Halaman

Jumat, 29 Mei 2026

Tadabbur Al Quran hal. 459

Tadabbur Al-Quran Hal. 459
----------------------------------------------
بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ

- Al Qur'an Indonesia Tajwid.
- Az-Zumar ayat 9 : اَمَّنْ هُوَ قَانِتٌ اٰنَاۤءَ الَّيْلِ سَاجِدًا وَّقَاۤىِٕمًا يَّحْذَرُ الْاٰخِرَةَ وَيَرْجُوْا رَحْمَةَ رَبِّهٖۗ قُلْ هَلْ يَسْتَوِى الَّذِيْنَ يَعْلَمُوْنَ وَالَّذِيْنَ لَا يَعْلَمُوْنَ ۗ اِنَّمَا يَتَذَكَّرُ اُولُوا الْاَلْبَابِ ࣖ (Apakah kamu orang musyrik yang lebih beruntung) ataukah orang yang beribadah pada waktu malam dengan sujud dan berdiri, karena takut kepada (azab) akhirat dan mengharapkan rahmat Tuhannya? Katakanlah, “Apakah sama orang-orang yang mengetahui dengan orang-orang yang tidak mengetahui?” Sebenarnya hanya orang yang berakal sehat yang dapat menerima pelajaran. - Asbabun Nuzul Az-Zumar ayat 9 : Diriwayatkan oleh Ibnu Abi Hatim yang bersumber dari Ibnu Umar, dikemukakan bahwa yang dimaksud dengan "amman huwa qanitun" dalam ayat ini adalah Utsman bin Affan (yang selalu bangun malam sujud kepada Allah swt. Menurut riwayat Ibnu Sa'd, Al-Kalbi dari Abi Shalih yang bersumber dari Ibnu Abbas yang dimaksud dengan ayat ini adalah Ammar bin Yasir Menurut riwayat Juwaibir yang bersumber dari Ibnu Abbas bahwa yang dimaksud dengan ayat ini adalah Ibnu Mas'ud, Ammar bin Yasir dan Salim Maula Abi Hudzaifah. Menurut riwayat Juwaibir yang bersumber dari 'Ikrimah yang dimaksud dengan ayat ini adalah Ammar bin Yasir. - Tafsir Al Muyassar Az-Zumar ayat 9 : Apakah orang kafir yang menikmati kekufurannya ini lebih baik, ataukah seseorang yang beribadah kepada Rabb-nya dan taat kepada-Nya, menghabiskan malamnya dalam shalat dan sujud kepada Allah, takut kepada azab akhirat dan berharap rahmat Rabb-Nya? Katakanlah wahai Rasul: Apakah sama orang-orang yang mengetahui Rabb mereka dan agama mereka yang haq dengan orang-orang yang tidak mengetahui apa pun tentang hal itu? Tidak sama. Hanya orang-orang yang berakal lurus yang mengetahui perbedaannya. - Riyadus Salihin Az-Zumar ayat 6 : Dan Abdullah Ra. dis berkata, As Sadiq ALMasduq. Rasulullah Saw menyampaikan kepada kami, Sesungguhnya manusia mulai diciptakan dalam perut ibunya setelah diproses selama empat puluh hari kemudian dia menjadi segumpal darah pada empat puluh hari berikutnya Lalu menbentuk segumpal daging pada empat puluh hari berikutnya Setelan empat puluh hari berikutnya Allah mengutus seorang Malaikat guna meniupkan ruh dan diperintahkan untuk menuliskan empat hal, rezekinya, lainya amalnya, dan sengsara atau bahagianya: Demi Allah yang tiada Tuhan selain Dia sungguh ada seseorang di antaramu mengerjakan amalan surga, hingga jarak antara dirinya dan surga hanyalah satu hasta namun, suratan takdir ditetapkan hingga ia mengerjakan amalan neraka. akhimya ia pun masuk neraka ataupun orang yang mengamalkan amal ahi neraka, hingga jarak antara ia dan neraka hanya satu hasta, namun suratan takdir ditetapkan hingga ia mengerjakan amalan surga, akhirnya ia pun masuk surga (HR Bukhári dan Muslim) (Faisal bin Ablul Azz Al Mubárak, Tateizu Riyadis Salitina, Juz 1, t 276) - Riyāduş Şālihin : Dari 'Urwvah Ra., dari 'Aisyah Ra., ia berkata, "Demi Allah, wahai keponakanku, dulu kami melihat hilal, lalu hilal, lalu hilal (selama) tiga kali hilal selama dua bulan, sementara di rumah-rumah Rasulullah Saw. tidak ada yang menyalakan api." Aku (Urwah) bertanya, Wahai bibi, apa yang menghidupi kalian? la menjawab, A-Aswadãn, kurma dan air. Hanya saja Rasulullah Saw. memiliki tetangga-tetangga dari Ansar, mereka memiliki unta-unta perahan. Mereka mengirimkan sebagaian susunya untuk Rasulullah Saw. lalu beliau memberi kami minum dengan susu itu." (HR A-Bukhāri-Muslim). Hadis tersebut memberikan faedah: (a) Diperbolehkan membagikan sesuatu yang tersedia di rumah seseorang apabila tidak dikuti dengan sesuatu yang madarat. (b) Tidak mengapa menjelaskan keadaan-keadaan khusus sebagaimana yang diterangkan Aisyah. (Dr. Muştafā Sa'id Al-Khin, Nuzhatul Muttaqina Syarhu Riyādis Sālihina, Juz 1, 1407 H/1987 M: 433). - Hadis Nabawi : Abdullah Ra. berkata, telah menceritakan kepada kami Rasulullah Saw., dia adalah orang yang jujur lagi dibenarkan, "Sesungguhnya setiap orang dari kalian dikumpulkan dalam penciptaannya ketika berada di dalam perut ibunya selama empat puluh hari, kemudian menjadi segumpal darah selama empat puluh hari, kemudian menjadi segumpal daging selama empat puluh hari. Kemudian Allah Swt. mengutus malaikat yang diperintahkan untuk menetapkan empat ketetapan. Dikatakan kepadanya, "Tulislah amalnya, rezekinya, ajalnya, serta celaka atauvbahagianya." Lalu ditiupkan ruh kepadanya. Dan sungguh seseorang dari kalian akan ada yang beramal hingga jarak dirinya dengan surga hanya sejengkal, tetapi dia didahului oleh catatannya (ketetapan takdirnya) hingga dia beramal dengan amalan penghuni neraka, dan ada juga seseorang yang beramal hingga jarak dirinya dengan neraka hanya sejengkal, tetapi dia didahului oleh catatannya (ketetapan takdirnya) hingga dia beramal dengan amalan penghuni surga. (HR AI-Bukhāri, Sahihul Bukhāri, Juz 2, No. Hadis, 3208, 1403 H: 424). - Hadiš Qudsi : Dari Abu Hurairah Ra., ia berkata, Rasulullah Saw. bersabda, "Allah Swt. berfirman, Aku adalah sekutu yang paling tidak memerlukan sekutu, barangsiapa melakukan suatu amalan dengan menyekutukan-Ku dengan selain-Ku, Aku meninggalkannya dan sekutunya." (HR Muslim). (Isāmuddin As-Sabābati, Jāmiu' Ahādisi'l Qudsiyyati, Jilid 1, t.t: 72). - Hadis Motivasi QS 39: 6 : Dari Buraidah dari Rasulullah beliau bersabda: "Berilah kabar gembira bagl orang yang berjalan poda malam gelap gulita menuju masjid (untuk salat berjamaah) bahwa bagi mereka cahaya yang sempurna pada hari Kiamat nanti," (HR Abu Dawud, 561) - AMAL NIAGA : 1. Apabila Anda menghendaki sesuatu, minta dan berdoalah hanya kepada Allah. 2. Lakukanlah salat malam pada hari ini meskipun hanya beberapa rakaat kemudian mohonlah ampunan kepada Allah. - Tadabbur Surah Az-Zumar Ayat 6-10 : Ayat 6-10 menjelaskan bahwa Allah menciptakan manusia dari satu diri (Adam), kemudian dari Adam itu Dia cipatakan pasangannya, menurunkan delapan pasang binatang ternak dan mencipatakan manusia dalam perut ibu  mereka tahap demi tahap dalam tiga kegelapan. Yang mampu berbuat seperti itu hanya Allah, Pencipta manusia, Pemilik alam semesta dan tidak ada tuhan yang berhak disembah selain Dia. Mengapa manusia berpaling dari-Nya?  Jika semua manusia kafir pada Allah, maka Allah Mahakaya. Dia tidak ridha manusia kafir pada-Nya dan ridha jika mereka bersyukur. Siapa yang berbuat dosa, ialah yang memikulnya. Semua manusia akan dikembalikan kepada Allah. Allah akan kabarkan apa yang mereka perbuat semasa di dunia. Sungguh Allah Maha Mengetahui isi hati manusia.  Di antara sifat manusia, ingat pada Allah waktu sempit, lupa pada waktu lapang dan suka  membuat tuhan-tuhan tandingan bagi Allah untuk menyesatkan manusia dari jalan-Nya.  Mereka menikmati kekufuran sebentar saja karena akan masuk neraka. Tidaklah sama antara yang kafir dengan yang beriman pada Allah, taat beribadah, salat malam, takut pada azab akhirat dan berharap pada rahmat-Nya. Tidaklah sama antara yang memahami akhirat dengan  yang tidak memahaminya. Orang yang beriman  dan bertakwa akan mendapatkan kebaikan  dan kelapangan dunia. Orang yang sabar menjalankan Islam, akan diberi balasan tanpa batas.