Halaman

Rabu, 28 Januari 2026

MELINDUNGI DIRI DARI FITNAH AD-DAJJAL | @KitabulSalaf

Tematik (225) 
---------------------
بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ

MELINDUNGI DIRI DARI FITNAH AD-DAJJAL

Dajjal adalah seorang laki-laki dari keturunan Adam. Dia memiliki ba-nyak sifat yang dijelaskan dalam berbagai hadits agar manusia mengenalnya dan memberikan peringatan kepada mereka atas kejelekannya, sehingga ketika dia keluar maka orang-orang yang beriman akan mengenali dan tidak terkena fitnahnya. bahkan mereka akan tetap mengetahui sifat-sifatnya yang dikabar-kan oleh Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Sifat-sifat ini dapat membedakannya dari manusia yang lain. Maka tidak akan ada yang tertipu kecuali orang bodoh yang telah ditetapkan kesengsaraan baginya. Hanya kepada Allah-lah kita memohon keselamatan.

Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam memberikan bimbingan kepada umatnya dengan sesuatu yang dapat bisa menjaga mereka dari segala fitnah Dajjal, beliau telah meninggalkan umatnya dengan jalan hidup yang sangat jelas, malamnya bagaikan siang, tidak akan ada orang yang menyimpang darinya kecuali dia akan celaka. Maka beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam sama sekali tidak meninggalkan kebaikan kecuali menunjuki umat kepadanya, demikian pula tidak pernah meninggalkan kejelekan kecuali memberikan peringatan kepadanya umat agar meninggalkannya, dan di antara hal yang beliau peringatkan adalah fitnahnya karena ia adalah sebesar-besarnya fitnah yang dihadapi oleh umat ini sampai tegaknya Kiamat. Sebelumnya setiap Nabi telah memberikan peringatan kepada umatnya akan adanya Dajjal yang buta matanya, adapun Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam secara khusus diperintahkan untuk memberikan peringatan yang lebih, dan Allah Ta’ala telah banyak menjelaskan mengenai sifat-sifat Dajjal kepadanya agar umatnya selalu hati-hati. Sesungguhnya dia akan keluar kepada umat ini, karena ia adalah umat yang terakhir dan Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah penutup para Nabi.

Berikut ini sebagian bimbingan Nabi yang diberikan kepada umatnya agar dia selamat dari fitnah yang besar ini, di mana kita pun selalu memohon kepada Allah agar memberikan keselamatan dan melindungi kita semua darinya.

Memegang teguh agama Islam dan mempersenjati diri dengan keimanan, mengenal Nama-Nama Allah dan sifat-sifat-Nya yang mulia yang tidak ada sesuatu pun berserikat di dalamnya. Maka ia akan mengetahui bahwa Dajjal adalah manusia biasa yang makan dan minum, dan bahwa Allah Ta’ala disucikan dari semua itu. Sesungguhnya Dajjal buta sebelah mata-nya, sementara Allah tidak buta. Sungguh, tidak akan ada orang yang dapat melihat Rabb-nya hingga dia mati, sementara Dajjal akan dilihat oleh manusia ketika dia keluar, baik orang mukmin maupun orang kafir.
Memohon perlindungan dari fitnah Dajjal, terutama ketika shalat. Telah diriwayatkan beberapa hadits shahih tentangnya.
Di antaranya adalah yang diriwayatkan oleh asy-Syaikhani dan an-Nasa-i, dari ‘Aisyah, isteri Nabi Radhiyallahu anha, bahwasanya Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam berdo’a di dalam shalatnya dengan do’a:

اَللّهُمَّ إِنِّـي أَعُوْذُ بِكَ مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ، وَأَعُوْذُ بِكَ مِنْ فِتْنَةِ الْمَسِيْحِ الدَّجَّالِ…

“Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari siksa kubur, dan aku berlindung kepada-Mu dari fitnah al-Masih ad-Dajjal….”[1]

Diriwayatkan oleh al-Bukhari rahimahullah, dari Mush’ab,[2] dia berkata, “Sa’d pernah memerintahkan lima hal dan menyebutkannya dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam, bahwa-sanya beliau memerintahkannya… (di antaranya):

وَأَعُوْذُبِكَ مِنْ فِتْنَةِ الدُّنْيَا. (يَعْنِى: مِنْ فِتْنَةِ الدَّجَّالِ)

‘Dan aku berlindung kepada-Mu dari fitnah dunia.’ (Yakni dari fitnah Dajjal).”[3]

Memaknai dunia dengan Dajjal merupakan satu isyarat bahwa fitnah Dajjal adalah sebesar-besarnya fitnah yang terjadi di dunia.”[4]

Imam Muslim rahimahullah meriwayatkan dari Abu Hurairah Radhiyallahua anhu, dia berkata, “Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

إِذَا تَشَهَّدَ أَحَدُكُمْ؛ فَلْيَسْتَعِذْ بِاللهِ مِنْ أَرْبَعٍ؛ يَقُوْلُ: اَللّهُمَّ إِنِّـى أَعُوْذُ بِكَ مِنْ عَذَابِ جَهَنَّمَ، وَمِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ، وَمِنْ فِتْنَةِ الْمَحْيَا وَالْمَمَاتِ، وَمِنْ شَرِّ فِتْنَةِ الْمَسِيْحِ الدَّجَّالِ.

‘Jika salah seorang di antara kalian bertasyahhud, maka mohonlah perlindungan kepada Allah dari empat hal, dengan mengucapkan, ‘Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari siksa Neraka, siksa kubur, fitnah ke-hidupan dan mati, dan dari kejahatan fitnah Dajjal.”[5]

Al-Imam Thawus rahimahullah[6] memerintahkan puteranya agar mengulangi shalat jika ia tidak membaca do’a ini di dalam shalatnya.[7]

Ini adalah dalil yang menunjukkan semangat kaum Salaf dalam mengajarkan anak-anaknya untuk melakukan do’a yang agung ini.

As-Safarini rahimahullah berkata, “Di antara sesuatu yang patut bagi setiap alim adalah hendaklah dia menyebarkan hadits-hadits tentang Dajjal pada anak-anak, kaum wanita dan kaum pria… dan telah diriwayatkan bahwasanya di antara tanda-tanda keluarnya (Dajjal) adalah melupakan penyebutannya di atas mimbar.”[8]

Hingga perkataan beliau, “Terutama di zaman kita sekarang ini, di mana telah banyak fitnah dan cobaan, sementara syi’ar-syi’ar Islam telah banyak yang lenyap, yang sunnah dianggap bid’ah sementara yang bid’ah menjadi syari’at yang diikuti. Laa haula walaa quwwata illa billaah.”[9]

Menghafal beberapa ayat dari surat al-Kahfi. Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam telah memerintah-kan untuk membaca awal-awal dari surat al-Kahfi untuk menghadapi Dajjal, dan di dalam sebagian riwayat ayat-ayat terakhir dari surat tersebut, yakni dengan membaca sepuluh ayat dari awalnya atau dari akhirnya.
Di antara hadits-hadits yang menjelaskan hal itu adalah apa yang diriwayatkan oleh Muslim rahimahullah dari hadits an-Nawwas bin Sam’an yang panjang… (di dalamnya terdapat sabda Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam):

مَنْ أَدْرَكَهُ مِنْكُمْ، فَلْيَقْرَأْ عَلَيْهِ فَوَاتِحَ سُوْرَةِ الْكَهْفِ.

“Barangsiapa di antara kalian bertemu dengannya, maka bacakanlah kepadanya permulaan surat al-Kahfi.”[10]

Imam Muslim rahimahullah meriwayatkan pula dari Abud Darda’ Radhiyallahu anhu, bahwa-sanya Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

مَنْ حَفِظَ عَشْرَ آيَاتٍ مِنْ أَوَّلِ سُوْرَةِ الْكَهْفِ؛ عُصِمَ مِنَ الدَّجَّالِ.

“Barangsiapa hafal sepuluh ayat dari awal surat al-Kahfi, maka dia akan dijaga dari Dajjal.”

Maksudnya dari fitnahnya.

Muslim rahimahullah berkata, “Syu’bah berkata, ‘Pada akhir-akhir surat al-Kahfi,’ al-Hammam berkata, ‘Dari awal surat al-Kahfi.’”[11]

An-Nawawi rahimahullah berkata, “Sebab hal itu adalah keajaiban-keajaiban dan tanda-tanda kekuasaan Allah yang ada pada permulaan suratnya. Maka barangsiapa merenunginya, niscaya dia tidak akan terkena fitnah Dajjal, demikian pula di akhirnya, yaitu firman Allah  Subhanahu wa Ta’ala:

أَفَحَسِبَ الَّذِينَ كَفَرُوا أَنْ يَتَّخِذُوا

“Maka apakah orang-orang kafir menyangka bahwa mereka (dapat) meng-ambil…” (Al-Kahfi/18: 102)”[12]

Ini adalah di antara keistimewaan surat al-Kahfi. Telah diriwayatkan beberapa hadits yang mendorong untuk membacanya, terutama pada hari Jum’at.

Al-Hakim rahimahullah meriwayatkan dari Abu Sa’id al-Khudri Radhiyallahu anhu bahwasanya Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

إِنَّ مَنْ قَرَأَ سُـوْرَةَ الْكَهْفِ يَوْمَ الْجُمُعَةِ؛ أَضَاءَ لَهُ مِنَ النُّـوْرِ مَا بَيْنَ الْجُمُعَتَيْنِ.

“Sesungguhnya orang yang membaca surat al-Kahfi pada hari Jum’at, niscaya dia akan diterangi oleh cahaya di antara dua Jum’at.”[13]

Tidak diragukan bahwa surat al-Kahfi memiliki kedudukan yang agung, karena di dalamnya terdapat ayat-ayat yang sangat memukau, seperti kisah Ashhabul Kahfi, kisah Musa bersama Khidir, kisah Dzul Qarnain, dan aktivitasnya membangun dinding penghalang besar yang menutupi Ya’-juj dan Ma’-juj, menetapkan adanya hari Berbangkit, tiupan sangkakala, dan penjelasan mengenai orang-orang yang merugi amalnya, mereka adalah orang-orang yang mengira bahwa mereka berada dalam petunjuk padahal mereka adalah orang yang berada dalam kesesatan dan kebodohan.

Maka sudah seharusnya bagi setiap muslim untuk bersemangat dalam membaca surat ini, menghafalnya, dan mengulang-ulangnya, terutama pada sebaik-baiknya hari di mana matahari terbit, yaitu hari Jum’at.

Berlari dan menjauhi Dajjal, dan lebih utama ialah menetap di Makkah atau Madinah. Telah dijelaskan sebelumnya bahwa Dajjal tidak akan bisa masuk ke dalam dua tanah haram. Maka ketika Dajjal keluar hendaklah seorang muslim menjauh darinya, hal itu karena berbagai syubhat juga hal-hal di luar kebiasaan yang sangat besar yang telah Allah berikan kepadanya sebagai fitnah bagi manusia. Dajjal akan mendatangi seseorang yang meyakini ada keimanan di dalam hatinya, akan tetapi pada akhir-nya dia akan mengikuti Dajjal. Hanya kepada Allah-lah kita memohon semoga Dia melindungi kita dan seluruh kaum musliminh dari fitnahnya.
Baca Juga  Tanda-Tanda Hari Kiamat Besar dan Kecil
Imam Ahmad, Abu Dawud, dan al-Hakim rahimahullah meriwayatkan dari Abu Dahma’ rahimahullah,[14] dia berkata, “Aku mendengar ‘Imran bin Hushain Radhiyallahu anhu meriwayatkan sebuah hadits, dia berkata, ‘Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

مَنْ سَمِعَ بِالدَّجَّالِ؛ فَلْيَنْأَ عَنْهُ، فَوَ اللهِ إِنَّ الرَّجُلَ لَيَأْتِيْهِ وَهُوَ يَحْسَبُ أَنَّهُ مُؤْمِنٌ، فَيَتَّبِعُهُ مِمَّا يُبْعَثُ بِهِ مِنَ الشُّبُهَاتِ، أَوْ لِمَـا يُبْعَثُ بِهِ مِنَ الشُّبُهَاتِ.

‘Barangsiapa mendengar kedatangan Dajjal, maka hendaklah ia menjauh darinya. Demi Allah, sesungguhnya seseorang mendatanginya padahal dia menganggap bahwa dirinya adalah seorang mukmin, lalu dia mengikutinya karena banyaknya syubhat yang menyertainya, atau tatkala syubhat menyertainya.’”[15]

[Disalin dari kitab Asyraathus Saa’ah, Penulis Yusuf bin Abdillah bin Yusuf al-Wabil, Daar Ibnil Jauzi, Cetakan Kelima 1415H-1995M, Edisi Indonesia Hari Kiamat Sudah Dekat, Penerjemah Beni Sarbeni, Penerbit Pustaka Ibnu Katsir]

Disalin oleh Ibnu Ali حفيظ الله

_______
Footnote

[1] Shahiih al-Bukhari, kitab al-Adzaan bab ad-Du’aa’ qablas Salaam (II/317, al-Fat-h), dan Shahiih Muslim, kitab al-Masaajid wa Mawaadhi’ush Shalaah, bab at-Ta’awwudz min Adzaabil Qabri wa Adzaabi Jahannam (V/87, Syarh an-Nawawi).

[2] Dia adalah Mush’ab bin Sa’d bin Abi Waqqash, lihat Fat-hul Baari (XI/175).

[3] Shahiih al-Bukhari, kitab ad-Da’awaat, bab at-Ta’awwudz min Adzaabil Qabri (XI/174, al-Fat-h).

[4] Fat-hul Baari (XI/179).

[5] Shahiih Muslim, kitab al-Masaajid wa Mawaadhi’ush Shalaah, bab at-Ta’awwudz min Adzaabil Qabri wa Adzaabi Jahannam (V/87, Syarh an-Nawawi).

[6] Beliau adalah al-Imam Thawus bin Kisan al-Yamani, Abu ‘Abdirrahman, salah seorang tokoh Tabi’in, bertemu dengan lima puluh Sahabat, dan melakukan haji sebanyak empat puluh kali, dia adalah orang yang mustajab do’anya. Ibnu ‘Uyainah berkata, “Ada tiga orang yang menjauhi para penguasa: Abu Dzarr pada masanya, Thawus pada zamannya, dam ats-Tsauri pada zamannya.” Beliau wafat pada tahun 106 H rahimahullah.
Lihat biografinya dalam Tahdziibut Tahdziib (V/8-10).

[7] Lihat Shahiih Muslim, kitab al-Masaajid wa Mawaadhi’ush Shalaah, bab at-Ta’awwudz min Adzaabil Qabri wa Adzaabi Jahannam (V/87, Syarh an-Nawawi).

[8] Di dalam masalah ini diriwayatkan hadits yang dishahihkan oleh al-Haitsami dalam Majmaa’uz Zawaa-id dari ash-Sha’bi bin Jatsamah, dia berkata, “Aku mendengar Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, ‘Tidak akan keluar Dajjal hingga manusia lupa tidak menyebutkannya, dan hingga umat tidak menyebutkannya lagi di atas mimbar.”
Lihat Majma’uz Zawaa-id wa Manba’ul Fawaa-id (VII/335).

[9] Lawaami’ul Anwaar al-Bahiyyah (II/106-107).

[10] Shahiih Muslim, kitab al-Fitan bab Dzikrud Dajjal (XVIII/65, Syarh an-Nawawi).

[11] Shahiih Muslim, kitab Shalaatul Musaafiriin, bab Fadhlu Suuratil Kahfi wa Aayatul Kursi (VI/92-93, Syarh an-Nawawi).

[12] Syarah an-Nawawi li Shahiih Muslim (VI/93).

[13] Mustadrak al-Hakim (II/368), beliau berkata, “Isnad hadits ini shahih, akan tetapi keduanya tidak meriwayatkannya.”
Adz-Dzahabi berkata, “Nu’aim (Ibnu Hammad) memiliki al-Manaakir (hadits-hadits munkar).”
Al-Albani berkata, “Shahih.” Shahiih al-Jaami’ish Shagiir (V/340, no. 6346).

[14] Beliau adalah Qarfah bin Bahis al-‘Adawi al-Bashri, Tabi’in, tsiqah, meriwayatkan dari sebagian Sahabat seperti ‘Imran bin Hushain, Samurah bin Jundub dan yang lainnya.
Lihat biografinya dalam Tahdziibut Tahdziib (VIII/369).

[15] Al-Fat-hur Rabbaani (XXIV/74), Sunan Abi Dawud (XI/242, ‘Aunul Ma’buud), dan Mustadrak al-Hakim (IV/531).
Al-Hakim berkata, “Sanad hadits ini shahih dengan syarat Muslim, akan tetapi keduanya tidak meriwayatkannya,” sementara adz-Dzahabi tidak mengomentarinya.
Dan hadits ini dishahihkan oleh Syaikh al-Albani, lihat Shahiih al-Jaami’ish Shaghiir (V/303, no. 6177).

Wallahu'alam

Barakallahu fiikum

Selasa, 27 Januari 2026

Tadabbur Al-Quran Hal. 440 | @KitabulSalaf

Tadabbur Al-Quran Hal. 440 | @KitabulSalaf
----------------------------------------------
بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ

- Al Qur'an Indonesia Tajwid.

- Ya Sin ayat 8 :

اِنَّا جَعَلْنَا فِيْٓ اَعْنَاقِهِمْ اَغْلٰلًا فَهِيَ اِلَى الْاَذْقَانِ فَهُمْ مُّقْمَحُوْنَ

Sungguh, Kami telah memasang belenggu di leher mereka, lalu tangan mereka (diangkat) ke dagu, karena itu mereka tertengadah.

- Asbabun Nuzul Ya Sin Ayat 8-9 :

Diriwayatkan oleh Ibnu Jarir yang bersumber dar 'Ikrimah, bahwa Abu Jahl berkata: "Sekiranya aku bertemu dengan Muhammad, pasti aku akan menghasutnya". Ketika Nabi Muhammad berada di sekitarnya, orang-orang menunjukkan bahwa Muhammad berada disisinya. Akan tetapi Abu Jahl tetap bertanya-tanya: "Mana dia", karena dia tidak melihatnya. Ayat ini (Surat Yasin: 8-9) turun sebagai penjelasan bahwa pandangan Abu Jahl disaat itu ditutup oleh Allah untuk melihat Muhammad.

- Tafsir Al Muyassar Ya Sin ayat 8 :

Sesungguhnya Kami menjadikan orang-orang kafir di mana kebenaran telah disampaikan kepada mereka namun mereka bersikukuh di atas kekufuran daripada iman, seperti orang yang dibelenggu lehernya dengan rantai, lalu tangan dan leher mereka disatukan di bawah dagu mereka, sehingga mereka terpaksa mendongakkan kepala ke langit. Mereka terbelenggu dari segala macam kebaikan, mereka tidak melihat kebenaran dan tidak mengetahui jalannya.

- Riyāduş Şälihin :

Dari Jundab bin Abdullah Ra., ia berkata, Rasulullah Saw. bersabda, "Pada suatu ketika ada seseorang yang berkata, Demi Allah, sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni si fulan. Sementara Allah berfirman, Siapa yang bersumpah dengan kesombongannya atas nama-Ku bahwasanya Aku tidak akan mengampuni si fulan? Ketahuilah, sesungguhnya Aku telah mengampuni si fulan dan telah memutuskan amal perbuatanmu." (HR Muslim). (Faisal bin Abdul 'Aziz Ali Mubārak, Tatrizu Riyādis Şālihina, Juz 2, t.t.: 363).

- Hadis Qudsi :

At-Tirmiži berkata, telah menceritakan kepada kami Abdullah bin Ishaq AI-Jauhari Al-Bisri, la berkata, telah menceritakan kepada kami Abu 'Ašim, ia berkata telah menceritakan kepada kami Kašir bin Fāid, ia berkata, telah menceritakan kepada kami Sa'id bin Ubaid, ia berkata, aku mendengar Bakr bin Abdullah Al Muzani, ia berkata, telah menceritakan kepada kami Anas bin Malik, ia berkata "Saya mendengar Rasulullah Saw. bersabda, 'Allah Swt. berfirman, Wahai anak Adam, tidaklah engkau berdoa kepada-Ku dan berharap kepada-Ku, melainkan Aku ampuni dosa yang ada padamu dan Aku tidak peduli. Wahai anak Adam, seandainya dosa-dosamu telah mencapai setinggi langit kemudian engkau meminta
ampun kepada-Ku, niscaya Aku akan mengampunimu, dan Aku tidak peduli. Wahai anak Adam, seandainya engkau datang kepada-Ku dengan membawa kesalahan sepenuh bumi kemudian engkau menemui-Ku dengan tidak menyekutukan sesuatu dengan-Ku, niscaya Aku akan datang kepadamu dengan ampunan sepenuh bumi. (HR At-Tirmiži). (Isāmuddin Aş-Sabābati,BJāmiu'l Ahādisil Qudsiyyati, Jilid 2, t.t: 159).

- Hadiš Nabawi :

Dari Abu Hurairah Ra., ia berkata, dari Nabi Saw., beliau bersabda, "Apabila hari Kiamat telah dekat, maka jarang sekali mimpi seorang muslim yang tidak benar. Dan mimpi yang paling benar adalah mimpi yang selalu bicara benar. Mimpi seorangnmuslim adalah sebagian dari empat puluh lima macam nubuwwah (wahyu). Mimpi itu ada tiga macam. Pertama, mimpi yang baik sebagai kabar gembira dari Allah. Kedua, mimpiyang menakutkan atau menyedihkan, datangnya dari setan. Ketiga, dan mimpi yang timbul karena ilusi angan-angan, atau khayal seseorang. Karena itu, jika kamu bermimpi yang tidak kamu senangi. bangunlah, kemudian salatlah, dan jangan menceritakannya kepada orang lain." lbnu Sirin berkata, "Aku lebih suka ikatan di kaki, daripada ikatan di leher. Karena ikatan di kaki menunjukan keteguhan seseorang di dalam agamanya." (HR Muslim, Shahihu Muslimin, Juz 4, No. Hadiš 1173, 1412
H/1991 M: 6).

- Hadis Motivasi OS 36: 12 :

Dari Jabir bin Abdillah dia berkata bahwa Bani Salamah berkeinginan pindah ke dekat masjid. Jabir melanjutkan bahwa ketika itu. ada beberapa lahan yang masih kosong. Ketika berita ini sampai kepada Nabi beliau lalu bersabda: "Wahai Bani Salamah. pertahankanlah rumah kalian sebab langkah kalian akan dicatat." Selanjutnya, mereka berkata, "Setelah itu. kami tidak ingin lagi pindah rumah." (HR Muslim, 665)

- HADIS NIAGA QS Yāsin, 36: 12 :

Beberapa Amalan yang Pahalanya Terus Mengalir

Dari Anas bin Malik o, dia mengatakan bahwa Rasulullah bersabda: "Ada
tujuh amalan yang pahalanya tetap mengalir untuk seorang hamba setelah dia meninggal, padahal dia berada di dalam kuburnya, yaitu orang yang mengajarkan ilmu agama, orang yang mengalirkan sungai (yang mati), orang yang membuat sumur, orang yang menanam kurma, orang yang membangun masjid, orang yang memberi mushaf Al-Quran, dan orang yang meninggalkan seorang anak yang senantiasa memohonkan ampun untuknya setelah dia wafat" (HR Bazzar dalam Musnad-nya, 7289; Baihaqi dalam Syu'abul imän, 3449, dan yang lainnya)

- AMAL NIAGA :
1. Lakukanlah amalan yang disebutkan dalam hadis di atas karena Allah. Kelak pahalanya akan terus mengalir sekalipun Anda telah meninggal dunia.
2. Didiklah anak-anak dengan pendidikarn islami agar kelak Anda mendapatkan manfaat melalui kesalehannya, baik melalui permohonan ampunan untuk Anda kepada Alah maupun doa untuk kebaikan Anda.

- Tadabbur Surah Fatir Ayat 45

Ayat 45 dari surat fathir ini menjelaskan, sekiranya Allah menghukum setiap dosa dan kesalahan manusia, niscaya tidak akan ada manusia yang hidup di atas bumi ini. Tapi, Allah beri tangguh sampai waktu yang ditentukan-Nya. Bila waktu itu tiba, Allah Melihat keadaan hamba-hamba-Nya. 

Tadabbur Surah Yasin Ayat 1-12 :

1. Ayat 2 - 12 dari surat Yasin ini menjelaskan, Al-Qur’an itu kekuatan dan tidak ada kebatilan  dalamnya. Muhammad itu termasuk para  Rasul Allah. Berada pada agama yang lurus. AlQur’an itu diturunkan dari yang Mahaperkasa lagi Mahabijaksana, agar Muhammad saw. memperingatkan kaum Arab dan Ajam (selain Arab) dengannya. Allah Mahatahu bahwa kebanyakan manusia tidak beriman pada Rasul saw. dan Al-Qur’an.  
2. Di neraka nanti, orang-orang kafir itu dibelenggu leher mereka dan tangan mereka diikatkan ke dagu sehingga mereka tertengadah.  Di depan dan di belakang mereka diberi sekat,  lalu muka mereka ditutup sehingga tidak bisa  melihat. Azab itu diberikan karena mereka tidak mau beriman. Yang mau beriman itu ialah yang takut pada Allah yang Maha Penyayang  meski tidak bisa menginderanya (ghaib). Merekalah yang mendapat surga. Allah menghidupkan manusia yang sudah mati dan mencatat semua amal perbuatan dan mengumpulkannya dalam kitab catatan khusus.

Senin, 26 Januari 2026

Keutamaan Orang Kaya yang Bersyukur dan Orang Fakir yang Bersabar | @KitabulSalaf

 One Day One Hadits (345) | @KitabulSalaf

------------------------------------------

بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ

Keutamaan Orang Kaya yang Bersyukur dan Orang Fakir yang Bersabar



عَنْ أَبِي ذَرٍّ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ : أَنَّ نَاساً مِنْ أَصْحَابِ رَسُوْلِ اللهِ صَلَّى   الله عليه وسلم قَالُوا لِلنَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَا رَسُوْلَ اللهِ، ذَهَبَ أَهْلُ الدُّثُوْرِ بِاْلأُجُوْرِ يُصَلُّوْنَ كَمَا نُصَلِّي، وَيَصُوْمُوْنَ كَمَا نَصُوْمُ، وَيتَصَدَّقُوْنَ بِفُضُوْلِ أَمْوَالِهِمْ قَالَ : أَوَ لَيْسَ قَدْ جَعَلَ اللهُ لَكُمْ مَا تَصَدَّقُوْنَ : إِنَّ لَكُمْ بِكُلِّ تَسْبِيْحَةٍ صَدَقَةً وَكُلِّ تَكْبِيْرَةٍ صَدَقَةً وَكُلِّ تَحْمِيْدَةٍ صَدَقَةً، وَكُلِّ تَهْلِيْلَةٍ صَدَقَةً وَأَمْرٍ بِالْمَعْرُوْفِ صَدَقَةً وَنَهْيٍ عَن مُنْكَرٍ صَدَقَةً وَفِي بُضْعِ أَحَدِكُمْ صَدَقَةً قَالُوا  : يَا رَسُوْلَ اللهِ أَيَأْتِي أَحَدُنَا شَهْوَتَهُ وَيَكُوْنُ لَهُ فِيْهَا أَجْرٌ ؟ قَالَ : أَرَأَيْتُمْ لَوْ وَضَعَهَا فِي حَرَامٍ أَكَانَ عَلَيْهِ وِزْرٌ ؟ فَكَذَلِكَ إِذَا وَضَعَهَا فِي الْحَلاَلِ كَانَ لَهُ أَجْرٌ. (رواه مسلم)

Dari Abu Dzar radhiallahuanhu: Sesungguhnya sejumlah orang dari shahabat Rasulullah shallallahu`alaihi wa sallam berkata kepada Rasulullah shallallahu`alaihi wa sallam: “Wahai Rasululullah, orang-orang kaya telah pergi .dengan membawa pahala yang banyak, mereka shalat sebagaimana kami shalat, mereka puasa sebagaimana kami puasa dan mereka bersedekah dengan kelebihan harta mereka (sedang kami tidak dapat melakukannya). (Rasulullah shallallahu`alaihi wa sallam) bersabda: Bukankah Allah telah menjadikan bagi kalian jalan untuk bersedekah? Sesungguhnya setiap tashbih merupakan sedekah, setiap takbir merupakan sedekah, setiap tahmid merupakan sedekah, setiap tahlil merupakan sedekah, amar ma’ruf nahi munkar merupakan sedekah dan setiap kemaluan kalian merupakan sedekah. Mereka bertanya: Ya Rasulullah masakah dikatakan berpahala seseorang di antara kami yang menyalurkan syahwatnya? Beliau bersabda: Bagaimana pendapat kalian seandainya hal tersebut disalurkan di jalan yang haram, bukankah baginya dosa? Demikianlah halnya jika hal tersebut diletakkan pada jalan yang halal, maka baginya mendapatkan pahala. (Riwayat Muslim) 

Pelajaran yang terdapat di dalam hadist:

1. Sikap bijak dalam menanggapi berbagai kondisi serta mendatangkan kabar gembira bagi jiwa serta menenangkan perasaan.

2. Para shahabat berlomba-lomba untuk berbuat kebaikan.

3. Luasnya keutamaan Allah ta’ala serta banyaknya pintu-pintu kebaikan yang dibuka bagi hamba-Nya.

4. Semua bentuk zikir sesungguhnya merupakan shadaqah yang dikeluarkan seseorang untuk dirinya.

5. Kebiasaan-kebiasaan mubah dan penyaluran syahwat yang disyariatkan dapat menjadi ketaatan dan ibadah jika diiringi dengan niat saleh.

6. Anjuran untuk meminta sesuatu yang dapat bermanfaat bagi seorang muslim dan yang dapat meningkatkan dirinya ke derajat yang lebih sempurna.

7. Di dalam hadits ini terdapat keutamaan orang kaya yang bersyukur dan orang fakir yang bersabar.

8. Jika harta melimpah, maka wajib bersyukur; dan jika miskin, maka wajib bersabar.  Itulah kewajiban yang telah digariskan syariat atas mereka. Karena sesungguhnya kekayaan dan kemiskinan adalah ujian, barangsiapa menghadapi ujian sesuai dengan yang diperintahkan, maka dia adalah orang yang mulia.

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah rahimahullah berkata, “Manusia berbeda pendapat, mana yang lebih utama: orang fakir (miskin) yang sabar atau orang kaya yang bersyukur? Pendapat yang benar adalah: orang yang lebih utama dari keduanya adalah yang paling bertakwa. Jika ketakwaan keduanya sama, derajat keduanya sama.

9. Iri terhadap kebaikan orang lain (agar dirinya seperti orang tersebut) adalah hal yang diperbolehkan dalam agama.

10. Sebagaimana menggunakan sesuatu yang tidak diperbolehkan syariat mendapatkan dosa maka menggunakannya sesuai dengan petunjuk syariat akan mendatangkan pahala.

Tema hadits yang berkaitan dengan ayat Al Quran:

1. Iri terhadap kebaikan orang lain.

يُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الآخِرِ وَيَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَيَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ وَيُسَارِعُونَ فِي الْخَيْرَاتِ وَأُولَئِكَ مِنَ الصَّالِحِينَ

Mereka beriman kepada Allah dan hari penghabisan, mereka menyuruh kepada yang makruf dan mencegah dari yang mungkar, dan bersegera kepada (mengerjakan) berbagai kebajikan; mereka itu termasuk orang-orang yang saleh. (Ali Imran: 114)

2. Pintu-pintu kebaikan terbuka luas.

لَيْسَ الْبِرَّ أَنْ تُوَلُّوا وُجُوهَكُمْ قِبَلَ الْمَشْرِقِ وَالْمَغْرِبِ وَلَكِنَّ الْبِرَّ مَنْ آمَنَ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الآخِرِ وَالْمَلائِكَةِ وَالْكِتَابِ وَالنَّبِيِّينَ وَآتَى الْمَالَ عَلَى حُبِّهِ ذَوِي الْقُرْبَى وَالْيَتَامَى وَالْمَسَاكِينَ وَابْنَ السَّبِيلِ وَالسَّائِلِينَ وَفِي الرِّقَابِ وَأَقَامَ الصَّلاةَ وَآتَى الزَّكَاةَ وَالْمُوفُونَ بِعَهْدِهِمْ إِذَا عَاهَدُوا وَالصَّابِرِينَ فِي الْبَأْسَاءِ وَالضَّرَّاءِ وَحِينَ الْبَأْسِ أُولَئِكَ الَّذِينَ صَدَقُوا وَأُولَئِكَ هُمُ الْمُتَّقُونَ 

Bukanlah menghadapkan wajahmu ke arah timur dan barat itu suatu kebajikan, tetapi sesungguhnya kebajikan itu ialah kebajikan orang yang beriman kepada Allah, hari kemudian, malaikat-malaikat, kitab-kitab, nabi-nabi, dan memberikan harta yang dicintainya kepada kerabatnya, anak-anak yatim, orang-orang miskin, musafir (yang memerlukan pertolongan), dan orang-orang yang meminta-minta; dan (memerdekakan) hamba sahaya, mendirikan salat, dan menunaikan zakat; dan orang-orang yang menepati janjinya apabila ia berjanji; dan orang-orang yang sabar dalam kesempitan, penderitaan, dan dalam peperangan.Mereka itulah orang-orang yang benar (imannya), dan mereka itulah orang-orang yang bertakwa[Al Baqoroh : 177]

3. Mencari yang halal dan menjauhi yang haram.

الَّذِينَ يَتَّبِعُونَ الرَّسُولَ النَّبِيَّ الأمِّيَّ الَّذِي يَجِدُونَهُ مَكْتُوبًا عِنْدَهُمْ فِي التَّوْرَاةِ وَالإنْجِيلِ يَأْمُرُهُمْ بِالْمَعْرُوفِ وَيَنْهَاهُمْ عَنِ الْمُنْكَرِ وَيُحِلُّ لَهُمُ الطَّيِّبَاتِ وَيُحَرِّمُ عَلَيْهِمُ الْخَبَائِثَ وَيَضَعُ عَنْهُمْ إِصْرَهُمْ وَالأغْلالَ الَّتِي كَانَتْ عَلَيْهِمْ فَالَّذِينَ آمَنُوا بِهِ وَعَزَّرُوهُ وَنَصَرُوهُ وَاتَّبَعُوا النُّورَ الَّذِي أُنزلَ مَعَهُ أُولَئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَ 

(Yaitu) orang-orang yang mengikut Rasul, Nabi yang ummi yang (namanya) mereka dapati tertulis di dalam Taurat dan Injil yang ada di sisi mereka, yang menyuruh mereka mengerjakan yang makruf dan melarang mereka dari mengerjakan yang mungkar, dan menghalalkan bagi mereka segala yang baik dan mengharamkan bagi mereka segala yang buruk dan membuang dari mereka beban-beban dan belenggu-belenggu yang ada pada mereka. Maka orang-orang yang beriman kepadanya, memuliakannya, menolongnya, dan mengikuti cahaya yang terang yang diturunkan kepadanya (Al-Qur'an), mereka itulah  orang-orang yang beruntung.


Sebaik-baik Jihad | @KitabulSalaf

 One Day One Hadits (343) | @KitabulSalaf

------------------------------------------

بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ

Sebaik-baik Jihad



عن أَبي سعيد الخدري رضي الله عنه عن النَّبيّ صلى الله عليه وسلم قَالَ: ((أفْضَلُ الجِهَادِ كَلِمَةُ عَدْلٍ عِنْدَ سُلْطَانٍ جَائرٍ)). رواه أَبُو داود والترمذي، وَقالَ: ((حديث حسن)). 

Dari Abu Said al-Khudri r.a. dari Nabi s.a.w. sabdanya:

"Seutama-utamanya jihad ialah mengucapkan kalimat menuntut keadilan di hadapan seorang sultan - pemegang kekuasaan negara yang menyeleweng."

Diriwayatkan oleh Imam Abu Dawud dan Imam Tirmidzi dan ia mengatakan bahawa ini adalah Hadis hasan.

Pelajaran yang terdapat di dalam hadist:

1. Sebabnya berkata adil dan hak (benar) kepada sultan (penguasa negara) yang curang itu dianggap jihad atau perjuangan yang paling utama, kerana memang jarang sekali yang berani melaksanakan, sebab takut balas dendamnya.

2. Yang dimaksudkan kalimat adil dan hak itu seperti menasihati jikalau sultan atau penguasa itu bertindak sewenang-wenang, menyeleweng dari tuntunan yang benar atau ia sendiri berbuat kemaksiatan dan kemungkaran.

3. Juga termasuk di dalamnya apabila orang bawahan sultan atau penguasa tadi memberikan laporan, artinya apa yang dilaporkan itu wajiblah menurut kenyataan. Rakyat miskin jangan dilaporkan makmur, ummat mengeluh jangan dilaporkan gembira, hasil tanaman rosak jangan dilaporkan memuaskan dan sebagainya.

4. Jikalau semua itu dilaksanakan baik-baik, maka bererti bahwa orang yang suka melakukannya tersebut telah menunaikan jihad atau perjuangan yang seutama-utamanya.

Tema hadist yang berkaitan dengan Al qur'an :

- Wahai umat Muhammad, sebaik-baik umat yang paling banyak manfaat bagi manusia dimana selalu amar ma'ruf nahi munkar. Barang siapa bisa merealisasikan sifat ini adalah sebaik-baik umat 

كُنْتُمْ خَيْرَ أُمَّةٍ أُخْرِجَتْ لِلنَّاسِ تَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَتَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَر [آل عمران: 110].

"Adalah engkau sekalian itu sebaik-baik ummat yang dikeluarkan untuk seluruh manusia, kerana engkau semua memerintah dengan kebaikan dan melarang dari kemungkaran." (ali-lmran: 110).

Kadang Kita Enggak Perlu Banyak Mikir Tapi Banyak Zikir | @KitabulSalaf

 One Day One Hadits (342) | @KitabulSalaf

------------------------------------------

بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ

Kadang Kita Enggak Perlu Banyak Mikir Tapi Banyak Zikir



عنِ ابْنِ عَبَّاسٍ رضِي اللَّه عنْهُما قَال: قالَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ:

“مَنْ أَكْثَرَ مِنْ الِاسْتِغْفَارِ؛ جَعَلَ اللَّهُ لَهُ مِنْ كُلِّ هَمٍّ فَرَجًا، وَمِنْ كُلِّ ضِيقٍ مَخْرَجًا، وَرَزَقَهُ مِنْ حَيْثُ لَا يَحْتَسِبُ”

Dari Ibnu Abbas radhiyallahu anhu berkata, bersabda Rasulullah shallallahu alaihi wasallam :

“Barang siapa memperbanyak istighfar; niscaya Allah memberikan jalan keluar bagi setiap kesedihannya, kelapangan untuk setiap kesempitannya dan rezeki dari arah yang tidak disangka-sangka.” (HR. Ahmad dari Ibnu Abbas dan sanadnya dinilai sahih oleh al-Hakim serta Ahmad Syakir).

Pelajaran yang terdapat di dalam hadist:

1. Tidak diragukan lagi bahwa istighfar merupakan sebab terhapusnya dosa. Jika dosa telah terhapus maka akan memberikan dampak yang bermacam-macam.

2. Terkadang seorang yang terampuni dosanya ia akan mendapat rizki dan kebahagiaan dari setiap kesusahan dan kesedihan hidupnya.

3. Beristighfar dalam setiap nafasmu, maka Allah akan memberikan pertolongan yang tidak pernah engkau duga bahwa engkau akan mendapatkannya disaat–saat sulitmu. 

4. Kadang kita nggak perlu banyak mikir tapi banyak zikir yaitu diantaranya adalah istghfa, ulama berkata, 

لا تفكر كثيرا ,بل استغفر كثيرا فالله يفتح بالإستغفار أبوابا لا تفتح بالتفكير “

“Jangan terlalu banyak berpikir, tetapi banyaklah istighfar, karena Allah membuka pintu pintu yang tertutup dimana ia tidak bisa dibuka kecuali dengan istighfar.”

5. Sering kali ketika kita menghadapi masalah. kita terlalu besar mengharap akan pikiran dan kemampuan kita untuk memecahkannya kemudian kita tidak melibatkan Allah di dalamnya, padahal bagi Allah sebesar apapun masalah untuk menyelesaikan cukup ia mengatakan “Kun fayakun.“ Jangan katakan engkau memiliki masalah besar tetapi katakanlah bahwa engkau memiliki Allah yang maha besar untuk menghadapi masalah-masalahmu.

Tema hadist yang berkaitan dengan Al qur'an :

1. Apabila kamu bertobat kepada Allah dan memohon ampun kepada-Nya serta taat kepada-Nya, maka Dia akan memperbanyak rezeki kalian dan menyirami kalian dengan keberkahan dari langit dan menumbuhkan bagi kalian keberkatan bumi sehingga bumi menjadi subur menumbuhkan tetanamannya, dan menyuburkan bagi kalian air susu ternak kalian dan memberimu banyak harta dan anak-anak dan menjadikan bagi kalian kebun-kebun yang di dalamnya terdapat berbagai macam buah-buahan dan di tengah-tengah (celah-celah)nya dibelahkan bagi kalian sungai-sungai yang mengalir.

فَقُلْتُ اسْتَغْفِرُوا رَبَّكُمْ إِنَّهُ كَانَ غَفَّاراً . يُرْسِلِ السَّمَاء عَلَيْكُم مِّدْرَاراً . وَيُمْدِدْكُمْ بِأَمْوَالٍ وَبَنِينَ وَيَجْعَل لَّكُمْ جَنَّاتٍ وَيَجْعَل لَّكُمْ أَنْهَاراً (نوح: 10-12)

“Aku (Nabi Nuh) berkata (pada mereka), “Beristighfarlah kepada Rabb kalian, sungguh Dia Maha Pengampun. Niscaya Dia akan menurunkan kepada kalian hujan yang lebat dari langit. Dan Dia akan memperbanyak harta serta anak-anakmu, juga mengadakan kebun-kebun dan sungai-sungai untukmu.” (QS. Nuh: 10-12 )

2. Perintah untuk banyak istighfar 

وَأَنِ اسْتَغْفِرُوا رَبَّكُمْ ثُمَّ تُوبُوا إِلَيْهِ يُمَتِّعْكُمْ مَتَاعًا حَسَنًا إِلَىٰ أَجَلٍ مُسَمًّى وَيُؤْتِ كُلَّ ذِي فَضْلٍ فَضْلَهُ

” Dan hendaklah kamu meminta ampun kepada Tuhanmu dan bertaubat kepada-Nya. (Jika kamu mengerjakan yang demikian), niscaya Dia akan memberi kenikmatan yang baik (terus menerus) kepadamu sampai kepada waktu yang telah ditentukan dan Dia akan memberikan kepada tiap-tiap orang yang mempunyai keutamaan (balasan) keutamaannya.” (QS. Hud:3)

3. Dan firman Allah ta’ala tentang kisah Hud,

وَيَا قَوْمِ اسْتَغْفِرُوا رَبَّكُمْ ثُمَّ تُوبُوا إِلَيْهِ يُرْسِلِ السَّمَاءَ عَلَيْكُمْ مِدْرَارًا وَيَزِدْكُمْ قُوَّةً إِلَىٰ قُوَّتِكُمْ وَلَا تَتَوَلَّوْا مُجْرِمِينَ

Dan (Hud berkata): “Hai kaumku, mohonlah ampun kepada Tuhanmu lalu bertobatlah kepada-Nya, niscaya Dia menurunkan hujan yang sangat deras atasmu, dan Dia akan menambahkan kekuatan kepada kekuatanmu, dan janganlah kamu berpaling dengan berbuat dosa.” (QS. Hud: 52).

Orang yang Paling Mulia Disisi Allah | @KitabulSalaf

 One Day One Hadits (341) | @KitabulSalaf

------------------------------------------

بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ

Orang yang Paling Mulia Disisi Allah


عن جابرُ بنُ عبدِ اللهِ رضِيَ اللهُ عنهما أنَّ النَّبيَّ صلَّى اللهُ عليه وسلَّمَ خَطَبَ أصحابَه في حَجَّةِ الْوَداعِ في أوْسَطِ أيَّامِ التَّشْريقِ: 

يَا أَيُّهَا النَّاسُ أَلَا إِنَّ رَبَّكُمْ وَاحِدٌ وَإِنَّ أَبَاكُمْ وَاحِدٌ، أَلَا لَا فَضْلَ لِعَرَبِيٍّ عَلَى أَعْجَمِيٍّ وَلَا لِعَجَمِيٍّ عَلَى عَرَبِيٍّ وَلَا لِأَحْمَرَ عَلَى أَسْوَدَ وَلَا أَسْوَدَ عَلَى أَحْمَرَ إِلَّا بِالتَّقْوَى، أَبَلَّغْتُ ؟ قَالُوا: بَلَّغَ رَسُولُ اللَّه

Dari Jabir bin Abdullah semoga Allah meridhai keduanya, sesungguhnya nabi shallallahu alaihi wa sallam berkhutbah dihadapan pengunjung haji wada' diwaktu hari tasyriq:

“Wahai umat manusia, ingatlah bahwa Tuhan kalian adalah satu, dan nenek moyang kalian juga satu. Tidak ada kelebihan bangsa Arab atas bangsa non-Arab, juga bangsa non-Arab atas bangsa Arab; bangsa berkulit putih atas bangsa kulit hitam, juga bangsa kulit hitam atas bangsa kulit putih, kecuali karena ketakwaannya. Apakah aku sudah menyampaikan?” Mereka [para sahabat] menjawab, “Rasulullah saw. telah menyampaikan.” (HR Ahmad). 

Pelajaran yang terdapat di dalam hadist:

1. Ini adalah penegasan Nabi saw. saat khutbah Haji Wada’. Dengan tegas Nabi saw. menyatakan bahwa identitas ketakwaan atau Islam itulah satu-satunya identitas yang ada; sementara identitas kesukuan, etnis dan bangsa semuanya telah dilebur dalam identitas keislaman. Karena itu meski suku, etnis dan bangsa tertentu jumlahnya banyak, itu tidak menentukan kedudukannya di dalam Islam. Yang menentukan adalah kualitas ketakwaan atau keislamannya.

2. Dengan demikian aspek dan faktor kesukuan, etnis dan bangsa yang menjadi penyebab lahirnya kelompok mayoritas dan minoritas jelas telah dihapus oleh Islam. Sebabnya, siapapun sama kedudukannya di dalam Islam. Inilah yang juga ditunjukkan oleh Nabi saw. ketika beliau mengangkat Muhammad bin Maslamah untuk menjadi pimpinan sementara di Madinah, selama Nabi saw. tidak berada di tempat saat berperang. Padahal Muhammad bin Maslamah bukan dari suku Quraisy. Begitu juga Abu Bakar yang dari suku Quraisy menjadi Khalifah, menggantikan Nabi saw., meski suku Quraisy di Madinah merupakan suku minoritas karena yang menjadi pertimbangan bukan faktor kesukuan, tetapi keislamannya.

3. Rasulullah SAW. datang salah satunya juga dalam rangka menghapus dan menenggelamkan superioritas suku dan kaum tertentu. Bagaimana tidak? hal ini terlihat dari fakta historis yang mengungkap bahwa aspek kesukuan pada masa itu masih sangat kental.

4. Juga islam datang salah satu juga dalam rangka menghapus adanya perbudakan dan penjajahan. Bagaimana tidak? hal ini terlihat dari fakta ajarannya dan perjalanan sejarah membuktikan, diantara sebagai cirihas ajaranya yaitu: Alinsan wal musawah(persamaan harkat dan martabat). Karomatul insan(memuliakan kehidupan manusia), kemerdekaan yang bertanggung jawab. Al wahdah wal ukhuwah(persatuan dan persaudaraan). Fakta sejarah, dengan berjalannya waktu secara berangsur-angsur perbudakan lenyap dari negeri-negeri islam. Dan dalam sejarah islam dan umatnya tidak pernah menjadi penjajah. 

Tema hadist yang berkaitan dengan Al qur'an :

-  Standar kemuliaan di sisi Allah adalah ketakwaan. Semakin tinggi tingkat takwa seseorang maka semakin mulia pula dirinya di hadapan Allah. Merupakan hal yang disepakati dalam syariat bahwa yang membedakan antara seseorang dengan yang lainnya adalah ketakwaan. 

يَا أَيُّهَا النَّاسُ إِنَّا خَلَقْنَاكُمْ مِنْ ذَكَرٍ وَأُنْثَى وَجَعَلْنَاكُمْ شُعُوبًا وَقَبَائِلَ لِتَعَارَفُوا إِنَّ أَكْرَمَكُمْ عِنْدَ اللَّهِ أَتْقَاكُمْ إِنَّ اللَّهَ عَلِيمٌ خَبِيرٌ

Artinya, “Wahai sekalian manusia, sesungguhnya Kami (Allah) menciptakan kalian dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan kami jadikan kalian bersuku-suku dan berbangsa-bangsa agar kalian saling mengenali. Sesungguhnya yang paling mulia di sisi Allah adalah yang paling takwa di antara kalian. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui dan Maha Teliti.” (QS Al-Hujurat : 13).

Keridhaan Allah Bagi Orang Yang Beriman Adalah Segala-galanya | @KitabulSalaf

 One Day One Hadits (340) | @KitabulSalaf

------------------------------------------

بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ

Keridhaan Allah Bagi Orang Yang Beriman Adalah Segala-galanya


عَنْ رَجُلٍ مِنْ أَهْلِ الْمَدِينَةِ قَالَ كَتَبَ مُعَاوِيَةُ إِلَى عَائِشَةَ أُمِّ الْمُؤْمِنِينَ رضى الله عنها أَنِ اكْتُبِى إِلَىَّ كِتَابًا تُوصِينِى فِيهِ وَلاَ تُكْثِرِى عَلَىَّ. فَكَتَبَتْ عَائِشَةُ رضى الله عنها إِلَى مُعَاوِيَةَ سَلاَمٌ عَلَيْكَ أَمَّا بَعْدُ فَإِنِّى سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- يَقُولُ « مَنِ الْتَمَسَ رِضَاءَ اللَّهِ بِسَخَطِ النَّاسِ كَفَاهُ اللَّهُ مُؤْنَةَ النَّاسِ وَمَنِ الْتَمَسَ رِضَاءَ النَّاسِ بِسَخَطِ اللَّهِ وَكَلَهُ اللَّهُ إِلَى النَّاسِ »

Dari seseorang penduduk Madinah, ia berkata bahwa Mu’awiyah pernah menuliskan surat pada ‘Aisyah -Ummul Mukminin- radhiyallahu ‘anha, di mana ia berkata, “Tuliskanlah padaku suatu nasehat untuk dan jangan engkau perbanyak.” ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha pun menuliskan pada Mu’awiyah, “Salamun ‘alaikum (keselamatan semoga tercurahkan untukmu). Amma ba’du. Aku pernah mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Barangsiapa yang mencari ridho Allah saat manusia tidak suka, maka Allah akan cukupkan dia dari beban manusia. Barangsiapa yang mencari ridho manusia namun Allah itu murka, maka Allah akan biarkan dia bergantung pada manusia.” (HR. Tirmidzi no. 2414 dan Ibnu Hibban no. 276. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih)

Pelajaran yang terdapat didalam hadist :

1. Wajib takut pada Allah dan mendahulukan ridho Allah daripada ridho manusia.

2. Di antara rasa takut yang tercela adalah jika sampai rasa takut membuat seseorang lebih mendahulukan ridho manusia dalam keadaan membuat Allah murka. Artinya yang ia cari asal manusia senang dan ridho dengan dirinya walau ketika itu melanggar aturan Allah. Ia pun sudah tahu kalau itu salah. Rasa takut semacam ini juga mengurangi tauhid seseorang, di samping akan mendapatkan akibat buruk nantinya. Walau manusia awalnya suka, Allah bisa membolak-balikkan hati mereka menjadi benci nantinya.

3. Hadits tersebut menunjukkan akibat dari orang yang mendahulukan mencari ridho manusia daripada ridho Allah.

4. Wajib tawakkal dan bersandar pada Allah.

5. Akibat yang baik bagi orang yang mendahulukan ridho Allah walau membuat manusia tidak suka dan akibat buruk bagi yang mendahulukan ridho manusia dan ketika itu Allah murka.

6. Maka setiap Mukmin, yang ia harapkan dan yang paling besar pengharapannya adalah mendapatkan keridhoan Allah Subhanahu wa Ta’ala, bukan yang lain. Karena keridhaan Allah baginya adalah segala-galanya.

7. Semoga Allah memberi taufik pada kita untuk selalu mengedepankan ridho Allah daripada ridho manusia.

Tema hadist yang berkaitan dengan al quran :

1. Sesungguhnya kita diperintahkan untuk senantiasa mencari keridhaan Allah dan Rasul-Nya

وَاللَّهُ وَرَسُولُهُ أَحَقُّ أَنْ يُرْضُوهُ

Allah dan Rasul-Nya yang lebih berhak untuk mereka cari keridhaan-Nya (QS at taubah : 61).

2. Setiap Mukmin, yang ia harapkan dan yang paling besar pengharapannya adalah mendapatkan keridhoan Allah Subhanahu wa Ta’ala, bukan yang lain. Karena keridhaan Allah baginya adalah segala-galanya. 

وَرِضْوَانٌ مِنَ اللَّهِ أَكْبَرُ

Dan keridaan Allah adalah lebih besar. (At-Taubah: 72)

3. Diantara sifat orang munafik, asal manusia senang dan ridho dengan dirinya walau ketika itu melanggar aturan Allah.

يَسْتَخْفُونَ مِنَ النَّاسِ وَلا يَسْتَخْفُونَ مِنَ اللَّهِ وَهُوَ مَعَهُمْ إِذْ يُبَيِّتُونَ مَا لَا يَرْضى مِنَ الْقَوْلِ وَكانَ اللَّهُ بِما يَعْمَلُونَ مُحِيطاً 

Mereka bersembunyi dari manusia, tetapi mereka tidak bersembunyi dari Allah, padahal Allah beserta mereka, ketika pada suatu malam mereka menetapkan keputusan rahasia yang tidak Allah ridai. Dan adalah Allah Maha Meliputi (ilmu-Nya) terhadap apa yang mereka kerjakan.(An Nisa': 108)

4. Akibat dari orang yang mendahulukan mencari ridho manusia daripada ridho Allah.

ذَلِكَ بِأَنَّهُمُ اتَّبَعُوا مَا أَسْخَطَ اللَّهَ وَكَرِهُوا رِضْوَانَهُ فَأَحْبَطَ أَعْمَالَهُمْ

Yang demikian itu karena sesungguhnya mereka mengikuti apa yang menimbulkan kemurkaan Allah dan (karena) mereka membenci (apa yang menimbulkan) keridaan-Nya; sebab itu Allah menghapus (pahala) amal-amal mereka. (Muhammad: 28)

Ikatan Iman Yang Paling Kokoh | @KitabulSalaf

 One Day One Hadits (339)

------------------------------------------

بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ

Ikatan Iman Yang Paling Kokoh

 


عن أبي عبدالله (عليه السلام) 

قَالَ: "مِنْ أَوْثَقِ عُرَى الْإِيمَانِ أَنْ تُحِبَّ فِي اللَّهِ، وَ تُبْغِضَ فِي اللَّهِ، وَ تُعْطِيَ فِي اللَّهِ، وَ تَمْنَعَ فِي اللَّهِ" .

Dari Abu Abdilla, ia(Rasulullah shalallahu alaihi wa salam) bersabda:

Tali iman yang paling kecil kuat,

“Barangsiapa yang mencintai karena Allah, membenci karena Allah, memberi karena Allah dan tidak memberi karena Allah.” (HR. Abu Dawud dan At-Tirmidzi, ia mengatakan hadits hasan) 

Pelajaran yang terdapat di dalam hadits:

1. Hadits di atas kita bisa mengetahui bahwa kita harus memberikan kecintaan dan kesetiaan kita hanya kepada Allah semata.

2. Kita harus mencintai terhadap sesuatu yang dicintai Allah, membenci terhadap segala yang dibenci Allah, ridla kepada apa yang diridlai Allah, tidak ridla kepada yang tidak diridlai Allah, memerintahkan kepada apa yang diperintahkan Allah, mencegah segala yang dicegah Allah, memberi kepada orang yang Allah cintai untuk memberikan dan tidak memberikan kepada orang yang Allah tidak suka jika ia diberi.

3. Dalam pengertian menurut syariat, dimaksud dengan al-hubbu fillah (mencintai karena Allah) adalah mencurahkan kasih sayang dan kecintaan kepada orang –orang yang beriman dan taat kepada Allah Ta’ala karena keimanan dan ketaatan yang mereka lakukan.

4. Sedangkan yang dimaksud dengan al-bughdu fillah (benci karena Allah) adalah mencurahkan ketidaksukaan dan kebencian kepada orang-orang yang mempersekutukanNya dan kepada orang-orang yang keluar dari ketaatan kepadaNya dikarenakan mereka telah melakukan perbuatan yang mendatangkan kemarahan dan kebencian Allah.

5. Ikatan iman yang paling kokoh adalah cinta dan benci karena Allah Subhanahu wa Ta'ala.

Tema hadist yang berkaitan dengan Al-Quran:

1. Mereka tidak akan mau berteman akrab dengan orang-orang yang menentang Allah dan Rasul-Nya, sekalipun orang-orang tersebut adalah kaum kerabatnya sendiri. 

لَا تَجِدُ قَوْمًا يُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ يُوَادُّونَ مَنْ حَادَّ اللَّهَ وَرَسُولَهُ وَلَوْ كَانُوا آبَاءَهُمْ أَوْ أَبْنَاءَهُمْ أَوْ إِخْوَانَهُمْ أَوْ عَشِيرَتَهُمْ ۚ أُولَٰئِكَ كَتَبَ فِي قُلُوبِهِمُ الْإِيمَانَ وَأَيَّدَهُمْ بِرُوحٍ مِنْهُ ۖ وَيُدْخِلُهُمْ جَنَّاتٍ تَجْرِي مِنْ تَحْتِهَا الْأَنْهَارُ خَالِدِينَ فِيهَا ۚ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمْ وَرَضُوا عَنْهُ ۚ أُولَٰئِكَ حِزْبُ اللَّهِ ۚ أَلَا إِنَّ حِزْبَ اللَّهِ هُمُ الْمُفْلِحُونَ

“Kamu tidak akan mendapatkan suatu kaum yang beriman kepada Allah dan hari akhirat, saling kasih sayang dengan orang yang menentang Allah dan RasulNya, sekalipun orang orang itu bapak-bapak, anak-anak sauadara-saudara ataupun saudara keluarga mereka.

Mereka (yang setia) itu, Allah telah menetapkan iman dalam hati mereka, dan telah menguatkan mereka dengan semangat pertolongan daripadaNya; dan Dia akan memasukkan mereka ke dalam Syurga yang mengalir di bawahnya beberapa sungai, mereka tetap kekal di dalamnya. Allah reda akan mereka dan mereka reda (serta bersyukur) akan nikmat pemberianNya. Merekalah penyokong-penyokong (ugama) Allah. Ketahuilah! Sesungguhnya penyokong-penyokong (ugama) Allah itu ialah orang-orang yang berjaya.

[Surat Al-Mujadilah :22].

2. Semakna dengan apa yang disebutkan oleh Allah Swt. dalam ayat lain.

لَا يَتَّخِذِ الْمُؤْمِنُونَ الْكَافِرِينَ أَوْلِيَاءَ مِنْ دُونِ الْمُؤْمِنِينَ ۖ وَمَنْ يَفْعَلْ ذَٰلِكَ فَلَيْسَ مِنَ اللَّهِ فِي شَيْءٍ إِلَّا أَنْ تَتَّقُوا مِنْهُمْ تُقَاةً ۗ وَيُحَذِّرُكُمُ اللَّهُ نَفْسَهُ ۗ وَإِلَى اللَّهِ الْمَصِيرُ

Janganlah orang-orang mukmin mengambil orang-orang kafir menjadi wali dengan meninggalkan orang-orang mukmin. Barang siapa berbuat demikian, niscaya lepaslah ia dari pertolongan Allah kecuali karena (siasat) memelihara diri dari sesuatu yang ditakuti dari mereka. Dan Allah memperingatkan kamu terhadap diri (siksa)-Nya.Dan kepada Allah jualah tempat kembali. (Ali Imran: 28).

Bahaya Meninggalkan Amar Makruf Nahi Mungkar | @KitabulSalaf

 One Day One Hadits (338)

------------------------------------------

بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ

Bahaya Meninggalkan Amar Makruf Nahi Mungkar


عَنْ حُذَيْفَةَ بْنِ الْيَمَانِ عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهم عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ وَالَّذِي نَفْسِي بِيَدِهِ لَتَأْمُرُنَّ بِالْمَعْرُوفِ وَلَتَنْهَوُنَّ عَنِ الْمُنْكَرِ أَوْ لَيُوشِكَنَّ اللَّهُ أَنْ يَبْعَثَ عَلَيْكُمْ عِقَابًا مِنْهُ ثُمَّ تَدْعُونَهُ فَلَا يُسْتَجَابُ لَكُمْ

Dari Huzhaifah bin Al-Yaman dari Nabi Shalallahu alaihi wa salam bersabda:” Demi dzat yang jiwaku ditangan-Nya hendaknya engkau melakukan amar ma’ruf dan nahi munkar, atau jika tidak Allah hampir mengirim azabnya, kemudian engkau berdo’a tetapi tidak dikabulkan”(HR At-Tirmidzi dan Ahmad).

Pelajaran yang terdapat di dalam hadist:

1. Informasi dari Rasulullah saw tentang bahaya yang akan menimpa umat Islam.

2. Tentang kewajiban apa yang harus dilakukan umat Islam menghadapi situasi yang berat , yaitu penjagaan bumi agar tidak menjadi sarang kejahatan.

3. Perintah, umat Islam untuk berjamaah membuat suatu jaringan yang kokoh untuk menghadapi para penyeru ke api neraka.

4. Keharusan melaksanakan fungsi amar ma’ruf dan nahi mungkar.

5. Tidaklah ideal kalau seorang bergabung dan komitmen pada jamaah Islam sementara posisinya dalam jamaah tersebut hanya menjadi pelengkap penderita saja dan tidak turut aktif dalam berda’wah dan amar ma’ruf dan nahi mungkar.

6. Sebaliknya juga tidak ideal jika ada orang yang berani melakukan amar ma’ruf dan nahi mungkar tanpa dilakukan dan dikordinasikan dalam sebuah jamaah yang kokoh.

7. Konsekuensi tidak melakukan amar ma’ruf dan nahi munkar, atau jika tidak Allah hampir mengirim azabnya, kemudian mereka berdo’a tetapi tidak dikabulkan.

Tema hadist yang berkaitan dengan Al-Quran:

1. Hukum amar ma’ruf dan nahi mungkar adalah wajib. Perintah tersebut disebutkan secara tegas dan jelas maupun disebutkan secara substansi dan urgensinya

وَلْتَكُنْ مِنْكُمْ أُمَّةٌ يَدْعُونَ إِلَى الْخَيْرِ وَيَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَيَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ وَأُولَئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَ

“Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang ma`ruf dan mencegah dari yang munkar; merekalah orang-orang yang beruntung” (QS Ali Imraan :104).

2. Keutamaan melaksanakan nahi mungkar, selamat dari adzab Allah dan memperoleh ridha dan surga-Nya 

فَلَمَّا نَسُوا مَا ذُكِّرُوا بِهِ أَنْجَيْنَا الَّذِينَ يَنْهَوْنَ عَنِ السُّوءِ وَأَخَذْنَا الَّذِينَ ظَلَمُوا بِعَذَابٍ بَئِيسٍ بِمَا كَانُوا يَفْسُقُونَ

“Maka tatkala mereka melupakan apa yang diperingatkan kepada mereka, Kami selamatkan orang-orang yang melarang dari perbuatan jahat dan Kami timpakan kepada ooo orang-orang yang zalim siksaan yang keras, disebabkan mereka selalu berbuat fasik”(QS Al A'rof :165).

3. Penjagaan bumi agar tidak berubah menjadi sarang kejahatan. 

فَلَوْلَا كَانَ مِنَ الْقُرُونِ مِنْ قَبْلِكُمْ أُولُو بَقِيَّةٍ يَنْهَوْنَ عَنِ الْفَسَادِ فِي الْأَرْضِ إِلَّا قَلِيلًا مِمَّنْ أَنْجَيْنَا مِنْهُمْ وَاتَّبَعَ الَّذِينَ ظَلَمُوا مَا أُتْرِفُوا فِيهِ وَكَانُوا مُجْرِمِينَ وَمَا كَانَ رَبُّكَ لِيُهْلِكَ الْقُرَى بِظُلْمٍ وَأَهْلُهَا مُصْلِحُونَ

“Maka mengapa tidak ada dari umat-umat yang sebelum kamu orang-orang yang mempunyai keutamaan yang melarang daripada (mengerjakan) kerusakan di muka bumi, kecuali sebahagian kecil di antara orang-orang yang telah Kami selamatkan di antara mereka, dan orang-orang yang zalim hanya mementingkan kenikmatan yang mewah yang ada pada mereka, dan mereka adalah orang-orang yang berdosa. Dan Tuhanmu sekali-kali tidak akan membinasakan negeri-negeri secara zalim, sedang penduduknya orang-orang yang berbuat kebaikan”(QS Hud :116-117)

Shalat Merupakan Tolak Ukur Semua Amal | @KitabulSalaf

 One Day One Hadits (337)

------------------------------------------

بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ

Shalat Merupakan Tolak Ukur Semua Amal


عن أبي هريرة رضي الله عنه قال: قال رسول الله صلى الله عليه وسلم

” إِنَّ أَوَّلَ مَا يُحَاسَبُ بِهِ العَبْدُ يَوْمَ القِيَامَةِ مِنْ عَمَلِهِ صَلَاتُهُ فَإِنْ صَلَحَتْ فَقَدْ أَفْلَحَ وَأَنْجَحَ وَإِنْ فَسَدَتْ فَقَدْ خَابَ وَخَسَرَ فَإِنِ انْتَقَصَ مِنْ فَرِيْضَتِهِ شَيْءٌ قَالَ الرَّبُّ تَبَارَكَ وَتَعَالَى : انَظَرُوْا هَلْ لِعَبْدِي مِنْ تَطَوُّعٍ ؟ فَيُكْمَلُ بِهَا مَا انْتَقَصَ مِنَ الفَرِيْضَةِ ثُمَّ يَكُوْنُ سَائِرُ عَمَلِهِ عَلَى ذَلِكَ ” . وَفِي رِوَايَةٍ : ” ثُمَّ الزَّكَاةُ مِثْلُ ذَلِكَ ثُمَّ تُؤْخَذُ الأَعْمَالُ حَسَبَ ذَلِكَ ” .

Dari Abu Hurairah radhiyallahu anhu berkata, Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda :

“Sesungguhnya amal hamba yang pertama kali akan dihisab pada hari kiamat adalah shalatnya. Apabila shalatnya baik, dia akan mendapatkan keberuntungan dan keselamatan. Apabila shalatnya rusak, dia akan menyesal dan merugi. Jika ada yang kurang dari shalat wajibnya, Allah Tabaroka wa Ta’ala  mengatakan, ’Lihatlah apakah pada hamba tersebut memiliki amalan shalat sunnah?’ Maka shalat sunnah tersebut akan menyempurnakan shalat wajibnya yang kurang. Begitu juga amalan lainnya seperti itu.”.

Dalam riwayat lainnya, ”Kemudian zakat akan (diperhitungkan) seperti itu. Kemudian amalan lainnya akan dihisab seperti itu pula.” (HR. Abu Daud no. 864, Ahmad 2: 425, Hakim 1: 262, Baihaqi, 2: 386. Al Hakim mengatakan bahwa sanad hadits ini shahih dan tidak dikeluarkan oleh Bukhari dan Muslim, penilaian shahih ini disepakati oleh Adz Dzahabi)

Pelajaran yang terdapat dalam hadist:

1. Shalat adalah tiang Islam. Islam seseorang tidaklah tegak kecuali dengan shalat.

2. Shalat adalah amalan yang pertama kali akan dihisab. Amalan seseorang bisa dinilai baik buruknya dinilai dari shalatnya.

3. Sholat sunnah akan menyempurnakan shalat wajib.

4. Perkara terakhir yang hilang dari manusia adalah shalat.

5. Shalat adalah akhir wasiat Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam.

6. Jangan Meremehkan Shalat 

من ضيعها فهو لما سواها أضيع

Barang siapa yang berani meremehkan sholat maka dia dengan yang lainnya akan lebih berani meremehkannya(Umar bin Khotob radhiallahu anhu).

Imam Ahmad –rahimahullah- juga mengatakan perkataan yang serupa, “Setiap orang yang meremehkan perkara shalat, berarti telah meremehkan agama. Seseorang memiliki bagian dalam Islam sebanding dengan penjagaannya terhadap shalat lima waktu. Seseorang yang dikatakan semangat dalam Islam adalah orang yang betul-betul memperhatikan shalat lima waktu. Kenalilah dirimu, wahai hamba Allah. Waspadalah! Janganlah engkau menemui Allah, sedangkan engkau tidak memiliki bagian dalam Islam. Kadar Islam dalam hatimu, sesuai dengan kadar shalat dalam hatimu.”..

Tema hadist yang berkaitan dengan Al-Quran:

1. Allah membuka amalan seorang muslim dengan shalat dan mengakhirinya pula dengan shalat. Ini juga yang menunjukkan ditekankannya amalan shalat.

قَدْ أَفْلَحَ الْمُؤْمِنُونَ (1) الَّذِينَ هُمْ فِي صَلَاتِهِمْ خَاشِعُونَ (2) وَالَّذِينَ هُمْ عَنِ اللَّغْوِ مُعْرِضُونَ (3) وَالَّذِينَ هُمْ لِلزَّكَاةِ فَاعِلُونَ (4) وَالَّذِينَ هُمْ لِفُرُوجِهِمْ حَافِظُونَ (5) إِلَّا عَلَى أَزْوَاجِهِمْ أَوْ مَا مَلَكَتْ أَيْمَانُهُمْ فَإِنَّهُمْ غَيْرُ مَلُومِينَ (6) فَمَنِ ابْتَغَى وَرَاءَ ذَلِكَ فَأُولَئِكَ هُمُ الْعَادُونَ (7) وَالَّذِينَ هُمْ لِأَمَانَاتِهِمْ وَعَهْدِهِمْ رَاعُونَ (8) وَالَّذِينَ هُمْ عَلَى صَلَوَاتِهِمْ يُحَافِظُونَ (9)

“Sesungguhnya beruntunglah orang-orang yang beriman, (yaitu) orang-orang yang khusyu’ dalam shalatnya, dan orang-orang yang menjauhkan diri dari (perbuatan dan perkataan) yang tiada berguna, dan orang-orang yang menunaikan zakat, dan orang-orang yang menjaga kemaluannya, kecuali terhadap isteri-isteri mereka atau budak yang mereka miliki; maka sesungguhnya mereka dalam hal ini tiada terceIa. Barangsiapa mencari yang di balik itu maka mereka itulah orang-orang yang melampaui batas. Dan orang-orang yang memelihara amanat-amanat (yang dipikulnya) dan janjinya. Dan orang-orang yang memelihara shalatnya.” (QS. Al Mu’minun: 1-9).

2. Allah memerintahkan kepada Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam  dan umatnya untuk memerintahkan keluarga mereka supaya menunaikan shalat.

وَأْمُرْ أَهْلَكَ بِالصَّلَاةِ وَاصْطَبِرْ عَلَيْهَا لَا نَسْأَلُكَ رِزْقًا نَحْنُ نَرْزُقُكَ وَالْعَاقِبَةُ لِلتَّقْوَى

“Dan perintahkanlah kepada keluargamu mendirikan shalat dan bersabarlah kamu dalam mengerjakannya. Kami tidak meminta rezki kepadamu, Kamilah yang memberi rezki kepadamu. Dan akibat (yang baik) itu adalah bagi orang yang bertakwa.” (QS. Thaha: 132).

Empat Perkara Yang Dipertanggung Jawabkan | @KitabulSalaf

 One Day One Hadits (336)

------------------------------------------

بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ


Empat  Perkara  Yang  Dipertanggung Jawabkan

رَوى ابنُ حِبَّانَ والترمذيُّ في جامِعِه أنَّ رسولَ الله صلى الله عليه وسلم قالَ: “لا تزولُ قَدَمَا عبدٍ يومَ القيامةِ حتَّى يُسألَ عن أربعٍ عَن عُمُرِه فيما أفناهُ وعن جسدِهِ فيما أبلاهُ وعن عِلمِهِ ماذا عَمِلَ فيهِ وعن مالِهِ مِنْ أَيْنَ اكْتَسَبَهُ وفيما أنفقَهُ “. 

Diriwayatkan oleh Ibnu  Hibban dan  At Tirmizi,  Sesungguhnya  Rasulullah saw bersabda :

Tidak  akan bergeser  kedua telapak  kedua  kaki seorang  hamba dihari kiamat  sehingga  ditanya denan empat macam, yaitu : Tentang  umurnya  habis digunakan untuk  apa,  jasadnya rusak digunakan untuk  apa, lmunya  bagaimana  mengamalkannya, hartanya   dari  mana mencari dan kemana membelanjakannya. 

Pelajaran yang terdapat di dalam hadist :

1. Besuk dihari hisab seseorang tidak bergerak dari tempat  tinggalnya sampai  ditanyakan 4 perkara.

a. Tentang umurnya.  Sejak baligh digunakan untuk  apa sampai mati,  bila  digunakan untuk  melaksanakan  apa yang  diwajibkan oleh  Allah dan menjauhi apa yang  diharamkanNya maka sungguh  ia telah selamat, bila tidak maka hancurlah.

b. Tentang  jasad/ badan. Bila  digunakan untuk taat  kepada  Allah sungguh  ia telah  mendapatkan kebahagian  dan kesuksesan bersama  orang - orang yang  sukses tetapi bila digunakan untuk  maksiat  kepada  Allah maka sungguh  termasuk orang yang rugi  dan gagal.

c. Tentang  ilmunya.  Apa yang  diamalkan atau ditanya,  apakah kamu perbuat belajar ilmu agama yang  Allah  telah wajibkan atasmu?.

Ilmu  agama  ada  dua, Ilmu  agama yang sangat  dibutuhkan /dhoruri bila dipelajari dan diamalkan maka akan  bahagia  dan selamat. Bila diremehkan tidak diamalkan setelah  dipelajarinya maka akan  rugi, celaka dan hancur. Demikian juga  orang yang  tidak mempelajarinya termasuk dari orang yang rugi dan hancur. Dalam  sebuah  riwayat  disebutkan :

” وَيْلٌ لِمَنْ لَا يَعْلَمُ، وَوَيْلٌ لِمَنْ عَلِمَ ثُمَّ لَا يَعْمَلُ“. 

Celakalah bagi siapa tidak  mengerti, dan Celakalah bagi yang  mengerti  kemudian  tidak  mengamalkan.

e. Sedang  tentang  hartanya. Seseorang  ditanya dihari  kiamat apa yang ada  ditangannya dulu  didunia, bila  mencari dengan  jalan tidak  haram maka tidak dihukum dengan  syarat harta itu dibelanjakan sesuai dengan apa yang disyareatkan.

2. Manusia  dalam  urusan harta ada tiga, dua celaka dan satu selamat. 

Yang celaka : 

- Seseorang  mengumpulkan harta  yang haram. 

- Mengumpulkan harta dengan cara yang  halal kemudian  dibelanjakan pada yang  haram Dan juga dibelanjakan ditempat yang  halal tapi  untuk  riya'. 

Tema hadist yang berkaitan dengan Al Qur'an :

1. Yakni hitung-hitunglah diri kita sebelum kita dimintai pertanggung jawaban, dan perhatikanlah apa yang kita tabung buat diri kita berupa amal-amal saleh untuk bekal hari kita dikembalikan, yaitu hari dihadapkan kita kepada Robul'alamin. 

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَلْتَنْظُرْ نَفْسٌ مَا قَدَّمَتْ لِغَدٍ ۖ وَاتَّقُوا اللَّهَ ۚ إِنَّ اللَّهَ خَبِيرٌ بِمَا تَعْمَلُونَ

Wahai orang-orang yang beriman! Bertaqwalah kepada Allah (dengan mengerjakan suruhanNya dan meninggalkan laranganNya); dan hendaklah tiap-tiap diri melihat dan memerhatikan apa yang ia telah sediakan (dari amal-amalnya) untuk hari esok (hari akhirat). Dan (sekali lagi diingatkan): Bertaqwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Amat Meliputi PengetahuanNya akan segala yang kamu kerjakan.

[Surat Al-Hasyr 18]

 2. Bahwa masalah duniawi itu adalah masalah yang rendah, pasti lenyap, sedikit, dan pasti rusak. Maka perlu diwaspadai supaya  selamat dan beruntung. 

وَمَا الْحَيَاةُ الدُّنْيَا إِلا مَتَاعُ الْغُرُورِ

Kehidupan dunia itu tidak lain hanyalah kesenangan yang memperdayakan. [Ali Imran: 185].

Rabu, 21 Januari 2026

Orang Yang Cerdas Dan Bodoh | @KitabulSalaf

One Day One Hadits (335) | @KitabulSalaf
------------------------------------------
بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ

Orang Yang Cerdas Dan Bodoh

عن ابي يعلى شداد ابن اوس رضي الله عنه قال قال رسول الله ص م الكَيِّسُ مَنْ دَانَ نَفْسَهُ ، وَعَمِلَ لِمَا بعدَ المَوتِ ، والعَاجِزُ مَنْ أتْبَعَ نَفْسَهُ هَواهَا وَتَمنَّى عَلَى اللهِ الاَمَانِيَّ (رواه الترميذي)

Artinya: “Orang yang sempurna akalnya ialah yang mengoreksi dirinya dan bersedia beramal sebagai bekal setelah mati. Dan orang yang rendah adalah yang selalu menurutkan hawa nafsunya. Disamping itu, ia mengharapkan berbagai angan-angan kepada Allah.” (HR. Tirmidzi, ia mengatakan bahwa hadits ini hasan).

Pelajaran yang terdapat dalam hadits:

1. Sesungguhnya modal utama yg dimiliki seorang hamba di dunia ini adalah umurnya. Jika ia gunakan umurnya untuk berbuat baik dan taat kpd Allah, niscaya ia akan meraih keuntungan yg besar dan keselamatan yg abadi di akhirat.
Namun jika ia gunakan masa hidupnya di dunia yg fana nan sebentar ini untuk berbuat dosa dan maksiat kpd Allah, maka pasti ia akan mendapat kerugian yg besar serta merasakan kesengsaraan dan kebinasaan yg abadi di alam akhirat kelak.

2. Oleh karena itu, orang yg pandai dan beruntung di dunia dan akhirat ialah siapa saja yg dapat mengekang dan menundukkan hawa nafsunya, serta membimbingnya untuk senantiasa memperbanyak amal sholih sebagai bekal perjalanan hidupnya menuju ke alam akhirat yg kekal nan abadi.

3. Artinya orang yg pandai ialah siapa saja yg menundukkan hawa nafsunya dan beramal utk hari setelah kematian (yakni hari akhirat). Sedangkan orang yg lemah (bodoh) ialah siapa saja yg senantiasa mengikuti hawa nafsunya dan banyak berangan-angan kpd Allah (tapi tanpa beramal).

4. Berdasarkan hadits di atas, marilah kita semua bersungguh-sungguh dlm melakukan amal-amal kebajikan dan ketaatan kpd Allah, serta menjauhi segala perbuatan dosa dan maksiat hingga kematian menjemput kita.

Tema hadist yang berkaitan dengan Al-Quran:

1. Sungguh telah beruntung dan bahagia orang yg mensucikan jiwanya dengan melakukan amal-amal kebaikan dan ketaatan kpd Allah, mengikuti petunjuk Rasul-Nya, serta menjauhi apa saja yg dilarang-Nya. Dan sungguh telah merugi sebesar-besarnya siapa saja yg mengotori jiwanya dengan melalaikan kewajiban-kewajibannya kpd Allah, melanggar larangan-laranganNya, serta melumuri jiwanya dengan noda-noda dosa dan maksiat.

 قَدْ أَفْلَحَ مَنْ زَكَّاهَا وَقَدْ خَابَ مَنْ دَسَّاهَا

Artinya: “Sungguh telah beruntung orang yg mensucikan jiwanya. Dan sungguh telah merugi orang yg mengotori jiwanya.” (QS. Asy-Syamsi: 9-10)

2. Bersungguh-sungguh dlm melakukan amal-amal kebajikan dan ketaatan kpd Allah, serta menjauhi segala perbuatan dosa dan maksiat hingga kematian menjemput kita. 

وَاعْبُدْ رَبَّكَ حَتَّى يَأْتِيَكَ الْيَقِينُ

Artinya: “Beribadahlah engkau kepada Tuhan-Mu hingga datang kepadamu kematian.” (QS. Al-Hijr: 99).

Keadaan Di Alam Kubur Bagi Orang Muslim Dan Kafir (Non-Muslim) | @KitabulSalaf

Alam Kubur (14)
---------------------
بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ

Keadaan Di Alam Kubur Bagi Orang Muslim Dan Kafir (Non-Muslim)

Apakah mayit non-muslim akan ditanya juga di alam kubur? Karena ada orang mengatakan bahkan para tokoh agama tersebut, bahwa mayit non muslim tersebut sudah berada disurga dan tak akan mendapatkan pertanyaan alam kubur.

Alam kubur adalah termasuk alam ghaib yang menjadi tempat pertama alam akhirat. Kita manusia yang hidup tidak tahu apa yang terjadi di sana dan apa yang sedang dialami oleh mereka yang sudah mati dan dikubur. Karenanya, terkait alam ghaib ini, pengetahuan kita harus berdasarkan kepada informasi dari Yang Maha Tahu yakni Allah melalui Kitab Suci-Nya (Al-Quran) dan/atau melalui Rasul-Nya Nabi Muhammad dalam hadits-haditsnya. Dalam sebuah hadits sahih yang panjang riwayat Abu Daud dalam Sunan Abu Daud hlm 4/240 dari Barra bin Azib yang terjemahan ringkasnya sebagai berikut:

KEADAAN ORANG YANG MUSLIM SALEH DI ALAM KUBUR

Orang Islam yang soleh sangat bersyukur karena beriman selama di dunia. Nabi mencerikan keadaan mereka saat pertama kali masuk alam kubur: Maka dikembalikanlah ruhnya pada jasadnya. Lalu datanglah kepadanya dua malaikat dan mendudukkannya. Mereka berdua pun mengatakan : siapa Robbmu? Dia menjawab : Robbku adalah Allah. Lalu mereka bertanya lagi : apa agamamu? Agamaku adalah islam, jawabnya. Mereka kembali bertanya : siapa orang ini yang diutus pada kalian? Dia mengatakan : dia adalah Rosulullah. Dari mana kamu tahu? Tanya mereka. Dia pun menjelaskan: aku membaca kitabullah (Al Quran), lalu aku beriman dengannya dan aku membenarkannya. Setelah itu, menyerulah sebuah seruan di langit bahwasanya telah benar hambaKu, maka bentangkanlah untuknya (bentangan) dari surga, dan pakaikanlah (pakaian) dari surga, serta bukakanlah untuknya pintu menuju surga.

Maka datanglah kepadanya baunya dan kebagusannya, dan diluaskan untuknya di kuburannya sejauh mata memandang. Lalu datanglah kepadanya seorang yang bagus wajahnya, bagus bajunya, serta wangi baunya. Lantas dia pun berkata: bergembiralah dengan hal yang akan menyenangkanmu, ini adalah hari yang kamu dijanjikan dengannya. Dia (ruh) bertanya: siapa kamu? Wajahmu adalah wajah yang datang dengan kebaikan. Dia (orang yang datang kepadanya) menjawab: saya adalah amalanmu yang sholih. Lalu dia (ruh) itu pun mengatakan: wahai Robbku tegakkanlah hari kiamat, hingga aku bisa kembali kepada keluargaku dan hartaku.

KEADAAN ORANG KAFIR DAN ORANG PENDOSA DI ALAM KUBUR

Sebagaimana muslim, orang kafir pun ketika di alam kubur akan diperika, ditanya dan akan disiksa. Nabi bersabda dalam lanjutan hadis di atas: Maka kembalilah ruhnya kedalam jasadnya. Dan datanglah dua malaikat, lalu mendudukannya. Mereka berdua mengatakan padanya: siapa Robbmu? Dia menjawab: Hah hah, aku tidak tahu. Mereka bertanya lagi : Apa agamamu? Hah hah aku tidak tahu, jawabnya. Mereka kembali bertanya padanya : siapa orang ini yang diutus kepada kalian? Maka dia pun mengatakan: Hah hah, aku tidak tahu. Lalu menyerulah sebuah seruan dari langit : Telah dusta dia, maka bentangkanlah baginya hamparan dari neraka, dan bukakanlah baginya pintu menuju neraka. Sehingga datanglah kepadanya panas darinya, dan juga racunnya. Dan disempitkan baginya kuburannya sehingga saling berhimpitan tulang-tulangnya.

Lalu datang kepadanya seorang yang buruk wajahnya dan bajunya, serta busuk baunya. Dia mengatakan : bergembiralah dengan hal yang akan menyusahkanmu, ini adalah hari yang dulu engkau dijanjikan dengannya. Maka dia (ruh) bertanya: siapa kamu? Wajahmu seperti wajah orang yang datang dengan keburukan. Dia pun menjawab: Aku adalah amalanmu yang buruk. Lalu dia (ruh) mengatakan : Wahai Robbku, jangan engkau tegakkan hari kiamat.

Selasa, 20 Januari 2026

Puasa Dan Al-Qur’an Akan Memberi Syafa’at Kepada Ahlinya Di Hari Kiamat | @KitabulSalaf

One Day One Hadits (334) | @KitabulSalaf
------------------------------------------
بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ

Puasa Dan Al-Qur’an Akan Memberi Syafa’at Kepada Ahlinya Di Hari Kiamat

عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَمْرٍو أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ : الصِّيَامُ وَالْقُرْآنُ يَشْفَعَانِ لِلْعَبْدِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ يَقُولُ الصِّيَامُ أَيْ رَبِّ مَنَعْتُهُ الطَّعَامَ وَالشَّهَوَاتِ بِالنَّهَارِ فَشَفِّعْنِي فِيهِ وَيَقُولُ الْقُرْآنُ مَنَعْتُهُ النَّوْمَ بِاللَّيْلِ فَشَفِّعْنِي فِيهِ قَالَ فَيُشَفَّعَانِ – رواه احمد

Dari Abdullah bin Umar bahwa Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda :
“Sesungguhnya puasa dan al-Qur’an memberi syafa’at kepada pelakunya pada hari Kiamat. Puasa berkata, “Ya Tuhanku aku telah menahan hasrat makan dan syahwatnya, maka berilah aku izin untuk memberikan syafa’at kepadanya. Berkata pula al-Qur’an, ”Wahai Tuhanku, aku telah menghalanginya dari tidur untuk qiyamullail, maka berilah aku izin untuk memberikan syafa’at kepadanya. Nabi bersabda, “Maka keduanya diberikan izin untuk memberi syafaat.” (HR. Ahmad)

Pelajaran yang terdapat di dalam hadist:

1. Puasa yang bisa memberikan syafa'at bagi yang berpuasa adalah bila orang yang berpuasa itu tidak bikin gaduh, tidak bohong, tidak dusta, tidak berkata keji, tidak aniaya dan tidak bermsuhan.

2. Barang siapa ingin mendapatkan syafaat dari puasanya supaya menjaga puasanya dan tidak merusak dengan kemungkaran -kemungkaran dan menghilangkan pahalanya dengan keburukan -keburukan.

3. Barang siapa ingin mendapatkan syafaat dari puasanya supaya menjaga lisannya, menjaga pandangannya, menahan tangan dan kakinya untuk dari semua keburukan dan yang di benci.

4. Menggabungkan antara puasa dan membaca Al qur'an di bulan Ramadhan merupakan usaha terbesar bagi seorang islam untuk mendekatkan diri kepa Allah Subhanahu wata'ala dan dia mendapatkan bagian keuntungan yang besar dari kebaikan-kebaikan dengan wasilah kesabaran dalam kesulitannya dalam berpuasa dan membaca Al-qur'an.

5. Dan dijelaskan bahwa ada hubungan yang sangat erat antara puasa dan membaca Al qur'an. Pentingnya hukum dan syariat puasa ramadhan disiang hari sebagai persiapan hati untuk mentadaburi Al qur'an diwaktu menghidupkan malamnya.

6. Sesungguhnya puasa dan al-Qur’an memberi syafa’at kepada pelakunya pada hari Kiamat. Puasa berkata, “Ya Tuhanku aku telah menahan hasrat makan dan syahwatnya, maka berilah aku izin untuk memberikan syafa’at kepadanya. Berkata pula al-Qur’an, ”Wahai Tuhanku, aku telah menghalanginya dari tidur untuk qiyamullail, maka berilah aku izin untuk memberikan syafa’at kepadanya. Nabi bersabda, “Maka keduanya diberikan izin untuk memberi syafaat.”

Tema hadist yang berkaitan dengan Al qur'an :

- Demikian itu karena keagungan dan kebesaran serta ketinggian-Nya, hingga tidak ada seorang pun yang berani memberikan syafaat kepada seseorang di sisi-Nya melainkan dengan izin dari-Nya. 

مَنْ ذَا الَّذِي يَشْفَعُ عِنْدَهُ إِلا بِإِذْنِهِ

Tidak ada seorang pun yang dapat memberi syafaat di sisi-Nya melainkan dengan seizin-Nya. (Al-Baqarah: 255)

- Makna ayat ini sama dengan ayat lain, yaitu firman-Nya:

وَكَمْ مِنْ مَلَكٍ فِي السَّماواتِ لَا تُغْنِي شَفاعَتُهُمْ شَيْئاً إِلَّا مِنْ بَعْدِ أَنْ يَأْذَنَ اللَّهُ لِمَنْ يَشاءُ وَيَرْضى

Dan berapa banyak malaikat di langit, syafaat mereka sedikit pun tidak berguna kecuali sesudah Allah mengizinkan bagi orang yang dikehendaki dan diridai-(Nya). (An-Najm: 26

Sama pula dengan firman-Nya:

وَلا يَشْفَعُونَ إِلَّا لِمَنِ ارْتَضى

dan mereka tidak memberi syafaat melainkan kepada orang yang diridai Allah. (Al-Anbiya: 28).

Senin, 19 Januari 2026

Tadabbur Al Quran hal. 439 | @KitabulSalaf

Tadabbur Al-Quran Hal. 439
----------------------------------------------
بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ

- Al Qur'an Indonesia Tajwid.

- Fatir ayat 42 :

وَاَقْسَمُوْا بِاللّٰهِ جَهْدَ اَيْمَانِهِمْ لَىِٕنْ جَاۤءَهُمْ نَذِيْرٌ لَّيَكُوْنُنَّ اَهْدٰى مِنْ اِحْدَى الْاُمَمِۚ فَلَمَّا جَاۤءَهُمْ نَذِيْرٌ مَّا زَادَهُمْ اِلَّا نُفُوْرًاۙ

Dan mereka bersumpah dengan nama Allah dengan sungguh-sungguh bahwa jika datang kepada mereka seorang pemberi peringatan, niscaya mereka akan lebih mendapat petunjuk dari salah satu umat-umat (yang lain). Tetapi ketika pemberi peringatan datang kepada mereka, tidak menambah (apa-apa) kepada mereka, bahkan semakin jauh mereka dari (kebenaran),

- Asbabun Nuzul Fatir ayat 42 :

Diriwayatkan oleh Ibnu Abi Hatim yang bersumber dari Ibnu Abi Hilal, bahwa kaum Quraisy pernah berkata: "Sekiranya Allah mengutus Nabi dari golongan kami, tidak ada satu umat pun yang lebih taat kepada Tuhannya, dan lebih setia kepada Nabi-Nya dan tidak ada yang berpegang teguh kepada kitabnya kecuali kami". Berkenaan dengan peristiwa tersebut diatas turunlah (surat Ash-Shaffat: 167-170), (Surat Al-An'am: 157 dan Surat Fathir: 42) yang menggambarkan bahwa ucapanya itu tidak sesuai dengan kenyatannya. Demikian juga kaum Yahudi pernah berkata: "Kami mendapatkan Nabi yang akan diutus", dengan harapan bahwa dengan datangnya Nabi itu mereka akan dapat keunggulan dari kaum Nashara.

- Tafsir Al Muyassar Fatir ayat 42 :

Orang-orang kafir Quraisy bersumpah dengan nama Allah dengan sumpah yang paling kuat: Bila mereka didatangi oleh seorang Rasul dari sisi Allah yang menakut-nakuti mereka dengan azab Allah, niscaya mereka benar-benar akan menjadi orang-orang yang paling kuat istiqamahnya dan paling teguh mengikuti kebenaran daripada orang-orang Yahudi, Nasrani dan lainnya.Tetapi ketika Muhammad datang kepada mereka, hal itu malah semakinbmenambah mereka jauh dari kebenaran dan semakin membuat mereka berlari darinya.

- Riyāduş Şālihin :

Darí Abu Hurairah Ra., la berkata, "Ketika Nabi Saw. berada dalam suatu majelis sedang berbicara dengan suatu kaum, tiba-tiba datanglah seorang Arab Baduy, lalu bertanya, 'Kapan datangnya hari Kiamat?" Namun Nabi Saw. tetap melanjutkan pembicaraannya. Sementara itu sebagian kaum ada yang berkata, Sebenarnya beliau mendengar perkataannya, akan tetapi beliau tidak menyukai apa yang dikatakannya itu, namun ada pula sebagian yang mengatakan, 'Bahwa beliau tidak mendengar perkataannya. Hingga akhirnya setelah Nabi Saw. menyelesaikan pembicaraannya, beliau bersabda, 'Mana orang yang bertanya tentang hari Kiamat tadi? Orang itu berkata, 'Saya, wahai Rasulullah Saw!" Maka Nabi Saw. bersabda, Apabila amanat sudah hilang maka tunggulah terjadinya Kiamat.' Orang itu bertanya, 'Bagaimana hilangnya amanat itu?"
Nabi Saw. menjawab, Jika urusan diserahkan bukan kepada ahlinya, maka tunggulah terjadinya Kiamat."(HR Al-Bukhāri). Hadis di atas memberikan faedah bahwa fenomena hilangnya amanat ialah menyandarkan urusan-urusan kepada orang yang tidak layak mengembannya, karena akan menyebabkan hilangnya hak-hak yang lain serta terjadinya kerusakan di muka bumi. (Dr. Mustafā Sa'id Al-Khin, Nuzhatul Muttaqina Syarhu Riyādis Şālihina, Juz 2, 1407 H/1987 M: 1249).

- Hadis Nabawi :

lbnu Mājah berkata, telah menceritakan kepada kami Abu Bakar bin Abi Syaibah, ia berkata telah menceritakan kepada kami Ubaidillah bin Musa, dari Isrāil, dari Aşim, dari Zirr, dari Şafwan bin Assal, dia berkata, Rasulullah Saw. bersabda, "Sesungguhnya dari arah tenggelamnya matahari ada suatu pintu yang terbuka, yang luasnya tujuh puluh tahun. Dan pintu itu akan tetap terbuka untuk bertobat sehingga matahari terbit dari arah itu. Maka jika ia telah terbit dari arah itu, tidaklah berguna lagi keimanan seseorang yang sebelumnya tidak beriman atau yang telah melakukan amal kebaikan dalam keimanannya." (HR lbnu Mājah, Sunanu lbni Mājah, No. Hadis 4070, t.t.: 673).

- Hadis Qudsi :

Dari Zaid bin Khalid Al-Juhani, dia berkata, "Pada masa Rasulullah Saw. pernah terjadi turun hujan, lantas beliau bersabda, 'Apakah tadi malam kalian tidak mendengar perkataan Rabb kalian? Dia berfirman, Tidaklah Aku menganugerahkan suatu nikmat kepada hamba-hamba-Ku, melainkan sebagian mereka ada yang kufur dengan nikmat tersebut, dimana mereka berkata, Kami diberi hujan dengan sebab bintang ini dan itu." Sedangkan orang yang beriman kepada-Ku, ia memuji Ku karena air yang Aku turunkan, maka itulah orang yang beriman kepada-Ku dan kufur terhadap bintang-bintang. Sedangkan orang yang berkata, Kami diberi hujan dengan sebab bintang ini dan itu' adalah orang yang kufur kepada-Ku dan beriman kepada bintang-bintang." (HR An-Nasāi) (isämuddin As-Şabābati, Jāmíu'l Ahadisi1 Qudsiyyati, Jilid 1, t.t: 118).

- Hadis Motivasi QS 35: 41 :

Dari Abu Barzah Al-Aslami dia berkata, Rasullullah bersabda: "Barang siapa yang menahan/memelihara anjing. berarti sepanjang hari itu dia telah menghapus amalnya sebanyak satu qirat kecuali anjing ladang atau anjing jinak." (HR Muslim, 1575)

- HADIS NIAGA QS Fāțir, 35: 42 :

Larangan Bersumpah dalam Melakukan Jual-Beli

Dari Abu Hurairah dia berkata, Rasulullah bersabda: "Ada tiga kelompok orang yang tidak akan diajak bicara, tidak akan dilihat, dan tidak akan disucikan Allah, sedangkan mereka juga akan mendapat siksa yang amat pedih. Pertama, mereka yang mempunyai air lebih banyak di kebunnya, tetapi tidak mau membagikan kepada orang yang sedang dalam perjalanan (ibnusabil), Kedua, seseorang yang mengadakan transaksi jual-beli barang dengan orang lain. Setelah itu, dia berjanji akan membayar sekian, tetapi ternyata dia tidak jadi membelinya. Ketiga, seseorang yang berbaiat kepada seorarng pemimpin karena mengharapkan kemegahan dunia. Jika dia diberi bagian dari kemegahan dunia tersebut, dia akan tetap setia kepadanya. Namun, jika dia tidak diberi, dia akan membelot darinya." (HR Muslim, 108)

- AMAL NIAGA :

1. Jika Anda seorang pedagang, hindarilah mengobral sumpah untuk melariskan barang dagangan.
2. Jika Anda seorang pembeli, janganlah mengumbar banyak janji kepada pedagang bahwa Anda akan membeli barang dagangannya, padahal kenyataannya Anda membatalkannya.

- Tadabbur Surah Fatir Ayat 39-44 :

1. Ayat 39-44 menjelaskan bahwa Allah menjadikan manusia mampu memakmurkan bumi dengan sistem regenerasi. Siapa yang tidak mau mengikuti sistem Allah dalam kehidupan ini, ia kan mendapat resikonya. Kekafiran itu hanya menambah murka Allah dan menambah kerugian bagi penganutnya.  
2. Tuhan - tuhan yang mereka seru selain Allah itu tidak masuk akal. Sebab, tidak bisa menciptakan sedikitpun dari bumi,  apalagi  bersekutu  dengan Allah menciptakan benda-benda langit. Bahkan tidak mendapat kitab yang menjelaskan permasalahannya dengan nyata. Tidak ada yang dijanjikan kaum musyrik itu selain tipuan. Mereka bersumpah atas nama Allah sekiranya datang kepada mereka seorang Rasul pemberi peringatan, mereka akan menjadi kaum yang lurus. Faktanya, ketika Muhammad diutus,  mereka menjauh darinya karena kesombongan dan perbuatan makar jahat. Tidak ada makar jahat terhadap Rasul saw. dan Islam itu kecuali akan mencelakan pelakukanya. Itu adalah ketetapan Allah (sunnatullah) sejak umat-umat terdahulu sampai akhir zaman dan sunnatullah tidak akan pernah berubah.  
3. Sebab itu, umat Nabi Muhammad saw. dianjurkan Allah untuk mempelajari akibat buruk yang dialami umat-umat terdahulu akibat kekufiran dan kedurhakaan mereka pada sistem Allah dan Rasul-Rasu-Nya. Mereka adalah umat yang lebih kuat. Tidak ada suatu apapun yang dapat melemahkan Allah di langit atau di bumi. Sungguh Allah Maha Mengetahui, Mahakuasa. 

Minggu, 11 Januari 2026

Adab dalam Islam | @KitabulSalaf

Rubrik AI (73) | @KitabulSalaf
------------------------------------------
بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ

Adab dalam Islam

Adab sesame Muslim :
--------------
A. Adab menjawab salam
1. Sesama  Islam wajib.
jawab : "waalaikum salam warohmatullah wabarokatuh"
2. Orang kafir.
a. Berniat memplesetkan salam 
jawab : "wa'alaikum"        
b. Menghormati dengan tidak dijawab.

B. Adab mengucapkan salam
- Salam sesama muslim hukumnya "sunnah", menjawab hukumnya "wajib".
- Salam hanya untuk sesama muslim bukan non muslim, kecuali mendoakan mendapat hidayah.

C. Adab Ghibah yang diperbolehkan
1. Meminta fatwa / nasehat.
2. Memperkenalkan seseorang, contoh fulan yang berkaca mata.
3. Mengadukan kedoliman, contoh dipengadilan.
4. Melakukan kemungkaran terang2an, contoh ada orang mabuk2an.
5. Memperingatkan dalam kemungkaran, contoh hadist dari orang pelupa.
6. Minta tolong mengubah kemungkaran.

D. Adab balas dendam yang dianjurkan
1. Menuntut diakherat. 
2. Memaafkan dan tidak menuntut di akherat.
3. Melupakan.
4. Membalas dengan kebaikan.

E. Adab pada sesama muslim
1. Menjawab salam.
2. Menghadiri undangan.
3. Kalau minta nasehat wajib menasehati sesuai kemampuan.
4. Menjawab doa orang bersin.
5. Kalau sakit wajib menjenguknya.
6. Meninggal dunia wajib menguburkan.

F. Adab mencegah kemungkaran :
1. Tingkah laku.
2. Lisan.
3. Hati paling lemah. 

G. Ada terhadap ilmu ghoib :
1. Tidak tahu keadaan esok hari.
2. Tidak tahu tentang didalam rahim ibu.
3. Tidak tahu yang dilakukan esok.
4. Tidak tahu dimana kematian.
5. Tidak tahu kapan turunya hujan. 

H. Adab terjadi masalah subhat :
1. Diam (jangan membenarkan atau menyalahan).
2. Belajar lagi atau ikuti ahli ilmu.
3. Kibarkan bendera taqlid.

I. Adab menuntut ilmu 
1. Niat karena Allah.
2. Selalu berdoa.
3. Selalu bersungguh-sungguh.
4. Menjauhi maksiat.      
    Menjauhkan dari penghalang belajar, misal hp.       
5. Selalu rendah hati.
    Tidak menolak kebenaran.
6. Memperhatikan penjelasan.
     Selalu mencatat, konsentrasi, bertanya bila tidak paham. 
 7. Diam menyimak.
     (tidak ngobrol, tidak berbicara sendiri)
8. Menghafalkan.
9. Mengamalkannya.
10. Mendakwahkannya.
(membagikan ke orang lain yang belum paham).

J. Cara menebus dosa ghibah tanpa meminta maaf 
1. Memuji kebaikannya.
2. Mendoakan kebaikan untuknya.
3. Memohon ampunannya pada Allah.

K. Sunnah ketika bertemu orang lain 
1. Mengucapkan salam.
2. Bermuka manis.
3. Berjabat tangan.
4. Kata-kata yang baik.


Adab orang kafir
------------------------
A. Bila kafir meninggal dunia 
- Tidak boleh menghadiri pemakaman.
- Tidak boleh menyebar kematiannya.
- Tidak boleh mengurus jenasahnya.
- Tidak boleh dimandikan, dikafani, digotong.
- Tidak boleh dikuburkan di pemakaman Islam.
- Cukup ditimbun dengan tanah.

B. Bila tetangga kafir sakit 
a. Tidak boleh dijenguk.
b. Diajak masuk Islam.

C. Muamalaf pada orang kafir 
1. Perdagangan atau jual beli.
2. Memanfaatkan pengalaman orang kafir.
3. Perjanjian.
4. Berbuat baik.
5. Amar ma'ruf nahi mungkar.

D. Masalah muamalaf pada orang kafir 
a. Pernikahan.
     Tidak boleh lelaki kafir menikahi wanita
muslimah.
     Tetapi lelaki muslim boleh menikah dengan kafir
dengan 2 syarat :
     (1) bukan wanita pezina.
     (2) dari golongan kitabiyah (yahudi atau nasrani).
b. Balas budi.
    Boleh membalas budi pada orang kafir tanpa
diiringi kasih sayang.
c. Duniawi. 
    Boleh berbagi dan memberikan manfaat.
d. Pekerjaan.
    Boleh memperkerjakan kaum kafir.
e. Bakti orang tua.
    Wajib bakti pada orang tua kafir.
f. Siasat/mudarat.
    Boleh bersiasat dengan kafir.

E. Sikap muslim terhadap ajaran kaum kafir 
- Tidak membenarkan 100% ajarannya.
- Tidak boleh membuka dan mempelajari ajarannya. 

F. Adab yang dilarang loyalitas pada kaum kafir :
- Meniru gaya hidupnya.
- Tinggal di negerinya.
- Berwisata ke negerinya.
- Membantu & menolong mereka untuk memusuhi kaum Muslimin, serta memuji & membela mereka.
- Menjadikannya pemimpin. 
- Menjadikannya teman akrab & teman dalam bermusyawarah.


Adab dalam rumah :
------------------------

A. Adab rumah dijauhi malaikat 
1. Ada gambar/lukisan makhluk bernyawa.
2. Memelihara anjing.
3. Penghuninya junub.
4. Memajang patung.
 
B. Adab rumah yang diberkahi Allah :
1) Selalu digunakan shalat berjamaah (QS Yunus 87).
2) Diisi dengan majelis zikir (QS Al-Baqarah 152).
3) Selalu dibacakan Al-Qur’an  (QS Al-Isra 82). 
4) Rumah yang dipakai mengurus anak Yatim dengan baik (QS Al-Ma’un 1-3).

C. Adab Menunaikan Hajat ke toilet 
1. Berzikir (baca basmalah).
2. Tidak boleh menghadap kiblat atau membelakanginya.
3. Dilarang buang hajat searah angin berhembus.
4. Tidak berbicara baik zikir maupun bentuk lain.
5. Menggunakan tangan kiri.

D. Adab tuan rumah menerima tamu:
1. Menyambut tamu.
2. Menghidangkan & mempersilahkan makanan.
3. Berbicara dengan baik, dilarang mengomentari tamu.

E. Adab Bertamu  :
1. Disunnahkan berbuka puasa.
2. Menolak undangan orang fasik, zalim, sombong, makanan syuhbat.
3. Minta ijin bila hendak pulang.
4. Diperbolehkan bawa makanan sendiri.

F. Adab benda ini dilarang ada dalam rumah seorang muslim 
1. Tanda Salib.
2. Patung & Lukisan.
3. Anjing.
4. Lonceng.
5. Bentuk Permainan & Judi.
6. Khamr/Arak.


Adab bagi Muslim :
--------------

A. Adab menolak was-was
1. Membaca taawudz.
2. Membaca surat al ikhlas.
3. Membaca Al-Hadid 57:3.
4. Meludah ke kiri 3x.
5. Jangan dihiraukan. 

B. Adab bertobat dari dosa
1. Ikhlas.
2. Menyesal.
3. Melepaskan dari dosa serta sarananya. 
4. Berazam kuat, bertekat sungguh-sungguh.
5. Bila ada kaitannya dengan makhluk wajib dikembalikan.

C. Adab-adab Do'a
1. Berwudhu. 
2. Menghadap kiblat.
3. Mengangkat Tangan Ketika berdo'a.
4. Melakukan amal shalih  sebelum berdo'a.
5. Menggunakan kata-kata yang baik dan lengkap.
6. Merendahkan suara dalam berdo'a.
7. Memilih nama Allah yang sesuai dengan keagungan-Nya.

E. Adab anjurkan berwudhu
1. Berzikir.
2. Hendak tidur.
3. Junub.
4. Sebelum mandi wajib
5. Makan sesuatu yang panggang. 
6. Ketika akan sholat.
7. Setiap kali berhadas.
8. Muntah.
9. Setelah mengangkat jenazah.

F. Adab melanggar sumpah
1. Memberi makan orang miskin 10 oang atau
2. Memberi baju pada orang 10 miskin atau
3. Membebaskan budak atau 
4. Puasa selama 3 hari.

G. Adab penggugur dosa menurut Ibn Taimiyah ra 
1. Taubat pada Allah.
2. Istighfar atas dosanya.
3. Beramal shaleh.
4. Doa sesama mukminin.
5. Kiriman pahala sesama mukminin.
6. Syafaat Nabi saw.
7. Musibah di dunia.
8. Siksa kubur.
9. Ujian pada hari kiamat.
10. Rahmat dari Allah.

H. Adab agar amal yang diterima: 
1. Sesuai dgn sebabnya. 
    Misalnya sholat tahiyatul masjid, puasa senin kamis. 
2. Pada jenisnya. 
    Misalnya berkurban harus dengan kambing, unta & sapi, fidya harus dengan makanan, zakat dengan makanan pokok.
3. Pada jumlahnya. 
    Misalnya sholat isya 4 rokaat.
4. Pada tata cara nya. 
    Misalnya wudhu sesuai nabi.
5. Pada waktunya. 
    Misalnya puasa di bulan ramadhan.
6. Pada tempatnya. 
    Misalnya itikap harus di masjid. 

I. Adab Zuhud terhadap dunia :
1. Letakkan dunia ditangan tapi jangan dihati.
2. Kaya tapi hidup sederhana.
3. Zuhud adalah terima apa adanya yang diberikan Allah.
4. Perbuatan hati yaitu nikmat disyukuri dan musibah disabari.
5. Ujian dan cacian sama.
6. MENGAMBIL makanan, pakaian, istri dan tempat tinggal serta segala sesuatu yang kamu perlukan kecuali hanya SEBATAS SEPERLUNYA guna mempertahankan kehidupanmu dan kamu tidak mempunyai kemampuan untuk menolaknya.

J. Adab pelebur  dosa :
1. Masuk  islam  orang  kafir. 
2. Hidayah.
3. Haji.

K. Adab berucap dalam suatu peristiwa :  
* Rezeki lambat perbanyaklah istighfar, 'Astaghfirullah'. 
* Takut pada suatu kaum ‘Hasbunallah wa ni’mal wakiil’.
* Kagum terhadap sesuatu ‘Maa syaa’allah, laa quwwata illaa billah’.
* Dikhianati ‘Wa ufawwidhu amrii ilaallah, innaallaha bashiirun bil ‘ibaad’.
* Ditimpa kegundahan hati ‘Laa ilaaha illaa Anta, Subhaanaka innii kuntu minadz dzolimiin.’
* Awal kegiatan, 'Bismillahirrahmanirrahim'.
* Akhir kegiatan, 'Alhamdulillah'. 
* Berbuat kesalahan, 'Astaghfirullah'.
* Akan kegiatan, 'Insyaallah'.
* Hidup terasa sedih/berat/sulit/tekanan, 'La hawla wa la quwwata illa billahil ‘aliyyil adzim'.
* Terjadi musibah, 'Innalillahi wa inna ilaihi raji’un'. 
* Tiap waktu, 'La ilaha illallah'.

L. Adab berobat
1. Obat syair (ada dalil) , misal minum zam2, bekam, minum madu, minum kencing onta.
2. Terbukti secara ilmiah, contoh tidak ilmiah tidak bisa jalan disabet dengan belut.

M. Adab agar bisa menjadi wali Allah :
1. Diam, sedikit bicara, tinggalkan yang tidak bermanfaat.
2. Menyendiri, sedikit bertemu orang, menjauhi orang tidak bermanfaat.
3. Lapar, sering puasa.
4. Bergadang (mengurangi tidur), bergadang untuk zikir, belajar agama, baca Al Quran, beribadah.

N. Adab ketika telinga berdenging :
"Allohumma Sholli wa saalim ala Muhammad, Dzakarallahu man dzakarallahu bikhoir"

O. Adab menjalankan Amalan Sunnah :

1. Tingkatan amal dalam Safar ke  masjid :
Terendah  Masjid  Aqso  (250x)  --> masjid  Nabawi (1000x)  -->  masjid  haram  (100rbx)
 
2. Tingkatan amal dalam penerima sedekah :
Tertinggi  anak istri  --> kerabat (anak yatim & permusuhan)  -->  tetangga  --> orang lain (jihad  fii sabilillah - teman dijalan Allah)

3. Tingkatan amal dalam sunnah 
Tingkat rendah puasa --> sedekah --> berzikir tasbih (subhanalllah) dan takbir (Allahu Akbar) --> baca Al Quran diluar shalat --> baca Al Quran dalam shalat
 
4. Tingkatan amal dalam sholat 
Terendah sholat dirumah --> masjid --> berjamaah -> shaf terdepan --> sebelah kanan imam

P. Adab agar amal terus langgeng :
1. Jadilah orang saleh.
2. Jadikan pelopor kebaikan (sunnah hasanah).
3. Wariskanlah amalan yang tidak terputus pahalanya, yaitu sedekah harian berupa wakaf, ilmu yang bermanfaat dan anak yang soleh yang selalu mendoakan orang tua. 
4. Wariskanlah amalan yang bermanfaat untuk orang banyak , seperti mewariskan musaf, membangun masjid dan mengalirkan sungai.

Q. Adab terhadap sakaratul maut :
1. Berdoa meminta :
    - Dimudahkan sakaratul maut.
    - Diwafatkan pada hari Jumat.
    - Dalam keadaan berzikir.
2. Memperbanyak zikir 
    "Laillaha illallah" disaat hidupnya.
3. Tanamkan cinta / rindu pada nabi Muhammad,
antara lain: 
   a. Selalu bersalawat pada Nabi.
       "Allahumma Sholli 'ala Muhammad".
   b. Berusaha menjalankan sunnah beliau. 

R. Adab sepanjang hari :
1. Menuntut ilmu.
    - ilmu agama.
    - ikhlas.
    - diamalkan dan diajarkan pada sesama.
2. Aktif beribadah.
    - berdzikir.
    - membaca Al Quran.
    - shalat sunnah.
    - amalan fiqih.
3. Melakukan amal kebaikan.
    - membantu sesama muslim (shalih dan ahli
fiqih).
    - berhidmat pada ahli tasawuf dan ulama.
    - perbanyak sedekah.
    - mengantarkan jenazah. 
4. Menyibukkan diri mencari nafkah.
    - halal.
    - ikhlas.

R. Adab wajib dipelajari setiap muslim :
1. Taat kepada Rasulullah.
2. Tidak menyekutukan Allah dalam beribadah kepadanya.
3. Loyal kepada sesama orang beriman dan berlepas diri (anti) dari orang kafir. 

S. Hak dan kewajiban bersahabat 
1. Sahabatmu ya saudaramu.
2. Menolong dengan tenaga.
3. Jangan menunjukkan yang tidak disukai.
4. Setia dan ikhlas.

S. Adab seorang guru 
1. Bertanggung jawab.
2. Sabar.
3. Duduk tenang penuh wibawa.
4. Tidak sombong terhadap semua orang, kecuali kepada orang yang zalim dengan tujuan untuk menghentikan kezalimannya.
5. Mengutamakan bersikap tawadlu di majlis-majlis pertemuan.
6. Tidak suka bergurau atau bercanda.
7. Ramah terhadap para pelajar (murid).
8. Teliti dan setia mengawasi anak yang nakal.
9. Setia membimbing anak yang bebal. 
10. Tidak gampang marah kepada murid yang bebal atau lambat pemikirannya.
11. Tidak malu berkata: " Saya tidak tahu," Ketika ditanyai persoalan yang memang belum ditekuninya.
12. Memperhatikan murid yang bertanya dan berusaha menjawabnya dengan baik.
13. Menerima alasan yang diajukan kepadanya.
14. Tunduk kepada kebenaran, dengan Kembali kepadanya apabila dia salah.
15. Melarang murid yang mempelajari ilmu yang membahayakan. 
16. Memperingatkan murid mempelajari ilmu agama tetapi untuk kepentingan selain Allah.
17. Memperingatkan murid agar tidak sibukmempelajari ilmu fardlu kifayah sebelum selesai mempelajari ilmu fardlu'ain.
18. Memperbaiki ketaqwaannya kepada Allah zahir dan batin.
19. Mempraktekkan makna taqwa dalam kehidupan sehari-harinya sebelum memerintahkan kepada murid agar para murid meniru perbuatannya dan mengambil manfaat ucapan-ucapannya.

T. Adab Kehidupan Mukmin 
1. Tujuan hidup: mencari ridha Allah.
2. Pedoman hidup: Al Quran dan Sunnah.
3. Sasaran dan target hidup: tegaknya syariat dan hukum Allah.
4. Bekal hidup:
   - Takwa
   - Ilmu dunia dan akherat
   - Yakin janji dan ancaman Allah
   - Tawakal
   - Syukur & sabar
5. Pemimpin dan Imam: Allah, Rasul dan saudara sesama mukmin. 
6. Kawan hidup: saudara seakidah.
7. Musuh:
   - Setan.
   - Hawa nafsu.
   - Orang kafir.
   - Orang munafik.
   - Orang Islam yang hasad.
8. Makanan, minuman dan barang konsumsi: Halal dan thayyib.
9. Muamalat dan sumber kehidupan: sesuai syariat.
10. Konsep nikah, keluarga dan rumah tangga:
   - Bentuk ibadah yang agung.
   - Menjaga kehormatan diri.
   - Ta'aruf tanpa pacaran.
11. Pandangan tentang dunia:
   - Sebagai tempat persinggahan.
   - Lebih hina dari sayap nyamuk.
   - Seperti es.
12. Tentang akherat: tempat persinggahan terakhir. 
13. Detik menjelang ajal hingga kematian:
   - ruh keluar seperti air keluar dari teko.
   - wajah gembira.
   - bibir senyum.
   - peluh di dahi.
   - tubuh harum.
   - bagai digigit semut (syahid)
14. Dikubur:
   - luas dan bercahaya.
   - ditemani amal shalih.
   - diperlihatkan surga.
   - berkelana dan makan buah disurga (syahid). 
   - mampu menjawab bahkan bebas (syuhada) pertanyaan kubur.
   - tidak merasakan hari kiamat.
15. Di padang mahsyar:
   - dikumpulkan bersama orang mukmin.
   - dinaungi Allah.
   - catatan amal di tangan kanan.
   - dihisab ringan.
   - dapat syafa'at nabi Muhammad.
16. Tempat kembali: surga.

U. Adab orang yang beriman (mukmin) 
1. Tidak menyukai harta (dunia).
    - sarana untuk dekat pada Allah.
    - menafkahi keluarga beramal, berinfak, bersedekah dan untuk berjuang membela agama Allah.
2. Tidak menyukai perempuan.
     - untuk mengikuti sunnah Rasulullah.
     - melahirkan keturunan yang beriman. 
3. Tidak mau membicarakan hal ihwal orang lain.
     - tidak mau ikut campur dengan urusan pribadi orang lain.
     - tidak mau menyebarkan aib orang lain.
     - tidak mempergunjingkan orang lain.

V. Adab pada usia senja 
1. Lebih memperhatikan amalan-amalan wajib.
2. Menghindari hal-hal yang diharamkan oleh syariat. 
3. Menambah amalan-amalan sunnah.
4. Banyak bertahmid, membaca istighfar, dan bertaubat.
5. Memperbanyak amal-amal ringan, tapi berpahala besar, seperti berdzikir dan membaca shalawat.
6. Rutin membaca dzikir pagi dan petang.
7. Tetap aktif dalam thalabul ilmi (menghadiri majelis ilmu).
8. Rutin mempelajari Alquran dan mentadabburinya (merenungkannya) lewat bahasan ulama dalam kitab tafsir (yang tentu lebih mendalam dari sekadar Alquran terjemah). 
9. Berpesan kepada anak-anak dan keturunan agar menjadi saleh dan salehah, gemar mendoakan orang tua baik saat masih hidup atau setelah meninggal, dan membantu mentalqin orang tua ketika akan meninggal.

W. Adab menghadapi ujian musibah 
1. Percaya Allah tidak menyiakan hambaNya, ujian merupakan rahmat Allah bagi  orang yang sabar.
2. Suudzon / berbaik sangkah pada Allah.
3. Berdoa dengan "Inna  lilahi wa inna rojiun".
4. Menyakini adanya ampunan dari  Allah.
5. Musibah mampu menggugurkan dosa.
6. Semua musibah sudah  ditentukan oleh takdir.
7. Dilarang mengeluh menghadapi ujian.
8. Bersikap sabar.


Adab dalam hal ibadah :
--------------

A. Adab terhadap Allah 
1. Iman dan tidak kufur.
2. Syukur dan tidak kufur nikmat.
3. Mengingat Allah Swt dan tidak melupakan-Nya. 
4. Taat dan tidak bermaksiat.
5. Tidak mendahului Allah swt dan Rasul-Nya.
6. Takut Terhadap Siksa-Nya.
7. Malu Kepada-Nya.
8. Bertaubat Kepada-Nya.
9. Husnuzhan (Berbaik Sangka) Kepada-Nya.

B. Adab Terhadap Rasulullah SAW 
1. Qalbi (adab dari hati).
2. Qauli (adab ucapan). 
- tidak meninggikan suara melebihi Rasulullah SAW.
- tidak pernah memanggil Nabi dengan namanya.
3. Amali (adab gerak tubuh).
- tidak keadaan berdiri.
- tidak dalam perjalanan.
- keadaan berwudhu.
 
C. Adab kepada Ahli Bait 
1. Mengagungkan mereka dengan pantas, tidak berlebihan dan tidak pula merendahkan.
2. Mencintai dan mendoakan kebaikan.
3. Membela dari hujatan.
4. Jangan mencela.
5. Menasehati Ahli Bait yang bersalah.
6. Bersholawat kepada mereka.

D. Adab dianjurkan berwuhu :
1. Berzikir.
2. Hendak tidur.
3. Junub.
4. Sebelum mandi wajib
5. Makan sesuatu yang panggang. 
6. Ketika akan sholat.
7. Setiap kali berhadas.
8. Muntah.
9. Setelah mengangkat jenazah.

E. Adab agar bisa didoakan malaikat :   
1. Duduk menunggu sholat.
2. Bersholawat pada nabi Muhammad.
3. Orang mendoakan saudaranya.
4. Bersodaqoh.
5. Saat kita makan sahur.
6. Menjenguk saudaranya yang sakit.
7. Mengajarkan kebaikan pada orang lain.
8. Bertobat.

F. Adab bulan diharamkan menzolimi diri sendiri :
1. Muharram.
2. Rojab.
3. Dzulhijjah.
4. Zulkhaidah.

G. Adab berdoa 
1. Mencari Waktu yang Mustajab.
    - hari Arafah.
    - Ramadhan.
    - sore hari Jumat.
    - waktu sahur.
    - sepertiga malam terakhir.
2. Memanfaatkan Keadaan yang Mustajab:
    - ketika perang. 
    - turun hujan.
    - ketika sujud.
    - antara adzan dan iqamah
    - ketika puasa menjelang berbuka.
3. Menghadap Kiblat dan Mengangkat Tangan.
    - menggabungkan kedua telapak tangannya dan mengangkatnya setinggi wajahnya (wajah menghadap telapak tangan).
    - Tidak boleh melihat ke atas.
4. Dengan suara lirih dan tidak dikeraskan.
5. Tidak dibuat bersajak, lebih utama dari Al Quran dan Hadist. 
6. Khusyu’, merendahkan hati, dan penuh harap.
7. Memantapkan hati dan berkeyakinan untuk dikabulkan.
    - hatinya sadar bahwa dia sedang meminta sesuatu.
    - tahu isi doa yang dia ucapkan.
8. Mengulang-ulang doa dan merengek-rengek.
9. Tidak tergesa-gesa agar segera dikabulkan.
10. Memulai doa dengan memuji Allah dan bershalawat kepada Nabi saw.
11. Memperbanyak taubat dan memohon ampun kepada Allah.
12. Hindari mendoakan keburukan, baik untuk diri sendiri, anak, maupun keluarga.
13. Menghindari makanan dan harta haram.

H. Adab larangan bagi orang yang batal wudhu 
1. Shalat.
2. Thawaf. 
3. Menyentuh mushaf (Alqur'an).
4. Membawa mushaf (Alqur'an). 
 
I. Adab larangan bagi orang yang berhadast besar (junub) :
1. Shalat.
2. Thawaf.
3. Menyentuh mushaf (Alqur'an).
4. Membawa mushaf (Alqur'an).
5. Diam di masjid.
6. Membaca Al qur'an.

J. Adab bertayamum  :
1. Niat.
2. Baca "Bismillah".
3. Tepuk kedua telapak tangan ke dinding/meja berdebu lalu ditiup (1x).
4. Usapkan ke wajah lalu telapak kiri ke punggung tangan hingga pergelangan tangan dan sebaliknya.

K. Adab Waktu dan tempat untuk bershalawat 
1. Dikerjakan di setiap kesempatan.
2. Dikerjakan pada kesempatan khusus, ketika:
    - tasyahud awal atau akhir.
    - selesai adzan.
    - hari jumat.
    - setiap pagi dan sore, minimal 10 kali.
    - di Majelis.
    - menyebut nama Nabi saw. 
    - berdoa.
    - masuk dan keluar masjid.
    - takbir kedua ketika shalat jenazah.
    - berada di Makam Nabi saw.
    - setelah usai membaca qunut.
    - shalat Id.
    - meninggalkan majelis

L. Adab Thuma'ninah dalam shalat :
Tenangnya anggota badan setelah melakukan gerakan (dalam shalat, ruku', i'tidal, sujud, duduk di antara dua sujud) agar setiap anggota tubuh tetap pada tempatnya seukuran ucapan subhaanallaah.

M. Adab menjadi Imam Shalat :
~ yang paling baik bacaan/hafalan
~ paling berilmu
~ paling dulu hijrah
~ paling dulu masuk islam
~ yang lebih tua


Adab Tawasul
------------------------

A. Syarat tawasul  :
1. Dengan ijin Allah.
2. Orang bertauhid.
3. Masih hidup.

B. Objek Tawasul  yang  diperbolehkan :
1. Menyebut  nama dan sifat allah.
2. Amal soleh.
3. Doa orang  soleh.
4. Iman. 
5. Tauhid.
6. Kelemahan diri.

C. Adab terhadap dikuburan :
1. Tidak mengecat.
2. Tidak mengapur.
3. Duduk diatas kuburan. 
4. Membangun diatas kuburan.
5. Menulis diatas kuburan.

E. Adab terhadap orang telah meninggal/mayit :
1. Berdoa & memohon ampunan pada si mayit.
2. Melunasi hutangnya.
3. Menunaikan wasiatnya.
4. Menjalankan nadar si mayit.
5. Membayar hutang si mayit.
6. Sodaqoh atas si mayit.
7. Menghajikan si mayit, dengan syarat dirinya sudah berhaji.
8. Sambung tali silaturahmi si mayit, yang paling dekat yaitu anak/saudara.
9. Meneruskan kebaikan orang tua.
10. Semua kebaikan anak pasti orang tua dapat pahala. 

F. Adab berziarah kubur sesuai tuntunan Nabi saw 
1. Saat masuk mengucapkan salam kepada penghuni kubur.
2. Tidak duduk di atas kuburan dan tidak menginjaknya.
3. Tidak melakukan thawaf sekeliling kuburan dengan niat untuk bertaqarrub (ibadah).
4. Tidak membaca al-Qur'an di kuburan.
5. Tidak boleh memohon pertolongan dan bantuan kepada mayit, meskipun dia seorang nabi atau wali.
6. Tidak meletakkan karangan bunga atau menaburkannya di atas kuburan mayit.
7. Dilarang membangun di atas kuburan atau menulis sesuatu dari al-Qur'an atau syair diatasnya, sebab hal itu dilarang.


Adab dalam diluar rumah :
------------------------

A. Adab ketika hujan:
1. Berdoa ketika turun hujan. "Allahumma Shayyidan Naafi'an".
2. Turunnya hujan kesempatan terbaik memanjatkan doa.
3. Membasahi beberapa anggota badan dengan hujan ketika pertama kali turun.
4. Jangan mencela hujan.
5. Berwudhu dengan air hujan, ini termasuk sunnah.
6. Berdoa saat hujan reda. "Muthirna bi fadhlillahi wa rahmati".

B. Adab hari Jumat 
1. Perbanyak Sholawat Nabi.
2. Mandi.
3. Berhias minyak wangi.
4. Bersegera ke masjid. 
5. Salat Sunnah 2 rakaat saat menunggu Imam dan Khatib.
6. Tidak memeluk lutut saat menyimak khutbah.
7. Salat Sunnah 2 rakaat usai Jumatan.
8. Tadarus Surat Al-Kahfi.

C. Adab menghadiri salat Jumat 
- mandi besar.
- berangkat ke masjid di awal waktu.
- mendapatkan khutbah dari awal.
- berjalan dan tidak naik kendaraan.
- duduk mendekat ke khatib.
- konsentrasi mendengarkan khutbah.
- tidak berbicara.