila dia mendapat kesukaran, dia pun bersabar hingga yang dihadapinya selalu mendatangkan kebaikan baginya." (HR Muslim, 2999)
- AMAL NIAGA :
1. Berbahagialah Anda menjadi seorang mukmin, karena setiap keadaan yang dialami seorang mukmin tetap mengandung kebaikan. Dalam kondisi sulit dan sempit, kesabaran seorang mukmin bernilai kebaikan. Demikian juga saat dalam kondisi lapang, sikap syukur kepada Allah &juga bernilai kebaikan.
2. Hendaklah Anda bersikap qanā'ah sebagai bentuk rasa syukur kepada Allah Dalam urusan dunia, hendaklah Anda memandang orang yang kondisinya lebih rendah daripada Anda.
3. Hendaklah Anda senantiasa bersabar dalam setiap keadaan karena kemuliaan akhlak dan keluhuran sifat diperoleh dengan kesabaran.
- Tadabbur Surah Luqman Ayat 29-34 :
1. Ayat 29-34 dari surat Luqman ini menjelaskan kebesaran Allah dan kekuasaan-Nya. Di antaranya, Allah memasukkan malam ke dalam siang, siang ke dalam malam, mata hari dan bulan beredar pada porosnya sampai waktu yang ditentukanNya. Itulah bukti kebenaran Allah dan tuhan-tuhan selain Allah adalah batil.
2. Kapal yang berlayar di laut itu adalah tanda kebesaran Allah. Hanya orang yang sabar dan bersyukur yang dapat mengetahui kebesaran-Nya. Di antara sifat buruk manusia bila ia berada di laut sedang digulung ombak besar, mereka berdoa kepada Allah dengan ikhlas. Tapi setelah sampai ke darat mereka menolak kebesaran Allah. Hanya orang yang curang dan kafir yang menolak ayat-ayat Allah.
3. Allah menghimbau manusia agar bertakwa pada-Nya dan takut pada hari kiamat. Pada hari itu bapak tidak bisa menolong anakanya dan begitu pula sebaliknya. Janji Allah itu benar. Sebab itu, jangan tertipu oleh kehidupan dunia dan orang-orang yang suka menipu. Hanya Allah tahu kapan kiamat itu terjadi. Dia menurunkan hujan, mengetahui janin dalam kandungan. Tidak ada yang tahu apa yang ia kerjakan esok hari dan di atas bumi mana ia mati. Sungguh Allah itu Maha Mengetahui lagi Maha Mengetahui.